Author : Aila Nesya
Pairing : Kihyun
Genre : Romance
Warning : No Bash!
Happy Reading!
.
.
Kyuhyun dan Hongki duduk di sebuah kafe yang tidak jauh dari kampus. Di dalam kafe yang terlihat elegan dan modern itu, Kyuhyun dan Hongki memilih duduk di mini bar yang tersedia. Mereka berdua masih diam menikmati minuman masing-masing.
"Kyu, kenapa kau diam saja?" Hongki memulai percakapan. Sepertinya ia tidak betah dengan suasana yang begitu sepi. Di tambah pengunjung kafe yang memang belum banyak. Hanya ada beberapa customer yang sedang melakukan meeting. Kafe yang memiliki konsep meeting point, membuat kafe itu tidak hanya di isi oleh anak muda.
"Vanilla latte ini tidak semanis hidupku." Kyuhyun meletakkan segelas vanilla latte pada meja bar. Matanya terus tertuju pada minuman yang terletak manis pada meja bar yang terbuat dari kombinasi bahan mika itu.
Hongki menepuk keningnya karena ucapan Kyuhyun. Sahabatnya kembali ke masa-masa mellow-nya. "Jangan bilang kau mulai di lema lagi Kyu!"
"Hongki, apa minumanmu semanis hidupmu?" Kyuhyun menunjuk segelas caramel frappucino dengan dagunya.
"Sepertinya kau benar-benar sakit," jawab Hongki prihatin.
"Haah…sepertinya aku memang butuh dokter. Bukan mengobati fisikku, tapi hatiku." Hongki memutar bola matanya malas. Ia tidak suka Kyuhyun kembali ke masa-masa di lemanya. Ia ingin Kyuhyun yang ceria seperti dulu.
"Kalau kau memang menginginkan Kibum, katakan saja padanya."
"Kau gila? Tentu saja aku tidak mau. Masih banyak di luar sana yang lebih tampan dan kaya dari dia."
"Benar-benar tipikal uke," celetuk Hongki yang langsung mendapat pukulan keras di kepalanya.
"Tapi aku benar-benar bingung padamu Kyu. Sebenarnya kau benar-benar menginginkan Kibum atau tidak. Kau bilang akan melepaskan Kibum. Tapi lihatlah reaksimu kemarin! Bukan seperti itu yang di katakan telah merelakan." Kyuhyun terdiam sejenak merenungi ucapan Hongki. Ia mulai memikirkan bagaimana sebenarnya isi hatinya dan apa yang ia mau.
"Aku juga tidak tahu Hongki-ya. Aku memang ingin melepaskannya. Aku tidak mau memaksanya. Tapi seperti yang kau tahu, aku tidak mudah melupakan seseorang. Mungkin aku hanya butuh waktu."
"Jadi tekadmu benar-benar sudah bulat?" tanya Hongki memastikan.
"Aku tidak yakin. Tapi aku harus bisa. Mungkin akan berat bagiku saat ini." Hongki menepuk pundak Kyuhyun memberi kekuatan. Walau bagaimana pun, Kyuhyun adalah sahabat yang sangat ia sayangi.
"Kau tenang saja Kyu. Ada aku untuk tempatmu berbagi." Kyuhyun terdiam mendengar penuturan Hongki. Sedangkan Hongki juga melakukan hal yang sama. Tidak lama kemudian, mereka tertawa bersama. Menertawakan kekonyolan ucapan mereka.
"Aku tahu!" balas Kyuhyun pada akhirnya.
Sambil menikmati minuman yang tersisa, Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling kafe. Suasana kafe masih sama. Belum terlalu banyak pengunjung.
Pandangan Kyuhyun terhenti pada orang yang duduk di sofa sudut kafe. Matanya menyipit untuk memperjelas penglihatanya. "Hongki, apa pandanganku tidak salah?" tanya Kyuhyun sembari mencolek Hongki.
"Memangnya apa yang kau lihat?" Hongki mengikuti arah pandang Kyuhyun. "Itu Kibum kan?" tanya Hongki memastikan.
"Aku pikir aku berhalusinasi melihat namja jelek itu. Ternyata dia memang ada di sini." Hongki menoleh ke arah Kyuhyun yang masih memperhatikan Kibum. Dari pancaran matanya, Hongki tahu Kyuhyun sangat merindukan Kibum. Bahkan Hongki bisa melihat gurat-gurat kesedihan di wajah sahabatnya itu. "Tapi dia menunggu siapa?"
Belum sempat Hongki mengeluarkan suaranya, terlihat dua orang gadis cantik yang berjalan ke arah Kibum. Kibum langsung menutup koran yang ia baca saat gadis itu berdiri di hadapanya.
"Ck, apa-apaan itu. Senyumnya menyebalkan," dumel Kyuhyun.
"Tapi kau merindukan senyuman itu kan?"
"Dan sialnya aku memang sangat merindukannya."Hongki tertawa kecil mendengarnya. Kyuhyun memang sahabatnya yang paling unik. Suasana hatinya benar-benar cepat berubah. Tapi itu lah yang Hongki suka. Sifat Kyuhyun selalu membuatnya tersenyum.
"Mereka benar-benar cantik dan anggun Hongki-ya. Pantas saja Kibum jelek itu betah berdekatan dengan gadis-gadis seperti itu."
"Kenapa kau tidak mencobanya. Aku yakin banyak gadis-gadis yang mau denganmu."
"Ck, sayangnya aku tidak berminat." Lagi-lagi Hongki tertawa. Ia jadi ingat usaha mereka agar Kyuhyun menyukai gadis-gadis cantik. Tapi tetap saja, sahabat evil-nya itu memandang mereka tanpa minat.
Kyuhyun masih terus memperhatikan Kibum. Cara Kibum duduk, berbicara, dan tersenyum benar-benar sempurna baginya. Dan Kyuhyun menyukai semua itu. Tapi ia harus terima kenyataan Kibum bukan untuknya.
Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya saat Kibum melihat ke arahnya. Ia mengumpat dalam hati karena tertangkap basah memperhatikan Kibum. "Ugghh…dia melihatku!"
"Tapi sepertinya Kibum tidak peduli Kyu. Dia justru tetap tersenyum pada gadis-gadis itu." Tangan Kyuhyun terkepal erat. Hatinya terasa panas seperti sedang di selingkuhi.
"Dia memang namja yang buruk. Kenapa harus kencan di tempat seperti ini."
"Bisa saja mereka sedang meeting Kyu. Tidak mungkin Kibum kencan dengan dua gadis sekaligus."
"Untuk apa meeting sampai sejauh ini. Banyak tempat yang lebih bagus dan dekat dengan kantornya." Hongki mengangguk setuju. Jarak kafe dengan kantor Kibum memang cukup jauh. Tidak seharusnya Kibum jauh-jauh datang ke tempat ini untuk mengadakan meeting.
"Terserahlah! Aku tidak mau tahu apa-apa lagi," ucap Kyuhyun sewot dan langsung menenggak habis minumannya.
Kyuhyun meraih smartphone-nya yang beegetar. Senyumnya terkembang melihat sebuah pesan yang masuk. "Hongki-ya, aku pergi dulu. Minumannya biar aku yang bayar."
"Pergi? kemana Kyu?"
"Aku pergi dengan Jonghyun. Kau akan menemui kekasihmu kan?" Kyuhyun bangkit dan merapikan pakaiannya.
"Jonghyun teman sekolahmu itu, Kyu?"
"Siapa lagi. Hanya dia temanku yang bernama Jonghyun. Kenapa, kau cemburu?" Kyuhyun tertawa karena Hongki tidak menjawab pertanyaannya. Dari dulu Hongki selalu tidak suka jika Kyuhyun pergi dengan Jonghyun, Changmin atau Minho. Ia takut Kyuhyun melupakannya. Tapi Kyuhyun justru senang. Itu artinya, Hongki memang menyayanginya.
"Hey! Kau tidak perlu memasang wajah seperti itu. Kalian semua sahabatku. Lagi pula aku sudah sangat lama tidak bertemu dengannya. Kau sendiri tahu, aku lebih banyak menghabiskan waktu denganmu." Kyuhyun mendesah panjang melihat raut wajah Hongki. "Kalau kau seperti ini kau seperti kekasihku saja. Atau kau mau menjadi uke-ku?"
"Yak…sialan kau! Aku masih normal." Kyuhyun justru tertawa yang membuat Hongki semakin kesal. Walau mereka bukan anak kecil lagi, tapi sikap Hongki yang cemburu pada sahabatnya yang lain tidak pernah berubah.
"Baiklah! Aku pergi Hongki-ya. Salam pada kekasihmu."
Setelah membayar minumannya dengan Hongki, Kyuhyun melangkah ke luar kafe. Ia mencoba tidak melihat ke arah Kibum. Senyumnya terkembang saat Jonghyun menyusulnya masuk ke dalam kafe. Sepertinya Jonghyun lama menunggu di luar dan memutuskan langsung menemui Kyuhyun.
"Kau semakin tampan saja," puji Kyuhyun. Jonghyun mengangkat kerah bajunya yang membuat Kyuhyun tertawa. "Kau memang tidak pernah berubah." Jonghyun merangkul pundak Kyuhyun dan berjalan bersama-sama.
"Kau mengantuk, Kyu?" tanya Jonghyun karena Kyuhyun memejamkan matanya. Saat ini mereka sudah berada dalam mobil Jonghyun.
"Sedikit, tapi setelah berkumpul dengan kalian semua kantukku pasti akan hilang." Jonghyun tidak melanjutkan ucapannya. Ia fokus pada kemudinya dan membiarkan Kyuhyun tertidur. Namun baru beberapa menit, sahabat manisnya itu langsung membuka mata.
"Apa Minho sudah punya pacar sekarang?"
"Dia sudah tidak seperti dulu lagi. Bahkan di antara kami bertiga, dia yang paling sering ganti-ganti pacar."
"Haahh ternyata Minho kita yang polos sudah berubah," ucap Kyuhyun sambil tersenyum. Ia masih mengingat dengan jelas dulu Minho sangat takut di dekati wanita. Mereka pikir Minho akan kesulitan mendapat kekasih.
"Lalu bagaimana dengan Changmin?"
"Dia baru saja mendapat yang baru. Lalu kau sendiri bagaimana? Sudah berapa gadis yang kau kencani?" Kyuhyun memajukan bibirnya. Ia memilih bungkam dari pada menjawab pertanyaan Jonghyun.
"Ahh…aku lupa! Kau kan uke, tentu saja mainanmu bukan para gadis," ucap Jonghyun sambil tertawa.
"Sialan kau!" balas Kyuhyun.
"Di antara kita semua, memang wajahmu yang paling cantik. Kau pantasnya jadi yeoja saja."
"Terserah apa katamu," balas Kyuhyun malas.
"Bagaimana kalau kau jadi uke ku saja?"
Jonghyun langsung tertawa terbahak saat Kyuhyun memberi glare ke arahnya. Tapi bagi Jonghyun, wajah Kyuhyun tetap terlihat manis. Sahabatnya itu memang masih sama seperti dulu. Tetap lucu dan menggemaskan.
"Kalau kau tertawa terus, aku pastikan telingamu hilang sebelah."
"Baiklah…baiklah!" ucap Jonghyun sambil menahan tawanya. "Kyu, sepertinya ada yang memgikuti kita." Kyuhyun langsung menoleh ke belakang. Dan benar, sebuah mobil sedan mewah tepat di belakang mereka.
"Mobil yang melewati jalan ini bukan hanya kita. Jadi tidak mungkin dia mengikuti kita. Lagi pula siapa yang kurang kerjaan seperti itu?"
"Mungkin seseorang yang kau kenal Kyu."
Kyuhyun berfikir sejenak. Mobil yang mengikuti mereka ia yakini bukan mobil Hongki. Walau Hongki sering cemburu, tapi selama ini Hongki selalu menghargai waktunya bersama sahabatnya yang lain. Lagi pula, ia hafal benar semua mobil Hongki.
Pikirannya tertuju pada Kibum. "Apa mungkin Kibum?" Tapi ia langsung menggelangkan kepalanya. Tidak mungkin Kibum mengikutinya sejauh ini. Dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kibum. "Mobil Kibum juga bukan seperti itu," batin Kyuhyun.
"Jangan hiraukanlah!" perintah Kyuhyun. "Changmin dan Minho sudah menunggu?" tanya Kyuhyun untuk membuka topic baru.
"Bahkan Minho datang lebih awal. Dia tidak sabar bertemu denganmu."
"Apa kita party hari ini?"
"Tentu saja kita akan bersenang-senang. Changmin baru saja mendapatkan beberapa kaset game terbaru yang sengaja dia beli dari Canada."
"Yeeaayyy, kita akan bersenang-senaaaang," teriak Kyuhyun sambil mengangkat tangannya.
.
Aila Nesya
.
"Kyu…Kyu…" Jonghyun menepuk-nepuk pipi Kyuhyun yang terlelap di mobilnya. Perlahan, ke dua mata indah itu terbuka.
"Kita sudah sampai?" tanya Kyuhyun sambil mengucek matanya. Jonghyun tersenyum melihat Kyuhyun yang begitu imut. Benar-benar seperti anak kecil. Wajah bangun tidurnya begitu polos. Sangat berbeda jika evilnya beraksi.
"Sudah sampai. Ayo kita keluar. Changmin dan Minho menunggu di dalam."
Kyuhyun meregangkan otot-otonya. Setelah keluar dari mobil, Kyuhyun memandangi apartemen di hadapannya. Masih seperti yang dulu. Dan Kyuhyun benar-benar merindukan kebersamaan mereka.
"Yak…tunggu aku!" teriak Kyuhyun saat Jonghyun lebih dulu melangkah. Jonghyun hanya bisa geleng-geleng kepala. Pasalnya, Jonghyun baru berjalan dua langkah. Tapi Kyuhyun sudah berteriak seperti di tinggal ke Negara lain.
Seperti kebiasaannya dulu, Kyuhyun berjalan dengan mengapit lengan Jonghyun. Mungkin orang lain akan mengira mereka berpacaran. Tapi seperti itulah tingkah Kyuhyun kepada sahabat-sahabatnya.
"Kyu!"
Kyuhyun dan Jonghyun sama-sama menghentikan langkahnya. Mereka menoleh ke asal suara. Mata Kyuhyun sedikit membola melihat Kibum berdiri di belakang mereka.
"Kau harus pulang sekarang!" perintah Kibum. Mata Kibum melirik ke tangan Kyuhyun yang masih melingkari lengan Jonghyun.
"Aku tidak mau! Aku mau masuk ke dalam bersama Jonghyun." Kibum memiringkan sedikit kepalanya. Pandangannya tertuju pada apartemen mewah yang akan Kyuhyun tuju.
"Tapi ini perintah appa-mu."
"Appa?" tanya Kyuhyun memastikan.
"Iya. Sepertinya eomma-mu sakit. Jadi kau di suruh pulang." Wajah Kyuhyun langsung berubah cemas. Ia memandang Jonghyun yang juga memandangnya.
"Eomma-mu sakit Kyu. Aku akan mengantarmu," ucap Jonghyun.
"Tidak perlu! Aku yang akan mengantarnya."
"Jonghyun-ah, katakan maafku pada mereka," ucap Kyuhyun sedih yang di jawabi anggukan Jonghyun. Walaupun Kyuhyun sangat merindukan sahabat-sahabatnya, tapi eomma-nya tetap yang pertama. Jadi ia lebih memilih pulang dan menemui Heechul yang membutuhkannya.
"Bisa kalian lepaskan gandengan itu?" Kibum menunjuk tangan Kyuhyun yang melingkari lengan Jonghyun dengan dagunya.
"Ck, masih saja menyebalkan," umpat Kyuhyun pelan.
Saat di dalam mobil, Kyuhyun tidak berani berbicara. Bahkan untuk menoleh ke arah Kibum pun terasa berat. Ia hanya lurus memandang ke depan dan terkadang beralih ke kaca jendela. Sedangkan Kibum mengemudi dalam diam. Seperti biasa, Kibum tidak akan banyak bicara. Wajahnya tetap tampak datar.
Perjalanan terasa sangat panjang. Keadaan yang canggung membuat Kyuhyun tidak nyaman. Berulang kali ia memperbaiki posisi duduknya. Satu yang ada dalam pikiran Kyuhyun saat ini, cepat sampai rumah dan jauh dari manusia dingin berwajah datar di sampingnya.
Namun tidak di pungkiri, Kyuhyun merindukan saat-saat bersama Kibum. saat-saat Kibum mengantarnya ke kampus. Kyuhyun tidak ingat kapan terakhir mereka duduk berdampingan seperti saat ini.
Menyium parfum Kibum saja, hatinya menghangat. Ingatannya kembali pada kenangan mereka berdua. Tapi Kyuhyun langsung menepis pikirannya. Baginya Kibum hanya masa lalu. Dan ia berjanji akan melupakan Kibum bagaimana pun caranya.
"Semoga eomma tidak apa-apa," doa Kyuhyun dalam hati. Jika tidak ada Kibum, sudah di pastikan Kyuhyun sudah menangis sedari tadi.
Kibum melirik sekilas ke arah Kyuhyun yang meremat tangannya sendiri. Tapi setelah itu, Kibum kembali fokus pada kemudinya tanpa mengatakan sepatah katapun.
Setelah sampai rumahnya, Kyuhyun langsung berlari ke dalam rumahnya. Ia sama sekali tidak mengucapkan terima kasih pada Kibum. Pikirannya hanya tertuju pada eomma-nya.
"Eomma!" Kyuhyun berdiri mematung melihat keadaan Heechul. Karena berlari, nafasnya terlihat memburu. Mulutnya sedikit terbuka melihat Heechul yang duduk di sofa. "Eomma," ucap Kyuhyun sekali lagi untuk memastikan yang ia lihat adalah eomma-nya.
"Kyu sudah pulang? Kemarilah sayang! Lihat, eomma sedang melihat mobil-mobil keluaran terbaru. Sepertinya anak eomma sangat pantas mengemudikan salah satunya."
"Eomma tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun sambil berjalan mendekat.
"Apa maksud, Kyu? Eomma tentu saja tidak apa-apa. Eomma baru saja pulang shopping." Kening Heechul berkerut saat Kyuhyun justru memeluknya. "Hey…ada apa dengan anak eomma yang manis ini?" heran Heechul. Heechul masih mengingat dengan jelas Kyuhyun baik-baik saja saat di jemput Hongki. Ia juga tidak menarik fasilitas yang Kyuhyun punya. Tapi tiba-tiba anak tersayangnya menangis dan memeluknya.
"Kyu kenapa?" tanya Heechul lagi.
"Kyu pikir eomma terjadi sesuatu," ucap Kyuhyun tanpa mau melepas pelukannya.
"Tentu saja tidak! Seperti yang Kyu lihat. Eomma masih cantik seperti biasa."
"Eomma, appa dimana?"
"Appa-mu sedang tidur. Sepertinya kelelahan."
Tanpa sepengetahuan Heechul, Kyuhyun mengepalkan tangannya. "Awas kau Kim Kibum," batin Kyuhyun. Ia baru sadar kalau semua ini hanya akal-akal Kibum. Dan Kyuhyun benar-benar ingin mencincang tubuh Kibum. Karena Kibum, Kyuhyun tidak jadi bersenang-senang dengan sahabat-sahabatnya. Padahal ia sudah tidak sabar ingin bertanding game dengan Changmin.
"Sebenarnya apa mau manusia jelek itu?" memikir ulang tentang ulah Kibum, membuat tanduk Kyuhyun ingin mencuat kepermukaan. Tapi ia tidak mungkin kembali lagi ke apartemen Changmin. Jarak dari rumah Kyuhyun dan Changmin tidak bisa di katakan dekat.
"Haah…ya sudahlah! Karena ada eomma, lebih baik aku tidur di pangkuan eomma saja," putus Kyuhyun pada akhirnya.
.
Aila Nesya
.
Kyuhyun duduk di taman dengan gusar. Ia berulang kali melihat jam di pergelangan tangannya. Karena terlalu bersemangat, Kyuhyun datang lima belas menit lebih awal dari jam perjanjian. Kibum menghubungi Kyuhyun dan memintanya untuk bertemu di taman. Awalnya Kyuhyun ragu, tapi hatinya mendorong untuk tetap ke taman.
Kyuhyun memandangi sekita taman. Hanya beberapa pasangan yang terlihat. Tidak ramai seperti biasanya. Tapi Kyuhyun lebih menyukainya, karena taman terasa lebih tenang dan nyaman.
Jantung Kyuhyun berpacu lebih cepat memikirkan alasan Kibum meminta bertemu. Rona merah menjalari pipinya saat membayangkan Kibum menyatakan cinta padanya. Namun ia berusaha menepis pikiran itu. Ia takut sakit jika dugaannya salah.
Kyuhyun menghentikan pandangannya pada Kibum yang berjalan ke arahnya. Lagi-lagi jantungnya berdetak tidak normal. Kibum terlihat sangat tampan dengan pakaian kasualnya. Dan memang Kibum akan selalu seperti itu di mata Kyuhyun.
Mencoba mengurangi detak jantungnya yang menggila, Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam. Ia memasang wajah sebiasa mungkin. Agar Kibum tidak berfikir macam-macam tentangnya. Ia tidak ingin Kibum tahu kalau saat ini ia benar-benar gugup.
"Sudah lama menunggu, Kyu?" tanya Kibum sambil mendudukkan dirinya tepat di samping Kyuhyun.
"Tidak, aku juga baru datang." Kyuhyun terpaksa berbohong. Ia tidak bisa mengatakan telah menunggu lebih dari lima belas menit.
Kibum dan Kyuhyun sama-sama diam. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Kyuhyun tidak tahu harus berbicara apa dan memulai dari mana. Karena Kibum yang memintanya bertemu, seharusnya Kibum yang memulai berbicara.
Kyuhyun memutar otaknya. Ia sadar, jika menunggu Kibum yang memulai, pembicaraan ini entah kapan akan di mulai. Kyuhyun berbeda dengan Kibum yang memang tidak suka berbicara.
"Hyung, kenapa menyuruhku datang ke sini? Apa ada sesuatu yang ingin Hyung katakan?" tidak tahan dengan diam yang berkelanjutan. Akhirnya Kyuhyun memberanikan diri membuka suara. Tangan Kyuhyun berkeringat. Detak jantungnya membuatnya susah bernafas. Saat ini, Kyuhyun seperti gadis yang akan di tembak.
"Ada," jawab Kibum singkat tanpa mau memandang Kyuhyun. Kibum melipat tangannya di dada dan menatap lurus ke depan.
"Apa itu penting?" tanya Kyuhyun lagi. Entah kenapa, hati Kyuhyun jadi menginginkan Kibum menyatakan perasaannya. Walau sekuat tenaga Kyuhyun mengubur perasaannya pada Kibum, tapi tetap saja, harapan untuk bersama Kibum selalu ada. Apalagi saat Kibum memintanya bertemu. Bunga cinta yang susah payah ia bunuh, bersemi secara perlahan.
Kyuhyun sadar dirinya lemah dan tidak konsisten. Tapi ia tidak bisa menyalahkan hatinya yang memang sudah tertambat pada Kibum. Walau Kyuhyun sama sekali tidak tahu bagaimana perasaan Kibum, tapi rasa itu tidak bisa untuk Kyuhyun lenyapkan.
"Entahlah! Tapi sepertinya tidak!"
Harapan yang baru tumbuh itu langsung retak karena kalimat yang Kibum ucapkan. Rasa bahagia yang sempat terselip langsung lenyap. "Berarti memang tidak ada lagi harapan," batin Kyuhyun sedih. Kyuhyun sekuat tenaga agar terlihat seperti biasa.
"Lalu untuk apa?" kali ini Kyuhyun bertanya bukan karena mengharap. Tapi agar ia cepat pergi dari tempat yang membuat dadanya sesak. Kyuhyun tidak bisa berdekatan lama-lama dengan Kibum. Kyuhyun tidak ingin menambah sakit di hatinya.
"Sebenarnya kau orang yang seperti apa?" tanya Kibum. Kali ini Kibum menoleh ke arah Kyuhyun yang tampak terkejut.
"Aku? Orang seperti apa? Maksudnya?" tanya Kyuhyun balik.
"Kau sering menggandeng laki-laki dan memeluknya di tempat umum."
Mata Kyuhyun berkedip beberapa kali. Ia benar-benar bingung maksud pertanyaan Kibum. Kalau menggandeng laki-laki, ia memang mengakuinya. Karena seperti yang pernah Kibum lihat, ia merangkul lengan Jonghyun. Tapi memeluk di tempat umum, Kyuhyun merasa tidak pernah melakukannya.
"Jonghyun itu sahabatku. Dan aku memang sering seperti itu sejak kami kecil. Tapi kalau memeluk di depan umum, aku tidak pernah melakukannya."
"Lalu apa yang kau lakukan di loby kantor appa-mu?"
"Kantor appa?" Kyuhyun mencoba mengingat siapa yang pernah ia peluk. Setelah di ingat-ingat, ia memang pernah memeluk Siwon. Dan Kyuhyun akan melakukan itu di manapun ia suka.
"Tapi kenapa Hyung bertanya seperti itu?" tanya Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan Kibum.
"Aku tidak suka kau melakukan semua itu. Aku tidak suka kau dekat dengan mereka."
"Apa ini artinya Kibum hyung mencintaiku?" ucap Kyuhyun dalam hati. "Kenapa? Kenapa Hyung tidak suka? Apa alasannya?"
"Tidak ada alasan apapun." Setelah mengucapkan kalimat itu, Kibum langsung berdiri. Ia bersiap-siap untuk pergi.
Hati Kyuhyun terluka karena perlakuan Kibum. Ia serasa di permainkan. Kibum tidak menyukainya dekat dengan laki-laki lain, tapi Kibum tidak mencintainya. Bahkan saat ini, Kibum mulai melangkah pergi.
"Hyung, tunggu!" seru Kyuhyun. Kibum menghentikan langkahnya. Namun ia tidak menoleh ke arah Kyuhyun. "Sebenarnya, apa maksudmu bersikap seperti ini?" tanya Kyuhyun dengan suara yang tercekat menahan tangis. "Hyung memperlakukanku seperti aku kekasihmu. Dan asal Hyung tahu, Siwon itu sepupuku. Dia seperti Hyung bagiku. Sejak kecil aku selalu dengannya. Tapi apa alasanmu bersikap seperti ini, Hyung?"
"Tidak ada alasan yang penting," ucap Kibum dan kembali melanjutkan langkahnya.
"Aku benar-benar membencimu Kim Kibum," teriak Kyuhyun sambil menangis. Air mata yang selalu ia tahan akhirnya mengalir dengan derasnya. Hatinya terlalu sakit untuk menahan air mata. Jantungnya terasa di tusuk karena perlakuan Kibum.
Duagh…
Tas yang Kyuhyun letakkan di sampingnya, ia lemparkan ke arah Kibum dan tepat mengenai kepala Kibum. Otomatis, Kibum langsung menghentikan langkahnya.
"Aku benar-benar membencimu Hyung. Dulu kau yang memaksaku jadi kekasihmu. Tapi setelah aku benar-benar mencintaimu, kau malah pergi meninggalkanku. Sebenarnya maumu apa?" teriak Kyuhyun di sela isak tangisnya. Ia tidak memperdulikan jika ada yang memperhatikannya. Kyuhyun hanya ingin melepas beban di hati yang selama ini ia pendam.
"Kau memperlakukanku seolah aku kekasihmu. Tapi kau jalan dengan banyak wanita. Kalau kau tidak mencintaiku jangan perlakukan aku seperti ini. Jangan buat aku terus mencintamu. Biarkan aku pergi kalau kau memang tidak pernah menyukaiku." Suara Kyuhyun terdengar parau. Air matanya terus mengalir deras. Wajah manis itu kini tampak memerah. Mata indahnya mulai sembab. Saat ini Kyuhyun hanya ingin Kibum menjauhinya. Kyuhyun ingin belajar melupakan Kibum. Tapi sikap Kibum membuatnya selalu kesulitan mengubur rasa cinta itu.
Kibum langsung berbalik. Ia berjalan ke arah Kyuhyun dengan memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Walau bagaimanapun, Kyuhyun tetaplah namja. Dan Kibum yakin, Kyuhyun melempar tas itu sekuat tenaganya. Kibum menggelengkan kepalanya yang terasa pusing. Lemparan dari Kyuhyun benar-benar terasa sakit.
"Apa kau baru saja mengatakan cinta padaku?" tanya Kibum. Ia memandangi Kyuhyun yang masih saja menangis.
"Terserah apa katamu Hyung!" kali ini Kyuhyun yang pergi meninggalkan Kibum. Ia berjalan dengan membawa luka di hatinya. Kyuhyun mencoba menghapus lelehan Kristal bening itu. Tapi tetap saja, matanya tidak berhenti menangis.
"Kau tidak mau mendengar jawabanku?"
Seketika Kyuhyun langsung menghentikan langkahnya. Kyuhyun enggan menatap Kibum. Ia tidak ingin semakin terluka jika mendengar jawaban Kibum. Tapi Kyuhyun ingin mendengarnya, agar ia bisa benar-benar melupakan Kibum.
Kyuhyun masih berdiri di tempatnya menunggu jawaban Kibum. Bukannya jawaban, sepasang tangan justru melingkar di perutnya. Tubuh Kyuhyun menegang saat tubuh Kibum benar-benar menempel di tubuhnya. Ia bisa merasakan detak jantung Kibum. Kyuhyun ingin melepas pelukan Kibum, tapi hati terdalamnya menolak. Ia merasa nyaman dengan pelukan Kibum.
Kyuhyun masih menangis dalam pelukan Kibum. Walau tidak seperti beberapa saat lalu, tapi liquid bening itu masih menetes.
"Sudah selesai berbicaranya Kyu?" Kibum melepas pelukannya. Ia meraih pundak Kyuhyun dan menghadapkan ke arahnya.
Kyuhyun menunduk saat wajah Kibum tepat di hadapannya. Ia tidak sanggup bertatapan dengan Kibum. Namun Kibum menarik dagunya untuk menatapnya.
"Jangan menangis lagi," ucap Kibum. Tangan hangat Kibum terangkat untuk menghapus air mata di wajah Kyuhyun. Lagi-lagi jantung Kyuhyun kembali menggila. Bahkan ia bisa merasakan pipinya memanas.
"Akhirnya usahaku berhasil untuk membuatmu cinta padaku."
"Maksudmu apa, Hyung?"
"Aku melakukan semua ini agar kau mencintaiku. Aku ingin kau meyakinkan hatimu kalau kau mencintaiku," ucap Kibum sambil tersenyum lembut. Kyuhyun bersumpah, ia tidak pernah melihat senyum Kibum setulus ini. Kehangatan tiba-tiba menjelar ke seluruh tubuhnya.
"Aku tidak mengerti."
"Setelah kau yakin benar-benar mencintaiku, dengan begitu kau akan tetap bersamaku. Aku ingin cinta hanya sekali. Untuk itu aku mau kau memantapkan hatimu untuk bersamaku."
"Jadi?"
"Ya, maafkan aku Kyu. Aku mencintaimu, sangat!" tangisan Kyuhyun yang sudah berhenti kini kembali pecah. Kibum langsung memeluk Kyuhyun yang menangis terisak. Tangan Kibum membelai punggung Kyuhyun dengan sayang.
"Hyung benar-benar keterlaluan." ucap Kyuhyun sambil memukuli dada Kibum. Tapi Kibum hanya tersenyum dan terus memeluk Kyuhyun.
"Aku mencintaimu. Jadi jangan menangis lagi."
Kyuhyun tidak bisa menghentikan tangisannya. Ia merasa Kibum mengerjainya habis-habisan. Tapi di sisi lain ia senang. Ternyata cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan. Saat ini Kibum miliknya. Kibum benar-benar mencintainya.
"Aku juga mencintaimu Hyung. Jangan tinggalkan aku lagi."
"Tidak akan Kyu. Aku akan selalu bersamamu. Saranghae!"
END
.
Or
.
TBC?
.
.
Silahkan di pilih!
Maaf-maaf semuanya. Nay sempat sedih dan kehilangan mood nulis karena banyaknya siders. Rasanya sedih karena cuma di baca tanpa ninggalin jejak. (Nay lagi mellow).
Tapi Nay sadar, masih ada kalian yang setia. Sudah mau baca dan sempatkan waktu ninggalin jejak. Jadi untuk kalian semua, Nay lanjutkan lagi nulisnya :
Puput257 - SNCKS - octakyuu - yulianasuka - cho loekyu07 - Desviana407 - MinGyuTae00 - FiWonKyu0201 - jihyunelf - araaaa - fazarzee - minjaeboojilid2 - nik4nik - loveKyu - Aliyah649 - EkaOkta3424 - Shin Ririn1013 - ressalini - lydiasimatupang2301 - Sofa1013 - sparkyumicia - phn19 - Kim Nayeon - sofyanayunita1 - EvaKyuLove - hyunnie02 – kadek - Shofie Kim - angel sparkyu – aya – gnagyu - naysa qiera kim – kyuubebi – kyukyu - Rinni1013-wonkyu – kyukyu - Whii ElfSparKyu - KLiieff19 – zyzy za - blackjackcrong – kyubi – 238130821712 – ariyanindud aya - Yeri LiXiu – SheeHae - choi yewon11 - Eka Elf - Jung NaeRa -
Sekali lagi, terima kasih banyak untuk kalian semua. Tanpa kalian ff ini tidak akan berlanjut. Review kalian membangkitkan semangat Nay. Dan terima kasih juga untuk yang memfollow dan memfavorite.
