Chapter 9 : Fight For Your Love
"Baik, Aku akan laporkan perkembangannya padamu Shaka" kata Saga,
"Terimakasih Saga" balas Shaka "Ah, Saga apapun yang Kau sembunyikan jangan sampai mengalahkan akal sehatmu" tambah Shaka, membuat Saga merasa tersindir
"Aku akan perhatikan itu" kata Saga
"Tunggu, Aku ikut, ke istanamu" kata Milo, saat Saga mau meninggalkan ruang pertemuan di istana Virgo.
Saga tidak berkata apa-apa, Dia paham betul sifat Milo, Dia itu cerewet soal yang namanya peraturan Dia ingin ikut pasti ingin mengetahui lebih lanjut mengenai siapa gadis yang ada di istananya dan menginterogasinya, kelakukan yang menurut Saga terlalu berlebihan. Saga memandang Milo sejenak
"Baik" jawabnya kemudian
"Milo, ng...soal gadis yang Kau lihat tadi..." kata Saga, saat dalam perjalanan menuju istananya
"Apa Kau ingin Aku menutup mata soal keberadan gadis itu? Begitu maumu?" balas Milo seakan mengerti isi kepala Saga
"Kalau itu mungkin Kau kabulkan, Aku akan memohonnya padamu Milo" ucap Saga
Milo melirik Saga, "Baiklah, tapi Kau tahu kan apa yang harus Kau lakukan" kata Milo.
Saga tersenyum, namun di wajah terlukis sempurna kesedihan "Ya Milo, dan terimakasih" kata Saga pelan
Sampai di istana Gemini, Saga tidak menemui Lecca di taman yang Ia tinggalkan, Ia hanya memenukan Aiolia, yang sedang termangu memandangi taman yang ada di depannya.
"Lho, Aiolia dimana Lecca?" tanya Saga
"Di kembali ke kamar,sepertinya" jawab Aiolia, Dia melirik Milo
"Hei,ngapain Kau kemari, apa Kau juga ingin berkenalan dengan gadis yang bernama Lecca itu?" goda Aiolia, yang memang sedikit usil bila ada di dekat Milo
"Apa katamu? Lalu Kau sendiri ngapain, Aku kemari hanya untuk memeriksa saja jangan sama kan Aku denganmu!" tukas Milo
"Kau ini memang tak bisa diajak bercanda"
"Habis garing banget sih" balas Milo
"Kau ngajak berantem!" tukas Aiolia
"Kalau Kau jual Aku beli" balas Milo tak mau kalah
"Berhenti!" seru Saga "Bisakah kalian tidak bertindak konyol sekali saja" ucap Saga wajahnya terlihat bosan, dua orang ini memang sering sekali bertengkar, walaupun itu hanya masalah sepele seperti tadi, tapi sebenarnya mereka itu sangat akrab, di Sanctuary mereka terkenal duo pembuat onar dan pasangan paling konyol se-Sanctuary. Aiolia dan Milo langsung terdiam jika Saga sudah terlihat marah, begitu-begitu Saga adalah Gold Saint senior yang spartan, kalau sudah marah dan yang berkenaan dengan pelatihan para Saint, Saga memang nggak kenal ampun. Lalu Ia berbalik menuju kamarnya menemui Lecca, Aiolia dan Milo mengekor di belakangnya.
Sementara itu di kamar Saga, Lecca terduduk di tepi tempat tidur, matanya masih basah, dadanya masih terasa sesak.
"Tidak, Aku tidak boleh begini, apa yang akan dikatakan Saga jika melihat Aku menangis" kata Lecca Ia mengeringkan airmatanya, sesuai perjanjian Lecca hanya punya waktu 3 hari lagi berada di Sanctuary, dan selama itulah Ia akan berusaha membuat Saga tersenyum, meski Lecca tahu mungkin dengan kepergiannya nanti Saga akan kembali seperti dulu. Lecca berjalan menuju cermin besar dan melihat matanya, matanya sembab, kelihatan sekali kalauu Dia habis menangis, Lecca mengambil handuk dan membasahinya, lalu meletakkannya di matanya, rasanya nyaman sekali, Ia menekannya perlahan, tiba-tiba pintu kamar terbuka, Lecca terlonjak sampai handuk yang di pegangnya terjatuh, Saga langsung menghambur masuk, dan mendekati Lecca.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Saga
"Tidak apa-apa, hanya sedikit lelah" jawab Lecca berbohong
"Matamu..." ucap Saga sambil memperhatikan mata Lecca yang terlihat sembab
"Tidak apa-apa hanya kemasukan debu tadi makanya airmatanya keluar" lagi Lecca berbohong, Saga mengusap mata Lecca lembut Ia tahu Lecca berbohong, Ia tahu Lecca bukan hanya sekedar kemasukan debu, tapi gadis itu habis menangis, tapi apa yang di tangisinya, belum saja Saga mengutarakan perasaannya Dia sudah membuat Lecca menangis.
"Sungguh Kau tidak apa-apa?" tanya Saga sekali lagi
Lecca tersenyum dan mengangguk, lalu Ia melihat Milo
"Ah, Milo, penjaga istana ke-8 Scorpio?" kata Lecca Ia terlihat senang melihat Milo, Milo terheran-heran kenapa gadis ini mengetahui namanya.
"Bagaimana Kau tahu?" tanya Milo
"Aiolia yang memberitahuku tadi" jawab Lecca
"Aku Lecca, sangat senang bertemu denganmu" Lecca mengulurkan tangannya, Milo terdiam sejenak dan terlihat salah tingkah lalu menjabat tangan Lecca, tangan gadis itu lembut, dan bersahabat, Aiolia terkikik di pojokan melihat sikap Milo membuat Milo mendelik pada Aiolia
"Se..senang juga bertemu denganmu...ng..Lecca" balas Milo
Kali ini Aiolia terkekeh senang, Milo makin memelototi Aiolia, dan melepas jabatan tangan Lecca.
Saga masih memandang Lecca Ia tahu Lecca hanya mengalihkan perhatiannya dengan mengenali Milo, Lecca mengetahui sikap Saga itu, jadi serba salah, Lecca melirik Aiolia seakan minta pertolongan.
"Kau yakin..."
"Saga, ada yang ingin kubicarakan denganmu" kata Aiolia berinisyiatif, mengalihkan perhatian Saga, Lecca sangat berterima kasih dengan pertolongan Aiolia
"Tentang apa?" kata Saga
"Sebaiknya tidak disini" ucap Aiolia sambil memandang Lecca
"Baiklah, kita bicara di depan" kata Saga, lalu Ia menuju pintu, tetapi begitu sampai di pintu, Saga berhenti "Lecca, Kau yakin kau tidak apa-apa?" tanyanya lagi kali ini Saga gagal menyembunyikan rasa bersalahnya.
"Ya, sangat tidak apa-apa" Lecca tersenyum dengan senyum terbaiknya, yang membuat wajah Milo memerah.
"Kenapa jadi Kau yang tersipu bocah!" kata Aiolia seraya menjitak kepala Milo
"Tak ada urusannya denganmu" balas Milo
"Baiklah, Aku tinggal dulu istirahatlah" ucap Saga, lalu Ia meninggalkan Lecca, bersama Milo dan Aiolia.
Diluar kamar. "Apa yang ingin Kau bicarakan Aiolia?" tanya Saga
Aiolia memandang Saga "Sejujurnya tidak ada"
"Apa maksudmu tidak ada?"
Aiolia tidak menjawab, Ia tidak bisa bilang kalau Dia hanya mengalihkan perhatian Saga dari Lecca perihal mata sembabnya.
"Apa Kau mengetahui kenapa mata Lecca sembab?" tanya Saga
"Tidak" jawab Aiolia singkat. Milo memandang Saga lama sekali, Ia bisa merasa Saga mempunyai sesuatu terhadap Lecca. Milo berpikir sejenak kemudian Dia mengerti. Apakah ini cinta?
"Sebenarnya Aku tidak tahu apa yang Kau rasakan sekarang Saga" celetuk Milo
"Tapi, Aku tahu kenapa Lecca bisa sampai disini"
Saga terenyak, mendengar perkataan Milo
"Menurutku, Kau tidak perlu berhati-hati terhadap apa yang Kau rasakan sekarang, kalau itu perasaan yang sangat berharga bagimu jangan sekali-kali Kau membuangnya, Kau harus menjaganya baik-baik...tidak peduli itu menyedihkan atau menyakitkan bagimu, walaupun kita adalah Gold Saint, bagaimanapun juga kita tetap manusia biasa, dan buktinya adalah perasaanmu sekarang!" kata Milo menunjuk dada Saga "Jangan Kau terus mengingkarinya Saga" tambah Milo
Aiolia tersenyum mendengar perkataan Milo, Ia tahu Milo bilang tak tahu apa yang Saga rasakan tapi dari perkataannya bocah satu ini sangat mengerti apa yang sedang dirasakan oleh Saga dan sebenarnya hal inilah yang ingin Aiolia katakan pada Saga sejak tadi.
"Hah, bikin capek saja...baiklah Aku kembali dulu" kata Milo, sambil menggaruk kepalanya dan berbalik pergi namun baru beberapa langkah Milo berhenti
"Ng... Saga boleh Aku mengunjunginya lagi?" ucap Milo.
Saga tersenyum "Tentu saja Dia pasti akan senang" balas Saga
lalu Milo meninggalkan istana Gemini.
Aiolia menepuk bahu Saga "Milo benar Saga, beda dengannya yang pura-pura tidak mengerti, Aku tak akan pura-pura lagi kalau Aku sangat mengerti perasaanmu, walaupun kita harus terluka dengan menghilang dari hati orang yang kita sayangi, tapi justru perasaan yang berharga itu jangan sampai menghilang, jagalah baik-baik" kata Aiolia.
"Lakukanlah yang terbaik menurutmu, jangan pedulikan yang lain, Kau tahu kadang ada kalanya manusia itu harus bersikap egois untuk dirinya sendiri" tambah Aiolia, lalu Ia meninggalkan Saga.
Kini tinggal Saga di ruangan itu, kali ini, dua temannya sudah menamparnya, dengan kata-kata yang tepat dengan seperti apa yang Dia rasakan.
"Tak peduli itu menyedihkan atau menyakitkan Kau harus menjaga perasaan itu baik-baik"
"Sekalipun Kau harus menghilang"
Kata-kata Milo dan Aiolia berputar di kepalanya, Ia tertunduk, Ia menyadari rasa itu sudah tumbuh di dalam dirinya, hangat namun menyedihkan.
Malamnya Saga menuju kamar tempat Lecca tidur Ia menemukan gadis itu sudah terlelap, separuh tubuhnya tertutup selimut, wajahnya terlihat damai, nafasnya berhembus perlahan sepertinya Dia sangat nyenyak, pelan-pelan Saga duduk di samping Lecca, Ia memandangi wajah Lecca, lalu tersenyum sendiri, Ia menyentuh wajah Lecca dengan lembut, melihat mata Lecca yang masih terlihat sisa sembabnya.
"Gadis bodoh kenapa Kau berbohong, Aku tahu Kau tadi habis menangis" ucap Saga pelan.
"Maaf, Aku hanya bisa membuatmu sedih" tambahnya, masih melihat wajah Lecca, Saga berpikir kalau saja dirinya bukanlah Gold Saint yang terantai oleh peraturan, pastilah Dia akan bersama Lecca membuatnya selalu tertawa, perasaaan ini mungkin tidak se-menyedihkan ini.
Saga mencondongkan tubuhnya, lalu mengecup lembut kening Lecca, kemudian menyelimutinya, sampai ke dada. Kemudian Ia duduk di bangku besar di dekat jendela, Ia ingin bersama Lecca meski Lecca tertidur, rasa kantuk pun menganggu Saga, lalu Ia pun bersandar dan tertidur.
