Ch 10
" A rescue mission"
"MARIA?" Teriak mereka bertiga
" Loh kamu kenal dia?" Tanay Edge ke Elena
" Iya dia teman aku dari sekolah lama, kamu juga Edge?" Kata Elena
" Iya dia kan satu sekolah sama kita" kata Edge
" Nasa maksudmu" tanya Elena
" Iya" kata Edge dengat singkat
" Kamu apain di sini Maria? Jarang kamu ke mall?" Tanya Brett
" Ada kerjaan" kata Maria
" Kerja apa?" Tanya Edge
" Rumor bilang kalau terorist akan bomb mall ini dan aku di sini sebagai detective dan polisi harus menolong dan lindungi orang-orang di sini" kata Maria
" Oh gitu, jadi tadi bomb karena terorist?" Kata Brett
" Yah bisa di bilang begitu" kata Maria
" Maria jadi kamu mau cari Flora? Apakah kamu tahu dimana?" Tanya Elena
" Iya aku tahu kebetulan temanku dari kantor polisi menemukanya, jadi sekarang aku lagi buru-buru ke sana, udah ya bye!" Kata Maria dengan buru-buru
" Eh Maria tunggu..." Tapi terlambat Maria udah pergi jauh
" Apa Maria bisa?" Tanya Edge
" Tentu saja! Aku percaya sama Maria karena dia detective hebat dan polis dan seorang spy!" Kata Elena dengan nada dan wajah percaya
" Oh baiklah" kata Edge
" Aku baru tahu Maria itu detective dan polisi dan spy ? Di NASA dia orangnya pendiam dan sombong, kata orang ya aku juga ga begitu tau" kata Brett
" Iya aku juga baru tahu" kata Edge
" Udah yang penting sekarang kita harus percaya sama Maria" kata Elena
" Baik!" Kata Edge dan Brett
Di pihak lain Rachel dan Flora di sekap dengan 2 terorist itu mereka berhasil kelaur dari polisi karena mereka punya tawanan. Jadi kalau polisi nembak helikopter mereka, Rachel dan Flora akan terluka dan ga cuman itu. 2 terorist itu berhasil jatuhkan Helikopter polisi satu persatu.
" Hahaha akhirnya kita lolos" kata Jacob
" Sekarang kita kembali ke markas rahasia dan bawa mereka ke penjara dulu biar ga kabur" kata Yoshua
" Yup betul sekali" kata Jacob
Flora ketakutan dan dari tadi dia merinding tapi untunglah ada Rachel yang bikin Flora menjadi tenang. Sampai di markas mereka berdua langsung taruh di penjara.
" Jangan kemana-mana yah gadis manis" kata Youshua
" Awas kalau kalian berbuat macam-macam!" Kata Jacob dan ingatin mereka
Setelah itu mereka berdua( terorist) pergi.
" Aku takut, aku khawatir dengan teman-temanku" kata Flora yang mau menangis
" Ga usah takut, semuanya baik-baik aja kok" kata Rachel
" Bagaimana kamu bisa tahu?" Tanya Flora
" Bilang saja kalau aku punya firasat baik" kata Rachel
" Baiklah kalau gitu" kata Flora
" Jadi kamu Flora yang dokter terkenal itu ya?" Tanya Rachel
" Iya, kamu tahu aku siapa?tanya Flora
" Tentu saja, kamu kan terkenal" kata Rachel tapi sebenarnya dia tahu dari pembicaraan 2 terorist itu
" Oh gitu..."
" Maria aku harap kau cepat datang sebelum terlambat" kata Rachel di dalam hati
Di lain pihak, Maria mengejar Rachel denga taksi dan juga selamatin Flora temanya. "Dari alat deteksi ini kemungkinan aku udah mau sampai markas mereka" kata Maria
Lalu setelah sampai Maria meminta supir taksi pulang aja dan turun dari mobil. Maria mengikuti orang yang masuk gerbang tapi masalahnya dia memakai seragam terorist jadi Maria ga bisa karena akan ketahuan dan ada penjaga jadi Maria ke belakang pintu dan naik pagar lalu sembunyi di semak-semak. Maria melihat para pekerja masuk dan harus perlihatkan kartu mereka masing-masing. " Sial, sekarang gimana?" Pikir Maria
Lalu Maria melihat truck masuk ke garasi satu demi persatu. Melihat itu Maria punya ide. Maria menuju ke truck dari tempat persembunyi dan pelan-pelan naik ke atas truck dan sembunyi di dalam. Truck itu membawa senjata dan banyak alat yang mereka gunakan. Truck berjalan sekitar 15 menit melawati berapa ruangan seperti ruang pesawat, helikopter, lalu ruang computer dimana mereka menjaga sistem gedung ini. Lalu truck berhenti dan Maria bisa mendengar kalau supir truck udah pergi dan Maria ambil kesempatan untuk keluar dari truck dan mencari Flora dan Rachel. Tapi karena Maria ga tau dimana mereka jadi Maria ke ruang sistem gedung ini. Lalu setelah Maria ketemu Maria melihat 3 orang di dalam itu sedang bersenang-senang " ini kesempatanku" kata Maria. Maria melaurkan mainan bola dan melemparkan ke ruang itu. Tentu saja orang-orang di sana lihat karena kena bawah meja dan membuat suara yang bikin 3 orang itu sadar. Lalu satu dari mereka ambil dan tiba-tiba bolanya pecah dan kelaur gas. Ternyata itu gas tidur dan dalam sekejap mereka bertiga pingsan dan ketiduran . Lalu Maria cepat-cepat masuk ke dalam ruangan itu dan kunci pintunya dan mengurung 3 orang itu di satu ruangan.
Maria mencari Flora dan Rachel dengan ketik keyboard yang besar sekali. Untuk hal ini gampang sekali karena Maria sebagai murid NASA sudah terlatih memakai teknologi dan computer. Jadi hal kaya gini tidak susah karena Maria tau trick dan sudah biasa.
Klick..klick...klick suara mouse yang maria pakai untuk tekan satu ruangan demi satu. Screen menujukan rungan ke ruangan satu demi satu. Dan akhirnya Maria temu Flora dan Rachel. Mereka ada di ruang bawah dimana mereka di sekap dan di penjara. Maria mencari jalan untuk kesana. Ternyata tidak gampang ada banyak penjaga dan jebakan dimana. Karena Maria ada di ruang sistem jadi muda untuk Maria matikan jebakan dan kamera. Sekarang tinggal gimana caranya dia bisa lewatin para penjaga? Lalu Maria menumukan jalan pintas dan tempat baju terorist cukup untuk Maria menyamar menjadi terorist dan selamatkan Flora n Rachel. Maria langsung bediri dari tempat duduk dan menuju ke pintu untuk kelaur tapi tiba-tiba berhenti karena melihat ada orang yang lewat ruangan ini. Untung orang itu tidak nyadar kalau Maria ada di ruangan itu. Setelah orang itu pergi Maria langsung keluar dan naik ke teropong atas...
* Flora and Rachel scene*
Flora dan Rachel sedang di bawah tanah menunggu pertolongan. Tapi mereka tidak bisa diam dan duduk aja di sana. Mereka harus cari akal dan kelaur dari penjara ini. Sekarang mereka sedang memikirkan rencana keluar. Lalu mereka punya ide, di sebelah pintu penjara dekat dengan mereka ada petugas yang lagi tidur dan bs di lihat kuncinya ada sakunya. Pertama-tama Rachel mengluarkan cutter atau pisau di pocket celananya dan potong tali yang di ikat tangan mereka berdua. Kedua mereka mencari semacam alat panjang yang mereka bisa pakai utk ambil kunci itu. Mereka menumukan kayu tipis kecil dan kuat yang cukup untuk ambil kunci tapi ga ada apa-apa di ujungnya lalu Flora mengluarkan tali besi yang tipis dan panjang dan dia membuat seperti cantelan dan ikat dengan karet yang Flora bawa. Secara diam-diam Rachel mengambil kunci itu pelan-pelan supaya petugasnya ga bangun Flora menyakikan lagu tidur( hahaha kaya bayi aja). Lalu mereka berhasil mengambil kunci itu dan membuka pintu dan mengambil kesempatan untuk lari.
" Ayo kita harus pergi dari sini" kata Rachel
" Baik tapi jalan kelaurnya dimana?" Tanya Flora
" Itu nanti pasti ketemu kok" kata Rachel
Flora dan Rachel lari dan mencari pintu keluar. Mereka mengira kalau penjaga itu tidak akan bangun tapi ternyata salah. Dari awal memang penjaga itu ketiduran tapi karena angin masuk dari jendela dan menutup pintu penjara dengan keras dan tentu saja penjaga itu dengar dan bangun lalu dia melihat kalau Flora dna Rachel berhasil kabur.
" Gawat darurat! Tawanan kita kabur" lapor penjaga itu ke microphone yang pasang di tembok .
Lalu suara alarm bunyi dan para petugas segera mencari mereka.
" Gawat kita ketahuan" kata Flora
" Jangan cemas sebentar lagi kita akan sampai" kata Rachel
" Tapi..."
" Ayo untuk sementara kita sembunyi di sini" kata Rachel
Di lain pihak Maria berhasil menemukan ruang baju terorist dan cepat ganti baju. Saat Maria ganti baju Maria mendengar bicara 2 orang lain.
" Tawanan kita telah berhasil kabur" kata Jacob
" Pintar juga mereka, biarpun mereka perempuan tapi ga bisa di rehmekan ya" kata Youshua
" Udah ayo sekarang kita ke bawah" bilang Jacob
" Ah iya ayo" kata Youshua
Mereka berdua pun lari dan suara tidak kedengaran lagi dengan Maria
" Itu pasti Flora dan Rachel, aku harus cepat" kata Maria
setelah ganti baju Maria kelaur dan menuju ke bawah. Saat Maria ke bawah Maria lihat Flora dan Rachel lari dan di kejar para petugas dari belakang.
" Mereka semakin mendekat" kata Rachel
" Jadi harus gimana?" Tanya Flora
" Aku... Aku ga tau" kata Rachel dengan bingung
" Kita semakin dekat dengan mereka" kata salah satu penjaga
" Iya kau benar, hey kalian berdua jangan lari!" Kata teman petugas itu
" Tidak, aku ga tahan lagi" kata Flora
" Jangan menyerah, ayo kita belok!" Kata Rachel
Tiba-tiba tangan mereka berdua di tarik dengan seorang. Lalu karena itu mereka lolos dari 2 penjaga itu tapi saat mereka melihat siapa yang menolong mereka ternyata juga salah satu terorist. Kaget langsung bediri dan menjauhi
" Mau...mau apa kau?" Kata Rachel
"Rachel aku takut" kata Flora
Perlahan-lahan terorist itu mebuka topengnya. Lalu saat Flora dan Rachel melihat muka terorist. Mereka kaget sekali!
"Maria?" Teriak mereka berdua
" Berisik! Jangan keras-keras nanti ketahuan! Kupingku juga udah budak tau, ga cuman kalian aja yang teriak namaku sekeras itu" kata Maria
" Mereka siapa?" Tanya Rachel
" Brett,Edge, dan Elena" kata Maria
" Jadi mereka baik-baik aja?" Tanya Flora
" Ya mereka baik-baik aja" kata Maria
" Syukurlah, aku khawatir sama mereka" kata Flora dengan tenang
" Jadi kamu kenal Maria Flora?" Tanya Rachel dengan heran
"Iya aku kenal, dia kan temanku dulu" kata Flora
"Oh gitu... Kok kamu ga pernah bilang Maria?" Tanya Rachel
" Itu bukan urusanmu" kata Maria dengan tegas dan dingin
" Kamu juga kenal dia Rachel?" Tanya Flora
" Ah iya dia seniorku dan di kantor police dia commandar" kata Rachel
" Wow aku ga pernah tau itu!" Kata Flora
"Udah hentikan bicarakan tentang aku" kata Maria " ayo kita kelaur dari sini"
" Baik!" Jawab mereka berdua
Flora,Maria, dan Rachel lari keluar dan menuju ke taman tapi mereka di halangi dengan berapa terorist.
" Kau tidak bisa kemana-mana" kata pemimpin terorist
" Oh ya, aku rasa ga" kata Maria
Lalu dengan cepat Maria menghabisi semua terorist dengan ilmu bela diri dan Maria juga memakai pistol untuk menghambat para Terorist. Satu per satu terorist itu menyerang Maria. Maria melawan dengan mudah karena dia jago dengan ilmu bela diri. Akhirnya selesai para terorist yang menghalang mereka jatud di lantai dan tidak bisa begerak.
" Kamu hebat!" Kata Rachel
" Sejak kapan kamu bisa gitu?" Tanya Flora
" Sejak dulu" kata Maria
" Kok aku ga pernah tau" kata Flora
" Kamu ga pernah tanya" kata Maria
" Ya udah sekarang kita harus keluar" kata Rachel
Maria dan Flora nurut dengan nasehat Rachel. Dan akhirnya mereka sampai keluar gedung tapi mereka di kelilingi lagi dengan banyak terorist. Sekarang terorist membawa pistol dan alat bahaya waktu itu Maria melawan mereka. Para terorist tidak memegang apa.
" Sial!" Kata Maria
" Maria Roosevelt seorang detective, spy dan polisi menyerah lah kamu tidak bisa lari!" Kata Pemimpin terorist
" Aku tidak akan menyerah!" Kata Maria
" Bagaimana ini Maria kita terjerbak?" Tanya Rachel
" Jangan khawatir aku udah minta bantuan" kata Maria
" Tapi apa mereka tau lokasi kita?" Tanya Rachel
" Tentu jam tangan kita kan alat deteksi jadi mereka tau, yah mungkin sebentar lagi" kata Maria dengan tenang
" Tenang banget sih kamu" kata Rachel dengan kesal
" Menjadi commandar harus tenang di setiap saat kalau ga tenang ga bisa pikir rencana berikutnya" kata Maria
" Oh gitu" kata Rachel
" Hey guys lihat ke atas" kata Flora
Maria dan Rachel melihat keatas dan Maria punya ide.
" Ayo apa yang kalian lakukan? Tangkaplah kami kalau bisa" kata Maria dengan ledek
" Kurang ajar! Dia merehkan kita, ayo ketua kasih kita bunuh mereka!" Kata salah satu terorist
"Baik kalau gitu! Ayo kita tangkap mereka!" Kata pemimpin terorist
Para terorist datang menuju ke arah mereka. Lama semakin lama mereka semakin dekat.
" Apa yang kamu rencanakan Maria?" Tanya Rachel
" Lihat aja nanti" kata Maria
Lalu saat para terorist begerak di tempat Maria mau. Dengan cepat Maria mengluarkan pistol tapi dengan sembunyi dan DOOR! Suara pistol keras sekali menuju ke atas langit
" Hahaha apa yang kau lakukan, itu percuma untuk minta tolong sama orang" kata pemimpin terorist
" Siapa juga yang mau minta tolong" kata Maria
Lalu tiba-tiba besi panjang dan berat jatuh ke bawah. Prakk.. Besi jatuh dan ada kena orang terorist dan merusak mobil mereka dan senjata bawa mereka dan banyak tertimpa sampai bedarah.
" Apa? Tidak mungkin!" Teriak sang pemimpin terorist
" Peraturan pertama jangan merehmekan aku, kedua aku bukan wanita biasa, dan ketiga kamu kena jebakanku" kata Maria dengan nada ketus
" Maria kau hebat! Benar-benar cocok jadi commandar!" Kata Rachel
" Kau hebat Maria!" Kata Flora dengan senyuman manis dan senang
" Hmm sudah lama aku ga pernah lihat kamu senyum Flora" kata Maria
" Iya sudah lama yah" kata Flora
Terus mereka berdua ketawa. Ini baru pertama kalinya Rachel melihat Maria ketawa. Ketawanya cantik.
Dengan diam-diam pemimpin terorist kabur tapi di halingi karena polisi dan bantuan udah datang dan kepong arena terorist.
" Kau akan kami tangkap dan taruh di penjara selamanya" kata salah satu inspecture di polisi headquater
" Bantuan datang! Kita selamat" kata Flora dengan senang
" Ah akhirnya!" Kata Rachel dengan lega
Lalu satu persatu terorist itu tertangkap dan bawa ke penjara. Tiba-tiba mobil datang dan banyak orang-orang maria kenal.
" Flora!" Teriak mereka semua. Semua pada khawatir terutama teman Maria di sekolah lama
" Flora apa kamu baik-baik aja?" Tanya Elena dengan cemas
" Mereka tidak melakukan kamu macam-macam kan?" Tanya Aria
" Iya aku baik-baik aja" kata Flora
" Syukurlah kamu baik-baik saja Flora" kata Brett
" Kamu khawatir denganku?" Tanya Flora dengan kaget
" Wajarkan, kita kan udah pacaran" kata Brett
" Hah? Jadi kalian udah jadian?" Tanya yang lain kecuali Maria
" Ah iya kita udah jadian" kata Flora
" Agh! Akhirnya! Edge ayo kita rayakan besok! Mau ga?" Kata elena dengan senang
" Boleh juga tuh, Brett akhirnya kamu punya pacar!" Kata Edge
" Kapan di tembak?" Tanya Aria
" Waktu kita berdua" kata Flora
" Oh I see... Tp syukurlah kamu ga terluka, siapa yang nolong kamu?" Kata Amanda
" Maria, dia menolongku" kata Flora
" Oh ya yah ada Maria" kata Elena
" Hah? Ada Maria!" Kata Mika,Amanda,Aria, Jo,Hammer dan Miller
" Iya tuh di sana" kata Flota dengan tujuk Maria
" Hey kalian" kata Maria dengan santai
" Maria lama ga ketemu!" Kata Aria dengan senang
" Apa kabar maria?" Tanya Amanda
" Kok udah ga contact kita lagi sich?" Tanya Mika
" Maria I miss u! How's my old friend!" Kata Elena dengan senang
" Amanda aku baik-baik aja, Mika maaf aku sedang sibuk di NASA, Elena kamu ga berubah ya" kata Maria
" Loh kalian kenal Maria?" Tanya Jo
" Iya dia teman kami dulu di Newston High school" kata Flora
" Oh jadi Maria punya teman toh" kata Miller
" Apa maksudmu?" Tanya Aria
" Di NASA dia sombong dan penghindar jadi banyak ga mau teman sama maria kecuali kelompoknya" kata Hammer
" Oh hahaha Maria memag gitu kok, tapi sebernarnya dia baik hati" kata Elena sambil memeluk tangan Maria
" Aah dasar kamu ga berubah" kata Maria
" Kamu juga" kata Elena
Lalu Maria di panggil sama Rachel untuk kembali ke markas polisi.
" Kalau begitu aku pergi dulu yah" kata Maria
" Iya bye! Sampai jumpa lagi!" Kata elena
" Daahh maria!" Teriak Amanda dan Aria
" Have a safe trip" kata Mika
Lalu Maria pergi dan meninggalkan teman-temanya
" Sekarang kita mau apain?" Tanya Elena
"Sudah pastikan kita pulang" kata edge
" Iya pasti orangtua kita pada khwatir" kata Jo
" Kalau begitu sampai jumpa" kata Aria
" Iya sampai jumpa" kata miller
" Flora hati-hati di jalan" kata Brett
" Jangan khawatir aku sama teman-temanku kok" kata Flora
" Oh bagus kalau gitu" kata Brett
" Hey Brett jangan pacaran melulu, ayo pulang" ledek Edge
" Iya Brett nanti kita tinggalin loh" kata Jo
" Ah tunggu, kalau gitu aku pergi dulu ya" kata Brett dengan terburu
" Ah iya bye!" Kata Flora
Lalu Flora dan lainya pulang dengan mobil Amanda. Saat sampai rumah Flora. Flora bilang terima kasih dan masuk rumah...
" Flora kamu baik-baik aja nak?" Tanya ibu tirinya
" Aku lihat Clareton mall di bomb di tv dan ingat kamu ada di sana" kata ayahnya dengan cemas
" Ayah.. Ibu.. Aku baik-baik aja kok" kata Flora
" Kakak ga terluka kan?" Tanya Mariam
" Ada yang sakit?" Tanya Nathan
" Iya aku baik-baik aja kok" kata Flora
" Kalau gitu kamu keatas istirahat dulu" kata ibunya
" Baik saya permisi" kata Flora
Flora keatas sperti biasa ganti baju dan tidur. Hari ini hari yang menyenangkan sekali. Pertama cinta dia di terima sama Brett. Kedua dia bertemu dengan Maria teman lamanya .
Flora sanget senang bertemu denga Maria. Karena semejak dia pindah sekolah ga ada kabar tentang Maria. Tapi syukurlah Flora bisa bertemu lagi dengan Maria...
Author's note: hehe cerita mystery dan detective hal yang simple, abis aku ga pintar bikin cerita spy atau detective... Kocak abis cerita ini, well as u know Maria roosevelt adalah OC ku di sini dan life, tapi kalau mau tahu tentang Maria lebih abaca Life by rebond( makasih el udah mau bikin cerita life, aku harap kamu ga aapa kalau aku bongkar sedikit tentang Maria atau seberapa)
Eiits cerita ku belum selesai loh.. Siapa bilang udah selesaai hehehe... Wait for the next chapter or season
Untuk sekarang sampai jumpa...
So how's my story so far? Inteerestong? Good? R and R
