Behind the Cool Beauty

.

.

Dhienhie Kyuminshipper Fujoshi

.

.

Genre: Romance, Drama.

.

.

Rate: T

.

Lenght: Chaptered

.

.

Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki walau sebenarnya saya ingin memonopoli Sungmin untuk diri sendiri *bletak* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D

.

.

Warning: YAOI, Typo(s), ColdMing! DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!

.

.

.

enJOY~

CHAPTER 10

.

~(*o*)~

.

This fict is dedicated..

To the world biggest shipper..

The JOYers..

Yesung dan Eunhyuk saling memandang saat melihat Kyuhyun menggandeng lengan Sungmin keluar kelas.

"Benar kan hyung?"

Yesung menganggukkan kepalanya.

"Yeah, mereka memiliki sesuatu yang aneh. Untung kita mengikuti Sungmin-ah kemarin," kata Yesung.

Eunhyuk langsung menatap sengit Yesung.

"Seandainya mobil babomu itu tidak kehabisan bensin, kita bisa dapat info lebih banyak, hyung. Aish!" dumel Eunhyuk, sebenarnya ia ingin sekali melayangkan jitakannya ke kepala Yesung, namun mengingat namja yang selalu bertampang konyol di sebelahnya ini lebih tua darinya jadi Eunhyuk berpikir dua kali untuk melakukan itu.

"Ya, ya, ya. Tapi setidaknya kita bisa mendapat info yang lebih maju kan? Cho seonsaengnim keluar sekolah setelah Sungmin-ah keluar dengan wajah panik kemarin, pasti mereka punya hubungan khusus," kata Yesung sok detektif.

"Kau dengar sendiri kan tadi Sungmin-ah bilang appanya berhenti memanggil dia bunny Minnie saat ia berusia 18 tahun. Berarti info yang kita cari tadi malam benar ya?"

Yesung mengangguk lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

"Ini~" kata Yesung lalu melempar tumpukan kertas yang telah dijilid ke arah Eunhyuk.

"Aku membaca itu tadi malam, tahun lahirnya 6 tahun di atas kita dan seharusnya kita memanggil dia hyung."

Eunhyuk membuka lembar demi lembar kertas yang menunjukkan identitas Choi Sungmin sebagai putra Choi Siwon.

"Ini apa?" tanya Eunhyuk sambil menunjuk lembar terakhir.

Yesung mengedikkan bahunya.

"Adanya hanya seperti itu, aku tidak tahu hal penting apalagi yang keluarga Choi tutup dari pemberitaan publik."

Eunhyuk mengernyitkan keningnya.

"Apa mungkin status Sungmin hyung dengan Cho seonsaengnim ya?" tebak Eunhyuk sekenanya.

"Aku juga tidak yakin Hyuk. Tapi mengingat paniknya Cho seonsaengnim saat kita meminta tumpangan kemari seperti sesuatu yang aneh menurutku," lagi-lagi Yesung berucap dengan gaya sok detektif membuat Eunhyuk berucap dalam hatinya.

'Tidak ada hal yang lebih aneh selain dirimu, hyung.'

FLASHBACK

"Kurasa terjadi sesuatu yang buruk," kata Yesung.

"Aku rasa juga begitu, hyung," sahut Eunhyuk.

Dua orang itu masih saja menatap pintu kantin yang telah menelan sosok Sungmin.

"Hyung~"

Yesung menoleh sangsi saat mendengar nada aneh Eunhyuk ketika memanggil namanya.

"Apa?"

"Mumpung belum jauh kita ikuti saja, eotte?"

"Huh? Kau mau cari mati ya?" sembur Yesung membuat Eunhyuk langsung memutar matanya.

"Yasudah kalau tidak mau ikut," kata Eunhyuk lalu berjalan cepat menyusul Sungmin.

"Ya! Tunggu babo!" seru Yesung lalu ikut berlalu meninggalkan mejanya.

Setelah melewati berbagai macam prosedur menyulitkan sebelum bisa meninggalkan sekolah, Eunhyuk dan Yesung akhirnya bisa keluar sekolah tepat saat mobil keluarga Choi –mungkin- membawa Sungmin meninggalkan sekolah.

"Hyuk, kau yakin ini akan baik-baik saja?" tanya Yesung dengan mata terus mengikuti arah mobil Sungmin melaju.

"Ya, selama kau bisa duduk tenang disitu."

Yesung langsung mendengus sengit.

"Kekhawatiranku beralasan. Kau buruk soal mengemudi."

Eunhyuk hanya bisa menggumam tak jelas membalas sindiran Yesung.

"Kira-kira mereka mau kemana ya?"

"Ini jalan ke rumah sakit," ujar Yesung singkat.

Eunhyuk langsung menolehkan kepalanya ke arah Yesung.

"Benar juga hyung, ini lampu merah terakhir menuju rumah sakit," sahut Eunhyuk membenarkan.

"Ya, kita lihat saja setelah ini."

Dua orang yang selalu ingin tahu soal Sungmin itu diam untuk beberapa saat, mata keduanya masih fokus menatap mobil Sungmin yang berjarak dua mobil di depan mereka.

Tepat saat lampu menunjukkan warna hijau Eunhyuk langsung kembali menginjak gasnya, namun tepat saat mobil yang mereka gunakan berhasil melewati lampu merah, mobil atas nama Yesung itu perlahan melambat hingga Eunhyuk terpaksa menepikan Renault Samsung milik Yesung.

"Hyung, kenapa mobilmu ini?" sungut Eunhyuk.

Yesung hanya mengedikkan bahunya.

"Mungkin bensinnya~" sahutnya tanpa dosa.

"YA! Kenapa kau tidak bilang dari awal? Tahu begitu, pakai mobilku saja tadi. Aish!"

Yesung mengibaskan tangannya.

"Sudah terlanjur," ujarnya lalu memilih keluar mobil daripada berdebat dengan Eunhyuk.

Eunhyuk melakukan hal yang sama, keluar dari bangku kemudi kemudian dengan kesal menendang ban mobil Eunhyuk.

"Dasar!" umpatnya.

Seperti orang tolol, Yesung dan Eunhyuk berusaha menghentikan laju tiap mobil yang melewati mereka dengan niat meminta tumpangan.

"Hyuk! Itu Cho seonsaengnim ya?"teriak Yesung saat melihat mobil Kyuhyun mengantri lampu merah bersama mobil-mobil lainnya.

"Iya hyung! Ayo kesana!"

Dua orang konyol itu langsung berlari cepat menghampiri mobil Kyuhyun.

TOK! TOK! TOK!

"Seonsaengnim! Buka pintunya!"

Kyuhyun yang terkejut dengan tingkah dua makhluk aneh yang tiba-tiba muncul disamping kaca mobilnya hanya bisa berjengit kaget.

'Apa-apaan dua orang ini?' batin Kyuhyun kesal. Benar-benar tidak tahu situasi.

"Cho seonsaengnim, buka kacanya!"

Akhirnya Kyuhyun membuka kaca mobilnya.

"Apa? Aku sedang terburu-buru, bisakah kita bicara di sekolah saja nanti Hyukjae-sshi dan Jongwoon-sshi?"

"Kami butuh tumpangan seonsaengnim," kata Eunhyuk sambil memasang wajah melas.

Kyuhyun mengerang dalam hatinya.

"Maaf. Aku tidak kembali ke sekolah secepat yang kalian pikirkan, aku harus pergi ke rumah sakit. Jadi, selesaikan urusan kita nanti!"

Yesung dan Eunhyuk hanya bisa berdiri diam di depan kaca mobil Kyuhyun yang kembali tertutup. Bahkan saat Kyuhyun benar-benar pergi, Yesung dan Eunhyuk hanya bisa diam saling memandang satu sama lain.

"Cho seonsaengnim selalu berusaha mendekati Sungmin-ah dan sekarang mereka sama-sama pergi ke rumah sakit."

Eunhyuk hanya bisa mengangguk.

"Aku rasa kita harus mencari tau lebih banyak tentang, Sungmin-ah."

FLASHBACK END

"Tadi kan Sungmin hyung bilang Cho seonsaengnim mau menemaninya mencari literatur," kata Eunhyuk misterius.

"Apa? Kau berpikir kita harus menguntit mereka di sekolah? Aku tidak mau!"

Eunhyuk hanya bisa memanyunkan bibirnya.

"Ini sudah cukup, nanti kita cari bukti lain. Jangan selalu ingin tahu urusan orang lain," omel Yesung membuat Eunhyuk mati kutu

.

~(*o*)~

.

Bel akan berbunyi lima menit lagi, namun Kyuhyun dan Sungmin masih berjalan santai di koridor sekolah membuat beberapa yeoja penggosip melirik sinis ke arah Sungmin.

'Sebenarnya ini mau kemana?' batin Sungmin saat Kyuhyun terus saja melangkah melewati jalan dimana perpustakaan berada.

"Kita harus bicara, Ming," Ucap Kyuhyun sangat pelan, bahkan giginya mengatup rapat agar suaranya tak terdengar siapapun kecuali Sungmin.

Sungmin tak menjawab apapun. Mau tidak mau toh Kyuhyun akan tetap memaksanya bicara.

"Kita ke ruanganku," kata Kyuhyun

"Aku tidak mau," tolak Sungmin pelan namun tegas.

"Mau atau tidak, itu bukan masalahku. Ini bukan penawaran tapi perintah yang harus kau turuti," sahut Kyuhyun tenang.

Sungmin benar-benar ingin menginjak kaki Kyuhyun, atas dasar apa orang bersalah di sebelahnya ini memerintah sesuka hati padanya.

Sungmin mulai panas dingin saat Kyuhyun benar-benar memimpin langkah mereka menuju ruangannya.

"Masuk."

'Lagi-lagi memerintah,' dumel Sungmin dalam hatinya. Biarpun begitu, namja manis itu tetap berjalan memasuki ruangan Kyuhyun.

Sungmin masih berdiam diri, menatap Kyuhyun saat 'suami'nya itu melakukan panggilan entah pada siapa untuk menggantikan jadwal mengajarnya pagi ini.

"Kau yang kesini atau aku yang menghampirimu?" tanya Kyuhyun membuat Sungmin langsung mengalihkan pandangannya dari wajah tampan 'suami'nya.

"Tidak dua-duanya," sahut Sungmin malas.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya lalu berdiri dari kursi kerjanya.

"Ya, aku yang akan menghampirimu," katanya santai.

Sungmin mengumpat-ngumpat dalam hatinya, bukankah tadi dia sudah menolak dua-duanya.

Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, Sungmin mengangkat kepalanya kemudian menatap tajam Kyuhyun.

"Jangan menatapku seperti itu, 'istri'ku tak pernah melakukan itu padaku," kata Kyuhyun saat sudah berada di depan Sungmin.

"Ya, itulah hal bodoh yang tidak pernah 'istri'mu lakukan," sahut Sungmin dingin.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

"Aku tak punya 'istri' bodoh, cukup aku saja yang bodoh."

Sungmin mengerang dalam hatinya. Apa orang ini berusaha menggombalinya?

"Itu cukup menjadi alasan kuat kenapa 'istri'mu meninggalkanmu."

Kyuhyun langsung menundukkan kepalanya mendengar sindiran halus Sungmin yang benar-benar menusuk hatinya. Untuk beberapa saat Sungmin mengutuk mulut bodohnya yang sudah berucap sejahat itu pada sosok yang sangat ia cintai.

"Kumohon maafkan aku, Ming~"

Sungmin tersentak kaget saat Kyuhyun meraih tangannya, menggenggamnya dengan kuat lalu membawa tangan Sungmin ke bibirnya.

"Maaf, maaf, maafkan aku, sayang."

Sungmin terdiam, jemarinya yang berada di genggaman Kyuhyun mendadak berkeringat dingin. Walaupun Kyuhyun sudah rapi seperti hari-hari biasanya, tapi mata 'suami' tampannya itu menyedihkan seperti apa yang Heechul katakan padanya tadi malam. Se-menderita itukah Kyuhyun-nya?

"Ming~"

"Kyu, aku tak pernah merasa kau bersalah padaku. Kau tak perlu meminta maaf," ujar Sungmin sambil balas menggenggam tangan Kyuhyun.

"Tidak, aku sudah bersalah padamu, Ming."

Sungmin menggelengkan kepalanya sambil mengeratkan genggamannya di tangan Kyuhyun.

"Tidak, seharusnya aku yang meminta maaf. Seandainya aku tak mengucapkan itu di depan eomma~"

"Jadi~"

"Apa?" tanya Sungmin bingung.

"Di belakang eommapun kau tetap meminta 'hal itu' padaku?"

Sungmin terhenyak sejenak. Kyuhyun berpikir seperti itu? Apa yang putra Cho Hankyung ini pikirkan? Kenapa dia berpikir se-sempit itu?

"Aku bisa melakukan itu jika kau benar-benar menginginkan."

"A-apa?" tanya Kyuhyun terengah.

"Apa yang kau pikirkan sampai kau berpikir aku benar-benar siap meninggalkanmu? Apa semua yang kulakukan selama ini tidak berarti apa-apa untukmu? Kalau kau ingin, aku bisa melakukan apapun sesuai perintahmu, kau bersama mantan kekasihmu dan kita selesai."

"Mwo? Apa yang kau bicarakan Ming? Aku tak pernah berpikir seperti itu."

"Tapi kata-katamu mengarah kesana!"

"Oke, maaf jika memang aku tidak bagus dalam memilih kata untuk bicara denganmu. Tapi tolong jangan bawa aturan pragmatikmu jika kita bicara. Kau tau aku buruk soal itu."

"Tapi itu perlu!"

"Haruskan aku belajar pragmatik terlebih dahulu agar kau bisa memaafkanku?"

Sungmin mendengus untuk menyembunyikan tawanya. Apa yang sedang Kyuhyun lakukan saat ini? Mengajaknya bercanda atau sedang membicarakan hubungan mereka?

'Tahan agar kau tak tertawa Sungmin-ah!' batin Sungmin memperingatkan.

"Ming~"

Kali ini Kyuhyun membawa tubuh mungil itu ke dekapannya. Berdoa semoga Sungmin tak memberontak walaupun Kyuhyun tahu Sungmin tak akan melakukan itu.

"Maaf, kumohon maafkan aku. Maaf sudah menyisakan ruang untuk orang lain di hatiku, maaf sudah meragukan perasaanmu untukku, maaf untuk semuanya. Kumohon kembali padaku."

Sungmin terdiam, tangannya menggantung di sisi tubuhnya. Kenapa dia tak pernah bisa egois dengan Kyuhyun? Kemana Tuhan membuang sikap keras kepalanya jika berurusan dengan Kyuhyun?

'Kau terlalu mencintai pria bodoh ini, Sungmin-ah,' sungut batin Sungmin.

"Kau bisa melakukan apapun sesuai perintahku~"

Sungmin menahan napasnya saat mendengar Kyuhyun mengucapkan kata-kata yang sudah dia ucapkan tadi. Menunggu perintah apa yang Kyuhyun lakukan untuknya. Sedetik kemudian dekapan Kyuhyun makin mengerat di tubuh Sungmin.

"Kuperintahkan kau kembali padaku."

'Oh Tuhan, tuan pemaksa yang manis,' batin Sungmin kembali bersungut saat tubuh Sungmin menuruti kata hatinya.

Sambil menggumamkan kata 'ne' berkali-kali dua lengan namja manis itu balas melingkari tubuh 'suami'nya.

"Oh Tuhan, terimakasih~" gumam Kyuhyun lega sambil mengarahkan bibir tebalnya ke pelipis Sungmin berkali-kali.

Sungmin mendadak cengeng. Hatinya benar-benar lega, pikiran akan Kyuhyun yang meninggalkannya untuk Sooyul mendadak lenyap berganti dengan denyutan lega yang serasa menyiksa dadanya dengan tumpahan air mata.

"Jangan menangis, sayang~"

Sungmin menganggukkan kepalanya, lalu mengangkat kepalanya dari dada Kyuhyun membuat bekas basah tercetak jelas di kemeja putih yang Kyuhyun kenakan.

"Aku lega Kyunnie, aku pikir Sandeul-"

"Apa? Apa kau berpikir Sandeul akan kehilangan ayahnya dan kau akan men'janda' karena kehilangan suamimu? Oh, Cho Sungmin kenapa kau berpikir sekejam itu denganku?"

"Tidak, tidak. Maksudku-"

Kyuhyun tersenyum lalu menangkup wajah Sungmin.

"Aku mengerti sayang, seharusnya aku yang lega karena kau tidak meninggalkanku. Aku tak tahu bagaimana jika kau dan Sandeul benar-benar meninggalkanku~"

"Mungkin menagis sehari penuh di lantai rumah sakit sambil berbicara dengan bayang-bayangmu."

Kyuhyun tersenyum malu.

"Ya, mungkin itu salah satunya. Dan hari berikutnya kau akan mendengar berita dokter muda Cho Kyuhyun mendadak gila. Mungkin kau senang?"

Sungmin langusng memukul lengan Kyuhyun.

"Tidak Kyunnie, aku tidak mau kau seperti itu~"

Kyuhyun tertawa tanpa suara, Sungmin-nya akan selalu seperti ini. Mencintainya tanpa syarat.

"Satu perintah lagi~" kata Kyuhyun sambil mengacungkan jari telunjuknya.

Sungmin mengerjabkan matanya.

"Apa?"

"Tetaplah dihatiku selamanya. Usir pergi semua yang berusaha merebut kekuasanmu di hatiku. Bisakah?"

"Tidak bisa, itu dua permintaan dokter Cho," kata Sungmin mengoreksi.

Kyuhyun kembali tersenyum malu.

"Baiklah, dua permintaan author Cho. Bisakah?"

"Apapun untukmu," jawab Sungmin membuat Kyuhyun kembali membawa tubuh 'istri' imutnya ke dalam dekapannya.

"Aku mencintaimu, sungguh. Jangan ragukan itu."

Sungmin menganggukkan kepalanya.

"Begitupun aku."

"Ah, tunggu," Kyuhyun melepaskan satu tangannya dari tubuh Sungmin lalu meraih sesuatu dari saku celananya.

Sungmin menatap gerakan Kyuhyun untuk beberapa saat sebelum senyum malunya terukir saat melihat cincin pernikahannya.

"Jangan pernah membuka ini untuk alasan apapun. Ini juga perintah!"

Sungmin tertawa kecil lalu mengulurkan jemarinya ke arah Kyuhyun.

"Dengan senang hati Tuan Putri," kata Kyuhyun.

"Ya~ aku namja."

"Baiklah, dengan senang hati Pangeran~" ujar Kyuhyun setengah tak rela.

Sungmin menatap dalam emas putih yang telah kembali berada di jari manisnya.

'Terimakasih Tuhan~' batin putihnya berseru penuh syukur.

"Ming~"

Sungmin tersentak saat tangan Kyuhyun mulai bergerak menelusuri pinggangnya. Dengan ragu, Sungmin mengangkat kepalanya dan menemukan mata Kyuhyun. Itu tatapan yang seharusnya Kyuhyun layangkan minggu depan sesuai perjanjian mereka.

"Kyunnie, kita sudah sepakat minggu depan atau aku mengundurnya hingga dua minggu ke depan," erang Sungmin berusaha menahan pergarakan tangan 'suami'nya yang mulai menelusuri tubuhnya dengan liar.

"Sebentar saja, Ming~" ujar Kyuhyun sambil menggiring perlahan tubuh Sungmin ke salah satu sofa besar yang ada di ruang kerjanya.

"Kyu, kau tidak bisa begini, kita harus kembali ke kelas."

"Kau tidak punya alasan untuk menolak 'suami'mu sayang~"

"Tidak, tidak! Bagaimana kalau ini masa suburku!"

Sungmin nyaris berteriak saat Kyuhyun mulai membaringkan tubuhnya di sofa.

"Itu akan jadi berita bagus Ming, Sannie baby mungkin bisa memiliki dongsaeng yang cantik," kata Kyuhyun sambil menyeringai.

'Konyol sekali kalau kau sampai melakukan ini di sekolah!' batin putih Sungmin mendengus jijik.

Sungmin langsung melebarkan matanya saat Kyuhyun perlahan menindih tubuhnya.

"Kyu, kalau aku hamil lagi, bagaimana dengan sekolah?"

"Huh?"

Kyuhyun menautkan dua alisnya saat Sungmin kembali melontarkan kalimat penahanan.

"Ya, sekolahku~ tidak mungkin aku pergi sekolah dengan perut buncit kan?"

'Jangan mau kalah, Cho!' batin jahat Kyuhyun berteriak mem-provokasi.

"Kau tidak akan hamil, aku berjanji, Ming~" rayu Kyuhyun.

"Tapi Kyu-"

"Ayolah sayang, aku merindukanmu, kau tidak merindukanku ya?"

Baiklah, bohong kalau Sungmin tidak merindukan Kyuhyun. Hanya saja, haruskah mereka melakukan 'hal ini' disini?

"Bukan Kyunnie, aku juga merindukanmu-"

"Nah, kau juga merindukanku. Tunggu apalagi Ming?" desak Kyuhyun.

Sungmin hanya bisa menghela napasnya. Menghentikan Kyuhyun yang sudah memasang tampang mesum overlimit tentu sangat menyulitkan, jalan satu-satunya hanya pasrah.

"Ne, terserah kau saja~"

Kyuhyun menarik tinggi satu sudut bibirnya lalu membuka dua kancing kemeja teratasnya.

"Aku suka kau Cho Sungmin yang penurut~"

Sungmin tersenyum malu kemudian mengalungkan dua lengannya di leher Kyuhyun, menarik wajah tampan 'suami'nya mendekat.

"Aku juga suka Cho Kyuhyun yang pemaksa~"

Kyuhyun menyeringai mesum lalu mendaratkan bibir tebalnya di atas bibir Sungmin. Menikmati kebahagiaan mereka sebelum-

CKLEK!

-badai yang lain kembali datang mengganggu!

Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun, mengumpat kesal dalam hatinya saat tautan bibir mereka terpaksa lepas. Sementara Kyuhyun hanya bisa mengerang gusar dalam hatinya lalu melayangkan satu tinjunya ke lengan sofa.

"Sigh!" serapahnya.

Wajah Sungmin yang pucat pasi berangsur kembali di aliri liquid merah saat melihat Heechul-lah yang tengah berdiri di dekat pintu, bersedekap menatap sangsi ke arah dia dan Kyuhyun.

Kyuhyun bangkit dari posisinya lalu berkacak pinggang menatap sosok yang sudah mengganggu kesenangannya.

'Kemarin di area parkir, sekarang di ruanganku, setelahnya dimana lagi eomma!' marah Kyuhyun dalam hatinya.

"Well, maaf menganggu~" kata Heechul sambil mengedikkan bahunya.

"Hm," guman Kyuhyun menjawab ucapan sok polos eommanya.

Sungmin berusaha berdiri tegak di sebelah Kyuhyun mengabaikan kakinya yang masih gemetar pasca mendengar bunyi pintu terbuka tadi. Kepalanya mendadak pening membayangkan jika bukan Heecul-lah yang memasuki ruangan Kyuhyun.

"Seonsaengnim," sapa Sungmin tanpa sadar membuat Heechul memicingkan alisnya.

"Oh, seonsaengnim? Bisakah aku menyeret siswaku yang tertangkap basah sedang bermesum ria di ruangan guru matematikanya?"

Sungmin meneguk ludahnya lalu menggeleng malu.

"Eomma~" ralatnya.

"Ne, Minnie chagi. Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku yang menyeretnya kemari," sahut Kyuhyun.

"Ya, aku tahu itu, Cho! Tapi aku tidak bertanya padamu," balas Heechul kesal.

Sungmin langsung menyelipkan jemarinya dalam genggaman Kyuhyun, membuat namja tampan itu menoleh sebelum menggenggam erat jemari Sungmin.

Heechul merapatkan pintu lalu melangkah pelan mendekati anak dan menantunya.

"Aku kemari hanya untuk mencari guru gadungan bernama Cho Kyuhyun yang tiba-tiba membatalkan jadwal mengajar pagi ini, padahal jelas-jelas aku melihat tubuh lengkapnya di sekolah. Tapi siapa yang menyangka aku juga akan menemukan satu orang siswa bernama Choi Sungmin di ruangan ini~" sindir Heechul lalu mendengus kesal saat melihat bibir Sungmin dan tampilan baju Kyuhyun yang jauh dari kata rapi.

"Aku bermaksud menemaninya mencari literatur di perpustakaan," kata Kyuhyun memberi alasan.

"Eoh? Jeongmalyo? Sejak kapan perpustakaan pindah ke ruangan anda, Cho seonsaengnim?" lagi-lagi Heechul menyindir.

"Ada beberapa urusan yang harus di selesaikan di ruanganku," jawab Kyuhyun berusaha melawan Heechul.

"Oh, yang tadi ya?" ejek Heechul membuat Sungmin menunuduk malu sementara Kyuhyun tetap bertahan menatap ke arah Heechul.

"Apa? Kenapa kau menatap waspada seolah-olah aku akan mengambil alih murid kesayanganmu itu?"

Kyuhyun mengerutkan alisnya.

"Eomma bisa kapan saja mengambilnya dariku sesuka hati, karena itu aku harus waspada," kata Kyuhyun tegas.

Heechul mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Biarpun aku melakukan itu, toh dia juga menerimamu lagi. Bodoh sekali ya, padahal masih banyak namja dan yeoja di luar sana yang mau pada Minnie-"

"Tapi Sungmin hanya memcintaiku!" sela Kyuhyun cepat.

"Dan itulah kebodohannya! Mau saja dia pada putra keluarga Cho yang bodoh itu!" omel Heechul sendiri.

"Putra Cho yang bodoh itu darah dagingmu, Cho Heechul," sahut Kyuhyun.

Heechul mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Itu juga kebodohanku."

"Ya eomma!"

Heechul mengulum senyumnya lalu mengibaskan tangannya.

"Kembali mengajar Kyu, jangan berbuat sesuatu yang membuat orang-orang mencurigai kalian~ harabeojimu sudah bersusah payah membangun citra disiplin di sekolah ini. Eomma harap kau bisa bertindak sesuai dengan aturan~"

Sungmin mencubit lengan Kyuhyun lalu mempoutkan bibirnya.

"Aku sudah menolak eomma, Kyunnie saja yang-"

"Ne chagi, eomma tahu. Sebaiknya sekarang kalian kembali ke kelas."

Sungmin menganggukkan kepalanya lalu memutar tubuh Kyuhyun ke arahnya.

"Rapikan sendiri rambutmu, Kyunnie~" ujarnya sambil kembali merapikan kancing kemeja Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum kecil lalu mencuri satu ciuman kecil di sudut bibir Sungmin.

"Cho!" ancam Heechul.

"Baiklah, baikalah~ kita ke kelas sekarang," kata Kyuhyun.

Heechul mengangguk-angguk puas lalu melangkahkan tubuhnya keluar ruangan Kyuhyun.

"Ah ya?"

Kyuhyun dan Sungmin yang tengah merapikan penampilan mereka menoleh bersamaan ke arah Heechul.

"Pengacara Kim akan mengurus surat kalian," gurau Heechul buru-buru melangkah ke pintu sebelum Kyuhyun berteriak marah ke arahnya.

"YA!"

.

~(*o*)~

.

Saat ini Sungmin tengah berada di perpustakaan bersama Yesung dan Eunhyuk, dengan alasan Kyuhyun harus mengajar di kelas, Sungmin berhasil memberi jawaban atas pertanyaan Yesung dan Eunhyuk tentang kenapa Kyuhyun tidak jadi menemani Sungmin mencari buku.

"Yang ini bukan Hyuk?" tanya Sungmin sambil menunjukkan satu buku pilihannya ke arah Eunhyuk.

"Yang itu bagus sih, tapi kata Song seonsaengnim penjelasannya kurang luas, yang itu saja~" tunjuk Eunhyuk pada deretan buku di sebelah deretan buku yang Sungmin ambil.

Sungmin mengangguk lalu memilih buku yang Eunhyuk tunjuk. Mata bulatnya menelisik mencari keberadaan Yesung.

"Mana Yesung?" tanya Sungmin sambil beralih ke rak lain.

"Tuh~" tunjuk Eunhyuk ke arah meja di belakang Sungmin.

Disana tampak Yesung tengah serius membaca –entahlah buku apa.

"Serius sekali~" kata Sungmin sambil tersenyum kecil.

"Sungmin-ah, ini seru sekali. Mana ada namja hamil?" kata Yesung sambil menunjuk ke arah bukunya dengan wajah tak percaya.

Sungmin mengedikkan bahunya.

'Lalu kau pikir guru metematika yang mendapat predikat guru terfavorit itu lahir dari siapa?' batin Sungmin tersenyum geli.

'Dan kau juga harus ingat dari siapa Cho Sandeul itu lahir, Cho Sungmin!' seru batin Sungmin mengingatkan.

Sungmin kembali tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya.

"Hyuk kau percaya tidak?"

Eunhyuk mengedikkan bahunya mendengar pertanyaan Yesung.

"Saat ini segala sesuatu yang tak di percaya bisa saja terjadi hyung, jadi beradaptasilah dengan hal-hal seperti itu. Jangan tunjukkan kalau kau terlalu excited dengan sesuatu nanti orang-orang tahu kalau kau pernah tinggal kelas."

Yesung langsung melayangkan tatapan sinisnya mendengar ucapan penuh ejekan dan sindiran yang Eunhyuk lakukan padanya.

Sungmin hanya bisa mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Menahan laju tawanya agar tak meledak di ruangan dengan warning dilarang berisik ini.

"Excited terhadap sesuatu itu penting, jangan sampai kau tidak excited dengan penemuan sabun cuci hingga kau tak mencuci kaus kakimu berbulan-bulan," ejek Yesung balik.

Sungmin mulai terkikik pelan saat menyadari alur yang di buat dua temannya ini. Saling mengejek seperti menjadi kebiasaan mereka berdua untuk meramaikan suasana.

"Kalo mau cali buku dongeng dimana cih!"

Yesung, Sungmin dan Eunhyuk menoleh bersamaan ke asal suara.

Disana tampak sesosok namja kecil tengah menghentak-hentakkan kakinya dengan wajah cemberut.

Sungmin menahan napas untuk beberapa saat, putranya tengah berada kurang dari 2 meter di hadapannya bersama namja yang kerap kali Sungmin lihat keluar masuk ruangan Heechul –asisten kepercayaan Heechul mungkin.

"Mungkin disana Tuan Muda, kita cari kesana~"

Sungmin buru-buru memutar tubuhnya membelakangi Sandeul saat namja yang tengah bersama putranya menunjuk ke arah rak di sebelah Sungmin.

'Ya Tuhan~' batin Sungmin tak tenang.

Tangannya bergerak gugup mebuka lembar demi lembar buku yang sudah di pilihnya.

"Sungmin-ah, text book biologi yang ini cocok menurutku," kata Eunhyuk membuat Sungmin menggumam pelan, mengiyakan apa kata Eunhyuk.

Sandeul sadar sepenuhnya kalau sosok yang tengah membelakanginya adalah Sungmin –mommynya. Lupakan fakta bahwa ikatan batin ibu dan anak sangatlah kuat, dari tampilan rambut Sungmin yang mencolok saja Sandeul sudah tahu kalau itu 'ibu'nya.

"Ajuchi, kalau dicini tempat buku apa?" tanya Sandeul sengaja berhenti di rak yang sama dengan Sungmin. Sengaja menggoda Sungmin mungkin. Like father like son. Bapak evil anak ikut evil.

"Ini bukan tempat buku dongeng adik manis, tempat buku dongengnya disana~" ujar Eunhyuk sambil menunjuk ke arah deretan rak paling pojok.

Sandeul langsung menolehkan kepalanya ke arah Eunhyuk.

"Kalo dicini tempat buku apa hyung?" kejar Sandeul sengaja berlama-lama di sekitar Sungmin.

Yesung terlihat memfokuskan pandangannya ke arah wajah Sandeul.

'Seperti pernah lihat,' batinnya ragu-ragu.

"Ini buku khusus namja tampan seperti hyung," narsis Eunhyuk membuat Sandeul menautkan alisnya.

"Lebih tampan daddy kok!" ujar Sandeul tak terima. Mata bulatnya dengan sengaja melirik Sungmin membuat Sungmin makin gugup.

Eunhyuk membeliak mendengar perlawanan Sandeul.

"Ya~ bagiku juga ayahku yang paling tampan," sahut Eunhyuk membalas.

"Yacudah, Cannie lebih tampan kok dari hyung. Weeekkkk~" ejek Sandeul buru-buru kabur setelah memeletkan lidahnya mengejek Eunhyuk.

"Haha, lucu sekali anak itu~ namanya Cannie~" ujar Eunhyuk seolah mengatakan itu pada Yesung.

"Apa yang kau lihat hyung?" tanya Eunhyuk saat Yesung masih menatap punggung kecil Sandeul yang sudah berada di rak paling pojok.

"Anak itu~ seperti pernah lihat saja~"

Sungmin berdehem pelan mendengar penuturan Yesung, niatnya sih ingin menenangkan kegugupannya. Namun, siapa yang menyangka jika yang Sungmin lakukan justru memancing mata Yesung untuk menatap lebih serius ke wajah gugup Sungmin.

Pikiran Yesung langsung melayang ke arah lembar-lembar infonya tentang keluarga Choi. Disana juga ada beberapa foto Siwon dengan Sungmin, ataupun Siwon dengan Sungmin kecil –mungkin.

"Huh?" Yesung seolah bertanya pada dirinya.

Sungmin kecil?

Mata sipit namja bermarga Kim itu kembali menatap sosok kecil yang bernama Cannie tadi.

'Kenapa mirip dengan Sungmin kecil yang di gendong Choi Siwon ya? Atau mungkin-' batin Yesung kembali menatap wajah Sungmin.

"Hyung, kau kerasukan ya?" gusar Eunhyuk saat melihat wajah sok misterius Yesung.

Yesung masih bertahan dengan ekspresi wajahnya.

"Sungmin-ah~" panggil Yesung membuat Sungmin mengalihkan pandangannya dari buku yang sudah di pilihnya.

"Ada apa?"

Eunhyuk yang kebingungan dengan tingkah Yesung hanya bisa menatap sengit sosok yang sudah seperti hyungnya sendiri itu.

"Aku pikir mungkin kalian punya ikatan darah~"

"Siapa hyung?" tanya Eunhyuk tak sabaran.

"Sungmin-ah dengan anak kecil tadi, mereka mirip sekali dan aku pernah melihat foto Choi Siwon tengah menggendongnya."

"Huh?"

TBC

Annyeong chingudeul~

Nungguin FF ini kan? Iya dong *kedip2*

Yang minta Kyupil di siksa lama-lama mohon maaf aku gak bisa, saya kesulitan menyiksa epil Kyu *khawatir di siksa balik* lagian aku bukan tipe orang yang suka membuat sesuatu yang berlarut-larut menyedihkan. Harap di terima ya~

Dan buat yang kemaren beranggapan aku masih SMP atau SMA, sini aku cium. Aku memang awet muda chagiya *hugkiss* #pasti ada ajjuma-ajjuma yang gak setuju aku bilang aku awet muda *digaplok ajjumadeul*

Yang protes kenapa tiap chapter FF saya pndek banget, bisa tolong gantiin saya ngetik kah? Saling menghargai ajalah, saya tahu kamu cuma mau menjatuhkan saya, dari cara kamu nulis review dengan meng-CAPSLOCK semua huruf dan gak pake akun pula, udah keliatan banget. Jadi, saya sarankan saling menghargai saja. Jangan buat war di wilayah saya yang cinta damai ini. Oke? Saya gak terima bash, jadi jangan muncul lagi di kotak review saya.

Oke, terlalu banyak deh cuap-cuapnya. Ntar pada mual sama ocehanku. Yasudah~

NEXT!

RCL please~

Gomawo udah baca \(*o*)/