"Oh, begitu toh. Terus gua harus loncat dari menara eiffle, selfie bareng Lionel Messi sambil makan bon cabe ditaburin ke es krim loncat indah ke kolam renang, gitu?!" kagak nyambung sumpah. Lyon hanya cengo dengan mulut turun lima centimeter ke atas /pikirinsendiri

"Iya maksudnya bukan gitu. POKOKNYA LU HARUS NGEJAUH DARI JUVIA, NGERTI KAGAK SIH?!"

"Woles Lyon, selow. Aku mengerti kok maksudmu. Orang pintar kan minumnya tolak api, air, angin, tanah" ucap Gray memaut jarak kira-kira satu centimeter. Semakin naiklah emosi si kakek ubanan sok gaul

"BUKAN JARAKNYA. LAGIAN, APA COBA ARTI SATU CENTIMETER, HAH …?!"

"Marah-marah itu tidak baik. Satu centimeter artinya berpindah jarak satu centimeter, masa begitu saja gagal paham? Sepertinya kamu lapar, ambil sn****r" wajah Lyon tidak berubah jadi lebih ganteng atau tambah jelek. Justru berevolusi ke macan betina terserang PMS

"Siapa yang butuh makanan?! Sekarang sudah chapter akhir, seriuslah sedikit. Berhenti main iklan dan lanjutkan pertarungan kita!"

"Oke kalau begitu. Gunting, batu, kertas …! Oke gue menang, satu kosong ya"

"Ya dewa bantulah kami" kemudian terdengarlah lagu tung tanramtamtam uttarann … rupanya Lyon cocok menggantikan peran nenek Tamasya naik delman keroyokan pergi ke bulan

Tinkel tinkel litel setar. Setar membahana badai halilintar … (tiba-tiba hand phone Lyon bunyi. Ya you know lah itu lagu apa dan siapa yang nyanyi)

Oke, ternyata paman yang menelpon. Apapun boleh asalkan bukan operator bilang 'pulsa Anda habis'. Jelas Lyon senang bukan kepalang, dia mendapat bantuan gratis untuk menghadapi Gray. Mereka diminta menghadap termasuk Juvia. Suasana di kantor sangat mencengkam, bahkan hordeng sengaja ditutup demi menciptakan nuansa angker. Karena gelap si raven memutuskan menyalakan lampu, bahkan senter diikut sertakan supaya tambah ramai.

CTEK!

"Akhirnya terang juga" Gray sekalian membuka hordeng di seluruh ruangan. Bayangkanlah betapa terang kantor paman sekarang

"SILAUUU! Apa-apaan kamu? Menyalakan lampu, senter, hordeng juga dibuka. Paman menutupnya karena panas, nanti kulit saya gosong bagaimana?!"

"Makanya pake pelindung sinar yuviei dan yuvibi. Saya lupa namanya, tapi banyak kok di supermarket" sekalian aja yufo dan yufi! Paman menggelengkan kepala pusing, kok bisa ya ada orang seperti Gray?

"Kalau gosong jadi paman kelamaan dibakar" celetuk Lyon membuat suasana hening seketika. Juvia cengo mendengarnya. Gray pura-pura gudeg

"Sudah cukup bercandanya! Gray. Paman minta dengan sangat jauhi Juvia. Sekarang sudah ada Lyon, tugasmu selesai sampai di sini" kelar juga kagak … eh malah ikutan jadi otak-otak

"Terus saya harus bagaimana? Jungkir balik teriak hore hore berhasil!? Abis itu coret seragam dan dapat pengumuman hari Senin diulang dua kali? Maaf, tetapi …" di sini yang membuat deg-degan. Bukan paman jatuh cinta sama Gray lebih-lebih minta tanggung jawab, sesuatu gitu deh rasanya

"Tetapi …"

"Iya?"

"Tetapi …"

"CEPAT BILANG! KAMU MAU BIKIN SPASI PERCAKAPAN SAMPE BERAPA?!"

"Tetapi … memang aku terlalu tiga W yaitu wow, wow, wow alias triple wow yang very very wow, wow, wow untuk paman"

Seketika muntah bertebaran harum di sekeliling ruangan. Gray yang sadar salah skenario segera berganti ucapan.

"Tetapi … aku mendapat panggilan alam dan harus menggali emas demi menghidupi keluarga tercinta. Sampai jumpa, paman" bilang mau BAB aja susah banget. Pakai deskripsi segala

Pertemuan mereka berakhir dengan tidak elitnya. Udah gini aja? Kagak ada civil war antar Gruvia atau Lyvia? Supporter? Tiket nonton? Lapangan? Bola sepak? Rebutannya mana?! Udah ah, bawal banget. Lyon yang sumringah merayakan keberhasilan ini sendirian, yakni minum sebotol coca-cola eh taunya kecap asin, jadilah dia darah tinggi namun tak pernah mencapai pujaan hati. Ooohhhh … ohhhh … ohhhh … begituuu toh …

Omong-omong Lyvia itu siapa ya? Bagi yang belum tau, jelaslah nama cewek!

Keesokan harinya …

Walaupun sudah diperingati, Gray bersikukuh mendekati Juvia yang menempel terus dengan Lyon. Kenapa pula calon tunangannya harus balik? Kenapa kagak tinggal di Amerika? Savana sekalian biar reuni sama keluarga, akhirnya mereka hidup bahagia selama-lama-lama-lama-lamanya … tidak sampai negara timurran menyerang. Dia terpaksa pindah lagi ke Magnolia dan Gruvia sudah menikah bahkan punya cucu-cicit /cepetamat.

Jadilah Gray dijuluki tukang tikung motor ninja hattori.

"Juvia. Kenapa kamu terus menghindar dariku? Iya aku mengaku belum mandi, ta-tapi sudah pakai parfum satu botol penuh kok, campur dow*y malah! Rasakanlah aroma parfum ala Prancis" tau dah darimana. Intinya Gray belum mandi, itu aja

"Atau mungkin karena aku terlalu tampan untukmu?"

"Jelas Lyon Vastia! Kalau diibartkan kamu kain pelnya, aku Cinderella yang diajak berdansa sama pangeran"

"Aku adalah mawarnya, kamu duri yang menganggu hubungan kami. Dasar singa jadi-jadian!"

"Buruk rupa! Aku tidak mau menjadi Belet-mu!"

"Melet-ku itu Juvia bukan kamu! Aku juga tidak mau menjadi Alayudin"

"Siapa juga yang mau jadi Jasemir! Aku sendiri tak sudi menjadi Auraroh!"

"Apa?! Siapa juga yang mau mencium bibirmu! Aku tidak ingin menjadi pangeran maupun kerudung merah. Bertemu serigala sepertimu merupakan kesialan di antara kesialan yang sangat, sangat sial dan super sial!"

"Kalau aku jadi serigala, akan ku goreng kamu jadi telur koreng di atas perapian! Daripada menjadi serigala, peran yang pantas untukku adalah pangeran Cinderella"

"Sayang aku menolak keras menjadi Cinderella! Saat berdansa denganmu akan kubanting kau sampai KO IT! Ketika sepatu kacanya ditemukan, kamu kulaporkan ke polisi atas tindak pelecehan seksual. Enak aja mau mengintip daleman orang"

"Kalau gitu lu jadi labu aja deh puas?!"

"Kenapa kagak lu aja? Kepalamu mirip labu gitu, hahaha …!"

"Memangnya kepala gua bulat lonjong apa?! Lu jadi ibu peri gua juga kagak terima. Lebih pantas banci kalengan di taman lawang"

"BERHENTI BERTENGKAR. KITA TERLAMBAT MASUK SEKOLAH KARENA DEBAT PRINCESS ANEH KALIAN! Padahal sudah jelas Juvia yang menjadi Cinderella, Levi-sama adalah pangerannya dan kami hidup bahagia di istana"

"Di cerita kerudung merah. Serigalanya Levi-sama tapi tidak jadi memakan Juvia, kami menikah dan punya sepuluh anak!" bayangin aja manusia sama serigala gimana ikkeh ikkeh-nya. Ini misteri dunia ke sembilan

"Kalau di cerita Alladin. Lyon jadi karpetnya, Gray jin yang mengabulkan segala keinginan Levi-sama. Juvia adalah Jasmine!"

Dalam hatinya Lyon hanya bisa meringis, 'calon tunangannya siapa, yang dijadiin pangeran siapa. Aku mah apa atuh cuma selingkuhan kamu …'. Bagi yang baper bisa makan dulu sambil lanjut baca cerita gaje ini.

Pulang sekolah …

Mereka tetap nekat ke sekolah meski dimarahi habis-habisan, dibanding tertangkap basah nongkrong di warung kopi minum kapal api? Bisa-bisa disuruh perang sama Aang. Seperti biasa pukul satu tepat bel pulang berbunyi. Gray masih keras kepala mendekati Juvia. Padahal sudah diusir pakai bay**n, wan pus pave, stella minimatik room, HIT, tetap aja kagak mati-mati (dikata manusia satu family dengan nyamuk).

"Juvia. Aku mengerti jika badanku bau karena SKMS yaitu sistem kebut mandi semenit. Besok jangan menjauh dariku lagi ya? Janji deh akan mandi kembang tujuh rupa tujuh hari tujuh malam" berarti bohong dong soal pake parfum itu

"Juv, Juv …"

"Apaan sih Juv jus jav jup jap jup jap?! Menjauh dariku Gray, kalau tidak … DOUJINSHI PEMBERIANMU AKAN DIBAKAR SAMA AYAH"

"Ternyata kamu menghargai pemberian dariku … terima kasih, Juvia"

"Sudah selesai reuninya? Oke Juv, ayo kita pulang dan merayakan semua ini"

SREKKK!

Tiba-tiba Gray menarik lengan Juvia. Tangannya erat mengenggam wanita itu agar Lyon tidak bisa merebut.

"Se-sebenarnya ada yang ingin kukatakan kepadamu! Juvia … aku sadar kamu terlalu ganteng buatku"

Krik … krik … krik …

~Ralat~

"Juvia … aku … aku sadar telah jatuh cinta kepadamu! Me-memang aku bukan Levi-sama yang pandai bergelantung kayak monyet dikejar badak. Aku juga bukan Eren Jeger-Jeger yang teriakannya membuat bumi hancur. Aku bukan maniak kentang kayak tepung bumbu Shasha. Aku bukan Mikasa Angkerman yang sekali melotot pesawat meledak. Aku bukan Armin Arlort yang suka jualan arloji, tapi …"

"Biarkan aku mencintaimu sebagai Gray Fullbuster! Ba-bahkan sejak divigaro pake bahasa Prancis, aku sudah jatuh cinta"

"Terimalah cintaku! Kalaupun ditolak … ku harap kamu bahagia bersama singa jadi-jadian! Lyon, kalau lo ketahuan menerkam Juvia, cepat muntahkan lagi sebelum perutmu kubelah menggunakan golok!"

"Zzzzz …"

"Lho, Juvia kok malah tidur?!" padahal Gray udah capek-capek sampai mulut berbusa. Balado sudah hati ini

"Kenapa Gray? Juvia bosan mendengar ceramah anehmu"

"Juvia, meskipun aku bukan cowok dua dimensi seperti Levi-sama kebanggaanmu. Kumohon lihatlah diriku sekali saja … di sini, tepat di depan matamu, ada lelaki yang siap mencintaimu apa adanya"

"Gray …?"

"Juvia!"

"Gray"

"Juvia …?"

"Gray-sama … aku juga menyukaimu!"

Cerita inipun tamat dengan indahnya. Abaikan saja Lyon yang ternyata ditolak mentah-mentah oleh Juvia.

Tamat

A/N : Akhirnya cerita gaje genre romance ini tamat juga. Thx buat yang udah ikutin dari awal sampai akhir. Maaf kalau di beberapa chapter ada yang garing, lain kali kalo author buat lagi pasti akan lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Review please?

Balasan review :

Fic of Delusion : Gara-gara debat biang keladi sama Natsu, hati-hati yang baca ikut tertular. Thx ya udah review.

Kitsune857 : Kenapa orang-orang pada bisa tidur ya di kelas? Aku udah coba berkali-kali gak bisa, lehernya malah pegel linu. Oke thx ya udah review, semoga chapter terakhir gak kalah membuat terhibur!

Nazu Dragneel : Iya tamat, nih udah tamat. Bukan hilang lagi pegelnya, tubuhnya udah terjebak di wc terus tuh wkwkw. Thx ya udah review. Semoga chapter ini tak kalah memuaskan.