LOVE FOR YOU

Pairing : Yewon, Twins!Kyusung, slight!kisung

Genre : Yaoi, Brothership, Romace, Hurt/Comfort, Family, Drama etc.

Rate : T

Warning : BL, Un-official Pair, aneh, alur maksa, etc.

Disclaimer : Adapted from Summer Breeze by Orizuka ( I'll make some modification on the plot) and Inspired by Brother Step-Brother by Babycloudy

A Yewon Fanfiction © 2012 by Fairy_Siwoonie

.


~ HAPPY READING ~


.

Jam baru menunjukkan pukul 7 pagi, Yesung memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar villa milik Changmin sembari menunggu teman-temannya yang lain terbangun. Angin pantai yang berhembus pelan membuat tubuh namja manis itu sedikit menggigil.

Langkah Yesung terhenti di halaman belakang villa besar itu. Terlihat Kyuhyun tengah bermain basket sendirian di sana. Yesung lalu melangkahkan kakinya menghampiri Kyuhyun.

"Kyu-ah, kau sedang apa?" Tanya Yesung membuat Kyuhyun yang baru saja akan menembakkan bola ke dalam ring menoleh.

"Yesung? Kau sudah bangun?"

Yesung tersenyum dan mengangguk, "Kenapa kau bermain sendirian?"

"Anak-anak yang lain belum bangun. Sepertinya hanya kita berdua yang tidak pemalas di sini," Kyuhyun terkekeh.

Yesung ikut tertawa kecil, "Mungkin mereka sangat lelah,"

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya, "Kau ingin bermain?"

Yesung mengangkat alisnya, "Apa?"

"Bermain basket bersamaku. Bagaimana?"

"A-anni, aku tidak bisa bermain basket," Yesung menggelengkan kepalanya.

Namun Kyuhyun langsung melemparkan bola yang dibawanya pada Yesung dan dengan refleks Yesung menangkapnya

"Kau tidak akan pernah tahu kalau tidak mencoba," Kyuhyun mengerlingkan matanya.

"Ta-tapi aku benar-benar—"

"Kau tinggal melemparkannya saja. Tidak akan ada yang menghukummu kalau kau gagal," Ujar Kyuhyun seraya mengacungkan jempolnya.

Yesung menatap ring yang berada beberapa langkah di depannya. Entah mengapa tiba-tiba ring itu terlihat begitu jauh.

"Ayo lempar!" Seru Kyuhyun.

Yesung menggigit bibirnya. Ia mulai mengangkat bola di tangannya lalu melemparnya dengan sedikit ragu. Setelah itu Yesung langsung menutup kedua matanya. Baru setelah terdengar suara bola memantul di lapangan, namja manis itu kembali membuka matanya dan menatap Kyuhyun.

"A-apa masuk tadi?" Tanya Yesung.

Kyuhyun memutar bola matanya, "Masuk? Menyentuh ring saja tidak," Cibirnya seraya tertawa. Ia mengambil bola tadi dan kembali melemparkannya pada Yesung.

"Lempar yang kuat! Jangan ragu-ragu seperti tadi!" Seru Kyuhyun lagi.

"Ba-baik," Jawab Yesung. Ia kembali menatap ring. Dan entah mengapa ring itu kini justru terlihat semakin jauh.

Yesung melemparkan bola di tangannya dengan sekuat tenaga lalu memejamkan matanya erat.

Kyuhyun menatap bola yang dilemparkan Yesung itu meluncur deras ke arah ring. Dan tepat seperti yang ia perkirakan, bola itu terlalu kuat sampai membentur papan ring. Namun mata Kyuhyun seketika melebar begitu melihat bola itu kembali memantul kearah Yesung dengan kecepatan cukup tinggi.

"Yesung!"

Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung mendorong Yesung yang masih memejamkan matanya. Hampir saja keduanya terjatuh kalau Kyuhyun tidak segera mengendalikan keseimbangan tubuhnya.

Yesung menarik wajahnya dari pelukan Kyuhyun dan mengerjapkan matanya bingung, "A-ada apa?"

Kyuhyun berdecak namun kemudian tertawa, "Dasar kau ini!" Ujarnya seraya mengacak rambut Yesung pelan.

Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu mengambil bola yang masih terpantul pelan di lapangan.

"Coba lagi!"

"Su-sudah, Kyu-ah, aku tidak akan bisa," Jawab Yesung memelas.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan melempar bola itu pada Yesung, "Aku akan mengajarimu!" Ujarnya lalu berdiri di belakang Yesung dan memengang kedua tangan kecil Yesung.

"Pegang bolanya dengan benar dan pusatkan perhatianmu pada ring!" Ucap Kyuhyun seraya mengangkat tangan Yesung yang memegang bola.

Tiba-tiba jantung Yesung berdegup kencang. Lagi-lagi ada rasa hangat menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Tekuk sedikit lututmu, lalu lemparkan bola dengan kecepatan rata-rata! Sekarang lempar!" Seru Kyuhyun.

Yesung langsung melemparkan bolanya dengan sedikit bantuan dari Kyuhyun. Namja beriris caramel itu menahan napasnya dan menatap bola tadi gugup. Dan seolah seperti gerakan slow motion saat bola itu meluncur bebas ke ring dan berputar-putar di pinggiran ring beberapa saat seakan mempermainkan perasaan Yesung.

"Berhasil!" Sorak Yesung senang saat bola itu berhasil masuk ke dalam ring. Namja manis itu langsung berbalik dan memeluk Kyuhyun erat.

"Aku berhasil, Kyu-ah! Aku berhasil!"

Kyuhyun tertawa seraya membalas pelukan Yesung, "Kau lihat? Kau tidak akan pernah tahu kalau tidak mencobanya terlebih dulu,"

Yesung melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun masih dengan mata berbinar, "Terima kasih, Kyu-ah,"

Kyuhyun kembali mengacak rambut Yesung lalu mencium keningnya lembut, "Aku senang kalau kau senang," Ucapnya seraya tersenyum, "Happy birthday, Yesung."

Yesung tersenyum lalu mencium pipi kiri Kyuhyun, "Happy birthday juga, Kyu-ah."

"Hah~ aku sudah berkeringat. Kau sudah mandi?" Tanya Kyuhyun.

Yesung menganggukkan kepalanya, "Aku tadi sudah mandi,"

"Baiklah kalau begitu aku mandi dulu, ne? Sampai bertemu di ruang makan!" Seru Kyuhyun seraya berlari keluar dari lapangan.

Yesung melambaikan tangannya seraya tersenyum. Ia lalu kembali menatap bola yang tadi berhasil dilemparkannya.

Yesung baru saja akan kembali mengambil bola itu ketika ia merasakan sepasang tangan kekar melingkar di pinggangnya, membuat namja manis itu sedikit tersentak.

"Kau meninggalkan aku, hm?"

Yesung terkekeh pelan. Ia tidak perlu menoleh hanya untuk sekedar mengenali pemilik suara baritone itu.

"Tadi kau tidur nyenyak sekali, hyung. Aku tidak berani membangunkanmu," Jawab Yesung.

Siwon memutar tubuh Yesung dan membuat kedua iris caramel itu menatapnya.

"Tidak ada alasan! Kau tetap harus diberi hukuman!" Ujar Siwon seraya menyeringai.

Yesung memiringkan kepalanya beberapa derajat dan menatap Siwon tidak mengerti.

"Morning kiss~~" Lanjut Siwon yang seolah mengerti arti dari tatapan Yesung.

Yesung langsung membelalak protes dan mengerucutkan bibirnya, "Tadi kan sudah,"

Siwon mengangkat alisnya, "Tadi? Kapan?"

"Tadi saat kau tidur!" Jawab Yesung.

Tiba-tiba Siwon menyeringai, "Jadi kau mencuri ciuman dariku saat aku tidur, hm?" Godanya membuat pipi Yesung langsung memerah.

"A-aku— haiz! Baiklah!" Yesung menyerah. Ia sedikit berjinjit lalu mencium bibir Siwon sekilas. Namun tangan Siwon langsung menahan tengkuk Yesung sementara tangannya yang lain menarik pinggang kekasihnya itu semakin mendekat.

"Happy birthday, baby," Ucap Siwon di sela-sela ciumannya lalu mulai melumat bibir Yesung lembut.

Kyuhyun yang melihatnya dari kejauhan hanya menggelengkan kepalanya sembari terkekeh pelan.

"Apa yang kau lakukan di sini?" Sebuah suara menginterupsi, membuat Kyuhyun tersentak.

Kyuhyun menoleh dan menemukan Taecyeon berdiri di belakangnya.

"Mengintip mereka, huh?" Taecyeon menyeringai.

"Aku hanya tidak sengaja melihat!" Elak Kyuhyun.

Taecyeon mencibir, "Kau kalah dengan Yesung, eh? Yesung saja sekarang sudah memiliki kekasih, kau kapan?"

"Aku hanya masih belum menemukan orang yang ku cintai," sahut Kyuhyun membela diri.

Taecyeon memutar bola matanya, "Lalu kapan kau akan menemukannya kalau kau tidak mencari? Kenapa kau tidak memilih Changmin atahu Sungmin saja? Mereka pernah menyatakan perasaannya padamu, kan? Tapi kau malah dengan bodoh menolak dua-duanya,"

"Sudah berapa kali aku katakan, huh? Aku mencintai Changmin hyung dan Sungmin hyung itu sama seperti kau, Nichkhun hyung, dan Yoochun hyung. Aku tidak mau hanya karena masalah seperti ini persahabatan kita jadi hancur,"

"Haiz! Kau ini keren, banyak namja dan yeoja yang menyukaimu, tapi kenapa tidak ada satupun yang kau sukai? Apa jangan-jangan kau tidak punya hati, huh?" Taecyeon tertawa.

Kyuhyun tersenyum.

'Aku punya hati. Hanya saja, aku sudah membiarkan seseorang untuk menggenggamnya.'

.

.

~ 예 원 ~

.

.

Hari itu cuaca sungguh bersahabat. Langit terlihat begitu cerah dan angin pantai tidak berhembus sekencang kemarin. Sementara yang lain bermain voli di pinggir pantai, Yesung dan Siwon lebih memilih untuk bersepeda di sekitar pantai itu.

"Aku lelah, hyung. Bisa kita berhenti sebentar?" Pinta Yesung setelah cukup lama keduanya bersepeda di sekitar pantai.

Siwon tersenyum, "Tentu saja. Aku juga lelah," Jawabnya.

Siwon menghentikkan sepedanya lalu membawa Yesung duduk di atas hamparan pasir putih, membiarkan ombak yang bergulung-gulung kecil sesekali membasahi kaki dan sebagian tubuh mereka. Yesung duduk di depan Siwon dan menyandarkan kepalanya pada dada namja yang dicintainya itu. Seulas senyuman terukir indah di wajah manisnya.

"Hyung.." Panggil Yesung pelan.

"Ya, baby?" Jawab Siwon seraya memainkan rambut raven milik Yesung.

"Terima kasih,"

Siwon mengangkat alisnya, "Untuk?"

"Untuk melengkapi kebahagiaanku hari ini. Aku mencintaimu,"

Siwon terkekeh lalu mencium puncak kepala Yesung lembut, "Kau tidak perlu berterima kasih untuk itu, baby. Kau tahu aku juga sangat mencintaimu, bukan? Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga,"

"Aku sangat bahagia, hyung. Kalau pun hari ini aku harus mati, aku tidak apa-apa." Ucap Yesung yang tanpa sadar langsung membuat senyuman di bibir Siwon memudar.

"Apa yang kau bicarakan, huh? Kau tidak boleh berbicara seperti itu, Yesungie!"

Entahlah. Siwon hanya merasa tiba-tiba perasaannya tidak enak mendengar ucapan Yesung tadi. Ia seolah merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk.

Yesung menundukkan kepalanya seraya tersenyum samar, "Aku.. aku hanya takut Tuhan akan segera mengambil kembali kebahagiaan ini, hyung. Jadi aku rasa lebih baik Tuhan membuatku mati sekarang dengan membawa kenangan yang indah daripada aku harus merasakan kesedihan lagi nanti,"

"Aku akan berusaha membuatmu selalu merasa bahagia, baby. Aku berjanji. Jangan berbicara macam-macam seperti itu lagi, arra?"

Yesung kembali tersenyum. Ia sedikit mengangkat kepalanya lalu mengecup bibir Siwon sekilas, "Kau selalu membuatku merasa nyaman, hyung. Aku sudah cukup bahagia dengan kau selalu berada di sampingku,"

"Kalau begitu, aku berjanji aku akan selalu ada di sampingmu," Ucap Siwon seraya tersenyum.

Yesung kembali menyandarkan kepalanya di dada Siwon, "Lagipula, aku juga masih ingin hidup, hyung. Masih ada satu impian terbesarku yang belum terwujud,"

Siwon kembali mengangkat alisnya, "Apa itu?"

"Aku ingin membuat keluargaku bangga padaku seperti Kyuhyun,"

"Kau pasti bisa, baby. Aku akan membantumu mewujudkan impianmu itu." Ucap Siwon seraya menggenggam jemari mungil Yesung.

"Tapi apa yang bisa aku lakukan? Membaca dan menulis saja kemampuanku hanya di bawah rata-rata," Yesung mendesah tidak bersemangat.

"Kau tidak harus hebat membaca dan menulis untuk membuat keluargamu bangga. Pasti ada hal lain yang bisa kau lakukan untuk mereka. Tunggu! Kau bisa menyanyi, bukan? Kau pasti bisa membuat mereka bangga dengan suara indahmu itu, baby," Ujar Siwon antusias.

Yesung menggeleng pelan, "Tidak, hyung. Daddy ingin aku bisa seperti Kyuhyun. Daddy tidak suka aku menyanyi. Daddy bilang aku hanya semakin membuat keluarga kami malu dengan menyanyi."

"Apa? Daddy-mu bicara seperti itu? Tapi bagaimana bisa? Suaramu sangat indah, Yesung. Aku bahkan yakin kau bisa menjadi seorang penyanyi yang terkenal kalau kau mau suatu hari nanti,"

"Aku tidak mau, hyung. Aku takut membuat Daddy kecewa lagi. Aku tidak bisa melakukan apapun untuk membuat Daddy bangga seperti Kyuhyun, jadi yang bisa kulakukan hanya menuruti semua kemauan Daddy,"

"Termasuk kuliah di Seoul National University?"

Yesung kembali mengangkat kepalanya dan menatap Siwon bingung, "Darimana kau tahu? Aku belum menceritakannya, kan?"

"Kau menulisnya di notebook-mu, kau lupa?"

Yesung mengerjapkan matanya, "Kau benar-benar membaca semua isinya, hyung?"

Siwon tersenyum dan mengangguk, "Aku membacanya semalaman."

Yesung menundukkan kepalanya, "Apa aku terlihat seperti yeoja dengan menulis curahan hatiku di notebook seperti itu, hyung?"

Siwon terkekeh, "Sebenarnya kau memang terlihat seperti yeoja dengan menulis buku harian seperti itu,"

"Aku.. aku hanya tidak memiliki siapapun untuk bercerita saat itu. Tidak pernah ada yang mau mendengarkan aku bicara."

Siwon merasakan setetes cairan bening jatuh membasahi punggung tangannya. Ia langsung menangkup wajah Yesung dan memaksa namja manis itu untuk menghadapnya.

"Yesungie, kau menangis?" Tanya Siwon cemas.

Yesung menggeleng pelan dan menghapus air matanya, "Maaf, hyung. Aku tahu tidak seharusnya aku menangis,"

Siwon langsung membawa Yesung ke dalam pelukannya, "Maaf, baby. Aku tidak bermaksud membuatmu mengingat masa lalumu lagi. Aku mohon jangan menangis.."

Yesung menarik wajahnya dari pelukan Siwon, "Ini bukan salahmu, hyung. Aku saja yang terlalu cengeng," Ujarnya seraya tersenyum.

Siwon ikut tersenyum, "Baiklah, karena hari ini adalah hari ulang tahunmu, kau tidak boleh menangis. Kau harus selalu tersenyum. Kau mengerti?"

Yesung mengangguk imut membuat Siwon terkekeh.

"Aku rasa aku adalah namja paling beruntung di dunia karena memiliki kekasih seimut dirimu, baby." Siwon mencubit pipi chubby Yesung gemas.

"Kau salah, hyung. Aku lebih beruntung karena memilikimu," Yesung tersenyum lalu kembali memeluk Siwon erat.

Siwon tertawa dan membalas pelukan Yesung, "Baiklah kalau begitu kita sama-sama beruntung karena saling memiliki,"

Yesung kembali menngangguk di dalam pelukan Siwon.

"Err, bagaimana kalau kita beryanyi bersama?"

Yesung menggeleng pelan, "Aku tidak mau bernyanyi lagi,"

"Hey, ayolah.. di sini hanya ada kita berdua. Daddy-mu tidak akan tahu kau menyanyi,"

Yesung tetap menggeleng.

Siwon mendesah pura-pura kecewa, "Kau tidak mau bernyanyi untukku?"

Yesung langsung menarik kepalanya dari pelukan Siwon, "Bu-bukan begitu, hyung. Aku.. aku—"

"Kalau begitu kau harus bernyanyi!" Siwon memainkan alisnya.

Yesung mengerucutkan bibirnya, "Kau dulu yang bernyanyi!"

Siwon terlihat berpikir sejenak, "Tapi jangan tertawa kalau suaraku tidak seindah suaramu, okay?"

Yesung mengangguk lalu kembali menyamankan posisinya di dada Siwon.

Ddareureung sori juhnhwareul deulmyuhn

deullyuhoneun geudae moksori

Yesung terkekeh pelan. Sepertinya tidak ada satupun hal yang berkaitan dengan dirinya yang tidak di ketahui Siwon. Lagu itu.. lagu favoritnya.

Bogopeun maeum ganulsu uhbsuh

keunmamuhkgo juhnhwahaeddaeyo

Mereka berdua lalu bernyanyi bersama.

Haenimi bangshil dalnimi binggeut
Woorideurui sarangeul jikyuhbwa juneun guht gatayo

Gaseumeuro neukkyuhboseyo
Nan uhlmamankeum geudaeane inneunji
Geu ipsullo marhaeboseyo
Oraejuhnbutuh nareul saranghaewaddago marieyo
Mannamyuhn ddaeron jogeuman ire hwareul naego torajijiman
Eure geu daeumen hwahaehaenohgo dorasuhsuh na honja woonne

Yesung tertawa kecil, "Suaramu indah, hyung."

"Tapi tetap tidak seindah suaramu,"

"Bukankah kau yang mengatakan kalau kita harus saling melengkapi?" Yesung memiringkan kepalanya seraya tersenyum.

Siwon ikut tertawa, "Kau lihatkan? Kau itu memiliki kelebihan, baby. Jadi berhenti memandang rendah dirimu sendiri. Ada hal yang kau miliki dan tidak dimiliki oleh orang lain."

Yesung kembali memandang hamparan laut di depannya, "Kau tahu, hyung? Kata-katamu selalu berhasil membuatku merasa hangat,"

"Dan kau tahu, baby? Senyumanmu juga selalu berhasil membuatku merasa hangat. Jadi kau harus selalu tersenyum untukku, okay?" Ucap Siwon seraya mengecup perpotongan leher Yesung.

Yesung terkikik geli. Ia langsung mencipratkan air ke wajah Siwon, membuat namja maskulin itu tersentak.

"Yah! Apa yang kau lakukan?" Seru Siwon.

Yesung tertawa dan terus mencipratkan air pada Siwon.

"Yah! Yesung berhenti!" Seru Siwon kini dengan membalas mencipratkan air pada Yesung. Keduanya tertawa. Sejenak, Siwon melupakan firasat buruk yang tadi sempat menganggunya.

Mereka berdua lalu berkejar-kejaran tanpa mempedulikan tubuh keduanya basah kuyup. Namun langkah Yesung terhenti saat Siwon terus berlari ke tengah pantai.

Siwon yang merasa Yesung tidak mengejarnya lagi pun langsung berhenti dan berbalik menatap kekasihnya itu.

"Ada apa, Yesung?" Seru Siwon dengan suara yang cukup keras karena jarak mereka saat ini memang cukup jauh.

"Aku takut, hyung! Aku tidak bisa berenang! Jangan bermain di sana!" Balas Yesung dengan suara yang tidak kalah keras.

Terlihat Siwon tertawa membuat Yesung menatapnya bingung.

"Kau tidak perlu takut, baby! Kau lupa ada aku yang akan selalu menjagamu di sini?!"

Yesung tetap menggeleng, "Aku takut tenggelam!"

Siwon terus tertawa. Namun tiba-tiba tawa Siwon memudar membuat Yesung yang melihatnya dari kejauhan mau tidak mau merasa panik.

Siwon memegangi kakinya seraya meringis kesakitan membuat Yesung semakin panik.

"Siwon hyung! Kau kenapa?!" Seru Yesung.

"Ka-kakiku akh!" Siwon memekik.

"Hyung, jangan main-main! Ini tidak lucu!" Yesung terlihat semakin panik.

Namun bukannya menjawab, Siwon malah jatuh pingsan dan langsung tenggelam mengingat ia berada cukup jauh dari pantai.

Mata Yesung seketika melebar. Tanpa pikir panjang, ia langsung berlari ke tempat terakhir kali Siwon terlihat sebelum tenggelam.

"SIWON HYUNG!" Seru Yesung panik. Air mata mulai membuat jalannya di wajah manisitu.

"Siwon hyung, kau di mana?! Jangan bercanda, hyung!"

Yesung terus berteriak memanggil nama Siwon. Air matanya mengalir semakin deras. Ia tidak peduli dengan air laut yang kini sudah hampir mencapai dadanya.

Namun tiba-tiba sepasang tangan kekar melingkar di pinggang Yesung membuat namja manis itu tersentak.

"Tidak menakutkan, kan?" Tanya sosok di belakang Yesung itu diiringi dengan suara kekehan kecil.

Yesung langsung berbalik dan memeluk Siwon –sosok itu erat.

"Kau jahat, hyung! Kau membuatku takut! Aku tidak mau kehilanganmu! Jangan meninggalkan aku hiks.." Tangis Yesung semakin pecah di dalam pelukan Siwon.

Siwon meraih wajah Yesung dan menangkupnya, "Hey, aku hanya bercanda, baby. Jangan menangis.." Ucapnya seraya menghapus air mata Yesung.

"Ini tidak lucu, hyung! Kau membuatku takut!" Seru Yesung kesal. Air mata masih terus mengalir di kedua pipinya meskipun Siwon sudah menghapusnya.

Siwon mengecup bibir Yesung, "Maaf, baby. Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu."

"Kau jahat hiks.."

"Maafkau aku. Aku berjanji tidak akan mengerjaimu lagi. Jangan menangis, okay?"

Yesung menghapus air matanya sendiri, "Kalau kau melakukannya lagi, aku tidak akan pernah memaafkanmu,"

Siwon tersenyum lalu memeluk Yesung erat, "Aku berjanji. Maaf membuatmu panik,"

Yesung hanya mengangguk pelan.

Tiba-tiba Siwon melepaskan pelukannya dan berlari meninggalkan Yesung membuat namja bermata caramel itu kembali tersentak.

"Yang terakhir sampai di tepi pantai harus menggendong yang menang sampi ke villa!" Seru Siwon seraya tertawa.

"Yah! Kau curang, hyung!" Yesung langsung berlari mengejar Siwon ke tepi pantai, namun tiba-tiba ia tergelincir.

Siwon yang melihatnya hanya tertawa, "Kau ingin membalasku, huh? Tidak akan mempan!"

Yesung merasakan dadanya sesak. Bayangan ketika ahjumma-nya menenggelamkannya di kolam renang satu tahun yang lalu dan Mr. Kim yang mengguyurnya di kamar mandi malam itu kembali berputar-putar di kepalanya. Air mata mulai mengalir dari kedua iris caramel miliknya meskipun langsung tersamarkan oleh air laut.

Siwon terus tertawa, namun Yesung yang tidak kunjung muncul ke permukaan mau tidak mau mulai membuatnya merasa cemas. Mustahil jika Yesung sengaja menahan napas di dalam air selama itu hanya untuk membalas Siwon, bukan?

Siwon langsung berlari menghampiri Yesung. Beruntung, namja manis itu masih berada di sana dan tidak terbawa arus. Dengan wajah cemas, Siwon langsung mengangkat tubuh Yesung dan membawanya ke tepi pantai.

"Yesung bangun Yesung! Aku aku mohon bangun!" Siwon menepuk pipi Yesung dengan panik. Merasa tidak segera mendapatkan respon, ia langsung memberikan napas buatan untuk Yesung.

"Uhk!" Yesung mulai terbatuk dan memuntahkan air yang tadi tidak sengaja tertelan olehnya.

Siwon menatap cemas namja yang mulai mengerjapkan matanya itu.

"Si-Siwon hyung.." Lirih Yesung.

Siwon langsung mendekap tubuh Yesung, "Maafkan aku, Yesungie.. maafkan aku.."

Yesung kembali terbatuk.

Siwon terus mengucapkan kata maaf masih dengan mendekap tubuh Yesung erat. Ia seolah tidak percaya bahwa ia baru saja hampir kehilangan Yesung-nya karena kecerobohannya sendiri.

.

.

~ 예 원 ~

.

.

Kyuhyun yang baru saja selesai mandi langsung melebarkan matanya begitu melihat Siwon menggendong Yesung bridal style memasuki villa dengan wajah cemas.

"Ada apa dengan Yesung, Siwon?" Tanya Kyuhyun panik seraya mengejar Siwon yang membawa Yesung ke kamar mereka.

"Tadi Yesung tenggelam," Jawab Siwon membuat mata Kyuhyun semakin melebar.

"Apa? Tenggelam? Bagaimana bisa?"

"Ini salahku! Aku terlalu ceroboh!" Siwon meremas rambutnya dengan kasar membuat Kyuhyun semakin bingung.

Kyuhyun menatap wajah Yesung yang memucat dengan napas tersengal.

"Kita harus membawanya ke rumah sakit!" Seru Kyuhyun. Ia baru saja akan mengangkat tubuh Yesung, namun tangan adik kembarnya itu langsung menahannya.

"Ti-tidak perlu, Kyu-ah. Aku tidak apa-apa.." Ucap Yesung pelan, yang bahkan nyaris terdengar seperti bisikan.

"Tidak, Yesung! Kau harus ke rumah sakit!" Seru Kyuhyun lagi.

Yesung tetap menahan tangan Kyuhyun, "Ak-ku tidak mau. Kita tetap harus merayakan ulang tahun kita di sini,"

Kyuhyun melebarkan matanya, "Itu tidak penting, Yesung-ah! Sekarang yang terpenting adalah KAU! Kau harus—"

"Ini penting untukku, Kyu-ah. Aku mohon.." Pinta Yesung dengan mata terpejam erat.

Kyuhyun menatap Siwon, Siwon hanya menganggukkan kepalanya seolah mengisyaratkan pada Kyuhyun agar menuruti permintaan Yesung.

Kyuhyun menghela napas, "Baiklah. Siwon-ah, tolong kau cari obat untuk Yesung. Aku tidak mau dia demam. Aku akan mengganti bajunya,"

"Baiklah," Ucap Siwon yang kemudian langsung keluar dari kamar itu.

"Aku ambil baju untukmu dulu, ne?" Ucap Kyuhyun lalu beranjak bangkit, namun Yesung tidak mau melepaskan genggaman tangannya.

"K-Kyu.. a-aku dingin.. bisakah k-kau memeluk-ku?" Pinta Yesung masih dengan suara pelan.

"Aku akan mengganti bajumu dulu agar kau tidak kedinginan, Yesung. Kau—"

"Na-nanti saja. Aku.. aku hanya ingin kau memelukku sekarang.."

Kyuhyun menatap Yesung beberapa saat sebelum akhirnya ia menghela napas. Ia lalu membaringkan tubuhnya di samping Yesung dan memeluk adik kembarnya itu erat.

"Yesung-ah, kita ke rumah sakit saja, ne?" Bujuk Kyuhyun lagi begitu merasakan tubuh Yesung yang berada di dalam pelukannya menggigil.

Yesung menggeleng, "Aku akan baik-baik saja, Kyu-ah. A-aku tidak mau acara kita hari ini gagal hanya ka-karena aku sakit. Aku.. aku ingin merayakan ulang tahun bersamamu,"

"Kita masih punya banyak waktu, Yesungie. Kita bisa merayakan ulang tahun bersama lagi nanti," Kyuhyun masih berusaha membujuk Yesung.

"Aku takut tidak memiliki kesempatan lagi. Aku.. aku merasakan firasat buruk, Kyu-ah. Ja-jadi kalau aku memang tidak akan memiliki waktu lagi, aku tidak akan menyesal karena aku sudah merayakan ulang tahun bersamamu..."

Kyuhyun memeluk Yesung semakin erat, "Aku mohon jangan berbicara seperti itu, Yesung! Kau membuatku takut! Kita masih memiliki banyak waktu untuk bersama. Kita akan merayakan ulang tahun bersama lagi nanti!"

Kyuhyun tidak tahu, namun tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang aneh. Ia takut, karena perasaannya mengatakan hal yang sama seperti yang baru saja Yesung ucapkan. Ia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka. Namun Kyuhyun langsung menepis perasaan itu. Ia hanya berharap ia terlalu cemas sehingga berpikiran yang tidak-tidak.

"Kyu-ah, aku ingin tidur sebentar. Na-nanti kalau pestanya akan dimulai, kau bangunkan aku, ne?" Ucap Yesung lirih.

Kyuhyun mengangguk dan mengecup kening Yesung lembut, "Aku akan menjagamu,"

Yesung tersenyum. Ia lalu menyamankan posisinya di dalam pelukan Kyuhyun dan mulai terlelap, mencoba mengabaikan semua firasat buruknya.

.

.

~ 예 원 ~

.

.

Malam itu suara music terdengar cukup keras dari villa Changmin. Pesta ulang tahun Yesung dan Kyuhyun sudah berlangsung sejak tiga puluh menit yang lalu. Awalnya mereka berniat untuk membatalkan acara itu dan kembali ke Seoul karena keadaan Yesung terlihat tidak terlalu baik. Namun Yesung memohon pada mereka untuk tetap melanjutkan acara itu. Akhirnya mereka semua menuruti permintaan Yesung. Siapa yang bisa menolak jika melihat Yesung memohon dengan air mata yang menghiasi wajah pucatnya?

Taecyeon, Nichkhun, Eunhyuk dan Donghae tengah melakukan battle dance di tengah ruangan yang sudah dihias oleh Sungmin dan temannya yang lain sore tadi. Yoochun, Sungmin dan Chamngin hanya menyaksikannya dan sesekali bersorak memberikan dukungan. Kyuhyun yang berdiri di samping Changmin hanya terdiam dan terus menatap cemas Yesung yang duduk di sofa bersama Siwon.

Yesung menyandarkan kepalanya di dada Siwon sementara Siwon memeluknya erat. Wajah Yesung terlihat sedikit pucat dan tatapan matanya meredup. Membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan merasa khawatir.

Siwon memeluk Yesung erat. Terlihat cairan bening menghiasi kedua sudut emerald itu. Ia merasa sangat bersalah. Biar bagaimanapun, Yesung seperti ini karena dirinya. Yesung tidak mungkin seperti ini jika ia tidak mengerjainya dan membuat Yesung tenggelam tadi.

"Maafkan aku, baby.." Ucap Siwon untuk kesekian kalinya. Ia sendiri bahkan tidak ingat sudah berapa ratus kali ia mengucapkan kata maaf sejak dari pantai tadi.

"Aku tidak apa-apa, hyung. Berhentilah meminta maaf.." Jawab Yesung pelan.

"Tapi kalau bukan karena kebodohanku kau pasti tidak akan seperti ini di hari ulang tahunmu.."

Yesung mengangkat kepalanya lalu mengecup bibir Siwon lembut, "Aku tidak apa-apa, hyung. Aku bahagia.." Ucapnya seraya tersenyum.

Siwon mencium puncak kepala Yesung dan memeluknya semakin erat, "Lebih baik kita ke kamar, ne? Kau harus istirahat, baby,"

Yesung menggeleng pelan, "Aku ingin di sini, hyung."

Siwon menghela napas berat. Ini adalah penolakan Yesung untuk yang kesekian kalinya.

"Yesung, saatnya meniup lilin. Kau bisa berdiri? Atahu kuenya dibawa ke sini saja?" Tanya Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah berada di samping mereka.

Yesung tersenyum dan menggeleng, "Aku bisa berdiri," Ucapnya lalu bangkit dibantu oleh Siwon dan juga Kyuhyun.

Mereka bertiga lalu bergabung bersama yang lain di depan sebuah kue tart yang cukup besar. Kue itu adalah kue buatan Donghae dan Sungmin sebagai hadiah untuk Yesung dan Kyuhyun.

"Kalian harus 'Make a wish' dulu sebelum meniup lilin, okay?!" Ujar Sungmin.

Yesung dan Kyuhyun tersenyum. Mereka lalu memejamkan matanya dan mengucapkan harapan mereka di dalam hati. Beberapa saat kemudian mereka membuka matanya bersamaan kemudian meniup lilin berbentuk angka 20 yang diletakkan di atas kue tadi.

"Yay! Happy birthday!" Sorak semua orang yang ada di ruangan itu.

"Happy birthday, baby," Ucap Siwon seraya mengecup lembut bibir Yesung seklias.

Yesung tersenyum, "Terima kasih, hyung."

Yesung lalu beralih menatap Kyuhyun yang berdiri di samping kanannya, "Happy birthday, Kyu-ah~~" Ucapnya masih dengan tersenyum lalu mencium pipi kiri Kyuhyun.

"Happy birthday juga, Yesung~~" Balas Kyuhyun seraya mengecup kening Yesung.

"Huh~~ aku jadi iri pada kalian! Aku ingin punya saudara kembar!" Seru Eunhyuk yang langsung di sambut gelak tawa.

Tiba-tiba Kyuhyun merasakan ponselnya bergetar. Kyuhyun mengangkat alisnya begitu melihat nama Mr. Kim tertera di layar ponselnya.

"Ya, Daddy?"

"Kyu-ah, Daddy dengar dari Mommy kau sedang ada di Incheon. Benarkah?" Tanya Mr. Kim dari line seberang.

"Iya, Dad. Aku berlibur di villa Changmin hyung untuk merayakan ulang tahunku dan Yesung."

"Ah iya, selamat ulang tahun, ne? Maaf Daddy tidak bisa mengucapkannya secara langsung karena Daddy masih ada di China,"

"Terima kasih, Dad~~"

"Apa Yesung ada di situ?" Tanya Mr. Kim lagi membuat Kyuhyun kembali mengangkat alisnya.

"Apa?"

"Daddy ingin berbicara dengan Yesung. Apa Yesung ada di situ?"

"Y-ya, Yesung ada di sini," Jawab Kyuhyun membuat Yesung yang sedari tadi memperhatikannya terkejut.

"Berikan ponselnya pada Yesung,"

"Tapi—"

"Daddy hanya ingin berbicara dengan Yesung sebentar, Kyu-ah. Kau tidak perlu khawatir,"

Kyuhyun terlihat berpikir beberapa saat sebelum kemudian ia mengangguk, "Baiklah~~" Ucapnya lalu memberikan ponselnya pada Yesung.

Yesung menatap Kyuhyun tidak mengerti.

"Daddy ingin berbicara denganmu," Ucap Kyuhyun.

Dengan ragu, Yesung meraih ponsel Kyuhyun. Tangannya terlihat sedikit gemetar.

"Da-Daddy.."

"Yesung-ah, selamat ulang tahun," Ucap Mr. Kim.

Mata Yesung melebar membuat semua yang menatapnya khawatir. Tentu saja Yesung sangat terkejut. Ia tidak menyangka jika ia akan mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari Mr. Kim.

"Sekarang kau sudah 20 tahun, kan? Kau sudah besar. Bersikaplah dewasa. Jangan pernah melakukan hal-hal yang mengecewakan Daddy lagi." Tambah Mr. Kim.

Perlahan air mata mulai membuat jalannya di kedua pipi Yesung. Kalimat itu mungkin memang biasa diucapkan oleh Mr. Kim, namun kali ini Yesung merasa berbeda. Ia bisa merasakan kehangatan dari ucapan itu.

Yesung terdiam. Ia seolah tidak mampu menyusun kata-kata hanya untuk sekedar membalasnya dengan ucapan terima kasih.

"Yesung, apa kau masih di sana?" Tanya Mr. Kim setelah cukup lama tidak segera mendapatkan jawaban dari Yesung.

"Y-ya, Dad. Terima kasih," Ucap Yesung lirih. Ia tidak mau Mr. Kim mendengar isakannya.

"Baiklah, Daddy harus kembali bekerja. Sampaikan salam Daddy untuk Kyuhyun dan semua teman kalian. Jangan tidur terlalu malam," Ujar Mr. Kim sebelum kemudian memutuskan sambungan teleponnya.

Sembilan orang yang sedari tadi memperhatikan Yesung mau tidak mau merasa cemas melihat air mata namja manis itu mengalir perlahan membasahi pipi pucatnya.

Yesung menutup teleponnya dan langsung memeluk Kyuhyun. Ia menumpahkan air matanya di sana.

"Yesung-ah, apa yang terjadi? Apa Daddy menyakitimu lagi?" Tanya Kyuhyun cemas.

Yesung menggeleng pelan, "Tidak, Kyu-ah. Aku bahagia.." Isaknya.

"Apa yang Daddy katakan? Daddy benar-benar tidak mengucapkan kata-kata kasar padamu, kan?"

Yesung kembali menggeleng, "Daddy hanya memberiku ucapan selamat."

Mata Kyuhyun sedikit melebar. Mr Kim? Memberi Yesung ucapan selamat? Ah~~ pantas saja Yesung menangis. Adik kembarnya itu pasti merasa sangat terkejut sekaligus bahagia.

Yesung melepasakan pelukan Kyuhyun dan menghapus air matanya, "Maaf, tidak seharusnya aku menangis di saat seperti ini,"

"Tidak perlu meminta maaf, Yesung-ah. Kami mengerti," Jawab Changmin seraya tersenyum.

Yesung tersenyum lalu beralih menatap Siwon yang berdiri di belakangnya, "Hyung, aku ingin istirahat. Bisa mengantarku ke kamar?"

Siwon ikut tersenyum. Akhirnya Yesung mau istirahat.

"Tentu saja," Jawab Siwon seraya meraih tubuh Yesung ke dalam pelukannya dan membawa namja manis itu ke kamar mereka.

"Aku juga akan mengantarmu!" Seru Kyuhyun seraya mengejar Yesung dan Siwon.

"Ti-tidak perlu, Kyu-ah. Ini kan acara kita, tidak lucu kalau kita berdua pergi. Kau di sini saja. Lanjutkan acara kalian~" Ujar Yesung seraya tersenyum.

"Sudah, Kyu, biarkan Yesung istirahat. Lagipula sudah ada Siwon yang akan menjaganya." Sambung Sungmin.

Kyuhyun menghela napas, "Baiklah. Selamat tidur~~" Ucapnya kemudian.

Yesung tersenyum sebelum kemudian kembali berjalan ke kamarnya bersama Siwon.

Siwon membantu Yesung berbaring di atas tempat tidurnya dengan sangat hati-hati lalu ia sendiri duduk di sampingnya.

"Hyung, kau kembali saja ke bawah. Aku tidak apa-apa sendirian," Ujar Yesung pelan.

"Aku ke sini untukmu, baby. Kalau tidak ada kau di bawah, untuk apa aku di sana? Lebih baik aku di sini bersamamu," Jawab Siwon seraya tersenyum lalu mengecup lembut kening Yesung.

"Maaf aku selalu merepotkanmu, hyung. Di saat seperti ini aku justru sakit.." Yesung menundukkan kepalanya.

"Tidak, Sungie-ah. Kau tidak pernah merepotkan aku. Berhenti berbicara seperti itu, okay? Aku selalu dengan senang hati melakukan apapun untukmu,"

Yesung tersenyum, "Terima kasih, hyung. Aku mencintaimu,"

Siwon ikut tersenyum, "Sebelum kau tidur, kau harus meminum obatmu dulu. Kau tunggu sebentar, ne? Aku akan mengambil minum di bawah,"

Yesung menganggukkan kepalanya.

Siwon lalu bangkit dan keluar dari kamar itu.

Kyuhyun yang melihat Siwon turun dari lantai dua langsung bergegas menghampirinya.

"Ada apa?" Tanya Kyuhyun. Kecemasan terpancar jelas dari suara bass miliknya.

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin mengambil minum untuk Yesung," Jawab Siwon seraya tersenyum membuat Kyuhyun bernapas lega.

"Aku akan mengambilnya di dapur. Kau tunggu di sini saja," Ujar Kyuhyun lalu pergi ke dapur meninggalkan Siwon.

"Baiklah," Jawab Siwon. Ia memutuskan untuk menghampiri teman-temannya sembari menunggu Kyuhyun kembali.

"Bagaimana keadaan Yesung, Siwon-ah? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Donghae.

"Aku tidak terlalu yakin, hyung. Tapi aku senang akhirnya Yesung mau istirahat," Jawab Siwon.

"Huh~~ kenapa ada orang yang hidupnya begitu menderita seperti Yesung? Bahkan di hari ulang tahunnya saja dia malah sakit." Nichkhun menggelengkan kepalanya.

"Iya, aku juga berpikir seperti itu. Aku bahkan tidak melihat aura namja lagi dari dalam diri Yesung." Sambung Changmin.

"Aku hanya heran, bagaimana bisa dulu Yesung sama sekali tidak memiliki teman? Ya, meskipun Yesung memiliki IQ yang rendah, tapi dia sangat manis dan baik, bukan? Aku rasa di dunia ini pasti juga ada orang yang lebih bodoh dari Yesung,"

"Itu karena Yesung kurang beruntung." Jawab Donghae.

"Haiz! Jangan membiacarkan orang!" Seru Sungmin seraya memutar bola matanya.

"Sungmin hyung benar. Jangan membicarakan orang!" Sahut Kyuhyun yang berjalan menghampiri mereka dengan segelas air putih di tangannya.

"Uhk!" Tiba-tiba Nichkhun terbatuk, "Kenapa ada asap?"

"Iya, kenapa ada asap? Kau menyalakan kompor, Kyu?" Tanya Taecyeon seraya menutupi mulut dan hidungnya.

Sungmin mengamati sekelilingnya. Tiba-tiba matanya melebar begitu melihat percikan api dari beberapa bagian Villa besar itu.

"Kebakaran!" Seru Sungmin membuat semuanya tersentak.

Siwon dan Kyuhyun langsung saling berpandangan.

"YESUNG!"


~ To Be continued ~