Chapter 10

Bittersweet

"Hari ini Siwon mengajakmu kemana?"

Kyuhyun yang tengah sibuk bermain game di ponselnya tidak mendengar pertanyaan dari kakaknya itu.

"Kyu-ah.." Ahra yang penasaran akhirnya mengguncang-ngguncangkan tubuh Kyuhyun agar tersadar dari dunia autisnya.

Kyuhyun mem-pause gamenya sebelum menolah ke arah Ahra. Dilihatnya sang kakak mengerucutkan bibirnya.

"Apa?" Tanya Kyuhyun.

Ahra tersenyum mendengar Kyuhyun akhirnya memberi perhatian padanya.

"Kau dan Siwon pergi kemana hari ini?" Tanya Ahra.

Malam itu Kyuhyun yang bosan hanya tinggal dikamarnya memutuskan untuk menonton televisi di ruang keluarga. Lalu tiba-tiba Ahra yang muncul dan menanyakan hal-hal seperti itu. Televisi yang menyala di depan mereka berdua sudah tidak diperdulikan.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

"Tidak kemana-mana. Memangnya kenapa Noona bertanya? Sh, mau tau saja." Kata Kyuhyun dengan menjulurkan lidahnya.

"Yah!" Ahra memukul pelan lengan adiknya itu.

"Apa dia menanyakan tentang aku?" Tanya Ahra dengan penuh harap. Kedua tangannya memegang lengan Kyuhyun yang duduk disampingnya.

"Aahh tidak tau aku mau tidur." Kata Kyuhyun berusaha menghindar dari Ahra dan berlari ke kamarnya.

"Yah! Kyuhyun-ah.." Ahra berusaha memanggil Kyuhyun tapi sepertinya sia-sia karena pemuda itu sudah kabur.

"Heehh.. bocah itu.." Gerutu Ahra sambil menghela napas panjang. Namun tiba-tiba matanya menangkap sebuah benda yang tergeletak di sofa tempat Kyuhyun tadi duduk.

Benda itu adalah ponsel Kyuhyun yang tadi digunakan untuk main game. Semula Ahra sudah akan mengembalikkannya ketika tiba-tiba rasa penasarannya muncul. Dengan ragu-ragu Ahra segera mengutak-atik ponsel Kyuhyun.

12/04/2012 15.00

Sender : Siwon hyung

Cepat mandi dan ganti pakaianmu sebelum kau jatuh sakit.

12/04/2012 15.30

Sender : Siwon hyung

Kau sudah selesai mandi? Kalau sudah, lebih baik kau istirahat.

12/04/2012 17.00

Minggu depan hyung akan pindah ke apartemen di dekat universitas. Kalau kau ada waktu ikutlah dengan hyung.

12/04/2012 18.30

Apa kau marah pada Hyung? Hyung sudah minta maaf kan tadi siang. Kenapa kau tidak membalas sms hyung? Kau sedang sibuk?

Sebenarnya Ahra juga tidak enak melihat-lihat barang pribadi milik Kyuhyun. tapi apa yang ditemukannya di dalam ponsel pemuda itu benar-benar mengejutkannya. Semua pesan masuk yang ada di ponsel Kyuhyun berasal dari Siwon.

Entah kenapa ada pikiran yang berkecamuk dalam kepala Ahra. Di sisi lain ia ingin berpikir positif dan melupakan apa yang dibacanya dibuku diary Kyuhyun, tapi kenyataan membuatnya berpikir lain.

Sepertinya memang terjadi sesuatu antara Kyuhyun dan Siwon.

*Flasback*

SIWON'S POV

As if it's like the minute I was born again as a baby who doesn't know anything

I closed and opened my eyes once, as I couldn't tell if I was awake or dreaming

Semuanya masih terasa abu-abu bagiku. Aku tidak mengerti dengan perasaanku sendiri. Apakah aku mencintainya? Atau ini hanya perasaan sayang antara kakak kepada adiknya? Aku tidak menemukan jawaban apapun dalam kepalaku.

Kami masih disini. Berdiri dengannya yang masih setia memelukku dari belakang dan terkadang aku akan mendengar isak tangisnya. Tuhan, inikah rencanaMu untukku? Aku kembali bertanya

dalam hati.

Dengan diiringi rintik gerimis yang terus turun membasahi bumi, bibirku masih terkatup. Otakku tiada berfungsi untuk merangkai kata-kata menjadi kalimat. Aku takut menyakitinya, pemuda yang aku tau hatinya sangat ringkih ini.

Sepertinya baru kemarin kami berdua bertemu, saling bertukar senyum dan berbagi satu sama lain. Inikah takdirMu Tuhan? Ini seharusnya salah, kami tidak seharusnya berada dalam situasi seperti ini, tapi entah mengapa aku merasa ini begitu benar.

Tanganku menggenggam telapak tangannya yang menempel di perutku. Seperti terkejut, ia segera melepaskan pelukannya dan mundur satu langkah.

Aku membalikkan tubuhku untuk menatapnya. Dadaku merasakan nyeri ketika mataku bertemu pandang dengannya.

"Kyuhyun-ah.." Nama itu terasa begitu getir kuucapkan. Aku tidak ingin bersikap egois. Banyak yang harus dipertimbangkan lagi selain perasaanku dan perasaannya.

Bagaimana dengan keluarga kami, bagaimana dengan lingkungan kami, dan bagaimana dengan masa depan kami. Pikiran-pikiran itu terus memenuhi kepalaku.

Rintik-rintik hujan kini semakin deras. Aku sudah tidak bisa membedakan apakah itu air hujan atau air mata yang membasahi wajah Kyuhyun. namun warna matanya yang memerah membuatku yakin Kyuhyun masih menangis.

"Kyuhyun-ah.." Aku kembali membuka mulutku. Kukumpulkan semua keberanianku untuk bicara padanya dan mengambil keputusan ini.

"Ini tidak boleh.." Dadaku mendadak nyeri.

".. Kita tidak boleh begini. Kau tau sendiri bagaimana orang tua kita.. aku tidak ingin kau semakin tersakiti.. pikirkan juga masa depanmu." Jika memang ini keputusan yang kuanggap benar, lalu kenapa perasaan tidak enak ini tiba-tiba menyerang hatiku. Perasaan yang entah kenapa membuatku seperti menyesal.

Kyuhyun yang menundukkan kepalanya hanya terdiam. Dengan perlahan kakiku menuntunku untuk mendekatinya. Kedua tanganku meraih bahunya dan merengkuhnya ke dalam pelukanku.

Tuhan, dia semakin terisak. Apakah aku menyakitinya?

"Maafkan aku.." Kataku membelai lembut rambutnya yang basah.

*End of Flashback*

Kyuhyun yang tengah tengkurap di tempat tidurnya menghela nafas panjang. Ia lelah tadi harus berpura-pura baik-baik saja di depan Ahra. Che, Kyuhyun menertawakan pikirannya sendiri. Bukankah selama ini dia memang harus terus berpura-pura di depan semua orang? … kecuali..

Kyuhyun menggelengkan kepalanya untuk menghapus pikiran itu dari otaknya. Kejadian tadi siang sudah cukup membuatnya hampir kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Mungkin ia memang bodoh. Kyuhyun terlalu berharap pada Siwon. Ia terlalu menggantungkan perasaannya pada pemuda itu. ia juga tidak pernah memikirkan reaksi keluarganya jika mengetahui hal ini. sungguh bodoh.

Kyuhyun segera teringat ponselnya. Ia mencoba mencari-cari ponselnya itu. mungkin tertinggal di ruang tv tadi. Kyuhyun segera beranjak dari tempat tidurnya dan turun ke bawah.

"Noona.." Panggilan Kyuhyun mengagetkan Ahra yang tengah mengutak-atik ponsel Kyuhyun. sontak ponsel itu lepas dari genggamannya dan jatuh ke lantai. Dengan sigap Kyuhyun segera mengambilnya.

Mata Ahra membulat dengan sempurna. Ia tidak menyangka Kyuhyun akan datang dengan tiba-tiba. Melihat ekspresi wajah Ahra yang seperti ketakutan, Kyuhyun segera memeriksa ponselnya itu. Di layar ponsel terlihat sebuah pesan yang terbuka. Pesan itu adalah salah satu pesan dari Siwon.

"Kyuhyun? Ahra? Kalian berdua sedang apa?" Tiba-tiba Mrs. Cho yang datang dan terlihat heran melihat kedua buah hatinya tengah berada di ruang tv.

"Umma. Aku akan masuk kamar." Kata Kyuhyun sembari membungkuk memberi hormat pada sang ibu dan berjalan ke kamarnya namun sebelumnya ia sempat melirik ke arah Ahra yang masih terlihat shock.

"Apa Ayahmu sudah pulang?" Tanya Mrs. Cho sembari duduk disamping Ahra.

Ahra berdehem sebentar untuk mengembalikan suaranya yang sempat tercekat.

"Belum, Umma." Jawab Ahra dengan kaku.

"Kenapa kau tegang sekali. Apa kau bertengkar lagi dengan Kyuhyun?" Tanya Mrs. Cho sembari mengusap rambut panjang putri sulungnya itu.

Ahra menggeleng pelan.

"Kau sakit?" Tanya Mrs. Cho lagi.

Ahra kembali menggeleng. Mrs. Cho tertawa kecil.

"Ahra, kapan kau akan memperkenalkan kekasihmu pada Umma?" Tanya Mrs. Cho masih mengusap lembut rambut Ahra.

Ahra hanya tersenyum menanggapi pertanyaan ibunya. Mengenalkan kekasih? Ahra hanya menghela nafas dalam hati. Bahkan calon targetnya saja ia curigai punya hubungan khusus dengan adiknya.

oOo

Satu bulan berlalu begitu saja, sejak kejadian itu Kyuhyun tidak pernah membalas sms maupun telpon dari Siwon. Sementara Siwon yang sekarang sudah sibuk dengan aktivitas kuliahnya tidak bisa menyempatkan diri untuk menemui Kyuhyun. Pemuda itu sudah berkali-kali mencoba menghubungi Kyuhyun, tetapi sepertinya Kyuhyun menghindarinya.

"Hey.." Kyuhyun yang tengah asyik bermain game menggunakan ponselnya mendongakkan kepala.

"Hey.." Sapa Kyuhyun pada Ryeowook, teman satu kelasnya.

Ryeowook segera mengambil tempat duduk di samping Kyuhyun yang kembali tenggelam dalam gamenya.

"Jadi.. bagaimana hubunganmu dengan Siwon hyung?" Tanya Ryeowook tiba-tiba.

Terdengar kata "Game Over" dari ponsel Kyuhyun ketika pemuda itu mendelik ke arah Ryeowook yang menyeringai puas.

"Kenapa kau tiba-tiba bertanya begitu?" Tanya Kyuhyun kesal karena ia kalah dalam game itu.

"Kau tidak makan siang?" Tanya Ryeowook yang tengah mengeluarkan bekal makan siangnya.

Bel waktu istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Murid yang lain memilih untuk memakan bekal mereka di kelas dan ada juga yang keluar untuk sekedar ke kantin atau ke perpustakaan.

Kyuhyun yang sedang tidak mood memilih untuk mengeluarkan ponselnya dan bermain game. Lalu tiba-tiba Ryeowook yang entah datang darimana mengganggunya dengan menanyakan mengenai hubungannya dengan Siwon hyung.

"Aku tidak lapar." Jawab Kyuhyun dengan cemberut.

Ryeowook meletakkan sumpitnya kembali dan menggunakan tangannya untuk mencubit pipi kiri Kyuhyun.

"Aish, dongsaengku ini marah rupanya." Goda Ryeowook.

"Yah!" Kyuhyun segera menangis tangan Ryeowook dari pipinya.

"Kudengar Siwon hyung sudah kuliah di Inha university. Kau pasti sering main ke apartemennya." Ujar Ryeowook sembari memasukkan makanan ke mulutnya. Pipinya yang biasanya agak cekung kini terlihat penuh.

"Aku tidak tau." Jawab Kyuhyun singkat.

Ryeowook memiringkan kepalanya heran.

"Kau.. tidak tau? Tsk, tsk, tsk. Jangan bohong padaku. Masa' kau tidak tau?" Kata Ryeowook dengan nada tidak percaya.

"Aku kehilangan kontak dengannya 2 minggu ini." Kata Kyuhyunsambil menghela nafas.

"Wae? Terjadi sesuatu dengan kalian?" Tanya Ryeowook.

Kyuhyun hanya terdiam tetapi kemudian ia menggeleng pelan.

"Entahlah. Sudah hampir 1 bulan ini aku selalu menghindarinya." Kata Kyuhyun.

Ryeowook meletakkan sumpitnya kembali.

"Dengar, Kyuhyun-ah. Aku tidak tau ada masalah apa diantara kalian berdua, tapi kau tidak seharusnya menghindarinya seperti itu." Kata Ryeowook menasehati.

"Mungkin aku tidak usah berhubungan lagi saja dengan Siwon hyung." Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling kelas.

"Oh, ayolah. Kalian berdua terlihat cocok." Kata Ryeowook yang kembali sibuk dengan makanannya.

"Terlihat cocok saja tidak cukup." Kyuhyun segera beranjak dari tempatnya duduk.

"Yah! Kau mau kemana?" Tanya Ryeowook ketika melihat Kyuhyun berjalan keluar kelas. Namun pemuda itu sepertinya tidak menghiraukannya.

Kyuhyun segera membasuh wajahnya menggunakan air dingin begitu ia sampai di toilet. Dadanya masih terasa sakit ketika mendengar nama Siwon. Memorinya mengenai kejadian siang itu masih ia ingat betul.

'Ayo Kyuhyun! kau pasti bisa melupakannya!' kata Kyuhyun dalam hati menyemangati dirinya sendiri.

Waktu berlalu sangat cepat. Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi. Kyuhyun segera membereskan buku-bukunya dan berjalan ke arah gerbang sekolah dimana supirnya biasa menunggu.

Kyuhyun sudah akan masuk ke dalam mobil ketika ia melihat sesosok yang menurutnya sudah tidak asing. Kyuhyun memandang seseorang yang berdiri di sebuah pohon itu. Orang itu memakai kacamata hitam dan sebuah mantel. Didepannya terparkir sebuah mobil sedan audi berwarna putih.

SW 407.

Of course; because I want you sincerely, I am standing in front of you as if I pray

Orang itu akhirnya menoleh ke arah Kyuhyun yang tengah memandangnya.

"Tolong tunggu sebentar." Kata Kyuhyun pada supirnya. Dengan ragu-ragu Kyuhyun berjalan untuk menghampiri orang itu.

Kyuhyun berdiri di depan pemuda yang lebih tinggi darinya itu.

"Apa yang hyung lakukan disini?" Tanya Kyuhyun sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket.

Musim dingin sepertinya sudah akan datang.

Pemuda itu melepaskan kaca mata hitamnya dan menatap tepat ke arah kedua mata Kyuhyun.

Grep.

I went to your own world riding soft wind and reached next to you

My steps will head toward you, and I believe you with my heart every day

Kyuhyun menahan nafasnya ketika merasakan orang itu memeluknya. Tidak peduli ketika beberapa murid yang lain lewat dan memandang ke arah mereka berdua.

"Aku merindukanmu." Ucap pemuda yang bernama Siwon itu berbisik tepat disamping telinga kiri Kyuhyun.

Kyuhyun akhirnya menghela nafasnya yang ia tahan selama ini.

Mungkin melupakan masih terlalu sulit bagi Kyuhyun.

oOo

"Umma, bolehkah aku pergi akhir pekan ini?" Tanya Kyuhyun pada Ibunya yang tengah membaca buku di teras samping rumah.

Mrs. Cho meletakkan bukunya dan memandang ke arah putranya yang duduk disampingnya.

"Tapi biasanya Ayahmu akan mengajakmu ke kantor setiap akhir pekan." Kata Mrs. Cho.

Kyuhyun meraih tangan Mrs. Cho dan menggenggamnya lembut. Kyuhyun jarang sekali melakukan hal seperti ini.

"Itulah kenapa aku ingin Umma membujuk Aboeji untuk mengijinkanku pergi." Kata Kyuhyun dengan tersenyum.

Mrs. Cho tertawa kecil melihatnya.

"Uhm, baiklah. Memangnya kau ingin pergi kemana?"

"Siwon hyung mengajakku untuk melihat apartemen barunya. Umma tau kan Siwon hyung baru saja masuk kuliah." Jelas Kyuhyun.

Mrs. Cho menatap kedua bola mata Kyuhyun yang entah kenapa terlihat.. lebih hidup. Mrs. Cho membelai tangan Kyuhyun yang membelainya.

"Kalian berdua terlihat dekat." Ujar Mrs. Cho pelan.

oOo

"Jadi apa alasanmu untuk pergi hari ini?" Tanya Siwon sambil memakai sabuk pengamannya.

Kyuhyun sudah mengutak-atik dvd player ketika Siwon mulai menjalankan mobilnya.

Hari minggu pagi itu Siwon menunggu Kyuhyun di depan sekolahnya. Malam sebelumnya Siwon mendapat sms dari Kyuhyun yang mengabarkan bahwa ia diijinkan pergi akhir pekan itu.

Lagu bergenre ballad dari EXO K yang berjudul 'Into your world' mengalun dari dvd player itu.

Kyuhyun menyandarkan kepalanya menikmati lagu sebelum menoleh ke arah Siwon.

I wish I could walk falling into pace with you, even if I have the chance only one time.. one time

"Umma membantuku kali ini. Dia berbohong kalau aku harus mengerjakan tugas kelompok bersama temanku." Kata Kyuhyun menjawab pertanyaan Siwon.

Siwon hanya mengangguk dengan tersenyum. Matanya focus pada jalanan di depannya.

Suasana mobil kembali hening. Mereka berdua masih canggung dengan masing-masing.

Siang itu, ketika Siwon tiba-tiba datang ke sekolah Kyuhyun dan memeluknya dan mengatakan bahwa ia rindu padanya dan.. Kyuhyun tidak lagi ingat bagaimana bisa ia menyetujui ajakan Siwon untuk ikut ke apartemennya.

"Bagaimana sekolahmu?" Tanya Siwon memecah keheningan.

"Baik-baik saja." Jawab Kyuhyun singkat.

Kembali hening. Akhirnya Kyuhyun memilih untuk mengeluarkan ponselnya dan bermain game.

"Aku senang akhirnya kau mau ikut denganku." Ucap Siwon.

Seketika itu juga terdengar kata "Game Over" dari ponsel Kyuhyun ketika yang bersangkutan mendadak beku.

The reason that I happy is, even though I lost eternal life

The reason is that eternal life is from you from now.. Eternally love

oOo

Sesampainya di apartemen Siwon, mereka berdua segera meletakkan beberapa kantung belanjaan ke dapur. Sebelumnya mereka sempat mampir ke sebuah Mall yang berada di dekat situ. Kyuhyun yang tidak tau apa-apa soal memasak hanya mengikuti Siwon memilih bahan makanan untuk dimasak di apartemen Siwon nanti.

"Hmm.. kau ingin makan apa hari ini?" Tanya Siwon sambil mengeluarkan isi belanjaannya.

"Terserah hyung saja." Jawab Kyuhyun yang masih melihat-lihat ke sekeliling apartemen Siwon.

Apartemen itu terdiri dari 2 kamar, sebuah kamar mandi, dapur dan ruang tamu. Kyuhyun cukup terkesima melihat keadaan apartemen yang terlihat sangat rapi. Berbeda sekali dengan kamarnya yang berantakan.

Cat berwarna putih dan hitam mendominasi apartemen mewah itu. Beberapa perabotan dan fasilitas lainnya tersedia lengkap disitu. Tentu saja mengingat keluarga Siwon yang juga berkecukupan untuk sekedar menyewa apartemen seperti ini.

Sambil menunggu Siwon yang tengah memasak sesuatu, Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk kembali bermain game menggunakan ponselnya. Siwon memang melarangnya untuk ikut memasak karena pemuda itu tau sekali Kyuhyun tidak bisa nelakukan apa-apa untuk membantunya.

Tiba-tiba terdengar bel pintu berbunyi. Kyuhyun mengernyitkan dahinya tapi ia tetap tidak begeming dari layar ponselnya hingga akhirnya Siwon menyuruhnya untuk membukakan pintu. Dengan malas Kyuhyun segera berjalan menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang.

"Um, Hi. Apa Siwon Oppa ada?" Kyuhyun hanya mengedipkan kedua matanya dengan bingung ketika melihat seorang gadis yang cukup tinggi berdiri di depan pintu apartemen Siwon.

Gadis itu hanya memakai kaos putih yang terlihat terlalu besar untuk ukuran tubuhnya dan sebuah hotpants yang sangat pendek memperlihatkan kaki mulusnya.

'Siapa gadis ini?' Tanya Kyuhyun dalam hati.

"Dia ada di dalam." Kata Kyuhyun sembari mempersilahkan gadis itu masuk. Dengan senyuman menghiasi wajahnya, gadis itu segera masuk ke dalam apartemen dan berteriak-teriak memanggil nama Siwon.

Kyuhyun tidak suka melihat gadis itu.

"Siwon Oppa!" Panggil gadis itu girang ketika akhirnya melihat Siwon sedang memasak di dapur.

Siwon yang sedang memotong sesuatu pun mendongak dan mendapati tetangga sebelahnya sudah berdiri di depannya.

"Oh, Sooyoung-sshi." Sapa Siwon dengan ramah.

Kyuhyun hanya memperhatikan mereka berdua dari pintu dapur. Ia menatap gadis itu dengan sinis. Dan sepertinya Siwon menyadari hal itu ketika tiba-tiba Siwon memperkenalkan gadis itu.

"Kyuhyun-ah, perkenalkan ini tetangga sebelahku, Sooyoung-sshi. Sooyoung-sshi, perkenalkan ini Kyuhyun." Kata Siwon tersenyum.

"Siwon Oppa, sudah kubilang berapa kali untuk memanggilku Sooyoung saja." Kata Sooyoung sambil mengerucutkan bibirnya.

"Annyeong, Kyuhyun-sshi." Sapa Sooyoung sambil melambaikan tangannya pada Kyuhyun.

"Annyeong." Balas Kyuhyun singkat.

"Oh iya Oppa, laptop ku tiba-tiba saja mati, padahal aku sedang mengerjakan tugas. Tolong lihat laptop ku sebentar." Kata Sooyoung dengan nada manja.

Kedua mata Kyuhyun membulat sempurna ketika melihat gadis itu memeluk lengan Siwon.

"Aku akan main game lagi saja." Kyuhyun melambaikan ponselnya sebelum kembali ke tempatnya duduk semula.

Dada Kyuhyun seperti bergemuruh melihat Siwon yang terlalu akrab dengan gadis itu. kenapa Siwon juga tidak keberatan ketika gadis itu memeluk lengannya atau memanggilnya 'Oppa' dengan manja.

Kyuhyun sudah tidak mood main game dan hanya duduk bersandar di sofa ruang tamu ketika Siwon akhirnya kembali dari apartemen Sooyoung.

"Maaf aku meninggalkanmu sebentar. Ayo kita makan. Makanan sudah siap." Ajak Siwon sambil menarik tangan Kyuhyun agar beranjak dari sofa.

Kyuhyun yang memang merasa lapar pun tidak menolak dan hanya mengikuti Siwon ke dapur.

Beberapa hidangan sudah tersaji dengan rapi di meja makan. Kyuhyun segera mengambil tempat duduk dan mengambil sumpit dan sendok yang tergeletak di meja.

"Kenapa melihatku seperti itu?" Tanya Kyuhyun ketika menyadari Siwon memperhatikannya sedari tadi.

Siwon tersenyum sebelum mengambilkan nasi untuk Kyuhyun.

"Raut wajahmu terlihat aneh. Kau cemburu dengan Sooyoung?" Goda Siwon dengan tertawa kecil.

Kyuhyun mengerutkan alisnya.

"Kenapa aku harus cemburu? Aku kan bukan siapa-siapanya hyung." Jawab Kyuhyun. Ia seperti ingin menggigit lidahnya karena bekerja lebih cepat dari otaknya.

Siwon mendadak menghentikan tangannya yang sedang menyendokkan soup ke dalam mangkok Kyuhyun. Ia tersenyum getir.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Apa yang Kyuhyun katakan itu benar kan? Kenapa jadi canggung begini.

"haha.. Oh iya bagaimana kalau sehabis ini kita menonton film. Hyung punya film bagus." Akhirnya Siwon pura-pura tertawa itu mencairkan suasana yang terasa canggung bagi mereka berdua.

Kyuhyun hanya mengangguk menyetujui.

Entah apa yang mereka tonton Kyuhyun sama sekali tidak memperhatikan. Setelah makan siang tadi ia justru mengantuk. Kini mereka berdua tengah duduk di atas sebuah karpet di dalam kamar Siwon.

Kyuhyun menyandarkan kepalanya pada tempat tidur Siwon dengan Siwon yang duduk disampingnya.

"Kau mengantuk?" Tanya Siwon menoleh pada Kyuhyun yang dilihatnya sudah tidak focus pada film yang mereka tonton.

Kyuhyun menggeleng.

Tiba-tiba sebuah tangan menarik kepala Kyuhyun agar menyandar pada bahu tegap Siwon. Kyuhyun hanya diam dan menurut saja.

Tak lama terdengar suara helaan nafas panjang Siwon. Kyuhyun mendongakkan kepalanya sedikit untuk menatap wajah Siwon yang begitu dekat dengannya. Kyuhyun bisa mencium aroma tubuh Siwon yang menguar dari lehernya. Aroma maskulin yang sangat menenangkan.

"Mianhamnida…" Ujar Siwon setengah berbisik.

Kyuhyun mengernyitkan alisnya mendengar hal itu. namun ia memutuskan untuk diam dan menunggu Siwon melanjutkan.

"Aku tidak seharusnya melakukan ini padamu.. tapi.." Siwon tidak tau bagaimana harus melanjutkannya.

Kyuhyun semakin menenggelamkan wajahnya di antara lekukan leher dan bahu Siwon.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi Siwon segera melingkarkan tangan kirinya pada pinggang Kyuhyun dan membawa pemuda itu semakin erat ke dalam pelukannya.

Mungkin kata-kata tidaklah begitu penting, kehadiran Siwon disampingnya saja sudah cukup bagi Kyuhyun. Meskipun hatinya luka, meskipun semua ini adalah sia-sia..

I will protect you against strong wind as your guardian

Even if everyone turns their back against you

And if I could be a person who wipe tears of your eye in a hard day

oOo

Hari demi hari berlalu begitu cepat. Sejak hari itu, secara berkala Kyuhyun akan datang untuk mengunjungi Siwon di apartemennya atau Siwon yang akan 'menculik' Kyuhyun sepulang sekolah. Siwon akan mengajak Kyuhyun ke tempat-tempat indah yang belum pernah ia kunjungi.

Meskipun pada akhirnya Kyuhyun akan mendapat hukuman dari Ayahnya jika pulang terlambat. Klise memang. Kyuhyun merasa bahwa perasaannya pada Siwon semakin tumbuh dan menyesakkan dadanya.

Setiap mereka pergi ke suatu tempat Siwon akan selalu menggandeng tangannya atau bahkan melingkarkan tangannya pada pinggang Kyuhyun. Mereka bukan sepasang kekasih. Uhm, belum. Atau tidak.

Yang jelas Siwon tidak pernah mengatakan 'cinta' atau 'suka' padanya. Kyuhyun tidak pernah mempersalahkan hal itu. Ia sudah cukup merasa bahagia dengan hubungan mereka yang tanpa nama ini.

Dan tentu saja tidak ada yang mengetahui hubungan mereka ini kecuali mereka sendiri dan Tuhan. Mereka akan selalu berusaha bertemu secara sembunyi-sembunyi dan membungkam mulut mereka rapat-rapat.

Musim dingin tahun ini datang lebih awal. Kyuhyun mendapat hadiah mantel bulu baru dari Siwon. Siwon tidak menjelaskan apa-apa mengenai hadiah itu, ia hanya memberi pesan agar Kyuhyun menjaga kesehatannya.

Kyuhyun selalu berharap agar Siwon tidak memberikan perhatian yang berlebihan padanya. Ia tidak ingin berharap terlalu banyak. Ia tau bahwa hubungan ini pada akhirnya akan menyakiti mereka berdua. Cepat atau lambat.

Kyuhyun mendapat ciuman pertamanya di bawah sebuah pohon sakura yang tertutup salju. Siwon bilang ia perlu membeli sebuah buku di dekat kampusnya. Kyuhyun hanya mengerucutkan bibirnya dan mengikuti pemuda itu.

Mereka harus berjalan melewati beberapa blok untuk mencapai toko buku itu dari apartemen Siwon. Sepulang dari toko buku, Siwon membelikan Kyuhyun segelas coklat panas dan segelas kopi untuk dirinya sendiri.

Mereka kemudian berhenti di sebuah taman yang tertutup salju dimana-mana. Lampu-lampu jalan mulai menyala menandakan hari sudah mulai petang. Kyuhyun memasukkan tangan kirinyanya ke dalam saku jaket sementara tangan kanannya memegang coklat panasnya.

Tidak banyak yang lewat di sekitar situ karena udara di luar memang tidak main-main dinginnya. Kyuhyun menghirup coklat panasnya yang mengeluarkan uap panas ketika ia sadar bahwa Siwon tengah menatapnya.

"Wae? Ada yang salah dengan wajahku?" Tanya Kyuhyun heran melihat Siwon yang tersenyum menatapnya.

"Ada sesuatu disini." Jawab Siwon dengan tangannya yang mengusap pelan bibir bawah Kyuhyun dan..

Cup.

Tak berapa lama tangan Siwon itu digantikan oleh bibirnya yang lembut. Kyuhyun memejamkan kedua matanya erat. Waktu serasa berhenti kala itu. Kyuhyun tidak peduli sekitarnya lagi. Ia hanya bisa merasakan bagaimana lidah lembut Siwon menyapu mulutnya yang hangat. Perpaduan antara kopi dan coklat memenuhi indra pengecap Kyuhyun.

Gelas coklat panas Kyuhyun sudah terlepas dari genggamannya dan terjatuh di tanah ketika akhirnya mereka melepaskan satu sama lain. Siwon mengusap lembut pipi Kyuhyun yang memerah menggunakan ibu jarinya.

You are more radiant to me than Michael

Just like the first human who got into step to the Eden

I'm eternally love

There's no place I can go back because I am loving you already..

oOo

PLAKK.

"Aboeji!" Ahra berteriak ketika melihat Mr. Cho mendaratkan sebuah tamparan keras pada pipi kanan Kyuhyun.

"Diam!" bentak Mr. Cho tanpa menatap ke arah Ahra sedikit pun.

Kyuhyun yang jatuh terduduk di lantai hanya meringis kesakitan akibat tamparan itu. ia tidak tau apa yang membuat Ayahnya semarah ini. ia baru saja pulang sekolah dan langsung disambut oleh Ayahnya yang marah.

"Apa-apaan ini Kyuhyun!" Bentak Mr. Cho tidak sabar.

"Apa salahku?" Tanya Kyuhyun tenang. Ia bisa merasakan mulutnya sedikit berdarah.

"Salahmu? Jadi kau masih belum mau mengakuinya dan tetap berpura-pura aku tidak tau segalanya? Hah? Kau sering bolos sekolah dan pulang terlambat. Kau pikir bisa menyembunyikan semuanya dariku?" Mr. Cho menarik dagu Kyuhyun agar menatapnya.

"Mau jadi apa kau ini? kau hanya mau jadi orang yang tidak berguna yang cuma menyusahkan Aboeji saja? Hah?"

Kyuhyun menatap ke kedua mata sang Ayah tanpa ekspresi apapun.

"Memangnya kenapa? Seperti Aboeji peduli." Jawab Kyuhyun datar.

PLAKK.

Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi kanan Kyuhyun. Pemuda itu kembali merasakan perih di pipi yang sama.

"Mulai besok kau tidak perlu pergi ke sekolah lagi. Kau akan mengikuti Homeschooling lagi." Kata Mr. Cho sembari membenarkan kemejanya.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya untuk menatap ke arah sang Ayah.

"Aboeji.." Panggil Kyuhyun memohon.

Tidak. Tidak mungkin. Ini berarti Kyuhyun tidak bisa pergi ke sekolah lagi. Ini berarti Kyuhyun tidak bisa.. bertemu Siwon lagi.

Ahra yang memperhatikan semua itu hanya bisa melongo tidak percaya. Kenapa Aboeji memperlakukan Kyuhyun seperti ini. mengekangnya dan melarangnya melakukan apa yang bocah itu suka.

"Ini hukuman yang kau dapat karena melanggar peraturan yang aku buat." Ucap Mr. Cho tegas.

And if I could be a person who wipe tears of your eye in a hard day

To be continue..

Annyeong~ Fiuh.. akhirnya saia apdet sodara-sodara.. ga tau kenapa sekarang saia jadi ribet orangnya -_- setelah membuat 3 versi chapter ini sekaligus, akhirnya saia memutuskan untuk memakai yang ini.

Kekeke~ maaf lama. Masihkah ada yang ingat?

Oh iya, kalimat dalam bahasa inggris yang saia bold dan Italic itu adalah penggalan lirik lagu 'Into Your world' nya EXO K. *oke, saia emang lg jatuh cinta sm itu bb* kekeke

Ga urut dan cuma saia cuplik yang penting saja.

Uhhmm.. saia baca-baca kabar katanya sekarang banyak ff yang dihapus oleh admin ffn? O_O
Tapi, seperti status fb saia beberapa minggu yang lalu, SAIA AKAN BERTAHAN DI FFN :D

Terima kasih untuk yang sudah review maupun membaca fanfic saia ^O^ I really appreciate it.

Mind to Read n Review?

Dengan cinta,

Mutmut chan …..muah *ketjupbasah* #PLAKK