Title : Just to Say I LOVE YOU

Cast : Luhan, Sehun. And others

Genre : Hurt/Comfort, Fantasy, Shounen Ai/ YAOI

Summary : Xi Luhan, seorang putri gubernur teramat cantik dari Dinasti Chin jatuh cinta pada pengawal bangsawan bernama Shi Xun, namun pengawal tersebut meninggal karena suatu perang. Luhan memohon kepada Dewa untuk mengembalikan cintanya. Dewa mengabulkan do'a Luhan dengan cara Luhan akan mengalami reinkarnasi. Namun sialnya Luhan mengalami reinkarnasi tidak sempurna hingga membuatnya menjadi seorang PRIA!

Lulu Baby 1412

Present

Just to Say I LOVE YOU

Chapter 8

. . .

. .

.

AUTHOR POV

.

April 11, 2015

.

Sudah hampir setahun Luhan menghilang dan lenyap bagai ditelan bumi. Semuanya sangat berubah drastis. Terutama kehidupan yang Sehun alami, tiada hari yang bisa membuatnya untuk tersenyum. Sejak waktu ia mendapatkan semua ingatannya, Sehun baru menyadari bahwa Luhan adalah nafasnya dan pencipta senyumnya. Jadi tidak memungkinkan untuk membuat Sehun tersenyum tanpa ada Luhan dikehidupannya.

Sehun juga tidak bisa merasakan bahagia sama sekali walaupun ia sudah bercerai dengan Yoo jung beberapa bulan lalu. Yang Sehun rasakan hanya kehampaan dan kekosongan belaka. Bahkan tepat sehari sebelum hari peringatan ulang tahunnya, Sehun tak menunjukkan senyumannya sama sekali. Yeah, Sehun tak pernah menunjukkan senyumannya sejak hari itu…

Sejak hari tepat setelah Luhan lenyap…

Sehun terbangun dengan perasaan shock. Dia mengira semuanya hanyalah mimpi, tapi nyatanya tidak. Luhan tidak ada disekitarnya dan dirinya masih berada tepat didepan pagoda Bei Hai. Yang ada disekitarnya hanyal setangkai krisan peninggalan Luhan. Sehun menangis hebat dihari itu. Sampai sore harinya Chanyeol dan Baekhyun datang menjemputnya untuk pulang. Sebelum itu mereka sempat mendo'akan jiwa Luhan yang mungkin bersemayam pada kuil pagoda Bei Hai itu.

Sepulangnya, Sehun sama sekali tidak pernah terlihat menunjukkan wajah yang bahagia. Tepatnya ia selalu menampakkan wajah datar yang terlihat murung.

Hal itu membuat Tuan Oh memutuskan untuk menghentikan pernikahan Sehun dan Yoo jung tepat setelah bayi yoojung lahir. Hari itu Sehun juga tak terlihat senang. Tuan Oh sedikit frustasi dengan keadaan anaknya yang jarang sekali mau berbicara atau sedikit membuka mulutnya.

Kedua teman Sehun juga tidak dapat membuatnya membaik. Akan sia-sia saja jika kau berbicara dengan seorang Oh Sehun yang sedang kehilangan orang tercintanya.

Terlepas dari semua itu, hanya ada satu tempat yang membuat Sehun merasa nyaman. Kebun bunga Krisan Luhan. Setiap hari Sehun mengunjungi tempat itu hanya untuk merawat kebun peninggalan Luhan. Terkadang pemuda jangkung ini akan membayangkan bagaimana sosok Luhan yang dulunya pasti sering menghabiskan waktu ditempat ini.

"Kau datang lagi…"

Sehun hanya melirik Chanyeol sekilas. Pemuda ini sama sekali tak ingin membuka mulut untuk bicara.

"Aku tau, tak akan mudah melupakan sosok seperti dia. Bahkan aku sendiri, mengakui susah untuk melupakannya. Dia orang yang sangat baik, aku sungguh tak bisa melupakan sahabatku itu…"

Chanyeol tersenyum sendiri mengingat hubungan persahabatannya dengan Luhan dulu. Mereka bersahabat sejak kecil. Terlalu banyak hal yang tidak bisa ia lupakan. Luhan adalah sosok yang sangat ceria dan baik. Dia sangat polos dan juga lucu. Pribadi Luhan yang sangat baik itu juga salah satu hal yang membuat Luhan begitu populer dimana pun ia berada.

"Luhan sangat suka bunga ini. Dia bilang, dia sangat menyukai bunga ini semenjak ada orang yang memberinya bunga ini…"

DEG!

Mendengar nama Luhan disebut, jantung Sehun terpacu. Rasanya ia ingin sekali menangis saat ini juga. Dan satu fakta lagi mengenai Luhan, membuat Sehun sangat sedih. Mengapa ia terlalu bodoh untuk tidak cepat menyadari sosok Luhan. Sehun hanya bisa menunduk dan menatap dalam bunga-bunga yang siap mekar disekitarnya.

"Boleh, aku… tidur… di—kamarnya? Untuk malam ini?"

Chanyeol terkejut mendengar penuturan Sehun. Ini kali pertama Sehun mau berbicara padanya. Chanyeol mengangguk sambil tersenyum paham. Ia paham betul bagaimana perasaan Sehun saat ini. Mungkin sedikit mirip dengan perasaan Luhan dulu.

"Kau mungkin akan sangat merasakan keberadaan Luhan disana. Semuanya sama sekali tidak kusentuh maupun dirubah. Hanya sekedar membersihkannya…" jelas Chanyeol.

Sehun mengangguk kemudian menggendong tasnya, ia mendekati Chanyeol.

"Harusnya kau meminta hal ini sejak dulu. Atau lebih baiknya kau minta pada hari setelah kejadian itu…"

Sehun hanya menunduk mendengar Chanyeol berbicara. Tersenyum miris, merutuki dirinya yang selama ini terlampau bodoh.

"Akan lebih baik kalau aku tidak pernah kehilangan ingatanku, tentang 'dia' dulu…"

Chanyeol tersenyum, setidaknya Sehun mulai mau membuka dan berbicara. Walau itu tidak sebanyak yang ia harapkan.

.

.

::[[Just to Say I LOVE YOU]]::

.

.

Krieett…

Suara derit pintu yang dibuka oleh tangan Chanyeol membuat jantung Sehun kembali berdebar-debar. Pemuda jangkung ini mulai kembali membayangkan bagaimana jika Luhan muncul dari balik pintu itu lalu berhambur kepelukannya. Mustahil…

"Beristirahatlah…"

Gumam Chanyeol sebelum ia pergi meninggalkan Sehun sendirian didalam kamar itu. Sehun hanya menjawab dengan anggukan samarnya. Dia terlalu menikmati kamar yang ia tempati saat ini.

Benar kata Chanyeol, rasanya Luhan masih ada disini. Sehun tidak berbohong, matanya juga dapat menangkap sosok Luhan yang sedang beraktifitas biasa didalam kamar ini. Tapi Sehun sangat tau betul, itu hanya bayangannya saja. Luhan tidak benar-benar ada disini…

Sehun mulai mengantuk, padahal hari masih tidak begitu gelap. Mungkin suasana kamar Luhan yang menurutnya nyaman ini membuat dirinya merasa mengantuk.

Dan malam itu Sehun tidur dengan sangat nyenyak. Tapi tepat sebelum ia benar-benar terlelap, dia merasakan sosok Luhan menghampirinya dan dengan samar-samar mengucapkan kata cinta.

Mungkin itu hanya mimpi atau bayangannya…

"Saranghae…"

. . .

. . .

::[[Just to Say I LOVE YOU]]::

. . .

. . .

12 April, 2015

.

Hari ini adalah hari ulang tahun Sehun yang ke-22. Tapi pemuda yang hari ini sudah bertambah umur ini masih dengan nyamannya terlelap ditempat tidur sosok tercintanya. Semalaman ia tertidur dengan lelap di kamar kecil ini. Kamar yang dulunya dihuni oleh Luhan.

Lambat laun, ketika sinar surya mulai menyeruak, pemuda ini terbangun karena terusik oleh sinar yang menembus melalui jendela kamar ini.

Perlahan matanya mulai terbuka dan ia membangkitkan dirinya. Mengacak-acak rambutnya kemudian melihat sekitar. Tetap saja, sosok itu tak akan muncul lagi.

Sehun berdiri lalu membenahi tempat tidur Luhan. Lagi-lagi bayangan Luhan muncul. Dia melihat Luhan sedang terlentang dan mengedipkan mata menggoda. Sehun tersenyum dalam hati. Entah kenapa suasana kamar ini membuat hatinya sedikit menghangat.

"Eh?"

Setangkai bunga krisan tergeletak begitu saja di nakas kamar Luhan, dan ini tentu saja sangat mengundang Sehun untuk menjamah bunga itu.

"Siapa yang menaruhnya disini? Seingatku, semalam tak ada bunga disini…"

Sehun berpikir keras mengenai munculnya setangkai krisan itu. Kemungkinan yang paling Sehun tidak percayai adalah, Luhan yang meletakkan bunga itu disini. Dan kemungkinan yang paling benar mungkin Chanyeol atau teman-teman kontrakannya yang iseng, karena semalam kamarnya tidak Sehun kunci.

Tanpa bicara panjang lebar atau ada niatan bertanya siapa yang meletakkan bunga itu disini, Sehun memilih untuk menyimpan bunganya dan membersihkan dirinya lalu segera pulang.

.

::[[…]]::

.

Sesampainya dirumah, Sehun disambut oleh kedua orang tuanya. Sehun tau benar pasti mereka berdua akan bilang tengah mengkhawatirkannya, dan juga akan mengucapkan kata garing.

"Selamat ulang tahun…"

Sehun hanya berlalu pergi ketika orang tuanya mengucapkan selamat untuknya. Bagi Sehun, ucapan semacam itu tidak akan mempengaruhi kehidupannya kalau bukan Luhan yang mengatakannya untuknya.

Ulang tahun kali ini, masih saja akan dirayakan seperti yang sudah-sudah. Sehun tidak protes dan tidak terkejut sama sekali. Terkecuali dengan adanya setangkai bunga krisan yang tergeletak begitu saja pada tempat duduknya di kampus pagi ini ketika ia kuliah.

"Siapa lagi…"

Sehun menyimpan bunga itu didalam tasnya dan memilih untuk tidak terlalu memikirkan siapa yang sengaja meletakkan bunga itu di tempat duduknya. Mungkin saja orang-orang iseng atau para penggemarnya. Sehun tau benar ia punya banyak penggemar di kampus walau tak sebanyak penggemar Luhan dulu. Apalagi semenjak menghilangnya Luhan, banyak juga fara wanita yang malah juga ikut-ikutan menjadi fans-nya. Tetapi karena perbedaan sikap dan sifat dengan Luhan sangat jauh, tak sedikit juga para penggemar Sehun yang berhenti untuk menjadi penggemarnya.

Walau begitu, malam diacara pesta ulang tahun banyak tamu yang hadir. Sebagian besar wajah-wajah tak asing yang muncul di acara ini. Hanya sedikit wajah-wajah baru disini.

Suasana pesta begitu ramai dan cukup riuh. Dan dari jarak yang amat jauh, Sehun dapat melihat ada seseorang yang menaruh setangkai krisan diantara tumpukan kado lain. Sehun merasakan jantungnya berdetak tak karuan. Mungkinkah itu…

Sayang sekali Sehun tak dapat melihat wajah orang itu karena tertutupi dengan tamu lain. Dia hanya dapat melihat tangan yang sedang meletakkan bunga itu. Berlari pun sudah tak sempat, jaraknya terlalu jauh dan Sehun tak mungkin menabrak kerumunan para tamu. Terlebih lagi sebentar lagi akan dimulai acara pemotongan kue beserta hal menjengkelkan lainnya.

"Sial…"

Sehun hanya bisa mengumpat kesal. Berpikir kalau orang itu adalah Luhan, mungkin rasanya mustahil…

Tapi mengapa Sehun merasakan jantungnya berdetak kacau?

Tepat setelah tamu sudah mulai melonggar, Sehun berjalan mendekati meja tumpukan kado dan memungut setangkai krisan yang tergeletak di meja.

Ini sudah bunga yang ketiga dalam satu hari...

Hati kecil Sehun berbisik bahwa itu berasal dari Luhan. Namun akalnya menjawab bahwa bunga itu dari penggemar rahasianya. Sehun hanya bisa menyimpan banyak pertanyaannya dan juga bunganya.

Sehunna…

Saengil chukkae…

Saranghaeyo…

Sehun menolehkan kepalanya kesegala penjuru ruangan. Sayang sekali tak ada sosok Luhan. Tapi dapat ia dengar dengan jelas Luhan membisikkan kata-kata itu padanya. Sehun bergetar hebat. Sekali lagi ia sadar benar bahwa Luhan sudah tiada dan baru saja ia mendengar bisikannya.

"Luhan, kau dimana?"

"Muncullah… aku merindukanmu…"

"Lu…"

Tangisan lirihnya muncul kembali. Mengingat tentang Luhan selalu saja bisa membuatnya menangis. Tak peduli dimana pun tempatnya, mata tajam itu pasti akan meneteskan cairan beningnya. Memalukan sekali sebenarnya. Tapi Sehun yang sudah mendapatkan kembali ingatannya adalah sama saja dengan Sehun yang dulu –Shi Xun-. Percuma ia malu kalau nyatanya Luhan tak bisa ada disisinya lagi.

Sehun merasa sangat bodoh. Ia merutuki dirinya sendiri karena ia tak dapat melihat Luhan untuk terakhir kalinya dengan kondisi ingatan yang telah pulih.

Dari kejauhan sosok bertubuh mungil tengah menatap sedih pada Sehun yang menangis dalam diam tanpa ada orang yang memperdulikan.

...

...

::[[Just to Say I LOVE YOU]]::

...

Setelah pesta berakhir, Sehun bergegas menuju kamarnya dengan rasa penat yang berlebih. Selama pesta dia hanya bisa terus merasakan kesedihan akan Luhan. Teringat setahun lalu, dapat Sehun lihat dengan jelas Luhan selalu menatapnya dari kejauhan. Sehun juga dapat mengingat dengan jelas bagaimana wajah shock Luhan ketika pertunangannya dengan Yoojung diumumkan. Andaikan ia bisa mendapatkan ingatannya lebih cepat, mungkin semuanya tidak akan berakhir seperti ini.

"Hhh…"

Sehun menghempaskan tubuhnya kasar ke tempat tidurnya yang terlalu besar untuk ia tempati sendiri. Kepalanya terasa pening. Tiba-tiba bayangan tentang Luhan muncul di langit-langit kamarnya. Sehun juga teringat, saat-saat terakhir ia mengucapkan kata cinta pada Luhan sebelum dirinya meninggal pada kehidupan sebelumnya.

"Luhan, kembalilah…"

"Aku tak bisa tanpamu…"

Airmatanya kembali menetes. Sehun terisak kecil. Ini adalah kali pertama ia terlarut dalam kesedihan dalam waktu yang lama. Mungkin bahkan kesedihan ini takkan hilang darinya, selamanya. Kecuali jika Luhan kembali dan hadir dikehidupannya lagi.

Sehun mengkerutkan keningnya. Ada sesuatu yang mengganjal. Pemuda bertubuh jangkung yang belum sempat mengganti pakaiannya ini berdiri dan mendekati nakasnya. Ini sudah keempat kalinya. Dan kali ini Sehun terpaku ketika melihat ada sebuah sobekan kertas disamping bunga krisan, yang Sehun yakini ia baru melihatnya sekarang.

Perlahan Sehun meraih kertas dan setangkai bunga yang sudah ia dapatkan keempat kalinya. Ia membacanya dalam hati.

Sehunnie…

Kau jangan bersedih terus…

Aku selalu disisimu…

Selamat ulang tahun…

Saranghae…

.

DEG! DEG! DEG!

.

Sehun sangat bisa mendengar suara detak jantungnya yang menggila. Sudah sangat jelas dipikirannya siapa yang menulis dan memberikan surat dan juga bunga ini.

"Luhan…"

Pemuda yang baru genap berusia 22 tahun ini bergetar hebat. Kepalanya menoleh ke segala penjuru, berharap penglihatannya menemukan sosok Luhan.

Tapi miris, Luhan tak ada dimana pun.

Ia menangis lagi sembari memeluk surat yang ia yakini berasal dari Luhan. Sedikit harapan dapat membuat hatinya tenang. Kalau ini benar dari Luhan, mungkin saja Luhan masih ada dan tidak lenyap seperti yang dikatakan pada catatan harian Luhan.

"Nado saranghae, Lu…"

Tak henti-hentinya Sehun menggumamkan dan menyebut-nyebut nama Luhan berkali-kali. Hingga ia lelah dan tertidur lelap untuk pertama kalinya.

::[[…]]::

Sehun sudah terlanjur kembali senang dengan berbagai harapan tentang kembalinya Luhan di dunia. Walau sebenarnya ia tak yakin benar karena sudah 4 hari ini Sehun sama sekali tak melihat Luhan muncul atau pun kabar.

Semenjak hari ulang tahunnya, Sehun merasa bahwa Luhan memang kembali. Keyakinannya semakin bertambah sejak bunga-bunga krisan selalu Sehun dapati tiap hari di meja nya. Dengan seluruh keyakinannya, Sehun menyuruh para pelayannya untuk mencari Luhan disekitar kota. Ia yakin Luhan ada disekitar distrik ini. Tak bisa Sehun bayangkan bagaimana senangnya dia ketika ia bisa menemukan Luhan. Sehun berjanji untuk mengatakan seluruh perasaannya pada Luhan dan segera melamar Luhan. Tidak peduli dengan gender Luhan. Baginya, Luhan masihlah tetap tuan putri nya yang sangat ia sayangi…

Yeah, Luhan adalah tuan putri yang selalu dicintainya…

Maka Sehun akan melakukan segalanya untuk Luhan disaat-saat ia yakin bahwa masih ada harapan Luhan hidup. Sehun juga selalu menyimpan setiap tangkai bunga-bunga yang ia temukan lalu menumpuknya disebuah vas kaca berisi air. Setidaknya dengan ini dia bisa tersenyum karena bunga-bunga itu adalah kepercayaan terakhirnya…

Sampai suatu hari, Sehun mengakhiri kepercayaannya pada tiap-tiap bunga itu ketika matanya menangkap sebuah pemandangan yang langsung membuat dirinya marah, sedih, kesal, dan mati rasa.

Sungguh sebuat kenyataan yang tak pernah bisa Oh Sehun terima…

"Apa yang kau lakukan disini…"

"Sehun…"

Sehun tersenyum miris melihat semuanya…

Sungguh kehancuran telah menantinya sesaat lagi. Sehun tak kuasa menahan perasaannya lagi. Rasanya gila dan tak dapat dipercaya kalau ia tak melihat ini semua.

Sehun terhianati…

"Kau…"

"S-sehu…n…"

Tak ada lagi yang bisa kulakukan untukmu…

Kau selalu sedih…

Maafkan aku, Oh Sehun…

::[[Just to Say I LOVE YOU]]::

.,.,.,.

To be Continued

HALLLOOOO!

AKHIRNYA DIPUTUSKAN UNTUK MELANJUT FANFIC INI!

YEAAY! :D

MAU LANJUTAN BUAT LUHAN YANG LUPA INGATAN?

OH MAAP, NTAR INI EPEP BAKALAN PUAAANJAAANG BANGET! SERIUS SUMPAH!

JADI, MENDING KITA LIAT SAJA KEDEPAN…

NIH EPEP INSYAALLAH GAK LEBIH DARI 10CHAPTER,

JADI SABAR YAH, YANG PENGEN CEPET END?

SILAHKAN MENUNGGU PERKEMBANGAN DARI TIM PENYIDIK FORENSIK, O.o :3

SABAR YAH? INSYAALLAH GAK BAKAL SAD END!

HOHOHO!

SAYA SOALNYA JUGA SEORANG READERS, JADI GIMANA PUN GAK AKAN MAU DENGAN YANG NAMANYA SAD END! BWAHAHAHA!

UNTUK FF YANG SATUNYA BAKAL SAYA UPDATE ASAP KALAU YANG SATU INI TAMAT. OKAIII?

YA SUDAH, SEKIAN CELOTEH DARI AUTHOR!

WASSALAM!