DISCLAIMER : KUROKO NO BASUKE © FUJIMAKI TADATOSHI
TITLE : GAMER VS HACKER
AUTHOR : HIMEVAILLE
PAIR : AKASHI SEIJUUROU X KUROKO TETSUYA X GENERATION OF MIRACLES
GENRE : ACTION (?) SCI-FI (?) *tidak terlalu tau mau genre apa, maaf.
RATE : T
.
HAPPY READING… ENJOY!
.
.
.
.
"Imayoshi-san, apa yang dimaksud dengan kita terjebak? Sumimasen saya bertanya"
"Kalau kau fikir, bagaimana caranya hacker itu bisa membobol kita?"
"Eh? Itu…"
"Tentu dari riwayat jaringan yang kita gunakan saat melacak keberadaan nya. ia menelusuri kembali jaringan itu. jaringan dimanfaatkan untuk menjalankan sebuah system operasi, jaringan yang kita pakai terhubung langsung dengan system utama. Saat kita melacaknya, kita sudah terjebak"
"Lalu kenapa kita tidak bisa menyerang kembali atau menghentikan itu?"
"Itu karena dia duluan memberi perintah pada system, apabila mendeteksi gangguan dari luar, maka akan ter block secara otomatis. Sebenarnya bisa saja kita menghentikan itu, jika saja kita punya system yang terpisah dari semua system, yang mampu menerobos arus jaringan dalam kecepatan diatas rata-rata, kemudian merombak perintah"
"Jadi apa yang bisa kita lakukan sekarang?"
"Hubungi Momoi Satsuki, minta dia untuk bergabung disini"
"Momoi-san? Tapi Momoi-san bekerja untuk Departemen Pelayanan Masyarakat"
"Tidak apa-apa, pemerintah akan memindah tugas kan dia"
"Ha'i sumimasen sumimasen. Imayoshi-san, apa ini benar tentang hacker yang berasal dari orang dalam Game Kisedai?"
"Jika itu benar, ini sudah terlalu jauh bagi nya"
"Maksudnya?"
"Hmmm…"
Departemen IT masih sibuk memperbaiki system yang berhasil di bobol serta berupaya mem back up data yang sempat terhapus.
Kali ini, Imayoshi harus tutup mulut untuk kesimpulan nya. beberapa hal berubah haluan secara tidak jelas memporak poranda kan analisis data yang mati-matian didapat.
Yang bisa Imayoshi lakukan sekarang adalah memikirkan, jika bukan dia, siapa lagi?
.
.
.
Hari ini Kuroko dan kawan-kawan kembali berkumpul, tentu nya tanpa Akashi dan Momoi. Sebuah taman di pinggiran kota menjadi tempat pilihan mereka, karena di tengah kota masih ribut dengan berita pembobolan. Beralas sebuah tikar dan dibawah pohon yang rindang, mereka duduk dengan damai serta memangku laptop masing-masing.
"Minna, aku sudah temukan cara agar hacker itu tidak bisa menganggu kita saat kita bermain game"
"Serius Kurokocchi-ssu?"
"Bagaimana cara nya Tetsu?"
"Hacker itu kan bisa membobol karena mengetahui jaringan kita online, jadi kita hanya perlu menyembunyikan jaringan kita"
"Kukira kau menciptakan system offline untuk game mu, Tetsu"
"Itu tidak bisa dilakukan"
"Kuroko, apa maksud mu menyembunyikan jaringan itu membuat jaringan palsu -nanodayo?"
"Bisa dibilang begitu, tapi tugas jaringan palsu itu hanya untuk menutupi jaringan asli"
"Cara nya –ssu?"
"Kita membuat sebuah akses jalur jaringan lagi dari jaringan asli yang online, nanti nya kita akan mengatur layanan data jaringan menjadi yang palsu itu akses utama. Kita hanya perlu memotong sedikit alur dari bagian koneksi, namun ujung koneksi untuk jaringan palsu adalah buntu. Jadi meskipun hacker datang menyerang, tidak akan bisa menganggu perangkat kita lagi"
"Keren –ssu, Kurokocchi memang terbaik!"
Kuroko tersenyum puas, semalaman ia berfikir cara mengatasi hacker agar aktifitas utama nya dalam hidup ini tidak lagi terganggu. Cara ini terbilang efektif untuk mengelabui hacker, Kuroko sudah mencoba nya pada komputer spek tinggi yang ia miliki.
Kise memuji Kuroko dengan riang gembira, Murasakibara sambil memakan maibou hanya mengangguk-ngangguk menyetujui, Midorima tentu nya malu memberi kata pujian, sementara Aomine sedang gundah hati. Aomine masih mencoba memikirkan apa hubungan Midorima dan Akashi? Tentu saja mereka tidak mungkin ada hubungan special yang romantis. Semua dari mereka tau siapa yang Akashi sukai dan betapa setia nya makhluk itu.
"Kuroko, bagaimana jika hacker itu ternyata bisa menyerang tanpa menggunakan jaringan yang terhubung –nanodayo?"
"Tidak mungkin bisa, akses yang bisa dia dapat hanya melalui jaringan itu kan?"
Kepercayaan Aomine terhadap Midorima sudah tinggal setengah. Bukankah seharusnya ide Kuroko ini disambut baik? Kenapa Midorima menebak penyerangan tanpa jaringan? Jika bukan karena dia tau itu akan terjadi.
"Aomine! Kenapa kau memandang ku begitu –nanodayo?"
"Hah? Apa? Mana ada, perasaan saja"
"Kau mencurigaiku?"
Nah, bahkan Midorima menyadari itu.
"Mencurigai apa? Untuk apa mencurigai jika itu memang sudah terbukti?"
"Ap—"
"AOMINE-KUN, MIDORIMA-KUN! Apa yang kalian bicarakan?"
"Dia menuduhku hacker –nanodayo"
"Aku tidak ada menyebut itu, dia yang merasa begitu. Sudah jelas memang dia"
"Mou… Aku tidak mengerti –ssu, kemarin itu kalian berdua sangat kompak, sekarang kalian bertengkar –ssu"
"Aomine-kun, kenapa bisa menuduh begitu? Bukan kah harusnya sudah cukup hanya Akashi-kun saja yang dituduh?"
"Akashi tetap hacker juga, mereka bekerja sama! Aku melihat sendiri mereka bertemu!"
"Hah? Kau jadikan itu alasan –nanodayo? kau tidak tahu apa yang kami pertemukan kan?"
"Memang nya apa lagi alasan kalian bertemu? Kau tidak—"
Aomine terdiam, insting nya memberi tanda ada yang tidak enak disekitar mereka.
"Lihat –nanodayo! dia tidak bisa melanjutkan alasan nya!"
Aomine tetap diam. Ia fokus menajamkan instingnya untuk merasakan hawa ini, hawa seseorang yang sepertinya tidak asing. Ia pernah merasakan hawa ini sebelumnya.
Meskipun Aomine itu bodoh. Dari mereka semua, hanya dia yang paling sering dapat nilai nol saat sekolah, namun instingnya tidak pernah mati, tajam bagai belati yang selalu diasah.
"Aomine-kun, ada apa?"
Aomine memandang sekitar, mencari ada kah kira nya orang yang dia kenal berbahaya? Tidak ada tanda-tanda. Aomine menghela nafas lelah.
'Mungkin hanya perasaan ku saja' batin nya.
Padahal Aomine yakin instingnya selalu tepat. Ia sekarang kembali memandang Midorima yang tetap bersih keras tidak mau dituduh hacker.
"Kau tid—"
BOOM!
Lagi-lagi ucapan nya terpotong. Kali ini oleh suara ledakan bom dari air mancur di tengah taman. Beberapa pengunjung yang kebetulan duduk disana sudah habis basah kuyup, yang lain nya lari tak beraturan.
"ADA BOM, ADA BOM!"
Taman yang damai berubah ricuh.
"JANGAN MENDEKAT DISINI ADA BOM, CEPAT PANGGIL POLISI"
Para bapak-bapak mengambil tindakan menjauhkan anak-anak kecil yang bermain disekitaran sana. Kuroko dan kawan-kawan juga memandang kekacauan yang terjadi, mereka duduk tidak jauh dari air mancur sehingga beberapa pengunjung sudah berdiri didekat mereka. Ditengah kehebohan itu, mereka tentu tidak menyadari, ada seseorang yang ikut berdekatan dengan arah mereka, terutama didekat Kuroko. Dalam gerakan cepat, sesuatu sudah tertempel pada laptop Kuroko.
"Semua nya harap tinggalkan taman ini"
Suara dari pengeras suara yang dibawa oleh salah satu polisi yang baru tiba memberi instruksi untuk dijalani.
Kuroko dan kawan-kawan juga bergegas membereskan barang mereka dan meninggalkan taman tersebut.
.
.
.
Kuroko duduk sendirian di salah satu kedai makan yang menyediakan wifi gratis. Bukan tidak punya modal, Kuroko hanya memanfaatkan fasilitas.
"Hah.."
Bokong didudukan pada sofa yang empuk, segelas vanilla milkshake pun segera dipesan.
Midorima tidak ingin berkumpul karena marah dengan Aomine, Aomine pun demikian. Kise tiba-tiba mendapat panggilan untuk photoshot, sementara Murasakibara ingin makan jajan ditempat lain. Padahal Kuroko ingin berkumpul dan main game bersama, tapi malah jadi begini. Terkadang memang kenyataan tak sesuai harapan.
Vanilla milkshake yang sudah tersaji diminum dengan rakus melepas dahaga yang penat. Laptop biru muda dinyalakan, wifi disambungkan, hanya game lah penghilang stress nya.
BlueShadow login success
"Eh?"
Kuroko terkejut, di bagian pertemanan terlihat akun teman-teman nya sedang online juga. Mereka semua, malu-malu kucing ternyata.
YellowBoy : Photoshot ku masih setengah jam lagi –ssu
PurpleTitan : Antrian masih panjang~
NavyLight : Aku bosan
LuckyGreen : Aku bukan nya mau main –nanodayo, tadi aku hanya niat mengecek hero yang ku upgrade saja
NavyLight : Tsundere
YellowBoy : Tsundere (2)
PurpleTitan : Tsundere (3)
LuckyGreen : Urusai –nanodayo!
Kuroko tersenyum dan tertawa kecil. Teman-teman nya ini memang yang terbaik bagi nya, tidak salah jika hati nya menyatakan betapa berharga apa yang ia miliki saat ini. Kadang sebenarnya Kuroko juga berharap Akashi dan Momoi bisa ikut bermain game bersama, Kuroko ingin memberitahu betapa asik menikmati hidup secara leluasa, apalagi karena memang hobby. Bukan tuntutan kenyataan yang banyak kebohongan.
Didalam game tidak ada kebohongan, memiliki skill maka menang, lemah tentu kalah. Sesimpel itu. persetan dengan yang namanya CHEAT, skill asli yang hebat dapat mematahkan itu. itu sudah dibuktikan oleh gamer legendary yang nama akun nya kosong alias Kuhaku. Tapi saat ini, Kuroko juga sudah membuktikan itu, makanya dia bisa sampai pada tingkat gamer dunia. Dan Kuroko dengan cerdas menanamkan itu pada game nya.
Sebuah fitur istimewa pada Game Kisedai adalah sebuah system yang dapat mensensor kecocokan aksi dalam game dengan gerakan operasional yaitu mouse dan keyboard yang digunakan untuk menjalankan aksi dalam game. Apabila tidak sesuai, maka system tidak akan mendeteksi itu sebagai sebuah gerakan aksi. Alhasil, semua cheat tidak akan berfungsi.
BlueShadow : Minna, ayo mulai!
YellowBoy : Ayooo –ssu..
PurpleTitan : Ok~
NavyLight : Yosh!
LuckyGreen : Ya
Stage play team battle dimulai, Kuroko memposisikan duduk dengan nyaman, jari-jari tangan dibunyikan sebagai pemanasan, mata dibuka lebar-lebar agar tampak jelas.
Battle Start in
3..
2..
1..
STA—
"Eh?"
Kuroko terkejut lagi, layar laptop nya bertuliskan [TIDAK ADA KONEKTIVITAS]
Kuroko mengecek jaringan wifi, baik-baik saja. Melihat-lihat pada orang-orang disekitar nya, mereka menggunakan wifi dengan tenang.
"Apaan lagi ini?"
[access] …admin access…
[go to] …connection system…
[run] …connection to WIFI#2333267#freelogin…
Connect to wifi . . . . FAILED
Connection ERROR.
Operation TIME OUT.
Kuroko mencoba mengecek dimana masalah koneksi nya, tapi tidak bisa mengakses koneksi manapun. Semua arus jaringan yang Kuroko beri malah berpulang balik pada perangkat nya.
"Tidak mungkin hack—"
Kuroko terkejut lagi dan lagi, kali ini mata nya sampai membelalak sempurna. Kuroko sudah yakin dengan apa yang ia rancang mengenai jaringan untuk mengelabui hacker, tapi sayangnya, kali ini Kuroko memanfaatkan jaringan wifi yang bisa diakses dengan bebas untuk terhubung pada perangkat nya dan tersambung ke server game.
"SIAL!"
Emosi, Kuroko baru saja ingin bersantai, baru saja.
DEG!
'Tidak, bukan emosi yang harus kuandalkan saat ini. Jika hacker itu mengakses pada jaringan wifi yang sama, artinya dia ada disekitar sini'
Kuroko melirik sekitar, mencari orang yang paling mencurigakan. Mata nya bergerak gesit tidak ingin kehilangan sedetik pun, biar saja orang-orang yang menatap aneh untuk nya.
Tidak ada dalam kedai ini. Kuroko sudah hampir naik emosi lagi, tapi matanya tanpa sengaja melihat pada seberang kedai. Kedai ini terbuka tanpa kaca, outdoor. Kuroko bisa melihat jelas seberang sana, disebuah kedai indoor, seseorang dengan jaket hitam dan penutup kepala, sebuah laptop dan jari yang bermain disana. Kuroko yakin itu dia!
Lembaran uang dihambur asal di meja untuk bayar minuman, Kuroko menutup laptop nya dengan kasar dan berlari keluar.
Lampu penyebrang jalan berwarna merah, beberapa detik Kuroko terbuang sia-sia. Mata nya fokus pada kedai indoor itu, orang itu sudah bersiap untuk beranjak dari sana.
'Cepatlah cepatlah cepatlah!' gerutu dalam hati.
Begitu lampu berubah hijau, Kuroko duluan berlari mendahului yang lain.
Klingklingkling, lonceng tanda pintu terbuka berbunyi pada kedai indoor itu.
"Selamat dat—"
"Apa kau melihat seseorang dengan jaket hitam tadi?"
Maaf untuk sopan santun, Kuroko sedang diburu oleh kesempatan.
Tempat duduk itu sudah kosong, hanya bekas gelas minuman dan tisu saja.
"Orang yang duduk disana, tuan? Orang itu baru saja pergi, kalau tidak salah kearah sana"
Klingklingkling, lonceng itu berbunyi lagi. Dua kali dalam semenit karena seorang Kuroko Tetsuya yang hampir kehilangan ciri diri nya yang begitu tenang dan damai. Lagi-lagi maaf untuk sopan santun.
Kuroko secepat kilat berlari pada arah yang ditunjukkan. Kesempatan jarang berbaik hati untuk datang lagi, jadi kesempatan yang sudah datang harus dikejar.
"HEI!"
Matanya menangkap sosok yang ia cari, orang itu mendengar tetapi tidak menoleh. Ia berjalan semakin cepat, Kuroko pun terus mengejar.
"TUNGGU!"
Sisa suara yang masih bisa bersahut indah diudara dikeluarkan, Kuroko kelelahan. Fisiknya memang lemah dan payah.
Drrt.. Drrtt.. ponsel nya disaku celana sedari tadi sudah bergetar, entah berapa panggilan yang masuk, Kuroko tebak pasti dari teman-teman nya karena Kuroko tiba-tiba disconnect. tapi Kuroko tidak bisa mengangkat, pada mereka bisa dijelaskan nanti.
Hoshh.. hoshhhh..
Nafasnya sudah berhembus tak beraturan, oksigen dipasok dengan ganas.
Orang itu berbelok pada sebuah gang, Kuroko berusaha terus berlari sebisanya.
"Hei.."
Gang itu buntu. Kuroko berfikir sudah berhasil menangkap sosok ini, tapi kepala nya sudah pusing, badan nya lemas, kaki nya terasa patah dan pandangan nya mulai mengabur. Oksigen terus dihirup, detak jantung berkali lipat lebih kencang. Kuroko tidak kuat lagi, tapi masih harus bertahan, setidaknya mengetahui siapa orang ini.
"Kau kah hacker itu?"
Tidak ada jawaban selain semilir angin yang numpang lewat. Kuroko terjatuh ke tanah dengan bertumpu pada lututnya, laptopnya pun ikut terhempas.
"H-hei, j-jawa-b" suara sudah terbata-bata untuk berucap
Orang itu berbalik untuk menatap Kuroko. Sayangnya, Kuroko tak jelas melihat wajah orang tersebut karena penutup kepala yang berasal dari topi jaket.
Hanya sebuah seringaian diwajah itu yang sanggup Kuroko amati sebelum akhirnya orang itu kembali berbalik dan meloncat dari tembok pembatas gang.
"S-sial!"
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Terimakasih buat yang sudah membaca
BIG THANKS buat yang sudah Fav dan Follow, BIG THANKS juga buat vira-hime, wysan, Yuki Caniago, AySNfc3, cbx, EmperorVer, Arisamkd, May Angelf, nimuixkim90, Takatsuki. zhen, Arisa Ezakiya yang sudah meluangkan waktu untuk memberi review pada chap yang lalu.
buat Takatsuki. zhen , maaf nih saya kurang tau tentang app nya soalnya tidak saya pakai hehe saya selalu buka dari browser hehe
.
A/N :
Server : Layanan khusus yang berjalan pada sebuah system operasi jaringan
Jaringan : Sistem yang terhubung dengan atau tanpa kabel
Sistem : Kumpulan komponen yang saling berhubungan yang digunakan pada tujuan tertentu
Software : Perangkat lunak penyimpan data yang hanya dapat dibaca oleh komputer
Access Point : Pusat akses
Regular access : Akses nya terbatas, akses pada hal umum saja. Ini biasanya karena system belum mampu mengakses lebih jauh
Admin access : Akses ke seluruhan sampai property system yang paling kecil pun
VIP access : Akses pribadi, biasanya tertutup. Ini akses paling bagus sih, mencakup langsung regular dan admin tapi jarang dipakai, kecuali saat mengecek sampai komponen sebuah system
Go to : Menuju ke
Run : Menjalankan
Run to : Menjalankan untuk
Running : Sedang berjalan
*Maksud 'jalan' disini adalah untuk proses pada komputer, bukan jalan kaki wkwk..
Compile : Menyusun, biasanya pada kode acak yang didapat secara paksa, jadi harus disusun lagi agar dapat terbaca oleh system sehingga program bisa berjalan
Read : Baca, bisa juga diartikan 'buka', misalnya pada sebuah kode yang baru dimasukkan
Command : Memberi perintah secara khusus pada system atau program
Sekian artian singkatnya, akan lebih mudah dipahami jika bersamaan dengan aksi nya nanti hehe mohon maaf banget seharusnya ini dijelaskan di awal-awal, tapi… yasudah lah ya hehe
Semoga dengan ini reader bisa semakin nyaman menikmati ff ini ^^
(Mohon maaf apabila ada kesalahan penjelasan. Sekali lagi, saya bukan anak IT) #CumaOtodidakDibumbuiPengalaman :v
RnR,please?
TERIMAKASIH~
