The " Oh "
Chapter : 10
Cast : Oh Sehun
Luhan
And Others.
Pair : Hunhan, Kray, Taobaek / Kaibaek, Taovic,Chansoo, Dll.
Genre : Yaoi, Staight, Romance, Angst, Family, Friendship
Rate : T / M.
Sehun segera bangkit setelah mengembalikan tenaganya yang terasa habis. Penampilannya sangat-sangat kacau dengan tubuh mengkilat penuh dengan keringat tanpa baju atasan, ikat pinggang yang terlepas dan penisnya yang melemas menyembul keluar dari dalam celana.
Dia segera memakai jubah mandi yang tegeletak di lantai ketika mendengar suara ketukan pintu dari petugas laundry hotel yang mengantarkan pakaiannya. Dia pun segera menerima blazer dan juga kemejanya lalu melangkahkan kaki menuju ke arah kamar mandi tanpa memperhatikan Wendy yang masih saja menangis sambil menyandarkan tubuh polosnya pada kepala ranjang.
" Sekertaris Kim, Aku mau kau melakukan sesuatu.." Sehun mengeluarkan ponselnya dari saku celana lalu menghubungi sekertarisnya dan membicarakan sesuatu yang tampaknya sangat penting.
" Tao, Jemput aku di Windeer, sekarang. Dan jangn banyak bertanya." Setelah memutus panggilan dengan sekertarisnya, Sehun kemudian menghubungi Tao.
Sehun segera membersihkan dirinya, tangan kanannya bergetar hebat tapi dia tidak menghiraukannya. Setelah di rasa penampilannya sedikit lebih baik, dia pun segera keluar dari kamar mandi. Dia menarik sedikit kain sprei lalu merobeknya kemudian mengikat telapak tangannya dengan erat.
" Tunggu saja kehancuranmu beberapa saat lagi, Wendy. Itu adalah akibat karena kau sudah berani menggangguku." Kata Sehun dengan pandangan mata yang sangat tajam dan nada suara dingin namun menusuk.
" Sehun, Sehun..Maafkan aku, Sehun. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku melakukan ii semua karena aku sangat mencintaimu Sehun. Aku mohon.." Wendy bersimpuh di bawah kaki Sehun. Dia terus menangis dan memohon maaf. Dia benar-benar tampak sangat-sangat kacau dengan tubuh tanpa busana serta wajah pucat pasi dan lelehan air mata yang bercampur eyeliner.
" Permintaan maafmu sudah terlambat, harusnya kau sudah memikirkan konsekuensi apa yang akan kau dapatkan dariku sebelum menerima penawaran dari kakekku. Jadi nikmatilah penderitaanmu." Ucap Sehun sambil menghentakkan tangan Wendy yang memegang kaki kanannya.
" SEHUN...SEHUUUUUNN..." Wendy berteriak histeris seiring dengan Sehun menutup pintu kamar.
" Bagaimana?. Kau sudah mendapatkannya?. Segera laksanakan apa yang sudah aku perintahkan dan jangan lupa, segera ambil tindakan kemudian hancurkan." Tanya Sehun kepada sekertarisnya melalui ponsel lalu memberikan instruksi. Sehun melangkahkan kaki memasuki lift.
Sesampainya di lantai 1, Sehun pun segera keluar. Tampak ferrari merah Tao sudah berada di depan halaman hotel. Dia segera mebuka pintu mobil tanpa berkata apa-apa.
" Tumben sekali kau..YAKKK ! ADA APA DENGAN TANGANMU ?! KENAPA DARAHNYA BANYAK SEKALI ?!". Tao sangat terkejut ketika melihat tangan kanan Sehun yang tertutup kain putih tetapi tampak banyak sekali darah yang merembes membasahi kain itu.
" Sudah kau jangan banyak bicara, ayo pulang." Sehun menanggapi perkataan Tao dengan dingin. Tampak dari raut wajah Sehun yang sedang menahan sakit dan keringat mulai membasahi wajahnya.
" Tidak, kita tidak akan pulang. Aku akan membawamu ke rumah sakit." Kata Tao dengan penuh ketegasan, sementara Sehun hanya pasrah karena saat ini dia benar-benar merasa pusing akibat kejadian di dalam kamar tadi.
Saat ini Tao dan Sehun sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Sehun sudah mendapatkan perawatan dari dokter berupa 15 jahitan di telapak tangan serta membersihkan sisa-sisa kaca yang menempel dan menancap di punggung tangannya.
" Jadi bisa kau ceritakan kepadaku apa yang sebelumnya terjadi kepadamu ?". Tanya Tao memecah keheningan sambil mengemudikan mobilnya.
" Orang tua itu mulai mengambil tindakan kepadaku." Ucap Sehun, Tao pun hanya bisa tercengang sambil melihat ke arah Sehun.
Flashback
" KAU AKAN MENYESAL WENDY..KAU..EEEUUUUNNGGG..ARRRGGGHHH..." Sehun sudah tidak kuat lagi menahan diri. Dengan segenap tenaga, dia segera meraih tubuh Wendy dan melemparkannya ke atas tempat tidur. Sehun segera melompat keatas tubuh Wendy dan menindihnya. Senyum kemenangan pun terlukis di bibir Wendy.
" Aku tidak akan pernah menyesal asal kau sudah menyentubuhiku, Oh Sehun."
" Kau... Kau...EUUUMMMMPPPPHHTTT.." Sehun sudah di berada di ambang batas kontrol dirinya.
Sehun hendak mencium bibir Wendy yang tampak menggoda, namun tiba-tiba sekelebat bayangan wajah Luhan yang tersenyum menghalangi aksinya. Dia pun mengatupkan kedua belah bibirnya rapat-rapat hingga giginya bergemeletuk.
PYAAAAAAAAARRRRRRR
Sehun pun segera bangkit dari atas tubuh Wendy lalu mengepalkan tangannya dan memukul meja kaca yang berada di sisi sebelah kanan tempat tidur hingga hancur.
" ARRRGGGGGHHHHHH..." Tampak beberapa pecahan kaca menempel dan menusuk punggung tangan Sehun.
" SEHUN...APA YANG KAU LAKUKAN ?!." Teriak Wendy ketika melihat Sehun melakukan hal yang tidak dia duga.
Sehun lalu bangkit dan turun dari atas tempat tidur lalu mengambil pecahan kaca yang cukup lebar kemudian mengenggamnya erat sebagai pengalihat nasfu birahinya yang semakin bergejolak agar berganti dengan rasa sakit.
" ARRRGGGGHHHHH..HAH..HA..HAHH.." darah mulai mengucur keluar dari telapak tangan Sehun.
" Hentikan Sehun..HENTIKAN..!" Wendy berteriak histeris dan berusaha menghantikan Sehun, namun Sehun menghentakkan tubuh Wendy yang berusaha menghentikannya hingga dia kembali terjatuh di atas tempat tidur. Darah Sehun semakin banyak yang keluar dan menetes di sekitar tempat tidur dan lantai.
" Kau tidak akan pernah mendapatkan aku, Wendy. TIDAK AKAN PERNAH.." Teriak Sehun murka
" Dan kau akan segera menerima akibat dari semua kekacauan ini."
Tidak di sangka nafsu birahi Sehun masih bergejolak, Sehun pun segera melepas ikat pinggangnya lalu membuka resleting celananya. Kemudian dia pun mengeluarkan penisnya yang benar-benar mengeras dan berwarna kemerahan karena dari tadi Sehun berusaha mati-matian menahan nafsunya. Sehun pun memejamkan mata lalu mengurut penisnya dengan tangan kiri sambil membayangkan wajah Luhan yang sedang menggodanya.
" Oohhh...Ahhh...Aaaaahhhh...Uuugggghhhh..." tidak lama kemudian Sehun pun akhirnya mengeluarkan cairan spermanya yang membasahi telapak tangan serta ada sebagian yang menetes di celana serta lantai.
" Aku mencintaimu, Lu. Sangat-sangat mencintaimu..." ucap Sehun berkali-kali sambil menetralkan nafasnya yang terengah-engah. Sementara Wendy hanya menangis tersedu-sedu karena kembali mendapat penolakan dari Sehun serta ketakutan melihat Sehun sampai melukai dirinya sendiri karena ulahnya.
Flashback End.
" Aku tidak habis fikir presdir akan melakukan hal itu. Dia sudah mulai bergerak agar kau mau memberinya keturunan, penerus baru keluarga Oh. Tapi kau juga gila sudah menyakiti dirimu sendiri, bagaimana kalau kau mati kehabisan darah ?." Kata Tao sementara Sehun hanya diam saja mendengarnya.
" Lalu apa yang akan kau lakukan terhadap Wendy ?".
" Sebentar lagi kau akan mengetahuinya."
Windeer Hotel
Drrrt...drrt...drrtt...
Beberapa jam setelah kepergian Sehun, suara getaran ponsel Wendy yang tadi terjatuh di lantai bercampur dengan pecahan kaca pun terdengar. Wendy yang masih kacau segera bangkit dari atas tempat tidur lalu mengambil ponselnya. Nampak nama dan nomer ponsel ayahnya terpampang di layar.
" Hallo, ada ap..."
"..."
" Tidak ayah, itu tidak benar. Ayah jangan mempercayai berita itu ayah. AYAHHH..." Wendy tampak kalang kabut ketika ayahnya bertanya dan mengkonfirmasi suatu hal kepadanya. Wendy semakin kalut ketika sang ayah memutuskan panggilannya. Dia segera membuka internet melalui ponselnya, dan alangkah terkejutnya Wendy ketika membaca sebuah headline dari sebuah situs berita online terkemuka
" SON WENDY, PUTRI DARI PENGUSAHA TERNAMA XML GROUP, PERNAH MELAKUKAN PESTA SEKS DAN MINUMAN KERAS KETIKA BERSEKOLAH DI PARIS..."
Headline itu tak pelak mengagetkan Wendy, pantas ayahnya tampak berang dan tidak mempercayainya karena selain berupa headline, berita itu juga menampilkan beberapa foto saat Wendy sedang melakukan hubungan seks dengan beberapa teman prianya serta saat sedang berpesta minuman keras.
Wendy pun segera memakai pakaiannya dan memperbaiki sedikit penampilannya. Dia pun segera melangkah pergi meninggalkan hotel. Wendy terus berusaha menghubungi ponsel ayahnya sambil mengemudikan mobilnya namun tidak ada tanda-tanda sang ayah akan mengangkat panggilannya.
Wendy masih berusaha berkonsentrasi mengemudikan mobil ketika tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dia pun segera mengangkat panggilan telpon yang ternyata dari ibunya.
" Tidak ...AYAAAAHHHHHH..." Wendy seketika histeris setelah mengangkat panggilan telfon ibunya. Dia pun kehilangan konsentrasi mengemudi dan tidak menyadari bahwa dari arah berlawanan muncul sebuah mobil box yang melaju kencang. Lalu..
CKIIITTTTTT...BRUAAAAAAAKKKKKK
" SON JONGHYUN, PIMPINAN XML GROUP MENINGGAL DUNIA AKIBAT SERANGAN JANTUNG SETELAH SAHAM PERUSAHAANNYA ANJLOK DI PASAR SAHAM AKIBAT SKANDAL PUTRINYA DI MASA LALU. SEDANGKAN SANG PUTRI, SON WENDY, DI KABARKAN MENGALAMI KECELAKAAN DAN SAAT INI SEDANG DALAM KONDISI KOMA. PIHAK BERWAJIB SUDAH MELAKUKAN PENYELIDIKAN, SETELAH DI LAKUKAN TES DARAH TERNYATA DI TEMUKAN ADANYA ALKOHOL YANG TERKANDUNG DI DALAM TUBUHNYA."
Piipp..
" Brengsek..Hampir saja aku tertipu. Aku harus lebih selektif memilih wanita yang cocok untuk mengandung anak Sehun nantinya." Umpat Seunghwan sambil mematikan televisi.
" Segera bereskan semua hal tentang keluargaku yang berkaitan dengan kejadian ini.." perintah Seunghwan kepada sekertarisnya. Dia tidak mau apabila ada yang mengetahui kalau kejadian ini ada sangkut pautnya dengan perjanjian antara dirinya dengan Wendy serta berkaitan dengan pertemuan Wendy dengan Sehun. Dia tidak mau kalau Oh Corp jatuh begitu saja hanya karena sebuah skandal tidak bermutu.
" Ternyata kau memang tidak bisa diremehkan, Cucuku.." monolog Seunghwan sambil menikmati kopinya.
" Apa ini perbuatanmu Sehun ?." Tanya Tao memasuki kamar Sehun sambil membawa ponselnya yang menampilkan berita tentang Wendy.
" Masalah penyebaran foto, Iya aku menyuruh orang untuk segera mencari info tentang Wendy selama hidup di Paris. Masalah saham perusahaan, aku sudah menyuruh anak perusahaanku membelinya detik itu juga saat harganya anjlok di pasaran. Dalam waktu dekat, aku akan membuat XML Group kembali berjaya di tanganku. Sedangkan masalah kecelakaan yang Wendy alami, itu bukan perbuatanku. Aku memang ingin memberinya pelajaran agar bersimpuh dan memohon ampun padaku, tapi ternyata dia sudah mendapatkan hukumannya sendiri." Sehun memberi penjelasan kepada Tao sambil memakai pakaiannya.
" Lalu apa yang akan kau lakukan pada Presdir ?."
" Kau lihat saja nanti."
Luhan dan Xiumin segera berlari keluar dari bandara. Sejak kemarin dia selalu berfikiran buruk tentang Sehun. Setelah memyelesaikan pekerjaannya di Italia, dia segera memaksa Xiumin untuk mencari tiket penerbangan ke Korea saat itu juga. Dan di sinilah mereka sekarang, bandara Incheon.
Tampak mobil Sehun baru saja datang dan berhenti di hadapan Luhan. Sehun pun keluar dari arah kursi penumpang.
" Sehun...Aku merindukanmu, Kau baik-baik saja kan ?." Luhan langsung menerjang tubuh Sehun dengan sebuah pelukan yang sangat erat.
" Hey, Sayang. Aku juga merindukanmu, dan aku baik-baik saja." Kata Sehun sambil balas memeluk tubuh Luhan. Beberapa menit kemudian Sehun melepas pelukan mereka lalu memberikan kecupan dan lumatan-lumatan kecil di bibir Luhan. Sementara Luhan yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Sehun hanya bisa terkekeh geli. Xiumin yang melihat kelakuan dua orang di depannya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Ngomong-ngomong, tidak biasanya kau memakai supir. Apa yang ter...YA TUHAN SEHUN, ADA APA DENGAN TANGANMU ?!." Luhan menghentikan rasa penasarannya menjadi rasa terkejut dan khawatir ketika melihat tangan kanan Sehun yang di balut perban.
" Kau bertanya apa yang terjadi dengan tanganku, tapi bagaimana dengan dirimu sendiri ?. Kenapa tangan kananmu juga terbalut perban, heum?." Wajah Sehun tampak tidak baik-baik saja sambil memegang pergelangan tangan kanan Luhan.
" Itu..Ak-Aku..Tanganku terkena pecahan gelas, tapi ini sudah tidak apa-apa. Xiumin ge sudah membawaku ke rumah sakit. Lalu bagaimana dengan tanganmu ?." Luhan kembali bertanya sambil memegang telapak tangan kanan Sehun. Dia bisa menebak kalau luka di tangan kanan Sehun pasti lebih parah dari luka miliknya.
" Aku tidak sengaja terjatuh dan tanganku terkena meja kaca dan..yah kau lihat sendiri hasilnya." Jawab Sehun sedikit berbohong sambil membelai wajah Luhan lembut untuk mengurangi rasa kekhawatirannya. Setelah mendengar penjelasan Sehun, Luhan pun kembali menerjang tubuh Sehun dengan pelukan yang sangat erat.
" Pantas saja kemarin perasaanku tidak enak. Kau harus berhati-hati Sehun, jangan sampai kau terluka."
" Iya sayang, Sekarang ayo kita pulang. Xiu, kau ikut bersama kami saja. Nanti biar supir yang mengantarkanmu pulang."
" Baik lah."
Mereka bertiga pun segera memasuki mobil Sehun.
" Aaahhh...Aaaahhh...Eeeuunngghhh...Se-Sehun...Oooohhh.." Luhan mendesah kencang sambil menaik turun kan bokongnya.
" Ini nikmat sekali, Lu. Oooohh...iya..terus sayang, terus naik turunkan pinggang dan bokongmu. Lahap penisku dengan lubang anusmu..Iya sayang...Ooohhh..." Sehun benar-benar merasakan kenikmatan yang teramat sangat saat Luhan dengan semangat menggenjot penisnya.
Mereka melakukan Seks dengan posisi Luhan duduk di atas pangkuan Sehun. Karena tangan Sehun masih sakit sehingga tidak memungkinkannya untuk menahan beban berat tubuhnya saat bercinta dengan posisi Luhan yang terlentang di bawahnya.
" Euuummmphhhtt...Eeeuummpphhhtt..Oohhh..." Luhan mendesah di sela-sela ciuman mereka karena Sehun menghisap lidahnya dengan sangat kencang.
" Aaahh...Aahh...Aaaaaaahhhhh... Sehuuuunnnn...Aaaaaaaaaahhh...hosh...hosh..Eeunnngggg...Euuungggg.." Luhan mendesah hebat ketika dia mengeluarkan cairan spermanya. Nafasnya tersengal-sengal di tambah pula denga dengan hentakan-hentakan penis Sehun yang masih setia berdiri tegak menggoda lubang anusnya hingga membuatnya kembali mendesah.
" Sayang, Aaahhh...Aaahhhh...Apapun yang terjadi jangan pernah kau meninggalkanku, ok ?." Sehun terus menggerakkan dan menghentakkan bokongnya ke atas agar penisnya bisa terus mengobrak-abrik lubang Luhan.
" Berjanjilah pada ku, Lu. Eeeuunngghhh...Aaaahhhh...Berjan-Ooohhh...Jilah Sayang...Oooohhh...Sial, lubangmu semakin hari semakin nikmat saja Lu."
" Aku..Oooohhhhh...Eeeuuuummmphh..Ber-berjanji Se-Sseehuunnn...Aaahhhh.." tubuh Luhan sudah mulai melemas, tapi kenikmatan yang dia rasakan dari sodokan-sodokan penis Sehun serasa memberinya tambahan-tambahan energi untuk terus menaik turunkan tubuhnya.
"AAAARRRGGHHHHHHH...Ooooohhhhhhhh..."
" Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh...Eeuuunnnggghhhh.."
Sehun pun aakhirnya mengeluarkan spremanya di dalam lubang anus Luhan. Sedangkan Luhan kembali mengeluarkan spermanya dan membasahi perut Sehun.
" Hosh..hoshh..hosh.. Kau harus ingat Lu. Aku selalu mencintaimu, walaupun banyak halangan dan rintangan untuk hubungan kita kedepan, aku akan tetap mempertahankanmu. Jadi jangan pernah sekalipun terbersit di fikiranmu kalau kau akan meninggalkanku." Sehun membelai wajah Luhan yang basah oleh keringat, dia pun merapikan rambut Luhan lalu mengecup keningnya lama.
" Aku juga sangat mencintaimu, aku akan selalu berada di sisimu. Aku berjanji." Balas Luhan sambil mengecup bibir Sehun.
BRAKKKKKK
" Apa kau tidak tau cara mengetuk pintu, Sehun ?."
" Aku akan mengetuk pintu dengan sopan andai kakek tidak mengganggu hidupku. Kenapa kakek melakukan semua itu ?. Kenapa kakek sampai menggunakan cara licik dengan menggunakan Wendy ?." Saat ini Sehun sedang mendatangi kantor kakeknya. Emosi yang dia tahan sejak kemarin akhirnya keluar juga.
" Ha..Ha..Ha..Aku hanya membantumu, Sehun. Membantumu mendapatkan keturunan, selain itu bukankah XML Group adalah perusahaan yang besar, Setara dengan usaha keluarga Luhan." Kata Seunghwan sambil memandang wajah Sehun.
" Apa kau berhasil menidurinya ?. Kalau tidak, berarti kau sangat beruntung, akan sia-sia apabila dia benar-benar mengandung anakmu karena ternyata masa lalunya sangat buruk. Oh, itu bisa menjadi aib untuk keluarga kita."
" TAPI KAU LAH YANG HAMPIR MENJERUMUSKANKU DENGAN AIB ITU." Sehun berteriak di depan Seunghwan.
" Ha..Ha..Ha..Maaf kan aku, itu sebuah kesalahan kecil yang tidak ku sengaja."
" Kau selalu menganggap remeh hidup orang-orang terdekatmu. Tidak kah kau ingin mengakhiri semua kekonyolan para tetua ?. Jangan lagi mencampuri urusan pribadiku. Biarkan aku hidup bahagia dengan Luhan meskipun kami tidak mempunyai keturunan." Pinta Sehun
" KAU AKAN TETAP MEMBERIKAN KU SEORANG CICIT, OH SEHUN." Emosi Seunghwan mulai tersulut oleh perkataan Sehun. " Selama aku masih bernafas, Aku akan terus melakukan segala cara agar kau bisa memiliki keturunan dari perempuan yang sederajat dengan keluarga kita baik dari segi pendidikan maupun dari segi finansial."
" TAPI AKU TIDAK MAU..! Aku sudah muak dengan segala ambisimu agar aku memberikanmu cicit. Dan kau tidak akan bisa memaksaku sampai kapan pun." Sehun terus membantah perkataan Seunghwan.
" Sudah cukup aku memberimu waktu bermain-main dengan Luhan. Sekarang kau harus mau menuruti semua perkataanku. Kalau tidak, aku akan melakukan sesuatu kepadanya." Seunghwan memandang Sehun dengan tatapan matanya yang tajam
" JANGAN BAWA-BAWA LUHAN DALAM URUSAN KITA !. Jangan pernah sekalipun kakek menyentuh atau mengganggu Luhan meski hanya seujung rambut. Kalau sampai hal itu terjadi, aku akan melawan kakek dengan cara apapun bahkan aku rela mengorbankan nyawaku. Dan sampai matipun aku tidak akan pernah mau menuruti permintaanmu." Wajah Sehun merah padam, dia sangat emosi ketika Seunghwan membawa-bawa nama Luhan.
" Oh..kau berani melawanku ?. Akan aku lihat sampai batas mana kau bisa melawanku, bahkan ayahmu sendiri saja takut kepadaku." Tantang Seunghwan.
" Kita lihat saja nanti." Sehun pun akhirnya pergi meninggalkan ruangan Seunghwan.
Tok..Tok..Tok..
" Masuk.."
" Maaf Direktur, Tuan muda Oh Sehun ingin menemui anda."
" Suruh dia masuk."
" Maaf sudah mengganggu pekerjaan paman, tapi sebelumnya aku ucapkan terima kasih karena paman sudah memperbolehkanku mmenemuimu." Kata Sehun yang saat ini sedang berada di kantor pamannya, Oh seungho.
" Duduklah, ada perlu apa kau kemari."
" Aku tidak mau berbasa-basi, aku datang kemari hendak meminta paman bekerja sama denganku untuk melawan ayah dan juga kakek." Pinta Sehun kepada Seungho.
" Apa maksudmu ?. Bekerja sama melawan Presdir dan ayah mu untuk apa ?." Seungho cukup terkejut dengan maksud kedatangan Sehun.
" Aku meminta paman menggabungkan saham kita, lalu mengancam kakek dengan menggunakan kekuatan kita agar kakek mau merubah semua keputusannya tentang hal-hal yang bersangkutan dengan peraturan para pendahulu kita serta tentang masalah ahli waris, kalau tidak kita akan membuat kakek lengser dari jabatannya." Tawar Sehun.
" Kau gila ?. Kau sedang tidak menjebakku kan?. Saham kita kalah besar dengan saham kakekmu, apalagi Seunghyun ada di pihak ayah. Kalau kau memang ingin menghancurkanku, lakukan dengan tanganmu sendiri. Tapi jangan menjebakku dengan rencana konyolmu."
" Ayo lah paman, buat apa aku menghancurkan paman. Meskipun aku tau kalau kau adalah dalang dari penculikanku 10 tahun yang lalu, tapi aku tidak pernah mengatakannya kepada siapapun. Jadi terlambat sekali kalau aku berniat menghancurkan paman sekarang."
" Apa maksudmu, siapa yang telah menculikmu ?. Aku tidak..." Seungho menyangkal tuduhan Sehun
" Sudahlah paman, kau tidak usah menyangkal, apa perlu aku mendatangkan keluarga si penculik yang kau ancam akan kau bunuh keluarganya apabila dia tidak mau menembak mati dirinya sendiri ?." Sehun tidak kehabisan akal untuk mengancam Seungho.
" Kau benar-benar..." Seungho hanya bisa mendesis pasrah. " Lalu keuntungan apa yang akan ku dapatkan apabila aku mau bekerja sama denganmu ?".
" Kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan. Saham milikmu atas nama Seohyun dan Seoyoung, serta bonus dariku berupa Empire Hotel untuk Changmin, cucumu. Jadi kau tidak perlu meratapi nasib di kemudian hari apabila anak cucumu tidak akan mendapatkan warisan apa-apa darimu." Sehun memberikan penawaran yang menggiurkan
" Baiklah, aku setuju. Tapi kalau ternyata kau menipuku, aku tidak akan apabila ternyata rencanamu gagal, kau harus menyerahkan semua asetmu di luar Oh Corp kepadaku." Seungho pun menyetujui penawaran yang Sehun berikan. Sehun pun mengulas senyum puas.
PLAAAAKKKKK
" BERANI-BERANINYA KAU MENGANCAM KAKEKMU OH SEHUN ?!. Apa yang ada di fikiranmu hingga berani melakukan hal itu ?!." Seunghyun menampar Sehun dengan keras. Dia sangat terkejut ketika Seunghwan memberitakuhan apa yang putranya lakukan.
" Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, Ayah. Dan aku tidak akan pernah menyerah untuk mempertahankan apa yang seharusnya aku jaga. Aku tidak mau menjadi pengecut seperti ayah yang tunduk kepada kakek hanya demi harta." Sehun membersihkan darah yang keluar dari sudut bibirnya dengan lengan jas akibat tamparan Seunghyun.
" Kau benar-benar keterlaluan. Selama ini aku sudah melakukan segala cara supaya kita bisa mendapatkan kepercayaan dari kakekmu, agar kau bisa mendapatkan apa yang seharusmya menjadi hak mu. TAPI KENAPA KAU MELAKUKAN SEMUA INI OH SEHUN ?!." Seunghyun benar-benar emosi, wajahnya merah menahan amarah.
" Aku tidak mau tau. Pokoknya kau harus segera meminta maaf kepada kakekmu. Dan jangan pernah melawan apa yang sudah dia perintahkan, kalau tidak kau berhadapan denganku." Ancam Seunghyun.
" Aku tidak akan meminta maaf pada kakek, dan aku juga tidak bisa mematuhi perintah mu. Dengan atau tanpa ancaman dari mu, aku akan tetap mempertahankan keputusanku." Sehun segera meninggalkan ruangan Seunghwan.
" Halo, Xiu. Apa syuting iklannya masih lama ?." Sehun mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu menghubungi Xiumin sambil menunggu di depan pintu lift yang akan membawanya turun.
"..."
" Baiklah kalau begitu, kalau sudah selesai segera kabari aku." Sehun segera mematikan panggilan telfon seiring dengan kedatangan lift.
" Euuummpphh..Yiffann..Berhenttii..Aahhhhh...". Suara desahan Lay keluar ketika Kris menghisap dan menjilat leher dan bahu putihnya.
" Aku tidak bisa berhenti, Xing. Aku sudah seminggu tidsk menyentuhmu, jadi aku meminta jatahku." Geram Kris sambil menghentikan sejenak aksi jilat dan hisapnya pada leher Lay. Oh..ayolah, ini sudah seminggu sejak terakhir dia mencium bibir Lay karena Lay harus pulang ke Changsa menghadiri acara pertunangan sepupunya. Bahkan kalau tidak ingat pagi tadi Lay ada kuis dari dosen, dia berniat mencumbu Lay di detik pertama Kris bertemu dengannya.
Saat ini ruang base camp memang sedang sepi, hanya ada Kris dan Lay. Sedangkan teman-teman mereka yang lain sedang ada kesibukan masing-masing. Tangan Kris perlahan-lahan mulai bergerak memasuki kemeja Lay dan membelai perut ratanya yang sehalus dan selembut sutra.
" Eeeuuummmmpphht...Eeeuuunnggggg." Kris kembali membungkam bibir Lay dengan ciumannya yang semakin mengganas hingga Lay terhanyut dan meremas rambut pirang Kris. Kris hendak memasukkan tangan kirinya kedalam celana yang Lay kenakan, namun tiba-tiba..
PIIPP..PIPP..CKLEK...
" WOW..."
BRUAKKK..
" AWWWWWW..."
Seseorang tiba-tiba membuka pintu dan melihat kegiatan Kris dan Lay di atas sofa. Lay yang terkejut mendengar suara pintu terbuka langsung mendorong dada Kris dengan sekuat tenaga hingga menyebabkan Kris terjatuh ke lantai.
" Kenapa terkejut begitu ?. Silahkan di lanjutkan, aku hanya mencari tempat untuk beristirahat."
" Kenapa kau mendorongku, Xing ?. Auuuwww...pinggangku. Dan kenapa kau masuk tiba-tiba, Oh Sehun ?." Teriak Kris sambul memegang pinggangnya sementara Lay memperbaiki penampilannya yang acak-acakan.
" Aku tidak tau kalau ada kalian di dalam, lagi pula dari luar terdengar sepi jadi aku masuk saja." Sehun mulai duduk di atas sofa. " Aku sedang mencari tempat untuk beristirahat sejenak, 2jam lagi aku akan menjemput Luhan. Jadi silahkan di lanjutkan, aku tidak akan mengganggu." Ucap Sehun dengan santainya.
" Tidak mau, itu sangat memalukan." Lay berusaha menetralkan rasa malunya sambil melirik tajam ke arah Kris.
" Kau benar-benar brengsek, Oh sehun." Kris sangat geram kepada Sehun karena sudah mengganggu kegiatannya sementara Sehun dengan cueknya langsung menyalakan televisi.
" Huftt...Akhirnya selesai juga, benar-benar melelahkan." Luhan merenggangkan otot-ototnya setelah menyelesaikan pengambilan gambar terakhirnya.
" Sebentar lagi Sehun akan menjemputmu, Lu." Kata Xiumin sambil membereskan barang-barang Luhan.
" Benarkah ?." Luhan kemudian mengambil ponselnya yang di letakkan Xiumin di atas meja rias. Ketika hendak membuka salah satu aplikasi game tiba-tiba ponsel Luhan bergetar menandakan ada panggilan telfon masuk. Luhan pun tanpa berfikir panjang mengangkat panggilan itu.
" Hallo, selamat malam ayah."
"..."
" Aku baru saja menyelesaikan syuting iklan. Apa ayah ada perlu denganku ?"
" ..."
" Ayah ingin berbicara denganku ?. Baiklah nanti sesampainya di rumah aku akan menemui ayah, lagi pula sebentar lagi Sehun akan datang menjemputku."
"..."
" Apa ?. Ayah tidak mau Sehun mengetahui kalau ayah ingin bertemu denganku ?. Baiklah kalau begitu besok aku akan meminta Xiu ge mengantarku ke kantor ayah."
"..."
" Selamat malam ayah." Luhan pun mengakhiri panggilannya telpfonnya.
" Apa ayahmu ada di Korea dan ingin bertemu denganmu ?." Tanya Xiumin yang mendengar percakapan Luhan.
" Tidak, saat ini ayahku sedang berada di Jerman. Itu tadi paman Seunghyun, beliau memintaku menemuinya tapi tanpa sepengetahuan Sehun. Besok aku tidak ada jadwal kan ?".
" Besok kau hanya ada penandatangan kotrak iklan dengan C & C, mungkin pertemuannya hanya sekitar 2jam saja. Setelah itu kau bebas." Kata Xiumin memberitahukan jadwal Luhan.
" Baiklah, setelah acara itu selesai, tolong antarkan aku menemui ayah Sehun. Sepertinya ada hal penting yang ingin beliau bicarakan denganku."
TBC
Hohoho...SURPRISEEEEE...hayooo..siapa yang nebak Sehun berhasil nidurin Wendy?..hwakakakakaka...aq ngakak baca review kalian, xixixixixi. Sehun tuh setia sm Luhan, jadi tenang ajah, dia g bakal berpaling dari Luhan. Hwekekkeke...kalau g ngadat ni Ff tinggal 2 chap lagi udh mau end..kalau g ngadat lho ya... # elus-elus dedek sehun
Thanks bngt y udh mau baca, review, komen, pm, follow sm fav ff bkinan rere yang cantik mirip Wendy ini, xixixixixi.
Thanks buat yang udah review+pm :
Player JEJ, Luhanniee, BeibiEXOl, zoldyk, Inzy, Aliyah649, Erliya, .58, Sehunhan, Choi Seul Bee, Komozaku, hatakehana hungry, Isyarahfeni, hunhanhard shipper, heeli, meyvi 93, Vhiee. Chereewetzz, LS-snowie, hunhan 721, nue lazuardi, honey, guest
