My Sexiest Model

By

Dyah Cho & Diyaah Park

Park Jimin X Min Yoongi

Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Warning BL, NC and Typo Everywhere

DLDR

Chapter 10

.

.

.

.

.

.

Jimin dan Yoongi berjalan menuju apartement Jimin tanpa enggan melepaskan tautan tangan mereka. Keduanya terus memancarkan senyuman bahagia dari wajah masing – masing. Ya, kebahagiaan mereka kini telah kembali, terima kasih kepada Tuhan karena telah membukakan mata hati Jimin untuk melihat siapa sebenarnya sumber kebahagiaannya, dan itu adalah Yoongi.

"Yoongi- ah…"

Yoongi menoleh ketika Jimin memanggil namanya "hmm?". Jimin menghentikan langkahnya dan mau tidak mau Yoongi pun mengikutinya, kemudian Jimin mendekatkan wajahnya ke arah Yoongi dan membisikkan sesuatu di telinga Yoongi.

"Saranghae.."

Ucapan Jimin sontak kembali membuat wajah Yoongi merona mendengarnya. "J- Jimin…" tanpa memperdulikan wajah Yoongi kini, Jimin kembali melanjutkan langkahnya sambil tersenyum, diikuti oleh Yoongi yang mau tidak mau harus kembali melangkah mengingat jari – jari mereka masih bertautan.

Kini Jimin dan Yoongi sudah sampai tepat didepan pintu apartemennya. Jimin menaruh koper Yoongi dan mulai mengetikan kode keamanannya.

CKLEK

Pintu pun terbuka, Jimin kembali menarik kopernya dan Yoongi kedalam. Langkah mereka terhenti ketika mendapati Jungkook dihadapan mereka.

"H- Hyung?"

Nafas Jungkook tercekat saat mendapati Yoongi disamping Jimin. Yoongi hanya menunduk, enggan menatap Jungkook. Dan Jimin hanya menatap datar Jungkook yang tidak mengerti dengan situasinya saat ini.

"Sayang kau masuklah duluan, aku harus berbicara dengan Jungkook" Jimin menatap lembut Yoongi dan menyerahkan koper bawaannya. Yoongi pun mengangguk dan berjalan melewati Jungkook yang membulatkan kedua matanya, tidak percaya dengan ucapan Jimin.

"H- Hyung.. apa maksud semua ini? K- kenapa Yoongi hyung berada disini?" ucap Jungkook. Jimin menghela nafasnya berat mendengar pertanyaan Jungkook.

"Jungkook- ah ini milikmu bukan?" Jimin mengeluarkan buku diary dan sontak saja Jungkook tercengang melihatnya. "H- hyung b- bagaimana bisa buku itu a- ada padamu?" ucap Jungkook dengan bibir bergetar. Jimin menyodorkan buku diary tersebut kepada Jungkook.

"Jungkook- ah mian, bisakah kau tinggalkan apartement hyung? Hyung lelah" Jungkook mengigit bibir bawahnya, matanya sudah mulai mengabur karena bendungan air mata yang siap meledak kapan saja.

"H- hyung aku akan jelaskan semuanya" ucap Jungkook masih dengan bibir bergetar. Jimin enggan mendengar penjelasan Jungkook, untuk apa Jungkook menjelaskannya lagi? Toh semuanya sudah Jimin ketahui hanya dengan membaca buku diarynya.

"Sudahlah Jungkook- ah, Kau tidak perlu menjelaskan apapun.." ucap Jimin datar. Jungkook sudah tidak tahan dengan sikap dingin dari Jimin kemudian berbalik menyambar tas dan semua barang bawaannya lalu pergi menuju pintu.

"Jungkook- ah tunggu" Jimin memanggil dan seketika menghentikan tangan Jungkook yang hampir membuka pintu. Jungkook berbalik dengan sedikit senyuman, berharap Jimin tidak jadi membiarkannya pergi. Kemudian Jimin melanjutkan ucapannya.

"Hyung sudah kembali dengan Yoongi, Hyung mencintainya, dan maaf karena hyung tidak lagi bisa menepati janji hyung dulu. Semoga kau bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik dari hyung.."

Bagaikan tertusuk beribu – ribu jarum di jantung Jungkook saat mendengar kalimat yang terucap dari mulut Jimin. Mulutnya kelu hanya untuk menyampaikan satu kata, air matanya telah jatuh sempurna membasahi wajah lucunya. Jungkook tidak tau kini cara bernafas yang baik. Segera Jungkook membuka kenop pintu dan berlari keluar dari apartemen Jimin. tanpa mau menoleh melihat Jimin yang entah kini harus bersikap bagaimana. Jimin pun akhirnya berbalik menuju kamarnya.

Jimin tersenyum saat mendapati Yoongi yang kini telah tertidur pulas di ranjangnya tanpa sempat mengganti pakaiannya. Kini Jimin bisa bernafas lega, semua masalah yang menimpa hubungan mereka kini telah selesai, Jimin bisa kembali mendapatkan Yoongi disisinya. Dan Jimin berjanji tidak akan pernah lagi menyakiti Yoongi atau dirinya akan mati karena kehilangan Yoongi.

Jimin mendekat dan menaiki ranjangnya, menatap Yoongi lalu menyibakkan rambutnya yang menutupi wajah cantiknya, lalu mengecup ringan puncak kepala Yoongi.

"Mimpi indah sayang… Saranghae"

Jimin pun ikut berbaring disebelah Yoongi, memeluk tubuhnya lalu memejamkan matanya. Bersama – sama pergi menuju alam mimpi masing – masing.

.

.

.

.

.

Jungkook mengemasi semua baju – bajunya kedalam koper besar miliknya. Disampingnya telah terdapat sebuah tiket penerbangan ke Paris lengkap dengan passport. Ya, tekad Jungkook telah bulat untuk kembali ke rumahnya, lebih tepat rumah orang tuanya. Untuk apa dia lebih lama tinggal di Seoul jika seseorang yang menjadi alasannya kembali kini sudah tidak lagi mengharapkannya. Jungkook tau dirinya memang jahat, tapi semua itu karena hatinya telah terbutakan oleh Jimin.

sehingga Jungkook rela menjadi jahat untuk menumpas semua yang mengganggu kebahagiaannya, salah satunya Jimin, Sumber kebahagiaanya. Tapi kini Jungkook terpaksa mengalah, Jimin sudah tau semua kejahatannya dan itu membuat Jungkook malu untuk melihat Jimin. Jungkook hanya perlu menghilang walaupun cintanya tidak dapat hilang begitu saja. Dan seumur hidup Jungkook akan tetap membenci Yoongi karena mengambil salah satu sumber kebahagiaannya.

.

.

.

.

.

.

.

Yoongi perlahan membuka matanya, matanya menyipit saat sinar matahari dari balik jendela menerpa wajahnya. Yoongi mengedarkan pandangannya ke sudut kamar Jimin, dan terlihat Jimin yang sedang berpakaian rapih tanpa tau jika Yoongi sedang menatapnya. Jimin membalikan tubuhnya dan mendapati Yoongi yang kini menatapnya.

"Kau sudah bangun hmm? Aku sudah menyiapkan sarapan di meja makan jangan lupa memakannya oke" Jimin tersenyum lembut. "Kau mau ke kantor?" ucap Yoongi kemudian. "Iya sayang, ada meeting hari ini. Aku janji tidak akan lama dan segera pulang begitu meeting selesai hmm" Jimin mendekat dan mengusap lembut kepala Yoongi. "Hmm baiklah, tapi jika kau kembali belikan aku ice cream Jimin- ah" Jimin tersenyum gemas dengan tingkah merajuk dari Yoongi. "Akan aku belikan sayang.. Caa aku harus pergi sekarang oke, ingat sarapanmu di meja hmm" Yoongi mengangguk, lalu secepat kilat mengecup bibir Jimin yang hendak berdiri dari ranjang "Hati – hati di jalan Jimin- ah" ucap Yoongi dengan wajah yang kini dipenuhi oleh semburat merah. "Astaga sayang jika kau seperti itu aku berat untuk melangkah pergi" Jimin kembali mendekatkan wajahnya ke arah Yoongi. dengan segera Yoongi mendorong tubuh Jimin menjauh.

"Cepat berangkat sana nanti kau terlambat" ucap Yoongi. Jimin hanya mendesah pasrah ketika melihat jam yang bertengger dilengannya. Waktunya memang tidak banyak, apalagi Yoongi sungguh menggoda ketika bangun tidur, sayang sekali Jimin tidak bisa menikmatinya. "Hmm baiklah, persiapkan dirimu sayang, aku akan membuatmu kembali mendesah kenikmatan dibawahku" Jimin berucap dengan nada sensual menggoda Yoongi yang kini mati – matian meneguk ludahnya. "Y- ya c- cepat pergi sana" dengan sigap Yoongi menyembunyikan wajahnya kembali kedalam selimut, Yoongi merasa jika wajahnya kini sudah memerah kembali akibat godaan Jimin. "Aku pergi sayang.." Jimin benar – benar pergi dari kamarnya, meninggalkan Yoongi yang masih berusaha mengatur nafasnya dari balik selimut. Sial, hanya dengan dirty talk Jimin, sesuatu dibalik celana Yoongi mulai mengeras. Mari kutuk Jimin yang mesum itu.

.

.

.

.

.

.

Beberapa Jam Kemudian

Meeting selesai Jimin segera melesat keluar dari dalam ruangannya, satu – satunya alasan kenapa Jimin ingin segera pulang yaitu karena Yoongi. Jimin benar – benar sudah tidak tahan ingin menerkam Yoongi, mengugkungnya dibawah kendalinya, membuatnya memanggil namanya dalam balutan desahan kenikmatan. Hanya memikirkannya saja membuat milik Jimin sesak. Para karyawannya hanya menatap heran Jimin yang terburu – buru keluar dari ruangan Meeting tanpa banyak ingin tau alasannya.

Selama diperjalanan pulang Jimin teringat permintaan Yoongi, tak lama kemudian Jimin berhenti disebuah kedai ice cream. Jimin memasuki kedai tersebut dan melihat – lihat variant rasa yang tersaji disebuah lemari pendingin transparant. Setelah memesan Jimin hanya perlu menunggu sebentar, hingga pesanannya sudah siap Jimin pun membayarnya dan kemudian keluar dari kedai tersebut. Melanjutkan perjalanannya pulang, dan bertemu dengan kekasihnya.

.

.

.

Terlihat Yoongi yang sedang membersihkan apartement Jimin, Yoongi berdecak sebal melihat keadaan apartement Jimin yang seperti kapal pecah. Semua pakaian kotor tergeletak di mana – mana, bungkusan – bungkusan snack ringan pun hingga botol – botol alcohol berserakan. Tak butuh waktu lama bagi Yoongi, kini apartement Jimin sudah jauh dari kesan 'menakutkan' sebelum Yoongi membersihkannya. Butuh mengatur nafasnya akibat pekerjaan bersih – membersihkan,

Yoongi pun merebahkan tubuhnya di sofa. "Hufthh akhirnya selesai…" tak berselang lama pun Yoongi kembali memejamkan kedua matanya, tertidur.

CKLEK

"Sayang… aku pulang" Jimin mengernyitkan dahinya heran saat tidak mendapatkan respon apapun dari Yoongi. Jimin berjalan melewati sofa tanpa melihat Yoongi yang tertidur disana. "Sayang.. kau dimana sih? Aku membawakan ice cream nya nih" Jimin memasuki kamarnya namun nihil, Yoongi nya tidak ada disana. Jimin yang panic pun segera berlari keluar dari dalam kamarnya. Dan langkahnya pun terhenti saat melihat Yoongi yang tertidur pulas di sofa.

Jimin menghela nafasnya lega, lalu berjalan menghampiri Yoongi yang sama sekali tidak terganggu dengan teriakan Jimin yang memanggilnya.

"Aigo.. kekasihku benar – benar puteri tidur" ucap Jimin sambil tersenyum geli melihat kekasihnya itu. Tak lama kemudian terlihat Jimin yang menyeringai, terlintas ide jahil untuk mengerjai Yoongi yang sama sekali tidak terbangun dari tidurnya.

Jimin mengambil satu cup ice cream vanilla yang dibelinya tadi, lalu membukanya. Karena sudah diberikan sendok dari kedainya sehingga Jimin tidak perlu lagi repot – repot mengambil sendok di dapur. Jimin menyendokkan ice cream kedalam mulutnya dan membawa wajahnya mendekat ke arah Yoongi yang tertidur. Jimin menyatukan mulutnya dengan mulut Yoongi, memindahkan ice cream yang sengaja tidak ditelannya langsung kedalam mulut Yoongi.

"Ngh.."

Yoongi mengecap mulutnya, terassa dingin dan manis yang dihasilkan oleh ice cream. Merasa aneh dengan rasa yang tiba – tiba memasuki mulutnya, Yoongi pun membuka kedua matanya. Matanya membulat sempurna lalu mengedip lucu saat melihat Jimin yang kini tersenyum tepat didepan wajahnya.

"Apa setiap kau tidur aku harus terus melakukan ini agar kau bangun hmm sayang?" Yoongi mendorong Jimin agar menjauh, lalu Yoongi pun bangun dari tidurnya. "Ya Park bodoh, kau masukan apa kedalam mulutku?" ucap Yoongi mendelik sebal. "ini kan yang kau mau sayang?" mata Yoongi seketika berbinar ketika Jimin menunjukan ice cream ditangannya. Langsung saja Yoongi merebutnya dari tangan Jimin dan memakannya.

Jimin terus saja memperhatikan Yoongi yang tidak berhenti memakan ice cream, kini sudah cup ketiga yang Yoongi habiskan, Jimin hanya menggeleng tidak percaya menyaksikannya. "Hei sayang, kenapa makan sendirian saja sih? Aku tidak dikasih nih?" Jimin mempoutkan bibirnya. Yoongi menoleh lalu hendak menyuapi Jimin namun Jimin menggelengkan kepalanya. Yoongi mengernyitkan dahinya "Katanya mau?" Jimin kembali menyeringai "Aku ingin pakai itu bukan sendok sayang.." ucap Jimin sambil menunjuk mulut Yoongi.

Yoongi yang mengerti dengan sinyal kemesuman Jimin pun dengan bersedia menuruti permainan Jimin. perlahan Yoongi mengikis jarak dengan Jimin lalu menyendokkan ice cream kedalam mulutnya, dengan mata menggoda Yoongi pun menempelkan mulutnya ke mulut Jimin. seperti yang Jimin lakukan, Yoongi memindahkan ice cream yang berada dimulutnya kedalam mulut Jimin. Yoongi hendak melepaskan mulutnya namun tertahan oleh tangan Jimin yang berada dibelakang lehernya. Rupanya Jimin tidak ingin menyudahinya, kini keduanya telah saling membelitkan lidah mereka.

"Nhh Jimhm.."

Kedua tangan Jimin dengan lihai membuka satu persatu kancing piyama Yoongi. Tubuh Yoongi seketika bergetar saat merasakan jari – jari Jimin menempel dikulitnya. keduanya masih terus saling mencumbu panas, hingga akhirnya Yoongi memaksa Jimin untuk berhenti karena nafasnya yang mulai menipis.

Lidah Jimin kini mulai menyusuri perpotongan leher Yoongi, menjilat, mengigit lalu menyesapnya dalam sehingga kini meninggalkan jejak bercak merah yang menyala terang, bukti kepemilikan Jimin seutuhnya. Yoongi semakin memeluk erat leher Jimin, menyalurkan kenikmatan yang tidak pernah dirasakannya dengan orang lain selain Jimin.

"Saranghae Yoongi- ah…" ucap Jimin berbisik ditelinga Yoongi

"Nado Saranghae Jimin- ah…" balas Yoongi kemudian.

Kini tubuh mereka entah sejak kapan telah polos sempurna tanpa sehelaipun kain yang menutupinya. Jimin membawa Yoongi dalam mode bridal style kedalam kamar mereka.

"AH" Yoongi menjerit saat tubuhnya dihempaskan begitu saja oleh Jimin. perlahan Jimin menaiki ranjangnya mendekati Yoongi, mengungkung tubuh Yoongi dibawahnya, dan menatap setiap inci permukaan wajah Yoongi yang semakin dipandang membuat Jimin semakin tidak bisa berpaling darinya.

"Aku beruntung memilikimu Yoongi- ah" ucap Jimin tersenyum. Dan kembali ucapan Jimin yang manis itu membuat permukaan wajah Yoongi yang putih kembali memerah dibuatnya. Jimin mulai mengikis kembali jarak dengan Yoongi, dan sontak membuat Yoongi menutupi matanya.

"Astagaa aku melupakan sesuatu, sebentar sayang aku akan kembali" ucap Jimin tiba – tiba dan langsung berlari keluar dari kamarnya. Yoongi mengernyit heran, apa yang dilupakan Jimin?

Tak berapa lama kemudian Jimin kembali dengan membawa dua cup ice cream. "Itu yang kau lupakan Jimin- ah?" tanya Yoongi kemudian dan langsung dihadiahkan seringaian oleh Jimin "Ini akan menyenangkan sayang…"

Jimin membuka cup ice cream ditangannya, lalu perlahan merangkak ke atas kasur tempat Yoongi berbaring dan berhenti tepat di kemaluan Yoongi. Jimin menatapnya lapar dan sontak membuat Yoongi yang melihatnya bersemu merah. Jimin menuangkan ice cream ketelapak tangannya lalu melumurinya ke batang Yoongi. membuat Yoongi meringis menahan geli serta dingin yang melanda kejantanannya.

"J- Jimin apa yang kau laku- Oughh…"

Seketika Yoongi kembali mendesah akibat blowjob yang dilakukan Jimin, tubuhnya bergetar hebat merasakan sensasi ngilu dari deretan gigi Jimin yang menggeseknya didalam. "inihm nikmathm sayanghm.." Jimin benar – benar menikmati kejantanan Yoongi yang telah dilumuri oleh ice cream, rasa asin dan manis bersatu didalam mulutnya.

"Jimm Ahh.. aku kelu- Ahhh" belum sempat melanjutkan ucapannya, sesuatu didalam batangnya melesak begitu saja keluar didalam mulut Jimin. Jimin melahap habis cairan orgasme pertama Yoongi. "Sayang kau sangat menakjubkan.." ucap Jimin tersenyum nakal.

Kini kedua tangan Jimin menarik Yoongi yang sedang berbaring untuk pindah dan duduk dipangkuannya, Yoongi menggigit bibir bawahnya saat merasakan kejantanannya beradu dengan milik Jimin. Tangannya kini melingkar indah dileher Jimin, dan Jimin menahan bobot tubuh Yoongi dengan memeluk perutnya.

Jimin kembali mempertemukan kedua bibirnya dengan bibir manis Yoongi, menghisapnya, kemudian kembali saling membelitkan daging tak bertulang itu. "Ahhmm.. Nghhmm.." Yoongi kembali mendesah didalam ciumannya karena satu tangan Jimin yang kini telah berpindah ke nipple nya lalu memelintirnya. Puas bermain di nipple nya, kini tangan Jimin mengocok batangnya lalu sedikit mengangkat tubuh Yoongi yang berada dipangkuannya ke atas, lalu tanpa penetrasi, Jimin langsung melesakkan batangnya kedalam lubang Yoongi.

"Arghhh sakithh Jimhh.." Yoongi meringis kesakitan, sehingga ciumannya terlepas begitu saja dengan Jimin. "Mian sayang.. tahan sebentar hmm.." ucap Jimin sambil mengelus punggung polos Yoongi, menenangkannya. Jimin masih terus berusaha untuk melesakkan seluruh batangnya kedalam lubang Yoongi. "Ahhh…" Jimin tersenyum senang saat rintihan kesakitan Yoongi kini telah berganti menjadi desahan nikmat. Rupanya tidak butuh waktu lama untuk batang Jimin mencari kenikmatannya didalam.

"Kau siap sayang?" ucap Jimin berbisik rendah ditelinga Yoongi. "Hmm... aku siap Jimin"

"Bergeraklah sayang..." titah Jimin

Perlahan Yoongi mengangkat tubuhnya keatas dan menggoyangkan pinggulnya, dan dengan lengan yang terus melingkar di leher Jimin. "Sshh" Jimin mendesis nikmat saat merasakan lubang Yoongi menjepit seluruh batangnya.

"Nghh... Ahhh.. Ouch..." Yoongi terus mendesah nikmat saat lidah Jimin bermain di nipple nya, menggigitnya sehingga kembali membuat bercak merah yang menghiasi kulit mulus Yoongi.

"Ack..." Yoongi tersentak saat Jimin mendorong tubuhnya agar berbaring, Jimin mengangkat kedua kaki Yoongi ke atas pundaknya dan menyanggah tubuh Yoongi dengan bantal dibawahnya. Jimin pun mulai menggerakan lagi pinggulnya, menyentak lubang Yoongi dengan batangnya.

"Ouch... Jiminhh... Ahnn... Nghh..."

Yoongi semakin menggila, Tangannya terulur keatas menggapai udara. Jimin pun dengan sigap menangkap tangan Yoongi dengan tangannya, dan membawanya ke samping kepala Yoongi lalu menautkannya. Menyalurkan segala kenikmatan yang mereka rasakan.

"Ungh Jimh... lebih cepath... Ahh..." Jimin menyeringai "Dengan senang hati sayang..." Jimin pun mempercepat tempo tusukannya, mendorong lebih dalam kejantanannya didalam tubuh Yoongi. Suara derit ranjang ikut meramaikan pergumulan panas dua insan yang saling menyalurkan kenikmatan disiang bolong tersebut.

"Ahn... Ngh... Jimh.. a- aku k- keluar.."

"Aku juga sayang..."

"Ahhhhhhh..."

Jimin dan Yoongi sama - sama mendesah lega melepaskan kenikmatan ditubuh mereka. Cairan kental milik Yoongi menyembur ke perut sixpack Jimin, sedangkan milik Jimin sepenuhnya berada didalam tubuh Yoongi.

Yoongi mengatur nafasnya yang tersengal selepas pergumulan panasnya dengan Jimin, sesuatu yang melelahkan namun nikmatnya tidak akan tertandingkan oleh apapun. Jimin tersenyum lalu kembali mengecup bibir Yoongi "Lelah hmm?" Yoongi menjawabnya hanya dengan anggukan dikepalanya.

"Kita tidur hmm.." Kini Jimin sudah berbaring disamping Yoongi, memeluknya hangat. dan Yoongi melesakkan wajahnya di dada bidang Jimin.

"Jim... setelah aku kembali kepadamu, apa kau akan mengembalikanku ke perusahaan?"

Ucapan Yoongi kembali membuat mata Jimin yang mulai terpejam kini harus kembali terbuka saat mendengar pertanyaan Jimin. Yoongi menjauhkan wajahnya dari dada Jimin dan kini menatapnya, menanti jawaban yang keluar dari mulutnya.

"Tentu saja tidak sayang... mana bisa aku menjadikan kekasihku model yang harus memperlihatkan tubuhnya pada orang banyak, tubuhmu adalah milikku. dan tidak ada yang boleh menikmatinya selain aku sayang.. hmm"

Pipi Yoongi kembali memerah dibuatnya, Mendengar ucapan manis yang keluar dari mulut Jimin membuatnya hatinya menghangat. Jimin yang gemas menggigit kecil puncak hidung Yoongi.

"Sayang tutup matamu.."

Yoongi mengernyit heran saat mendengar ucapan Jimin. Namun tanpa membantah Yoongi pun menutup matanya. Terlihat Jimin yang mengambil sesuatu dari balik bantal "Nah sekarang buka matamu sayang..." Yoongi kembali membuka matanya, dan kaget dengan sesuatu yang kini berada didepannya.

"Ji- Jimin..." Yoongi menatap Jimin terharu. Jimin mengambil sebuah cincin dari kotaknya, lalu memasangkannya pada jari manis Yoongi.

Sebuah cincin berlian dengan ukiran inisial nama mereka 'JY' melingkar di jari Yoongi. Kilauannya menyinari wajah Yoongi karena terpaan sinar matahari yang masuk melewati kamar mereka. "Ini cantik sekali Jimin- ah.." ucap Yoongi mengamati cincin di jari manisnya. "Tapi kau lebih cantik dari apapun sayang..." Jimin kembali menarik Yoongi kedalam pelukannya.

"Gomawo Jimin- ah, Aku Mencintaimu..."

"Aku lebih Mencintaimu Yoongi- ah"

.

.

.

.

.

.

.

.

Paris

Dua hari kemudian

Terlihat Taehyung sedang berlari santai disebuah taman yang dekat dengan tempat tinggalnya, lengkap dengan baju dan sepatu olahraganya serta headphone bertengger ditelinganya. Sesekali Taehyung berhenti dan duduk disebuah kursi taman untuk melepas rasa lelahnya.

Ditempat yang sama pula Jungkook pun sedang berlari santai, lengkap dengan headphone yang juga bertengger ditelinganya. Tanpa memperhatikan jalanan didepannya Jungkook terus saja berlari, meski lelah namun Jungkook tidak mau berhenti. Hingga -

Brugh

"Aww" Jungkook terjatuh karena menabrak seseorang didepannya. "Hey Are you ok?" ucap seorang laki - laki yang bertabrakan dengannya, yang bukan lain adalah Taehyung. Jungkook mengulurkan tangannya ke atas "Hey bantu aku berdiri.." ucap Jungkook. Taehyung pun menarik tangan Jungkook dan membawanya untuk duduk di kursi "Maafkan aku, apa sakit sekali? apa perlu aku membawamu ke rumah sakit?" ucap Taehyung khawatir. "Tidak usah, aku baik - baik saja" ucap Jungkook sambil menoleh kearah Taehyung disampingnya, lalu setelahnya Jungkook tersenyum manis.

Taehyung terpana melihatnya, tiba - tiba saja jantungnya berdetak lebih kencang. "Baiklah aku duluan ya, terima kasih sudah menolongku" Jungkook pun berdiri hendak pergi, seakan tersadar dari alam sadarnya Taehyung menarik tangan Jungkook kembali, menghentikannya untuk tidak pergi.

"Eh?" Jungkook mengernyitkan dahinya heran dengan sikap Taehyung. "Tunggu sebentar, kita belum saling memperkenalkan diri" ucap Taehyung kemudian.

"Ahh.. Aku Jungkook, Jeon Jungkook"

Taehyung tersenyum mendengarnya "Nama yang manis untuk seseorang sepertimu... Aku Taehyung, Kim Taehyung"

Keduanya pun saling melemparkan senyuman terbaik mereka, seakan melupakan semua kesakitan yang mereka alami karena orang - orang yang dicintai...

.

.

.

.

.

.

.

.

END

Kita tau kok ini ending nya gaje banget, jadi yaa kita mah gg bosen terus – terusan minta maaf ama kalian Haha

Yang minta VKook segitu ajaa ya scene nya, dha kalo kepanjangan mah ntar nya gak abis – abis wkwk

Udah abis yah Msm, jangan ada yang neror next next lagi haha

Buat kalian pembaca setia ff aneh kita berdua, yang ripyu, fav, atau sebagainya pokonya terima kasih banyak.. aku gak tau kalo gak ada kalian mungkin ff ini udah mubajir /kiseu atuatu/ :D Ehya ini Satnight ya? Betewe kebetulan lah yak aku posting sekarang, menemani yang Single berpanaspanas ria baca adegan ranjang MinYun Wkwk

Diyaah Park Note : Terima kasih dan maaf untuk semua readers, Semoga masih tetap berkenan menjadi reader kita walaupun MSM udah tamat.

Kalian bisa mampir ke Ffn nya Diyaah Park loh, bagi yang belum pernah baca karya – karya nya Diyah Park bisa kepoin di kolom ripyu, kalian tinggal klik aja akun dengan nama Diy94 oke

Okedeh waktunya kita pamit yak, ughh sedih juga ninggalin MSM T.T

Etapi jangan khawatir, aku bakal balik lagi kok bawa cerita – cerita baru.. Betewe rate nya pada suka yang mana nih? T apa M hayo? Wkwk

Udah ah cuapcuap nya, Paipai yak, salam manis dari kami :*

Dyah Cho and Diyaah Park