God Cheater

Cast : Super Junior 13 + 2

Summary : Dimulai dari penjara yang di penuhi orang-orang luar biasa yang tak terduga. Bagaimana jadinya jika mereka yang tak akur itu berkerjasama untuk keluar dari penjara yang memiliki pengamanan luar biasa? SJ FF

Rated: T

Disclaimer: FF ini milik seorang ika zordick. Ide cerita dan segala yang di dalamnya. Kecuali castnya.

Warning: Typos! AU, OOC, hati-hati dengan beberapa adegan. Gak suka ya.. tutup aja! Tapi yang baca wajib komentar (review)

Genre: Adventure, Crime

%ika. Zordick%

TITANIC, PELELANGAN DAN BOM

Warning tambahan: Tidak ada protes! Kekekekkeke...

Maafkan saya soal kesalahan ejaan Zhoumi dan HyunSeung, sebenarnya bukan salah ejaan sih. Tapi ikalah yang tidak tahu! #plaak

Let's begin... (apaan nih?)

For my Dear (My Angel), JISI, My Sister and All Reader.

I love you all and don't forget to review!

"PERGIII!" teriak seorang bocah berusia tiga belas tahun histeris. Dia duduk meringkuk di sudut ruangan sebuah kamar—yang jelas bukan kamarnya. Wajah pucatnya cukup membuktikan bahwa dia sedang tak baik-baik saja. Matanya membengkak dan sepertinya sudah cukup lelah mengeluarkan air mata. Tubuhnya gemetar hebat, peluh membasahi seluruh tubuhnya dan dia terus memeluk tubuhnya sendiri seolah ia bisa melindungi dirinya yang sama sekali tak berdaya.

Eunhyuk dan Donghae saling berpandangan—sudah puluhan kali mereka menerima penolakan pagi ini. Sudah Donghae keluarkan seluruh gombalan, bujukan maut bahkan pesona cintanyadan itu artinya Eunhyuk sudah bersusah payah mengeluarkan aksi konyolnya dan menahan mual di perutnya akibat aksi Donghae yang jelas takkan mempan untuk namja normal seperti dirinya. Dan ia rasa itu juga berlaku untuk bocah histeris di hadapan mereka.

Donghae menghela nafasnya—ia menyerah. Sudah sejak tiga jam yang lalu ia berusaha meminta Kyuhyun—bocah histeris yang dimaksudkan tak tergugah hatinya untuk menerima bujukannya untuk makan. Eunhyuk menatap Donghae pesimis, tersirat di mata pemuda Hyperaktif itu bahwa ia juga sama lelah dan kesusahan melihat salah seorang sahabat mereka—adik mereka menjadi begitu lemah.

"Dia tak ingin makan hyung, aku sudah berusaha" Donghae dan Eunhyuk berbalik saat melihat di depan pintu kamar terlihat Ryeowook yang tengah mengadu pada Leeteuk. Leeteuk tersenyum, meski terlihat jelas raut lelah dan cemas di wajah tampan sekaligus cantiknya. Ia melangkah masuk ke kamar yang di tempati Kyuhyun bersama Eunhyuk dan Donghae.

"Bagaimana dengan Kyu?" tanya Leeteuk menampilkan wajah khas pemimpin yang begitu mengkhawatirkan kondisi bawahannya. Donghae menggeleng, "Kami tak bisa membujuknya" lapor Eunhyuk. "Bagaimana kondisi Sungmin hyung?" lanjutnya—jujur saja, ia tak kalah khawatir dengan kondisi namja imut pecinta pink dan ahli strategi mereka tersebut yang sekarang berada di kamar sebelah.

"Tenanglah, kalian juga sebaiknya sarapan. Ryeowook sudah memasakkan bagian kalian"

"Hooree.. makan!" sorak Eunhyuk yang langsung di hadaiahi jitakan oleh Donghae. "Kita dalam kondisi bersedih. Bagaimana mungkin kau bisa mengingat perutmu saat temanmu sedang tak sehat" omel Donghae menasehati Eunhyuk.

Eunhyuk bersungut. Rasanya ia ingin sekali menggoreng Donghae agar lauk di piringnya bertambah—jika ia tak ingat bahwa Donghae adalah sahabatnya. Ayolah—dia juga orang yang yang tak kejam-kejam amat. Dia masih mengingat temannya, hanya saja dia tak sedang menganut ideologi sakit satu sakit semua.

Dengan bibir mengerucut, pipi menggembung dan suara cacing yang berdemo meminta makan di dalam perutnya, Eunhyuk melangkah dengan gontai sambil bergelayut di lengan Kangin yang kebetulan melintas di depan kamar. "Yak,... monyet kau kenapa?" hardik Kangin dengan mulut pedasnya. "Aku bukan monyet hyung! Tak ada monyet yang setampan aku! Lagi pula jika aku monyet kau pasti gorila" hardik Eunhyuk balik.

PLOOOOKKK... Jitakan maut kembali lagi singgah dengan mulus di kepala Eunhyuk. Kali ini Eunhyuk tak bersungut tapi meringis. Bagaimanapun tenaga gorila—dalam pemikirannya jelas lebih besar dari tenaga ikan—dalam pikirannya juga. "Kau bisa membuatku benjol!"

"Salahmu" respon Kangin acuh. Eunhyuk kembali mengerucutkan bibirnya, dia kembali bergelayut di lengan besar Kangin. "Kau kenapa sih?" siapa juga yang tak risih jika di gelantungi orang hyperaktif yang kini sibuk memasang wajah aegyonya.

"Aku lapar hyung... tapi Donghae tak mengizinkanku makan" adu Eunhyuk. "Aku ingin makan~~ makan~~" Eunhyuk mencoba mengikuti aksi demo cacing di perutnya.

"Kau ini! Ya sudah... makan sana! Kau tarik paksa saja Donghae untuk makan. Aku sudah cukup pusing dengan Sungmin dan Kyuhyun yang tak mau makan"

"Baik hyung!" Eunhyuk memasang pose hormat dan segera melakukan perintah Kangin. Menarik Donghae—maksudnya menyeret Donghae ke arah ruang makan.

%ika. Zordick%

"Kyunnie~" Leeteuk memanggil lembut Kyuhyun yang merapatkan tubuhnya ke sudut ruangan. "Kyu... ayo makan dan main bersama hyung!" ajak Leeteuk bak seorang ibu yang membujuk anak balitanya.

"ANDWAEEE! PERGI... PERGI... JANGAN BUNUH AKU! JANGAN BUNUH AKU!" kembali Kyuhyun histeris. Air mata kembali merembes membasahi pipinya yang pucat dan menirus. Begitu kuatkah pengaruh Kibum padanya hingga ia begitu berubah sekarang? "Hiks... hiks..." isakkan lirih terdengar setelahnya. Leeteuk mengiba, mengapa magnae mereka begitu menderita?

"Kyu... ini Leeteuk hyung"

"HUWAAA... HYUNG! TOLONG AKU! JANGAN BUNUH AKU KIBUMMIE, KUMOHON!" Kyuhyun menungkup kedua tangannya seperti orang memohon. Dia berlutut menghadap Leeteuk terus meracau dengan permohonan konyol yang jelas Leeteuk mengerti sebabnya. "Jangan memaksanya! Dekati dia secara perlahan dan lembut" Leeteuk berbalik dan psikiater tampan sudah berdiri dengan pakaian rapi di belakangnya.

"Untuk apa kau kemari?" desis Leeteuk tak senang. Ia jelas sudah meminta pada Zhoumi untuk bergabung dengan mereka dua hari yang lalu dan pemuda itu jelas menolaknya mentah-mentah. "Aku bergabung dengan kalian" ucap Zhoumi yakin, membuat Leeteuk sedikit terperangah mendengarnya.

Sepelan mungkin, Zhoumi melangkah menghampiri Kyuhyun. Berjongkok di hadapan bocah yang terus meracau tak jelas. Tangannya terulur menghapus air mata Kyuhyun, di elusnya surai kecoklatan yang begitu acak itu dengan sangat lembut. "Hyung di sini Kyu" bisik Zhoumi di telinga Kyuhyun.

"Leeteuk hyung! Tolong Kyu!" Kyuhyun memeluk Zhoumi erat. "Nee~ hyung di sini, sekarang kau makan dulu" Entah kenapa Kyuhyun patuh, dia mengangguk dan duduk manis di atas tempat tidur dengan bantuan Zhoumi yang memapahnya. "Kangin, suapi Kyuhyun makan eoh!" pinta Leeteuk tersenyum lega melihat Kyuhyun.

%ika. Zordick%

Zhoumi mengarahkan senter kecil di tangannya pada bola mata hitam kelam yang tengah menatap kosong milik Sungmin. Namja berperawakan mungil yang biasanya terlihat bersinar kini bak mayat hidup yang tak bisa melakukan apapun. Sungmin terus duduk di atas tempat tidurnya, wajahnya enggan berekspresi, tubuhnya pun tak terlihat menunjukkan tanda-tanda pergerakan. Bibir merahnya kini memutih dan mengering enggan membuka untuk mengucapkan sepatah kata pun.

"Minnie~, bisa buka mulutmu?" tanya Zhoumi lembut. Tak ada respon dari Sungmin, Zhoumi meraih tangan Sungmin yang terkulai, di gelitiknya pelan untuk memberikan rangsangan pada si pemilik tangan—tak ada respon. "Sensorik otaknya mengalami gangguan karena suara yang ia dengar" ucap Zhoumi membuat Leeteuk sedikit tersentak dari alam pemikirannya sendiri.

"Maksudmu?"

"Suara piano dan nyanyian yang di dengarnya beberapa waktu lalu merusak sistem kerja otaknya dan membuatnya memiliki gangguan psikis"

"Yesung hanya bernyanyi dan bermain piano bagaimana mungkin ia bisa menyakiti orang lain?" Leeteuk mencoba mengklarifikasikan hal yang ia rasa tak mungkin.

Zhoumi menatap Leeteuk penuh pengertian, "Kau pernah dengar lagu gloomy Sunday yang membuat jumlah angka kematian meningkat?" Leeteuk terdiam, otaknya sibuk mencerna segala kemungkinan yang salah. Ia tak bisa membuat Yesung yang tak tahu apapun bersalah kan? "Atau Karlmayer yang bahkan membuat para penjahat mengakui kejahatan mereka?"

Degg...

"Aku tahu kau mungkin sulit menerima ini. Yesung memang tak tahu atas apapun yang ia miliki. Mungkin kasusnya berbeda dengan Kibum, yang secara langsung membuat Kyuhyun tertekan. Tapi Yesung, sungguh lebih barbahaya, kau tahu jelas maksudku, dia bisa membunuh orang dari jarak jauh dengan frekuensi suara yang ia hasilkan"

Deg... jantung Leeteuk berdetak semakin tak karuan. Terbesit rasa bersalah di pikirannya.

"Aku memang bukan seorang ahli suara, istilahnya manusia hanya bisa mendengar suara yang berkisar antara 20-20000 hertz, atau bisa dibilang suara audiosonik. Suara infrasonik dan ultrasonik bisa merusak pendengaran apa lagi jika di dengar secara terus menerus dalam jangka waktu yang relatif tidak singkat. Dan selain itu efek suara juga berpengaruh pada psikis selain bisa merusak telinga dan saraf. Suara bisa merusak sistem kerja otak dan mental seseorang"

Leeteuk menunduk, dia sungguh bersalah kali ini. Wajah Heechul yang menangis memohon padanya untuk mengampuni Kibum kembali terlintas di benaknya. Benar... sama kasusnya dengan Yesung, Kibum pun mengalami ketidakadilan, bagaimana mungkin ia bisa-bisanya berkeinginan membunuh bocah kecil yang mengalami kelainan jiwa itu?

"Kau tak adil Leeteuk! Yesung hampir saja membunuh Sungmin tapi kenapa kau hanya ingin membunuh Kibum?" kata-kata Heechul yang terkadang di selingi dengan sumpah serapah terngiang kembali di telinga Leeteuk. Rasa bersalah menghantuinya, Heechul benar—dia sungguh tak adil sebagai seorang pemimpin dan orang tertua yang memegang kepercayaan diantara mereka.

"Lalu apa yang harus di lakukan untuk mengobatinya?"

"Biarkan dia mendengar lagu bertempo lambat dan melow. Kurasa dia akan menjadi lebih baik" Zhoumi memasang earphone ke telinga Sungmin.

%ika. Zordick%

Kibum duduk di kursinya, tangan dan kaki terikat masih membuatnya terlihat nyaman. Matanya menatap tanpa rasa takut pada Heechul yang tengah mengumpat terus menerus. "Bisakah kau diam hyung, kau mau membuatku tuli?" ucap Kibum santai seolah lelaki di hadapannya itu seusia dengannya. Heechul menatap tajam Kibum, dia kemudian mendengus. "Aku sedang membela mu bagaimana mungkin kau menyuruhku diam?"

Kibum memutar bola matanya bosan. Jika saja ia tak terikat mungkin saja dia akan menyumpal mulut Heechul dengan benda di sekitarnya atau mungkin merobek mulut itu sekalian saja. "Untuk apa kau membelaku? Kau bukan Lembaga perlindungan HAM dan kau juga bukan orang baik pecinta Tuhan" sindir Kibum melirik Siwon yang duduk tak terlalu jauh dari Heechul. "Aku juga bukan orang idiot yang sensitif dan butuh perlindungan" seringgai Kibum terlihat saat matanya dan mata Hangeng bertemu.

Dengan cepat Hangeng beringsut ke balik tubuh Heechul, wajah polosnya seolah menutupi kemampuan luar biasa dan umurnya yang hampir sama dengan Heechul. "Kibummie, aku tahu kau membutuhkan kami"

"Aku sangat tahu bahwa aku tak butuh kalian. Sejak aku terlahir di dunia ini aku memang selalu di perlakukan bagai—ya kau tahu—binatang" ucap Kibum santai namun ekspresinya seolah meremehkan segala yang hidup di muka bumi ini.

"Kita akan merubah itu. Tuhan itu adil Kibum!" sanggah Siwon yakin. Kibum tertawa renyah, Hangeng menghela nafasnya. "Tuhan tidak sedang bermain dadu—itu yang ingin kau katakan padaku?" selidik Kibum dengan wajah tak berminat. "Apa Tuhan bisa menolongmu saat temali ini lepas dari tubuhku dan kemudian aku merobek bibir jokermu itu?"

"Berhentilah merusak psikis orang lain Kibum—ssi" Zhoumi memasuki kamar Kibum. "Aku ingin bicara denganmu Heechul—ah!"

%ika. Zordick%

Leeteuk menggenggam tangan Heechul erat, bagaimana tidak—namja itu terlihat begitu tertekan mendengar beberapa penuturan Zhoumi mengenai kondisi beberapa orang dari mereka. Dia sedikit senang saat mendengar bahwa Kyuhyun dan Sungmin akan menjadi lebih baik setelah beberapa hari. Namun—saat ia mendengar begitu seriusnya penyembuhan jangka panjang Yesung, ekspresinya berubah seketika.

Heechul dan Leeteuk memang orang tertua di perkumpulan mereka. Rasa tanggung jawab dan kasih sayang paling mendominasi dari mereka untuk semuanya. Siapa kakak yang tak sakit saat mendengar kondisi adiknya yang bisa dikatakan harus mengalami pengobatan yang lama. "Tapi dia akan bisa sembuhkan, koala?" Heechul menatap memohon pada Zhoumi.

Ingin rasanya Zhoumi mencibir. Apa dosanya hingga dia harus dikatai koala. Bergabung dengan penjahat, menyaksikan adegan pembunuhan, mengobati kejiwaan mereka, apa ada yang lebih buruk lagi selain itu? Yaa... dia yakin dia akan menjadi buronan sebentar lagi akibat keputusan gilanya yang ingin mengobati orang. "Ya... dia bisa sembuh mak lampir" jawab Zhoumi sewot.

Leeteuk berdecak, di pijitnya pelipisnya yang kembali terasa sakit. Menyesal rasanya ia meminta maaf pada Heechul tadi dan berusaha memberi kekuatan pada namja cantik itu. Nyatanya Heechul sudah membuat masalah dan adu mulut, sialnya pada sang psikiater.

"Hanya saja untuk Kibum..." tatapan Zhoumi meredup. "Dia tak bisa sembuh"

"Ahh—apa maksudmu?" kali ini bukan Heechul yang bergerak mencengkram kerah kemeja Zhoumi dan melepaskan segala kesal di hatinya, namun Leeteuklah yang melakukannya. "Kibum harus bisa sembuh, dia bagian dari kami!"

"Aku mengerti Leeteuk—ssi, tapi tetap saja, itu tak mungkin. Di dalam otaknya ada dua bagian yang tak saling berkomunikasi dengan baik, korteks prefrontal ventromedial yang bertanggung jawab pada emosi termasuk empati dan rasa bersalah dan bagian amygdala yang mengendalikan kadar ketakutan dan kecemasan. Selain bentuknya yang berbeda dengan orang normal, impuls listrik diantara keduanya pun sangat berbeda sehingga ia susah untuk mengendalikan prilaku sosial dan emosionalnya" terang Zhoumi

"Lalu apa tidak bisa sirkuit yang menjadi masalah dalam otaknya itu di perbaiki, entah dengan operasi mungkin?"

"Tidak... jika para psyco sejenis Kibum bisa di obati, dunia tak perlu takut akan keberadaan mereka dan mendekam mereka dalam penjara abadi, Leeteuk—ssi"

Leeteuk terdiam, dia tahu ini bukan bagiannya. Dia menunduk, kali ini Heechullah yang berusaha menenangkannya. "Yang bisa di lakukan hanyalah melakukan terapi pada korban-korbannya bukan padanya, juga mencegah agar ia tak melakukan tindak kriminal"

"Apa kau yakin Kibum sungguhan seorang psyco, bukankah ada kemungkinan dia hanya mengalami delusi karena masa lalunya yang buruk?" kali ini Heechul mencoba berkomentar, ia sungguh tak mau mendengar sesuatu yang lebih buruk dari ini.

Zhoumi menggeleng lemah, kilatan keyakinan terlihat di wajah tampannya. "Manipulatif, aku sudah memastikannya sendiri dan aku yakin bahwa ia positif. Saat dia berbohong bahwa dia dan Kyuhyun adalah pasangan gay aku mengecek detak jantungnya. Jika saat itu aku mengecek detak jantung Kyuhyun, aku pasti tahu bahwa ini adalah kebohongan sementara saat melakukannya pada Kibum, detak jantung berdetak secara teratur, gerak bola mata yakin, tak ada keringat dingin dan tanda-tanda orang berbohong lainnya"

Deg...

Deg...

Terasa sakit. Heechul dan Leeteuk menunduk lemah. Apa tak ada yang bisa mereka lakukan demi salah satu dari mereka? Apa tidak ada harapan untuk Kibum sembuh? Kenapa dunia begitu kejam pada bocah yang mungkin tak pernah merasakan rasa empati sebenarnya itu.

"Sebaiknya kalian juga berhati-hati, dia bisa bertingkah laku halnya orang yang normal. Kasih sayangnya dan kepeduliannya pada yang lain bisa saja merupakan kebohongan yang ia buat. Jangan pernah percaya padanya"

BRAAAKKK...

Pernyataan Zhoumi yang baru saja ia ucapkan sontak membuat Leeteuk dan Heechul membulatkan mata mereka. Apa maksudnya kebohongan? Apa selama ini mereka juga di tipu oleh Kim Kibum? Apa keinginan Kibum untuk sembuh sebenarnya juga kebohongan yang dibuat olehnya? Ini seolah tak bisa mereka telusuri di benak dan pikiran mereka. Kepercayaan mereka selama ini hanya—kebohongan. Harapan yang mereka yakini hanya—omong kosong?

%ika. Zordick%

Tek... tek... tek...

Suara detak jam terdengar memecah keheningan sebuah ruangan dengan penerangan remang. Beberapa orang mengenakan pakaian yang terlihat rapi duduk mengelilingi sebuah meja berbentuk bundar. Seolah sibuk dengan pemikiran mereka sendiri para manusia-manusia yang mengatai diri mereka sebagai—orang baik tersebut hanya memilih diam.

Mungkin hanya Tuhan yang tahu apa yang sedang mereka pikirkan, apa yang sedang mereka perkirakan dan apa maksud tujuan mereka. Seorang yeoja cantik bersurai hitam panjang lurus meletakkan jari telunjuk kanannya di bibirnya—dia salah satu dari mereka tampak mencoba membuka belahan bibir merah maronnya. "Baiklah Mr. Choi bukankah jelas ini semua akibat kecerobohanmu?" ucapnya dengan nada mengejek.

Mr. Choi—namja paruh baya tampan yang tengah duduk di atas kursi rodanya mengangkat kepalanya yang tertunduk. "Aku mengakui kesalahanku" ucap Mr. Choi tenang. Peledakan dan penghancuran Mid Building tak sepenuhnya salahnya, hanya saja karena island merupakan tanggung jawabnya maka kewajiban seorang pesalah di limpahkan padanya secara keseluruhan.

"Sudahlah Master Boa, anak Mr. Choi sekarang menjadi tahanan penjahat-penjahat itu, jangan membuatnya semakin tersudut" seorang yeoja lain dengan surai kecoklatan se leher angkat bicara. "Sebaiknya kita pikirkan bagaimana menangkap mereka. Aku menerima laporan bahwa beberapa dari mereka terlibat dalam beberapa kasus perampokan, pembakaran bahkan pencurian cantik permata milik Mr. Hyun Seung. Apa kita bisa membiarkan mereka terus-menerus melakukan kejahatan?"

"Astaga Sora, ternyata kau tak sehebat yang dikatakan orang!" seorang namja angkat bicara. Tawa renyah meremehkan terdengar dari wajah dinginnya. "Aku bahkan mengetahui kemana mereka selanjutnya dan kurasa sudah saatnya kita meletakkan orang-orang kita untuk menghadapi mereka"

"Oh,.. astaga master Jung Yunho, siapa gerangan yang akan anda turunkan?" Sora mendecih.

"Berikan pada Poppin Dragon dan AJ" seorang namja lain angkat bicara. Seluruh manusia diruangan itu terdiam. "Mereka akan melakukan tugas dengan baik" ujarnya acuh.

"Tidak! Mereka akan memakan korban yang tidak seharusnya" ucah Boa menentang.

"Memperoleh hasil yang seharusnya adalah dengan mengorbankan yang seharusnya. Apa anda ingin dunia ini kuasai oleh mereka. Anda juga seharusnya tahu, identitas dari mereka tak kita ketahui dikarenakan segala berkas mereka menghilang dalam ledakan" namja berwajah manis itu tersenyum lebar. "Aku hanya melakukan hal yang terbaik. Meledakkan mereka semua dengan beberapa pengiring kurasa bukan masalah"

"Kau gila Taemin—ah, tapi tak ada salahnya. Aku setuju" Yunho menyeringgai, di tatapnya satu persatu manusia dalam ruangan itu. Boa mendecih. "Terserah kalian sajalah!"

%ika. Zordick%

Henry tersenyum penuh arti sambil membawa lima belas tiket di tangannya. Senandung merdu terdengar dari bibir pulmnya. Ryeowook menaikkan sebelah alisnya menatap Henry. Jarang-jarang si Maple—tuan informasi yang memiliki kekasih sebuah mobil yang di hancurkan Kibum dulu bisa segirang ini. "Gwechanayo Henry, kau salah makan? Apa aku tak sengaja memasukkan bahan makanan yang salah ya?" tanya Ryeowook pada Henry sekaligus pada dirinya sendiri.

"Mau tau aja! Wookie, Leeteuk hyung mana?" tanya Henry masih dengan begitu ceria. Ryeowook meletakkan buku resepnya dan turun dari tempat tidur yang ia tempati bersama Henry dalam kamar yang sama. "Mungkin sedang melihat Zhoumi hyung mengobati Yesung hyung dan yang lainnya"

Henry mengangguk sekilas kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang tengah. Ryeowook yang penasaran hanya mengikuti sahabat seusianya itu dari belakang. "HYUNGDEUL!" teriak Henry yang makin membuat dirinya terlihat menggemaskan. "Tebak! Apa yang aku dapatkan?" tanyanya yang jelas saja memulai hipotesa gila para manusia yang tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing di ruangan tersebut.

Leeteuk dan Heechul yang berusaha memberi pengertian pada Kyuhyun yang terus meringkuk ketakutan saat melihat sosok Kibum—padahal bocah tigabelas tahun itu sudah membaik kondisinya. Kangin yang terus mengajak Sungmin yang sudah sehat untuk terus berbicara. Zhoumi terlihat sibuk mencoba bermain dengan Yesung yang sepertinya terkadang tak menggubrisnya. Sedangkan Siwon, Donghae dan Eunhyuk tampak mencoba mengobati Kibum dengan cara mereka yang terbilang konyol—menjauhkan Hangeng bersama Shindong, mereka berpikir bahwa puncak masalah adalah Hangeng yang selalu mengigau.

"Makanan?" tebak Eunhyuk dan Shindong serempak. Untuk kasus makanan mereka selalu serempak. "Ikan berkaki?" tebak Donghae asal. "Beruang kuat yang bisa menjadi lawan tarungku?" kali Kangin ambil suara. "Ide cerita?" Sungmin sepertinya sudah lebih dari kata cukup baik. "Kebenaran dan kau ingin bertobat" Siwon menaikkan sebelah alisnya.

"Yeoja cantik seperti di film Titanic?" sahut Heechul, "Game?" Kyuhyun terlihat kembali ceria. "Masalah buat kita" Hangeng buka suara yang langsung di tatap kesal oleh yang lain BISAKAH-TUTUP-MULUT-MENGIGAUMU-YANG-SELALU-JADI-KENYATAAN-ITU, begitulah kira-kira bahasa mata mereka. Hangeng menunduk takut setelahnya.

"Kalian salah!" ucap Henry memanyunkan bibirnya.

"Cacing. Hiii~~~" sahut Yesung menyebutkan gambar di tangan Zhoumi yang membuat mata beralih padanya. "Sungie pintar!" puji Zhoumi. Yesung nyengir.

"Kenyataan bahwa semua orang di sini idiot" ujar Kibum enteng. Mata beralih padanya—dengan tatapan SIAPA-YANG-KAU-MAKSUD-IDIOT?. Kibum mengangkat bahunya acuh.

"Berhentilah membuat kami semua di sini penasaran Henry" Leeteuk berbicara. Henry mengangguk, "Aku menemukan pembeli permata"

"Benarkah? Siapa?" ruangan menjadi ricuh. Yesung ikut meramaikan suasana dengan menjerit-menjerit tak jelas. "Tenang!" teriak Leeteuk tegas. Zhoumi cepat menutup mulut Yesung.

"Pelelangan di atas kapal pesiar! Dan kita semua mendapatkan tiketnya!"

%ika. Zordick%

"HUWAAAA! BESARNYA!" teriak Kyuhyun girang saat melihat kapal yang akan membawa mereka dipelabuhan. Eunhyuk ikut berteriak dan mendorong tubuh Kangin yang menghalangi pandangannya dari kapal besar itu. "Yak! Apa yang kau lakukan?" amuk Kangin.

"HYAAA... ada Gorila besar mengamuk!" teriak Eunhyuk ngacir berlari menjauhi Kangin.

"Aku tidak kenal... tidak kenal..." ucap Donghae bak mantra sambil menutupi wajahnya saat melihat adegan kekanakan dua orang itu.

Siwon tertawa renyah, matanya kemudian beralih pada Sungmin yang berjalan di sampingnya. "Kurasa liburan amat kau perlukan hyung" ucapnya yang hanya membuahkan senyuman manis dari Sungmin. "Kurasa kau benar Wonnie"

"Apa Sungie senang?" Zhoumi sibuk mengajak Yesung berbicara. "Senang!" jawab Yesung antusias.

Lalu apa yang dilakukan oleh Henry dan Ryeowook? Mereka sibuk menarik—menyeret tubuh Hangeng lebih tepatnya yang sejak tadi tak ingin menaiki kapal pesiar mewah itu, padahal yang lain sudah hendak naik. "Ayolah hyung!" bujuk Ryeowook.

"ANDWAEEE!" pekik Hangeng.

"Sudah seret saja!" Henry mengajukan usul yang langsung ia kerjakan tanpa persetujuan Ryeowook.

"Hiks..." Heechul menangis terharu, tangan kanannya masih menggenggam tangan Kibum di sebelahnya agar bocah itu tak terpisah jauh darinya. Tangan kirinya menghapus air mata kebahagiaan yang mengalir di pelupuk mata cantiknya. "Titanic! Akhirnya..." ocehnya tak jelas. Kibum memutar bola matanya bosan, kenapa ia harus terlibat dalam adegan melow drama yang di perankan oleh Heechul?

PLLUUKK...

Perhatian Kibum teralih pada benda tumpul yang terjatuh dari kantung Kyuhyun. Kibum tentu tahu benda kotak berwarna hitam yang baru saja dibelikan Leeteuk untuk Kyuhyun itu. Benda yang di belikan untuk mengalihkan perhatian Kyuhyun darinya. Agar Kyuhyun tidak terlalu ingat tentang keberadaannya yang mengerikan.

Kibum melepas paksa tangannya dari genggaman tangan Heechul. "Yak! Kibummie, mau kemana?" jerit Heechul memanggil Kibum. Kibum tak terlalu peduli, diambilnya PSP Kyuhyun yang tergeletak di tanah. Di hampirinya Kyuhyun—bermaksud mengembalikan PSP tersebut. "Kyu!" panggil Kibum.

Demi nama kapal Titanic, Kibum harus menghentikan langkahnya. Wajah Kyuhyun memucat saat manic brown gelap miliknya bertemu dengan manic hitam kelam milik Kibum. Dia berlari memeluk Leeteuk—mencari perlindungan pada sang leader. "Kyu..." panggil Kibum lemah. Kibum tertunduk, apakah dia menyesal atau ada rasa sakit di benaknya karena orang yang begitu ia sayangi takut akan dirinya.

"Hyung..." Kyuhyun menyeret langkahnya untuk berdiri di belakang Leeteuk yang kebingungan. Namun Leeteuk langsung mengerti saat melihat sosok Kibum yang berjalan menghampirinya dengan raut kesedihan. Entah itu sebuah manipulasinya, entah kebenaran, tak ada yang tahu termasuk Leeteuk.

"Aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin mengembalikan ini" ujar Kibum menyodorkan PSP itu dari jarak tak kurang dari 2 meter.

Heechul yang berdiri di belakang Kibum, terdiam. Di tatapnya Leeteuk meminta bantuan—bantuan agar perasaan Kibum tak terlukai sekali lagi. "Kyu, itu PSPmu, Kibum membawakannya untukmu" bujuk Leeteuk.

"Ambil saja untukmu! Jangan sakiti aku! Kumohon..." Kibum menunduk, di berikannya PSP itu pada Heechul yang ada di sampingnya sekarang. "Berikan pada Kyuhyun, ya hyung! Aku mau naik duluan bersama Shindong hyung"

%ika. Zordick%

Heechul menarik nafasnya kuat. Di rentangkannya tangannya dan membiarkan angin malam lautan menghempas tubuhnya. Dia sekarang tengah berada di ujung deck kapal, membayangkan bahwa dirinya tengah melakukan salah satu adengan di film Titanic yang menjadi obsesinya mencari seorang gadis.

Srett... sreet...

Namun sepertinya khayalannya itu harus bersedia dirusak. Di rasakannya seseorang menarik-narik pakaiannya. Heechul membuka matanya, diturukannya tangannya dan dia menoleh kebelakang. Ditemukannya sosok Kibum disana yang tengah menatapnya tanpa ekspresi. "Ada apa?"

"Aku lapar hyung" adu Kibum tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

Heechul mendengus, demi James Cameron yang menggarap Film Titanic rasanya Heechul ingin sekali menjitak kepala Kibum yang telah mengganggu adegan manisnya dalam imanjinasinya. "Cari makanan sendiri sana, bukankah yang lain ada di dalam, Kibummie?"

"Sstt..." Kibum mengisyaratkan bisikan pada Heechul. "Ada orang lain yang tak seharusnya di kapal ini"

"Eh..."

"Temui Hangeng dan tanyakan padanya apa yang harus kita lakukan!" bisik Kibum, "Aku akan mencari tahu ke tempat nahkoda"

%ika. Zordick%

"Bagaimana Ki Kwang? Kau sudah meletakkannya di tempat yang benar?" seorang namja mengenakan pakaian resmi melirik temannya yang baru saja memasuki tempat pelelangan dengan langkah sedikit terburu-buru. "Tentu saja sudah, Jun Hyung—ah, aku selalu melakukan tugasku dengan benar. Kau sudah melakukan tugasmu?"

"Tentu saja, aku sudah meletakkan kode itu di tempat yang harusnya mereka temukan"

"Jika seandainya orang yang menjadi target kita jelas, kita tak perlu meledakkan seluruh kapal ini. Bukankah begitu Poppin Dragon?"

"Terserahmu lah AJ"

%ika. Zordick%

Siwon melangkahkan kakinya memasuki ruangan aula kapal pesiar yang di tata sedemikan rupa hingga kesan mewah dan elegant begitu mendominasi ruangan tersebut. Dia dan Sungmin berjalan berdampingan dengan jas mewah yang terpasang secara sempurna menampakkan lekuk tubuh keduannya yang atletis.

"Kita sampai ke acara puncak!" ucap sang pembawa acara—itu artinya mereka tepat waktu. Siwon dan Sungmin duduk di kursi yang berjauhan seolah mereka memang saling tak mengenal. Pasangan HyunA dan HyunSeung yang merupakan pemilik awal dari permata yang mereka curi pun baru saja memasuki aula.

"Bukankah ini illegal? Mengapa banyak orang terkenal yang berada di sini?" tanya Sungmin memperhatikan sekelilingnya. "Karena pelelangan ini memang illegal untuk umum tapi tidak untuk mereka" sahut seseorang dari earphone Sungmin—Henry rupanya.

"Baiklah, benda yang sangat hebat yang akan di lelang saat ini adalah... Black Love Jawel milik Mr. Lee Donghae" suasana menjadi ricuh saat mendengar nama permata yang sempat di curi beberapa hari yang lalu dari pemilik awalnya yang juga berada disana dari suara sang MC. Tapi ketahuilah sepertinya HyunA lebih ricuh saat mendengar nama Donghae yang disebut.

Permata tersebut kemudian muncul dari bawah meja pelelangan. "Baiklah, kita buka harga dari $20.000"

Siwon mengangkat tangannya, "$50.000" ucapnya cepat

"$100.000" sambung Sungmin.

"$150.000" sahut peserta lelang yang lain. "$175.000"

"Oppa! Kau harus mendapatkan permata itu untukku!" rengek HyunA saat mendengar nilai yang terus naik sementara HyunSeung masih diam di tempatnya.

"Hmm? $450.000" HyungSeung mengangkat tangannya.

"Baiklah Mr. HyunSeung $450.000! ada lagi yang lebih besar itu?"

Sungmin mengumpat, demi Lukisan Rose yang di gambar oleh Jack dalam film Titanic yang laku dengan harga $16.000, dia tak mengira HyunSeung akan mempunyai uang sebanyak itu. "Bagaimana ini?" Siwon berdecak menghubungi seseorang di line sana.

"Lebih besar!" sahut Shindong di sana.

"$500.000" ucap Siwon tak mau kalah.

"$1.000.000" teriak Sungmin. Baiklah—sekarang mereka berdoa agar HyungSeung sungguh punya uang yang banyak. Jika tidak, mereka takkan mendapatkan apapun.

%ika. Zordick%

"Sh*t!" umpat Kibum saat ia membuka ruangan nahkoda. Beberapa mayat tampak tergelatak di sana bermandikan darah. Kibum menggeretakkan giginya. Tanpa rasa takut dia melangkahkan kakinya yang berbalut sepatu ke dalam ruangan pengendali kapal tersebut. Berharap ada yang masih hidup dan memberinya sedikit keterangan.

Ia memang melihatnya—seseorang yang mengendap-endap berjalan di deck kapal. Ia mengira, orang itu adalah Heechul. Siapa yang bisa mengira, ternyata ia salah. Ada orang lain yang sama menjadi pendatang gelap di kapal ini selain mereka.

Darahnya berdesir kuat saat ia mencium bau amis yang begitu pekat—khas bau darah yang rasanya memberikan sensasi tersendiri di hidung mancungnya.

"Ingin bermain eoh?" gumam Kibum yang lebih mirip desisan mengancam. Sudut bibirnya terangkat saat ia menemukan secarik kertas bernoda darah milih sang nahkoda. Tertulis di sana angka yang Kibum rasa bermakna sesuatu—sesuatu yang memang di tujukan pada salah satu diantara mereka atau mungkin pada mereka semua.

Le coeur De La Mer

1011, 01111

1, 01111

1101, 01111

1, 01111

10010, 01111

-AJ & PD—

%ika. Zordick%

"Ayolah... lebih tinggi! Lebih tinggi!" Shindong melotot menatap laptop yang langsung menghubungkan kejadian yang sedang berlangsung di aula.

Kyuhyun yang duduk di dekat Donghae mencibir, "Kenapa dia mirip menjadi Siwon hyung yang hobi berdoa kalau begini?"

Donghae tertawa, "Aish.. kau ini, sudah mainkan saja PSPmu sana!" amuk Shindong.

Kyuhyun melirik PSP yang sedari tadi tak ia sentuh. Wajah Kibum yang bernoda darah dan kilatan kebencian dimanik hitam itu berkelebatan di kepala Kyuhyun saat mengingat Kibum menyentuh PSPnya tadi. "Aku malas" ucap Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sofa.

"Tumben sekali" sindir Eunhyuk.

BRAAAKK... "Dimana Hangeng?" jerit Heechul saat pintu terbuka akibat bantingannya. Nafas namja cantik itu memburu—terlihat sekali jika ia terus berlari sedari tadi. "Dikamar sebelah bersama Leeteuk hyung dan Kangin hyung" jawab Donghae. Tanpa aba-aba Heechul langsung melesat ke kamar yang dimaksud.

"Aku ingin jalan-jalan dulu!" Kyuhyun keluar dari kamarnya. "Jangan pergi terlalu jauh!" pesan Shindong masih terus memplototi laptop di hadapannya.

%ika. Zordick%

"$1.000.000" semua mata membelalak mendengar nominal yang di sebutkan Sungmin baru saja. Ternyata ada juga orang yang sekaya ini, pikir mereka.

"Ayo... tambah lagi! Tambah lagi! Lebih tinggi" suara Shindong terdengar berkomat-kamit melalui handsfree yang mereka kenakan.

"$2.000.000" HyunA mengangkat tangannya. Sekarang terdengar sorakan kebahagiaan Shindong.

"$5.000.000" Sambung Sungmin tak mau kalah.

"$10.000.000" ucap Siwon yakin.

Semua mata tertuju pada namja tampan, berkelakuan serba sempurna itu. Dari wajah saja, terlihat kalau anak remaja tersebut memang serius dengan nominal yang di sebutkannya—lagi pula ia tak terlihat seperti orang yang tak punya uang. Suasana berubah hening, MC sudah mulai berkicau mengucapkan nominal yang di sebutkan Siwon.

"$15.000.000" HyunSeung mengangkat tangannya.

Siwon dan Sungmin menyeringgai. Mereka mendapatkan nominal yang mereka inginkan. Mereka diam, HyunSeung tersenyum penuh kemenangan. "Mr. HyunSeung mendapatkannya!" teriak sang MC. "Dia sudah mentransfernya" Shindong memberikan isyarat dan di saat itulah...

DUAAARRRR...

Ledakan terjadi yang membuat suasana kapal menjadi ricuh.

%ika. Zordick%

Kyuhyun melangkah kakinya, terus menaiki deck teratas. "Kyu..." tubuh Kyuhyun menegang saat mendapati sosok Kibum yang ternyata tepat di hadapannya. Kyuhyun segera ingin melangkahkan kakinya ke arah yang berbeda. "Kalau kau pergi, aku akan memanggilmu pengecut seumur hidupmu!" kata-kata Kibum persis menikam Kyuhyun—ia menghentikan langkahnya.

"Bukankah kita teman? Mengapa kau pergi dariku?"

Entah keberanian yang muncul dari mana Kyuhyun menatap mata Kibum yang sarat dengan kekecewaan dan kepedihan. Entah kenapa mata itu terlihat begitu jujur bahwa ia sedang membutuhkan Kyuhyun. Tak bisa dipungkiri, Kyuhyun juga membutuhkan patner-in-crimenya itu. Bukankah mereka selalu bersama? "Tidak ada teman yang akan membunuh sahabatnya sendiri"

"Maafkan aku!" Kibum menunduk. "Aku membutuhkanmu Kyu"

"Seandainya saat itu kau berhasil membunuhku apakah kau akan mengatakan ini?"

Kibum terdiam, Kyuhyun benar—mengapa dia mengatakan hal bodoh seperti ini. Dialah yang saat itu dengan sadar ingin mengambil nyawa dalam tubuh bocah seusianya itu. "Kyu! Pergi dari sini! Naik sekoci itu!" Kibum mendorong tubuh Kyuhyun.

"Apa yang akan kau lakukan?" Kyuhyun meronta.

DUAAARRRRRR...

Entah dorongan dari mana, Kibum memeluk Kyuhyun. "Bummie!" pekik Kyuhyun saat menyadari bahwa Kibum sedang melindunginya. Ia dengan jelas melihat ruangan nahkoda meledak dan serpihan ledakan mengenai punggung Kibum yang melindunginya. "Apa yang kau lakukan babo!?"

"Melakukan yang seharusnya teman lakukan!"

"Punggungmu... berdarah... hiks..." Kyuhyun mulai terisak. Darah Kibum terasa hangat di tangannya. DUAAAARRR... sekali lagi ledakan terjadi, kali ini bukan di deck melainkan di suatu tempat di dalam kapal yang membuat kapal itu oleng dan miring ke kiri.

Tubuh Kibum dan Kyuhyun terseret ke samping hingga punggung Kibum membentur pagar di tepi deck sebelah kiri. "ARGGHH..." erangan terdengar. Namun Kibum tak melepaskan pelukannya pada tubuh Kyuhyun diatasnya. "Jangan banyak bergerak, kau bisa jatuh"

"Tapi punggungmu Bummie"

DUAAARRRRR... ledakan ketiga terjadi. Sreeettt... tubuh Kibum merongsot kebawah. Dengan sigap Kyuhyun meraih pagar dan tangan kanannya berpengangan pada Kyuhyun. Posisi kapal kembali seperti semula. "Bummie..." rengek Kyuhyun saat merasakan tangan kiri dan kanannya perih karena menahan berat tubuhnya dan Kibum.

"Lepaskan!" Kibum berusaha membuka cengkraman tangan Kyuhyun dari lengannya.

"Tidak akan pernah!" teriak Kyuhyun kesal.

"Kau bodoh! Aku dan kau sama-sama tak bisa berenang, kita akan mati jika jatuh ke laut dalam keadaan malam seperti ini"

"Kau yang bodoh! Kau tahu kau tak bisa berenang, jika aku melepaskanmu kau akan mati"

"Itu lebih baik daripada kita berdu—"

Ucapan Kibum terpotong saat Kyuhyun menjerit, "HENTIKAN! BUKANKAH KITA SAHABAT? JIKA KITA HARUS MATI, MAKA KITA HARUS MATI BERDUA!"

"Kyu..."

"Tuhan... Maafkan kami, tapi aku sungguh takut untuk mati. Hiks... Tuhan, jika kami mati, maafkan dosaku dan Kibum. Kami tahu kami pendosa" Kyuhyun mulai memejamkan matanya sambil terisak. Doa-doa mulai terucap di bibirnya.

"Apa yang kau lakukan?"

"Aku berdoa, sebentar lagi kita mati, jadi kau juga harus ikut berdoa! Setidaknya jika Tuhan baik sebelum kita menyentuh air, kita sudah mati jadi kita tak perlu merasakan sesak dan asinnya air laut" omel Kyuhyun.

Kibum mengeriyit, "Tidak ada yang seperti itu"

"Ya, karena kalian tak akan mati sekarang! Ulurkan tanganmu Bummie" Kangin tiba-tiba muncul di deck dan menarik pergelangan tangan Kyuhyun. Kibum mengulurkan sebelah tangannya yang lain dan Kangin menyambutnya.

"Sepertinya belum waktunya untukmu untuk bertobat Kyu!" cengir Kangin "Ayo kita obati lukamu Bummie"

"Tidak sekarang hyung! Bawa aku, menemui yang lain!"

%ika. Zordick%

"Le coeur De La Mer" gumam Heechul membaca tulisan yang bisa ia baca di kertas bertulisan darah yang di bawa Kibum. "Aku sepertinya pernah dengar, tapi dimana?"

Kini mereka semua berkumpul, "Aku melihat kematian pada kita" sahut Hangeng.

PLAAKKKK... "Berhentilah mengigau!" pekik Shindong menatap tajam Hangeng.

"Aku bahkan belum menyentuh gadis" ucap Heechul frustasi akhirnya.

"Tuhan... maafkan dosa hambamu ini, hidup dan matiku ada padamu!"

"Diamlah Siwon!"

"Ahh—maaf!" ujar Siwon menyesal.

"Arti kata itu, hati laut" Henry yang menguasai puluhan bahasa berkomentar. "Itu dia!" Heechul menepuk dahinya. "Aku ingat, Heart of the Ocean, itu nama kalung yang dipakai Rose dalam film Titanic"

"Apa maksudnya kita harus mencari kalung itu untuk menghentikan semua ini?" tanya Donghae polos.

"Bukankah yang benar, kapal ini akan bernasib sama dengan kapal Titanic" sambung Leeteuk.

"Tidakk! Kita akan mati seperti di Film TITANIC!" teriak Shindong sambil berguling-guling tak jelas.

"TIDAK! TIDAKK!" sambung Yesung yang meniru kelakuan Shindong.

"Tenanglah!" ucap Zhoumi kalem. "Bukankah kita punya petunjuk yang lain"

"Ahh—kau benar bintang film hongkong" sahut Kangin merebut kertas itu dari tangan Heechul. "I... ini... ini..." ucap Kangin terbata.

"Apaan! Sini kulihat!" Donghae tak mau kalah. "HUWAAA... AKU GALAU MELIHAT ANGKA INI!" kali ini Donghae ikutan frustasi.

"Sungmin, bagaimana menurutmu?" Leeteuk menyumpal mulut Donghae. "Kita tak punya pilihan, cari bom-bom yang tersebar di kapal ini. Sebagian melakukan evakuasi dan lainnya memecahkan kode ini"

"Aku mengerti" Leeteuk menatap satu per satu dongsaeng-dongsaengnya. "Kibum dan Kyuhyun kalian yang pecahkan kodenya. Kangin, Eunhyuk, Henry dan Ryeowook mencari bom, karena ku yakin hanya Ryeowook yang bisa menjinakkan bom di sini. Kemudian yang lain bantu aku mengavakuasi penumpang lainnya. Lakukan!"

"Hyung, bagaimana dengan Yesung?" tanya Zhoumi

"Pakaikan earphone untuknya, biarkan dia bernyanyi untuk menenangkan semua penumpang yang panik"

%ika. Zordick%

BRAAAKKK... BRAAKKKK...

Eunhyuk melempar satu persatu kotak yang ia temukan di bagian lambung kapal. Air sudah menggenang hingga batas perutnya. "Apa bom bisa tak jadi meledak jika kena air Wookie?" tanya Eunhyuk masih berusaha memeriksa tiap tempat.

Ryeowook menggeleng, "Ini bom hyung, bukan petasan" ucap Ryeowook sambil menghela nafasnya.

"Sepertinya tidak ada di sini, kita cari diatas. Semuanya tutup semua pintu yang bisa menghentikan air menenggalamkan kita"

"Siap hyung!" jawab Eunhyuk, Ryeowook dan Henry kompak saat mendengar komando Kangin. Kangin menutup pintu di bawah mereka, sambil menyelam. Eunhyuk melakukan hal yang sama, sementara Ryeowook dan Henry menutup jendela ataupun pintu lainnya yang masih belum tersentuh air.

%ika. Zordick%

"Sebelah sana! Naik ke dalam sekoci itu, berlahan!" komando Leeteuk menunjuk arah pada penumpang yang lain. Yesung terlihat kebingungan melihat keramaian di sekitarnya, saat ia siap untuk berteriak, di saat itulah Zhoumi meletakkan earphone dengan volume besar ke telinga Yesung. Berlahan Yesung mulai bernyanyi mengkuti suara yang ia dengar.

Perlahan suasana menenang, suara Yesung sungguh membantu. Dia menyanyikan lagu over the rainbow dengan sempurna. Terus bernyanyi, dan membuat kepanikan itu sungguh menghilang menjadi kenyamanan—sebuah harapan untuk hidup kembali memenuhi relung hati para pendengar suara Yesung.

"Dahulukan anak-anak dan wanita!" teriak Leeteuk lagi.

Siwon, Sungmin, Heechul, Donghae, Shindong, dan Hangeng melakukan tugas mereka dengan baik. "Perhatikan langkah anda noona" ucap Hangeng lembut saat seorang wanita berwajah pucat berkebangsaan asing hampir terjatuh di pelukannya. Hangeng tersenyum, "Anda punya harapan untuk hidup, anda punya kebahagiaan anda tersendiri"

"Terima kasih" sahut yeoja itu kemudian mendudukkan dirinya di sekochi.

"Ternyata kau tertarik juga dengan yeoja eoh?" selidik Shindong yang kebetulan di dekat Hangeng. Hangeng menggeleng lemah, "Dia di buang oleh suaminya dan dia mengalami keguguran. Dia terkena kanker rahim dan sudah berulang kali dia mencoba bunuh diri. Apakah salah jika aku menasihatinya. Dia sungguh akan mendapatkan kebahagiannya sebentar lagi"

"Apakah itu bisikan seseorang?"

"Nee~ bisikan calon bayinya"

"Hentikan igauanmu! Kau membuatku merinding!"

Donghae menyambut anak-anak yang di oper oleh Siwon padanya. Satu per satu ke dalam sekochi. "Oppa... suara oppa di sana itu sangat bagus, apa kau temannya? Apa dia seorang artis? Aku adalah penggemarnya" seorang yeoja kecil yang masih sesinggukan menatap wajah Donghae dengan berbinar. Donghae tersenyum, "Dia artis namun tak terkenal, cantik. Dia sahabat oppa, keluarga oppa, bagian dari hidup oppa"

"Haaa? Benarkah?"

"Nee... kau ingin jadi penggemarnya?"

Yeoja kecil itu mengangguk, "Kalau begitu doakan dia di setiap kau ingin tertidur maka suatu hari nanti dia akan muncul dan bernyanyi lagi untukmu"

"Arraso oppa"

Donghae memberi isyarat pada Heechul untuk menurunkan sekochi yang ia rasa sudah penuh tersebut. "Aku tahu aku akan bertemu lagi denganmu" suara manis seorang yeoja membuat Donghae mendongak. "Aku tahu kau seorang penjahat dan kenapa kau harus membantu orang lain?"

"Ternyata kau noona? Tunanganmu akan marah jika dia melihatku"

"Aku tidak peduli, kau harus bersamaku, aku akan memberikan segalanya untukmu"

Donghae mengulurkan tangannya pada HyunA. "Aku penjahat dan aku tak punya hak mendapatkan cinta. Kapal ini ada kemungkin tenggelam, kau tahu"

"Aku tahu!" sekali sentakkan HyunA memeluk tubuh Donghae. "Aku serius karena aku jatuh cinta pada seorang penjahat"

"Katakan itu pada tunanganmu, dia sudah mencarimu sedari tadi. Aku terlalu mahal untuk bisa kau dapatkan begitu saja, noona. Kau harus lebih keras lagi berusaha. Jika aku hidup dan kau hidup setelah ini, kau harus menikah dengan tunanganmu dan saat kau sudah mempunyai anak, kita akan bertemu lagi"

Dengan lembut Donghae mendorong tubuh HyunA ke sekochi lain. Dia memberikan senyuman tercharmingnya. "Sayonara!" teriak Donghae.

"Wanita itu mengerikan Lee Donghae, kau adalah pelelangan tertinggi untuknya"

"Aku tahu" Donghae menatap Heechul yang berada di atas, menurunkan sekochi yang lain. "Lalu apa kau punya rencana untuk mencintainya?"

"Tidak"

"Apa kau serius dengan kata-katamu tadi?"

"Aku adalah penjahat hyung, tentu saja semua yang kukatakan itu bohong. Di saat dia sungguh mempunyai anak dengan namja lain, dia akan melupakanku. Aku hanya tidak suka membuat gadis terluka"

"Begitukah? Hmf... baguslah!"

"Lalu kau sendiri? Mana gadis yang kau inginkan mirip seperti tokoh wanita di Film Titanic?" ejek Donghae.

"Aku sudah mendapatkan keinginanku, berada di dalam kapal Titanic. Ini yang kuinginkan, tapi aku lebih suka menyelam di air dingin demi kalian daripada yeoja cantik. Cita-citaku sudah berubah rupanya" cengir Heechul.

"Jika kita masih hidup setelah peristiwa ini, kau harus mentraktirku eoh!" ucap Donghae tersenyum manis.

"Arraso"

%ika. Zordick%

"Angka 1 dan 0, dan angka yang sama yang berulang setelah koma" Kyuhyun membolak balik kertas di hadapannya. Ia belum juga menemukan apa yang sebenarnya di maksud. "Menurutmu bagaimana Bummie?" Kyuhyun melirik Kibum yang sepertinya sedari tadi sibuk meringis karena luka yang ia alami. "Apa sakit?"

"Tidak terlalu. Koma menunjukkan desimal bukan?"

"Ya... sepertinya memang begitu. Tapi untuk apa dia menggunakan desimal? Dia ingin menunjukkan apa?" Kyuhyun memasang wajah berpikirnya.

"Apa menurutmu mereka menggunakan angka 1 dan 0 hanya untuk menunjukkan mereka berjumlah dua orang?" tebak Kibum memberikan sedikit kemungkinan.

"Kurasa tidak, menurutmu apa yang hanya terdiri dari angka 1 dan 0?"

Hening...

Hening...

"Bilangan BINER!" teriak mereka serempak.

Kyuhyun menulis ulang angka-angka yang tertera di kertas tersebut. Mengurutkan satu persatu angkanya dari baris pertama.

, 1

"Berarti 2/2, 2/2 2/4, 4/5 2/10, 10/11 aku dapat angka sebelas Bummie" ujar Kyuhyun girang

"Lanjutan untu 1, berarti 2/2, 2/3 2/6, 6/7 2/14, 14/15. Karena dia dibelakang koma maka 15 dibagikan dengan 2 dipangkatkan jumlah bilangan. Berarti 15 dibagi 32, aku dapat 468 kyu"

"Kalau diurutkan jika kita menghilangkan angka dibelakang koma yang nilainya jelas sama berarti, angkanya sebelas, satu, tiga belas, satu dan delapan belas"

"Angkanya tidak lebih dari dua puluh enam kan? Berarti jika di urutkan secara alphabet?"

"K, A, M, A, R 468" sekali lagi Kyuhyun dan Kibum berteriak serempak. Kyuhyun langsung meraih ponsel yang ada di dekatnya. Di tekannya nomor ponsel yang sedang di pegang Ryeowook. "Dikamar 468 hyung!" pekik Kyuhyun cepat.

%ika. Zordick%

Ryeowook dan Eunhyuk berlari menuju kamar yang di beritahukan oleh Kyuhyun. Sementara Kangin dan Henry memilih untuk menutup seluruh lambung kapal dan menghentikan kebocoran. "Ini kamarnya!" ucap Eunhyuk membuka pintu kamar tersebut.

"Selamat datang!" suara dari dalam kamar membuat Eunhyuk terlonjak. Matanya menatap tajam dua orang namja yang menyambut mereka. Segera di tutupnya wajah Ryeowook dengan syal yang ia kenakan. "Siapa kalian?"

"Polisi khusus dunia, AJ dan PD" sahut namja lainnya.

"Kau boleh memanggilku Jun!" ucap yang bertampang dingin. Eunhyuk menaikkan kerah jeketnya dan kemudian dia mendongak sehingga hanya sebagian wajahnya yang bisa terlihat. "Ternyata kalian tahu kalau data kalian hilang semua ya, hingga kami tidak tahu siapa kalian"

Ryeowook dan Eunhyuk saling berpandangan. Eunhyuk kemudian memberikan kode pada Ryeowook untuk bersembunyi di belakangnya. Dia melangkah dengan santai kemudian. "Dimana bomnya?" tanya Eunhyuk—sepertinya dia lupa jika dia bertanya dengan musuh.

Sialnya—musuhnya juga lupa jika dia menjawab pertanyaan pada musuh. "Di kotak itu" jawab Junhyung santai yang cukup membuat Ki Kwang syok mendengarnya. "Kenapa kau beritahu babo!"

Ryeowook segera berlari menuju kotak tersebut. Eunhyuk segera menyerang Ki Kwang, BUGGHH... namja itu terpelanting di lantai. Jun hyung menatap Eunhyuk, "Dia bukan tipe petarung, dia hanya seorang peledak. Akulah algojo penghukum di sini"

"Aku tahu itu" ucap Eunhyuk santai. Saat Junhyung hendak memukulnya dengan gesit Eunhyuk mengelak, dia merunduk ke bawah dan menakal kaki Junhyung, namun sepertinya namja itu terlalu hebat, dia melompat dan menghindari serangan Eunhyuk.

"Ini!" Ryeowook terlihat syok melihat kumpulan kabel berwarna sama yaitu hitam. Bukankah biasanya isi bom selalu merah, kuning dan biru? "Berikan rancangannya!" seru Ryeowook saat ia melihat detik bom itu terus menurun. Ia tak punya banyak waktu.

"Tidak ku bawa" sahut Ki Kwang berusaha berdiri. Ryeowook panik, tangannya gemetar saat ingin memotong salah satu kabel yang ada di dalam bom itu. "Kau gila? Jangan sembarangan potong!" pekik Ki Kwang.

Eunhyuk melirik Ryeowook, "Jika kita harus mati, maka kita akan mati, bukankah begitu hyung"

Eunhyuk mengangguk, sebenarnya ia tak terlalu mengerti dengan kalimat yang di lontarkan Eunhyuk. "Jun! Lompat dari jendela bodoh, kita bisa mati jika namja bertubuh kecil itu memotong seenanknya" Ki Kwang segera mendorong tubuh Junhyun. Dengan sigap Junhyung meninju kaca yang ada di hadapannya. Mereka berdua jatuh di laut.

CEKLEEKK... Ryeowook memotong salah satu kabel hitam. Dia kemudian tersenyum, "Selesai hyung"

"Lho.. kok tidak meledak wookie?" tanya Eunhyuk melirik bom waktu yang waktunya sudah berhenti.

"Karena aku memotong kabel yang benar"

"Berarti keberuntunganmu tinggi"

"Anniyo... aku memang sudah tahu itu kabel yang benar yang harus ku potong. Hidungku ini terlalu sensitif dengan potasium dan bahan-bahan kimia lain yang bisa meledak hyung"

"Wah... aku tak mengerti tapi kau hebat!"

"Terima kasih, tapi ngomong-ngomong hyung beneran tahu kalau dia bukan tipe petarung?" Ryeowook teringat saat Eunhyuk berkata bahwa ia tahu. Dari mana Eunhyuk tahu?

"Tentu saja karena dia yang mengatakannya"

"Lho jadi sebelumnya..."

"Tentu saja aku tidak tahu"

Hening...

"Kurasa kita harus kembali dengan yang lainnya"

%ika. Zordick%

Leeteuk mendesah lega saat semua bisa teratasi dengan baik. Bahkan lambung kapal sudah di selesaikan dengan sempurna oleh Kangin dan Henry. Entah bagaimana cara mereka. "Syukurlah, kita dapat uang, dan kita selamat" ucap Shindong.

"Tuhanlah yang membantu kita"

"Bisakah kau diam Choi Siwon atau ku lempar kau dari atas kapal ini?" Heechul menatap sewot ke arah Siwon.

"Baiklah, ngomong-ngomong siapa yang akan menyelamatkan kita?" tanya Donghae melihat sepertinya tinggal mereka yang berada di dalam kapal sementara sekochi sudah habis.

"Kurasa kita bisa membuat kemudi cadangannya" usul Kibum

"Lalu siapa yang akan mengemudikannya?" tanya Henry

Hening...

Kyuhyun nyengir. Semua mata tertuju padanya. "Kurasa hampir sama dengan permainan ini hyung!"

"ANDWAEEEE! JANGAN LAGI!" teriak mereka serempak—kecuali Kibum tentunya. "Bisakah kalian mencarikan anti septik untukku?"

TBC

WHO IS LEETEUK?

"Aku benci MOS hyung!"|"Sekolah itu menyenangkan"|"Hari ini kita belajar sejarah"|"INI LEETEUK HYUNG BUKAN PARK JUNGSOO"|"Kau iblis atau malaikat eoh?"|"Leeteuk hyung, sungie percaya!"|"KAU MUNAFIK!"|"Kami siap membantu anda Sir!"|

Untuk jawaban test psyco kemarin itu jawabannya "Dia membunuh kakak perempuannya karena dengan begitu ia bisa mengantar jenazah kakah perempuannya ke pemakaman dan bertemu lagi dengan cowok itu". Silahkan nilai sendiri jawaban kalian... hihihihihi...

Balas review time!

kim jung hyun : -_- gak ingat, siapa ya? #jduak. Becanda... ka ingat kok, aturan yang ka buat, JANGAN PANGGIL KA DENGAN EON! #capslock jebol. Panggil ka aja eoh...

reni : haaloo... senang berkenalan, ntar ya, lau ka sempat. Ka jarang buka twitter seh... wah! Kita satu marga, ka juga LUBIS lho... kekekkeke... tapi tolong, jangan panggil EONNI oke... ka anti dipanggil pake embel-embel tua begitu, panggil ka aja ye...

Seungie. Fishy. Snowy : ini kan udah di lanjut...

Beakren : ya.. ya.. ini udah update kilat... kekkekeke... reader: kilat dari mane? -_-

Icha-chan : nakal gimana nih? Hihihihihi...

sitara1083 : hahahahha... doakan saja...

bumbum chakyu : dapat info di Fb tepatnya dimananya sih?

Park Ri Yeon : dapat ide dari mana ya? Ka juga gak tahu, kalau mau buat kasih tahu ka, biar ka baca... janji buat review deh...

vhie. zaoldyeck : udah di kasih kan lanjutannya

CloudYS: bener-bener... jangan percaya kibum! Oke.. oke... diusahain nih...

annonym000: hmf... gak kangen tuh kayaknya. Haerin mank lebih tua dari kibum tapi ka gak lebih tua dari kibum tuh. Iyah! Karena hangeng itu seorang atheis. Wah... beneran di promosiin? Asyik... seharusnya semua reader dan Jisi ngelakui itu biar tambah rame nih FF. Tapi ingat untuk nyuruh mereka ninggalin review juga yah! Buat kiteuknya terserah mau genre apa yang penting nyentuh ka eoh... ka lagi pengen yang sedih-sedih nih...

BlackSky2910 : diusahain ya.. tapi gak janji

Dark Angel Rire : tapi tenang aja, kibum gak akan kumat-kumat lagi kalau ka gak pengen #plakkk

RistaMbum : iya.. Yesung bisa sembuh seperti kata Zhoumi gege.

JK0603 : ka Cuma hitung dari review'an kali sedikit ka bakal gak update-update. Heheheheh

KiaHyora: tuh, dah keluar calon di chap depannya... leeteuk kan...

Guest : diusahakan buat requestnya, tapi makasih buat pujiannya terhadap money couple yeah! Hahahahha

Rio: oke...

ImELF2410 : kalau gitu ka doakan dirimu jadi sutradara deh, kan lumayan ka dapat uang tuh. #plaakk

Choi sila: kemana dirimu ngilangnya yank?

reaRelf : iya... tapi tetap pesan ka satu, jangan percaya siapapun dalam FF ini, cukup percaya ka aja, #ditendang

Bumranger89 : #kedip-kedip mata. Hahahaha... benarkah? Kibum gak jadi dibunuh Teuki kok, leeteuk keburu sadar soalnya. Hmf... yang penting pertanyaan tentang kesembuhan Kibum udah keluar di chp ini kan?

laila. r .mubarok: jawabannya sudah jelaskan? Mengapa mereka bisa tenang-tenang aja hidup jadi penjahat di dunia Jisi. Hehehehehe...

anonim : cocokin sama yang diatas aja ya jawabannya.

Guezzztttt: hahaha... setiap orang kan beda-beda. Tapi jujur ka juga gak terlalu suka ma pelajaran itu, tapi entah kenapa kayak ada ikatan takdir sama yang namanya Fisika. Jadi sudahlah...

Nyx Quartz: makasih udah review, dan makasih dengan kata semangatnya... kyuhyun tipe orang yang susah buat pingsan. Hahahahah

HJKH : begitulah kira-kira...

Fitri MY: inilah lanjutannya, sudah jelas kan? Kekekekke...

Ayugai Risa : hahahahaha... coba cek ja ke atas ya, jawabannya. Nee! Kibum memang seram, tapi dia tampan! #plaak

Fardil: gak salah tuh! Kekekkeke

ryanulvach. deshine: inilah chp selanjutnya, terus review yee...

ChotoLee : buat KyuMin moment adanya Cuma buat Brothership ajah, untuk pertanyaan-pertanyaanmu itu diperlukan analisis, nah coba cari sendiri jawabannya, oke...

azure1127 : hahahahha... gak papa kok, buat kunci jawabannya udah ada kan... cek sendiri ya.. Yesung bisa sembuh kok, WHATTT? Kurapika itu cewe!

cloudskar yewon: apa? LAMAAAA? Ka rasa ka lah penulis FF crime yang publish tercepat. Iya kan? Hahahahha...

sasuke. gmpaselleh : cocokin diri tuh ma yang diatas, -_- jangan kecewa dengan jawabannya ya,,,

tytha : selamat datang di dunia FF chapteran, hahahaha,... mohon bantuannya...

Park Ji Ra: yang benar scane -_- hahahahahaha... Sungmin bisa berkelahi kok, buktinya di beberapa chp sebelumnya. Hanya saja untuk bagian yang tak terlalu penting dia hanya perlu memerlukan otaknya bukan tenaganya. Kalau sudah amat genting baru dia turun. Jangan-jangan apaan?

Kim Naeli : ntar yah, masih ka tahan buat KiWook, lagi kesendet nih...

chocolatess : benarkah kamu isi begitu? Masa lalu Kibum terlalu biasa untuk orang sejenis dia lho, oke dah... makasih atas penantiannya #jduak

kyuzi : maksud yaoi di situ kan Cuma bohongan dan bagian rencana mereka. Tidak ada yaoi di sini kok, kecuali memang pasangan yaoi yang akan sedikit merepotkan para team ex mid building di beberapa chap di depan nanti.

bonamana. chyndexx: arraso... bukan yaoi kok, jangan salah paham #manyun

Jmhyewon : jangan panggil eonni... hiks T,T panggil ka aja ya... please... oke, sister, I will be the one you hope, pray for me! Kekekke

Little Angel : oke... angela, happy because you not call me with 'eonni' #plaakk. Hihihi.. thank you, ka memang jadi anak kuliahan tapi gak tambah dewasa, yang ada malah makin manja... lihat kunci jawaban aja ya, terus cek sendiri. Right?

Shikaku Himira: itu karena ka memang gak tau nama si zhoumi itu ternyata pake "i" bukan "y", terima kasih udah ingatin ka... untung saja ka gak dibakar sama string

Raihan: bukan Sungmin yang salah, tapi Kibumnya yang berulah eonni. Gak kok, dia bakal tetap Psyco, karena psyco ada yang di dapat dari keturunan dan faktor makanan bukan Cuma lingkungan. Jangan bunuh-bunuh ah eon! Gak ada deathchara kok..

LoveKiHaeeeee : dia gak mainin lagu karlmayer kok... #ngebayingin lagu karlmayer. Lagu itu terlalu gila untuk di mainkan, hahahahaha... soalnya lirik dan nadanya rada gaje. Hmf... dia Cuma memainkan lagu dengan konsep yang sama.

Lalalala : OKE

CieLChy1 : bakal ada yang kayak gitu lagi setelah mereka nyelesaiin masalah mereka masing-masing, gak perlu sequel kok. Ka kan paling benci buat sequel. Hehehehe... kalau dirimu berpikir seperti itu ya gak masalah, karena ka ngebayangin yang seperti itu juga #jduaak

Ethica. cLouds : lagi usaha nih... #ketik-ketik

Cassie willyam : lanjutan be my girl lagi di usahain Cuma mood ka belum dapat buat nulis, jadilah GC yang duluan ka update. Maaf ya... hiks... T,T #dramatisir

DenisPark : tenangkan dirimu, yank... aduh.. aduh... bukannya dirimu juga OSPEK? Dasar... baiklah, ka tunggu FF Wi ye... awas kalau ga cepat di publish, udah cape tuh ka ceritain ntah apa-apa... hmf... apa lagi ya? Ka jadi bingung mau bilang apa? Bersabar dengan tingkah ka aja lah ya... hehehehe... Ti Amo

Qeqey Raekyuminnie : hahahaha... selamat bergabung di dunia JISI, terus review ya! Kyu: kalau bisa ikut promosiin #ditendang. Ka: bikin malu ah, lu kyu. Kyu: berisik!

triple3r : kalau buktiin nggak, karena ada banyak test yang harus di lewati untuk membuktikan kita seorang psyco. Psyco itu sebuah penyakit ketiwaan tanpa gangguan mental, artinya dia tak mengalami masalah dalam kesadaran bukan seperti orang gila. Psyco ini mengalami anti sosial dan tak mempunyai empati. Biasanya bisa mengarah ke kriminal. Begitulah. Jadi psyco itu bukan berarti kita akan menjadi keren ya!

Guest : tapi jangan gunakan nama Guest lagi dunk...

Ann : lho... kok gitu?

elly. lyana. 75 : dia gabung kok.. karena panggilan jiwanya. Memang kira-kira dia akan jadi apa?

elfishy123 : hahahahhah... gak lama-lama amat kok

EvilCute : udah takdir, kyuhyun harus tahu kenyataan

Momo ShinKaI : lho salah apa diriku? Kan bukan ka yang maksa buat teriak-teriak gaje #plaak. Cukup panggil ka aja! Tanpa embel-embel oke!

HaNaCHaN: hahahahha... maklumlah, soalnya ka juga bingung mau balas apa. Jangan panggil eon dunk, panggil ka aja. Ka masih line 95 kok...

violin diaz : baby wooknya udah keliatan kan?

Kyuqie : kok lari ke Kyumin? Kan gak yaoi nih...

Pitta : tapi kata-kata komen nya gak ada... -_-

hana ryeong9 : semoga memuaskan, maaf kalau mengecewakan ya...

cloudyeye : iya... ka yang salah buat nama, hei.. FF mu mana! #jerit-jerit

Kitsune Syhufellrs : kibumnya aja gak ngerti ada apa dengan otaknya. Hahahahaha...

Cloud'yeppa : yang ngebunuh orangtuanya kibum, memang kibum kok. Yeojachingunya itu gak ada menyuruh kibum, memang dasarnya kibum ja yang punya dasar pnyakit begitu.

Tika : terinspirasi dari ka dan ke tujuh teman ka yang tinggal di satu tempat yang sama yang penuh misteri. Dua diantara kami REAL INDIGO lho, hahahahha... jadilah FF ini karena mereka dan judulnya karena salah satu dari mereka.

Kadera : #syok. KENAPA IKAAAAA? Ka kan gak salah apa-apa. Ka juga masih polos!

umi elf teukie : di FF ini memang gak akan ka buat kata 'Flashback', oleh karenanya diharapkan para pembaca ka yang teliti.. bwahahahhahaha... #nyari masalah

Hikari tsuky : di chp depan bakalan dia kok

TanSintha-AnakHanChul : bukan... karena dia bukan tipe indigo ungu yang bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Hahahahahha... baca di reviawan chap berapa ya.. ka udah buat penjelasan tipe indigonya Hangeng

savory pancake : diusahakan eoh...

park min mi : mana ada penjahat yang baik, namanya juga penjahat #plaak

Kyuline : FIGHTINGG! Tapi ngomong-ngomong kok semangat banget minta death chara?

Sam : bukan sengaja, Cuma memang kepanjangan yang tidak di sengaja

Asa : kan gak lama-lama amat...

Cho Kyu Chely : menurut Zhoumi sih bisa...

AIrzanti : diusahakan ahh... ka lagi gak punya waktu luang, sibuk di laboratorium terus

CieZie Kyuhyunnie AdmrHyukkie : sstt... jangan diberitahu yang lain eon, tu Cuma rahasia kita. Kekekeke~ tapi kalau ka pindahin ke rated M juga kayaknya gak pantas juga eon, karena anak yang 12+ boleh baca kok... menurut ka, hmf,... lanjutan FF eon!

terunobozu : Siwon memang selalu ingat tapi kalau gak dalam keadaan genting, bwahahhahah... FF yang ada SiBumKyu itu lho... huft!

Oke... akhir kata! Semakin banyak review... semakin cepat update... sampai jumpa di JISI tahun depan #plaak.. chap depan maksudnya.