Maaf kalo updatenya lama...
Terimakasih atas reviewnya.. Maaf kalo semakin bertambah chapter, ceritanya malah makin ga asik, ternyata hanya segini batas kemampuan Author mengarang.. Hehehee...
Oke ini sudah lanjut..
Maaf juga kalo tulisan saya kurang rapi atau banyak kesalahan kata disini semoga kalian memakluminya.
Kalo enma mungkin Naruto akan menggunakannya chapter depan..
Oke.. Sekarang selamat membaca..
Chapter 10 : Teman sekaligus rival
Tap
Tap
Tap
Bunyi langkah mendekat ke arah Sasuke yang dibantu Naruto berdiri dengan merangkulkan lengannya ke pundak Naruto. Kakashi sangat senang dengan hasil pertarungan ini. Bukan senang karena dia melihat pertarungan dua bocah Gennin yang berbakat, tetapi karena hasil pertarungan ini membuat sang murid Uchiha Sasuke telah menemukan setitik cahaya dari sang rival.
Dia senang Sasuke sekarang telah terbebas dari jurang kebencian dan dendamnya. Sekarang Kakashi berharap ini awal yang baru buat Sasuke menemukan jalan Ninjanya sendiri, bukan ambisi dan dendam kepada kakaknya..
"Terimakasih Naruto, dan selamat atas kemenanganmu dari muridku ini. Tapi tunggu nanti Sasuke akan berlatih untuk membalas kekalahannya darimu, dan aku akan membantunya." ucap Kakashi kepada Naruto dan sekalian melirik Sasuke dengan Wajah dihiasi senyum yang tergambarkan dari matanya.
"Itu hanya keberuntunganku saja Kakashi Sensei, tapi tenang saja Sensei aku akan membantu latihan Sasuke untuk jadi lebih kuat lagi, bagaimana pun aku tidak bisa mempercayakan Adikku Naruko pada seorang pria dewasa yang tak pernah pisah dari buku mesumnya itu, setidaknya aku lebih mempercayakannya pada Sasuke" ucap Naruto dengan polos dan senyum lebarnya..
"Hihihihi.." Sasuke yang mendengar perkataan Naruto hanya bisa terkekeh kecil, dia berusaha menahan tawanya bukan karena menghormati Senseinya tapi dia tidak ingin image Uchiha yang sudah dia bangun dari kecil hancur seketika.
Aura suram pun mengelilingi Kakashi efek dari pernyataan polos Naruto, tapi setelah itu mereka tertawa bersama.
"Lebih baik kau bawa teman barumu itu ke rumah Tazuna-san, walaupun lukanya tidak parah, setidaknya Sasuke perlu istirahat" ucap Kakashi kepada Naruto.
"Baiklah Kakashi Sensei tapi tunggu dulu! Sasuke bukan teman ku, dia rivalku.. Dan kau Sasuke, kau harus membalas kekalahanmu ini, hehehehe.." balas Naruto
"Jangan senang dulu kau Naruto, kali ini hanya beruntung saja" balas Sasuke ketus, walaupun begitu Sasuke tetap tersenyum menanggapi ucapan Naruto.
"Ya. Ya. Ya, terserah kalian saja" balas Kakashi melihat interaksi kedua bocah didepannya kemudian Kakashi kembali ketempat Hayate dan yang lainnya dengan Shunsinnya, menjalaskan tugasnya kembali.
Sementara itu Sasuke yang dibantu Naruto mulai berjalan menuju kediaman kakek Tazuna, perbincangan ringan menemani perjalanan mereka.
Sementara itu di jembatan...
"Kakashi, dimana Naruto dan Sasuke? Apa yang terjadi dengan mereka?" Hayate memulai bertanya ketika melihat Kakashi datang sendirian.
"Tenang saja Hayate, mereka baik-baik saja,aku yang memerintahkan mereka kembali kerumah Tazuna San untuk beristirahat, karena sepertinya Sasuke kelelahan dan sedikit luka-luka karena kalah sparing dengan Naruto" balas Kakashi.
"Dasar Sasuke Teme! Sudah ku beritahu bahwa Naruto Nii san ku itu kuat, masih saja keras kepala" Naruko mengomel sendiri setelah mendengar penjelasan Kakashi.
"Tapi setidaknya Sasuke bisa menerima Naruto, dan mulai mengurangi sifat pendendamnya itu berkat Naruto" Kakashi menjawab pernyataan Naruto.
"Huuuh! Baguslah kalau begitu" ucap Naruko lagi.
"Oke, lebih baik kita kembali keposisi masing-masing untuk berjaga-jaga terhadap serangan dadakan" ucap Hayate dan diikuti anggukan semua anggota tim yang ada.
Hari pun sudah sore, para pekerja juga sudah mulai kembali kerumah masing-masing, yang hanya tersisa Kakashi, Hayate,Sakura, Naruko,kenji dan Tazuna yang memeriksa keseluruh sudut jembatan, takut adanya Sabotase dalam pembangunan jembatan ini.
Sekarang para Ninja dan Tazuna telah berada di kediaman Tazuna, mereka baru saja selesai makan malam dengan keluarga tersebut.
Sebelum mereka beristirahat, mereka kembali berbincang-bincang di ruang tamu rumah kliennya tersebut. Sasuke dengan keadaan sebagian tubuhnya di perban memulai pembicaraan ini.
"Sebenarnya aku penasaran kenapa Zabuza yang dijuluki iblis dari Kirigakure itu bisa bekerja dan tunduk kepada Gatou yang menjijikkan itu, aku tidak menyangka Zabuza serendah itu harga dirinya" ucap Sasuke.
"Itu sebuah pertanyaan yang belum bisa terjawab, kita akan menanyakan itu nanti kalau kita bertemu Zabuza nanti. Dan bersiap-siaplah akan kemungkinan terburuk beberapa hari kedepan" ucap Kakashi.
"Semoga misi ini dapat kita atasi dengan baik, dan untuk Zabuza aku juga tidak sabar untuk beradu kenjutsu dengannya" ucap Hayate.
"Oh ya Naruto, kenapa rambutmu sekarang berwarna hitam, bukannya dulu kau berambut pirang seperti Naruko? Jangan-jangan kau menyemirnya ya? Pertanyaan yang keluar dari topil pembicaraan ini keluar dari bibir Sakura, tapi walau bagaimanapun semua yang ada disana ikut penasaran atas perubahan warna rambut Naruto, kecuali Naruko.
"Oh ini! Setelah aku bisa menguasai kekuatan ku ini sepenuhnya entah kenapa rambutku akam berwarna hitam kalau aku menekan energi Qi dalam tubuhku ketitik paling rendah" ucap Naruto sambil menunjuk rambut hitamnya.
"Dan kau Sasuke, aku menyarankan agar kau lebih melatih fisikmu, dari pertarungan kita pagi tadi aku menyimpulkan kau cepat kehabisan stamina kalau bertarung dalam waktu yang lama" ucap Naruto lagi sambil melirik ke arah Sasuke.
"Aku benci mengakuinya walaupun perkataanmu tepat sekali Naruto, aku terlalu fokus melatih Ninjutsuku sehingga mengabaikan latihan fisik ku, mungkin karena itu juga aku kalah darimu" balas Sasuke.
"Baiklah! ayo kita istirahat, kita belum tau apa yang menanti kita besok" ucap Kakashi menyudaho obrolan ringan di antara mereka..
Skiptime.
Sudah seminggu tim Kakashi dibantu tim Hayate menjalankan misi untuk menjaga pembangunan jembatan di desa Nami No Kuni. Suasana agak sedikit tegang karena dari perkiraan Kakashi hari ini kemungkinan serangan dari pihak musuh dilancarkan ke mereka.
Suasana yang tidak menyenangkan itu berhasil merusak konsentrasi para pekerja, karena sebagian besar dari mereka tidak ingin menjadi korban dari anak buah Gatou, akhirnya lebih dari separuh pekerja mengabaikan pembangunan tersebut dan memilih pulang, takut, ya takut yang dirasakan mereka semua.
Sekitar 10 pekerja yang tersisa termasuk Tazuna sendiri yang masih semangat melanjutkan pekerjaan mereka karena sedikit lagi mereka akan merampungkan pembangunan jembatan mengabaikan rasa takut dan keraguan mereka demi kebaikan untuk desa mereka sendiri.
'Kenapa perasaanku sangat tidak enak hari ini, Siiaaal' umpat Naruto dalam hati.
Melihat kakak kembarnya lain dari biasanya hari ini, dan sering melamun, akhirnya Naruko pun menegur sang kakak " Onii-San kenapa melamun? Onii-San sedang memikirkan apa?
"Entah lah Naruko, cuma perasaan Nii-San saja yang merasa gak enak hari ini" balas Naruto
"Apa Nii-San sakit? Tanya Naruko.. "Tidak.. Tidak.. Nii-San baik-baik saja, cuma perasaan Nii-San aja sepertinya hari ini kita akan mengalami hal buruk, semoga saja itu hanya firasatki saja" balas Naruto lagi.
Tak jauh dari tempat itu, muncul lah puluhan bandit dengan bermacam-macam senjata ditangan mereka, Sasuke yang pertama melihat langsung memperingati teman-temannya.
"Sepertinya kita diserang." ucap Sasuke. Semua orang mengikuti arah pandangan Sasuke, mereka melihat puluhan musuh didepan mereka, semuanya pun bersiap dengan kuda-kuda masing-masing.
"Sepertinya kita akan berpesta dengan para bocah itu!" seru salah satu bandit di antara puluhan bandit lainnya.
"Kenji,Sakura dan Naruko tugas kalian melindungi Tazuna-San dan para pekerja, sedangkan aku, Hayate, Naruto dan Sasuke akan menghadapi mereka." ucap Kakashi dan dibalas anggukan oleh yang lain.
Sementara itu Zabuza dan Haku memperhatikan mereka dibalik sebuah rumah Kosong tak jauh dari sana. "Ketika mereka lengah, tugasmu melumpuhkan mereka dengan senbon mu, dan biarkan aku menghabisinya" ucap Zabuza memeberi perintah kepada Haku.
"Dan juga hati-hati dengan tim bantuan untuk Kakashi, kita belum mengetahui kekuatan mereka seperti apa" Zabuza memperingati Haku
"Kakashi-Sensei!" ucap Naruto
"Ada apa Naruto?" balas Kakashi singkat
"Sepertinya ada 2 orang mengawasi kita dibalik rumah itu" kata Naruto sambil menunjuk ke arah rumah itu dengan kode matanya.
"Seperti itu rupanya, kalau begitu kalian harus hati-hati, mungkin mereka akan menyerang kita saat kita lengah" Kakashi menyimpulkan..
"Ha'i" balas serempak dari 3 orang lainnya..
Kakashi melesat dengan kunainya, dia seperti menari-nari menghadapi para bandit, dengan kunainya Kakashi menangkis sabetan katana dari bandit didekatnya, kemudian dia menendang perut bandit tersebut, kemudian Kakashi menunduk dengan cepat ketika merasakan bahaya dibelakangnya, sedetik berikutnya sabetan Katana secara Horizontal menuju ke arah lehernya, dengan kunai ditangan kanannya yang terbebas untuk menusuk sang bandit yang berada di belakangnya, tepat di dada kirinya..
Kakashi melompat kebelakang, setelah cukup jauh dari para kelompok bandit di depannya, Kakashi dengan sigap melempar Kunai ditangan kirinya dan merapal segel tangan kemudian berucap pelan "Kunai Kagebunshin No Jutsu"
Kunai yang asal nya cuma 1 itu perlahan menjadi lebih banyak dan lebih banyak lagi kemudian dengan cepat menyerang kumpulan para bandit didepannya.
"Arrgghht" teriakan para bandit menggema, setelah anggota tubuhnya tertancap kunai-kunai dari Kakashi, sebelum Kakashi berlari kembali untuk menyerang para bandit, Kakashi dikejutkan oleh serangan cepat dari belakang, dengan cepat dia menoleh kebelakang, dia melihat puluhan Senbon melayang cepat ke arahnya, Kakashi menghindar dengan melompat ke kanan, tapi sebagian Senbon berhasil menancap di tangan dan kaki Kirinya.
"Uuhh" lenguh Kakashi, kemudian dia mencabut senbon yang ada di tangan dan kaki sebelah kirinya. Dia melihat sekelilingnya tapi tidak menemukan pelaku pelempar senbon tersebut.
Sementara itu Hayate sedang asik dengan katananya memeberikan sayatan dan luka fatal pada beberapa bandit di depannya, sudah tidak bisa di pungkiri lagi bahwa Hayate adalah salah satu Shinobi ahli kenjutsu diKonoha.
Dibarengi kecepatan dan seni kenjutsu yang mumpuni dari Hayate, belasan bandit pun tumbang, tusukan demi tusukan, sayatan demi sayatan disarangkan Hayate.
Namun sekali lagi Hayate dikejutkan dengan serangan mendadak berupa belasan senbon yang melesar dari titik butanya, dengan kecepatan dan reflex yang bagus Hayate berhasil menepis senbon-senbon itu dengan Katananya, tapi sebagian senbon berhasil menyerempet dan membuat luka di siku tangan kanannya.
Sedangkan Sasuke dan Naruto tengah bertarung dengan puluhan bandit didepannya dengan tangan kosong.
"Sasuke! Apa kau masih dendam dengan kakakmu?" ucap Naruto di sela pertarungan mereka dengan para bandit.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu? Kau pikir aku malaikat yang dengan mudahnya memaafkan orang yang telah menghancurkan hidupku? Tidak Naruto, aku manusia biasa yang tidal segampang itu bisa memaafkannya, dendamku masih sama seperti sebelumnya"
"Baguslah" guman Naruto, tapi masih bisa didengar Sasuke, posisi mereka sekarang saling memunggungi.
"Apa yang kau katakan Naruto" balas Sasuke
"Bukan apa-apa, aku hanya menyarankan kau melampiaskan dendammu ini kepada para bandit di depan kita ini, mungkin ini akan meringkankan sedikit rasa dendammu kepada Itachi" ucap Naruto
"Saran yang buruk" ucap Sasuke dengan seringai yang mengerikan dan mata Sharingan yang sudah aktif Sasuke merangsek maju ke kumpulan para bandit di depannya.
"Jangan menahan dirimu Sasuke, mereka orang jahat yang menindas orang-orang tak bersalah di desa ini!" teriak Naruto sambil menghindari tebasan katana seorang bandit di depannya.
"Baiklah. Hentikan ceramahmu itu bocah cerewet." balas Sasuke disaat tangan kanan yang memegang kunai digunakannya untuk menikam paha kiri bandit di depannya kemudian kunai di tangan kanannya dia sabetkan horizontal ke arah leher sang bandit.
"Oke.. Oke bocah temperemental khukhukhukhu" ucap Naruto sambil tertawa kecil.
Sasuke terus menyerang para bandit di depannya, dia menendang bandit di depannya, kemudian melempar kunai di tangan kanannya ke ke samping dan tepat bersarang di kepala sang bandit. Melompat tinggi ke udara Sasuke membuat segel tangan dengan cepat menghirup nafas dalam-dalam, kemudian berbisik pelan.
"Katon : Goukakyu No Jutsu"
Setelah mengucapkan nama jutsunya, sebuah bola api besar melesat ke arah kerumunan para bandit, karena reflek mereka yang lambat atau bisa dikatakan buruk belasan bandit terkena telak jutsu Sasuke.
Musuh yang telah berkurang lebih dari separo itu pun hanya tersisa 20 orang lebih. Mereka yang tersisa pun panik, lari menyelamatkan diri, takut menjadi bulan-bulanan para shinobi didepannya.
Mereka kemudian berbalik untuk kembali kepada teman-teman tim mereka di belakang. Tapi sebelum melangkah mereka dikejutkan dengan puluhan senbon terbuat dari es, menyerang mereka dari segala arah...
Mereka dengan sigap menghindari puluhan senbon tersebut, dengan meloncat, bersalto berguling kesamping dan segala macam aksi akrobat mereka tampilkan berusaha menghindari serangan yang tengah dihadapi mereka.
Sementara itu mereka dapat melihat dengan jelas sebuah pedang besar mengarah pada teman mereka, atau tepatnya ke arah Tazuna.
"Kalian semua menunduk..!" teriak Kakashi kepada anggota tim di depan mereka yang terpaut agak jauh dari Kakashi.
Dengan sigap Sakura, Kenji dan Naruko menunduk tak lupa Tazuna di buat menunduk dengan paksa oleh Naruko..
"Naruto, Sasuke kalian disini tahan sebisa mungkin musuh yang menyerang kita dengan senbon-senbon ini, sementara aku dan Hayate akan membantu Naruko dan yang lain menghadapi Zabuza" perintah Kakashi.
"Ha'i" balas Naruto dan anggukan kepala dari Sasuke. Sementara itu Kakashi langsung melakukam shunsin ke arah Naruko dan yang lain, sedangkan Hayate menggunakan tekni kamuflasenya menghindari senbon musuh dan bergerak menyusul Kakashi.
"Sasuke..! Apa kau bisa melindungi ku? Aku akan memfokuskan kekuatanku untuk mendeteksi musuh kita ini" ucap Naruto.
"Serahkan padaku. Tapi aku tidak menjamin akan menahannya dengan waktu yang lama" balas Sasuke dengan mata Sharingan yang telah aktif dengan tiga tomoe,
Sasuke dengan lincah menangkis senbon-senbon yang mengarah kepada dirinya dan juga Naruto, dengan Sharingan yang telah aktif Sasuke dapat dengan mudah melihat serangan-serangan musuh.
Walaupun Sasuke dengan mudah dapat membaca serangan yang dilesatkan musuh, tapi dia tidak bisa menyaingi kecepatan lesatan senbon-senbon yang disarangkan kepada dironua dan Naruto, alhasil di punggung dan di lengannya ada beberapa Senbon yang menancap.
"Disana..!" teriak Naruto setelah masuk dalam mode super saiyan 1 nya, Naruto menghilang dan muncul dibelakang sang musuh yang memakai topeng yaitu Haku, dengan gerakan cepat Naruto melayangkan sabetan tangan kanan mengarah bahu Haku. Tapi dengan kelincahannya Haku berhasil menghindar dengan melompat kedepan.
Tapi dengan cepat juga Naruto muncul di depan Haku dan langsung menghantamkan tinju tangan kirinya ke arah Haku yang tak dapat menghindarinya, seketika itu juga topeng Haku pecah pada bagian kiri juga membuat tubuhnya terpental dan berakhir ketika tubuhnya menghantam bangunan kosong dibelakangnya.
"Dia cepat sekali, aku harus berhati-hati." kata Haku entah kepada siapa.
Sementara itu Sasuke dengan Nafas tersengal-sengal berdiri mengamati Naruto dan musuh dari jarak yang lumayan jauh.
'Sial.. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, chakra dan staminaku hampir mencapai batasnya.' batin Sasuke.
Naruto muncul disamping Sasuke dengan tiba-tiba, "sepertinya kau telah mencapai batasmu Sasuke, aku akan membawamu kepada Sakura untuk memulihkanmu"
"Kau jangan bodoh Naruto, hadapi saja dia.. Aku baik-baik saja, jangan hiraukan aku" ucap Sasuke.
"Tenang saja dia sudah berada dalam pengawasan ku" balas Naruto, kemudian dia menyentuh bahu Sasuke dan menghilang kemudian muncul kembali di depan Sakura.
"Sakura, tolong bantu pulihkan Sasuke" ucap Naruto.
"Baiklah, dan kau hati-hati Naruto" ucap Sakura
"Tentu saja! Aku pergi dulu" ucap Naruto kemudian dia berteleport di depan Haku
'Jutsu teleportasi, akan sangat susah menghadapinya, semoga Zabuza-Sama baik-baik saja disana' batin Haku memperhatikan musuh didepannya.
Merapal segel tangan dan menyuarakan jutsunya "Makyo hyosho" seketika itu juga Naruto dikepung oleh cermin-cermin dari es milik Haku. Kemudian Haku masuk ke dalam cerminnya lalu menghilang.
Haku muncul dibelakang Naruto dengan media cerminnya, dia melesatkan 3 buah senbon es dari tangannya ke arah Naruto, tapi dengan sigap Naruto menghindar dengan berguling kekiri.
Naruto mencoba memukul cermin yang terlihat bayangan Haku di dalamnya, tapi yang dia dapat hanya cermin yang pecah kemudian menjadi utuh kembali, sementara Haku kembali muncul di belakang Naruto dengan 3 buah senbon di masing-masing tangannya.
'Aku harus bisa menahan orang ini disini, agar Zabuza-Sama bisa menyelesaikan misi kami' batin Haku.
Kembali serangan senbon Haku sia-sia, karena dengan sigap Naruto lebih dulu menghindar.
'Jadi seperti itu teknik yang dia gunakan, dia menggunakan media cermin itu untuk dia berpindah tempat, dan menyerangku dari titik buta' batin Naruto sambil terus mengamati pergerakan Haku dari satu cermin ke cermin lainnya. 'Mungkin cara ini akan berhasil, walau beresiko' batin Naruto
Naruto sengaja membuat dirinya lengah, tapi disaat itu juga dia berfokus dalam kemampuan sensoriknya. Merasa musuh lengah Haku muncul kembali di belakang Naruto dan dengan cepat melemperkan kembali senbon-senbon yang ada di tangannya, tapi sebelum melempar, senbon, tangan Haku yang keluar dari cermin lebih dahulu di cengkram Naruto dan ditarik keluar dari cermin tersebut.
Ketika sudah dekat, tendangan keras dari sikut Naruto tepat mengenai perut Haku hingga memberi efek kejut udara, Haku melayang kebelakang, tapi disana sudah ditunggu Naruto yang berteleport dibelakang Haku dengan sapuan tendangan keras ke pinggang Haku layaknya pemain sepakbola profesional, Haku telah mencapai batasnya, dia tidak bisa berdiri lagi. Naruto hanya diam menatap Haku.
"Haaakuuuu..." teriak seseorang histeris.
Naruto menoleh ke asal suara, dia melihat pria dewasa dengan perban dimulutnya dan pedang besar di tangan kanannya berteriak kepada lawan bertarungnya..
"Kau membuat ku marah bocah! Kau akan merasakan sakit yang teramat sangat dariku" ucap pria tersebut yaitu Zabuza, dia menghiraukan pertarungannya dengan Kakashi juga Hayate yang membuatnya kerepotan. Targetnya sekarang adalah bocah yang telah membuat Haku terkapar.
"Kirigakure No Jutsu" ucap Zabuza pelan, seketika itu juga arena pertempuran dikelilingi kabut asap tebal. Baik Naruto maupun Kakashi juga yang lainnya tidak bisa melihat dan merasakan hawa keberadaan musuh dan juga teman mereka.
"Baiklah bocah, aku akan memberikanmu rasa sakit yang amat perih sebelum kau mati di tanganku. Khukhukhukhu..!" ucap Zabuza disertai Kiling Intens yang kuat untuk menghancurkan mental Naruto dan lawan-lawannya..
Suara Zabuza menggema di setiap sudut arena pertempuran dan dapat dengan jelas didengar semua orang disana, suara itu terkesan seperti sang predator yang siap menerkam buruannya.
"Ini berbahaya,lebih baik aku berada di udara" guman Naruto kemudian dia melesat ke udara.
Tapi sayang Zabuza mengetahui pergerakan Naruto, sebelum Naruto terbang tinggi dia sudah menerima pukulan keras dari tangan kiri Zabuza yang membuatnya terpelanting kebawah.
"Mau kemana kau bocah, jangan harap kau bisa lari dariku" teriak lantang Zabuza..
Sementara itu Kakashi dan hayate serta yang lainnya dibuat kerepotan menghadapi Bunshin Zabuza ditengah padang kabut ini.
"Sial kita tidak bisa membantu Naruto, dia dalam bahaya" ucap Hayate.
Naruko dengan cepat merapal segel tangan dan meneriakkan jutsunya "Fuuton : Daitoppa"
Hembusan angin dari jutsu Naruko berhasil untuk menghilangkan kabut itu untuk beberapa saat.
"Bocah Ninja yang pintar, menghilangkan kabut dengan elemen angin, tapi itu hanya sementara saja bocah..!" teriak Zabuza kemudian kabut kembali memenuhi arena pertarungan mereka.
Zabuza kembali menyerang Naruto dan yang lainnya.. Sementara itu Haku yang telah diselamatkan Zabuza dan meletakkannya jauh dari tempat mereka bertarung mulai bisa bergerak, dan dia menelan pil yang membuat staminanya kembali dan rasa sakitnya menghilang.
Zabuza terus melayangkan serangan dengan pedang besarnya. Walaupun telat menghindar tapi setidaknya Naruto hanya memperoleh luka sayatan kecil di beberapa bagian tubuhnya.
'Kalau seperti ini terus aku akan kalah, baiklah aku akan serius' batin Naruto.
Naruto meningkatkan kekuatannya dan mengalirkannya ke matanya hingga dia bisa mengaktifkan mata Emperornya.
"Ternyata dia menggunakan Bunshin, mata ini bisa membuatku melihat dalam kabut ini." kata Naruto entah pada siapa.
"Kau memang licik pak tua, menggunakan kabut untuk mengalahkan musuhmu.! Tapi aku tidak akan kalah darimu disini" ucap Naruto lantang.
"Bisa apa kau bocah, aku adalah malaikat mautmu" balas Zabuza
Zabuza langsung menyerang Naruto dengan menebas kepala Naruto secara horizontal, namun Naruto dengan sigap menunduk dan membalas dengan sapuan kaki pada kaki zabuza sehingga membuat Zabuza limbung dan jatuh dengan wajah menghadap ketanah, Naruto melanjutkan serangannya menggunakan pukulan ke kepala bagian belakang Zabuza.
Zabuza yang terkena pukulan telak Naruto langsung berubah menjadi cipratan Air. 'Mizubunshin rupanya, dimana yang asli?' Naruto bertanya dalam Batinnya.
Sedangkan di kelompok Kakashi dan yang lain dibuat kesusahan dengan serangan Zabuza yang menggunakan strategi hit and run, mereka hanya bisa menangkis serangan Zabuza dan tidak sempat memberi serangan balasan karena Zabuza telah hilang lebih dahulu tertelan Kabut.
"Hayate, gunakan jutsu kamuflase, dan kau berada di belakangku, tunggu dia muncul dan serang dia, aku akan pura-pura lengah" ucap Kakashi pelan tapi bisa didengar dengan jelas oleh Hayate.
Kakashi dengan kunai di kedua tangannya sedang mengobservasi sekelilingnya, sementara itu Hayate yang sudah menggunakan teknik kamuflasenya berada dibelakang Kakashi dengan saling memunggungi. Hayate mengeratkan gengaman katananya dengan kedua tangannya.
Dan tepat sekali predeksi Kakashi, Zabuza muncul dibelakang Kakashi dan langsung melakukan serangan dengan menghunuskan Kubikiribocho ke arah belakang Kakashi tapi tanpa dia sadari disana telah ada Hayate yang sedang berkamuflase, dan ketika sedikit lagi pedangnya menyentuh leher Kakashi tiba-tiba Zabuza terhenti karena dada kirinya tertusuk Katana Hayate.
"Ternyata kalian mulai menyadari seranganku ya" ucap Zabuza kemudian tubuhnya berhamburan menjadi cipratan air.
'Mizu Bhunsin rupanya..' batin Kakashi dan Hayate.
"Sepertinya aku terlalu menganggap remeh kalian" suara Zabuza menggema di antara jutsu kabutnya.
Zabuza menyerang Kakashi dan Hayate dengan sporadis, Kakashi dan Hayate sedikit kewalahan dengan serangan cepat Zabuza. Mereka hanya bisa menangkis dan menghindar, sesekali memberikan serangan balasan.
Kita kembali ke Naruto..
Naruto yang lebih unggul dari segi kekuatan dan kecepatan ditambah mata Emperor yang dia aktifkan sehingga Naruto bisa melihat dengan jelas di Kabut jutsu dari Zabuza. Setelah mengalahkan ke empat Zabuza yang ternyata hanya Mizu Bunshin itu kini melesat pergi ke arah Kakashi dan Hayate untuk .membantu.
Naruto muncul tiba-tiba dibelakang Zabuza dan dengan cepat menendang punggung Zabuza sehingga Zabuza terpental cukup jauh, tidak sampai disitu Naruto kembali muncul tiba-tiba di depan Zabuza dan meng uppercut Zabuza dengan tangan Kanannya sehingga Zabuza terpental di udara dan Naruto kembali muncul dihadapan Zabuza, dia memberikan Pukulan bertubi-tubi di perut Zabuza kemudian di akhiri tendangan memeutar ke leher Zabuza yang membuat Zabuza melesat cepat ketanah kemudian terurai menjadi air.
Naruto yang telah berhasil mengalahkan salah satu MizuBunshin Zabuza melakukan teleport ke samping Kakashi dan Hayate. "Sepertinya disini hanya tinggal 1 musuh dan satu lainnya menyerang Sasuke dan yang lainnya" ucap Naruto
"Aku perlu istirahat sebentar Kakashi Sensei, Hayate Sensei, tapi aku bisa mendeteksi dan memberi tahukan kalian serangan Zabuza" ucap Naruto lagi.
"Tidak apa-apa Naruto, istirahat lah biar sisanya kami yang bereskan dan juga terimakasih atas bantuamu" ucap Kakashi dan di iyakan oleh Hayate.
Naruto duduk bersila di tengah-tengah Kakashi dan Hayate, dia mengatur nafasnya dan mrlakukan Konsentrasi untuk melihat Zabuza dengan kekuatan matanya.
"Kakashi sensei dia menyerangmu dari arah jam 2 dengan cepat, menunduk!" Naruto memperingatkan.
Kakashi dengan sigap menunduk ketika Zabuza menebaskan Kubikiribocho ke arah lehernya, dia kemudian menusuk paha kiri Zabuza dengan Kunainya dan menjegal Kaki kanan Zabuza dengan tendangan sapuan kakinya sehingga Zabuza terjatuh ditanah.
"Hayate.. Sekarang! Teriak Kakashi kepada Hayate yang sudah siap menyerang.
"Mikazuki no Mai" teriak Hayate. Hayate dengan 2 Bunshinnya bergerak cepat dari 3 titik buta Zabuza yang berusaha untuk berdiri. Ketiga tusukan Katana Hayate tidak dapat dihindari Zabuza. Tiga tusukan bersarang di dada Zabuza, Zabuza kembali berubah menjadi cipratan air.
Ditempat Sasuke..
Keadaan Sasuke dan yang lain tidak begitu baik, terlihat luka sayatan di sebagian tubuh mereka. Mereka berdiri mengelilingi Tazuna, Sasuke berada di depan, Kenji di kiri, Naruko di kanan dan terakhir Sakura dibelakang.
Zabuza menyerang Sasuke dari depan tetapi beruntung Sasuke dapat menangkis serangan itu dengan kunainya, sebelum melakukan pergerakan Zabuza telah dihadiahi tendangan dari samping kirinya yang telak mengenai kepalanya Oleh Naruko, zabuza tergeser kekanan akibat kerasnya tendangan Naruko yang dilapisi Chakra, tidak Sampai disitu Kenji menyabetkan Katananya penuh tenaga dan dilapisi elemen angim ke arah Zabuza, tekanan udara berbentuk sabit dengan cepat mengenai dada Zabuza dan membuat Zabuza terpelanting menuju sungai.
"Kerjasama yang mematikan" ucap Zabuza yang mencoba berdiri di atas air, dia mengusap luka di bibirnya dengan punggung lengannya, Zabuza menahan sakit luka melintang didadanya cukup parah. Kabut pun menipis dan kemudian menghilang.
"Suiton : suiryudan No Jutsu" teriak Zabuza, kemudian seekor naga besar terbentuk dari air di sungai itu, dan bergerak cepat menuju Tazuna.
"Katon : Goukakyu No Jutsu" teriak Sasuke
"Fuuton : Kamikaze" Naruko menambahkan tornado angin ke bola api Sasuke sehingga bola api Sasuke membesar 5 kali lipat dan melesat cepat ke arah Naga air Zabuza.
Sedangkan Kenji dengan cepat menebaskan Katananya beberapa kali ke arah di udara sehingga memunculkam beberapa tekanan angin berbentuk bulan sabit yang melesat di belakang jutsu gabungan Sasuke dan Naruko.
Naga air Zabuza dan jutsu Gabungan Naruko dan Sasuke bertabrakan sehingga menimbulkan bunyi ledakan dan asap dari uap air yang cukup tebal, tapi uap air itu menghilang akibat lesatan tekanan angin berbentuk sabit milik Kenji dan terus maju ke arah Zabuza.
"Suiton : suijinheki" ucap Zabuza sehingga dinding air melindungi Zabuza dari serangan sabit angin yang tajam dari Kenji.
Dinding air itu menghilang setelah serangan dari Kenji tidak ada lagi..
Tapi seseorang dengqn cepat menendang Zabuza di pinggang dan mementalkan Zabuza cukup jauh dan terkapar di dekat Kakashi, Hayate dan Naruto.
"Zabuza Sama" teriak Haku kemudian melesat ke arah Zabuza yang terkapar ditanah. Haku merebahkan kepala Zabuza di pahanya.
"Sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pertarungan ini, aku telah kalah" ucap Zabuza
"Jangan memaksakan dirimu Zabuza Sama, anda terluka cukup parah" balas Haku.
Sedangkan Kakashi dan yang lainnya bersiaga dan mengamati sosok misterius didepannya.
"Siapa kau?" teriak Kakashi kepada sosok itu
"Aku bukan siapa-siapa,kalian tak perlu tau namaku." ucap Sosok misterius itu kemudian kembali berkata " serahkan gadis kecil jinchuriki itu maka tidak akan ada pertarungan sia-sia disini"
Setelah mendengar ucapan orang itu kakashi dan yang lain langsung berdiri melindungi Naruko.
"Tidak akan.." ucap mereka Kompak..
"Kalau begitu kalian harus mati" balas sosok itu.
T.B.C
Maaf ya kalo updatenya telat banget.. Saya lagi kehilangan inspirasi buat nulis chapter ini..
Kayaknya ini chapter berantakan deh.. Maaf ya..
Terima kasih buat reviewnya..
