Yu-Gi Oh!
Disclaimer: karakter dan cerita asli Milik Kazuki Takahashi, aku tidak mengambil keuntungan dari cerita ini.
Tamagochi adalah permainan hewan virtual. Aku tidak tahu siapa pembuatnya.
Rating: Ceritanya agak berat. Tapi T sepertinya sudah cukup
Genre: friendship, humour, romance, fantasy dan lainnya
Warning:
- Long story..ini sudah chapter9 dan masih terus..
-Sedikit kekerasan(karena Bakura dan Malik muncul)
-Minim interaksi KaiJou di chapter ini.
CATATAN CERITA:
Italic: berpikir atau bicara dalam hati
CATATAN PENULIS:
Ide tentang chapter ini baru terpikir (sebelumnya aku tidak berniat untuk memasukkan unsur ini), semoga bisa berlajut sesuai dengan yang aku inginkan.
H+2+
"Hei Jou-kun!" Yugi menyapa Jou yang baru saja masuk ke dalam kelas.
"Tumben kamu tidak terlambat Jou.."Kini Anzu yang menyapanya ketika dia melewati meja mereka. Yugi dan Anzu sedang bermain 'tamagochi'.
Jou melihat ke arah tempat duduk Kaiba setelah dia duduk di kursinya. Kaiba duduk di belakang. Dia sedang mengetik di notebooknya. Saat Kaiba mengalihkan pandangannya ke arah Jou. Jou mencoba tersenyum tetapi Kaiba hanya kembali memandang layar notebooknya.
"Haah.." Jou meletakkan keningnya di meja. Tiba-tiba Jou merasa ada sesuatu yang menusuk di kepalanya. Dia mengangkat kepalanya dan dilihatnya Anzu membawa pensil dan Yugi memandangnya.
"Anzu, Yugi.. yeah.. ada apa..?" Jou memandang dengan malas. Moodnya baru tidak bagus, hal itu juga karena dia masih agak sakit.
"Jou? Kenapa kamu tidak bersemangat? Anzu menepuk-nepuk kepala Jou. Yugi juga terlihat khawatir.
"Umh, aku kemarin demam..jadi masih tidak terasa enak." Jou mencoba menghindar dari tangan Anzu yang jahil.
"Kenapa kamu tidak istirahat di rumah saja Jou-kun?"
"Aku sudah lebih baik Yug, jangan khawatir." Jou tersenyum.
Tiba-tiba muncul Bakura yang masuk ke dalam kelas. Matanya memandang keseluruh ruangan dan dia menemukan orang yang dicarinya. Semua murid yang ada di dalam kelas terdiam melihat Bakura masuk dengan aura kegelapan di belakangnya. Yugi dan yang lain juga hanya memandang apa yang terjadi. Bakura berhenti di depan tempat duduk Malik. Malik sedang menggunting kertas saat Bakura menarik bajunya.
"Kau..beraninya.."Bakura menatap tajam ke arah Malik.
"Hahaha, kenapa kau Bakura.. Tiba-tiba marah begitu.." Malik dalam posisi dicengkeram oleh Bakura masih mengerjakan hal yang sebelumnya dia kerjakan. Menggunting kertas~
"Apa kau lupa apa yang kau lakukan padaku kemarin?" Ryo sampai saat ini masih tidak sadarkan diri.."
"Hah, bukankah kau juga setuju. Aku tidak memaksamu untuk melakukannya. Kau melakukannya dengan kesadaranmu. Jadi, kau tidak bisa menyalahkanku karena kesalahanmu sendiri." Malik hanya tersenyum. Itu membuat Bakura semakin marah. Dia lalu mengambil gunting milik Malik denagn paksa dan melemparkannya ke lantai. Malik menjadi marah dan melayangkan tendangan ke arah perut Bakura. Cengkeraman Bakura terlepas dan Malik bebas.
"Khuh, serangan yang licik..menyerang secara tiba-tiba.." Bakura memegang perutnya. Semua orang yang ada di ruangan itu tidak ada yang berani berteriak. Mereka hanya memandang kedua orang yang sedang dalam perkelahian.
"Bukankah kau juga licik Bakura.." Malik menjilat darah di jarinya yang tergores guntingnya saat Bakura merebut gunting dari tangannya.
"Kau.." Bakura memakai milenium Ringnya, Malik memasuk tangannya di dalam jaketnya, milenium Rod. Mereka akan saling menyerang.
"Pharaoh, lakukan sesuatu.."Yugi berbicara dengan Yami-nya. Dia tidak ingin ruang kelasnya menjadi ajang pertempuran.
"Baik Yugi, mereka memang perlu diberi pelajaran lagi." Yugi bertransformasi menjadi Yami. Saat Yami muncul, mata Anzu langsung bersinar.
"H E N T I K A N ! !"
Malik terhenti saat akan mengeluarkan milenium Rodnya dan cahaya milenium Ring milik Bakura berhenti bersinar. Yami memandang kesamping. Semua juga memandang ke sumber suara itu. Suara itu adalah milik Jou.
"Uh..jangan berkelahi disini, cari tempat lain. Kepalaku menjadi sakit..!"Jou terengah-engah setelah berteriak. Memang, kepalanya mulai pusing lagi saat Bakura mulai berteriak.
Malik dan Bakura saling berpandangan penuh tanda tanya. Akhirnya Bakura menarik tangan Malik dan menyeretnya keluar kelas. Terjadi kesunyian.
"PLOK PLOK PLOK!"Seluruh ruang kelas penuh tepuk tangan. Mereka memuji keberanian dan kebodohan Jou. Tidak ada yang sebelumnya berani melerai mereka kecuali Yami.
Tepukan tangan itu memperparah sakit kepala Jou.
"Jou-kun.."
"U.. Aku ingin ke ruang kesehatan.." Yami mengangguk dan mengikuti Jou yang berjalan keluar kelas. Sampai di depan pintu, Jou menabrak seseorang.
"Ah.. Maaf.."Orang itu adalah guru mereka. Guru kesenian."Tuan Jounouchi?"Dia mengenali siswa yang menabraknya. Jou adalah siswa favoritnya.
"Maaf Pak, Jou-kun merasa tidak enak badan. Jadi perbolehkan dia beristirahat di ruang kesehatan. Setelah saya mengantarnya, saya akan segera kembali." Yami berbicara sesopan mungkin. Sementara Jou hanya memegang kepalanya. Guru itu mengangguk dan Jou hanya mengucapkan terimakasih dan berjalan lagi.
"Nah, anak-anak. Kita akan memulai pelajaran kesenian kita. Buka halaman dua puluh.." Pelajaran pun dimulai.
Kaiba hanya terdiam di tempat duduknya."Mutt.."
_._.
"Hei Malik, apa kau tidak merasa si pirang yang selalu bersama Pharaoh agak aneh?" Bakura entah kenapa terlihat serius.
"Hn.. sudah dari kemarin bodoh, aku sudah merasakannya samar-samar." Malik memegang rambutnya yang terbelai oleh angin. Bakura hanya memutar bola matanya. Mereka sedang berada di atap sekolah.
"Aku kemarin tidak berangkat sekolah kalau kamu lupa.." Bakura mulai jengkel lagi. Dia masih mempunyai masalah dengan Ryo. Ryo sama sekali tidak meresponnya. Malik memandang Bakura dan mendesah. Mata Bakura menyipit saat melihat Malik mengeluarkan milenium Rod.
"Hei.."
"Diamlah, kau ingin Ryo sadar bukan?" Dia lalu mengucapkan sesuatu dan Ryo mulai kembali menguasai tubuhnya.
"Ah.." Dia mengejab-ngejabkan matanya. Malik memamerkan giginya dan menyimpan kembali milenium Rodnya.
"Kau. Sialan!kau benar-benar memakai milenium Rod kemarin!"Bakura transparan yang berada di samping Ryo marah-marah. Ryo terlihat bingung.
"Malik-kun?"
"Hei Ryo~, Lebih baik kau kembali ke dalam kelas. Pelajaran pertama sudah dimulai.."Mendengar itu Ryo hanya mengangguk. Dia kemudian pergi. Ryo sudah terbiasa tersadar di suatu tempat yang aneh.
"Kura..apa lagi yang kamu lakukan?"Ryo berjalan menuruni tangga."Aku ingin penjelasan.." Ryo tahu selama seharian dia merasa tertidur. Tetapi dia berada disekolah sekarang.
"Itu ulah Malik..sejak kemarin aku mencoba memanggilmu. Tetapi kau tidak merespon."
".. .."
"Aku tidak bohong!"Bakura mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Ryo tersenyum.
"Iya, aku percaya.." Ryo berjalan menuju ke ruang kelasnya.
Sementara itu, Malik yang masih berada di atap sekolah memandang ke langit."Memang ada yang salah dengan dia..apa Pharaoh tidak menyadarinya?" Malik lalu menutup matanya."Lebih baik aku membolos. Kak Isis tidak akan tahu.."
-.-.
"Jou-kun?bagaimana sakit kepalamu?"Yami telah kembali menjadi Yugi. Dia sedang duduk di kursi sementara Jou tiduran ditempat tidur.
"Uh, terimakasih untuk Ibu Rea. Setelah minum obat, sakit kepalaku sudah agak baik. Yugi..lebih baik kamu segera kembali ke kelas.."
"Kau tidak apa aku tinggal Jou-kun?"
"Yup, Ibu Rea akan segera kembali." Yugi lalu mengangguk dan berdiri. Dia lalu berjalan keluar. Sampai di pintu, Yugi melambaikan tangannya. Dan Jou tersenyum.
"Yugi.."
"Ya Pharaoh?"
"Sepertinya ada yang aneh dengan Jou.." Mendengar perkataan Pharaoh, Yugi menaikkan sebelah alis matanya.
"Kenapa?"
"Entahlah..hanya saja rasanya ada sesuatu. Aku merasakannya kemarin. Tetapi hanya samar-samar. Saat ini, perasaan itu semakin samar."
"Apakah berbahaya Pharaoh?" Yugi menjadi kepikiran dan khawatir.
"Tidak.."Pharaoh tidak yakin."Tidak terasa ada yang membahayakan.." Yugi mengangguk. Dia tiba-tiba merasa perasaan aneh, tetapi tidak dia perhatikan. Yugi melihat seseorang yang berjalan di depannya dan dia tahu siapa itu.
"Ryo!" Ryo mendengar namanya dipanggil berhenti dan berbalik.
"Yugi!"Yugi sudah berdiri di dekat Ryo.
"Apa yang kamu lakukan bersama Malik?"
"Ah, Bakura..aku juga tidak tahu. Tetapi aku tidak apa-apa. Malik ada di atas atap sekarang. Kamu darimana Yugi-kun?" Ryo ganti bertanya.
"Dari ruang kesehatan mengantar Jou-kun. Dia sakit.."Ryo mengangguk.
"Kalau gitu ayo kita kembali ke kelas."Mereka berdua berjalan bersama.
_._.
Terdengar suara langkah kaki. Lalu pintu ruang kesehatan terbuka. Jou sudah tertidur sesaat setelah Yugi pergi. Angin berhembus pelan masuk ke jendela yang setengah terbuka dan menyibak tirai ruang kesehatan yang berwarna putih.
"Hm.." Orang yang baru saja masuk itu mengamati Jou yang tidur. Tidak puas dengan hasil penglihatannya yang terbatas, orang itu mengambil selimut yang hampir menutup seluruh badan Jou. Orang itu memegang kening Jou."Sedikit hangat.."Lalu dia merasakan sesuatu."Ini.."
"Nak Katsuya..apa anda masih bangun?"Bu Rea yang sedang berjalan masuk melewati pintu saat mendengar suara dari dalam langsung berjalan ke tempat Jou tidur."Nak.." Disana Bu Rea hanya menemukan Jou yang sedang tertidur dan memakai selimut."Aneh, tadi sepertinya aku mendengar suara. Apa aku salah dengar?"Ibu Rea berbalik dan keluar dari ruang kesehatan. Setelah merasa suster itu telah pergi. Orang itu kemudian mendesah.
"Nyaris saja.."Selimut Jou bergerak-gerak dan terlihat tangan seseorang. Dia kemudian keluar dari dalam selimut yang dipakainya untuk bersembunyi dan duduk ditepi ranjang. Orang itu kemudian berpikir. Tidak sadar ada orang yang lain masuk kedalam ruangan itu.
"Hei kau!" Orang yang sedang duduk tersebut terkejut dan memandang ke arah orang yang berdiri di dekat pintu. Orang yang berdiri tersebut adalah Kaiba."Apa yang kau lakukan disini.."
".. .."
TBC~
Next chapter KaiJou story and new scene.
Thank you to:
-Sennin pein: hehe, makasie. Uh, ini long story.. semoga tidak bosan karenanya. Kuusahain ceritanya tersambung terus. Entah kenapa ini fic yang paling cepat aku update XD
-Sweet VerMouth: yay, aku memang membuat yang ceritanya tidak berat. Tetapi mulai chapter kedepan akan kubuat lebih. Makasie masih membaca ceritanya!
-101 hiru yorunita:hay-, iya. Ini fic yang updatenya paling cepet aku ..Oh, Otogi memang suka menggoda Jou nieh.., kalo Jou dan Otogi..aku lupa namanya apa yah. Snareshipping? Tar ada kejutan lain XP
