A/n: Assalamu'alaykum sahabat semua, alhamdulillah vea bisa update lagi, maaf lama, vea sibuk dan sedang sakit kemarin-kemarin. Dan maaf juga kalau chapter kali ini kependekan, hanya 808 kata, maaf, sedang males ngedit #geplak, penulis kayak gini mah ke laut aja# ^^v
Ayu: Yup, ini udah dilanjutin, moga tambah penasaran nyehe X3~
Siron : Mungkin saja, hehe, Himeka? Kita lihat saja di chapter ini ya^^
Shihui : Terima kasih *peluk-peluk Shihui* Maaf telah menunggu lama, 26 hari ya? :-/
LikeFallingStar : Yup, dia diculik Karasuma, kasihan sekali ya :(
Sacrificiun Amoris Anemone
Kamichama Karin © Koge-Donbo
Sacrificium Amoris Anemone © Invea
Rated : T
Crime-Romance-Hurt/Comfort-Friendship-Angst
Warning : GaJe! Typo! OC! Alur berantakan! Kurang pendeskripsian! De eL eL
Enjoy~!
.
.
Kazune kemudian berlari begitu cepat. Tangannya masih menggenggam erat tangan Karin. Gadis berambut cokelat itu berusaha menyamakan langkah kakinya dengan pemuda pirang itu. Himeka. Hanya gadis itulah yang kini ada dalam pikiran mereka. Akhirnya, mereka pun tiba juga di kediaman Kujo.
"Baiklah, Kazusa, Nishikiori, kalian ikut aku menuju kediaman Karasuma," seru Kazune kemudian dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Eh..? Kalau aku?" tanya Karin heran.
"Kau diam di sini saja," jawab Kazune.
"Tidak mau, aku mau menyelamatkan Himeka juga," ujar Karin memaksa.
"Tidak boleh, kau diam di sini saja. Kazusa, Nishikiori, ayo kita pergi sekarang!" bentak Kazune.
"Kazune…"
Karin hendak mengejar Kazune namun, Nishikiori menghadangnya.
"Hanazono, dengarkan aku. Kazune itu sebenarnya sangat mencintaimu, karena itu dia melarangmu pergi karena tak ingin kau terluka…" ujar Michi kemudian.
"Ta… Tapi…"
"Percayalah padanya, kami akan membawa Himeka kembali," lanjutnya. Karin hanya tertunduk. Tak lama kemudian, terdengar teriakan Kazune.
"Nishikiori, cepat!" panggil pemuda itu.
"Sampai jumpa lagi Hanazono," Michiru pun pergi meninggalkan Karin yang tertunduk diam.
.
.
'Bagaimana ini, aku tak mungkin diam saja. Aku juga ingin menolong Himeka,' batin Karin seraya bolak-balik dari tadi di halaman luar keluarga Kujo. Ia merasa tak bisa tenang sebelum tahu keadaan teman-temannya. Sesekali bayangan buruk menghantuinya. Namun, cepat-cepat ia menepisnya dengan pikiran positif. Di saat galau seperti itu, tiba-tiba terdengarlah suara klakson mobil idola baru yang tak lain adalah Jin.
"Aduh, Jin! Ngagetin orang aja!" keluh Karin sembari membuka pagar rumah Kazune. Jin kemudian membuka kaca jendela mobilnya. Ia terkekeh ringan.
"Maaf Dewi~" ujarnya ringan.
"Eh, iya. Jin, apa kau sibuk?" tanya Karin kemudian karena ia tiba-tiba teringat sebuah ide.
"Tidak. Memangnya kenapa Dewi~?"
"Baguslah. Antarkan aku ke suatu tempat dong. Ya? Ya? Ya?" pinta Karin dengan penuh harap. Ia kemudian memasang puppy eyesnya. Jin pun tak kuasa untuk menolaknya.
"Ah, baiklah."
Mobil Jin pun lalu melaju menuju kediaman Karasuma. Namun, sebelum itu, ternyata Karin telah menghubungi polisi terlebih dahulu.
.
.
Karin mendobrak pintu masuk kediaman Karasuma.
"Serahkan Himeka sekarang juga!" bentaknya. Jin sampai ngeri melihat Karin yang sangat marah sampai seperti itu.
"Ka… Karin…"
Karin dengan bergegas menghampiri Kazune.
"Ka… Kazune…"
"Dasar bodoh! Kenapa kemari sih? Kan sudah ku bilang kau diam saja," seru Kazune.
"Aku kan sangat mengkhawatirkanmu."
"Ya sudah, kau diam saja sana, biar aku saja yang menghadapi Kirihiko."
"Tapi…"
"Sudah Diam saja!"
Karin pun diam.
Tak lama kemudian, perkelahian antara Kazune dengan Kirihiko pun tidak bisa dihindarkan. Karin lalu menggunakan kesempatan itu untuk menolong Himeka.
"Karin.."
"Himeka, kau baik-baik saja?"
"I… Iya…"
"Ayo, kita pergi sekarang."
"Ah, iya."
"Kazune, sudahi perkelahiannya, kita pergi sekarang saja."
Kazune lalu menoleh ke arah Karin yang telah berhasil menyelamatkan Himeka. Kazune pun lalu menghentikan pertarungannya dan menyusul Karin.
"Sial, takkan ku biarkan kalian lolos pergi dari sini." Ujar Kirihiko.
Kirihiko lalu mengeluarkan pistol dari balik kemejanya. Dia lalu bersiapkan menembakkannya ke arah Karin. Jin dan Micchi hanya bisa menjerit melihat peluru yang ditembakkan akan tepat mengenai tubuh Karin.
"KARIN!" jerit Jin dan Micchi.
Karin lalu menoleh ke arah Kirihiko. Melihat peluru yang ditembakkan ke arahnya, Karin pun menjerit.
"Kyaa!"
Karin lalu pasrah dan menutup matanya.
'Selamat tinggal Himeka, Micchi, Kazusa, Jin dan Selamat tinggal Kazune…' serunya dalam hati.
"Karin!"
Kazune dengan segera memeluk Karin untuk melindunginya.
Bruk!
Karin pun membuka matanya. Dia kaget mendapati Kazune yang terjatuh dalam pelukannya. Darah yang keluar dari tubuh Kazune kini mengalir dalam pakaian Karin.
"Tidak! Kazune!" jerit Karin. Dia lalu menangis.
"Ka… Karin…"
"Kenapa kau lakukan itu Kazune? Kenapa?" tanya Karin sembari terisak.
"Fufufu! Kujo, kau memang orang yang terlalu baik, sama seperti ayahmu. Kau rela mempertaruhkan nyawamu demi mengorbankan orang yang sangat kau cintai. Karena kau tak ingin orang lain terluka, kau pun selalu bersikap dingin dan memutuskan untuk tidak berteman dengan siapapun kan? Ahaha…"
"Kazune… Demi aku… Kau…"
"Ka… Karin… Ma… Maafkan aku… Aku… Aku sangat mencintai… mu…"
Kazune lalu tak sadarkan diri, nafasnya kini terengah-engah.
.
.
To Be Continued
.
.
Review Please?
