title : love
warning : genderswitch, typo(s), geje, garing, aneh, gak nyambung,
balesan review :
danactebh : iya ini udah di lanjut kok
xoxoExo : oh iya maaf salah hehehehehe
Rly. : Chen itu cinta pertamanya
KimRyeona19 : yah gitu deh hehehehe
BibiGembalaSapi : hehehehe gak papa kok, iya makassih
baekhyunina : waduh-waduh gak berani janji
rina byun272 : waduh masa sih, maaf nih kalo gak hot hehehee, wah kayanya gak deh soalnya pas Ncan gak lagi masa subur makanya baek berani
parkbaekyoda92 : lah kok bisa ketinggalan? sebenernya sih ortu baek itu mau namja yang mencintai baek yang menikahinya dan mereka mau baek cepet nikah, biasa pengen cucu
alfianisheila : yah begitulah hehehe
.3158 : apa ya yang akan terjadi hehehe
okeh okeh maap kalo chap sebelumnya kurang hot,
oh iya nih mau ngasih tau aja, aku mungkin bakalan slow update muali besok soalnya mau UTS, maklum anak SMA
tenang kok aku tetap update tapi gak secepet biasanya, maap ya maap
aku harap kalian massih pada nunggu fanfic aku ini,
okeh selamat menikmati
DLDR
.
.
.
.
.
.
.
.
REVIEW PLEASE, FOLLOW AND FAV
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
..
.
.
.
.
.
Chap 10
Yeoja mungil yang masih menggunakan piyama tidurnya berwarna pink menuruni anak tangga menuju dapur,
"kau sudah bangun Baek?" tanya Kriss yang melihat Baekhyun duduk di meja makan,
"menurut oppa?" tanya Baekhyun cuek, dia sedikit kesal karena perjodohan dengan Chen dan pernikahannya di percepat.
"oh ya Baek, apa kau ada kelas hari ini?" tanya Kriss tak menanggapi kata-kata Baekhyun yang tadi,
"ada, tapi nanti jam 11. Memangnya ada apa oppa?" tanya Baekhyun sambil mengoleskan selai strawberry di rotinya,
"kau berangkat akan di antar Chen, dan pulang dengan Chen" kata Kriss,
"apa maksud oppa, aku tak mau." Kata Baekhyun kesal.
"kalian akan membeli gaun pernikahan Baek, pernikahan kalian tinggal 2 hari lagi, ini sudah hari jum'at, dan kalian akan menikah hari minggu, jadi waktunya sebentar lagi" kata Tao sambil menaruh susu strawberry di meja Baekhyun dan kembali menyuapi Zello,
"huh, pernikahan lagi, tapi oppa-" kata-kata Baekhyun terpotong oleh Kriss,
"sudahlah Baek, ikuti atau kau akan menikah besok" kata Kriss,
"terserah" kkata Baekhyun meminum susunya dan pergi menuju kamar untuk mandi, karena badannya terasa lengket.
Baekhyun melihat ponselnya, kenapa Chanyeol tak menghubungiku- batin Baekhyun,
Lalu Baekhyun membersihkan tubuhnya di bawah sower,
Dia menyalakan sower lalu duduk di lantai kamar mandi yang dingin dengan air yang membasahi tubuhnya,
Baekhyun memikirkan Chanyeol, entah kenapa dia merasakan Chanyeol pergi.
Setelah selesai mandi Baekhyun keluar menggunakan handuk yang menutupi dada hingga pahanya,
Baekhyun menggunakan dress simple dengan bentuk rok melebar berwarna putih dengan polkadot hitam, dipadukan dengan bando yang dia gunakan,
Dan Baekhyun tidak menggunakan high hells yang tinggi, dan hanya menggunakan bedak tipis serta lips gloss, jadi dia semakin terlihat seperti anak junior high school yang akan main.
Saat Baekhyun turun dari kamarnya dia mendapati Chen duduk di ruang tengah, sudah menggunakan jas kerjanya,
"kau sudah siap Baek?" tanya Chen saat Baekhyun berdiri di depannya,
"ya, aku siap" jawab Baekhyun lalu menggandeng tangan Chen karena Chen sudah mengulurkan tangannya.
Sepanjang perjalanan menuju kampus Baekhyun dan Chen terus flashback tentang masa kecil mereka yang mengasyikkan,
Seperti mereka selalu bermain kepantai jika weekend, selalu bermain ke taman setelah pulang dari sekolah, saat Baekhyun menangis karena di ganggu anak-anak yang lain dan Chen yang menolongnya.
Chen menurunkan Baekhyun di Gerang kampus, Baekhyun berjalan dan banyak mata yang menattap ke arahnya,
"untuk apa anak junior high school ke kampus kita?" bisik seorang mahasiswa temannya,
"entah mungkin akan bertemu kakaknya" jawab mahasiswa yang lain,
"dia sangat imut" bisik seseorang yang berada di belakang Baekhyun,
"hey bukankah dia anak jurusan designer?" bisik seorang yeoja di belakang Baekhyun,
"iya kau benar, dia sangat imutnya" jawab yeoja lainnya.
Baekhyun hanya terkikik mendengar kata-kata yang dia dengar, dan pipinya mulai merona,
Baekhyun segera masuk ke kelas dan tak mendapati Kyungsoo di sana, mengingat Kyungsoo jadi ingat dengan Chanyeol,
Baekhyun mencoba menghubungi Chanyeol, tapi nomernya tidak aktiv,
Ada apa dengan Chanyeol?- batin Baekhyun,
Dosen segera memasuki kelas Baekhyun dan Baekhyun segera memasukkan ponselnya.
Sampai pelajaran selesai Baekhyun tak melihat tanda-tanda kedatangan Kyungsoo,
Setelah pelajaran selesai Baekhyun segera berjalan ke kelas selanjutnya, dan di sana juga dia tak menemukan Kyungsoo,
Baekhyun mencoba menghubungi Kyungsoo tapi nomernya juga tidak aktiv,
Sebenarnya ada apa dengan mereka?- batiin Baekhyun.
Saat kelass selesai Baekhun segera keluar dar kampus karena Chen sudah menunggunya di depan kampus,
"bagaimana kelasnya Baek?" tanya Chen saat Baekhyun memasuki mobilnya,
"ya seperti itu" jawab Baekhyun dingin,
"kau mau makan?" tanya Chen lagi,
"terserah" jawab Baekhyun datar karena dia masih memikirkan Chanyeol dan Kyungsoo yang menghilang begitu saja.
Saat sampai di restoran tempat mereka makan,
Baekhyun langsung turun dari mobil sebelum Chen membukakan pintu untuknya, dan Chen mengerti bahwa ada yang sedang Baekhyun fikirkan dan tak mau di ganggu,
"Baek kau mau pesan apa?" tanya Chen sambil memegang menu di sana,
"terserah saja" jawab Baekhyun sambil memandang jendela restoran itu,
Dan Chen yang mendengar kata-kata Baekhyun kaget dan agak sedikit kesal tapi itu dia tahan,
"baiklah,, aku pesan makanan paling enak di sini" kata Chen dan sang pelayan segera meninggalkan mereka,
"apa yang kau fikirkan Baek?" tanya Chen,
"Chanyeol" jawab Baekhyun, Baekhyun adalah yeoja yang terbilang sangat jujur.
Chen kaget mendengar nama itu,
"kau memikirkan namja itu?" tanya Chen lagi,
"iya, dan siapa yang kau sebut namja itu? Dia namjachingu ku Chen" jawab Baekhyun masih menatap jendela,
"akh~ kau fikir aku akan melepaskanmu, hanya karena dia namjachingumu?" tanya Chen lagi,
"entahlah, tapi Chen" kata Baekhyun sambil menatap mata Chen,
"kau adalah cinta pertamaku, tapi Chanyeol adalah orang yang aku cintai sekarang" kata Baekhyun dan hati Chen terluka mendengar kata-kata Baekhyun.
Seorang pelayan mengantarkan makanan ke mereka dan mereka makan dengan keheningna yang menyelimuti.
Setelah makan selesai mereka langsung menuju toko wedding dress,
Baekhyun terlihat senang memasuki toko itu, wajar designer,
Baekhyun melihat-lihat gaun yang menurutnya lucu,
Chen hanya mengikuti di belakangnya sambil tersenyum,
Tadi keliatan kesal, kok sekarang semangat banget ya- batin Chen.
Ada beberapa gaun yang Baekhyun suka,
Dan dia akhirnya mengambil 5 gaun untuk dia coba,
Tapi saat mencoba gaun pertama,
Apa aku akan benar-benar meniikah dengan Chen? Yeol kau dimana?-batin Baekhyun,
"apa anda suka nona?" tanya sang pelayan pada Baekhyun yang masih memandangi pantulan dirinya di cermin,
"ah- a-aku akan mencoba yang lain" jawab Baekhyun.
Dan dia mencoba gaun yang ke 2, terus dampai gaun ke 5,
Akhirnya dia mengambil gaun yang ke 3, karena menurutnya itu semple, dan elegan.
Setelah memilih gaun yang tentunya Chen tidak ikut masuk ya, dia duduk di depan ruang ganti,
Chen berencana mengajak Baekhyun menonton atau jalan-jalan tapi….
"apa? Siapa yang mencariku?" tanya Chen pada seseorang di sebrang telepon,
"baiklah aku akan segera ke sana" kata Chen dan menutup teleponnya.
Baekhyun berjalan menghampiri Chen yang masih terduduk di kursi tunggu,
"sudah?" tanya Chen bangkit lalu berjalan mendekati Baekhyun,
"sudah kok, hanya perlu ada perombakan sedikit" jawab Baekhyun, ya dia minta gaunnya di rombak, karena dia tidak mau gaun pernikahannya tidak sesuai dengan yang dia inginkan.
"baiklah, tapi Baek tadinya aku mau mengajak kau jalan-jalan" kata Chen terlihat menyesal,
"lalu?" tanya Baekhyun,
"ada seseorang yang mencariku di kantor, tadi sekertarisku menghubungiku" jawab Chen,
"ya sudahlah, tak apa, lagian aku ingin istirahat" kata Baekhyun,
"baiklah, ayo aku antar kau pulang" kata Chen menarik tangan Baekhyun.
Selama di perjalanan ke rumah Baekhyun,
Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing,
Yeol aku sebentar lagi menikah, apa tidak ada hal yang bisa kau lakukan untuk menggagalkannya? Yeol kau dimana? Yeol jangan menghilang begitu saja- batin Baekhyun,
Untuk apa orang itu datang ke kantor sore-sore, apa dia tidak ada kerjaan?- batin Chen.
Setelah sampai di rumah Baekhyun langsung memasuki rumah, tanpa mengucapkan selamat jalan pada Chen,
Baekhyun ingin cepat-cepat masuk ke kamarnya lalu berendam,
Chen langsung melajukan mobilnya setelah Baekhyun memasuki rumahnya.
Baekhyun memasuki rumah dengan wajah yang agak kusut,
"Baek kau sudah makan?" tanya Tao,
"sudah eonni" jawab Baekhyun tanpa melihat Tao dan langsung masuk ke kamarnya,
Tao tau Baekhyun sedang tidak mau di ganggu, dan Tao tidak menanyakan apa-apa lagi.
Baekhyun langsung membuka seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam bathtub yang sudah terisi air hangat dan cairan aromaterapi untuk menenangkan dirinya,
Tapi saat Baekhyun memejamkan mata kata-kata Chanyeol terus terulang di otaknya,
aku tak akan melepaskanmu, aku akan selalu ada untukmu, aku akan selalu bersamamu, aku akan selau mencintaimu, aku akan selalu menyayangimu, aku akan selalu menjadi pangeranmu, kau harus ingat itu My Princess
"tapi kau di mana Yeol, kau kemana?" gumam Baekhyun sambil meneteskan air mata,
dia tidak memberi kabar satu hari, dan itu pernah terjadi sebelum kejadian dia mabuk, mungkin dia besok akan menghubungiku, lalu akan menggagalkan pernikahan ku, iya itu pasti terjadi Baek, iya- batin Baekhyun menyakinkan,
baekhyun berendam sampai ketiduran, dan bangun-bangun saat malam hari.
Baekhyun keluar dari kamar mandi, sambil mengeringkan rambut Baekhyun berjalan menuju ponselnya di atas ranjang,
Dia mengecek apa Chanyeol atau Kyungsoo menghubunginya,
Tapi nihil ternyata mereka tidak menghubungi Baekhyun.
"Yeol aku menyayangimu" gumam Baekhyun,
Lalu Baekhyun turun ke arah dapur karena perutnya sudah memanggil-manggil untuk di isi,
Saat Baekhyun melewati ruang tengah, Baekhyun mendengar sedikit percakapan Kriss dengan Tao,
"bagaimana bisa dia ke temapat Chen?" tanya yeojanya,
"aku juga tidak tau sayang" jawab sang namja,
"lalu apa yang mereka bicarakan?" tanya yeoja itu lagi,
"Chen tak memberi tauku" jawab namjanya,
"besok kita akan bertemu dengannya" kata Kriss,
"baiklah" jawab Tao.
Siapa yang mereka bicarakan? Partner kerja? Tapi kenapa serius sekali, kan Tao eonni bukan orang yang mengurusi bisnis- batin Baekhyun,
Tapi Baekhyun segera mengendikkan bahunya lalu masuk ke dapur dan memakan makanan yang sudah tersedia di atas meja makan,
Kriss yang masuk ke dapur kaget melihat Baekhyun,
"Bae-Baekhyun, apa yang kau lakukan?" tanya Kriss, dia takut Baekhyun mendengar percakapan dia dengan Tao,
"aku? Aku sedang makan oppa, aku lapar" jawab Baekhyun terliat imut,
"aish~ kau ini, ya sudah makan lah yang banyak, lalu tiduk okey, besok kau dan Chen akan pergi melihat gedung pernikahan dan mencari cincin" kata Kriss,
"ne~" jawab Baekhyun malas.
Setelah makan Baekhyun segera masuk ke kamarnya, dia mengambil ponselnya lalu menimbang-nimbang,
Dan dia teringat sahabatnya Luhan,
Baekhyun mencoba menghubungi Luhan tapi tak bisa, dia mencoba menghubungi Sehun juga tak bisa, lalu dia menghubungi Lay dan nomernya mati, sedangkan Suho tidak di angkat-angkat,
Baekhyun akhirnya menyerah, dia tidak tau harus bagaimana lagi, dan dia lebih memilih tertidur.
Tapi karena dia tadi sudah tertidur, akhirnya Baekhyun memutuskan untuk keluar balkon dan melihat bintang-bintang padahal dia tidak kuat dingin.
Baekhyun keluar balkon sambil menggunakan selimutnya, dia menyelimuti tubuh mungilnya sampai hampir tak terlihat,
"Yeol kau sedang apa? Kau dimana Yeol?" gumam Baekhyun tapi terdengar keras untuk sebuah gumaman,
Baekhyun meneteskan air matanya,
"apakah pertemuan kita kemarin adalah pertemuan terakhir Yeol?" kata Baekhyun lagi,
Dan air mata yang mengaliri pipi cubbynya semakin deras,
"apa kau tau, aku sangat merindukanmu Yeol, aku tak mau kehilanganmu lagi Yeol" kata Baekhyun sedikit berteriak,
" aku menyayangimu Yeol, apa kau berusaha menggagalkan semuanya? Atau malah mencari yeoja lain?" dan kini suara Baekhyun kembali lirih,
"Yeol cepatlah datang, aku tak mau semuanya terlambat" kata Baekhyun sedikit berteriak,
"SARANGHAE YEOLLIE" teriak Baekhyun dari atas balkon rumahnya,
Kini wajahnya dia tutupi oleh selibut yang menyelimuti tubuhnya, dia menangis sangat keras untuk meluapkan semuanya,
Baekhyun tak sadar kalau dari tadi ada sepasang mata yang melihat dan sepasang telinga yang mendengar semua yang Baekhyun lakukan, dan namja itu ikut menangis melihat Baekhyun seperti itu.
PAGINYA
Baekhyun menuruni tangga kamarnya dengan menggunakan kaos lengan panjang warna merah yang mengekspos pundak mulusnya di padukan dengan celana jeans warna hitam, dan dia menggunakan high hells yang cukup tinggi,
"hai oppa, hay eonni, hai Zello, hay Chen" sapa Baekhyun pada semua orang yang duduk di meja makan.
Chen datang pagi-pagi karena di suruh Tao untuk sarapan bersama,
Pagi ini tak biasanya Kriss hanya diam, biasanya dia mengajak Chen mengobrol.
Hari ini hari Sabtu, itu tandanya besok Baekhyun akan menikah, dan dia terlihat murung ketika mengingat sola itu.
Tak lama setelah mereka makan, mereka semua mengobrolkan hal-hal yang ringan, dan kadang ada tawa, tapi Kriss benar-benar terlihat berbeda.
Tak lama, sepasang suami istri yang ternyata….
"EOMMAAAAAAA, APPPPPAAAAAAAA" teriak Baekhyun saat sepasang suami istri itu memasuki kediaman Wu,
"BAEKKKKIIIIIIIII BOGOSHIPOOOOOO" teriak yeoja parub baya, yang ternyata eomma Baekhyun,
"ne~ eomma nado, bogoshipo" kata Baekhyun sambil memeluk eommanya,
"aish~ kau lupa dengan appa?" tanya namja paruh baya di sebelah eomma Baekhyun yang ternyata appanya,
"ani appa, mana mungkin aku melupakan appaku yang tampan ini" kata Baekhyun beralih memeluk appanya,
"aish~ kau ini, selalu pandai memuji" kata tuan Byun.
"aish aish, sebentar lagi anak eomma akan menikah, kau harus terlihat paling cantik ya Baek" kata nyonya Byun,
"oh ya aku harus segera pergi, ayo Chen kita berangkat, bye eomma appa" kata Baekhyun segera pergi menghindari percakapan dengan eommanya yang sangat ngotot ingin menjodohkan Baekhyun dengan Chen,
Chen mengerti Baekhyun sengaja menghindar dan Chen hanya menghela napas panjang.
Chen dan Baekhyun sekarang sedang meliahat gedung pestanya,
Tempatnya sangat luas mungkin dapat menampung 500 orang, karena memang yang di undang hanya teman dekat dan kolega bisnis orang tua mereka,
Baekhyun hanya menatap datar ruangan itu, tanpa terlihat tertarik, sedangkan Chen,
Dia sibuk mendengarkan apa yang WO jelaskan,
Chen sangat senang dapat menikah dengan Baekhyun, tapi Baekhyun? Sepertinya dia tidak terlihat senang.
Chen masih sibuk mendengarkan semuanya dan Baekhyun terus melihat ponselnya dan sesekali mencoba menghubungi Chanyeol,
Baekhyun mulai bosan,
"sudahlah serahkan saja semuanya pada mereka" kata Baekhyun segera keluar dari ruangan itu untuk pergi ke parkiran,
Chen segera meminta maaf atas kelakuan Baekhyun dan langsung menyerahkan semuanya pada WO itu, lalu pergi menyusul Baekhyun,
"Baek tunggu" kata Chen lalu mensejajarkan jalannya dengan Baekhyun,
"kau kenapa Baek?" tanya Chen,
"sudahlah, kita akan kemana sekarang?" tanya Baekhyun menghiraukan pertanyaan Chen,
"kita akan mencari cincin Baek" jawab Chen lalu membukakan pintu mobil untuk Baekhyun, dan Baekhyun segera masuk.
Saat dalam perjalanan Baekhyun tetap diam dan memikirkan Chanyeol,
Chen mulai kesal dengan kelakuan Baekhyun,
"Baek, seharusnya kau terbuka pada calon suamimu Baek" kata Chen ingin memulai percakapan,
Tapi Baekhyun sama seklai tidak merespon, malah dia mengalihkan pandangannya yang tadi menghadap depan jadi menghadap kaca mobil lalu melihat pamndangan luar.
"apa karena namja itu lagi?" tanya Chen,
"jangan kau sebut dia namja itu, namanya Chanyeol Chen PARK CHANYEOL, kau tau, dia namjachinguku dan jangan kau sebut dia NAMJA ITU lagi Chen" jawab Baekhyun kesal,
"baiklah terserah saja, tapi ingat Baek besok kita akan menikah" kata Chen mengakhiri percakapan.
Setelah mereka sampai di tempat cincin, Baekhyun hanya diam melihat Chen memilih-milih,
"Baek apa kau suka yang ini?" tanya Chen semangat,
"terlalu ramai" jawab Baekhyun dingin,
"kalau yang ini?" tanya Chen lagi,
"terlalu banyak kristalnya" jawab Baekhyun dingin lagi,
"kalau yang ini bagaimana?" tanya Chen,
"terlalu mencolok" jawab Baekhyun masih dingin dan tanpa ekspresi,
"Baek jadi kau mau yang mana?" tanya Chen sedikit frustasi,
"terserah kau" jawab Baekhyun sambil memandangi ponselnya,
"aish~ ya sudah bagaimana kalau ini?" tanya Chen dan cincin itu semple hanya harus di ukir nama di bagian tengahnya,
"yasudah itu saja" jawab Baekhyun pada akhirnya karena dia ingin cepat pulang.
Sekarang Chen dan Baekhyun sedang dalam perjalanan pulang ke kediaman Wu,
Saat masuk kedalam rumah, rumah kelihatan sepi,
Mungkin karena seorang maid mengerti Baekhyun yang terlihat bingung, maid itu menghampiri Baekhyun,
"tuan, nyonya, dan orangtua nona sedang pergi, mereka akan pulang pada jam makan malam nona" kata maid itu,
"oh, iya terimakasih" jawab Baekhyun,
"apa nona ingin makan siang? Makanan sudah ada di meja makan nona" kata maid itu,
"iya aku lapar, terimakasih" kata Baekhyun segera ke dapur lalu makan, Baekhyun selalu memikirkan bagaimana saat besok dia menikah.
Setelah makan Baekhyun segera masuk ke kamarnya dan mengisi waktu kosongnya dengan membuat design baju, karena itu yang Baekhyun lakukan jika bosan,
Baekhyun terus menggambar dengan di iringi lagu-lagu clasik, karena lagu classic dapat membuat Baekhyun tenang.
Sesekali Baekhyun mencoba menghubungi Chanyeol, tapi ponselnya tetap tidak aktiv,
Karena hari sudah sore Baekhyun ingin segera mandi,
Baekhyun mendudukkan dirinya di lantai kamar mandi dengan air sower yang kencang yang meredam suara tangisannya,
"Yeol, kau dimana Yeol hiks? Cepat datang Yeol hiks, aku akan membencimu jika hiks kau tidak datang hiks, Yeol aku mencintaimu hiks, apa tak ada yang dapat kau lakukan Yeol hiks" kata Baekhyun sambil terisak di bawah deras pancuran air sower.
"aku benci kau Yeol hiks, aku benci hiks" kata Baekhyun, dan terdengar suara ketukan pintu kamar mandi,
"BAEK INI AKU, KAU SUDAH 1 JAM DI KAMAR MANDI APA KAU TAK APA?" teriak yeoja dari luar pintu dan ternyata itu Tao,
"ne~ eonni aku akan segera selesai" kata Baekhyun lalu melanjutkan mandinya.
Saat keluar dari kamar mandi Baekhyun kaget ternyata Tao masih ada di kamarnya, dia duduk di atas ranjang Baekhyun,
"hay Baek, ayo kita makan malam" kata Tao mengajak Baekhyun turun,
Baekhyun sih hanya nurut-nurut saja, dan ternyata di bawah lebih tepatnya di ruang makan sudah ada,
Appanya, eommanya, Kriss, dan Zello, sekarang di tambah Baekhyun dan Tao,
Mereka makan dengan hening tapi ada sesekali percakapan yang terlontar, dan Baekhyun tidak suka suasana makan seperti ini,
Baekhyun menghabiskan makanannya dengan cepat lalu segera memasuki kamarnya,
Baekhyun masih duduk di atas ranjang sambil memandangi ponselnya,
Dan nyonya Byun masuk ke kamar Baekhyun, dan duduk di depan Baekhyun.
"hay sayang" kata eomma Baekhyun, mungkin terbilang canggung di antara mereka,
"hay eomma" jawab Baekhyun lalu menaruh ponselnya,
"eomma, tidak bisakan pernikahannya di batalkan? Eomma tau Chen adalah cinta pertamaku, dan tidak semua cinta pertama akan menjadi cinta terakhir eomma, aku sudah tak mencintai Chen, aku hanya menganggapnya oppa eomma, batalakanlah eomma pernikahan kami aku mohon eomma batalkan" kata Baekhyun sambil memegang erat tangan eommanya,
Nyonya Byun merasakan tangannya basah terkena air mata Baekhyun dan itu membuat hatinya sakit,
"sudahlah Baek, kau tidur, kau harus bangun pagi dan harus terlihat cantik untuk besok, jaljayo sayang" kata eomma Baekhyun meninggalkan Baekhyun di kamarnya,
Baekhyun langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan dia menagis sekencang-kencangnya,
Yeol aku membencimu Yeol, aku membencimu- teriak Baekhyun dalam hati sambil menangis.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
.
cuma mau ngulang pemberitahuan yang di atas takut gak pada baca,
aku mungkin bakalan slow update mulai besok soalnya mau UTS, maklum anak SMA
tenang kok aku tetap update tapi gak secepet biasanya, maap ya maap
aku harap kalian massih pada nunggu fanfic aku ini,
okeh sampai ketemu di chap selanjutnya,
pay pay :)
