OUR BEHIND
.
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Other Cast
.
Rated : M
.
GS/Typo(s)/Membosankan/Pasaran/Tidak sesuai EYD/OOC
.
Semua Cast milik diri mereka masing-masing, orang tua, dan Tuhan YME.
Saya hanya meminjam nama mereka saja.
.
Don't Like Don't Read
^Happy Reading^
.
.
Our Love – SS4 Version
.
"Perlahan Kyu".
Sudah kesekian kalinya Sungmin memperingati Kyuhyun. namja itu terlihat sangat bersemangat menikmati jajangmyeon yang baru saja dibelinya. Ia terus menyuap mie kenyal bersaus hitam itu, mengacuhkan noda yang mengotori sudut bibirnya.
"Aigoo~ lihatlah bibirmu". Tangan Sungmin membersihkan noda saus itu dengan ibu jarinya. "Seperti anak kecil saja".
Kyuhyun tersenyum lebar, persis seperti anak kecil yang baru saja dibelikan mainan oleh ibunya. Diapitnya kembali makanan kesukaannya itu. Menyuapkan penuh kedalam mulutnya.
Harus menunggu matahari terbit untuk Kyuhyun bisa menikmatinya. Itu pun masih harus menunggu penjual jajangmyeon itu membuka kedainya. Salahkan saja Kyuhyun yang hanya ingin makan ditemani Sungmin. Jika tidak pastilah ia sudah memakannya malam itu juga.
"Kau benar-benar mengidam Kyu?". Tanya Sungmin seraya mengelap saus di ibu jarinya dengan tishu.
"Aish… aku tak mengidam Ming. Aku hanya ingin makan jajangmyeon saja".
Tak pernah terpikirkan jika memang benar dirinya mengidam. Entahlah, yang jelas Kyuhyun hanya sangat ingin memakan jajangmyeon saja saat ini.
"Lalu apa jika bukan mengidam?".
"Molla, yang seharusnya mengidam itu kau Ming". Kyuhyun menutup box kosong jajangmyeonnya. Meneguk habis air mineral yang Sungmin sodorkan.
Sungmin berdecih. Membuka pintu samping kemudi hendak membuang bungkus jajangmyeon. Kyuhyun memang memilih memakannya didalam mobil, ia sengaja memarkirkan mobil miliknya di pinggir area sungai Han.
"Kita pulang?". Tanya Sungmin setelah kembali kedalam mobil.
"Terserah. Atau kau ingin pergi kesuatu tempat dulu?".
Sungmin memasang seat beltnya lalu menggeleng. "Aniyo. Kita pulang saja".
Kyuhyun mengangguk. Mengikuti Sungmin mengaitkan seat belt ditubuhnya. "Baiklah kita pulang".
Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya, melaju membelah jalanan yang tampak lengang. Mengingat jarum jam masih bertengger di angka 10. Jalanan itu memang belum terlalu ramai.
.
.
.
.
"Aish… hyung, aku masih ingin menikmati hari libur. Tak bisakah kau menolaknya?".
Kyuhyun menggerutu kesal pada lawan bicara diteleponnya. Menatap malas jam yang tergantung didinding ruang tamu.
"Baiklah, satu jam lagi aku sampai". Kyuhyun meletakan ponselnya, menghela nafas seraya merebahkan kepalanya dipunggung sofa.
"Shindong oppa?". Tanya Sungmin. Yeoja itu berjalan menghampiri Kyuhyun. mendudukan tubuhnya disamping namja itu lalu menyisiri rambut coklat Kyuhyun dengan jari tangannya.
Kyuhyun mengangguk. Matanya terpejam menikmati sentuhan jemari Sungmin.
"Lalu?".
Mata Kyuhyun terbuka. Membenarkan posisi duduknya menatap Sungmin. "Zhaomi hyung menawariku bermain di film terbarunya. Padahal aku baru merasakan istirahat".
Sungmin tersenyum membelai pipi tirus Kyuhyun. "Sudahlah, kau ambil saja. Lagi pula kau harus banyak mencari uang mulai sekarang Kyu".
"Eh?". Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya.
"Jika kau tak mencari uang, siapa yang akan membayar persalinanku nanti, membiayai hidup anak kita, menyekolahkan anak kita?".
Mata Kyuhyun mengerjap tak percaya. "Omo~ kau tenang saja Ming. Bila perlu aku akan membeli rumah sakit yang akan kau pilih untuk kau melahirkan". Ucapnya enteng.
Sungmin bedecak. "Sombong sekali".
Kyuhyun terkekeh geli. Menyentil hidung mancung Sungmin lalu mengecup pipi bulat itu beberapa kali. "Aigo~ kenapa istriku semakin cantik saja".
.
.
Kyuhyun terus membaca cermat-cermat summary naskah drama ditangannya. Lima belas menit yang lalu aktor Cho itu sampai di kantor managemennya. Setibanya diruangan Shindong, langsung saja namja berumur 30 tahunan itu menjejalinya tawaran-tawaran yang sengaja ia tunda.
Sungmin yang sengaja menemani Kyuhyun pun ikut membaca summary naskah itu. Mendadak raut wajahnya berubah tak suka saat membaca beberapa bagian di dalamnya.
"Baiklah, aku terima tawaran Zhaomi hyung". Ucap Kyuhyun. ia meletakan kembali jilidan kertas itu diatas meja.
"Mwo? Kau menerimanya?".
Bersamaan dahi Kyuhyun dan Shindong mengerut bingung, menoleh pada Sungmin yang menekuk wajahnya. "Waeyo?". Tanya Kyuhyun.
Sungmin menghela nafasnya kesal. "Kau masih bertanya? Tentu saja aku tak suka Cho!". Jawabnya seraya melipat kedua tangannya.
"Ya~ Apa yang membuatmu tak suka Min?". Shindong ikut bertanya. Sedikit heran, bukankah yeoja itu terlihat antusias saat datang kemari? Bahkan Sungmin mati-matian membujuk Kyuhyun untuk mempertimbangkan tawaran itu. Mengapa tiba-tiba yeoja itu tak suka?.
"Aku tak suka oppa".
"Berikan alasannya Ming, jangan hanya berkata tak suka". Tegur Kyuhyun.
Sungmin berdecih kesal, membuang muka enggan menatap Kyuhyun. "Aku tak suka peran yang Kyuhyun mainkan disini?".
"Mwo?". Kyuhyun menatap Sungmin tak percaya. "Bagaimana bisa?".
Kyuhyun mengaduh sakit. Tiba-tiba saja yeoja itu mendaratkan pukulan dikepalanya. "Ya! Kau tak baca peranmu sebagai apa hah?". Sungmin meninggikan suaranya.
"Tentu saja aku membacanya". Kyuhyun mengusap kepalanya yang berdenyut nyeri. "Aku berperan sebagai Kim Woobin, CEO muda yang memiliki riwayat percintaan sebagai seorang playboy".
"Jika kau berperan sebagai playboy, itu berarti kau akan dikelilingi yeoja-yeoja yang akan menggodamu bukan?". ujar Sungmin penuh emosi. "Aku tak suka Kyu, pasti mereka akan berpakaian sexy, ahh~ aku tak suka".
"Hey~". Intrupsi Shindong. "Ini hanya akting Min. kau jangan khawatir". Jika tadi Kyuhyun yang harus ia bujuk, sekarang istri artisnya itulah yang harus mati-matian ia bujuk. "Kau juga sudah mengenal baik lawan main Kyuhyun nanti Min".
Sungmin mengalihkan pandangannya pada Shindong. "Eunhyuk". Ucap Shindong menjawab tatapan tanya Sungmin.
"MWO?".
Reflek Shindong menutup kedua telinganya. Baiklah~ bukan hanya Sungmin saja yang berteriak kaget. Namja Cho itu juga terbelalak kaget.
"Eunhyuk?". Tanya Sungmin dan Kyuhyun bersamaan.
Shindong menghela nafasnya malas. Merenggangkan otot-otot lehernya sebelum menjawab. "Belum pasti. Yang jelas Zhaomi sangat ingin Eunhyuk bermain di filmnya nanti".
"Kenapa bukan Donghae saja lawan bermainnya, kenapa harus Kyuhyun". Sungmin mempoutkan bibirnya.
Shindong tersenyum lembut. "Tadinya seperti itu.". diteguknya minuman kaleng miliknya. "Donghae sudah menandatangani kontrak dengan Kangta, jadi peran itu ditawarkan pada Kyuhyun".
Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin lembut. Menarik dagu Sungmin perlahan membimbing yeoja itu agar menatapnya. "Jika kau tak suka. Aku tak akan mengambil kontrak itu Ming". Kyuhyun mengusap pipi berisi Sungmin. "Bila perlu aku hanya akan menerima tawaran iklan saja".
Sungmin terdiam, memutuskan tatapannya dengan Kyuhyun.
"Aku…". Sungmin mencoba menatap Shindong yang dibalas senyuman namja itu. "Aku… terserah kau saja". Ucap Sungmin cepat. Ia mengambil tasnya. Melangkah pergi meninggalkan ruangan Shindong.
Kyuhyun menghela nafasnya pasrah. "Aku permisi hyung. Akan aku hubungi nanti".
Shindong mengangguk paham. "Arraseo". Kyuhyun membungkuk hormat sebelum beranjak berdiri. "Mood Ibu hamil memang selalu berubah-ubah Kyu". Ucap Shindong lagi, taulah karena dirinya sudah pernah mengalaminya saat Nari tengah hamil dulu.
.
.
"Hey~". Kyuhyun memeluk mesra tubuh Sungmin dari belakang. Tak perlu pusing untuk Kyuhyun menemukan keberadaan Sungmin, namja itu sudah tau pasti dimana jika istrinya sedang gundah.
Sungmin tak menanggapi sapaan Kyuhyun, makin menenggelamkan kepalanya di kedua lutut yang ia tekuk. Membiarkan tangan Kyuhyun melingkar bebas diperutnya yang terlihat sedikit mencuat.
"Ada apa dengan mu hm?". Tanya Kyuhyun. ia menenggelamkan wajahnya ditengkuk Sungmin. Menghirup aroma strawberry gel mandi yang melekat ditubuh yeoja itu. "Aku bisa menolaknya jika kau mau".
Sungmin mendongak, membuat kesenangan Kyuhyun mengendus aroma tubuhnya terhenti. "Maaf". Singkat Sungmin membalas pelukan pada tangan Kyuhyun.
"Kenapa minta maaf?".
Sungmin melepas pelukan Kyuhyun. berbalik mengarah pada namja itu. "Maaf aku sudah egois. Harusnya aku tak seperti ini".
Kyuhyun tersenyum. Merengkuh tubuh sintal Sungmin kedalam dekapannya. Posisi terduduk dilantai tak masalah bagi mereka. "Tak apa". Kyuhyun mengecup kepala Sungmin. "Aku suka jika kau seperti ini".
"Maksudmu?".
"Aku suka jika kau cemburu".
Sungmin mendongakkan kepalanya, menatap Kyuhyun tajam. "Aku tak cemburu". Tegas Sungmin.
Kyuhyun tesenyum miring. Melepaskan pelukannya memberi jarak tubuh mereka. "Benarkah?". Perlahan Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin tanpa membuang seringaian diwajahnya.
"Ya~ kau mau apa?". Susah payah Sungmin mendorong balik tubuh Kyuhyun. menahan agar tubuhnya tak terdorong oleh namja itu. Sekuat apapun itu, tetap saja tenaga Kyuhyun lebih besar darinya.
"Making Love~".
Mata Sungmin melolot lebar. Dengan gerakan cepat Kyuhyun membungkan mulutnya. Bergerak lembut namun penuh nafsu diatas bibir Sungmin. Kyuhyun menghisap bibir bawah Sungmin. Mengulum dan menjilatnya kemudian.
Merasa Sungmin tak membalas permainannya, sebelah tangan Kyuhyun membimbing tangan Sungmin mengalung di lehernya, sementara sebelah tangannya lagi menahan beban tubuhnya agar tak sepenuhnya menindih tubuh Sungmin.
Perlahan mata Sungmin terpejam menikmati permainan bibir Kyuhyun. membuka sedikit mulutnya memberi akses masuk lidah suaminya. mengabsen semua yang ada dirongga hangat mulutnya tanpa terkecuali.
"Eungh~". Desahan kecil Sungmin terdengar kala Kyuhyun menggelitik langit-langit mulutnya. Menghisap kuat lidah Sungmin lalu membelitnya.
Sungmin meremas rambut belakang Kyuhyun. melampiaskan kenikmatan yang diberikan namja itu. Kyuhyun memiringkan wajahnya, mempermudah gerakannya mengklaim tiap inchi bibir pink Sungmin.
"Hmmpt~".
Nafas Sungmin mulai tak beraturan. pasokan udara itu terasa makin menipis. Terang saja, karena pagutan panas itu berlangsung cukup lama. Salahkan saja paru-paru mereka yang meronta sesak, mau tak mau Kyuhyun harus mengakhiri kesenangannya. Melepas tautan bibir mereka secara perlahan.
Kyuhyun terkekeh geli melihat wajah sayu Sungmin. Ia mengecup kembali bibir Sungmin yang sedikit membengkak. "Kita lanjutkan di apartemen".
.
.
"Ohhh~". Kyuhyun mendesah merasakan 'junior'nya dihisap kuat didalam lubang Sungmin. Kyuhyun tak mengerti mengapa Sungminnya tetap saja sempit. Bahkan mereka sangat sering melakukannya, atau mungkin miliknya lah yang terlalu besar?.
"Kyuhh~". Kali ini giliran Sungmin yang medesah. Namja itu berhasil menemukan titik tersensitiv Sungmin untuk kesekian kalinya.
Kyuhyun menggerakan tubuhnya pelan, namun namja itu selalu menemukan dimana titik kenikmatan Sungmin. ia mengerang kala lubang Sungmin lagi-lagi makin menjepitnya, memberikan pijatan-pijatan di 'junior'nya.
"Ahh… eungghh~".
Sungmin mendesah nikmat menerima perlakuan manis Kyuhyun. semakin mengeratkan pelukannya saat Kyuhyun lagi-lagi memberinya kenikmatan tiada tara dibawah sana.
"Shhh~ Minnghh~". Kyuhyun makin mempercepat temponya saat dirasakan juniornya makin berkedut didalam Sungmin.
"Eunghh~ Kyuuh~".
Sungmin mendesah hebat saat cairan Kyuhyun kembali memenuhinya, bersamaan dengan miliknya yang membasahi 'junior' Kyuhyun.
baiklah~ ini sudah kali ketiganya Sungmin merasakan hangat cairan Kyuhyun. dan ia sudah merasa sangat lelah.
Brugh~
Kyuhyun menahan dengan kedua sikunya agar tak menindih tubuh Sungmin. Tersenyum manis menatap wajah Sungmin yang terngah-ngah. Kyuhyun pikir, ia bermain sangat lembut kali ini, namun tetap saja begitu menguras tenaga. Ditambah dengan keadaan Sungmin yang tengah mengandung, mati-matian Kyuhyun menahan agar tak menghabisi tubuh Sungmin.
Sungmin menggigit bibir bawahnya saat Kyuhyun melepas tautan tubuh mereka. Kembali mendesah saat Kyuhyun mencium dan menjilat kewanitaannya.
Bibir Kyuhyun berpindah keperut Sungmin lalu mengecupnya lama. "Tumbuhlah dengan baik baby. Appa sangat menyayangi mu".
Sungmin tersenyum. Membelai kepala Kyuhyun yang masih bersarang diperutnya. "Nado appa~".
.
.
Sungmin mengertakan pelukannya di tubuh polos Kyuhyun. menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik suaminya. sepertinya sudah menjadi kebiasaan setelah mereka bercinta. saling berpelukan mesra melepas lelah setelah berkali-kali merasakan orgasme.
Hari masih tampak terang dengan matahari yang belum sepenuhnya tenggelam di ufuk barat. Setelah sampai diapartemennya siang tadi. Kyuhyun langsung saja menyandra tubuh Sungmin. Dan berakhir saat keduanya merasa lelah setelah beberapa jam kemudian.
"Kyu~". Lirih Sungmin.
"Hm?".
Telunjuk Sungmin bergerak random didada Kyuhyun. "Kau terima saja tawaran Zhaomi oppa".
"Eung~?". Kyuhyun mengdengung, alisnya terangkat bingung. "Kau bilang tak suka, kenapa sekarang memintaku untuk menerimanya?".
"Aish… entahlah~ tapi sebaikanya kau terima saja. Lagi pula lawan bermainmu itu Eunhyuk. Aku tak perlu takut, jika kau macam-macam pada Eunhyuk, Donghae pasti akan mematahkan lehermu".
Kyuhyun terkekeh geli. Mengusap punggung Sungmin seduktif. "Kau yakin?".
"Eum". Sungmin mengangguk. "Tak apa".
"Itu masih lama Ming, kau jangan terlalu memikirkannya". Kyuhyun melepas pelukannya, mendudukan tubuhnya bersandar dipunggung ranjang. Selimut yang hanya menutupi bagian bawahnya membuat abs samarnya terlihat jelas dimata Sungmin.
"Benarkah?". Sungmin mengikuti Kyuhyun. duduk bersandar disamping namja seraya memegangi selimut yang menutupi tubuhnya sebatas dada. "Tapi kau tetap harus menandatanganinya segera kan?".
"Eum". Kyuhyun merangkul tubuh Sungmin. "Tapi tak asal menandatanganinya Ming. Banyak yang harus aku pelajari lagi".
Sungmin mengangguk paham. ia merebahkan kepalanya di bahu Kyuhyun. memeluk sebelah tangan namja itu erat. "Kyu~". Panggilnya.
"Apa sayang?".
"Gendong aku ke kamar mandi. Aku ingin mandi, tubuhku sangat lengket Kyu~". Keluh Sungmin sembari mengembungkan pipinya.
Kyuhyun tertawa. "Baiklah". Ia beranjak dari duduknya hendak menggendong Sungmin. "Tapi tak gratis noona. Satu ronde tambahan sepertinya cukup".
"Ya!". Sungmin memukul dada Kyuhyun saat tubuhnya sudah dalam gendongan namja itu. "Aku lelah Kyu~".
Tak mengindahkan ucapan Sungmin. Kyuhyun terus melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. "Ya!". Ucap Sungmin kesal.
"Arraseo, aku hanya bercanda Ming".
.
.
.
.
"Ming sayang~".
Sungmin terus memperhatikan layar televisi yang menayangkan drama favoritnya. Tak memperdulikan Kyuhyun yang tengah merengut kesal di bangku meja makan.
"Aku malas Kyu, kau bisa memasaknya sendiri tanpa menyuruhku bukan?".
Kyuhyun berdecak sebal. Memutar mutar ramen instan mentah yang ia letakan diatas meja. "Tapi aku tak tau caranya memasak Ming".
"Ada petunjuk memasak dibalik kemasannya. Kau ikuti saja petujuk itu Kyu".
Kyuhyun kembali bedecak. Ini adalah kali pertamanya Kyuhyun bergulat dengan alat dapur. Jika bukan karena perutnya yang meronta lapar, ia tak akan mau melakukan hal yang disebut memasak.
Sungmin bukan tak memasak makan malam sehingga membiarkan Kyuhyun menyantap ramyeon. Yeoja itu sudah memasakan Sup daging sebagai menu makan malam mereka. Namun tiba-tiba saja Kyuhyun tak berselera dengan daging, dan merengek ingin memakan Remyeon buatan Sungmin.
"Bagaimana menyalakan kompornya Ming".
"Tekan lalu putar".
"Dimana kau meletakan pancinya?".
"Di lemari bawah, kau buka saja".
"Tak ada Ming!".
"Ada. Kau cari yang benar!".
"Ya~ airnya seberapa banyak Ming".
Sungmin tertawa geli. Tangannya terulur mengusap lembut perutnya "Kau nakal sekali eoh? Eomma yakin kau yang memintanya kan?". Ucap Sungmin mengajak bicara bayi dalam perutnya.
"Kasihan appa mu chagi". Sungmin menoleh kearah dapur. Memperhatikan Kyuhyun yang nampak kesusahan menyalakan kompor gas. "Lihatlah, tampang pabbo appamu, sangat menggelikan".
"Kajja kita bantu appa mu sayang".
Sungmin menghela nafasnya. Beranjak menyusul Kyuhyun didapur. Ia tak mau jika dapurnya akan hancur ditangan Kyuhyun hanya karena sebungkus Ramyeon. Membayangkan saja Sungmin sudah bergidik ngeri.
"Astaga Kyu~ kau ingin memasak Ramyeon atau membuat kolam ikan hah?".
.
.
.
.
Pemutaran pertama film Hanggeng dengan pemeran utama Kyuhyun dan Taemin berjalan sukses. Terbukti dengan jumlah tiket yang terjual habis di berbagai bioskop Korea Selatan.
Tujuh bulan berlalu, Film bertemakan kisah anak sekolah itu mendapatkan kesempatan menempati posisi nominasi film terfavorite Movie awad tahun ini yang akan diadakan beberapa hari lagi. begitu juga dengan Kyuhyun dan Taemin. Dua artis itu terpilih sebagai nominasi aktor dan aktris terfavorite bersaing dengan Lee Minho, Go Hyesung, Song Jongki dan juga Kang Sora.
"Menyebalkan sekali".
Sungmin menolehkan pandangannya pada Eunhyuk. Yoeja itu menampakan wajah kesal setelah membaca pesan diponselnya. Sore ini dua yeoja itu memilih menikmati cuaca cerah kota Seoul bersama, mengingat Kyuhyun dan Donghae memiliki jadwal melakukan recording acara Radio Star chanel MBC.
"Waeyo?". Tanya Sungmin.
"Kau tau Ming. Donghae itu sangat menyebalkan". Geram Eunhyuk. Ia menyesap milk shake strawbery yang dipesannya. "Benar-benar menyebalkan".
"Ya sudah, kau putuskan saja". Ujar Sungmin enteng.
"Ya~".
Sungmin tertawa geli. "Kau sendiri yang mengatakan jika Donghae itu menyebalkan, kenapa kau tak mau memutuskannya".
Bibir Eunhyuk mengerucut. "Aku mencintainya Ming, enak saja kau memintaku memutuskannya".
Sungmin kembali tertawa. "Memangnya ikan itu melakukan apa sampai kau kesal begini hm?".
"Aish~ tak tau. Yang jelas ikan jelek itu sangat menyebalkan".
Sungmin memutar malas kedua manik kembarnya. Menyuap potongan kentang goreng kedalam mulutnya. Ini bukan kali pertamanya Eunhyuk merajuk tanpa alasan. Sungmin tak lagi heran akan itu. "Aneh sekali".
Eunhyuk mengedikan bahunya, tak begitu memperdulikan ejekan Sungmin. Yeoja itu kembali disibukan dengan pesan masuk diponselnya.
"Ku dengar Kibum sedang hamil".
"Eum" Sungmin mengangguk. "Tiga bulan. Dan Kibum baru menyadari jika dia hamil".
Eunhyuk tertawa lirih, membenarkan ikatan rambutnya yang sedikit mengendur. "Dia terlalu sibuk dengan butiknya sampai tak menyadari jika dirinya hamil".
Sungmin kembali mengangguk mengiyakan ucapan Eunhyuk. "Dan Siwon tak membolehkannya kerja kembali". Sungmin membelai perut buncitnya, menggigit kecil bibir bawahnya saat malaikat kecilnya menendang dinding perutnya. "Lalu, kapan kau akan menikah dengan pangeran ikanmu itu?". Tanya Sungmin.
"Aish~ jangan membicarakan ikan jelek itu Min. aku sedang tak ingin mendengar namanya".
Sungmin terbahak. "Waeyo?". Ucapnya masih tertawa.
Eunhyuk mencebikan bibirnya. "Berhenti menertawaiku Min". ucapnya kesal. "Hey~ Kapan kau akan melahirkan?".
"Dokter bilang dalam minggu ini".
"Omo~ harusnya kau berdiam dirumah Min, bukan berkeliaran seperti ini".
"Aku bosan dirumah Hyuk". Keluh Sungmin.
Eunhyuk berdecak mendengarnya. "Apa Kyuhyun tau?".
"Aku tak memberitahunya".
"Ya! Kau ini! senang sekali menyembunyikan sesuatu dari bocah itu".
Sungmin menampakan cengirannya. "Tak apa Hyuk. anggap saja kejutan untuknya". Ucapnya yang dibalas dengan dengusan kesal Eunhyuk.
Sungmin mengambil ponselnya yang bergetar. Menekan tombol hijau setelah membaca nama Kyuhyun dilayar itu sebelumnya yeoja itu meminta waktu sejenak pada Eunhyuk.
"Yeobseo". Sapa Sungmin.
"…".
"Aku di caffe biasa".
"…".
"Iya. Aku tak melakukan hal yang membuatku lelah Kyu. Kau tenang saja".
"…".
"Aku dengan Eunhyuk. Apa kau sudah selesai?".
"…".
"Baiklah, aku tunggu".
Sungmin memutuskan sambungannya setelah membalas ucapan sayang dari Kyuhyun. meletakan kembali ponselnya didalam tas Branded pemberian Kyuhyun. "
"Kyuhyun akan kemari?". Tanya Eunhyuk.
"Ya. Dengan pangeran ikanmu".
"Aish~ mengapa bocah itu mengajak ikan jelek itu kemari".
.
.
.
.
19.50.
Kyuhyun melihat lagi jam yang melilit ditangannya. Menolehkan kepalanya kearah pintu kamarnya dengan Sungmin.
Namja dengan setelan jas hitam dan kemeja biru yang membalut tubuhnya itu bersiap pergi menghadiri acara Movie Award bersama dengan Sungmin. Sebagai salah satu pembaca kategori penghargaan namja itu harus datang lebih awal untuk melakukan breefing sebelumnya.
Kyuhyun mengerutkan dahinya. Sudah lebih dari 10 menit Sungmin mengurung diri dikamar sejak ia pergi dari sana. Padahal yeoja itu hanya tinggal merapikan tatanan rambutnya saja. Kyuhyun kembali melirik jam ditanganya, ini sudah menit kelima belas pintu itu tertutup rapat.
"Astaga Ming~".
Mata Kyuhyun membulat setelah membuka pintu kamarnya. Manik matanya menangkap tubuh Sungmin yang terduduk ditepi ranjang seraya merintih memegangi perut besarnya yang tertutup gaun berwarna hitam.
"Kyuhh~". Sungmin menggigit kuat bibir bawahnya. Menahan sakit yang mejalar di sekitar perutnya. Peluh keringat sudah membanjiri dahi yeoja itu. Wajahnya pun tampak putih memucat.
"Sakk… kit.. Kyuhh eungghh~". Rintih Sungmin.
Kyuhyun berlari cepat menghampiri Sungmin. Merangkul tubuh lemah itu dengan wajah panik. "Kau kenapa Ming?".
"Ahk.. kyuhh sakk.. kit..". Sungmin terus mengerang. Memegang erat perutnya saat kontraksi itu kembali dirasakan.
"Omo~ apa ini sudah waktunya?". Ujar Kyuhyun panik. Nampak bingung harus berbuat apa. Tangannya terulur bergantian mengusap punggung dan perut besar Sungmin.
"Bawa akkuuhh ke rum.. mah.. sakkit.. bodoh!".
Kyuhyun terdiam. Belum mencerna betul ucapan Sungmin.
"Sekarang Kyuuu!".
Kyuhyun mengerjapkan matanya tersadar. Dengan sigap ia menggendong tubuh Sungmin. yeoja itu terus merintih memegangi perutnya. Ia sedikit merasa sulit saat membuka pintu mobilnya. Dengan hati-hati namja itu mendudukan Sungmin di bangku samping kemudi, tak lupa memasang seat belt di tubuh Sungmin.
"Bertahanlah Ming".
Demi apapun Kyuhyun tak sanggup melihat wajah kesakitan Sungmin. Bila perlu dirinya saja yang merasakan sakit. Kyuhyun sesekali mengalihkan pandangannya pada Sungmin. Beruntunglah jalanan kali ini tak terlalu ramai.
"Atur nafasmu Ming".
Sungmin mengangguk. Mengatur nafasnya sebisa mungkin. ia masih memegangi perutnya walau rasanya tak sesakit tadi.
"Akhhh~~". Sungmin kembali mengerang saat perutnya kembali berkontraksi. Seperti ada sesuatu yang mendesak keluar di bawah sana.
"Bersabarlah Ming". Ucap Kyuhyun khawatir. Berulang kali ia mengalihkan pandangannya pada Sungmin. Peluh keringat makin membanjiri wajah yeoja itu.
Kyuhyun mengambil ponsel disakunya. Mencoba menghubungi nama seseorang yang tertera disana.
"Kibum noona. Sungmin akan melahirkan".
.
.
.
T.B.C
Anyeong haseyo~~
Arraseo arraseo arraseo ini semakin aneh… kkk~
Oh iya, kayaknya next chap bakalan end. Jadi saya sengaja buat ngebut. Mohon maklum atas keanehannya. *bow
Seperti biasa. Saya ngga bakal bosen ngucapin terima kasih buat chingudeul yang udah baca dan review. Saya ngga nyangka fic ini bakal di respon. GOMAWOYO~.
Okelah, karena udah mau end. Sempatkan Review lagi yah. Itu alasan terbesar saya buat namatin fic ini.
GOMAWOYO~ SARANGHAE~
Special Thanks To :
JSJW407 : zoldyk : deviyanti137 : sitara1083 : UyunElfRyeowook : wuhan : ajid kyumin : zaAra evilkyu : Rianichi : seo sae na : myeolchi gyuhee : cloudswan : hyuknie : ny cho evil : imAlfera : Iam E. L. F and JOYer : NurLarasati13 : babychoi137 : Ria : zi'Pumpkins : PaboGirl : prfvckgyu : cuttianisa : Minhyunni1318 : dirakyu : Guest : Maximumelf : Lee chaRaa : Babyjoy : Cywelf : arisatae : Cho Rai Sa : Zen Liu : Lee'90 : Kyumin joyer : Andrea brittania Fleischer : Heldamagnae : abilhikmah : Guest : Sifa : pinzame : Sazkia Siwonest ELF : tarry24792 : kyuminjoy : Alfia Retno S : Airi Tanaka : Kim Shippo : onkey Shipper04 : Arisa Nakanishi : Luvori19 : nurmala Indah : Lilin Sarang Kyumin : cutevilpinkiss : Miyoori29
