Mulai chapter ini cerita akan berfokus pada perjalanan cinta kedua tokoh utama kita (Miku & Mikuo). Di chapter ini jg mngkin akan ada sdikit pmanasan konflik

Meet reading, Minna :D

Story start!


Chapter 10: Am I a Weak-Kneed Girl?


Disclaimer: Vocaloid belongs to Yamaha, not my own

Rated : T

Genre : Friendship, Romance, Drama

Pairings :

Mikuo x Miku

Kaito x Meiko

Len x Rin

Gakupo x Luka

Oliver x Lily

Nero x Neru

Akaito x Gumi

Don't like, don't read it!

.

.

.

.

.

Miku dan Gumi masih berada di ruang tamu. Rin sudah menunggu Miku daritadi namun Miku masih juga belum kembali ke kamar. Rin dan Mikuo pun memutuskan untuk berjalan ke ruang tamu mencari Miku. Sesampainya di sana, Rin dan Mikuo melihat Miku sedang duduk di sofa sambil berbincang-bincang dengan seorang gadis berambut hijau pendek yang terlihat seusia dengan mereka. Rin yang merasa penasaran segera berjalan menghampiri mereka berdua, sementara Mikuo mengikuti di belakangnya

"Kau kenal dia?" Rin menulis sambil memperlihatkannya pada Miku

"Ya". Jawab Miku

"Watashi wa Nakajima Gumi desu. Aku adalah sahabat Miku sejak kecil. Oh ya, apa kau baru tinggal di sini? Dulu ketika aku masih di sini aku tidak pernah melihatmu, yang kudengar dari para suster, kau adalah Kagami Rin dan...". Gumi menghentikan perkataannya, ia menatap Mikuo. Sementara Mikuo terdiam di tempatnya

"Oh, jadi kau orangnya!" seru Gumi, ia terlihat senang

"G-Gumi? Apa ada yang salah?" Miku bertanya namun Gumi malah mengabaikannya

"Jadi kau Shigure Mikuo? Seperti yang dikatakan oleh orangtuaku, kau terlihat tampan". Gumi berkata sambil berjalan mendekati Mikuo dan mengenggam tangannya yang gemetaran

"Gumi, ada apa ini? Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Miku, ia terlihat kebingungan

"Menjauhlah dari Mikuo!" tulis Rin

"Apa yang akan kau lakukan, Rin?" tanya Gumi

"Aku tidak bisa membiarkanmu bersikap seperti itu padanya hanya karena kau ingin bicara dengannya. Sekarang beritahu aku apa yang terjadi?!" seru Miku

"Mikuo.. dia adalah calon tunanganku". Kata Gumi, ia terlihat senang

"Apaaa?! Kau bilang apa barusan?!" seru Miku, ia amat terkejut akan perkataan Gumi

"INI TIDAK MUNGKIN!" tulis Rin

.

.

.

Masih berada di ruang tamu, mereka berempat sedang duduk di sana sambil berbincang-bincang...

"Maafkan sikapku yang tadi, aku terlalu berlebihan". Kata Gumi

Mikuo menundukkan kepalanya

"Kau tahu, ibuku dan ibu Mikuo sudah mengatur perjodohan ini jauh-jauh hari dari Amerika. Mereka mempersiapkan semua ini khusus untuk kami berdua. Ibu Mikuo mengirimkan sebuah surat pada Mikuo, ia ingin memberitahukan padanya tentang perjodohan ini. Tapi sampai sekarang Mikuo masih belum juga membalas suratnya, jadi ibuku menyuruhku untuk kembali ke Jepang supaya aku bisa bertemu dengannya. Aku ingin menemuinya, aku sangat penasaran seperti apa calon tunanganku. Setelah melihatnya kupikir dia cukup kawaii juga". Kata Gumi, ia terlihat senang

"Jadi itu sebabnya kenapa akhir-akhir ini Mikuo terlihat tidak bersemangat, dan surat yang dia genggam saat liburan kemarin? Apakah mungkin itu adalah surat yang dikirimkan oleh ibunya?" Miku bertanya pada dirinya sendiri, ia baru menyadarinya

"Senang bertemu denganmu, Mikuo-sama". Gumi berkata sambil mengenggam tangan Mikuo, Mikuo merasa heran

"Mulai hari ini aku akan tinggal di sini, mohon bantuannya". Kata Gumi sambil tersenyum


/Vocaloid Junior High School

Saat jam istirahat siang, mereka berkumpul di kantin sekolah dan menceritakan kejadian yang kemarin terjadi di panti asuhan...

"Apaaa?! Mikuo dijodohkan?!" Mereka semua sama kagetnya dengan Miku

"Jadi yang pertama kali dijodohkan adalah Gakupo, kemudian yang kedua Len. Lalu yang ketiga adalah Mikuo...". kata Meiko sambil menghela napas

"Kuharap aku bukan yang selanjutnya". Kata Kaito

"K-Kaito". Kata Meiko

"Oh ya, ngomong-ngomong seperti apa gadis itu?" tanya Gakupo

"Dia gadis yang keras kepala, meskipun dia sudah tahu kalau Mikuo tidak menyukainya. Tapi sepertinya dia sangat serius dengan perjodohan itu". Tulis Rin

.

.

.

Saat sedang berbincang-bincang, tiba-tiba saja Gumi datang menghampiri mereka semua...

"Mikuuu!" seru Gumi

"Gumi? Kau di sini?" tanya Miku

"Bagaimana kau bisa ke sekolah kami?" tanya Rin

Gumi melompat ke arah Miku dan memeluknya

"Maaf, mungkin kalian semua masih belum mengenalnya. Dia adalah temanku sejak kecil". Kata Miku

"Haii! Watashi wa Nakajima Gumi desu. Senang bertemu dengan kalian semua". Katanya sambil tersenyum

"Dia sangat bersemangat". Kata Gakupo

"Dan juga periang". Kata Kaito

"Gumi, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Meiko

Gumi mengabaikan perkataan Meiko

"Di mana Mikuo ku?" tanya Gumi

"Sial! Dia samasekali tidak mendengarkanku!" seru Meiko

"Tadi dia bilang padaku kalau dia mau ke toilet sebentar, tapi sampai sekarang dia masih belum juga kembali". Kata Miku

"Bagaimana kau tahu sekolah kami?" tanya Len, namun sekali lagi Gumi mengabaikannya. Len hanya bisa menghela napas pelan

"Wahh! Di sini banyak pria tampan, kalian semua terlihat mengagumkan. Tapi sayangnya kalian bukanlah tipe kesukaanku, hanya Mikuo lah tipe kesukaanku". Kata Gumi, sementara itu terlihat ada sedikit rona merah di wajahnya

"Jadi?" tanya Len

"Ini membuatku kesal". Kata Kaito

"Gadis itu menolakku, tidaaakk!" seru Gakupo

Mikuo baru saja kembali dari toilet. Gumi yang melihat Mikuo sudah kembali langsung berjalan mendekatinya...

"Mikuo-kun!" seru Gumi sambil memeluknya

"Apaaa?!" seru mereka semua

"Dia sangat agresif". Kata Kaito

"MENJAUHLAH DARI MIKUO!" tulis Rin

"Ini terlalu cepat". Kata Meiko

"Sifatnya mudah berubah". Kata Miku

"Membosankan, bagiku hal ini sudah biasa". Kata Len

Rin mendengar perkataan Len barusan dan menatapnya

"Eh?" tanya Len

Rin masih saja mengabaikan Len

"Aku merindukanmu, Mikuo-kun". Gumi berkata sambil memeluk Mikuo

Mikuo terlihat amat terkejut

Beberapa menit kemudian bel sekolah berbunyi, menandakan bahwa pelajaran selanjutnya akan segera dimulai...

"Ayo kita kembali ke kelas, Kiyoteru sensei akan segera masuk". Kata Meiko

"Baiklah, ayo!" tulis Rin

"Mikuo, ayo cepat!" seru Miku

"Sampai ketemu nanti, Mikuo". Gumi berkata sambil melepas pelukannya

.

.

.

Seusai kelas, mereka berkumpul di halaman depan sekolah...

"Ja nee, Miku, Rin, Mikuo!" kata Meiko

"Sampai jumpa, Miku". Kata Kaito

"Ja nee!" seru Miku

"Sampa jumpa, baka onna". Kata Len

Rin berjalan lurus ke arah Kaito dan Meiko lalu mengucapkan sampai jumpa pada mereka, ia masih saja mengabaikan Len

"Haizz!" seru Len, ia terlihat frustasi

"Sayounara, My little kittens". Kata Gakupo

"Sayounara, Gakupo-sama! Kyaaaa!" Gadis-gadis itu berteriak, salah seorang diantara mereka ada yang menangis

"Ada apa dengan gadis-gadis itu?" tanya Meiko, ia terlihat heran

"Ayo cepat pulang, dasar playboy!" seru Kaito sambil menyeret Gakupo dari kerumunan para gadis

"Sayounara, Koneko-chan". Kata Gakupo pada gadis-gadis itu


Di panti asuhan, Gumi sedang menunggu Miku di ruang tamu. Sudah 20 menit ia menunggu di sana, tak lama kemudian Miku pun tiba...

"Miku, aku sudah menunggumu daritadi tahu! Kau ini kemana saja sih?!" seru Gumi, ia terlihat kesal

"Gomen, tadi di kelas ada piket, jadi aku terlambat pulang. Gumi, apa kau benar-benar akan mengajak Mikuo pergi bersamamu?" tanya Miku

"Aku tidak akan pergi bersamanya sekarang, tapi aku akan mengajakmu pergi sebentar". Gumi berkata sambil menarik Miku keluar dari panti asuhan

"G-Gumi, t-tunggu! Kita mau kemana?!" seru Miku

"Ke mana kau akan membawa Miku pergi?!" tulis Rin

"Ke suatu tempat". Kata Gumi

Mikuo yang melihatnya merasa sedikit cemas


Miku dan Gumi tiba di sebuah taman...

"Hei, mau apa kita kema...". Miku bertanya namun Gumi malah bertanya balik padanya

"Miku, kita ini teman kan?"

"Y-Ya, memangnya kenapa?" tanya Miku

"Kalau begitu tolong beritahu aku, menurutmu gadis seperti apa yang disukai Mikuo?" tanya Gumi

"Eh?! Apa maksudmu?!" tanya Miku, ia sedikit terkejut

"Jadi kau juga tidak tahu yah? Seharusnya kau tahu, bukankah kalian berdua sudah berteman sejak dari kecil?" tanya Gumi

"G-Gumi..". kata Miku

"Atau kau tidak ingin mengatakannya padaku?" Gumi bertanya, terlihat ada sedikit senyuman terpampang di wajahnya

"Hmm, d-dia menyukai gadis yang...". Miku berkata namun ia teringat akan Mikuo. Wajahnya, senyumnya, sejak pertama kali mereka bertemu di panti asuhan. ia merasa kalau saat ini hatinya seperti sedang ditusuk oleh ribuan jarum yang teramat tajam. Ia tidak ingin mengatakannya pada Gumi, tapi bagaimana pun juga ia harus...

"Apa tipe gadis kesukaannya? Katakan padaku?!" seru Gumi

"Tipe gadis yang dia sukai adalah...". Miku berkata namun tiba-tiba saja air mata mengalir menuruni pipinya tanpa ia sadari

"Miku, kenapa kau menangis?" tanya Gumi, ia terkejut karena melihat Miku yang menangis secara tiba-tiba

"Eh? A-Aku menangis?" Miku berkata namun air matanya tetap tidak mau berhenti, membasahi wajahnya

Gumi amat terkejut, ia pun tersenyum pada Miku

"Sudahlah, tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksamu, nanti aku akan menemukannya sendiri". Katanya

"Ja nee". Gumi berkata sambil berjalan pergi meninggalkan taman, sementara Miku masih terdiam di tempatnya


Miku tiba di panti asuhan, ia segera masuk ke kamarnya. Rin yang melihat keadaan Miku merasa sedikit cemas...

"Miku, kau tidak apa-apa?" tulis Rin

"Aku baik-baik saja, Rin. Jangan cemas". Jawab Miku

.

.

.

Malam harinya, Miku tidak bisa tidur dengan tenang. Ia pun berjalan keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Mikuo. Sementara itu di kamarnya, Mikuo sedang duduk di atas tempat tidur. Tak lama kemudian ia mendengar pintu kamarnya terbuka, Miku masuk ke dalam kamarnya kemudian ia berjalan mendekati Mikuo dan duduk di sampingnya

"Mikuo, aku benar-benar tidak menyangka kalau Gumi akan berbuat seperti itu". Kata Miku

Mikuo menatapnya

"Hei, apa yang kau sembunyikan di belakangmu?" tanya Miku, ia melihat Mikuo sedang mengenggam sebuah kotak kecil berwarna hijau, mirip seperti sebuah kado

Mikuo mengellengkan kepalanya

"Perlihatkan padaku!" seru Miku

Miku berhasil mendapatkan kotak itu, ia pun membuka dan melihat isinya. Sebuah hairclips yang mirip seperti punya Rin, hanya saja berwarna hijau

"Kado ini untuk siapa?" tanya Miku

"Untuk Gumi, menurut data yang dikirimkan ibuku dari Amerika, besok adalah hari ulang tahunnya". Mikuo menulis pada sebuah kertas

"Kau ini romantis sekali, kalau seperti ini dia pasti akan sangat senang". Kata Miku sambil tersenyum

"Miku, bisakah tolong berikan ini padanya? Aku tidak bisa". Tulis Mikuo

"Tidak, kau sendiri yang harus memberikannya". Kata Miku

Mikuo terlihat murung

"Baiklah kalau memang itu yang kau inginkan". Kata Miku sambil menghela napas, ia pun mengambil kotak kado tersebut dari tangan Mikuo dan segera kembali ke kamarnya

.

.

.

Pagi harinya, mereka bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah...

"Waktunya berangkat!" seru Miku, namun tiba-tiba saja ia menyadari kalau kado yang semalam ia letakkan di meja kamar menghilang

"Heh? Di mana kadonya? Bukankah semalam aku menaruhnya di sini?" Miku bertanya pada dirinya sendiri, sementara ia sibuk mencari di mana ia meletakkan kotak kado tersebut

"Miku, cepatlah! Kita akan terlambat masuk kelas!" tulis Rin

Sementara Mikuo hanya mengangguk

"Kalian berdua pergilah duluan, aku masih harus mencari sesuatu". Kata Miku

"Kau yakin?" tulis Rin

"Ya". Jawab Miku

Mikuo dan Rin pergi meninggalkan panti asuhan

Setelah lama mencari, Miku pun menemukan kado yang semalam Mikuo berikan padanya. Miku lupa kalau semalam ia meletakkan kado tersebut di dalam lemari pakaian...

"Astaga! Ternyata kadonya ada di dalam sini, kenapa aku bisa lupa?!" seru Miku, ia pun melirik jam tangannya kembali. Tinggal 20 menit lagi sebelum kelas dimulai

"Baiklah, waktunya berangkat!" seru Miku sambil berjalan keluar panti asuhan

.

.

.

Di tengah jalan, tiba-tiba turun hujan...

"Aaahh! Lagi-lagi hujan, benar-benar menyebalkan! Malah aku tidak bawa payung!".seru Miku, ia terlihat kesal karena tiba-tiba saja hujan

"Kabutnya juga sangat tebal, kalau begini bagaimana aku bisa melihat jalan?". Kata Miku


/Vocaloid Junior High School

Di dalam kelas...

"Ohayou!" seru Meiko

"Oh ya, ngomong-ngomong di mana Miku?" tanya Kaito

"Dia bilang nanti akan menyusul". Tulis Rin

"Di tengah hujan lebat dan kabut tebal seperti ini, kurasa hari ini kelas akan diliburkan. Di mana dia? Kenapa sampai sekarang dia masih belum juga datang?" tanya Gakupo

"Aku jadi cemas". Tulis Rin

Mikuo juga merasa sedikit cemas karena daritadi Miku masih belum juga tiba di kelas


Sementara itu di jalan...

"Kabutnya tebal sekali, aku tidak bisa melihat dengan jelas". Miku berkata namun ia tersandung dan hampir saja terjatuh. Beruntung tangannya berpegang pada sebuah tiang yang menggantung di jalan, namun ia menyadari kalau kotak kado yang tadi ia bawa terjatuh di jalanan

"Hari ini aku benar-benar sial!" seru Miku sambil mencoba untuk mencari kotak kado yang tadi terjatuh

"Akhirnya ketemu juga! A-Aaahhh!" Miku berkata namun tiba-tiba saja ia terpeleset dan terjatuh ke dalam jurang, ia pun terluka

"Ittaii! Sakit sekali, aku tidak bisa memanjat, bagaimana ini.. hujannya juga masih belum berhenti. Meskipun aku pergi, aku juga tidak bisa melihat jalan dengan jelas. Kabut ini benar-benar menghalangi pandanganku. Di sini dingin sekali.. S-Se..seorang... t-to..long .. a-aku..". kata Miku


/Vocaloid Junior High School

Mikuo sedang memegang buku catatan milik Miku yang ia pinjam beberapa hari lalu. Tiba-tiba saja buku itu terjatuh dari genggaman tangannya

"Eh?!" tulis Rin

Mikuo merasakan firasat buruk. Ia mulai mengkhawatirkanMiku. Mikuo segera berlari keluar kelas dan pergi mencari Miku

"Mikuo?! Kau mau ke mana? Di luar sana masih hujan!" seru Kaito, namun Mikuo tidak mendengarkan perkataan Kaito. Ia terus berlari keluar


Mikuo melihat keadaan di sekelilingnya, di luar sana kabut begitu tebal dan cuaca sangat dingin. Tiba-tiba Mikuo mendengar sebuah suara, seperti ada seseorang yang memanggilnya

"A-Aku s-san..gat k-ke..dingin..an, t-to..long a-aku...". Miku berkata, ia hampir saja pingsan karena cuaca di luar sana sangat dingin

Mikuo segera berlari untuk mencari darimana suara itu berasal. Ia terkejut saat melihat Miku berada di dasar jurang. Mikuo segera berjalan menghampirinya, namun ia kurang hati-hati sehingga kakinya tersandung dan terjatuh. Mikuo juga terluka tapi tidak separah Miku

"S-Seseorang d-datang". Kata Miku

Mikuo menggendong Miku di belakang punggungnya

"K-Kaito, apa itu kau?" Miku bertanya, ia tidak dapat melihat dengan jelas siapa orang yang telah menolongnya, karena ia merasa kedinginan dan kepalanya juga sedikit pusing

Mikuo terkejut

"Kaito, apa kau pernah jatuh cinta pada seseorang tanpa kau sadari?" tanya Miku

Mikuo tetap mendengarkan sambil mencoba untuk memanjat tebing

"A-Aku merasakannya sekarang". Kata Miku

Mikuo yang mendengarnya langsung terkejut

"Kau ingin tahu kenapa aku bisa sampai terjatuh di sini? Itu karena aku mencoba untuk mencari kembali kado yang Mikuo percayakan padaku untuk diberikan pada Gumi di hari ulang tahunnya. Aku menyimpannya sebentar. Kau tahu, sebenarnya aku hanya tidak ingin kado itu hilang lagi. aku tidak mengerti kenapa, tapi aku merasa kalau aku ini sangat egois. Aku bahkan ingin menjadikan kado itu sebagai milikku, karena itu dari...". Miku melanjutkan perkataannya

Mikuo masih mendengarkan, ia terdiam untuk sementara

"Itu dari Mikuo, aku jatuh cinta padanya tanpa kusadari". Kata Miku


Mikuo membawa Miku ke panti asuhan. Setelah itu ia segera kembali ke sekolah dan memberitahukan pada teman-teman yang lain bagaimana keadaan Miku. Mereka semua merasa prihatin dan segera pergi menuju panti asuhan untuk menjenguknya. Sesampainya di panti asuhan, Miku sedang tidur di kamarnya dengan beberapa plester yang menempel di wajahnya dan perban yang membalut tangannya

"A-Apa? Miku terluka?" tulis Rin

Mikuo hanya mengangguk

"Syukurlah kalau lukanya tidak terlalu parah". Kata Meiko

"Baguslah kau memberitahu kami, Mikuo". Kata Kaito

"Siapa sangka kalau kejadian seperti ini akan terjadi?" kata Gakupo

"Semuanya, tolong biarkan dia beristirahat dulu". Kata seorang suster

Mereka pun berjalan keluar dari kamar


Hari demi hari, bulan demi bulan telah berlalu. Tanpa disadari kini Miku dan teman-temannya sudah memasuki tahun terakhir mereka di SMP...

/Vocaloid Junior High School

"Jadi, pesta kelulusannya besok yah?" tanya Meiko

"Aku akan bertemu dengan para gadis-gadis lagi, hehehh". Kata Gakupo

"Aku akan mengundang Luka dan Lily untuk datang". Kata Len

"Baiklah kalau begitu, aku juga akan mengundang Neru". Kata Kaito

"A-Apa?! Hei, j-jangan!" seru Len


Pesta kelulusan pun tiba. Seluruh siswa dan siswi yang hadir terlihat amat mengagumkan...

"Gakupo-sama, kau sangat tampan! Malam ini maukah kau berdansa denganku?! Kyaaaa!" seru gadis-gadis itu

"Arigatou, My little kittens. Kalian lihat, aku sudah datang kemari bersama seseorang. Jadi kalian semua menyerahlah, hahaha!" Gakupo berkata sambil mengenggam tangan Luka dan memeluknya, kemudian ia mencium keningnya

Luka terkejut dengan aksi Gakupo yang menurutnya sangat tiba-tiba, wajahnya pun merona merah

"Luar biasa, Gakupo. Kau melakukan itu pada para gadis". Kata Meiko

"M-Meiko, malam ini maukah kau berdansa denganku?" tanya Kaito, sementara itu terlihat ada sedikit rona merah di wajahnya

"B-Baiklah". Jawab Meiko, wajahnya juga ikut merona

Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan

"Mereka semua sangat menikmati acara mereka masing-masing. Baguslah kalau sekolah ini ternyata mengizinkan siswa-siswinya untuk mengundang teman-teman mereka dari sekolah lain supaya bisa ikut datang kemari juga". Lily berkata dari balik tembok

"Lily, maukah kau berdansa denganku?" tanya seorang pemuda

"Oliver?!" seru Lily, ia terkejut

"Tolonglah, ini permintaanku sebagai tunanganmu". Kata Oliver sambil berlutut dan mencium punggung tangan Lily

"B-Baiklah, ayo!" jawab Lily

"R-Rin, malam ini kau sangat cantik". Kata Len

"Tinggalkan aku sendiri!" tulis Rin, kemudian ia berlari keluar dari tempat pesta. Len pun mengejarnya

.

.

.

Len masih mengejar Rin. Ia melihat Rin sedang berdiri dekat air mancur. Len merasa lelah karena daritadi ia terus-terusan berlari mengejar Rin...

"Hei, kenapa kau masih saja mengabaikanku?" tanya Len

"Kau bilang kau tidak suka padaku. Kau memeluk Neru. Kau bilang kau tidak suka padanya. Apa artinya semua ini?! Katakan padaku?!" Rin menulis sambil menangis

Tapi Len malah memeluknya, Rin amat terkejut akan perlakuan Len

"Kejadian itu sudah lama berlalu, kenapa kau masih saja mengingatnya? Jadi itu alasan kenapa sampai sekarang ini kau selalu saja mengabaikanku, lagipula Neru juga sudah menerimanya. Ia sudah sadar kalau aku ini tidak pantas untuknya. Dia sudah mengungkapkan perasaannya padaku saat malam itu". Len berkata, sementara itu Rin menutup matanya. Ia menangis terisak-isak

"Jika kau tidak percaya padaku, abaikan aku. Jika kau tidak ingin aku memelukmu, dorong aku. Jika kau tidak suka padaku, tolak aku. Dan jika kau tidak mencintaiku, menjauhlah dariku". Kata Len

Rin menjatuhkan sketchbook miliknya. Ia memeluk Len dengan erat dan menangis terisak-isak. Len membiarkan Rin menangis di pelukannya


Di tempat pesta...

Hp Miku tiba-tiba saja berbunyi. Ia segera memeriksanya, ternyata Gumi menelponnya

"Miku, bisa tolong panggilkan Mikuo. Aku sudah sampai, ingatkan padanya juga supaya jangan lupa membawa kadonya". Kata Gumi

Tak lama kemudian Mikuo tiba, ia menatap Miku, sementara itu wajah Miku merona merah

"Sekarang kau harus bertemu dengan Gumi, ini kadonya. Sudah 2 tahun sejak kejadian itu, saat kado ini terjatuh dan hampir hilang di jurang. Untungnya aku berhasil menemukannya kembali, meskipun harus terluka". Miku berkata sambil memberikan kotak kado itu pada Mikuo

"Katakan padanya kalau ini adalah hadiah darimu. Pergilah, aku yakin dia pasti akan sangat senang menerima hadiah darimu". Miku berkata namun Mikuo malah memeluknya

"M-Mikuo? Pergilah! Temui Gumi, dia sudah menunggumu di luar sana". Miku berkata sambil mendorong Mikuo. Mikuo merasa sedih, ia pun berjalan keluar dari tempat pesta

Mikuo berlari keluar dan memanggil taksi. Tiba-tiba saja Miku teringat akan masa-masa indah yang telah ia lalui bersama Mikuo. Senyumannya, wajahnya, kemudian ia pun menangis

"Miku?" tulis Rin, ia sedikit cemas

"Eh? Miku, apa yang terjadi? Kenapa kau tiba-tiba malah menangis?" tanya Len

Miku menyadari kalau saat ini dirinya telah jatuh cinta pada Mikuo. Ia pun berlari keluar dan mengejar Mikuo, karena ia yakin kalau saat ini Mikuo masih belum pergi begitu jauh. Saat di luar, Miku melihat Mikuo sudah berada di dalam taksi dan pergi menjauh. Miku mencoba untuk mengejarnya. Di luar tiba-tiba saja turun hujan. Miku pun berteriak, berharap kalau Mikuo akan mendengarnya

"Mikuo! Jangan pergi! Tolong jangan tinggalkan aku sendiri!"

Miku berlari dan berlari. Ia pun melepas alas kakinya, karena memakai sepatu high heels. Ia tidak mempedulikan kakinya terluka atau tidak karena di luar sana sedang hujan deras dan tidak ada seorang pun. Miku pun terjatuh sambil menangis. Namun ia tidak menyadari kalau Gumi diam-diam mengawasi dirinya dari kejauhan

"Kau pembohong, Miku!". Katanya sambil menangis

.

.

.

To Be Continued


Ok, minna bagaimana menurut kalian?

Mungkin di chapter depan konflik pertama akan segera dimulai. Siap2 aj yah nunggu kelanjutannya, heheh ^^

Review nya, please? :3