Title [ Do not blame your past, because the past will never change ]
Author [ Takii_yuuki]
Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Zhang Yixing / Lay,Wu Yifan / Kris
Kim Jaejoong,Jung Yunho
Shim Changmin,Cho Kyuhyun
Xi Luhan,Oh Sehun
Lee Donghae, Lee Hyukjae
Zhoumi
And other character..
Rating : M
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow
TVXQ-JYJ_EXO
Previous Chapter...!
"Jae, aku sudah menceraikan Hyena.." ucap Yunho tiba-tiba.
"MWO!"
TVXQ_JYJ-EXO
"MWO!" Jaejoong langsung bangun dari tidurnya dan menatap Yunho.
"Aku sudah menceraikannya, aku sudah menandatangani surat perceraianku dan tinggal dia saja yang menandatanganinya. Pembagian harta juga sudah aku lakukan. Perusahaannya, aset-aset keluarganya aku kembalikan padanya."
"Aku merasa bersalah Yun padamu. Aku merasa menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian. Mereka pasti akan menuduhku merebutmu dari Hyena."
"Hubungan apa? Sejak awal aku menikah dengannya, tidak ada yang terjadi diantara kami. Aku tidak menyentuhnya sama sekali. Aku menikah dengannya karena paksaan orang tua kami, karena aku menghormati mereka jadi aku menikahi Hyena dan bertahan selama ini dengannya tapi setelah orang tua kami meninggal, tidak ada alasan lagi untukku bertahan dengannya. Aku masih mencintaimu sampai saat ini dan seterusnya, aku ingin menjadi ayah Changmin yang seutuhnya, selalu bersama kalian, menjaga Yixing. Aku ingin mulai babak baru dalam hidupku bersama kalian."
"Yun..." mata Jaejoong berkaca-kaca, ia terharu mendengar ucapan Yunho. Yunho bangkit dan menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang.
"Kemari Jae, aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Yunho merengkuh Jaejoong dalam pelukannya. "Sudah lama aku ingin mengatakan hal ini padamu, 17 tahun lebih aku menyimpan hal ini."
"Kau ingin mengatakan apa Yun?"
"Jae, maukah kau menikah denganku?" ucapnya sambil memperlihatkan cincin yang sudah dia siapkan dari tadi.
"Y-Yun.. k-kau melamarku?" tanya Jaejoong tak percaya, ia menangis terharu. Yunho memasangkan cincin itu di jari Jaejoong dan mencium tangannya.
"Aku akan minta izin Changmin untuk menikahimu, segera dan secepatnya. Masalah dengan Hyena dan keluarganya, akan segera aku selesaikan."
"Tapi bagaimana jika Hyena menemuiku dan menuduhku merebutmu? Aku takut jika dia akan melukai Yixing atau Changmin sebagai imbas masalah kita."
"Aku percaya kau bisa mengatasinya Joongie. Kau bukan Joongie yang dulu, kau kuat. Apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu. Meskipun aku harus jatuh miskin dan hidup bersama kalian, aku rela."
"Terima kasih Yun, terima kasih atas cinta yang kau berikan padaku dan terima kasih untuk semua ini Yun, terima kasih."
"Justru aku yang ingin berterima kasih padamu Jae, kau telah merawat Changmin dan Yixing dengan baik, terima kasih sudah menjaga mereka dan membesarkan mereka penuh dengan cinta kasih sayang. Terima kasih sudah menerimaku kembali. Aku mencintaimu Jae." Yunho mencium Jaejoong dengan lembut. "Jadi, maukah kau menjadi istriku Jae?" tanya Yunho setelah melepas ciumannya.
"In every language, yes, ya, we, ne. Aku mau Yun."
"Terima kasih Jae. Eumm ready for the next round?" tanya Yunho dengan evil smirknya.
"Ha? A-a-apa maksudmu Yun?" tanya Jaejoong sedikit ketakutan
"Aku tidak bisa menunggu lagi."
"T-ta-api Yun.. Eummphh.." bibir Jaejoong dibungkam oleh french kiss Yunho dan melanjutkan ke ronde kedua. Mungkin sampai menjelang pagi *poor Jaejoong.
At Jaejoong home
"Hyung, kok Umma belum pulang ya?" tanya Yixing sambil merangkak ke tempat tidur Changmin. Ia tidak bisa tidur karena memikirkan Jaejoong. Sejak kejadian itu, sebelum tidur Jaejoong akan menemani Yixing hingga terlelap jadi jika tidak ada Jaejoong, Yixing akan sulit tidur meskipun ditemani Changmin.
"Umma sedang pergi bersama Appa." Jawab Changmin singkat.
"Mereka pergi kemana hyung? Kenapa belum pulang?" Yixing duduk disamping Changmin sambil memeluk boneka naga pemberian Luhan.
"Tidak tahu." Jawab Changmin tanpa melihat Yixing, ia sedang membaca buku hingga ia tak memperhatikan Yixing.
"Hyunggg.." rengek Yixing.
"Hemm.." Merasa tidak diperhatikan oleh Changmin, Yixing mengambil buku Changmin dan melemparnya.
"Yixing kau kenapa? Aishh kau ini.." Changmin berdecak kesal pada Yixing yang tiba-tiba merebut bukunya dan membuangnya.
"Aku tanya Umma dimana? Dia pergi bersama Appa kemana? Kenapa tidak memberi kabar?" mata Yixing mulai berkaca-kaca.
"Hyung tidak tahu, tadi appa telepon kalau dia mengajak Umma pergi tapi tidak tahu kemana. Kau jangan menangis, Umma mungkin sedang membuat adik untuk kita. .." Changmin merangkul bahu Yixing dan menepuk kepalanya pelan.
"Maksudnya?" Yixing melepaskan rangkulan Changmin dan memandang Changmin dengan wajah polosnya.
"Dia bersama Appa sedang 'this and that.'"
"'This and that' itu apa?"
"Main gajah-gajahan Xing."
"Gajah-gajahnya, permainan apa itu?"
"Aduh kau ini, kau benar-benar polos sekali adikku sayang." Changmin merengkuh Yixing dan memeluknya erat.
"H-Hyung a-aku tidak bisa bernafas.. Hoh..hoh.." ucap Yixing yanng merasa tercekik karena dipeluk Changmin.
"Sudah Yixing biarkan Umma bersama Appa, karena ini sudah malam, kau harus tidur. Tidur bersama hyung saja. Ayo tidur." Changmin merebahkan Yixing di bednya dan mengunci tubuh Yixing. "Nah dengan begini, kau tidak akan kemana-mana dan kau akan cepat tidur."
"Hyung nakal. Aku tidak bisa tidur kalau tidak ada Umma."
"Cepat tidur, besok kau harus sekolah. Kan ada hyungmu yang tampan ini, jadi anggap saja aku ini Umma"
"Hyung beda dengan Umma, Umma itu baik, perhatian lalu emmpphhh..." Changmin membungkam mulut Yixing dengan tangannya.
"Cepat tidur kalau tidak, hyung akan mengikatmu." Yixing mengangguk dan akhirnya ia menuruti perkataan Changmin untuk segera tidur.
At Morning..
"Eungh." Jaejoong mulai bangun dari tidurnya, seketika dia kaget karna dia bangun bukan berada dikamarnyanya. Yang biasanya dia bangun akan melihat ruangan yang diisi dengan warna cokelat muda sekarang berubah menjadi warna biru.
"Kau sudah bangun sayang?" Suara Yunho mengagetkan Jaejoong. Jaejoong mulai bangun dari atas tempat tidur dan seketika itu juga dia kaget karena hanya menggunakan kemeja lengan panjang tanpa celana. "Aku yang menggantikannya Jae." Yunho mulai mendekati Jaejoong dan duduk disampingnya. "Kau sangat sexy Jae." Jaejoong merasa geli saat Yunho meniup lehernya.
"Yun.. geli.." Yunho mencium bibir Jaejoong sekilas, "Kita harus pulang sekarang, Yixing dan Changmin pasti mencariku saat ini.
"Kalau Yixing mungkin tapi kalau Changmin, aku rasa tidak mungkin."
"Bukankah kau ada rapat pagi ini. Lebih baik kau juga bersiap, aku akan mandi dulu, kau hubungi Changmin, 1 jam lagi kita sampai disana."
"Bagaimana kalau kita mandi bersama saja, pasti.." BUGHHH sebuah bantal melayang dan menabrak wajah tampan Yunho. "Aw.. Jae apa yang kau lakukan?"
"Menyadarkanmu dari kemesumanmu itu. Apa kau tidak puas menghajarku hingga puluhan ronde? badanku sampai remuk semua. Aw.. pantatku." Jaejoong meringis memegangi pantatnya yang sedikit sakit saat digerakkan.
"Kenapa Jae? Sakit? Mau aku bantu?" PLAKK! Jaejoong memukul tangan Yunho yang hendak membantunya. "Jae.." Protes Yunho.
"Sekarang kau siapkan sarapan, aku mau mandi. Minggir." Jaejoong berdiri dan berjalan sedikit tertatih dikamar mandi.
"Galak sekali, kau sedang PMS ya?" tanya Yunho santai.
"Jung Yunhoooooooooo..." BUGH.. lagi-lagi wajah tampan Yunho terkena lemparan dan kali ini adalah boneka rilakuma coklat milik Jaejoong.
"AWWW... Joongie sakit.." rintih Yunho sambiil memegang hidungnya.
"Rasakan, itu karena kau tidak menurutiku." BRAKK! Pintu kamar mandi ditutup keras oleh Jaejoong.
"Ya.. Kim Jaejoong, jangan membanting pintu keras-keras, nanti rusak."
"YAKK JUNG YUNHOOO, SEKALI LAGI KAU BUAT MOOD KU RUSAK, PERNIKAHAN KITA BATAL." CKLEKK! Jaejoong mengunci pintu kamar mandinya dengan kasar.
"MWO! ANDWEEE..." Yunho segera berlari kearah kamar mandi dan meminta maaf pada Jaejoong. "Joongie jangan begitu, iya aku minta maaf, please jangan begitu ya.. jangan batalkan pernikahan kita."
"MASA BODOH.."
"Ayolah Joongie nanti Yixing bisa sedih jangan marah ya. Ok, aku siapkan sarapan, kau mandi saja, aku tidak akan mengganggumu. Ok... aku pergi." Jaejoong tak menjawab, ia menahan tawanya di dalam kamar mandi setelah mendengar permintaan maaf dari Yunho. Ternyata Jaejoong sedang mengerjai Yunho dan berhasil. Yunho yang kalang kabut pun segera meninggalkan kamar mandi dan menyiapkan sarapan, daripada pernikahannya batal. #poor Yunho.
At Joongie home in the morning
"Hyung umma belum pulang?" tanya Yixing sambil menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Changmin.
"Belum. Mungkin agak siang pulangnya."
"Ow begitu. Hyung aku sudah siapkan bekal untukmu juga Kyuhyun hyung. Ow iya nanti aku ada urusan dengan Yihan Sunbae. Itu masalah ke China, Umma mengizinkan tapi hyung juga harus ikut."
"Kau jadi ke China?"
"Jadi. Nanti pengarahan dari pelatih Yoon dan persiapan saja. Hyung tunggu aku ya. Kai tidak bisa mengantar pulang, dia ada kencan dengan D.O anak kelas 2C, sedangkan Sehun dan Luhan, mereka mau pergi ke toko buku." Pinta Yixing sambil mengunyah kuenya dan membuat mulutnya belepotan krim.
"Iya kau tenang saja. Aishh kau ini kalau makan selalu berantakan." Changmin mengusap mulut Yixing yang belepotan krim dengan tisue.
"Eh Maaf hyung.."
"Nanti hyung ada pelajaran tambahan, jadi kalau rapatmu selesai dan hyung belum pulang, tunggu hyung di depan kelas hyung saja. Mengerti?"
"Ne hyung."
"Ayo kita berangkat, sebentar lagi jam 7 nanti kita terlambat." Ajak Changmin, Yixing pun mengangguk dan tak lama kemudian mereka berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda.
TVXQ_JYJ-EXO
Hari ini Kris sudah masuk sekolah, setelah beberapa hari di rumah sakit, akhirnya ia bisa kembali masuk sekolah.
Di sekolah Kris disambut Chanyeol. Sedangkan Yongguk dan Joo Kwon sudah pindah sekolah karena takut akan ancaman Yunho, sedangkan Chanyeol, ia tidak pindah namun ia menghindari untuk bertemu Yixing.
Saat ini mereka sedang berada di kantin sekolah sambil menunggu Xiumin dan Chen.
"Yongguk dan Joo Kwon sudah pindah, mereka takut dengan ancaman Tuan Jung, kalau aku, aku hanya menghindari bertemu Yixing, ya meskipun aku tahu kalau Yixing tidak tahu kita pelakunya."
"Ssstt.. jangan keras-keras nanti ada orang yang tahu. Kau ini.." Kris mengarahkan telunjuknya di bibirnya.
"Ma-Ma-Maaf.." Chanyeol meminta maaf pada Kris sambil menggaruk kepalanya.
"Aku butuh bantuanmu."
"Bantuan apa lagi, aku tidak mau dibunuh Tuan Jung. Jangan aneh-aneh Kris."
"Kemari, aku bisikkan sesuatu padamu dan ku pastikan Tuan Jung tidak akan tahu." Kris membisikkan sesuatu pada Chanyeol, Chanyeol hanya mengangguk-angguk dan mengiyakan permintaan Kris.
"Baiklah, asal kau menjaga keselamatanku dari Tuan Jung."
"Iya kau tenang saja. Dia tidak akan menganggu hidup kita lagi." Kris mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan memberikannnya pada Chanyeol. "Pakai ini, tunggu sampai dia pulang dari China. Aku akan memberikan kebebasan saat ini untuknya tapi jangan harap besok dia akan selamat dariku." Chanyeol menerima barang itu dan menganggukinya.
Skip Time
"Yixing ini paspor mu dan juga visa nya. Hotel serta akomodasinya sudah ada di situ juga." Ucap Yihan sambil menyerahkan amplop cokelat pada Yixing. "Kai sudah dapat kemarin, dan tinggal dirimu saja yang belum."
"Terima kasih Yihan sunbae." Jawab Yixing sambil membungkuk.
"Okay kalau begitu aku pergi dulu, tgl 30 kalian berangkat, seminggu lagi. Jadi persiapkan diri kalian. Mengerti?"
"Ne aku mengerti." Yihan tersenyum dan menepuk pundak Yixing, DEG!Yixing sedikit bergidik namun tak lama karena Yihan langsung meninggalkannya.
'Kenapa lagi? Yihan sunbae orang baik. Yixing, ayo kau pasti bisa.' Ucap Yixing dalam hati, ia memang masih trauuma jika mendapat sentuhan dari orang yang tidak begitu dekat dengannya. Yixing pun meninggalkan ruang OSIS dan pergi ke kelas Changmin.
Ditengah perjalanan Yixing bertemu dengan Kris. Kris berjalan ke arah yang berlawanan dengan Yixing. Dengan postur tinggi semampai dan style yang begitu memukau membuat Kris terlihat sangat memukau, ia memakai earphone dan mengutak-atik ponselnya untuk mendengarkan musik sambil menguyah permen karet. Karena sedikit terpukau dengan ketampanan Kris, Yixing terpleset dan jatuh tak jauh dari Kris. BRUkk! "Aww.." Bukunya berjatuhan, begitu juga dengan handphonenya yang jatuh tepat di bawah kaki Kris. Kris pun menghentikan langkahnya, ia mengambil handphone itu dan melihat kedepan, ia melihat Yixing yang sedang mengusap lengannya yang terkena debu. Kris pun menghampirinya.
"Yixing? Kau tidak apa-apa?" tanya Kris sambiil mengulurkan tangannya. Yixing melihat tangan Kris yang terjulur dihadapannya namun ia hanya diam, ia tak berani menerimanya. "Yixing? Hei, kau tidak apa-apa? Sini aku bantu." Yixing menggeleng.
"A-aku bisa sendiri Kris, terima kasih." Yixing mencoba berdiri namun Kris lebih dulu membantunya dengan memegang kedua lengan Yixing. .DEG Jantung Yixing berdetak kencang, trauma itu muncul lagi, Yixing pun segera menepis tangan Kris. Hal itu membuat Kris bingung, Yixing sedikit menjauh dari Kris. Keringat dingin keluar dari pelipisnya, tubuhnya sedikit bergetar.
"Hei, kau tidak apa-apa?"
"T-Tidak. M-Maaf Kris, a-aku hanya terkejut tiba-tiba kau menolongku. Ma-maaf." Yixing menunduk meminta maaf pada Kris.
'Oh jadi dia trauma dengan sentuhan.' Kris sedikit menyeringai. "Benar kau tak apa-apa? Kenapa kau sepertinya takut sekali padaku? Apa aku berbuat salah padamu?"
"T-tidak seperti itu Kris, a-aku, aku hanya terkejut saja. Ma-maaf."
"Sebenarnya beberapa minggu lalu, aku ingin mengajakmu pergi ke acara ulang tahun Chen, tgl 3 Juni kemarin. Tapi kau tidak ada? Kau kemana Xing." Kris memancing Yixing mengingat kejadian tgl 3 Juni yang menimpanya kemarin, Yixing tak menjawab, ia kembali mengingat kejadian itu, kejadian saat ia diperkosa ramai-ramai. "Aku mencarimu tapi hingga beberapa minggu kau tidak masuk, temanmu bilang kau sakit,memang kau sakit apa?" pertanyaan Kris semakin membuat Yixing terpojok, ia bingung, kalut saat bayangan kejadian itu berputar lagi di kepalanya. "Xing.."
"A-a-aku s-sakit typus." Jawabnya bohong, Yixing mencengkram ujung kemejanya dengan erat.
'Sa-sakit, kumohon hentikan.. sakit.'-'Uungh.. Hah..nikmat Xing..'-'Aahhh.. Ha..ha.. Semm..pittthhh.. ughhh'- 'Tidak, jangan... aku mohon..'-'Sekarang giliran kami sayang. Yifan bilang kau begitu menggairahkan dan memuaskan,so wanna play with us?'-'Tidak... tidakkkkkkkkk..!'
"ANDWE..ANDWEE.." Yixing menggeleng keras, bayangan itu muncul lagi.
"Xing, kau tidak apa-apa?" Kris berpura-pura panik namun dalam hatinya tertawa. "Xing.."
"Andwee.. Jangan dekati aku.. Pergi.." Yixing menutup telinganya, suara tawa para pemerkosa itu bergema di telinga dan otaknya.
"Yixing..!" Kris mencengkram kedua lengan Yixing dan menatapnya, Yixing semakin ketakutan, matanya memerah mengeluarkan airmata, keringatnya bercucuran.
"Pergi..! pergi.!." Ia menggeleng keras tapi Kris justru semakin keras memegangnya.
"Kau kenapa? Sadar Xing.." pandangan Yixing mulai memburam, tubuhnya terasa lemah dan akhirnya ia pingsan. "Yixing, Xing.. Yixing." Kris mengguncang-guncang tubuh Yixing namun Yixing tak bergerak. "Pingsan? Heh ternyata aku tahu kelemahanmu saat ini. Kau phobia sentuhan. Sebentar lagi kau akan merasakan penderitaanku atas semua yang dilakukan oleh keluargamu Xing." Kris tersenyum menyeringai.
TVXQ_JYJ-EXO
"Eunghh.." Yixing terbangun dari pingsannya. Ia melihat ruangan yang serba putih dan berbau obat. Ia juga melihat infus yang tertancap di nadinya.
Ia menggeliat dan membuat seseorang namja yang menunggunya bangun. Namja itu adalah Suho. Ia tertidur di pinggir ranjang Yixing sambil menggenggam tangan Yixing, karena gerakan Yixing, Suho pun terbangun dan segera melepas genggamannya.
" Ah Yixing, kau sudah bangun? Syukurlah, akhirnya kau sadar, bagaimana? Apa ada yang sakit?"
"Kenapa aku bisa ada disini hyung?"
"Tadi ada seseorang yang mengirimiku pesan dan menyuruhku ke UKS, dia bilang kau pingsan. Setelah menunggu satu jam lebih kau tak juga sadar, akhirnya aku membawamu ke rumah sakit. Changmin-ssi sedang keluar sebentar. Dia sudah menelpon Umma mu dan Tuan Jung. Mereka sedang perjalanan kemari."
"N-ne, terima kasih hyung."
"Kau kenapa? Apa yang membuatmu syok, siapa yang mengganggumu tadi?" Yixing mengingat kejadian tadi saat ia bertemu dengan Kris, sebenarnya ia hanya berbincang dengan Kris namun ucapan Kris membuatnya teringat akan kejadian tgl 3 Juni saat ia diperkosa. Yixing pun menggeleng.
"A-aku tidak-tiidak diganggu siapa-siapa. A-aku juga tidak tahu kenapa aku bisa pingsan."
"Istirahatlah, nanti kalau Changmin-ssi datang, aku akan pulang."
"Terima kasih hyung. Maaf merepotkanmu." Suho tersenyum.
"Itu sudah kewajibanku. Kau tenang saja. Nah istirahatlah dulu, aku akan mengirim pesan pada Changmin-ssi kalau kau sudah siuman." Yixing mengangguk, ia kembali memejamkan matanya, mencoba merilekskan pikirannya.
30 menit kemudian, Jaejoong dan Yunho tiba dirumah sakit. Mereka bertemu dengan Suho dan menanyakan keadaan Yixing. Suho pun menceritakan kejadian yang menimpa Yixing segera setelah ia menjelaskan hal itu, ia berpamitan pulang. Tinggallah Yunho dan Jaejoong yang menunggu Yixing, selang 10 menit, Changmin pun datang sambil membawa makanan yang ia beli di kantin rumah sakit.
"Umma, Appa kalian sudah disini?" ujar Changmin saat ia masuk ke ruangan Yixing.
"Kau darimana saja? Kenapa meninggalkan Yixing sendiri bersama Suho?" tanya Jaejoong.
"Tadi aku beli sesuatu di toko stationery depan rumah sakit, besok aku ujian dan pulangnya mampir ke kantin rumah sakit membeli makan, aku lapar Umma."
"Sebenarnya Yixing kenapa? Kenapa ia bisa pingsan di sekolah?" tanya Yunho kemudian.
"Aku juga tidak tahu Appa, aku masih les tadi. Aku menyuruh Yixing ke kelasku kalau urusannya dengan Yihan selesai sedangkan aku belum pulang, tapi saat aku pulang, aku malah mendapat sms dari Suho kalau Yixing pingsan dan berada di UKS. Karena hampir 1 jam ia tak sadar juga, akhirnya aku membawanya ke rumah sakit."
"Apa dia bertemu dengan orang yang menganggunya?" Changmin mengedikkan bahunya tanda ia tak tahu.
"Yixing biasanya begini kalau traumanya kambuh."
"Traumanya kambuh?" Yunho mengeryitkan dahinya.
"Traumanya kambuh kalau ada yang menyentuhnya, Yixing mengalami phobia sentuhan saat ini, ia tak bisa bersentuhan dengan orang asing. Hanya orang terdekatnya saja yang membuat Yixing tidak takut." Ujar Jaejoong. "Itulah sebabnya aku tidak mengizinkan ia pergi ke China hanya dengan teman-temannya, Changmin juga harus ikut."
"Umma tenang saja, aku akan menemani Yixing ke China besok." Tak lama kemudian Yixing membuka matanya, ia melihat Jaejoong, Changmin dan Yunho sedang duduk di sofa sambil berbincang.
"Umma." Panggil yang mendengar panggilan Yixing segera menghampirinya. Diikuti Yunho dan Changmin.
"Yixing, kau sudah sadar sayang, apa yang sakit? Katakan pada Umma?" Yixing menggeleng ia hanya menatap Jaejoong dengan tatapan sendu.
"Mungkin tadi aku kecapekan jadi aku pingsan Umma. Maaf membuat kalian khawatir."
"Besok kalau kau sakit jangan dipaksakan masuk sekolah. Daripada seperti ini lagi sayang."
"Ne Umma, maafkan aku." Jaejoong memeluk Yixing.
"Umma tidak marah sayang. Umma hanya khawatir padamu." Yixing menggeleng, ia sedih karena membuat Jaejoong, Yunho dan Changmin khawatir juga Suho.
Andai saja ia bisa menekan traumanya mungkin kejadian itu tidak akan terjadi. Yixing tak menceritakan pada mereka bertiga tentang pertemuannya dengan Kris, ia tak mau mereka makin membenci Kris.
Skip Time
Yixing, Changmin dan Jaejoong serta Yunho makan bersama. Jaejoong bertanya pada Yixing kapan Yixing akan berangkat ke China.
"Tgl 30 besok Umma. Aku disana sampai 1 minggu. Umma jangan khawatir ada Changmin Hyung yang menjagaku." Kata Yixing. "Umma, kemarin lusa, Umma dan Appa kemana? Kenapa tidak memberi kabar padaku?" tanya Yixing manja.
"Appa dan Umma sedang honeymoon sayang." Jawab Yunho sambil mengerling pada Jaejoong.
"Honeymoon itu apa?" tanya Yixing polos, "Hyung bilang Umma dan Appa akan membuat adik baru untukku, benarkah itu? apa Umma dan Appa melakukan 'This and that'?" Changmin menelan ludahnya kasar. Ia tak menyangka Yixing akan menceritakan hal itu juga. Yixing benar-benar polos.
CLINGG! Jaejoong memberi death glare pad Changmin, sedangkan Changmin ia benar-benar Skak mat, "Hyung bilang kalian juga main gajah-gajahan? Memangnya permainannya seperti apa Umma? Aku baru dengar ada permainan gajah-gajahan." Dan tiba-tiba Yunho.. BRUSSHH! Ia tak sengaja menyemburkan minumannya mendengar kata-kata Yixing. "UHUK..UHUKK."
"Appa, kau tidak apa-apa?" Yixing menghampiri Yunho dan menepuk punggung Yunho. Yuhno menggeleng mengisyaratkan ia tak apa-apa. Sedangkan Jaejoong ia masih men death glare Changmin.
"Shim Changmin, apa saja yang kau katakan pada Yixing? Kau tidak mengotori pikirannya dengan sifat mesum yang menurun dari Appa Beruangmu ini kan?"
"Um-umma, kau tenang saja, a-aku tidak mengotori pikiran polos Yixing kok."
"Jika sekali lagi kau mengajari Yixing, hal yang aneh-aneh, jatah makanmu, Umma kurangi."
"Umma.." rengek Changmin.
"Umma jangaan begitu, kasihan Changmin Hyung. Changmin hyung tidak mengajariku yang macam-macam kok."
"Baiklah, Umma tidak akan menghukum Changmin mu, sekarang lebih baik kita bersiap, 2hari lagi kalian kan akan pergi ke China, Umma tidak mau kau kekurangan sesuatu disana. Ayo sayang kita berkemas." Yixing dan Jaejoong beranjak dari meja makan, "Sayang kau masuklah dulu, Umma menyusul. Sebentar ya Umma ingin bicara dengan hyung dan Appa mu." Yixing menuruti kata-kata Jaejoong, ia masuk kamar terlebih dahulu. Sebelum pergi Jaejoong memberi perintah pada Yunho dan Changmin, "Kalian berdua, cuci piring dan bersih-bersih rumah, sampai bersih kalau tidak, jatah kalian berdua aku kurangi."
"Maksud Umma/Mu Boo?" tanya mereka bersamaan.
"Jatah makan mu Min, Umma kurangi sedangkan jatahmu Yun, kau tidak boleh menyentuhku selama 1bulan. Titik!." Jaejoong melenggang pergi setelah memberi ultimatum itu pada Yunho dan Changmin.
"MWO! ANDWEEE!" Seru mereka berdua bersamaan.
TBC
Maaf ceritanya semakin gaje, minggu-minggu ini blank ide. Update kilat, no edit. Typo bertebaran. Terima kasih buat semua yang udah review dan para silent reader yang udah baca ff gaje ku ini. #deepbow
