Happy Reading!


Mingyu dan Wonwoo tengah sibuk dengan kegiatan nya masing masing. Wonwoo tengah membaca novel baru nya sambil sesekali meminum ice coffee nya sedangkan Mingyu tengah fokus dengan jalanan. Ini sudah hampir dua jam mereka tidak membuka suara hanya beberapa kali melakukan ciuman manis. Wonwoo masih betah dengan kegiatan sedangkan Mingyu mulai bosan karena Wonwoo tidak berbicara apapun hanya ada alunan lagu kesukaan Wonwoo.

"sayang. Di belakang itu ada tas hitam. Itu isinya apa? aku belum pernah lihat. Aku juga tidak merasa kau membelinya waktu itu"

Sontak Wonwoo menutup buku nya lalu menatap horror tas tersebut. Bagaimana Mingyu bisa begitu teliti? Wonwoo harus jawab apa? Semua baju mereka di tempatkan di koper yang sama. Barang barang lain juga masuk di satu koper besar itu. Tiba tiba wajah namja Boo itu terbayang di kepala Wonwoo.

"oh! Itu punya Seungkwan mungkin tertinggal. Um! Mingyu aku pinjam ponsel mu, boleh?"

Mingyu mengangguk lalu memberikan ponselnya pada Wonwoo. Wonwoo membuka galeri ponsel Mingyu. Wajah Wonwoo memerah melihatnya, bagaimana reaksi Mingyu saat melihat nya? Yaampun-Wonwoo mengetuk ngetuk ponsel Mingyu ke keningnya. Ia sudah tidak tahan melihat fotonya sendiri akhirnya men'scroll' isi galeri Mingyu sampai ia menemukan sebuah foto Mingyu yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit dengan alat alat yang melekat di tubuhnya.

"Mingyu, ini saat kau kecelakaan ya?"

Wonwoo menunjukan foto itu ke arah Mingyu. Lalu di jawab dengan anggukan dan deheman lembut oleh Mingyu.

"ini saat kau berumur 14 tahun kan? Tidak berubah ya." Wonwoo tersenyum kecil.

"sebenarnya itu satu hari sebelum umur ku 15 tahun. Aku koma sampai 20 juli." Mingyu mengecup bibir Wonwoo lalu kembali fokus pada kegiatan menyetirnya.

"ohya? Berarti sadar di hari yang sama." Mingyu menoleh menatap Wonwoo tidak mengerti.

"aku juga saat itu sedang koma karena kecelakaan. Aku sadar tanggal 20 juli. Dan aku tidak ingat apapun."

Dan detik selanjutnya Mingyu tersadar akan sesuatu. "hyung saat aku sadar aku ada di Changwon. Orangtua ku bilang kebetulan kami sedang berada di Changwon tapi anehnya saat aku mau kembali ke Anyang aku seperti pindahan bahkan eomma ku sampai menangis tersedu sedu."

Wonwoo mengerucutkan bibirnya. Ia tidak mengerti. "kau tidak bertanya pada eommonim?"

"eomma akan marah kalau aku tanya. Dia juga akan menangis tersedu sedu kalau mengingat itu. Jadi aku tidak bertanya lagi. Kata eomma percuma, ingatan ku tidak bisa kembali."

Wonwoo mengangguk lucu sambil menggumam 'umm'

"kalau hyung?"

Wonwoo menoleh dan menatap Mingyu.

"kalau aku. Aku koma, aku tidak tau bagaimana caranya tapi kata Jihoon aku di pindahkan kerumah sakit Seoul saat itu dan itulah yang membuat aku bertemu dengan Jihoon. Saat aku sadar Jihoon bilang aku akan menjadi teman nya. Saat itu aku bingung, aku tidak tau harus percaya atau tidak pada Jihoon. Jihoon bilang wajah ku tidak ada yang berubah sama sekali hanya sekarang aku lebih tinggi dan lebih berisi dari pada dulu. Saat aku keluar rumah sakit aku menjadi teman Jihoon dan begitu terus sampai saat ini. Oh iya! Dulu juga aku di rawat di Changwon. Mingyu-ya apa dulu kita saling kenal?"

Kalimat terakhir Wonwoo membuat Mingyu menolehkan kepalanya kearah Wonwoo. Mingyu menatap dalam mata Wonwoo.

"Mingyu nanti kau salah masuk tol kalau menatap ku seperti itu."

Dengan cepat Mingyu kembali mengalihkan pandangan nya dan fokus pada jalanan. "aku harap eomma akan menerima hubungan kita, hyung. Hanya itu harapan ku saat ini." Wonwoo mengangguk mengerti, tangan nya meraih kepala Mingyu lalu ia mengecup lembut kepala Mingyu.

"aku tau kau dengar tentang eomma yang melarang ku berhubungan dengan namja lagi. Tapi yang aku bingung adalah aku tidak pernah berhubungan dengan namja sebelum nya dan namja yang membuat aku mengakui kalau aku penyuka sesama adalah kau."

.

Wonwoo merebahkan tubuhnya saat baru memasuki hotel. Wonwoo melihat Mingyu yang sangat gelisah akhirnya ia menghampiri Mingyu. Ia memeluk Mingyu yang sedang memandang keluar jendela. Wonwoo mengelus dada Mingyu bermaksud menenangkan namja itu. Mingyu meraih tangan Wonwoo lalu mengecup tangan mungil itu. Wonwoo membalikan tubuh Mingyu. Ia menyenderkan kepalanya pada dada bidang Mingyu dan bergumam 'gwenchana' dengan sangat lembut.

"mandilah. Jangan terlalu dipikirkan Mingyu. Besok kita cari jalan keluarnya ok?"

Mingyu mengangguk, ia mengeratkan pelukaan nya pada pinggang Wonwoo. Ponsel Mingyu bergetar. Mingyu menatap Wonwoo lemas saat tau itu panggilan masuk dari eomma nya. 'angkatlah' bisik Wonwoo. Tangan Wonwoo mengelus rambut Mingyu yang tengah menyandarkan kepalanya ke pundak Wonwoo.

"Hallo."

"kau boleh bawa namja itu. Eomma ingin melihat nya. Jika eomma tidak suka padanya jangan harap kau akan kembali ke Seoul bersama nya."

"Ya eomma."

"dan yang paling penting asal usul nya harus jelas."

"Ya." Jawab Mingyu ragu.

"eomma kalo aku boleh tau, kenapa eomma tidak menyetujui berhubungan dengan namja lagi?"

"karena hanya ada satu namja yang eomma setujui. Dan dia- ck sudah lah eomma sangat menyayangi nya tapi kau bahkan melupakan nya."

"aku melupakan siapa?"

"sudahlah berusaha buat Eomma tertarik dengan kekasih mu. Istirahatlah yang cukup. Eomma menyayangi mu."

"hm. Aku juga menyayangi eomma.

Mingyu memasukan ponsel nya ke saku celana nya. "aku malas mandi." Gumam Mingyu lemas.

"kalau begitu aku ingin kekamar mandi sebentar. Kau mau aku buatkan minum dulu?" Mingyu menggeleng. Ia menyudutkan yang lebih tua ke dinding lalu melumat habis bibir yang lebih tua. Dengan cepat Wonwoo melepaskan ciuman mereka. Dengan wajah memerah ia berujar, "a-aku akan ke kamar mandi sebentar."

Mingyu menatap punggung Wonwoo dengan penuh tanda tanya. Ia segera menggapai ponsel nya, ia ingat tadi pagi Wonwoo bilang jangan lupa buka galeri ponsel nya malam ini. Apa yang ada di galeri nya? Mingyu mengambil sekaleng bir dan menenggak nya perlahan sambil mulai membuka galeri ponselnya.

Spruss

Mingyu menyemburkan bir dalam mulutnya saat ia melihat beberapa foto Wonwoo di ponselnya. Mingyu meneguk kasar ludah nya. Astaga astaga aku tidak bisa melihat nya. Tapi aku mau. Aku harus melihat nya. -heboh Mingyu dalam hati. Dan jari nya yang bergetar membuka salah satu foto Wonwoo itu. Foto pertama adalah Wonwoo yang tengah duduk menyamping memperlihatkan paha mulus nya dan butt plug yang terselip diantara bongkahan kenyal nya.

"astaga apa apaan ini. Aku tidak bisa berkedip. Darimana Wonu hyung mendapatkan butt plug itu astaga dia sangat manis."

Mingyu beralih ke foto foto selanjutnya sambil menyesap bir nya sampai sebuah foto yang membuat Mingyu menggeram rendah. Foto dimana Wonwoo menungging di atas kasur dengan tangan Wonwoo yang meremat sprei dan wajah memerah sempurna. Mingyu membaringkan tubuhnya di kasur dan memejamkan matanya ia benar benar tegang sekarang dan Wonwoo masih di kamar mandi-

"Ming?"

Mata Mingyu melebar melihat Wonwoo merangkak naik keatas tubuhnya dengan pakaian yang seperti di foto tadi. Wonwoo menjilati telinga Mingyu jari lentiknya mempreteli kemeja Mingyu. Mingyu bernafas berat saat Wonwoo mulai menjilati dada nya dan tangan Wonwoo yang kini beralih ke celana Mingyu. Wonwoo mendesah lirih saat Mingyu meremas bokong nya.

"siapa yang mengajari mu sayang, hm?"

Mingyu memejamkan matanya saat Wonwoo mulai mengoral kejantanan nya. "Jihoonie~" Wonwoo menggenggam kejantanan milik sang dominan dan menjilat nya. "umhh~ Gyu tidak suka?" setelah mengucapkan kata kata itu dengan nada polos dan tatapan polos yang menghujam mata Mingyu, Wonwoo memasukan kejantanan Mingyu kedalam mulutnya dan menghisap nya kuat membuat Mingyu mengerang.

"aku suka sayang. Sangat suka."

Mingyu mengangkat tubuh Wonwoo ke pangkuan nya lalu melepas butt plug yang menyumbat lubang Wonwoo. Tangan Mingyu beralih melepas sweater Wonwoo. Mingyu menjilati nipple Wonwoo membuat Wonwoo nya mengrang lirih. Wonwoo mendorong Mingyu agar berbaring. "Wonu tau Gyu lelah."

Wonwoo menyelipakan kejantanan Mingyu diantara bongkahan kenyal nya dan menggoyangkan pinggulnya membuat Mingyu mengerang keras. Sedangkan Wonwoo terus menggoyangkan pinggulnya sambil mengigit bibir bawahnya menatap Mingyu yang tengaha memejamkan matanya merasakan kejantanan nya di apit bongkahan kenyal milik Wonwoo. "Wonu masukan boleh?"

Mingyu menggeleng. "tidak. Aku masih mau bermain dengan kucing manis ku. Kemari jongkok di depan wajah ku." Pipi Wonwoo merona. Wonwoo baru saja akan menggunakan butt plug nya, "jangan. Tidak usah gunakam butt plug nya, aku ingin menjilati lubang kucing kecilku." Tidak mau di suruh dua kali Wonwoo segera berjongkok di depan wajah Mingyu.

"eunghh~"

Wonwoo mencengkram erat kepala ranjang dengan kedua tangan nya saat Mingyu mulai menjilati lubangnya. Wajah Wonwoo memanas merasakan lidah Mingyu menusuk nusuk holenya, Mingyu menarik pinggang Wonwoo agar lubang Wonwoo lebih dekat dengan mulutnya.

"heungh~ anghh~ Gyuh~"

Lirih Wonwoo saat lidah Mingyu terhisap masuk ke dalam hole nya. "eunghh~ Gyu~" Wonwoo mendesah lembut merasakan lidah Mingyu tidak henti hentinya menggoda lubang nya. "hm?" gumam Mingyu.

"berbaringlah sayang."

Wonwoo berbaring di sebelah Mingyu, kini Mingyu yang menindih Wonwoo, ia menjilat tiap jengkal tubuh mulus Wonwoo.

"Jun pernah melakukan ini pada mu? Dia pernah menyuruh mu menjadi kitten?"

Wonwoo mengangguk lemas saat Mingyu memilin nipplenya dan lidah nya terus menjilati telinga Wonwoo. "kau memanggilnya dengan sebutan apa? Dia tidak mukin membiarkan mu diam kan."

Untuk kedua kalinya Wonwoo mengangguk. "ma-masterh? Unghh Gyu nghh~" Wonwoo menekan kepala Mingyu yang tengah menghisap lehernya kuat. "master? Itu kasar menurutku. Bagaimana kalau kau memanggil aku dengan sebutan daddy? Dan aku suka posisi sex pertama kita bagaimana kalau kita ulang posisi itu?"

"daddy?"

Wajah Wonwoo memerah melihat smirk sang kekasih. Ia hanya mampu pasrah saat Mingyu menggendongnya dan menduduki nya di atas laci yang cukup besar. Wonwoo membenarkan posisi duduk nya dan dengan tangan gemetar ia memegang bahu Mingyu dengan sebelah tangan nya dan sebelahnya lagi untuk menahan tubuh nya. Mingyu menjilati telinga Wonwoo.

"kau ingat harus memamggilku apa kan baby?"

Wonwoo meremat pundak Mingyu. "daddy." Mingyu tersenyum lebar mendengar Wonwoo memanggil nya dengan malu malu. "jangan mendesah terlalu keras nanti terdengar keluar."

Wonwoo mengangguk lemah saat Mingyu mulai memasukan kejantanan nya perlahan kedalam lubangnya.

"a-anghh daddy~" Wonwoo menunduk melihat bagaimana proses Mingyu melakukan nya dan itu membuat Wonwoo lemas.

"Anghh ohh~ daddyh~ anghh~"

Wonwoo melebarkan paha nya saat Mingyu mulai mengeluar masukan kejantanaan nya dari lubang nya. Tubuh Wonwoo bersandar pada dinding dengan sebelah tangan nya yang berusaha merendam suara nya. Mingyu terus menggerakan kejantaan nya sambil terus melihat ekspresi manis kucing kecilnya itu.

"astaga manis nya kucing ku."

Mingyu memilin nipple Wonwoo dan Wonwoo mencoba melepas tangan Mingyu dari nipplenya namun tetap menyuarakan desahan nikmat. Wonwoo meremat bahu Mingyu dan mulai menggerakan pinggulnya berlawanan arah dengan Mingyu.

"ahh daddy~ kemarilah~"

Mingyu merunduk mendekatkan wajahnya pada Wonwoo lalu di sambut oleh jilatan Wonwoo pada bibir Mingyu. Wonwoo tidak bertahan lama dengan kegiatan menjilatnya karena Mingyu menghatam titik terdalam nya membuat tubuh Wonwoo bergetar dan mengeluarkan carian nya tepat di perut nya sediri.

"ohh daddyhh~ cukuph~ Wonu lelah~"

Rengek Wonwoo karena Mingyu belum juga berhenti menggerakan kejantanan nya dan lagi lagi Wonwoo harus memekik keras saat merasakan hentakan Mingyu dan cairan hangat yang memenuhi lubangnya.

"uhh daddy~ chu~"

Mingyu tersenyum lalu mencium bibir Wonwoo, hanya ciuman manis tanpa nafsu. Mingyu mengeluarkan kejantanan nya lalu memeluk erat tubuh Wonwoo, melepas bando telinga kucing dari kepala Wonwoo. Mingyu melepaskan ciuman nya.

"aku sangat menyayangi mu hyung. Sangat."

"aku juga sangat menyayangi mu, Mingyu"

Wonwoo membalas pelukan hangat dari kekasihnya.

"aku tidak akan meninggalkan mu, apapun keputusan eomma nanti aku akan tetap bersama mu hyung."

.

Jumat pagi, Mingyu terbangun karena dering ponsel nya, ia segera menggapai ponselnya lalu melihat panggilan masuk dan segera mengangkatnya.

"hallo appa.

"Mingyu, kau sedang dimana?"

"aku baru bangun. Aku sudah di incheon dari malam kamis. Ada apa appa?"

"bersama kekasih mu?"

"Ya appa."

"hati hati."

"Ya? Kenapa memang nya?"

"appa hanya bilang hati hati Mingyu-ya. Eomma mu sangat sensitif pada namja manis, kalau memang kekasih mu itu manis."

"dia manis. Sangat manis."

Mingyu mengelus rambut Wonwoo yang tengah tertidur di sebelah nya.

"kau belum pernah tidur dengan nya, kan?"

"e-eh tidak kok appa. Aku belum pernah tidur dengan nya.

"walaupun eomma setuju pada mu dia tetap tidak akan mengizinkan mu tidur dengan nya."

"i-iya aku tau. Appa, aku ingin bertanya. Ini soal yang appa bilang tadi."

Mingyu menghela nafas pelan lalu kembali melanjutkan pembicaraan nya dengan sang appa.

"kenapa aku tidak boleh berhubungan dengan namja?"

"dulu kau pernah melakukan itu Mingyu dan eomma mu sangat berharap kalian menikah tapi semuanya tidak sesuai harapa dan eomma mu akan selalu teringat tentang namja itu jika kau mempunyai kekasih namja. Ia pasti kembali seperti dulu, tidak bisa menerima kenyataan."

"lalu- appa aku pernah dengar. Saat itu aku dengar eomma berbicara dengan Taehyung hyung tepat saat kita kembali ke Anyang setelah aku sadar dari koma. Saat itu Taehyung hyung cerita tentang ia menyukai seseorang dan berniat berpacaran dan eomma bilang, silahkan saja dan appa-"

"Mingyu jangan berbelit belit."

"apa benar aku pernah meniduri seseorang saat umur ku 13 tahun karena menonton anime 17+?"

"ya. Dan itu mantan kekasih mu. Mingyu, eomma memanggil appa. Appa akan tutup sambungan. Segera berangkat lah."

Setelah itu sambungan di putus, Mingyu hanya menghela nafas lelah. Tangan nya bergerak mengelus rambut Wonwoo yang masih dengan pulas tertidur di sebelah Mingyu.

"sayang bangun lah. Kita akan berangkat satu jam lagi."

Wonwoo membuka perlahan matanya lalu tersenyum melihat Mingyu yang tengah mengelus rambutnya. "Gyu~" Wonwoo merentangkan tangan nya lalu di sambut oleh pelukan dari Mingyu. "jangan khawatir semua akan baik baik saja." Wonwoo mengelus rambut Mingyu.

.

Wonwoo mengigiti bibirnya gugup saat turun dari mobil Mingyu. Saat ini Wonwoo terlihat manis dengan sweater abu abu yang menutupi jari jari lentik nya di balut jas putih dan celana bahan putih, rambut coklat dengan poni nya yang ia biarkan jatuh menutupi alis nya. Sedangkan Mingyu dengan Sweater abu abu gelap yang sangat pas di tubuh nya dengan dibalut jas hitam dan celana bahan hitam, rambut nya yang ia tata model crest yang membuat dahi nya terpampang.

Mingyu menggapai tangan mungil Wonwoo dan mulai berjalan memasuki sebuah hotel mewah, semua mata tertuju pada mereka membuat Wonwoo merinding.

"eomma."

Suara berat Mingyu memanggil eomma nya saat ia melihat sosok sang eomma, membuat semua mata menuju kearah Wonwoo dan Mingyu. Mingyu dapat melihat Jungkook dan Taehyung yang tersenyum cerah melihat kedatangan mereka, beberapa kerabat yang lain hanya menatap kaget kearah Mingyu dan Wonwoo.

"Wonwoo hyung! Kemari!"

Panggil Jungkook riang diantara keheningan.

"eung?"

Wonwoo menatap Jungkook lalu mengangguk kecil, saat Wonwoo akan melepaskan genggaman Mingyu sebuah suara menghentikan nya.

"Tunggu- kalian berdua. Kemarilah. Mingyu bawa namja itu ke hadapan eomma."

TBC

27 March 2017

Hulaaaa

Hayoo mau diapain wonu nyaaa

Ini ga hot maapin yachh

20++ update yach :*

Udah setengah jalan nih ff nyaaa

10 chapter lagi end hihihi kayaknya

Yaudah ah see you beybeh deul