"Sial kenapa namja brengsek itu tidak meminum susunya"Umpat ahra dalam hati.
BAD BOY GOOD BOY
Cast:YunjaeYoosuMin
Genre:Comedy,Romance
Author:Jung Hae Rin
.
.
.
"Jae,bukan kah kau alergi dengan kacang-kacangan?"Ujar hyuk jae.
"Nde,waeyo?".
"Kenapa kau membeli susu kedelai?". Hyuk jae menunjuk kotak susu yang belum dibuka milik jaejoong.
"Mwo?aneh joongie yakin tadi joongie membeli susu biasa".
"Mungkin kau lupa"Ujar donghae.
"Molla,tapi gomawo hyukkie untung saja kau melihatnya".
"Cheonma" Hyuk jae mengacak rambut halus jaejoong dengan gemas.
"Kau membuat rambutku berantakan" Jaejoong mempoutkan bibirnya lucu membuat para namja berstatus seme yang ada dikantin itu menatap jaejoong dengan pandangan 'lapar'.
"Hentikan kebiasaan mu itu jae,kau membuat seluruh namja dikantin ini ingin menerkam mu"Ujar hyuk jae yang sibuk melempar deathglare.
"Boo...".
"Yunnie?kau sudah selesai makan siang?"Tanya jaejoong.
"Nde...".
...
"Kau letakkan surat ini dalam tas namja brengsek itu"Perintah ahra pada doong woo.
"Ta-tapi bagaimana kalau ada yang melihatnya?"Tanya doong woo takut.
"Siswa culun sepertimu tidak akan menarik perhatian"Bentak ahra. "Sial seandainya rencana tadi berhasil".
"A-pa yang akan kau lakukan pada jaejoong?".
"Apa yang akan ku lakukan?tentu saja memisahkan namja brengsek itu dari harus jadi milikku bagaimanapun caranya".
Bel pelajaran terakhir berbunyi nyaring,membuat para siswa dengan sigap membereskan semua buku-buku mereka.
"Jae aku duluan ne,donghae sudah menunggu ku"Ujar hyuk jae sementara jaejoong tengah sibuk membereskan buku-bukunya.
"Nde hyukkie semoga kencan mu lancar"Goda jaejoong.
"Joongie,hyung dan yunho akan ke ruang guru sebentar kau tunggulah dikelas"Pesan young woong kemudian menghilang dibalik pintu bersama yunho.
Saat sedang membereskan buku-bukunya jaejoong menemukan sebuah surat diantara buku-buku pelajarannya.
Kim jaejoong aku menunggu mu di gudang belakang sekolah,datanglah sendiri ada yang ingin aku katakan pada mu.
"Siapa yang mengirimkan surat ini?.
Gudang sekolah yang sudah tak terpakai itu nampak sangat kotor. Letaknya yang terpisah dengan gedung sekolah membuat gudang itu tidak pernah dipakai dan dibersihkan. Banyak meja dan kursi yang telah rusak didalam gudang itu. Lampu kecil yang berada di tengah tidak sampai menerangi seluruh gudang. Membuat suasana digudang itu nampak sangat mencekam. Belum lagi banyaknya peralatan yang sudah tak terpakai membuat gudang itu semakin seram.
Perlahan jaejoong membuka pintu gudang yang sudah berkarat itu. Debu dan bau tak sedap menyeruak keluar saat pintu itu terbuka. Jaejoong reflek menutup sebagian wajahnya saat debu-debu itu beterbangan. Di dalam gudang itu nampak sesosok yeoja yang berdiri di pojok ruangan sehingga jaejoong tidak bisa melihat wajahnya.
"Nu-nuguya?"Tanya jaejoong gemetar.
"Tak ku sangka kau cukup berani datang sendiri kim jaejoong"Ujar yeoja itu,ahra.
"Si-siapa kau?kenapa memanggil ku ke tempat seperti ini?".
Ahra berjalan mendekati jaejoong yang berdiri di tengah ruangan.
"Ahra?apa kau yang menulis surat ini?"Tanya jaejoong setelah melihat ahra yang berada di dalam gudang.
"Aku atau bukan yang menulisnya bukan urusan mu,jauhi yunho dia milikku"Teriak ahra.
"Mwo?kenapa joongie harus menjauhi yunho?".
"Yunho milik ku..!aku menyukai yunho sejak lama tiba-tiba kau datang dan merebutnya..!".
"Jo-joongie tidak merebut yunho"Ujar jaejoong ketakutan mendengar suara teriakan ahra.
Plak..
"Diam..!namja lemah seperti mu tidak pantas dengan yunho"Ahra menampar jaejoong,tamparan itu membuat jaejoong jatuh terduduk.
"Hiks...joongie tidak merebut yunho"Tangis jaejoong sambil memegangi pipinya yang ditampar ahra menimbulkan bekas kemerahan.
"Kalau saja kau tidak mengikuti saudara kembar berandalan mu itu masuk sekolah ini yunho pasti akan menjadi milikku"Bentak ahra menginjak tangan jaejoong,membuat jaejoong meringis kesakitan.
"Hyung-ie bukan berandalan"Isak jaejoong.
Byur...
Ahra menyiram jaejoong yang tengah meringkuk kesakitan dengan seember air kotor,membuat seragam jaejoong basah dan bau. Sebelum meninggalkan jaejoong dan mengunci gudang itu ahra sempat menendang perut jaejoong hingga jaejoong pingsan. Dengan langkah ringan ahra meninggalkan jaejoong yang tengah pingsan. Tak lupa ia mengunci dari luar gudang itu.
"Hei kemana joongie?"Tanya yunho yang mendapati tas jaejoong dikelas tanpa jaejoong.
"Molla,mungkin ke toilet"Jawab young woong.
Saat yunho mencoba menghubungi ponsel jaejoong,ponsel itu justru berdering didalam tas jaejoong.
"Dia tidak membawa ponselnya"Ujar yunho sedikit khawatir.
"Kita tunggu saja sebentar,kalau belum kembali kita cari". Meskipun terlihat tenang sebenarnya perasaan young woong sangat tidak enak. Perasaannya mengatakan kalau terjadi sesuatu terhadap saudara kembarnya itu.
Jaejoong yang pingsan di dalam gudang mulai tersadar. Seluruh badannya sakit,seragamnya yang basah membuat ia merasakan kedinginan. Dengan langkah tertatih jaejoong berjalan menuju pintu gudang. Jaejoong mencoba membuka pintu gudang namun pintu itu terkunci dari luar.
Dugh..Dugh..
"Buka pintunya.."Teriak jaejoong gemetar antara takut dan kedinginan.
Sayangnya letak gudang yang terpisah dari gedung sekolah membuat teriakan jaejoong hanya sia-sia tidak akan ada yang mendengar teriakannya.
Dugh...Dugh..
Dengan tenaga yang tersisa jaejoong terus berteriak meminta tolong. Jaejoong meraba saku celananya mencari ponsel yang mungkin akan menyelamatkannya. Sepertinya dewi fortuna sedang tidak bersamanya,ponsel jaejoong kini tergeletak diatas meja bersama dengan tasnya.
"Hyung-ie tolong..disini dingin.."Suara jaejoong semakin lemah akibat kedinginan.
Nafas jaejoong mulai tersengal-sengal. Akibat seragamnya yang basah dan udara gudang yang lembab membuat asma yang diderita jaejoong kambuh. Jaejoong meringkuk kesakitan akibat susah bernafas. Ia memegangi dadanya yang terasa sangat sakit. Setiap tarikan nafasnya terasa sangat berat seolah ada batu besar yang menindihnya.
"Hyung...Yunnie.." Kesadaran jaejoong mulai hilang.
"Joongie lelah" Jaejoong mulai menutup matanya.
...
"Sudah hampir satu jam,kita sebaiknya mencari joongie"Usul yunho yang merasakan sesuatu terjadi pada jaejoong.
"Aku akan mencari diperpustakaan kau mencari di semua toilet"Perintah young woong.
Hampir satu jam young woong dan yunho mencari keberadaan jaejoong namun mereka tidak menemukannya. Hari sudah hampir gelap namun jaejoong seolah menghilang tanpa jejak. Setelah dihubungi oleh yunho dan young woong,yoochun,junsu,changmin,kyuhyun bahkan jiyeon yang masih duduk dikursi roda kembali kesekolah membantu mencari jaejoong.
"Apa kalian sudah mencari ke seluruh ruangan?"Tanya yoochun.
"Kami sudah mencarinya chun,tetap saja tidak ada tanda-tanda keberadaan joongie"Jawab yunho lemas.
"Apa mungkin joongie sudah pulang?"Ujar junsu.
"Tidak mungkin ia pulang meninggalkan tas dan ponselnya"Sahut young woong.
"Berarti jae hyung masih berada disekitar sekolah"Ucap kyuhun.
"Aku harap jae oppa baik-baik"Jiyeon tampak sangat khawatir.
Kyuhyun nampak sedang mengutak-atik smartphone miliknya,wajah manisnya nampak sangat serius.
"Kau sedang apa kyu?"Tanya changmin.
"Aku sedang mencoba masuk ke akses keamanan sekolah"Jawab kyuhyun tanpa memalingkan wajahnya.
"Aku harap ini berhasil"Ujar young woong terlihat frustasi.
"Aku berhasil masuk,sial kamera CCTV mati tepat saat bel terakhir berbunyi"Umpat kyuhyun.
Grek...
Pintu kelas terbuka menampakkan seorang namja dengan penampilan bisa dibilang nerd. Kacamata tebal dan seragam yang terkancing sempurna.
"Bukankah kau si kutu buku doong woo?"Ujar young woong.
"Nde-a-apa kalian men-cari jae-joong?"Sahut doong woo sangat pelan.
"Cepat katakan dimana jaejoong" Young woong menarik kerah seragam doong woo.
"Young-ie jaga emosi mu"Ujar yoochun memperingatkan.
"A-aku tahu dimana jaejoong"Ucap doong woo setelah young woong melepaskan cengkramannya.
...
Yunho dan young woong terpaksa mendobrak pintu gudang karena mereka tidak menemukan kuncinya. Yunho mengedarkan pandangannya keseluruh gudang untuk mencari jaejoong. Suasana gudang yang remang-remang dan hari yang mulai gelap membuat yunho kesulitan untuk melihat seluruh isi gudang.
"Lihat disana"Tunjuk junsu saat melihat sesuatu yang meringkuk di pojok gudang.
"Joongie.."Teriak young woong dan yunho bersamaan.
"Boo bangunlah"Yunho memangku tubuh lemah jaejoong,namun jaejoong tetap terdiam.
"Cepat kita ke rumah sakit denyut nadinya melemah"Saran jiyeon panik.
"Young-ie". Heechul dan hangeng nampak berlari dilorong rumah sakit.
"Bagaimana keadaannya joongie?"Tanya heechul khawatir.
"Dokter masih memeriksanya umma"Jawab young woong memeluk heechul,mencoba menenangkan sang umma yang khawatir.
"Bagaimana ini bisa terjadi?"Hangeng menatap satu-persatu para namja yang ada di depannya.
"Yeoja gila itu yang melakukannya appa"Sahut young woong. Doong woo sudah menceritakan semua yang dilakuka ahra terhadap jaejoong.
"Yeoja gila?nugu?"Heechul terlihat lebih tenang.
"Go ahra ahjumma,ia melakukannya agar jaejoong menjauh dari ku"Jawab yunho. "Mian aku tidak dapat menjaga jaejoong".
"Go ahra?putri presdir Go corp?".
"Nde appa".
"Berani sekali ia membuat joongie ku sampai seperti ini,akan ku buat ia lebih menderita dari yang joongie rasakan". Emosi heechul terlihat memuncak.
Dokter dengan name tag Choi seung hyun keluar dari ruang perawatan jaejoong.
"Bagaimana keadaan joongie?"Tanya hangeng.
"Kesadaran jaejoong belum sepenuhnya pulih,ia terlalu lama pingsan saat asmanya kambuh kita hanya bisa berdoa semoga jaejoong bisa melewati masa kritisnya"Jawab dokter choi.
Tangis heechul meledak mengetahui putra kesayangannya sedang berjuang melawan maut. Hangeng yang nampak lebih tenang mencoba menenangkan heechul. Yunho jatuh terduduk di lantai rumah sakit yang dingin mendengar hal itu. Jiyeon dan junsu saling terisak tak tega membayangkan jaejoong yang ceria itu kini sedang sekarat.
Kediaman keluarga Go yang biasanya nampak tenang sekarang terlihat sangat kacau. Barang-barang serakan dimana-mana. Suara tangisan dan teriakan menggema di salah satu ruangan.
"Anak tidak tahu diri apa yang kau lakukan pada keluarga Kim...!"Teriak appa Go.
"Dia pantas mendapatkannya appa,namja brengsek itu mengambil apa yang seharusnya milikku"Seru ahra lantang.
Plak.. Tamparan appa Go membuat ahra sedikit terhuyung kebelakang.
"Dan lihat hasil perbuatan mu,seluruh saham milik Kim corp dicabut sekarang kita jatuh miskin.."Appa Go terlihat sangat emosi "Sebentar lagi pasti rumah ini akan disita"
"Ti-tidak mungkin appa,katakan kalau semua ini bohong"Ahra bersimpuh di kaki appa Go dengan air mata berlinang.
"Pergi kau dari rumah ini,keluarga Go tidak memiliki anak tak tahu diri seperti mu"Usir appa Go.
"Umma,katakan sesuatu umma,kita tidak jatuh miskin kan umma"Ahra terlihat berantakan sekarang.
"Pergi,kau bukan anakku lagi"Ujar umma Go dingin.
...
Kamar rawat jaejoong terlihat sepi,hanya terdengar suara mesin pendeksi jantung dan jam dinding yang memecah kesunyian. Yunho tertidur di sofa panjang yang berada didepan ranjang jaejoong. Pintu kamar terbuka perlahan tanpa menimbulkan bunyi,seorang yeoja yang nampak berantakan memasuki kamar rawat jaejoong dengan pisau besar ditangannya.
"Kim jaejoong,kau harus ikut mati bersama ku". Ahra terlihat mengangkat tangannya hendak menusuk jaejoong. Bersamaan dengan itu yunho tak sengaja terbangun dan melihat ahra akan menusuk jaejoong yang tengah tidur.
Prang..
Pisau dalam genggaman ahra terjatuh setelah yunho menerjang yeoja itu.
"Lepaskan aku,aku akan membawa namja brengsek itu ke neraka"Teriak ahra saat yunho mencengkram erat tangannya.
Teriakan ahra membuat seorang security yang sedang berjaga segera menghampiri.
"Ahjushi tangkap yeoja gila ini,ia ingin membunuh jaejoong"Seru yunho.
Dengan cekatan security itu menangkap ahra dan membawa yeoja itu ke kantor.
Setelah seminggu menjalani perawatan kondisi jaejoong nampak semakin membaik. Jaejoong yang tertidur selama 4 hari ini sudah dapat menikmati segarnya angin diluar meskipun masih harus menggunakan kursi roda. Setiap hari yoosu,changkyu dan jiyeon akan menjenguknya dan membawakan makanan serta boneka membuat kamar rawat jaejoong penuh dengan boneka.
5 tahun kemudian..
Setelah kejadian yang sempat mengancam nyawa jaejoong,keluarga Go pindah ke jepang untuk memulai bisnis mereka dari awal. Ahra yang waktu itu hamoir membunuh jaejoong dirumah sakit,kini mendekam dirumah sakit jiwa. Kondisi kejiwaan ahra terganggu setelah mengetahui bahwa keluarganya jatuh miskin. Jang doong woo namja yang dulu menjadi anak buah ahra kini bisa bernafas lega,setelah kebangkrutan keluarga ahra,ia bisa lepas dari bayang-bayang ahra. Biaya pengobatan eomma doong woo kini ditanggung oleh hangeng,sedangkan kakak perempuan doong woo diangkat sebagai desaigner dibutik milik heechul.
Yunho dan jaejoong mendaftar di universitas yang sama setelah mereka lulus high school. Begitu pula dengan yang lain. Hanya saja mengambil jurusan yang berbeda.
"Boo"Panggil yunho saat sedang berdua dengan jaejoong ditaman universitas.
"Nde ada apa bear"Jawab jaejoong sambil membelai rambut yunho penuh kasih sayang.
"Would you marry me Jung jaejoong"Ujar yunho menyodorkan cincin entah darimana.
"Yun..ini?"Jaejoong nampak berkaca-kaca.
"Aku ingin menghabiskan sisa hidup ku bersama dengan orang yang sangat ku cintai seorang kim jaejoong,coz you're everything to me".
"I will bear...i will"Jaejoong memeluk yunho penuh haru.
"Saranghae Jung jaejoong"Yunho memasangkan cincin itu dijari jaejoong.
"Nado saranghae Jung yunho"Jaejoong mencium lembut bibir yunho.
"My one and only love baby Boo.."
END
Akhirnya kelar juga *Peluk jaema *Ditendang beruang
Mian chingu kalau terkesan buru-buru T_T *bow
Gomawo buat readers yang selama ini sudah mau meninggalkan review maupun yang belum sempat review.
Gak tahu harus ngomong apa lagi,jeongmal gomawo buat semuanya.
Author lebih menghargai silent readers dari pada PLAGIAT.
