Love's Note

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre(s) : Romance, drama, hurt.

Rated : T.

Warning :

OOC, cerita pasaran,

agak menye-menye sebenarnya.

typo(s), AU.

.

.

Present~

.

Teruntuk Cintaku…

Lewat notes yang cukup panjang ini, kuharap kau bisa mempertimbangkan lagi tulisanmu yang akan segera terbit. Well ya, aku berusaha menulis baku karena siapa tahu kau bersedia memasukkan tulisanku ini ke dalam lembar terakhir naskahmu. Hanya jika kau bersedia, hahaha.

Kau boleh menangis bahkan marah setelah membaca sampai tuntas, tapi jangan tertawa melihat tulisanku. Aku memang tidak terbiasa menulis baku selain untuk tugas.

P.S : Happy 1st and 2nd anniversary! Maaf begitu terlambat. Harusnya di hari jadi kita yang kedua, kau sudah menerima hadiah ini.

Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku ingin merubah persepsimu tentang diriku lewat tulisan ini. Aku ingin kau tahu bahwa selama ini aku mencintaimu tanpa paksaan, aku cinta padamu karena apa adanya dirimu. Tetapi jujur saja, aku adalah orang paling jahat yang sudah berani masuk kehidupanmu teramat dalam. Harusnya bukan aku yang menerima cintamu, ya harusnya. Aku terlalu terburu-buru bertindak hingga tanpa sadar apa yang kulakukan ini melukai banyak orang, terutama kau.

Setelah membaca tulisanku ini, kau boleh menyesal karena pernah menjadi kekasihku. Kau berhak, Hinata, sangat berhak. Aku sendiri masih tidak percaya bahwa apa yang kulakukan dulu itu sangat menyakiti orang-orang terdekatku, itulah mengapa aku memilih pergi. Semoga kau bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang.

Apa aku belum memberitahumu mengapa naskahmu harus kuambil diam-diam? Sejujurnya aku penasaran, dan ternyata namaku ada di dalam sana. Mengapa tak bercerita padaku tentang pembuatan novel ini? Aku pasti akan dengan senang hati membantumu tiap hari, atau kalau perlu memberimu kesan manis tiap waktu, agar di akhir cerita bukan kau yang bersedih. Harusnya aku Hinata, karena aku yang paling menyedihkan di sini.

Hinata, sebenarnya aku tidak begitu ingin tahu apa yang kau kerjakan, tulisan macam apa yang kau buat, ataupun kepada siapa tulisanmu ditujukan. Tapi kau tahu, semacam ada insting yang mengatakan bahwa aku harus melihat naskahmu, baru aku bisa jujur padamu tentang siapa sebenarnya diriku yang selama ini kurahasiakan darimu. Ternyata instingku tepat sasaran, dan tulisan kita berdua akhirnya bisa saling berkaitan. Aku tidak merencanakannya sama sekali, sungguh.

Well, selamat membaca hadiahku…

Note to Love 1 : Jika sejak awal tidak ada yang salah, mungkin hubungan kita tidak akan menjadi seaneh ini, iya kan?

Aku tahu, lambat laun kau pasti akan menyadari semua keganjilan peristiwa yang kau alami selama ini. Semua ini memang kesalahan, jika memang itu yang kau tanyakan. Tapi sejujurnya, kesalahan bukan ada pada hubungan kita, juga bukan ada padamu. Kesalahan itu berawal dariku, aku yang membuat kesalahan itu menjadi sefatal ini. Bukan, bukan berarti aku menyesal pernah menjadi kekasihmu, aku justru ingin berterimakasih padamu karena kehadiranmu adalah momen terindah dalam hidup seseorang sepertiku.

Baiklah Hinata, ini saatnya aku menceritakan secara detail padamu supaya kau tak bingung lagi. Katakan saja aku pengecut karena hanya selalu berani memberitahu sesuatu lewat tulisan, bukannya bicara langsung padamu. Karena aku memang pengecut sejak awal. Aku bukan orang yang baik seperti perkiraanmu selama ini, aku tidak pernah jujur padamu. Oleh karena itu, aku mohon sekali lagi kau pertimbangkan tulisanmu, karena di akhir tulisanku ini, pasti akan ada begitu banyak penyesalan yang kau rasakan. Aku akan menulis yang sejujur-jujurnya padamu, kau tahu terkadang jujur itu sakit kan?

Setelah ini kau boleh marah, aku tak akan protes meski kau akan sangat sering memakiku, entah itu lewat tulisanmu yang lain atau via telepon. Aku memang salah, pukul saja aku sampai babak belur saat kita bertemu nanti, sampai masuk rumah sakit pun tak apa. Karena sejak awal, aku yang salah di sini. Aku pantas mendapat hukumanku dari korban kejahatanku. Haha, apa aku terdengar seperti seorang pembunuh?

Sebelumnya aku ingin bertanya, apa kau mengenal laki-laki bernama Inuzuka Kiba? Dia adalah sahabat baikku, dulunya. Suatu hari saat kami berada di semester 3, dia bercerita heboh padaku dan teman-teman yang lain juga. Kiba bilang ada anak semester satu yang sering memperhatikannya dan tersenyum-senyum sendiri saat mereka tanpa sengaja bertatapan. Saat itu Kiba bercerita dengan sangat baik, dan kami semua mau tidak mau menjadi penasaran tentang gadis yang ia ceritakan sambil tergelak-gelak itu. Satu minggu berlalu, dan ia sudah membuat konklusi bahwa gadis itu tergila-gila padanya.

Gadis itu dirimu, dia memberitahu kami saat kau lewat dengan teman-temanmu. Awalnya, aku tidak tertarik sama sekali pada pembahasannya yang selalu dirimu dan dirimu, karena –hei aku jauh-jauh pergi kuliah bukan untuk mendengar kisah orang yang sedang jauh cinta– aku juga punya setumpuk masalah sendiri saat itu. Kupikir Kiba ikut menyukaimu karena tiap hari yang dibahas hanya kau dan kau. Tapi nyatanya persepsiku salah total. Kiba sama sekali tak menyukaimu, orang itu selalu menganggapmu stalker bahkan pengganggu aktivitasnya di kampus, semacam menghina menurutku. Terserah kau mau percaya padaku atau tidak, tapi aku bicara yang sebenarnya.

Kiba juga merasa bahwa kau selalu membuntutinya sepanjang waktu, karena dimanapun ada dia, kau selalu ada di tempat yang sama. Aku jadi prihatin melihatmu saat itu, kau hanya seorang gadis, mengapa Kiba bisa begitu banyak memberi kredit buruk padamu? Padahal perasaan suka dan semacamnya adalah hak setiap orang, tidak bisa diganggu gugat.

Menurut Kiba, kau sudah menghapali seluruh jadwal kuliahnya sepanjang minggu. Apa itu benar? Jika iya pun, tak apa. Aku tahu seberapa besar perasaanmu pada orang itu dulu, karena kami semua jelas memperhatikan gerak-gerikmu dari jarak jauh.

Terkadang aku melihat tatapanmu yang tak pernah lepas barang satu detik saja. Kau tak perlu merasa bersalah karena pernah menyukainya. Setiap orang berhak jatuh cinta, kan? Aku tak akan marah, tenang saja. Meski aku bukan yang paling mengerti tentang dirimu, setidaknya aku tak akan pernah lupa bahwa kau sangat-sangat menyukainya.

Tetapi bagiku semua hinaannya makin tak berdasar, Hinata. Entah mengapa aku rasa dia hanya narsis saja. Semuanya makin nampak dramatis saat dia selalu mencoba berjalan dengan banyak gadis untuk membuatmu jera, hanya agar kau berhenti menjadi penguntitnya. Aku tahu, kau menatapnya tanpa berkedip saat itu. Aku pun tahu kau beberapa kali menyeka matamu ketika ia masih saja berakting norak di depanmu. Benar, dia memang norak.

Kau pikir aku bisa diam saja melihat semua itu? Jelas tidak, jangan harap hal yang seperti ini akan lepas dari atensiku. Mungkin teman-teman lain tak mempermasalahkan perilakunya, tapi bagiku Kiba adalah satu-satunya yang bermasalah diantara kami semua, terutama sifat narsisnya itu. Bagi para lelaki, mempermainkan hati perempuan adalah hal yang lumrah, tapi tidak bila disertai hinaan. Dia acapkali menghinamu di depan kami, dan kepalaku semakin pusing mendengar perkataannya.

Beberapa saat kemudian, aku merencanakan sejak jauh-jauh hari untuk menjadi panitia seminar bagian pendaftaran. Aku sengaja membiarkan anak lain mengurus formulir yang setiap menitnya selalu didatangi mahasiswa baru, karena hanya kau satu-satunya alasan mengapa aku mau duduk dikelilingi begitu banyak mahasiswa. Aku ingin mengurus formulirmu agar kita punya alasan untuk mengobrol. Saat itu, aku teramat senang karena kau tak mengabaikanku, rencanaku berjalan dengan amat mulus.

Sejak kita dekat, aku tak lagi melihatmu berkeliaran lagi di sekitar Kiba. Rencanaku memang itu, membuatmu semakin menjauhinya. Aku tahu, aku memang jahat. Tapi yang tak pernah kusadari adalah kejahatanku berawal dari perasaan yang tak wajar, hanya karena emosi mendengar Kiba yang bicara begitu buruk tentangmu. Kau baru tahu kan kalau aku benar-benar jahat?

Mulai detik itu, Kiba kelabakan saat kau tak lagi terlihat menguntitnya. Aku beberapa kali memperhatikan tingkahnya yang gelisah, duduk di kelas pun tak tenang. Haha, mungkin ia jadi merasa tak punya bahan hinaan lagi. Kasihan sekali. Kejadian selanjutnya benar-benar diluar dugaanku, dia menjadi berbalik menguntitmu. Dia menjadi pendiam dan suka berpikir keras, yang menurutku sedang memikirkan cara untuk membuatmu mendekatinya lagi.

Memang awalnya aku mendekatimu hanya agar Kiba berhenti narsis, tapi lama-lama aku menjadi… ya kau tahu sendirilah. Aku menjadi benar-benar menyukaimu. Entahlah, aku merasa cocok denganmu, kau gadis manis yang sangat baik, juga lugu. Hehe.

Hinata, di luar sana pasti ada banyak sekali laki-laki yang menaruh hati padamu, pilih saja salah satu diantara mereka. Jadi, kau tak perlu mengejar laki-laki seperti dulu lagi, oke?

Ehm… tentang perasaanku, aku memang sudah menyukaimu bahkan sebelum menyatakan cinta. Aku tak benar-benar mengharap jawaban 'ya' darimu saat itu, karena kupikir perasaanmu masih untuknya. Lucu sekali, aku bahkan tak perlu menunggu lima menit untuk mendapat jawaban itu darimu. Bila saja aku tahu semudah itu, kau sudah sejak lama kupacari.

Apakah ini sudah cukup menjawab tentang rahasia besarku? Bila kau masih merasa belum puas dengan jawabanku yang satu ini, telepon saja aku. Kalau begitu, aku langsung lompat ke nomor dua saja.

Note to Love 2 : Aku ingin berpisah darimu, bila menurutmu itu yang terbaik.

Kau benar, mungkin berpisah adalah jawaban terbaik untuk hubungan kita. Aku tak punya alasan apapun untuk tetap mempertahankanmu. Kau itu terlalu baik, carilah laki-laki lain di luar sana yang akan mencintaimu dengan sepenuh hati. Aku tidaklah pantas menerima cinta darimu, karena harusnya aku hanyalah orang asing yang tak pernah sekalipun masuk dalam hidupmu. Aku bukan siapa-siapa, hanya orang yang dengan seenak hati mengacaukan perasaanmu pada Kiba, pun sama halnya dengan perasaan Kiba padamu.

Kurasa memang ada waktunya aku harus mengakhiri hubungan ini, agar setelahnya aku bisa jujur padamu. Aku mungkin tidak sama dengan laki-laki lain yang pintar sekali menyembunyikan masalah, aku justru tidak tahan melihat masalah yang ada dihadapanku. Kepalaku selalu sakit tiap kali memikirkanmu, terlebih hubungan kita. Bodohnya aku karena terlalu cepat menyatakan cinta, tanpa tahu resikonya. Ternyata pepatah lama benar ya, cinta itu selalu membutakan manusia.

Tapi jujur saja, sampai detik ini aku masih tak tahu kapan tepatnya kau mulai menyukaiku, kupikir hatimu masih tersangkut di orang itu. Aku juga baru tahu perasaanmu yang sebenarnya selama ini setelah membaca naskahmu, aku makin merasa diriku sangat-sangat bodoh karena telah melukai perasaanmu. Saat aku pergi, ada sedikit harapan bahwa kau akan lebih mudah melupakanku, tapi nyatanya kau justru semakin terluka. Aku benar-benar frustasi.

Note to Love 3 : Sekacau apapun hubungan kita, aku tak akan menolak meski harus menjadi jahat untukmu.

Jangan menjadi jahat karenaku, aku tidak pantas mendapat begitu banyak pengorbanan darimu. Harusnya aku yang berkorban, karena akulah yang memintamu menjadi pacarku, tapi kenyataannya kosong. Aku menelantarkanmu sendirian, tanpa tahu kau selalu menginginkan sebuah pertemuan. Aku setuju denganmu, pertemuan adalah modal utama untuk membuat sebuah hubungan yang baik. Semakin sering absen bertemu, perasaan diantara kita hanya menjadi semakin hambar.

Mendengarmu berbuat jahat demi diriku, aku… apa ya? Akhirnya aku tahu bahwa kau bukanlah orang yang mudah bermain-main dengan perasaan. Kau memberiku cinta begitu banyak, harusnya aku juga bisa mencintaimu dengan tulus sejak awal. bukannya berambisi mendapatkan cinta dengan alasan emosi. Terima kasih banyak Hinata, sekarang aku bisa bahagia karena aku tahu perasaanku benar-benar terbalas.

Ganti topik. Sejujurnya, aku sudah mendengar semuanya tentang Matsuri. Aku tahu mengapa wajahnya penuh luka, juga tahu alasan dibalik acara pindah dadakannya, karena tentunya dia sendiri yang bercerita padaku. Kau pasti marah terhadap sifat kekanakkannya kan? Aku juga. Aku lebih suka perempuan mandiri sepertimu, tidak terlalu berlebihan saat menceritakan keluh kesah. Aku juga benar-benar suka bagaimana caramu mencari uang sendiri di usia semuda itu.

Jadi, sekarang kau percaya kan bahwa selama ini aku tidak selingkuh darimu? Sudah kubilang, Matsuri yang terus-terusan menemuiku saat ada waktu, aku tidak pernah merencanakan apapun sama sekali. Bahkan ketika wajahnya penuh luka, dia tiba-tiba saja sudah duduk di sampingku dan menceritakan kekerasan yang dilakukan oleh temanmu. Dia termasuk pemberani ya, tak takut sama sekali bila nantinya temanmu berulah lagi. Haha.

Mungkin kau agak bingung dengan penjelasanku yang satu ini, tapi baca saja. Di awal tadi aku sudah menuliskan bahwa ada saatnya hubungan kita harus diakhiri, tapi aku tidak merencanakan sama sekali untuk memutuskanmu dengan alasan kesibukan yang tak juga berkurang sepanjang waktu. Aku memang punya rencana mengakhiri semuanya, tapi harusnya itu masih lama, dan kalaupun sudah tiba waktunya, aku bisa saja mengulur lebih lama lagi. Kau tahu, terkadang laki-laki itu sangat sulit untuk mengakhiri hubungan terlebih dulu. Tapi kesibukan kita tak membantu sama sekali, dan bila kutahan lebih lama, aku khawatir lama-kelamaan kau bosan dan berakhir membenciku.

Note to Love 4: Aku tidak mungkin bisa membiarkanmu pergi begitu saja. Kau itu terlalu berharga, apa kau sadar?

Maaf, aku tidak pernah tahu jika kau akan bertindak sebanyak ini untukku. Selama ini kupikir perasaanmu masih saja milik orang itu. Aku minta maaf, aku tidak benar-benar bisa menjadi kekasih yang baik untukmu. Aku hanya laki-laki yang menyusahkanmu, kan? Aku adalah orang tak tahu diri yang sudah membuat tulisanmu tertunda, dan aku juga yang membuatmu berhenti menulis kisah dengan akhir bahagia. Aku minta maaf. Kau harus kembali menulis seperti dulu.

Hinata, jika kau berjalan seribu langkah keluar dari rumah, kau akan tahu bahwa dunia sangatlah luas. Mungkin yang kau anggap berharga saat ini hanya akan menjadi sekeping memori yang lama-lama tergerus oleh kebahagiaan baru. Aku yakin orang sepertimu tidak akan terlalu sulit untuk mencari definisi bahagia meski tanpa diriku. Di luar sana pasti ada satu dari sekian banyak lelaki yang benar-benar akan menarik perhatianmu, menjadi obyek paling penting dalam hidupmu. Maaf karena orang itu bukan aku.

Aku bukan lagi bulan yang bisa menemanimu bersinar sepanjang malam, aku baru sadar bahwa diriku ini hanyalah bintang lain yang jaraknya bermil-mil jauh darimu. Aku akan bersinar sendiri di jalanku, tanpa mengganggumu. Ini yang terbaik untuk kita, percaya padaku. Jangan pernah merasa kecewa karena berpisah dariku, tapi kecewalah karena kau sudah pernah menjadi kekasih dari lelaki yang tak pernah tahu pengorbananmu sama sekali. Percayalah, kau harus kecewa karena yang satu ini.

Note to Love 5 : Terima kasih telah melonggarkan ruang di hatimu untuk mencintai seseorang sepertiku. Tapi, kita memang benar-benar masih saling mencintai, kan?

Aku yang harusnya berterima kasih. Karena kau, aku jadi tahu rasanya mengkhianati teman sendiri hanya untuk mendapatkan seorang perempuan. Rasanya benar-benar menyenangkan, seperti sedang melakukan kejahatan yang jika ketahuan, aku pasti masuk penjara. Tenang saja, aku sudah mendapat balasan yang setimpal tanpa harus masuk penjara sungguhan.

Aku senang bisa mengenalmu, karena kau juga sangat berharga bagiku. Mungkin aku sudah berkali-kali berganti wanita, tapi kau jelas satu-satunya yang tak akan pernah bisa terlupakan. Aku tak akan pernah melupakan rasa takut jika tiba-tiba ketahuan pacaran denganmu oleh si narsis itu, itulah mengapa aku selalu menyembunyikan hubungan kita. Saat itu aku benar-benar takut bila harus dijauhi semua sahabatku. Mungkin benar katamu, aku memang pengecut.

Hinata, apa menurutmu cinta saja sudah cukup untuk memperbaiki hubungan yang telah hambar? Jika bisa, aku tak akan pernah berhenti mencintaimu. Sayangnya, semua itu tidak berlaku pada hubungan kita. Aku pun tak tahu sefatal apa salahku hingga hubunganku sendiri harus rusak, harus menjadi imbasnya. Ah, bila diingat-ingat memang hubungan kita sangat menyedihkan. Well, berpisah memang yang terbaik.

Aku sepertinya termakan perkataan sendiri. Ingat saat kukatakan padamu bahwa cinta akan semakin hambar bila diumbar? Akhirnya aku dan kau benar-benar tahu bagaimana rasanya saat aku nekat menggandengmu di kampus dan ditonton banyak orang, termasuk Kiba. Tak lama setelah itu kita berpisah, berarti perkataanku benar kan?

Note to Love 6 : Seriously, what's wrong with you?

Aku juga ingin minta maaf untuk yang satu ini, saat itu aku benar-benar tak berniat membentakmu. Mungkin kau sudah tahu dari orang itu, atau mungkin juga tidak, tapi aku dan dia sempat bertengkar hebat. Alasannya tentu tidak lain dan tidak bukan adalah karena akhirnya dia tahu hubungan kita, dia menarik kerah kemejaku di kelas selepas aku nekat menggandengmu di kampus, meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya. Aku bilang padanya kalau ini semua sudah terlanjur, dan aku tidak bisa memperbaiki apa-apa lagi. Kemarahannya hampir masuk level meninju wajahku, beruntungnya teman-teman yang lain menariknya menjauh.

Aku tidak tahu mengapa dia berbuat sejauh itu jika memang dia hanya terus-menerus menghinamu sepanjang waktu. Tapi melihat matanya yang berkilat marah bahkan sampai menantangku adu tinju di kontrakan malam-malam sampai teman-teman yang melerai kami ikut dia tinju, aku jadi berpikir mungkin dia sudah mulai menyukaimu. Kurasa dia hanya belum menyadari perasaannya selama ini, dan mungkin juga hanya gengsi mengatakan cinta karena tahu kau yang lebih dulu menyukainya.

Jika setelah ini kau menjadi dekat dengan Kiba, tak apa. Bagiku tidak masalah kau dekat dengan siapa, selama menurutmu itu yang terbaik. Kejar saja cintamu bila memang sampai detik ini kau masih menaruh perasaan padanya. Jangan pernah pikirkan aku, sebab aku sudah berlalu.

Tapi sejujurnya, dari sekian banyak alasan yang membuatku berakhir mengkhianatinya, aku tetap punya penyesalan yang sangat-sangat besar. Dia satu-satunya teman terdekatku, kami tinggal di kontrakan yang sama, main selalu bersama, dan sekarang kami harus menjadi orang asing karena kesalahanku sendiri, tapi bukan berarti aku ingin mengatakan bahwa aku menyesal sudah menjadikanmu pacarku, tidak seperti itu. Aku mungkin tidak bisa menjelaskan yang lebih rinci dari ini, karena kami para lelaki juga punya sisi rumit yang tak akan bisa dimengerti perempuan, sebagaimana kami tak bisa mengerti rumitnya jalan pikiran kalian.

Note to Love 7 : Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi?

Aku masih mencintaimu Hinata, tapi tidak mungkin bisa sama seperti dulu. Aku tidak bisa mencintaimu dengan cara yang sama seperti dulu, karena aku bukan kekasihmu lagi. Sekarang kau benar-benar bebas dariku, karena aku tak punya hak melarangmu dekat dengan laki-laki lain. Aku tak berhak meminta waktumu meski hanya satu menit saja, karena suatu saat nanti akan ada seseorang yang memiliki seluruh waktumu. Tapi yang jelas, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Begitulah caraku mencintaimu mulai saat ini.

Jangan pernah bandingkan aku dengan orang lain, karena setiap orang selalu punya karakteristik yang berbeda. Jangan pernah menganggapku lebih baik dari siapapun, di luar sana pasti ada yang lebih baik, dan yang pasti bisa lebih menyayangimu. Maaf karena aku harus hadir di hidupmu atas dasar emosi pribadi, maaf juga karena aku merebut perasaanmu dari Kiba. Kuharap kau tak akan pernah terluka oleh seorang laki-laki lebih dari ini.

Note to Love 8 : Apa arti diriku bagimu?

Bagiku kau itu… apa ya? Sepertinya masih sangat sulit bagiku untuk mendeskripsikan dirimu, jalan pikiran kita mungkin sama rumitnya, hingga tak mudah bagiku untuk menebak wanita macam apa sebenarnya dirimu itu. Setelah berpikir berkali-kali, akhirnya aku dapatkan tiga hal mengenai dirimu. Jangan pikir aku hanya mencontek dari internet, aku melakukan penelitian sendiri semalaman, demi kau.

Pertama, kau menyukai Kiba tapi tidak menolak kehadiranku sama sekali. Kedua, kau itu selalu punya segudang ide untuk menulis cerita dengan akhir bahagia, tapi beberapa waktu belakangan kau menolak melakukannya dan lebih memilih menulis cerita menyedihkan yang tak pernah kau buat sebelumnya. Oh, aku tahu, kau pasti wanita yang sangat suka tantangan, kau suka mendalami hal baru agar tulisanmu tak monoton. Kau tahu, aku jadi semakin mengagumimu. Well, yang Ketiga, kau sangat jarang tersenyum belakangan, aku rindu Hinata yang sering tertawa bersamaku dulu, Hinata yang tak pernah berhenti tertawa saat aku melucu, meski aku tahu lawakanku selalu garing. Nah kan, aku jadi melantur kemana-mana.

Mungkin arti dirimu bagiku yang paling tepat adalah perkataanku di malam terakhir kita bertemu. Kau masih ingat percakapan kita malam itu, kan? Aku yakin kau bukan orang yang bisa melupakan hal bersejarah semudah itu. Tapi bila kau memang lupa, tak apa, akan kujabarkan lagi untukmu.

Kau itu seperti bintang yang bersinar paling terang di langit, kau adalah wanita yang paling bersinar dalam kisah hidupku. Saat itu, kau masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat tiga, tapi kau membuktikan kepiawaianmu dalam menulis. Kau semakin populer dikalangan mahasiswa seangkatanmu, juga angkatanku.

Tahu tidak, kau pasti akan menjadi penulis yang punya nama paling terang seperti bintang, meskipun aku tidak bisa menjadi bulan untukmu. Percayalah Hinata, suatu saat pasti ada yang akan menggantikan posisiku, akan ada lelaki baik yang menjadi bulan untukmu dan bersinar bersamamu sepanjang waktu. Well, aku sudah tidak mau berdebat tentang bulan dan bintang lagi denganmu, karena kau pasti tahu lebih banyak. Aku sendiri tidak pernah benar-benar tahu letak tata surya dengan tepat, karena aku bukanlah seorang scientist.

Note to Love 9 : Aku masih mencintaimu, aku harus bagaimana?

Kau hanya harus berhenti memikirkanku, karena aku juga sedang mencoba berhenti memikirkanmu. Mungkin bagimu aku sangat jahat memberi nasihat seperti ini, tapi suatu saat kau akan tahu mengapa kau harus melakukannya. Ini yang paling penting, kau tidak mau kan saat seseorang baru mulai memasuki hidupmu, kau masih saja belum mau meraih kebahagiaan bersamanya hanya karena masih terbayang-bayang masa lalu? Cobalah melawan rasa sakit itu, aku tahu kau pasti bisa karena kau perempuan yang sangat mandiri.

Kau tahu, pepatah lama tak sepenuhnya salah. Perpisahan memang awal dari sebuah kebahagiaan baru. Jangan pernah diam saja, karena kebahagiaan tak akan datang dengan sendirinya bila kita tak berusaha mencari. Mungkin hanya itu yang perlu kusampaikan padamu, terima kasih sudah pernah menjadi bagian dari hidupku. Kau adalah gadis yang paling terang dari sekian banyak bintang di langit. Kau adalah bintang yang bersinar paling terang di hatiku. Semoga di lain waktu, kita bisa kembali bicara sebagai teman baik. :)

Yang tak akan pernah melupakanmu,

Sabaku No Gaara

END

Yeay, akhirnya selesai sesuai harapan. Semoga reader sekalian tidak kecewa dengan endingnya, karena hanya ini kemampuanku. Dan semoga suatu saat nanti, saat aku kembali menulis ff, entah itu oneshot atau multichapter, tulisanku bisa semakin menunjukkan kemajuan. Terima kasih semuanya yang telah membaca, sudah bersedia mereview bahkan memasukkan fanfik ini ke dalam daftar fanfik favorit kalian.

Aku cinta kalian :)

Kalau suatu saat aku bisa meluluhkan hati penerbit, aku tidak ingin berhenti menulis di sini, karena ffn sangat berjasa dalam membentuk karakter menulisku. Semoga di lain kesempatan juga, para reader sekalian sudah berhenti melihatku galaw galawan, semoga aku mendapat kebahagiaan yang aku impikan selama ini. Terutama dari seseorang yang dicintai. /halah masih galaw :3/

Sekali lagi terima kasih sudah setia membaca ffku dari awal sampai akhir. Sampai jumpa di ceritaku yang lain. Dadah~

.

Salam manis,

Waan Mew