OLD BUT GOLD
Maint cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo
Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo
Genre : Romance, Fluff, Drama
Length : Chaptered
Rate : T-M
GS . Typo
"ada apa?" tanya kris lembut
"aku...aku tak tau aku harus pulang kemana, kris" kata luhan lemah sambil tertunduk
Kris sedikit bingung dengan kalimat luhan. Hingga kemudian kris tersenyum dan memposisikan tubuhnya tepat dihadapan luhan
"kau mau pulang bersamaku? Di apartemenku mungkin?" tanya kris
Luhan terdiam, ia kemudian menatap kris. Ia tak tahu haruskah ia menerima atau menolaknya. Ia terus menatap meyakinkan bahwa kris benar-benar bisa dipercaya
"...aku..." jawab luhan menggantung
"aku tak akan menyakitimu luhan. Percayalah padaku" kata kris meyakinkan
Luhan kembali menatap kris. Meyakinkan dirinya sendir bahwa kris tak akan menyakitinya
"ke apartemenmu?" tanya luhan lagi
"iya" jawab kris mantab "ah, bukan. Sepertinya lebih tepat jika aku bilang itu adalah apartemen saudaraku" kata kris
"saudaramu?" tanya luhan bingung
"iya, aku disini bersama saudaraku. Kau bisa tinggal diapartemennya. Sebenarnya itu apartemenku tapi karena ada dia jadi apartemen itu dia yang memakai" jelas kris
"apa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya?" tanya luhan "aku tak terbiasa tinggal bersama orang asing" lanjut luhan
"aku rasa kau belum benar-benar bertemu dengannya tapi kau sudah bertemu dengannya" jawab kris ringan
"maksudmu?"
"kau tau saat kita bertemu dicafe? Kau bersama baekhyun dan kyungsoo, sedangkan aku mengantarkan saudaraku kan?" kata kris mengingatkan kejadian beberapa jam yang lalu
Luhan mengangguk pelan sambil mengingat kejadian itu
"itu aku mengantarkan saudaraku" jawab kris
"ah, begitu? Apa kau juga akan tinggal disana?"
"tidak, aku tidak tinggal disana" jawab kris sambil tersenyum
"lalu kau tinggal dimana?"
"aku masih punya rumah luhan, aku bisa tinggal bersama orang tuaku" kekeh kris
"apa saudaramu tak apa jika aku tinggal bersamanya? Apa dia juga perempuan?" tanya luhan
"tentu saja dia tidak apa-apa. Lagipula itu kan apartemenku. Semua masih aku yang memegang peraturan. Dan kau bertanya apa dia perempuan? Tentu saja iya luhan. Aku tak mungkin membiarkanmu satu ruangan bersama pria asing" kekeh kris lagi karena ia tak mengira ternyata luhan masih amat sangat polos seperti dulu
Luhan tampak diam dan berfikir sejenak. Ia juka takut jika apartemen yang kris bicarakan adalah apartemen yang sama dengan apartemen yang sehun tinggali. Apartemen yang sangat dekat dengan lokasinya saat ini
"bagaimana?" tanya kris
"baiklah, jika aku tak merepotkanmu" jawab luhan pelan
"tentu saja tidak. aku ini sahabatmu luhan, aku sama sekali tak merasa kerepotan. Tapi masalahnya, apartemenku sedikit jauh dari sini. Apa kau tak apa?" tanya kris
"aku tak apa" jawab luhan dengan senyum tipisnya
"baiklah. Kajja" ajak kris
(***)
Disisi lain, kini sehun hanya berdiam diri didalam ruang kerjanya. Semenjak kepergian luha, sehun kembali ke sehun yang dulu. Angkuh, tak banyak bicara dan begitu keras kepala. Kai dan chanyeol sering datang dan menenangkan sehun, mereka juga ikut turun tangan mencari luhan tapi tak itu membuat sehun tenang.
"hai oppa" sapa wendy
Sehun kemudian menatap wendy dan hanya menjawab sapaan itu dengan senyuman malas. Tak jarang setelah kejadian itu wendy sesekali datang dan menanyakan perkembangan pencarian luhan. kali ini wendy datang bersama chanyeol dan kai
"oppa, eat this" kata wendy sambil memberikan beberapa makanan
"no, thanks wendy" jawab sehun
"aku tau kau belum makan siang. Makanlah" ucap kai membantu wendy memberikan makanan itu
"aku tak lapar" jawab sehun
"tapi dari kemarin kau belum makan sehun-ah. Aku bisa sakit" sahut kai
Sehun memandang acuh kai. sehun benar-benar keras kepala. Yang ia pikirkan hanya bagaimana cara benrtemu luhan dengan cepat
"oppa, eat this please" pinta wendy
"i said no, wendy" ucap sehun
"ah baiklah, aku rasa semua bujukan tak berhasil. Biarkan aku yang bekerja" kata chanyeol
Chanyeol langsung mengambil makanan yang ada ditangan wendy. Chanyeol kemudian berjalan mendekati sehun dan duduk dimeja sehun. Chanyeol duduk tepat dihadapan sehun dengan berlagak menggodanya dan membuat sehun membulatkan matanya
"YAK! APA YANG KAU LAKUKAN?" amuk sehun
"aku hanya akan menyuapimu. Anggap saja aku luhan. arra?" kata chanyeol sambil mengerling nakal pada sehun
"mwoya! Pergi dari mejaku!" kata sehun
"andwe! Oppa" rengek chanyeol
Sehun semakin jijik dengan tingkah laku chanyeol. Chanyeol tau jika sehun mulai muak dengan kelakuannya. Sejujurnya dia juga merasa jijik dengan apa yang dia lakukan. Tapi, demi membujuk sehun makan ia rela melakukannya dan Wendy dan kai hanya terkekeh melihat kelakuan aneh chanyeol
"kau makan ini sendiri atau aku suapi sayang?" goda chanyeol
"pergilah!" omel sehun
"jawab aku oppa!" rengek chaneol lagi
Sehun semakin muak akhirnya ia mengalah dan mengambil makanan itu dari tangan chanyeol
"pergi! Aku akan makan ini sendiri" ucap sehun sambil mengambil mengambil makanan itu dari tangan chanyeol
"aigoo, uri sehunie akhirnya makan" ucap chanyeol sambil mengusak pelan rambut sehun yang kemudian mendapat deathglare dari sehun
"apa kau sudah menemukan dimana luhan?" tanya kai
"belum ada. Luhan tak menggunakan kartuku jadi aku sedikit susah mencarinya" jawab sehun
"aku rasa aku yakin dia tak akan lama lagi pasti akan menghubungi salah satu dari kita" kata chanyeol yang kini sudah duduk di samping kai
"maksudmu?" tanya sehun
"semalam aku membicarakannya dengan baekhyun. baekhyun yakin luhan bukan orang yang bisa bertahan sendirian. Cepat atau lambat dia akan menghubungi salah satu dari kita. Dan aku rasa dia akan menghubungi kau atau baekhyun nantinya" jelas chanyeol
"oppa, i feel so sorry about this. I really dont know if you have a girlfriend and your girlfriend will come at that time" ujar wendy menyesal
"its okay, dont worry wendy. We will find luhan quickly" jawab sehun
"can i help you something to find luhan eonni? May be call the police?" tanya wendy
"no wendy. Its okay" jawab sehun menenangkan wendy
"why? Why not?" tanya wendy heran
"we just waitting the information. We will find her. calm down okay?" kata kai menimpali
"oh, okay. I'll waiting the information" jawab wendy
"aku rasa kau harus menjaga kondisimu sehun-ah. Jangan terlalu lelah untuk mencari luhan" jawab kai
"aku hanya ingin menemukannya dengan segera. Aku sangat khawatir dengan keadaannya" jawab sehun
"aku tau, tapi kami juga telah membantumu. Setidaknya kurang jam pencarianmu" lanjut chanyeol
"hmm" jawab sehun singkat
"kalau begitu kami pergi karna kau telah menghabiskan makananmu" kata kai
"wendy, lets go home" ajak chanyeol
"okay, sehun oppa, i'll go home now. Byebye"
"eoh, bye" kata sehun sambil melambaikan tangannya
(***)
Kris dan luhan telah sampai di apartemen kris. Luhan tak tau apa yang ia lakukan saat ini benar atau salah. Yang ia pedulikan adalah ia harus menghindari sehun termasuk sahabat mereka. Kris memimpin luhan menuju kamar apartemennya. Hingga akhirnya kris membuka sebuah pintu kamar apartemen yang terletak di lantai 15 itu
"masuklah" titah kris
Luhan menginjakkan kakinya pelan di apartemen itu. Tapi sayang tak ada siapapun disana. Kris juga sedikit kebingungan karena ia tak menemukan siapapun disana.
"sepertinya saudaraku sedang pergi. Kau bisa beristirahat dulu di kamar tamu" ucap kris sambil menunjukkan kamar tamu itu
Kris kemudian berjalan menuju lemari es. Ia mencoba melihat isi daridalam sana. Tapi sayang, disana juga tidak ada apapun. Setelah luhan keluar dari kamarnya kris kemudian mengajak luhan untuk duduk di sofa tengah
"maaf hanya ada cola. oh iya, kau bisa melakukan apapun disini sesuka hatimu. Aku akan keluar sebentar untuk mengisi lemari es itu" ucap kris sambil beranjak meninggalkan luhan, tapi kemudian luhan menahan lengannya
"jangan lama-lama...Aku merasa tidak enak dengan saudaramu jika dia datang kau tak disini" kata luhan lembut
"arraseo" jawab kris sambil tersenyum singkat
Sepeninggalan kris. Luhan sama sekali tak beranjak dari duduknya. Dia hanya duduk terdiam dengan pandangan kosong. bayangan sehun dengan gadis itu masih terus terbayang dibenaknya. Dia sudah seperti mayat hidup sekarang.
Tapi, luhan kemudian terbangun dari lamunannya saat seseorang berteriak memasuki kamar aartemen itu.
"KRIS?!" teriaknya
Luhan kemudian berdiri dan membungkukkan badan kepada orang yang baru datang itu
"ah, ternyata bukan kris. Maaf kau siapa?" tanya gadis itu
"luhan, xi luhan imnida" jawab luhan ramah
"ah, jadi kau yang bernama luhan itu" katanya sambil mengangguk-angguk kecil
"apa kau saudaranya kris?" tanya luhan penasaran
Gadis itu terdiam, ia cukup kaget dengan penuturan luhan. Bukan luhan lancang tapi pertanyaannya sungguh membuatnya tak percaya
"ne?" tanyanya
"kau, saudaranya kris?" tanya luhan "ah, maaf jika aku kurang sopan" kata luhan sambil membungkukkan badannya
"ani, ani. Bukan begitu. Apa kris mengatakan bahwa aku saudaranya?" tanyanya kembali
"tidak, kris hanya mengatakan bahwa yang tinggal diapartemen ini saudaranya. Aku tak tau siapa orang yang kris maksud" jelas luhan
Gadis itu terdiam, ia kemudian mengambil nafasnya dalam dan tersenyum
"ya, aku orang yang kris maksud. Aku zitao, huang zitao. Senang berkenalan denganmu" ucapnya
Luhan tersenyum menanggapi gadis itu
"kalau boleh aku tau, kenapa kau bisa disini?" tanya zitao
"aku, aku sedang ada masalah dan aku tak tau aku harus pergi kemana. Tapi kemudian kris dengan baik menawarkan untuk tinggal bersamamu" jawab luhan
"ah, begitu rupanya. Sekarang kemana perginya orang itu?"
"dia pergi berbelanja" jawab luhan singkat
Zitao mengangguk mengerti, ia kemudian berjalan menuju dapur dan mengambil minum. Ia meneguk air yang ada digelasnya sambil sesekali memandang luhan
"kau memang cantik. Pantas saja jika kris menyukaimu" kata zitao tiba-tiba
"ne?"
"ah, tidak-tidak. tidak ada apa-apa" kata zitao sambil menunjukkan deretan giginya
Tiba-tiba saja kris datang dengan membawa 2 kantong plastik besar. Ia berjalan kerepotan masuk keapartemennya. karena ia terlalu susah untuk menutup pintu, ia menggunakan kaki panjangnya untuk menutup pintu tersebut.
"kau sudah kembali?" tanya kris pada zitao
"hm" jawab zitao singkat
"aku baru saja akan mencarimu"
"tak perlu mencariku. Kau hanya perlu menjelaskan sesuatu" kata zitao tajam
"baiklah, aku mengerti" kata kris ringan karena ia tau ia harus menjelaskan alasan keberadaan luhan disini pada zitao
"tumben sekali kau kemari dan dengan baik kau mau mengisi isi lemari esku sebanyak ini" sindir tao
"bukankah setiap minggu aku selalu mengantarkanmu berbelanja?" bela kris
"ya,ya. Tapi kau tak pernah menyempatkan dirimu untuk membelanjakkannya untukku. Seperti saat ini"
"luhan, kau bisa mengambilnya sesukamu. Disini ada beberapa piyama untumu ganti baju" kata kris yang tak menanggapi omelan zitao
"terimakasih kris" jawab luhan pelan
"Lu, apa kau sakit? Kau tampak pucat"
"aku baik-baik saja kris, mungkin aku akan lebih baik jika sudah beristirahat"
"katakan jika kau membutuhkan sesuatu luhan, kau menjadi tanggung jawabku juga sekarang"
" aku mengerti. aku rasa lebih baik aku istirahat sekarang" luhan meminta ijin
"ah, silahkan, jika kau ingin istirahat" jawab kris
"aku permisi kris, zitao" kata luhan seraya memasuki kamarnya
"kita perlu bicara, kris" kata zitao sesaat setelah luhan menutup pintu kamarnya
"ayo kekamar" ajak kris sambil menarik lengan zitao
Sesampainya dikamar, kris membawa zitao dihadapannya. Ia menatap tajam gadis yang ada dihadapannya itu. Sesekali ia tersenyum samar karena melihat ekspresi marah dari wajah zitao
"ada apa hmm?" tanya kris lembut
"bisa kau menjelaskannya?"
"tentang?"
"kris! Aku baik-baik saja kau mengundurkan pernikahan kita beberapa bulan lagi karena perusahaan ayahmu disini sedang memburuk. Tapi aku tak bisa terima jika kau mengatakan pada luhan bahwa aku saudaramu" omel zitao
"jadi kau mengetahuinya?" tanya kris
"ya! Aku mengetahuinya! Dan kau kenapa begitu jahat tak mengakuiku?" tanya zitao sambil meneteskan airmatanya
"kau mau mendengarkan alasanku dengan baik?" tanya kris
"jika itu bisa diterima, aku akan mendengarkannya" kata zitao tertunduk
Kris kemudian menarik zitao dalam pelukannya, ia memeluk gadis yang tengah menangis karenanya itu. Dia memang sangat jahat pada gadis panda ini. Akibat kesalahannya gadis ini menangis
"luhan sedang dalam masalah. Aku tau itu, dia juga sedang tak memiliki tempat tinggal. Jika aku mengatakan bahwa dia akan tinggal bersama calon istriku dia pasti akan menolak karena aku tau sifat luhan. Aku tak tau dia akan tinggal dimana jika dia menolakku. Maka dari itu aku mengatakannya dia akan tinggal bersama saudaraku, yaitu kau" jelas kris
"dia kan punya keluarga, dia punya sahabat. Mengapa tak bersama mereka saja. Kenapa harus bersama kita? Kris, dia orang yang dulu kau cintai. Kau bisa saja mencintainya lagi dan meninggalkanku" ujar zitao
"keluarganya sudah lama meninggal. Dia hanya tinggal bersama baekhyun, sahabatnya. Aku fikir dia juga sedang ada suatu masalah yang membuatnya tak bisa meminta bantuan pada baekhyun. Apasalahnya aku membantu? Aku tak akan mencintainya. Aku selamanya mencintaimu. Dia hanya masalaluku"
"apa aku bisa memegang kata-katamu?"
"peganglah. Bunuh aku jika aku ingkar kepadamu" ucap kris sambil mencium pucuk kelapa zitao
"dia cantik kris" ucap zitao tiba-tiba
"kau juga tak kalah cantik, sayang" jawab kris
"apa dia sudah punya kekasih?"
"entahlah, dari dulu dia hanya mencintai satu orang didunia ini. Aku sendiri tak tau siapa dia. Dan aku berfikir bahwa dia telah menemukannya tapi pada kondisi yang dia tak inginkan" jelas kris
"maksudmu?"
"dia mungkin saja sudah bertemu dengan pria yang ia cintai selama ini, tapi ia menemukannya bersama wanita lain atau mungkin sudah meninggal" kata kris menganalisa
"mengapa kau menjadi sok tahu seperti ini?" kekeh zitao
"aku mengenal luhan. Dia memang seperti itu orangnya" balas kris
"apa dia begitu mencintai lelaki itu? Hingga dia begitu setia?"
"aku rasa iya. Dia sangat mencintai lelaki itu. Aku akan menjaga ketulusan hati luhan. siapapun yang menyakitinya dia harus melawanku" kata kris tegas
"mengapa kau begitu melindunginya?"
"karena dia sahabatku. Hatinya begitu polos dan baik. Terlalu sayang jika harus disakiti dan dipermainkan" jawab kris
"oh"
Kris kemudian melonggarkan pelikannya dan menatap zitao
"kau cemburu?"
"tidak" jawab zitao singkat
"aku tau kau cemburu" kekeh kris
Ia kemudian mencium pelan bibir zitao. Ia juga sedikit melumatnya untuk beberapa saat
"aku akan selamanya mencintaimu. Aku menjaganya hanya sebatas sahabat. Jadi kau tak usah cemburu sayangku" kata kris menenangkan dan mencium zitao kembali
"baiklah, aku percaya padamu" ujar zitao
Mereka kembali berpelukan. Merasakan aroma tubuh satu sama lain. Tapi sebuah suara membuat mereka harus melepaskan pelukan mereka
PRANG!
..
..
Luhan merasa bahwa tenggorokannya begitu kering. Ia mencoba keluar untuk mengambil segelas air putih. Ia kemudian mengambil minum dari lemari es kris. Sambil menenggak air putih itu ia kembali menuju kamarnya
Ketika ia berjalan menuju kekmaranya. Beberapa langkah dari depan kamar kris ia tak sengaja mendengar kris dan zitao berbicara. Anggap saja luhan tak sopan karena telah mendengar percakapan pribadi itu, tapi ia tak sengaja mendengar pembicaraan kris dan zitao
Tak sengaja ia menemukan fakta apa sebenarnya hubungan zitao dan kris. Luhan terdiam sempurna. Ia benar-benar cukup terkejut mendengarnya. Luhan merasa bahwa ia disini hanya sebagai penganggu hubungan kris dan zitao.
Tanpa ia sadari tubuhnya melemas, kepalanya tiba-tiba saja berkunang-kunang hingga akhirnya membuat kaki mungilnya tak mampu menompang tubuhnya. Seketika itu juga luhan terjatuh dan gelas yang ia bawa pecah seketika.
PRANG!
Zitao dan kris terkejut dengan suara itu. Mereka kemudian berlari dan menuju ke sumber suara. Disana ia melihat luhan yang terkapar dilantai. Beberapa pecahan gelas tersebar di dekat area luhan terjatuh. Untung saja luhan tidak terkena pecahan tersebut
Luhan kini merasakan pusing yang amat sangat. Kepala serasa terus berputar. Ia juga mengalami mual yang tak bisa dia hindari. Sebenarnya kondisinya sangat lemah tapi dia selalu mengatakan bahwa dia baik-baik saja
Zitao dan kris langsung membawa luhan ke rumah sakit dekat apartemen mereka, mereka tak mau mengambil resiko. Ditambah saat ini luhan telah menjadi tanggung jawab kris.
Kini mereka telah sampai di rumah sakit. Para tim medis langsung melakukan penanganan pertama disana. Baik kris maupun zitao cukup panik dengan kondisi luhan yang tiba-tiba mereka temukan pingsan dilantai.
"tenanglah kris, luhan pasti akan baik-baik saja" kata zitao sambil mengusap pelan punggung kris
"bagaimana jika sesuatu terjadi padanya?"
"percayalah dia akan baik-baik saja"
"aku selama ini tak pernah bertemu dengannya. Tapi mengapa setelah bertemu aku malah mencelakainya"
"kau tak mencelakainya, dia terjatuh dengan sendirinya"
"tapi itu karena aku..."
"berhenti menyalahkan dirimu sendiri" potong zitao "dia akan baik-baik saja" kata zitao meyakinkan
Kris menatap mata panda itu. Ia juga merasa bersalah pada gadis didepannya ini. Karena luhan, ia sempat mengabaikan gadis berhati tulus ini
"maafkan aku, aku melupakanmu zitao" kata kris sambil memeluk zitao
"aniya, nan gwenchana. Dia memang sedang dilindungi dan diberi perhatian kris. Aku bisa mengerti" jawab zitao dipelukan kris
Kris juga tak dapat menyembunyikan kekhawatirannya terhadap luhan. ia juga kan merasa bersalah jika terjadi sesuatu kepada luhan. zitao dengan sabar menenangkan kris. Ya, dia cemburu karena kris begitu khawatir dengan kondisi luhan sampai seperti ini. Tapi dia juga tak bisa marah karena dirinya juga sedikit banyak mengkhawatirkan kondisi luhan
Setelah beberapa menit pemeriksaan, akhirnya para tim medis keluar dari ruang pemeriksaan luhan. beberapa orang yang keluar pertama adalah para suster yang merawat luhan, hingga akhirnya sesosok dokter keluar dari ruang tersebut
"bagaimana keadaannya dok?" tanya kris saat dokter itu keluar
"maaf, anda siapanya? Suami?" tanya sang dokter
"n..ne?" tanya kris sedikit gugup dengan pertanyaan dokter
Karena kegugupan yang kris lakukan, dokter mengira bahwa kalimat yang dilontarkan kris adalah sebuah jawaban bukan merupakan sebuah pertanyaan
"selamat" kata sang dokter sambil tersenyum
"ne?" kris semakin tak mengerti
"selamat anda akan menjadi seorang ayah" kata dokter itu lagi
"mi..mian...mworago?" tanya kris tak percaya
"istri anda hamil. Selamat untuk anda" ucap dokter itu bahagia
.
.
.
TBC
AUTHOR CORNERNYA AGAK PANJANG~
Well, moodku menulis gatau kenapa tiba-tiba kembali dengan cepat mungkin Karena semaleman gue menenung mencerna semuanya.
Ini author fast update karena biar bisa barengan sama malem nifsu sya'ban (penutupan amal dan diganti dengan yang baru), mungkin yang muslim udah tau kan ya.. Karena bareng sama malam nifsu sya'ban jadi aku mau minta maaf yang sebesar-besarnya selama jadi author di sini *barengan juga sama teaser love me right :D #plak
jadi udahya jangan dibahas lagi masalah kemaren, ya emang aku juga salah karena jadi author yang gak baik karena didunia ini gak ada yang sempurna termasuk aku. Dan didunia ini ada hitam ada putih. Yang udah ngasih omongan makasih banget. Dan maaf kalau bikin gaenak bacanya
Aku emang sedikit labil karena jujur aku shock. Bukan enggak mau nerima kritikan. Aku nerima kok,apalagi saran biar aku juga bercermin sama kekurangan aku. Makasih udah ngingetin. Ya meskipun disana emang banyak author lebih bagus dari aku. Aku juga suka sama tulisan mereka yang bagus banget.
aku gak bilang kalau aku pantes jadi author, Aku juga anak baru didunia ff, anak baru di ffn. Ngeupload ff juga cuman lagi 2 dan itu abal-abal. Jadi maaf kalo bahasa indonesia aku apalagi inggris belepotan banget
mungkin juga nanti sambil jalan aku akan memperbaiki sifat, karakter, dan cara nulis aku. Aku akan belajar gimana caranya jadi author yang baik. Biar enggak moody lagi
Kalo mau terus baca ff ini silahkan. Perubahan gak ada yang instan. Sambil jalan aku akan belajar. Kalo gak yaudah makasih banget buat yang udah tiba-tiba ngingetin dan nyempetin baca ^^
Iya nih abis lulusan anak tk. Bongsor banget dah. wkwk
Buat yang masih support aku, aku beneran makasih pake banget. Serius aku terharu sampe speechless. Gatau deh aku sendiri bisa tibatiba merasa kesupport garagara kalian. Sambil jalan aku bakal belajar gimana biar ff aku bisa lebih baik biar kalian makin suka^^
Dan jangan saling amuk-amukan lagi cuman gegara ff ini doang dan aku yang lagi down jadi bikin labil. Maaf banget. Author beneran mita maaf yang sebesar-besarnya
Maaf karena chapter ini ceritanya pendek dan author cornernya panjang banget. Chapter depan aku usahain bakal lebih baik deh^^
Jinjja gomawo buat kalian yang masih stay^^
maafin juga kelabilan aku kemaren. Kesalahan nulis, typo. Segala macem bentuk kekurangan ff aku ini yaaa
syudah di lanjut nih, reviewnya juseyooo
gomawooo ^^
THANKS TO : :* :*
tiehanhun9094 | hhunhankyuminshipper | Guest | Erliyana | zoldyk | himekaruLI | | LisnaOhLu120 | chocohazelnut07 | samiyatuara09 | | Guest | ChanHunBaek | fa3097 | thehunandroohan | babyLU | babywu | ariviavina6Byul Hun.KOh Juna93 | Alee Moutz EXO L | karina | kiway91SL | RereYunjae Pegaxue | WindaYusw | luhannieka | PutryManja | chanailu06 | PCY'sBabyGirl | Guest | Guest | | | LieZoppii | HarumKkam | nisaramaidah28 | Alee Moutz EXO L | byunbaek04 | wilandewi | daichi | babyLU | Deerbey | Guest | Naiblossoms | Erliyana | YoungHeeSEHUN94 | hunhansquidtqxx | ruixi1 | Wujoondaemin00 | Guest | himekaruLI | asrilestari5 | Deer20 | Guest | KimRyeona19 | byun adella | karina | Oktavia739 | kimyori95 | rid | Ginnyeh | adiiibbaaah | KimRyeona19 | RereYunjae Pegaxue | skytree | Guest
ps
babyLu : boleh-boleh, tapi aku ngasih kamu unamenya gimana?
Guest yang katanya guest : gpp kok, aku gak marah, tenang aja. Makasih sarannya ya
PCY'sBabyGirl : emm, aku mau bilang makasih pake banget ajadeh. mau ngomong sesuatu tapi kamu gak ada acc jadi bingung mo bilannya. wkwk
DONT BE A SILENT READERS
.
REVIEW JUSEYO^^
