TITLE : I Need Someone for My Life

Main Cast :

Do Kyungsoo(Yeoja)

Kim Jong In(Namja)

Other Cast:

Member exo, etc.

Rated : M(Kekerasan)

Genre : Hurt,action, School Life ,romance.

"it's just Fiction Story"

Mian banyak Typo dan Tidak sesuai dengan EYD. Semoga Bisa Menghibur

HAPPY READING

GUYS

.|.

.|.

.|.

Previous Chapter

Kai beranjak dari kursi nya kemudian menarik Kyungsoo menjauh dari sana.

"Kai-ah, Kau mau kemana?"Pekik jihyun

"Yak... Kai mau kau bawa kemana calon istriku?"teriak Suho.

"KIM JONGIN, BERHENTI KAU.!"Ujar Namja muda yang lain sambil mengejar mereka. Namun terlambat karena Kai sudah membawa Kyungsoo naik mobil bersamanya, melajukannya dengan kecepatan penuh.

Chapter 10

Kai terus melajukan mobil sportnya membelah jalanan seoul yang padat akan kendaraan yang berlalu lalang. Meski malam hari, tapi kendaraan beroda dua maupun beroda empat masih tetap meramaikan jalanan kota seoul ini. Bahkan beberapa di antaranya, melaju dengan kecepatan tinggi saling mendahului kendaraan yang lain. Seakan tidak ingin ketinggalan, Kai juga melajukan mobilnya dengan cepat, sesekali melirik gadis yang berada di sampingnya yang hanya diam menatap jalanan seoul. Dalam hati Kai memuji kecantikan Kyungsoo malam ini, wanita itu begitu cantik dengan balutan gaun putih panjang tanpa lengan. Ini kali pertamanya Kai melihat Kyungsoo berpakaian selayaknya wanita di luar sana. Karena selama ini Kai selalu melihat Kyungsoo memakai pakaian seperti laki-laki bisa di sebut tomboy. Jadi wajar namja tan itu jatuh semakin dalam dengan pesona wanita mungil di sampingnya ini.

.

Kai kemudian melihat dirinya, ia sedikit meringis melihat penampilannya yang menurutnya kacau balau. Ia menyesal memakai pakaian serampangan. Jas hitam kusut, celana Jeans yang robek di bagian paha, rambut acak-acakan. Sangat tidak cocok sekali bila ia disandingkan dengan Kyungsoo- pikirnya. Kai memukul kepalanya kesal, kemudian meringis saat merasakan sakit dikepalanya.

"Shit…"umpatnya, Kyungsoo yang sedari tadi memperhatikan jalanan Seoul, kini menoleh melihat kelakuan Kai.

"Wae?"Tanya Kyungsoo, dengan dahi dikerutkan. Kai kemudian menoleh ke wanita mungil itu di sertai dengan gelengan.

"Ania…"ujarnya kemudian kembali fokus ke depan. Kyungsoo sendiri memilih mengangkat bahunya acuh dan kembali melakukan kegiatannya – melihat jalanan Seoul.

"Kau tidak ingin bertanya, kita akan pergi ke mana?"Kai melirik Kyungsoo sebentar.

"Ani…"Kai mengernyitkan dahinya saat Kyungsoo menjawab dengan singkat dan terdengar dingin.

"Wae? Neo Appo?"Tanya Kai khawatir, ia memelankan laju mobilnya kemudian kembali melihat Kyungsoo.

"Ani.."lagi-lagi Kai mendapatkan jawaban yang sama. Namja tan itu menghela nafas kasar.

"Kau marah?"tanyanya lagi, ia tidak akan menyerah sampai perempuan itu memberikan jawaban lain.

"Ani.."Kai memutar stir mobil dan mengarahkannya ke tepi jalan.

"Wae? Kenapa kau menjawab singkat dan dingin? Kau marah padaku?"cercanya setelah memberhentikan mobilnya. Namja tan itu menghadap ke arah yeoja yang sedari tadi mengacuhkannya.

"Ani…"huftt… Kai jadi kesal dengan perempuan ini. Ia kemudian memilih melajukan mobilnya ke suatu tempat, berharap tempat itu nanti bisa mengembalikan mood gadisnya.

.

.

.

.

"Turunlah!"perintah Kai sambil membukakan pintu mobil untuk Kyungsoo. Kyungsoo sendiri memilih keluar. Wanita itu melihat sekeliling, ah.. ternyata Jongin membawanya ke sungai Han.

"Khaja!"seru Kai sambil menggenggam tangan mungil Kyungsoo dan itu membuat Kyungsoo tersentak akan perbuatan namja tan itu karena sedari tadi mata bulatnya fokus melihat pemandangan sungai Han yang sangat ramai akan pengunjung.

Kyungsoo diam, tak bersuara. Ia hanya mengikuti ke mana Kai membawanya.

"Cah.. sampaii!"

"Wah!"Kyungsoo langsung terpana melihat pemandangan di depannya ini. Bagaimana tidak di depan sana Kyungsoo disuguhi pemandangan air terjun buatan dengan berbagai macam gerak air yang membentuk seperti pelangi. Kyungsoo kemudian berjalan ke tepi Sungai meninggalkan Kai di belakangnya.

"Wah… yeppeuda!"Kyungsoo tak henti-hentinya berdecak kagum melihat pemandangan sungai Han pada malam hari. Suasana romantis dipancarkan dari sorotan lampu dengan kerlap-kerlipnya yang warna-warni, ditambah dengan air terjun pelangi yang menembak ke bawah, membuat Sungai Han terlihat begitu mempesona di mata para peminatnya, tak terkecuali Kyungsoo. Dalam sekejap wanita bermata bulat itu melupakan perasaan kesal yang tadi sempat membuatnya bad mood dan juga melupakan laki-laki yang penyebab bad mood nya.

"Kau meninggalkanku!"Kyungsoo menoleh ke sumber suara. Ahh.. Kyungsoo hampir lupa kalau ia ke sini tidak sendirian, salahkan saja pemandangan indah sungai Han yang menarik perhatiaannya hingga ia melupakan Kai.

"Mian.."Kyungsoo memberikan senyum tipis ke pada laki-laki di sampingnya itu, kemudian kembali fokus ke depan.

~Dor… ~Ciung….

"Wah… Jongin-ah, Jongin-ah lihat! Lihat! Ada kembang api. Ahh.. indah sekali"Kai hanya terkekeh geli melihat tingkah gadis itu. Oh lihatlah Kyungsoo yang dingin tiba-tiba menjelma menjadi gadis manis dan kekanakan. Gadis itu melompat-lompat kecil sambil menarik-narik lengan jas Kai. Issh.. Kai jadi gemas. Kemana Kyungsoo yang tadi datar dan dingin kepadanya? Kai jadi ingin mencium gadis itu saking gemasnya.

"Wah.."Kyungsoo mendongak melihat percikan-percikan kembang api. Pemandangan begitu indah setiap kali kembang api tersebut membentuk lambing yang menarik seperti burung ataupun Love.

"Kyaa… Jongin-ah"Kyungsoo berteriak kegirangan ketika kembang api tersebut membuat Lingkaran-lingkaran besar dan jatuh seakan-akan di depan mereka. Kai yang di sampingnya hanya terus tertawa melihat tingkah lucu Kyungsoo tak luput juga ia mengabadikan moment Kyungsoo yang begitu bahagia. Kai mengambil gambar Kyungsoo beberapa kali dengan angel yang berbeda-beda tentunya. Ada foto Kyungsoo yang tersenyum menatap ke depan, foto Kyungsoo yang mendongak menatap langit. Foto Kyungsoo yang tertawa lepas dan juga foto Kyungsoo yang meloncat kegirangan.

~jepret…

Kai berhasil mengambil foto Kyungsoo yang melihatnya yang otomatis Gadis itu menatap kamera, sehingga wajah gembil dan mata bulat Kyungsoo terpampang jelas di kamera Smartphone Kai.

"Mwoya? Kau mengambil fotoku secara diam-diam?"Tanya Kyungsoo, mata bulatnya memandang penuh kecurigaan pada Kai, dan itu sangat imut menurutnya. Kai buru-buru mengalihkan kameranya ke arah langit, memotret kembang api.

"Cih.. Percaya diri sekali!"cibir Kai yang sibuk memotret langit.

"Yah.. sudah.."Kyungsoo mengerucutkan bibirnya dan kembali mendongak ke atas.

~Jepret…

"Yak.. itukan, kau memotretku.."Kyungsoo kembali menatap Kai kali ini disertai dengan telunjuk yang mengantung di udara mengarah ke arah lelaki tampan itu. Yah.. Kai kembali ketahuan saat memotret Kyungsoo dengan bibir yang mengerucut. Seketika namja tan itu gugup.

"Nu-nuga geurae.."Kai menyangkal dengan gugup

"Kau lihat di belakangmu, aku sedang memotret pasangan yang berada di sampingmu tadi.."lanjutnya dengan ekspresi tenang kemudian memasukkan smartphonenya ke saku jasnya.. Kyungsoo memoleh ke belakang, ternyata benar ada pasangan yang asik berlovey dovey di sampingnya tadi.

"Oh.. mianhae.. hehe"Kyungsoo nyengir sambil menatapnya. Kai hanya mendengus pura-pura kesal tapi tak lama, ia tersenyum setelah Kyungsoo tak lagi melihatnya.

Kyungsoo kembali melihat ke depan, pesta kembang apinya sudah berhenti. Jadi ia memilih melihat ke depan. Air sungai yang berwarna hitam pekat merekam cahaya bulan purnama yang memancarkan sinar purnama. Kyungsoo diam menikmati itu, suasana hening dengan udara dingin yang menusuk pori membuat wanita itu beberapa kali mengusap lengannya yang tidak terlapisi kain. Kai yang melihatnya pun melepas jasnya

"Oh.."Kyungsoo tersentak saat merasakan sesuatu bertengger di kedua pundaknya. Ternyata itu jas Kai. Ia menoleh melihat namja tan itu yang hanya memakai kemeja biru bergaris.

"Kenapa melepas jas mu, kau bisa kedinginan"Kyungsoo berniat mengembalikan jas Kai tapi dicegah oleh lelaki itu.

"Ania.. nan anchuwo"Kai membenarkan letak jas nya ditubuh gadisnya. Ternyata ucapan Kyungsoo benar, Kai kedinginan. Angin malam yang berhembus menerpa kulit Kai, terasa menusuk dan itu membuat namja tan itu memeluk dirinya sendiri. Kai memang tidak tahan dengan udara dingin.

"Kau kedinginan! Ini tidak bisa dibiarkan, kau harus pakai ini.."Kyungsoo melepas jas Kai di tubuhnya dan memakaikan di tubuh tegap namja tan itu.

"Kenapa melepas jasnya? Kau bisa kedinginan."protes Kai saat Kyungsoo memakaikannya Jas.

"kau kedinginan.."ujar Kyungsoo datar.

"Ania.. kau pakai kembali"Kai kembali menyampirkan jasnya di tubuh Kyungsoo.

"Jongin-ah!"seru Kyungsoo kesal akan sikap namja tan itu.

"Tidak! Kau harus tetap memakai jas itu."

"tapi kau kedinginan, bodoh!"Kyungsoo tersulut emosi, tapi namja itu malah menyeringai tampan ke arahnya.

"Aku tahu cara menghangatkan diriku."ujar Kai

"Bagaimana caranya, bodoh! Kau lihat bibirmu sudah membiru.."tuding Kyungsoo, Kai semakin melebarkan seringaiannya.

"Kau mau tahu? Sini aku beritahu!"Kai tiba-tiba melangkah ke belakang Kyungsoo.

"Ap-"ucapan Kyungsoo tertahan di tengorokannya saat merasakan kedua lengan kekar memeluknya erat dari belakang.

"Ah.. hangatnya"gumam Kai sambil mengeratkan pelukannya di tubuh mungil Kyungsoo.

"Apa yang kau lakukan? Lepas!"Kyungsoo memberontak, bukannya ia tidak menyukai pelukan ini hanya saja, Kyungsoo tidak ingin detak jantungnya memompa terlalu cepat.

"Ssst.. diam dan nikmati"Kai berbisik lemah di telinga Kyungsoo. Gadis itu langsung bergidik merasakan hembusan napas Kai yang menerpa daun telinga nya. Berani bertaruh, wajah Kyungsoo kini berubah merah, bukan karena ia sakit tapi itu karena laki-laki yang sedang memeluknya ini. Kyungsoo hanya berharap Kai tak mendengar suara jantungnya yang mengendor-ngendor serasa ingin keluar.

"Ahh.. hangat sekali."muka Kyungsoo semakin memerah seperti red apple mendengar gumaman lelaki itu. Kyungsoo berusaha mengontrol kerja tubuhnya agar tidak terjadi hal-hal yang bisa mempermalukannya. Kyungsoo kembali menatap ke depan membiarkan Kai memeluk tubuh mungilnya. Setidaknya pemandangan indah di depannya ini, membuat rasa gugup Kyungsoo sedikit berkurang.

"Kau pernah ke sini?"Kai tiba-tiba bertanya. Kyungsoo menahan napas saat lelaki tan itu membenamkan kepalanya di ceruk lehernya.

~cup..

Mata bulat Kyungsoo semakin membulat saat sebuah benda kenyal mendarat dipipinya. Aish.. Kyungsoo merutuk habis-habisan tingkah Kai.

"Hey.. kenapa diam, aku bertanya ke padamu, cantik?"Kai mengangkat wajahnya, menatap Kyungsoo dari samping menunggu jawaban si gadis.

"a-aku.. a-aku.. iya, aku pernah ke sini." Sial! Kenapa juga dirinya harus gugup menjawab pertanyaan lelaki itu dan apa-apaan itu, CANTIK! Heol.. demi apapun Kyungsoo sangat membenci kata itu.

|Jongin POV|

"Jinjja? Nugurang?"Tanyaku penasaran. Aku menegakkan badanku namun tak melepas pelukan hangat ini.

"Myungie oppa.."jawab Kyungsoo lirih. aku terdiam menatap ekspresi sendunya.

'Tenyata dia belum melupakannya'batinku tersenyum miris, Kyungsoo tidak akan bisa mencintaiku karena wanita ini tidak bisa melupakan Myungsoo Hyung. Selamanya cinta Kyungsoo hanya untuk Myungsoo dan aku namja bodoh karena begitu percaya diri mengharapkannya. Nyatanya, seberapa besar pun usahaku Kyungsoo takkan menoleh kepadaku.

.

Kyungsoo tiba-tiba menatapku, dan mau tidak mau itu membuat bibirku kembali menyapa pipi gembilnya. Gadis di pelukanku ini langsung menampakkan mata bulatnya yang kalian tahu mirip burung hantu. Pipi yang tadi kucium perlahan mulai memerah, apakah ia malu? Lihat bagaimana bisa aku tidak jatuh terlalu dalam kepadanya kalau setiap tingkah lakunya membuat semua sistem kerja syarafku terhenti. Dia gadis pertama dan mungkin terakhir yang membuatku merasakan perasaan indah sekaligus menyakitkan ini. Perasaan asing yang dulu yang sempat aku tepis kini berubah menjadi sebuah harapan besar. Harapan bisa bersamanya, melindunginya dan juga menggantikan posisi lelaki yang ada di hatinya. Mudah-muadahan aku bisa mewujudkan harapanku. Aamiin.

~drtt… ~drrtt..

Suara smartphoneku yang bergetar di saku jas ku membuat wanita ini mengerjapkan mata bulatnya kemudian menatapku bingung.

"Hei.. smartphonemu bergetar!"tergurnya yang membuatku tersadar dari lamunanku akan dirinya. Ku telusuri saku jas untuk mendapatkan smartphoneku. Wanita dipelukanku ini hanya diam menatapku. Ku usap layar smartphoneku, ternyata terdapat 1 message dari appa.

"Yak! Anak nakal, kau bawa ke mana anak gadis orang? Cepat pulang dan bawa Kyungsoo! Tak ada penolakan atau appa benar-benar akan menjodohkanmu dengan Jihyun. Pulanglah!"

Itu isi pesan Appa, sepertinya aku harus segera pulang. Bisa hancur masa depanku kalau Appa benar-benar menjodohkanku dengan wanita genit itu. Ihh.. memikirkannya saja sudah membuatku bergidik ngeri.

"Ada apa?"Kyungsoo bertanya, aku pun dengan tidak rela melepas pelukanku.

"Kita harus segera pergi, appa menyuruhku untuk membawamu pulang."jawabku kemudian meraih tangannya untuk ku genggam dan menariknya pergi dari tempat ini. Kyungsoo sepertinya enggan meninggalkan tempat ini, terbukti dengan wajahnya yang tiba-tiba berubah masam. Lngkahnya pun terkesan dipaksakan, meskipun begitu gadis ini tidak protes.

.

"Naiklah…!"perintahku sambil membukakan pintu mobil. Ia pun menurut. Aku kemudian berlari-lari kecil menuju pintu kemudi.

"Pakai seatbeltmu!"lagi-lagi ia menurut. Dengan kecepatan sedang kulajukan mobil sportku membelah jalanan seoul yang masih padat akan kendaraan.

|Jongin Pov END|

.

.

.

.

Kai kembali menuntun Kyungsoo ke depan. Keduanya tiba di tempat yang sempat mereka tinggalkan beberapa jam yang lalu.

"Yak… Kim Jongin, dari mana saja kau? Seenaknya saja membawa anak gadis orang."tuan Kim yang menyadari kedatangan Kai langsung memarahinya. Kai diam dan malah menuntun Kyungsoo ke arah orang tuanya. Setelahnya ia duduk di samping Hyungnya. Sedari Kai datang ia sudah disuguhi oleh tatapan tajam dari member EXO dan juga Hyungnya. Jelas mereka marah, karena sikap semena-mena Kai yang membawa Kyungsoo se-enaknya.

"~Sayang, gwaenchanha?"Tanya Sungmin kepada Kyungsoo.

"Gwaenchanha eomma."jawab Kyungsoo sambil memberikan senyum kepada eommanya.

"Baiklah, kita lanjutkan lagi pembicaraan yang sempat tertunda tadi."Tuan Kim melirik Kai dengan tatapan yang tidak biasa. Kai yang ditatap cuek saja. Namja tan itu memilih memainkan smartphonenya.

"Tuan Kim, Saya harap anda membatalkan perjodohan ini karena banyak pihak yang menentang."Ujar Tuan Zhang -Ayah Lay- Kepada tuan Kim.

"Ahjussi..!"Seru Suho tidak terima.

"Diam Suho!"bentak tuan Kim.

"Tap-"Suho menatap appanya dengan tatapan kecewa.

"Iya.. apa yang dikatakan tuan Zhang ada benarnya. Perjodohan ini tidak bisa dilangsungkan jika banyak pihak yang menentang."tuan Park menimpali. Kepala keluarga yang lain mengangguk setuju.

"Ah.. baiklah, perjodohan ini akan saya batalkan. Maafkan appa, Suho." Ucap tuan Kim lalu memandang sendu ke arah putra sulungnya. Sedangkan Suho berusaha mati-matian menahan amarahnya.

"Cihh... apa bagusnya yeoja ini. Lihat saja akan ku buat Kau menderita."Ucap Jihyun kejam dalam hati sambil memandang sengit ke arah Kyungsoo.

"dan untuk kau Jongin, Appa akan memberimu kesempatan. Kau bisa memilih Calon istrimu sendiri begitu pun dengan Suho. Jadi bersainglah secara jantan jika kalian ingin mendapatkan Kyungsoo."Ujar Tuan Kim menasehati

"ASSA..."Kai sedari tadi asyik dengan smartphonenya pun tiba-tiba berdiri dan melonjak kegirangan saat mendengar ucapan Appanya. Semua yang ada di sana menatpnya heran. Kai yg ditatap pun tersenyum kikuk dan kembali duduk dengan tenang, meski jantungnya tak bisa tenang karena berita bahagia yang baru didengarnya tadi.

"Tapi... Ahjussi bagaimana denganku? Aku mencintai Kai. Aku tidak ingin perjodohan ini di batalkan."Tolak Jihyun mentah-mentah.

"Cihh... tapi aku tidak mencintaimu."cibir Kai sambil memandang kesal kea rah Ji Hyun

"Maafkan saya, Tuan & Ny. Nam. Saya benar-benar tidak Tahu akan seperti ini."ucap Tuan Kim sambil membungkuk kepada keluarga Nam.

"Gwaenchanha, Tuan Kim. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kita juga manusia biasa."balas Tuan Nam maklum.

"Tapi, Appa-"sanggahan Jihyun terhenti saat melihat isyarat mata sang eomma yang menyuruhnya untuk tidak memperbesar masalah.

"ishh... ini semua karena yeoja sialan ini. Aku bersumpah akan membuatmu menderita."Ucap Jihyun dalam hati.

"Baiklah Kyungsoo, Kami akan menunggu jawaban darimu. Katakanlah kepada kami jika kau sudah mengambil keputusan." Ucap Tuan Wu-Ayah Kris-.

"Pastikan kau memilih anakku ya, Kyungsoo."Canda Tuan Kim Hangeng-Ayah Chen. Membuatnya mendapati tatapan tajam dari yang lain. Setelahnya para orang tua membicarakan Bisnis mereka.

"Kyungsoo Sayang Gwaencahana?"Tanya Sungmin di sela-sela perbincangan.

"Aku hanya sedikit pusing Eomma."Jawab Kyungsoo lemah..

"Oh?Ayo sayang kita pulang, eomma takut penyakitmu kambuh lagi."ujar Sungmin, kemudian keluarga Do pamit undur diri dalam acara itu.

.

.

.

.

Setelah rencana perjodohan Itu di batalkan yang menghasilkan Kyungsoo diperebutkan oleh para namja. Membuat gadis cantik itu harus menjahui mereka saat disekolah maupun di luar. Ia hanya akan mendekati Baekhyun atau Hoya. Jujur saja Kyungsoo masih bingung dengan perasaannya sendiri, ia merasa nyaman dengan para member Exo meski ia lebih nyaman dengan Kai. Tapi di hatinya masih ada Myungsoo, ia masih belum bisa melupakan cinta pertamanya itu. Selain itu, Kyungsoo juga masih belum bisa jika disuruh untuk memilih di antara mereka.

"Hah.. hah.. Kyungsoo-ah, Kenapa Kau harus menghindar dari mereka?"Tanya Baekhyun dengan napas terengah- terengah. Keduanya berhasil menghindar dari teman-temannya

"Aku belum sanggup Baek untuk membalas rasa cinta mereka."Ujar Kyungsoo lirih. Ya, untuk sementara waktu Kyungsoo berusaha mengindar dari para member EXO. Ia belum bisa menjawab perasaan mereka.

"Seharusnya kau tidak menghindar Kyungsoo, Jika kau terus seperti ini bagaimana caranya Kau bisa mengetahui perasaanmu? Dekatkanlah dirimu dengan mereka Kyungsoo-ah. Jangan menghindar"saran Baekhyun, keduanya berjalan menelusuri lorong-lorong di lantai 2 sekolah mereka.

"Aku harap kau berbeda dari yang lainnya, Baek." Ujar Kyungsoo, Baekhyun mengerutkan dahinya bingung dengan ucapan Kyungsoo.

"Berbeda apanya, Kyungsoo-ah?"Tanya Baekhyun penasaran.

"Aku harap kau tidak memiliki perasaan dengan ku, Baek-ah."harap Kyungsoo sambil menatap namja mungil itu dari samping. Tiba-tiba Baekhyun menghentikan langkahnya. Namja itu memandang Kyungsoo dengan tatapan penuh arti, Kyungsoo pun memandang Baekhyun heran.

"Waeyo, Baek?"Tanya Kyungsoo bingung.

"Bagaimana jika aku memiliki perasaan denganmu, apa kau akan menerimaku?"Tanya Baekhyun dengan tatapan dalam memandang mata bulat gadis itu.

"Ap- apa maksudmu, Baek-ah?"Kyungsoo tiba-tiba merasa was-was dengan ekspresi Baekhyun.

"Aku memiliki perasaan yang sama seperti mereka kepadamu, Kyungsoo-ah. Aku mencintaimu sama seperti mereka yg mencintaimu."jawab Baekhyun mantap.

"M-mwo? Neo jangnanichi?"Tanya Kyungsoo gugup. Ia mundur beberapa langkah dan menatap Baekhyun dengan tatapan tidak percaya.

"Aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini ada, tapi aku benar-benar mencintamu. Mianhae Kyungsoo-ah."Baekhyun berjalan mendekati Kyungsoo yang masih terdiam mematung di depannya.

"Saranghae, cheongmal saranghae"ujar Baekhyun tepat di depan wajah Kyungsoo. Jarak mereka begitu dekat, Kyungsoo bahkan bisa merasakan napas berat Baekhyun yang menerpa wajahnya. Perlahan wajah Baekhyun semakin mendekat, pria tampan itu terus memandangi bibir merah Kyungsoo. Wanita itu sendiri masih terdiam di tempatnya, menatap wajah Baekhyun yang sangat dekat dengannya.

~Cup…

Mata Kyungsoo semakin bulat, bibir Baekhyun mendarat pas tepat di bibirnya. Pikiran Kyungsoo seketika kosong. Matanya mengerjap bingung dengan situasi sekarang. Baekhyun yang di hadapaannya menutup matanya tanpa menggerakkan bibirnya. Saat Baekhyun hendak menggerakkan bibirnya, Kyungsoo tiba-tiba mendorong tubuhnya. Kyungsoo menatap Baekhyun dengan tatapan terluka.

"Mian, mianhae Kyungsoo-ah. Mianhae.."Baekhyun merasa bersalah saat mata bulat itu menatapnya dengan tatapan terluka. Salahkan dirinya yang tak bisa menahan gejolak dalam dadanya saat menatap bibir merah itu tadi. Kyungsoo tiba-tiba berlari meninggalkan Baekhyun. Baekhyun pun hanya bisa diam di tempatnya melihat kepergian Kyungsoo dengan tatapan menyesal.

"Mianhae, Kyungsoo-ah"gumam Baekhyun lirih dengan kepala tertunduk dalam. Ia menyesali perbuatannya yang seenaknya saja kepada wanita mungil itu. Setetes air mata terjatuh menimpa pipinya, mengingat mata bulat Kyungsoo yang menatapnya terluka. Baekhyun menyesal, sungguh.

.

.

.

TBC….

Annyeong, readernim! Masih adakah yang menunggu ff abal-abal ini? Uhh.. mungkin ngak ada. Meskipun begitu, Aku mengucapkan terima kasih jika memang masih ada yang mau baca FF ini. Btw aku mau minta maaf karena sudah mendiamkan FF ini beberapa bulan. Maafkan aku dan juga Terima kasih karena sudah follow, favorit, dan review ff ini. annyeong!

Thanks to : dudusoo, ucrittri, kim gongju, Siti Aisyah648, Lovesoo, kaisoomin, AeELF, Nara, Wulankai500, Lovedudu1201, Chanbaek1597, Kyunginsoo, Yeoldasot, Dvian1012, Jelita200, KyungsoOwl, MutiahDwi, koyukki93, Uee750, Han Yu Ra, dyoseu, guest, Nolars Kim, kwon. Syauqoh, chansekyuu, AySNfc3, Ixzivia, jelitutfujoaddict, kim cry soo, kinkintiana.

Maaf kalau ada namanya yang tidak aku tulis.