Plus Nine Boy
(You Are My Destiny)
.
Cast :
Jung Yunho
Kim Jaejoong
Other cast :
Park Yoochun
Shim Changmin
Genre :
Shonen-ai/Boys Love/Chaptered
Pairing : YunJae
Story by : Dipa Woon
Chapter : Epilog
Note :
Cerita ini terinspirasi dari drama Plus Nine Boys, saya mengambil cerita salah satu tokohnya
Warning :
Bahasa tidak baku dan tidak sesuai EYD, typo(s)bertebaran, short story disetiap chapternya
.
.
.
:: cerita mengandung BOYS LOVE jadi yang TIDAK SUKA silahkan MINGGAT ::
.
.
.
Tanoshimi ni oyomi kudasai ^^
.
.
DOUZO
.
Previous chap
Degh
Degh
Degh
Jantung Yunho berpacu dengan cepat saat kembali bisa bertemu dengan namja pujaannya itu. Begitupula dengan Jaejoong, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan namja yang tanpa sadar sudah ia buat sakit hati.
Keduanya hanya diam saling berpandangan. Cukup lama, sampai akhirnya Jaejoonglah yang pertama kali memutuskan kontak mata mereka, lalu mulai kembali berjalan.
Tanpa menyapa dan berpura-pura tidak saling mengenal. Itulah yang kini coba Yunho lakukan mengingat janji yang sudah ia ucapkan kepada Jaejoong. Namun jauh didasar hati Yunho, nama Jaejoong akan selalu tersemat selamanya disana.
'Aku bisa menjaga mataku untuk tidak terus melihatmu. Namun tidak untuk hatiku.'
::
:
EPILOG
:
::
Matahari pagi menyambut Yunho yang mulai membuka mata musangnya saat merasakan sentuhan halus sebuah tangan dipipinya. Perlahan ia menggeliatkan badannya saat merasa mulai terusik akibat sentuhan-sentuhan itu.
Dibukanya pelan mata sipitnya dan perlahan ia bisa melihat jika ada seseorang yang tengah berdiri dihadapannya. Yunho pun kembali mengerjabkan matanya agar bisa lebih fokus melihat siapa yang berada dihadapannya. Dan saat matanya sudah benar-benar fokus, Yunho pun tersentak kaget saat mendapati wajah cantik seorang namja yang tersenyum manis kearahnya.
"Selamat pagi."
Degh
Degh
Degh
Jantung Yunho benar-benar berdebar kencang saat menemukan wajah ini saat membuka matanya. Apa ia bermimpi? Mengapa namja cantik ini bisa berada di dalam kamarnya?
"Ireonayo! Dasar pemalas!"
Kembali Yunho tersentak kaget saat melihat namja cantik itu mempoutkan bibirnya sebal setelah mengatainya 'pemalas'. Ia benar-benar bingung dengan keadaannya sekarang.
"Jaejoong?" panggil Yunho kemudian setelah berhasil menekan debaran didadanya. Ya ternyata namja cantik yang berhasil mengganggu tidurnya dan membuatnya sangat kaget itu adalah Jaejoong.
"Ne, waeyo?" jawab Jaejoong lembut dengan senyum manis terlukis diwajahnya. "Kau mau aku buatkan sarapan? Kau mau kopi atau susu?"
Kali ini Yunho sudah kehabisan kata-kata. Ia benar-benar tidak bisa berpikir mengapa bisa Jaejoong berada di kamarnya? Dan lagi, apa itu tadi? Membuatkan sarapan? Oh, apa ia mengalami halusinasi berlebihan sekarang?
Melihat Yunho yang hanya bengong, Jaejoong pun menjadi sangat gemas. Ia pun segera mencubit kedua pipi Yunho agar namja tampan itu segera sadar dengan apa yang diperbuatnya.
Gyutttt
"Ahhhh..appoooo."
"Siapa suruh melamun! Kajja, mandilah dan aku akan membuatkanmu sarapan."
Jaejoong pun dengan segera melepaskan cubitannya dipipi Yunho, namun belum sempat menjauhkan tangannya, Yunho sudah lebih dulu menggenggam tanggannya.
Greppp
"Ini nyata?" tanya Yunho entah kepada siapa.
Jaejoong kebingungan mendengar perkataan Yunho. Apa maksud dari namja tampan ini?
"Ne?"
"Kau. Apakau kau nyata? Atau kau hanya halusinasiku?" ulang Yunho sambil menatap kedalam mata bening Jaejoong.
Sungguh Yunho ketakutan. Ia tidak ingin jika ini hanyalah halusinasinya saja, akibat dirinya yang tidak bisa menghilangkan sosok Jaejoong dalam pikirannya. Namun jika ini hanya sebuah khayalan, ia rela tidak bangun dari khayalannya itu.
Jaejoong mengembungkan pipinya sebal mendengar pertanyaan Yunho. Hei, apa otak namja tampan itu sudah bergeser? Mengapa menanyakan apakah dirinya nyata atau tidak.
Sretttt
Greppp
"Begini, apa kau masih ragu jika ini nyata?" tanya Jaejoong setelah sebelumnya melepas genggaman Yunho ditangannya dan menggantikannya dengan memeluk tubuh besar namja tampan itu.
Degh
Degh
Degh
Lagi debaran jantung Yunho menggila saat merasakan dekapan hangat Jaejoong. Sungguh! Ia merasa sekarang semuanya terasa nyata. Oh, jangan bangunkan dirinya jika ini hanyalah sebuah mimpi.
Senyum mengembang diwajah tampan Yunho dan kini siap merentangkan tangannya guna membalas dekapan Jaejoong.
Greeppp
Hemmm
Senyum manis semakin mengembang diwajahnya saat berhasil mendekap tubuh langsing Jaejoong. Ia pun mengeratkan pelukannya dan melesakkan kepalanya dileher jenjang Jaejoong.
Cup
"Ne, ini nyata." gumamnya lagi setelah memberikan sebuah kecupan dileher mulus Jaejoong.
Jaejoong pun ikut tersenyum, "Jja, bangun dan mandilah. Aku akan membuatkan sarapan untuk kita."
Jaejoong segera melepaskan pelukannya dari tubuh Yunho lalu berjalan keluar, meninggalkan Yunho yang hanya bisa tersenyum akibat terlalu bahagia.
"Kalau ini hanya mimpi, aku rela tidak terbangun selamanya." gumamnya sambil memperhatikan pintu dimana tadinya Jaejoong keluar.
Ceklek
Jaejoong kembali dengan segelas air ditangannya. Ia pun berjalan menghampiri Yunho. Yunho yang melihat Jaejoong kembali pun segera tersenyum manis dan perlahan mendudukkan tubuhnya dipinggir kasur.
"Yun, minum ini dulu." ucap Jaejoong dan segera menyerahkan gelas itu kepada Yunho, namun-
"Yah! Mau sampai kapan kau tidur hah! Bangun! Dasar pemalas!"
Yunho tersentak kaget saat suara Jaejoong malah berubah menjadi suara cempreng milik sang eomma. Apalagi kini dihadapannya sudah tidak ada lagi wajah manis Jaejoong yang menyerahkan air minum padanya, yang ada adalah sosok sang eomma yang mendelik marah kearahnya, dan tanpa ia duga, sang eomma segera menyiram air dalam gelas itu kearahnya.
Byurrrr
"Uhukk..uhukk.. Yahhhh!"
"Yah! Yunho bangun! Sampai kapan kau mau tidur hah! Ini sudah siang! Jangan sampai kau terlambat!"
"Uhukk..uhuk..eom..ma!"
Yunho sangat terkejut saat merasakan dingin disekujur tubuhnya akibat guyuran air dari sang eomma. Haha, astaga! Jadi sedari tadi ia hanya bermimpi tentang Jaejoong?
"Eomma! Kenapa menyiramku!"
"Siapa suruh kau tak kunjung bangun! Dasar malas! Lihat ini sudah jam berapa! Kau ini selalu saja susah dibangunkan!"
Eomma Jung segera keluar setelah memastikan jika sang putra sudah benar-benar terbangun. Sementara Yunho masih terdiam diatas tempat tidurnya, memikirkan jika yang tadi ternyata hanyalah mimpinya.
"Hanya mimpi." gumamnya lemah.
::
::
YunJae - Plus Nine Boy
::
::
Jaejoong baru saja keluar dari tempat lesnya tanpa ditemani kedua sahabatnya. Yah, tadi kedua sahabatnya itu pulang lebih dulu karena ada urusan mendesak. Kini, ia pun berjalan sendirian sambil memperhatikan sekitarnya.
Hahhh
Terdengar helaan nafas darinya. Biasanya, disaat dirinya pulang les seperti sekarang, seorang namja tampan akan selalu rajin datang menjemputnya lalu mengantarnya pulang. Namun kali ini, ia sama sekali tidak melihat keberadaan namja tampan itu.
Ya, karena terbiasa dengan kehadiran Yunho disekitarnya, menjadikan ia sedikit merasa kehilangan. Biasanya Yunho akan selalu datang walaupun ia sama sekali tidak menginginkannya. Namun sekarang? Namja itu tidak pernah menemuinya lagi.
Walaupun ini adalah keinginannya agar Yunho tidak mengganggunya lagi, namun ternyata jauh didasar hatinya ia sedikit merasa kehilangan.
Jaejoong pun kembali melangkah kan kakinya, namun baru beberapa langkah, ia segera berhenti saat melihat seseorang tengah bersembunyi dibelakang sebuah pohon. Ia pun sedikit penasaran karena merasa familiar dengan sosok tersebut.
Ia pun kemudian melihat dengan lebih dekat sosok tersebut, dan senyumnya segera mengembang saat melihat jika sosok itu adalah Yunho. Namja yang sudah berjanji tidak akan datang menemuinya lagi itu, kini malah tengah bersembunyi dengan tidak elitnya dibelakang pohon.
Hemmm
Senyum Jaejoong mengembang dengan jelas. Ahh, sepertinya ia sangat bahagia bisa menemukan sosok tampan namja itu kini dihadapannya.
"Keluarlah. Aku sudah melihatmu!"
Yunho segera melongokkan(?)kepalanya saat mendengar seruan Jaejoong. Ia hanya tersenyum salah tingkah karena ketahuan.
"Mau apa lagi kau? Bukankah kau sudah berjanji tidak akan menemuiku lagi karena aku bukanlah takdirmu?" tanya Jaejoong setelah Yunho keluar dari persembunyiannya dan berdiri tepat dihadapannya.
Yunho menghela nafas sejenak, "Ne, kau benar. Tapi sebenarnya, apakah kau percaya takdir?" tanya Yunho pada Jaejoong dan membuat namja cantik itu mengernyit bingung.
"Hah?"
"Sebenarnya, hidupku tidaklah semulus kelihatannya. Aku sering kali mendapatkan kesialan bertubi-tubi. Dan saat kesialan mulai menyerangku, itu adalah hari yang terberat dalam hidupku. Tapi suatu hari, kau datang tepat disaat aku membutuhkan bantuan. Aku merasa sangat senang. Aku pun jadi terus memikirkan tentang takdir, bagaimana kau yang hadir tepat disaat aku membutuhkan bantuan."
"..."
"Tanpa sadar, aku pun mulai terjatuh padamu. Dan aku mulai menginkinkan agar kau menjadi milikku. Aku ingin agar takdir itu terjadi. Maksudku, walaupun ini takdir atau bukan, tidak bisakah kau menjadi milikku?"
Degh
Jaejoong tertegun mendengar penuturan Yunho. Entah kenapa ia merasa sangat tersentuh saat mendengar penuturan Yunho. Apalagi ia bisa melihat ketulusan dari pancaran mata Yunho. Ia pun kehabisan kata-kata.
Kini ia bisa melihat betapa besar perasaan Yunho padanya. Namja tampan dihadapannya ini, nampaknya benar-benar sangat menyukainya.
"Aku menyukaimu. Tidak bisakah untukku menyimpan perasaan ini, Jaejoong-ah?"
::
::
YunJae - Plus Nine Boy
::
::
Keesokan harinya
Jaejoong baru saja keluar dari tempat lesnya. Ia pun tanpa sadar kembali melihat kearah pohon dimana semalam Yunho bersembunyi, mencari dimana keberadaan namja tampan itu. Ia tanpa sadar terus berjalan dan tak melihat kearah depan, hingga ia pun akhirnya menabrak tubuh seeorang.
Brukkk
"Awwww!"
"Apa kau mencariku?"
Degh
Jaejoong terkesiap saat menyadari jika orang yang ia tabrak adalah Yunho. Ia pun mengelak kalau dirinya tidak mencari keberadaan Yunho.
"Jangan besar kepala tuan Jung. Untuk apa aku mencarimu?" jawab Jaejoong ketus.
"Aku melihatmu melihat kearah pohon itu. Bukankah itu adalah tempat persembunyianku semalam? Itu berarti kau tadi sedang mencariku."
Jaejoong mendecih pelan, "Tidak! Sudah kukatakan aku tidak mencarimu." Ia pun segera berlalu meninggalkan Yunho namun Yunho menghalanginya.
"Apa kau tidak ingin menjawab pertanyaanku?" tanya Yunho lagi dan membuat Jaejoong mengerutkan keningnya bingung.
"Jawaban apa?"
"Apa kau tidak ingat? Aku pikir, semalam aku sudah mengatakan jika aku menyukaimu." jawab Yunho sambil tersenyum. "Ah tapi sepertinya kau tidak perlu menjawabnya. Mari kita buat hari ini menjadi hari pertama kita." lanjut Yunho seenak jidatnya masih dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
"Mwo?"
"Mulai hari ini, kau adalah namjachinguku dan aku adalah namjachingumu. Bagaimana? Kau setuju?"
Jaejoong membulatkan matanya heran mendengar perkataan Yunho. Hei, apa ia tidak salah dengar? Seenaknya saja namja tampan itu memutuskan sesuatu tanpa persetujuannya.
"Yah! Apa maksudmu? Kita pacaran? Yang benar saja Jung! Aku tidak mau!" seru Jaejoong menolak usulan tidak masuk akal Yunho.
"Wae? Apa keluargamu kolot? Tidak menerima hubungan sesama? Atau kau tidak menyukaiku?" tanya Yunho lagi saat mendengar penolakan dari Jaejoong.
"Aku merasa kita tidak cocok." jawab Jaejoong dan segera berlalu meninggalkan Yunho.
Yunho pun segera mengejar Jaejoong, ia tidak mengerti mengapa Jaejoong tidak merasa cocok dengannya. Padahal ia merasa jika mereka sangat cocok. Ia tampan dan Jaejoong cantik. Perpaduan yang sangat pas.
"Bagaimana kalau kita mencoba untuk menjalin hubungan terlebih dahulu. Setelah itu, kau bisa menjawab apakah kau juga menyukaiku atau tidak. Kita hanya memerlukan waktu untuk saling mendekatkan diri."
Jaejoong tidak menjawab, hanya terus berjalan dan berhenti saat melihat sebuah kedai kopi. Tanpa pikir panjang ia pun segera masuk kesana lalu memesan secangkir kopi.
"Aku pesan espresos."
"Wow, kau juga menyukai espresso? Kalau begitu kita sama. Aku juga menyukai espresso." ucap Yunho girang karena ternyata kesukaannya dan Jaejoong sama. Ini menjadi catatan penting baginya mengenai apa yang disukai oleh namja cantik itu.
"Aku sangat menyukai espresso. Semua orang berpikir jika espresso itu terlalu pahit. Namun kita sama-sama menyukainya. Itu berarti kita cocok. Benarkan?" kata Yunho lagi sambil menyenggol bahu Jaejoong.
Jaejoong hanya memutar matanya malas.
Yunho pun kemudian membawa pesanan mereka ke meja, lalu mulai mencicipi rasa dari espresso itu. Namun ia segera mengernyit tertahan saat merasakan pahit diseluruh mulutnya. Espresi wajahnya benar-benar tidak mencerminkan orang yang benar-benar menyukai espresso.
Haha, nampaknya Yunho berbohong jika ia menyukai espresso. Ia hanya ingin membuat Jaejoong terkesan karena ternyata dirinya juga memiliki hobi yang sama dengannya.
Diam-diam Jaejoong tertawa saat melihat Yunho yang merasa kepahitan saat meminum espresso. Ia menahan tawanya agar tidak membuat Yunho kegeeran.
"Ah, seorang namja memang harus minum sesuatu yang pahit seperti ini."
Jaejoong hanya mengangkat bahu cuek mendengar perkataan Yunho. Ia pun mulai memasang earphone dan menikmati musik dari ponselnya.
Yunhopun merasa dicueki oleh Jaejoong. Ia segera berpindah tenpat dan duduk menyebelahi Jaejoong. Direbutnya salah satu earphone dari telinga Jaejoong dan mulai mendengarkan lagu itu bersama-sama.
"Oh, bukankah ini lagu Blue House?"
Jaejoong segera menolehkan wajahnya kearah Yunho saat mendengar namja tampan itu menyebutkan nama grup yang menyanyikan lagu ini. "Kau tahu Blue House?' tanyanya dengan sedikit antusias. Ohoh, nampaknya ada hal membuat Jaejoong sedikit bersimpati kepada Yunho.
Ya, Jaejoong memang sangat menyukai grup indie. Jadi, jika ada orang yang tahu mengenai grup indie, ia pun sangat antusias. Kembali ia bertanya apakah Yunho juga menyukai Blue House? Atau ia menyukai grup indie lainnya?
Yunho sedikit gelagapan saat menjawab pertanyaan Jaejoong. Hei, sejujurnya ia sama sekali tidak tahu menahu tentang grup musik indie. Hanya saja ia perah mendengar nama Blue House dan tanpa sengaja menonton pertunjukan mereka.
"Y..ye. Aku menyukainya." dan Yunho pun memilih berbohong jika dirinya juga menyukai grup musik indie.
Jaejoong sedikit mengembangkan senyum diwajahnya. Rupanya diantara kekesalannya terhadap namja tampan ini, ada juga hal yang membuat keduanya merasa nyambung.
"Ah. Ini, apa kau tahu ini lagu siapa?" tanya Jaejoong lagi sambil memutar sebuah lagu lain dari ponselnya dan menyuruh Yunho untuk menebak siapa penyanyinya.
Yunhopun kebingungan. Ia sama sekali tak mengetahui apa-apa tentang band indie.
"Emm...itu lagu Orange Mermale?" jawab Yunho sangat tidak yakin dan membuat senyum diwajah Jaejoong punah seketika.
"Ini lagu DBSK pabo! Kau hanya membual menyukai grup indie! Aku pikir kita menyukai hal yang sama, tapi ternyata kau hanya membohongiku. Aku tidak suka." jawab kesal Jaejoong karena ternyata Yunho hanya menipunya. Ia pun segera membereskan barangnya dan berlalu meninggalkan Yunho.
::
::
YunJae - Plus Nine Boy
::
::
Keesokan harinya
Yunho terlihat mengirim sebuah pesan kepada Jaejoong. Sejak semalam, ia sama sekali tidak bisa tidur akibat merasa bersalah telah membohongi Jaejoong. Ia pun terus mengirimi namja cantik itu pesan dan berharap agar Jaejoong mau membalasnya.
Ia mengirimi bermacam-macam pesan, mulai dari permintaan maaf, alasan ia berbohong dan juga ajakan kencan. Namun tidak ada satupun pesannya yang dibalas oleh Jaejoong.
"Aiss. Kenapa ia tak membalas pesanku eoh?" gerutu Yunho sambil menatap frustasi kearah ponselnya.
"Mungkin ia sedang belajar Yun." jawab Yoochun namun sama sekali tidak membuat Yunho merasa lebih baik.
"Paling Jaejoong itu sudah tidak mau lagi memikirkanmu hyung." jawab Changmin cepat dan membuat Yunho menjadi kesal.
Pletakk
"Yah! Jaejoong tidak seperti itu!" gerutunya kesal setelah melayangkan jitakan dikepala Changmin.
"Yah hyung itu sakit!"
Yunho tidak menghiraukan pekikan kesakitan Changmin dan terus memukuli maknae itu meluapkan kekesalannya.
Sementara itu, di tempat Jaejoong. Ia dan kedua sahabatnya tengah belajar bersama. Ia memang sengaja mengacuhkan pesan Yunho karena masih kesal dengan kebohongan Yunho semalam.
"Jaejoong-ah, ponselmu sangat berisik! Ia ingin mengirimu pesan atau ingin meneroromu!" gerutu Heechul yang sedikit terganggu dengan getaran dari ponsel Jaejoong yang sedari tadi tidak mau berhenti.
Jaejoong hanya mengangkat bahunya cuek dan terus melanjutkan kegiatannya membaca buku.
"Ya Jaejoong-ah, apa atlet itu masih menemuimu?" tanya Heechul lagi kali ini dengan sedikit rasa penasaran. Yah, ia memang mengakui jika sahabatnya ini memang paling bisa untuk memikat orang dengan wajahnya yang sangat menawan itu.
Jaejoongpun mendongakkan kepalanya menatap Heechul dan hanya tersenyum singkat.
"Aku rasa ia benar-benar menyukaimu Jaejoong-ah. Buktinya ia masih menemuimu walau kau sudah mempermalukannya seperti itu." lanjut Heechul lagi dan hanya ditanggapi senyum kecil dari Jaejoong.
"Ne. Beruntungnya dirimu Jaejoong-ah. Kalau aku jadi kau, aku akan menerimanya saja. Lagipula ia tampan, bertubuh atletis dan kelihatannya ia juga adalah anak baik-baik."
Jaejoong menolehkan wajahnya kearah Hyunseung saat mendengar sahabatnya itu memuji Yunho. Sedikit ada perasaan cemburu dihatinya saat mendengar sahabatnya itu memuji Yunho.
Melihat Jaejoong yang memperhatikannya dengan tatapan yang sedikit tajam, membuat Hyunseung tergelak. "Oh, apa jangan-jangan kau sebenarnya sudah menyukainya eoh? Yah! katakan, apa itu benar?"
"Aku tidak tahu. Aku akui, ia memang cukup manis dan terkadang konyol. Ia juga baik dan kadang membuatku tertawa. Tapi, aku tidak ingin berkencan dengan seorang anak sekolahan." jawab Jaejoong sedikit lemah saat mengatakan kalimat terakhirnya.
::
::
YunJae - Plus Nine Boy
::
::
Trio YunChunMin kini tengah menikmati makan siang yang sedikit terlambat-karena jam sudah menunjukkan pukul 3. Ketiganya makan dengan khidmat terutama Changmin yang sedari tadi memang sudah merengek kelaparan.
"Hei Yun, makanlah dulu. Mungkin Jaejoong belum membalas pesanmu karena ia tengah belajar."
Yoochun benar-benar kesal melihat sahabatnya itu yang sedari tadi tidak melepaskan ponsel dari tagannya.
Yunho bergeming, ia masih terus mengutak-atik ponselnya berharap jika Jaejoong mau membalas pesannya. Ia pun kini tengah membuka aplikasi Line Jaejoong, dan melihat foto profil Jaejoong karena merasa rindu dengan wajah cantik namja pujaannya itu.
Ia pun menghela nafas sebentar sebelum teringat sesuatu, "Ah! Aku tahu!"
Yoochun dan Changmin sedikit terkaget saat mendegar seruan Yunho. "Wae?" tanya Yoochun bingung saat melihat Yunho yang dengan terburu-buru memasukkan semua barang-barangnya kedalam tas.
"Yoochuna, Changmina, aku duluan eoh. Ada yang harus aku lakukan!" kata Yunho dan setelahnya segera bergegas meninggalkan kedua sahabatnya yang hanya menatap heran kepergiannya.
"Yunho hyung mau kemana?"
"Molla!"
"Apa ia belum memakan makananannya? Wahh sayang sekali, kalau begitu biar aku saja yang memakannya eoh!"
Dan tanpa persetujuan Yoochun, Changmin pun sudah lebih dulu mengambil mangkuk makan Yunho dan mulai menyantap teokpokki yang tadi dipesan oleh Yunho. Mengabaikan teriakan Yoochun yang menyuruhnya untuk makan dengan pelan.
::
::
YunJae - Plus Nine Boy
::
::
Jaejoong menghela nafas kesal saat dirinya kehabisan tiket konser Orange Mermale. Padahal ia sudah mengkhayal untuk bisa menonton grup musik favoritenya itu. Namun sayangnya, tiket sudah terjual habis tepat disaat dirinya akan membeli.
Melihat sahabatnya yang murung, Heechul dan Hyunseungpun berinisiatif untuk mengajak Jaejoong hangout bersama. Namun Jaejoong menolaknya dan menyuruh kedua sahabatnya itu untuk pergi tanpa dirinya.
"Baiklah kalau begitu. Kami pergi eoh."
Jaejoong pun hanya mengangguk dan melambaikan tangannya kearah Heechul dan Hyunseung, sebelum akhirnya mulai berjalan pulang ke rumah. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, ia mendengar dering lonceng sepeda dibelakangnya. Dan detik berikutnya, Yunho sudah muncul secara tiba-tiba tepat disampingnya.
"Hai, Kim Jaejoong!"
Yunho menunjukkan senyum lebarnya saat melihat wajah terkejut Jaejoong. Ia pun segera meminta Jaejoong untuk naik. "Naiklah. Aku akan mengajakmu kesuatu tempat." lanjut Yunho masih dengan senyum lebar terlukis diwajahnya.
"Kemana?" tanya Jaejoong namun hanya dijawab berupa gelengan dari Yunho. "Naik saja. setelah itu kau akan tahu."
Yunho pun dengan segera menarik tangan Jaejoong dan memposisikan namja cantik itu di belakang. Iapun kemudian mengarahkan tangan Jaejoong untuk melingkar dipingangganya.
"Berpeganganlah, aku tak ingin kau terjatuh."
Diam-diam Jaejoong mengembangkan senyum tipis diwajahnya, entah kenapa ia merasa senang dengan kehadiran Yunho hari ini. Tanpa sadar ia semakin mengembangkan senyum manis diwajahnya saat Yunho mulai megayuh sepedanya.
Mereka berjalan pelan menyusuri jalanan dengan pepohonan yang berjejer rapi dan membuat keduanya merasa sejuk. Jaejoongpun tanpa sadar semakin mengeratkan pelukannya dipinggang Yunho saat jalanan sedikit menanjak.
"Kau mau membawaku kemana?" tanya Jaejoong sekali lagi namun lagi-lagi Yunho tidak mau menjawab.
"Aku yakin kau akan senang saat tahu aku mengajakmu kemana. Karena aku tau apa saja yang kau sukai."
Dan Jaejoong pun akhirnya memilih diam dan menikmati hembusan angin yang membelai wajahnya, setelah tidak berhasil membuat Yunho mengatakan kemana namja tampan itu akan mengajaknya.
::
::
YunJae - Plus Nine Boy
::
::
Jaejoong melebarkan matanya kaget saat mengetahui kemana Yunho membawanya. Ia menolehkan wajahnya kearah Yunho dan menemukan namja tampan itu yang tersenyum lebar kearahnya.
Oh, sebenarnya kemana Yunho mengajak Jaejoong?
Haha, namja tampan itu hanya membawa Jaejoong ke tempat konser Orange Mermale. Dan tentu saja hal itu membuat Jaejoong sangat senang.
"Bagaimana? Apa kau senang?"
Jaejoong hanya mengangguk.
"Kau ingin masuk?"
Dan tanpa menunggu lama lagi, Jaejoong segera mengangguk dan mengikuti Yunho masuk ke dalam.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan tiketnya? Bukankah tiketnya sudah habis terjual?" tanya Jaejoong sesaat setelah keduanya duduk dibangku deret depan.
Yunho tersenyum samar. "Apapun akan aku lakuakan untuk bisa membuatmu tersenyum." jawabnya tenang sambil tersenyum manis kearah Jaejoong.
Mau tak mau jantung Jaejoong berdesir halus saat mendengar jawaban Yunho. Aiss, laki-laki dihadapannya ini bagaimana mungkin bisa membuatnya berdebar setelah kemarin membuatnya kesal.
Jaejoong pun sudah akan bertanya lagi namun suaranya teredam saat suara kencang dari arah panggung terdengar. Dan detik berikutnya, konser hari itu pun dimulai dan suara berat vokalis Orange Mermale membuat Jaejoong segera beralih menatap kearah panggung.
Selama konser berlangsung, Yunho tak henti-hentinya memandangi wajah Jaejoong yang nampak sangat bahagia bisa menonton konser ini. Ia harus berterimakasih kepada samchonnya-Jung Yonghwa-yang memberikannya tiket gratis untuk konser Orange Mermale kali ini.
::
::
YunJae - Plus Nine Boy
::
::
Yunho dan Jaejoong sama-sama menikmati dengan senang konser Orange Mermale kali ini. Ya walaupun Yunho sama sekali tidak menyukai musik indie, namun baginya yang terpenting adalah bisa melihat senyum diwajah Jaejoong.
Kini konser sudah hampir selesai. Yunho pun meminta izin sebentar kepada Jaejoong untuk pergi ke toilet. Padahal sebenarnya yang terjadi adalah, Yunho mempunyai sebuah kejutan untuk Jaejoong tepat diakhir dari konser ini.
"Terimakasih untuk kalian yang sudah datang hari ini. Dan sampai jumpa di konser berikutnya."
Para member Orange Mermale pun segera bergabung kearah depan dan membungkukkan badannya kearah penonton. Mengucapkan rasa terimakasih karena sudah hadir dan menonton konser mereka kali ini.
Semua penontonpun mulai meneriakkan kata 'encore' dan membuat vokalis Orange Mermale kembali membuka suara.
"Kali ini kami mempunyai persembahan special."
Dan tepat setelah berkata demikian, dari arah belakang panggung, muncullah Yunho yang tengah tersenyum manis memandang tepat kearah Jaejoong. Jaejoong sedikit terkejut karena melihat kehadiran Yunho diatas panggung, namun setelahnya ia pun menyunggingkan senyum manisnya saat mendengar Yunho berkata akan menyanyikan sebuah lagu untuk dirinya.
Yunho pun mulai bernyanyi lagu dimana lagu itu bercerita tentang seseorang yang hendak menyatakan perasaannya kepada orang yang sudah lama ia sukai. Jaejoong teringat kalau lagu ini adalah lagu yang sama dengan lagu yang ia tanyakan pada Yunho di cafe kemarin, namun Yunho salah menjawabnya. Jaejoong pun akhirnya tersenyum lebar dan mulai menikmati penampilan Yunho diatas panggung.
::
::
YunJae - Plus Nine Boy
::
::
Yunho dan Jaejoong kini tengah berjalan pelan menyusuri jembatan setelah selesai menonton konser. Kembali Yunho bersenandung menyanyikan lagu yang tadi dinyanyikannya untuk Jaejoong, dan membuat Jaejoong sedikit canggung saat mendengar lirik demi lirik yang Yunho nyanyikan. Yunho pun kemudian berhenti bernyanyi dan memanggil Jaejoong.
"Kim Jaejoong." panggil Yunho dan membuat Jaejoong menghentikan langkahnya. Yunho pun kemudian mendekatkan dirinya kearah Jaejoong lalu menghadapkan tubuhnya kearah Jaejoong hingga posisi keduanya kini saling berhadapan.
"Tidakkah kau ingin mengatakan sesuatu padaku?" lanjut Yunho lagi sambil menatap wajah Jaejoong.
Jaejoong terdiam. Sejujurnya ia sama sekali tidak tahu apa yang seharunya ia katakan.
"Benar-benar tidak ada? Aku pikir, aku sudah melakukannya sangat baik diatas panggung tadi. Aku..aku menyukaimu Kim Jaejoong. Kau satu-satunya yang ada dipikiranku saat ini." kata Yunho akhirnya yang kembali menyatakan perasaannya pada Jaejoong.
Jaejoong terpaku saat kembali mendengar pernyataan perasaan Yunho. Sedikit hatinya bergetar nyaman saat mendengar pernyataan Yunho itu.
"Apa kau benar-benar tidak akan menjawab pernyataanku?" tanya Yunho lagi karena tidak kunjung mendengar jawaban dari Jaejoong.
Cukup sudah! Apa selama ini usahanya sia-sia sehingga Jaejoong sama sekali enggan untuk membalas perasaannya?
Yunho pun menjadi ragu sekarang melihat Jaejoong yang hanya diam. Sungguh ia hanya ingin kejelasan dari sikap Jaejoong. Selama ini ia merasa kalau Jaejoong juga sebenarnya menyukainya. Terbutkti Jaejoong yang sudah mulai mau berbicara banyak kepadanya, hanya saja namja cantik itu tidak ingin mengakuinya entah karena alasan apa.
"Benarkah?" tanya Yunho lagi dan kini Jaejoong memilih menunduk.
Semuanya berakhir dengan sia-sia. Yunho pun menghela nafas menyerah karena sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk meyakinkan Jaejoong.
"Baiklah kalau begitu. Aku mengerti."
Jaejoong perlahan mendongakkan kepalanya saat mendengar suara lemah Yunho. Oh tidak, apa ia sudah menyakiti hati namja tampan itu lagi? Jaejoong bisa lihat guratan kecewa yang terlukis jelas diwajah Yunho, dan itu membuat hatinya berdetak tidak nyaman.
Ia tidak suka melihat ekspresi wajah Yunho yang seperti itu.
"Aku pergi."
Yunho pun akhirnya memilih untuk pergi, membawa kekecewaan besar dalam hatinya. Ini sungguh sakit. Dan ia sudah tidak bisa menahannya lagi. Selama ini ia sudah menunggu jawaban Jaejoong, namun kesabarannya ada batasnya. Dan nampaknya, ini adalah batas kesabarannya.
Sementara itu Jaejoong hanya terpaku menatap kepergian Yunho, ingin sekali rasanya ia berteriak meminta agar Yunho tidak pergi, namun entah kenapa ia tidak bisa melakukannya. Ia pun hanya memandang kepergian Yunho dengan sendu, gurat sedih juga terlihat jelas diwajahnya dan kemudian berjalan berlawanan arah dengan Yunho.
'Bahkan kau sama sekali tidak memanggilku'
Yunho berjalan dengan lesu. Wajahnya benar-benar terlihat masam setelah merasakan apa itu yang namanya patah hati.
'Semuanya berakhi sudah'
Yunho terus berjalan dengan lesu, sampai akhirnya ia meraskan sebuah getaran diponselnya. Ia pun membuka ponselnya dan menemukan sebuah pesan dari Jaejoong. Dan saat ia membuka pesan itu, ia pun membulatkan matanya tidak percaya.
Diponselnya, nampak sebuah gambar yang tadi dikirimkan oleh Jaejoong. Hanya sebuah gambar 'Cony dan Brownie' yang tengah duduk bersama dengan gambar-gambar hati yang mengelilinginya. Dan hal itu sudah cukup membuat Yunho mengerti apa yang ingin dikatakan oleh Jaejoong.
Yunho pun segera berbalik dan melihat kearah Jaejoong yang berada diseberangnya. Ia pun kemudian berteriak lantang mengungkapkan betapa ia sangat bahagia.
"Kim Jaejoong! Aku menyukaimu! Aku benar-benar menyukaimu! Mulai sekarang aku akan memperlakukanmu dengan baik."
Yunho pun kembali melihat gambar yang dikirim Jaejoong. Ia pun kemudian membalasnya dengan mengirimkan tanda hati yang sangat banyak kepada Jaejoong.
Sementara diseberang jalan, Jaejoong hanya tersenyum geli melihat antusias Yunho. Well, sepertinya ia mengambil keputusan disaat yang tepat.
Dan pada akhirnya, penantian Yunho akan balasan cinta Jaejoong pun terbalaskan. Akhirnya ia bisa meluluhkan kekeraskepalaan Jaejoong dan membuat namja cantik itu mengakui kalau ia juga menyukai dirinya.
Kutukan angka '9' dalam keluarga Jung nampaknya membawa akhir yang bahagia untuk Jung Yunho. Semoga saja setelah ini tidak ada lagi kesialan yang lain yang menantinya di depan sana ^^
.
.
.
.
.
.
.
Oshimai ^^
(END)
Jangan protes yahh.. heheheee
Happy Bornday uri beloved Jaejoongie ^^ #happyjaejoongday #wewillwaitforjaejoong
Sukses terus bareng JYJ dan langgeng sama appa bear a.k.a Jung Yunho ne ~~
Jaaa,,, ini dia ending dari kutukan angka '9' keluarga Jung.. Nampaknya kutukan itu sekarang tidak berpengaruh atas kisah cinta Jung Yunho..
Terimakasih buat kalian yang sudah mengikuti ceritanya.. terima kasih juga buat kalian yang sudah mensupport saya selaku author hingga cerita ini menemui akhirnya..
Saya ingin membalas review kalian ne :
shipper89 : iya ini dilanjut ^^
alby chun : ini dilanjut.. iya ada juga cerita diumur segitu. Nanti kalau ada waktu, mungkin saya akan membuat cerita yang berbeda diumur 29 tahun ^^
Guest 1 : apakah ini sudah masuk epilog yang baik untuk Yunho appa? Hehe, gomawo sudah baca..
Himawari23 : yes.. ini ada epilognya ya ^^
choikim1310 : endingnya emang begitu.. tapi ini ada epilognya ya.. iya di drama aslinya juga mereka tidak bersatu..
birin rin : ini dilanjut ya ~~
Ahieru Hana : iya, karena kasiansama Yunho jadi saya buat epilog yang lebih baik buat dia xD
Jung Sister : ini memang end ya.. tapi saya tambah epilog ^^
dheaniyuu : iya kasihan Yunho .. sialnya bertubi-tubi.. endnya memang dichap kemarin, tapi saya lanjutkan dengan epilog ^^
Shim Shia : endnya memang di chap kemarin dan saya tambah epilog ^^
zheouniquee : iya itu endnya.. saya juga tidak sadar membuat ending di chap 9 xD ini saya lanjut pakai epilog ya~~
lipminnie : iya end disini ^^ ini dilanjut epilog ya~~
akiramia44 : haha.. ya endnya memang begini xD no sequel, tapi saya lanjut pakai epilog ya~~
Bestin84 : iya endingnya ga happy.. tapi eilognya tetep happy ending an?
Guest 2 : ini dilanjut ^^
mei azzahra1 : iya Yunho jadi tidak bersemangat gitu karena patah hati.. mari kita bantai Changmin bersama-sama.. iya, seriusan end.. tapi dilanjut epilog xD
Blueonyx Syiie : hihi.. iya ini dilanjut ^^
YJS : iya Yunho patah hati T.T sebagai laki-laki sejati memang harus bisa nepatin janji, tapiā¦.sepertinya itu hanya bertahan sebentar bagi Yunho xD
ccsyaoran01 : iya setuju! Cita pertama memang harus diperjuangkan.. ini dilanjut epilog ya~
himeryo99 : kakak nggak gantungin kamu kok #loh(?) ini dilanjut ya~
saphire always for onyx : ini dilanjut dengan epilog.. gimana? Sudah tau apakah Jaejoong sedih atau tidak?
5351 : jangan sedih #cupcup.. ini dilanjut ya~~
Herojaejae : hihi.. sabar-sabar! Ini saya kasi epilog ya~ iya, Yunho sudah jatuh terlalu dalam sama pesona Jaejoong
Yikyung : no sequel ya.. mungkin saya akan membuat cerita yang berbeda diumur 29 tahun ^^
nabratz : ini emang end.. tapi saya lanjut dengan epilog ^^
Jangan lupa tinggalkan kesan terakhir kalian untuk chap ini ya ~~ Sankyuuu minna...
.
Denpasar, 26 Januari 2016
.
OMAKE
Changmin membuka-buka album foto lama yang tersimpan apik dalam rumahnya. Entah mengapa namja pecinta makanan itu tiba-tiba ingin melihat foto-foto lama tentang keluarganya.
Sementara disebelahnya, nampak Yoochun yang juga melihat-lihat album foto lainnya. Sesekali terdengar tawa dari keduanya saat menemukan foto jadul dimana wajah meraka masih terlihat begitu 'kuno'.
"Hahahahaa...lihatlah Min. Kau memakai rok?" tawa Yoochun pecah begitu melihat sebuah foto dimana Changmin yang mengenakan baju perempuan.
Changmin mengembungkan pipinya sebal mendengar tawa mengejek Yoochun saat melihat foto masa kecilnya yang menggunakan rok.
"Apa matamu buta hyung? Itu bukan rok. Lihat, itu masih ada belahan ditengahnya."
"Tapi tetap saja, kau terlihat seperti mengenakan rok. Kka, apa kau ingin mengenakannya lagi diumur segini? Sepertinya itu akan terlihat lucu."
Changmin semakin kesal mendengar ejekan Yoochun. Ia pun menatap kesal lalu membuka album foto dipangkuannya dengan kasar.
Srakk
Srakk
Srakk
Puk
"Oh apa ini?" gumam Changmin saat melihat selembar foto terjatuh dari album yang tadi dibukanya. Iapun kemudian mengambil foto itu, lalu melihatnya. "Ah, ini foto hyungie saat SMA." gumamnya lagi saat melihat kalau ternyata itu adalah foto sang kakak saat masih berada di SMA. Changmin pun tersenyum melihat foto itu. Hah, ia jadi teringat kakaknya yang kini berada di Jepang.
Yoochun yang sedari tadi asik menertawakan foto-foto Changmin, seketika menghentikan tawanya saat melihat Changmin asik memandangi sebuah foto. Iapun menjadi kepo dan ikut melihat foto itu.
"Mwol bwa?"
"Ini foto saat hyungie sekolah. Lihatlah gayanya, dia masih menjadi siswa bermasalah saat itu."
Yoochun ikut menatap foto itu dan mengangguk membenarkan. Yah, ia juga mengenal kakak dari food monster itu, dan ia juga tau bagaimana nakalnya hyung Changmin itu saat masih bersekolah. Ya, hyung dari Chagmin adalah salah satu brandalan di sekolahnya dulu.
Yoochun pun kembali melihat-lihat foto itu, sampai matanya terfokus pada salah satu namja dalam foto itu. Dipandanginya terus namja itu, seakan mengenalnya.
"Sepertinya, aku pernah melihatnya. Tapi dimana?" gumamnya masih terus memperhatikan namja dalam foto itu.
"Apa yang kau lihat hyung?"
"Ini. Namja ini, sepertinya aku pernah melihatnya." kata Yoochun sambil menunjuk salah satu namja dalam foto itu.
Changmin segera ikut melihat namja yang dimaksud dengan Yoochun, dan ia mengernyitkan keningnya bingung karena merasa pernah melihat namja itu juga. "Ne, aku rasa aku juga mengenalnya."
Lama Changmin berpikir sampai akhirnya ia tersentak kaget. "OMONA!" teriaknya lantang dan membuat Yoochun terkejut.
"Yah! Jangan berteriak ditelingaku!"
"Oh tidak! Pantas saja aku seperti pernah melihatnya. Hyung, namja ini adalah Kim Jaejoong." seru panik Changmin saat teringat jika namja dalam foto itu adalah Kim Jaejoong. Pantas saja ia seperti pernah melihat Jaejoong saat melihatnya pertama kali dulu. Ternyata ia adalah salah satu genk sang hyung yang tidak kalah berandalannya dari sang hyung.
Yoochun mengernyit bingung tidak mengerti maksud Changmin. "Musun suriya?"
"Ini, namja ini adalah Kim Jaejoong saat ia masih SMA. Dan hyung tau, ia adalah salah satu teman brandalan hyungie. Ia sering datang ke rumah jadi aku sering melihatnya. Penampilannya sangat berbeda, aku jadi tidak langsung mengenalinya"
Ya, penampilan Jaejoong yang dulu memang sangat berbeda. Dulunya rambut Jaejoong panjang hingga melewati bahu dan ia sering mengikatnya menjadi satu kebelakang. Sementara sekarang, rambutnya sudah dipotong pendek dan diwarnai pirang.
"Jadi maksudmu, Jaejoomg itu teman kakakmu? Itu berarti ia lebih tua dari kita?"
Changmin mengangguk membenarlan.
"Oh no! Apa yang akan terjadi pada Yunho jika tau ini?"
"Molla. Aku tidak ingin membayangkannya."
Keduanya saling tatap memikirkan kemungkinan apa yang bisa terjadi jika sampai Yunho tau kalau Jaejoong ternyata lebih tua darinya. Ditambah lagi kenyataan kalau namja cantik itu dulunya adalah seorang berandalan.
Oh, apakah ternyata kutukan angka '9' dalam keluarga Jung masih terus menghantui Yunho?
.
.
.
END ^^
Sankyuuu
