Author : Update lagiii! Kmaren Fanfiction sitenya down TT halah…

Last note - Beberapa tahun yang lalu, Ini adalah fanfic pertama Saya, dan beberapa hari yang lalu Saya baru bernostalgia bermain HM MFoMT lagi, dan semakin kesini Saya mau memperbaiki fanfic cacad (?) ini huahhahaaa, benar'' tulisan SMP banget hahaha, hope u likeit

.

.

.

FALLING IN LOVE

Chapter 10
Claire X Kai

.

.

.

Disclaimer : Harvest moon © Natsume

Warning : Gajelas.. garing, OOC , romance story 17+ (seriously if you under 17, please don't read) ,Penulisan kacau dari kapital sampe bahasa kiasanya, bahasa bebas/gak baku'' amat, ga suka .. don't read !

.

.

"Terimakasih sudah menjadi sahabat terbaikku"
.

~Claire POV - 27th Summer

Karna akhir bulan kami tidak akan menanam dan berkerja apapun dalam perkebunan, maka pekerjaanku tidak jadi banyak, aku hanya memberi makan dan mengambil telur-telur para ayam, sementara Jack bekerja pada kandang sapi dan domba. Setelah itu aku pergi menemui Kai, membantunya membuka toko, sementara Kai mengurusi restorannya, aku pergi menuju Spring Mine untuk menambang beberapa Mystrile dan Orichalc . Saat masuk kesana, aku menemukan Gray yang tengah menambang juga.

"Oh, A-ah Gray? Kau sedang menambang ya! Boleh aku ikut?"

~Normal POV

Gray yang nampak asik sedang menambang, sangat kaget dengan kedatangan Claire, wajah Gray memerah saat menoleh kepada gadis berambut pirang disana.

Gray membuang muka "Si-silahkan"

Claire dan Gray menambang bersama. Butuh waktu yang lama dirinya mencari Mystrile, dan sekalinya Ia menemukannya, Claire memecahkan Mystrilenya.

"A-ah.. lagi-lagi" Claire mengerucutkan bibirnya.

"Kau mencari apa sebenarnya disini?"

"Ngg- sebenarnya aku mau mencari Mystrile dan Orichalc, tapi beberapa kali aku menambang dan menemukan Mystrile, aku selalu memecahkannya. Bagaimana nanti aku menemukan Orichalc hahaha" Claire tertawa.

"Uhm, kau bisa memiliki Mystrile yang aku dapatkan ini, aku masih punya banyak, tapi aku belum mendapat Orichalc" Gray memberikan satu Mystrile kepada Claire sambil menoleh kearah yang lain dengan muka yang memerah.

"Be-benarkah?" Tangan Claire yang gemetar melihat Mystrile yang ada didepan matanya, seakan ingin meraihnya cepat-cepat.

"Te-tentu" Gray mengatakannya dengan malu-malu.

"Terimakasihhhhh" Claire tersenyum sangat manis saat itu, cukup membuat Gray sangat blushing.

"Ma-matamu.. indah seperti Mystrile, Claire..a..ah, Ups" Senyuman Claire membuat Gray salah tingkah sampai kalimat yang ada dipikirannya pun keluar begitu saja dari bibirnya.

Claire tersipu malu dan tersenyum begitu manis, jauh lebih manis dari senyumannya yang tadi.

"Benarkah? Terima kasih"

Dan satu senyuman itu membekukan seluruh badan Gray dengan seketika. Gray seperti melihat disekeliling Claire banyak bunga yang bertebaran, bunga yang mekar dan wajahnya yang cerah bersinar. Ia membatu, sedangkan gadis berambut pirang itu berpamitan kepada Gray dan berlari keluar dengan senang sambil menggenggam Mystrile, dan berlari menuju toko Saibara.

"Seperti Mystrile huh? Aku lebih suka dengan lautan berombak" Claire berguman sambil tersenyum.

.

.

"Tentu, kembalilah lagi 3 hari, dan Palu mu akan jadi"

"Terimakasih Kakek Saibara, aku serahkan ini padamu, berikan aku palu yang terbaik"

"AHAHAH tentu Claire, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk palumu" Saibara tertawa sangat mengelegar.

Ngiikk, Suara pintu tua yang berdecit toko Saibara terbuka, terlihat pemuda bertopi UMA masuk dengan membawa sekarung hasil tambangnya, Pemuda itu melirik Claire, dan membuang mukanya dengan wajah yang memerah.

"A-ah halo lagi Claire"

"Hai Gray" Claire menyapa Gray dengan ramah.

"Kakek, aku akan pergi ke Inn untuk makan siang" Gray menaruh kantung tersebut dan membalikan badan , pergi menuju pintu.

"Hey Gray, kau harusnya mengajak Claire juga"

Gray berdecak "Ck, Kenapa aku harus mengajaknya!" Gray salah tingkah sampai berteriak kepada kakeknya dengan muka yang memerah. Untuk Claire, dengan suasana seperti ini di toko Blacksmith Saibara Claire sudah terbiasa, bahkan tidak heran lagi.

"AJAK SAJA!" Saibara berteriak sangat keras, Sampai Claire menutup telinganya.

"Cih, ayo Claire"

"Ahaha maaf ya Claire, kau tidak keberatan untuk menemani cucuku?"

Claire tersenyum "Tentu tidak, kebetulan aku juga lapar"

Claire dan Gray pergi ke Inn bersama-sama, mereka memesan Daily Special dan duduk berdua, dengan 2 air es yang segar.

"Kau rajin menambang ya? Bahkan kau bisa mengumpulkan sebanyak itu sampai siang, aku satu saja sudah kelewahan"

"A-h tidak juga"

"Uhm.. bagaimana pekerjaanmu hari ini?" Gray bertanya sambil meminum air esnya itu

"Ah.. aku tidak bekerja pada kebun kali ini, semuanya sudah panen beberapa hari yang lalu dan berhubung sebentar lagi Fall, kita tidak menanam apa-apa sampai fall datang, oh ya aku bekerja di kandang ayam, mereka begitu menyebalkan saat aku mengambil telur-telur mereka, kau tau! Mereka mematukkiku seperti aku ini maling!" Claire bercerita begitu semangat.

Gray terkekeh "Benarkah?"

"Yap! Dan aku sampai terburu-buru keluar dari kandang sambil membawa telur-telur itu, aku benci setiap Jack menyuruhiku di bagian kandang ayam, aku ingin sekali mematuknya dengan paluku, huh liat saja kalau palu ku sudah jadi lapisan biru, akan ku goreng ayam-ayam itu"

Gray tertawa "hahaha sudahlah, kau akan dimarahi Rick bila kau melakukan itu"

"Oh ya! Aku benci dengan omongan Rick, Ia selalu mengomeliku.. kerjanya ayam ayam dan ayam! Dia mengajariku cara mencintai ayam, apa-apaan coba huh, memangnya aku ini ayam"

"Hehhe kau sangat asyik bila diajak berbicara,Claire" Gray lagi-lagi terkekeh.

"Oh ya, hehehe maaf aku juga sedikit ingin mencurahkan kekesalanku hari ini humph, tadinya aku ingin cerita kepada Kai, tapi kita sibuk membereskan lodgenya tadi"

"Oh iya, kau dekat sekali ya dengan Kai, kau menyukainya" Gray menanyakan itu dengan wajah tertunduk "Tak masalah bila kau tidak ingin cerita, a-aku hanya ingin tau"

"Hem, aku bersahabat dengannya Gray" Claire mengambil sesendok nasi dan memasukannya ke mulutnya.

"Ohh" Gray menghela nafas lega- "Kau tidak sadar sebentar lagi Summer akan berakhir?"

"Uh ya- aku tau" Claire tidak sadar selama ini Ia sudah berada di Mineral Town sekitar hampir 2 Bulan.

"Dan berbicara soal Kai, Dia akan pergi dari Mineral Town akhir Summer ini"

"Ehhh— Ah iya!" Claire baru ingat dengan hal itu. Selama ini Ia tidak sadar dengan kesehariannya selama musim panas ini, entah mengapa rasanya Ia seperti kehilangan seseorang yang berharga, Dada Claire tercekat.

"Aku harus mengatur jadwal kalau gitu" Ia menepuk kepalan tangannya, mengambil sendoknya dan memakan makanannya dengan lahap sampai habis.

"Ja-jadwal?"

Claire mengambil gelasnya, bangkit dari tempat duduknya dan meminum habis air es tersebut.

"Ya jadwal, aku akan menghabiskan waktuku dengan Kai sebelum pergi, seorang sahabat yang baik bukannya harusnya begitu ya?"

"Aku pergi dulu, makasih sudah mengajakku makan siang Gray, Bubyeee!" Claire pergi keluar dari Inn dengan tergesa-gesa. Sementara Gray masih duduk dengan makanannya yang masih seperempat habis.

"Enaknya menjadi Kai" Gray mengguman.

.

~Kai's Seaside Lodge – 2p.m

BRAKKK! Pintu lodge dibuka keras-keras, dan membuat Kai kaget saat sedang mengelap gelas.

"Ya ampun Claire, itu pintu baruuuu, Jauhi pintu itu, hush hush!" Kai mengusir Claire seperti mengusir burung yang sedang hinggap di depan pintu.

"Oke aku pergi bye" Claire pergi keluar namun Kai menarik tangannya.

"Eyyy! Jangan pergi, my lady!" Claire menyeringai, Kai berdehem "Ehm, jadi apa yang membuatmu kesini sampai pintuku dibanting-banting?"

"Sekarang tanggal berapa?" Claire menaruh tangannya kebelakang dan menatap Kai yang lebih tinggi darinya, sekitar 15-20 cm lebih tinggi darinya.

"Tanggal 27?" Kai menaruh jarinya dibawah dagunya "Ohh iya, ya ampun!" Kai mepuk jidatnya.

"Kenapa?"

"Hmm, ya sebentar lagi Summer selesai, aku harus bersiap-siap untuk keberangkatanku"

"kalau begitu, bagaimana kalau besok kita sleepover di Inn?"

"Berdua saja nih?" Kai menyeringai.

"Terserah sihhh, sebenarnya aku ingin mengajak Ann dan Kakak" Claire ikut menyeringai.

"Aku terima ajakanmu, kapten" Kai mengulurkan tangan, kemudian Claire menjabatnya. Kai kemudian menjentikkan jarinya dan menunjuk kearah Claire "Setelah itu kita berenang di pantai, gimana?"

"Malamnya bakar-bakar jagung dan ikan?" Claire menambahkan sambil ikut mengarah telunjuknya kepada Kai.

Kai berdecak "Ckckck, bakal jadi hari yang menyenangkan lagi deh"

Claire terkekeh "kalau gitu besok aku akan ke Inn tepat jam 6p.m, jadi malam ini kau packing saja barang-barang mu, dan jangan lupa siapkan tempat tidur untukku, oh aku akan bawa snack yang banyak"

"Ayay kapten!" Kai berpose hormat kepada Claire layaknya anak buah bajak laut.

"Aku akan pulang sekarang, aku juga harus bersiap-siap untuk acara kita besok, jangan lupa kau mengajak Ann oke" Claire menyenggol pergelangan tangan Kai.

"Baiklah, aku akan menunggumu my lady" Kai meraih tangan Claire dan mengecupnya layaknya seorang putri, Claire tertunduk malu dan mukanya memerah.

"A-ah, o..ahh iyaa aduh duluan ya Kai, babaayy!" Claire salah tingkah, kemudian Ia pergi meninggalkan Kai sendirian, berlari tergesa-gesa kembali menuju rumahnya.

Kai terdiam, mukanya tertunduk, Ia justru akan sangat sedih meninggalkan Mineral Town, Ia harus meninggalkan si gadis petani berambut pirang itu, hari-harinya akan sepi tanpanya. Entah antara Ia harus pergi dari Mineral Town atau tidak.

.

~Ja'Claire Mineral Farm

"Aku pulang" Claire membuka pintu dan melihat Jack sedang memasang telpon rumah, kelihatannya Jack baru saja membelinya, modelnya hampir sama dengan yang dimiliki oleh Doug Inn.

"Pasang telpon rumah nih?" Claire memiringkan kepalanya.

Jack yang sedang mengutak atik kabel telpon itu kemudian menoleh kebelakang "Yap, semenjak Mark mengatakan itu aku jadi kepikiran untuk membelinya"

Jack menggerogoh sebuah kantung overalnya, mengeluarkan sesuatu disana, dan ternyata itu adalah sebuah ponsel genggam, warnanya hitam kebiru-biruan, ponsel itu mirip dengan ponsel lamanya Claire.

"Ini untukmu, aku juga membeli satu, nomerku sudah kucantum ke ponselmu, sekarang ini adalah milikmu" Jack mengulurkan ponsel tersebut kepada Claire.

"Rasanya jadi tidak berguna" Claire mengerucutkan bibirnya.

"Suatu saat juga kau butuh Claire"

"Oh kak, besok aku dan Kai mengadakan Sleepover, aku mengajak Ann juga, kakak mau ikut?"

"Hmm, boleh.. kebetulan juga Kai akan pergi setelah itu bukan?"

Claire mengangguk lemas dan menghela nafas "Makanya aku mengadakan acara ini"

"Kau pasti akan merindukannya" Jack menyeringai

"Ti-Tidakk kokk! Da-dan siap-siap untuk besok! Karna kita akan bakar-bakar dan berenang di pantai"

Claire memasuki kamarnya dengan terburu-buru, membuka lacinya, Ia ingat dirinya masih menyimpan Case ponsel dan gantungan ponsel lamanya, Case lamanya berglitter biru hitam dan silver bermotif ombak dan bintang, juga dengan gantungan bintang kuning kecil buatan tangannya sendiri dibawah bintang itu tergantung lagi sebuah gantungan metalik dengan Inisial 'C' . Claire berpikir sesuatu.

"Hmmm, aku akan membuat gantungan ponsel yang sama dengan Kai selama Kai juga memiliki ponsel"

Claire menyalakan pendingin ruangan, membereskan pakaian untuk besok dan pergi ke supermarket membeli snack, kemudian Ia pulang mengambil sedikit Kain flanel warna ungu, kapas dan mengambil metalik inisal 'K', waktu itu Claire memiliki gantungan metalik yang diberikan oleh Jack, dan itu semuanya dengan huru K, C sudah dipakai oleh Claire, J sudah diambil juga oleh Jack (Jack juga memiliki gantungan yang sama dengan Claire) , dan tersisalah K dan A, berhubung sisanya adalah A, Claire berencana juga membuatkan Ann sebuah gantungan ponsel yang sama, berharap Ann juga memiliki ponsel. Diambillah kain flanel berwarna oranye.

Claire membuatnya sampai larut malam, dan jadilah gantungan hiasan ponsel untuk Kai dan Ann.

.

~Doug Inn – 7a.m

"Selamat datang Claire, kau mau pesan apa?" Doug menyambut kedatangan Claire yang baru saja masuk, dan itu membuat si pemuda berbandana ungu yang sedang makan sarapannya menoleh kearah pintu, namun tidak hanya Kai, Gray dan Cliff yang tengah sarapan bersama pun ikut menoleh,Kai kemudian ikut menyapa si gadis itu.

"Aku pesan pancake ya, jangan lupa susunya"

"Clairee!" Kai melambaikan tangannya.

"Oh hai Kai!" Claire dengan antusiasnya, kemudian berjalan menuju meja makan dimana mereka bertiga berada dan meletakkan Pancake dan susunya disana

"Hai juga Gray, Cliff" Claire tersenyum.

Cliff menunduk dengan malu "O-oh hai Claire, bagaimana kabarmu"

Gray menarikkan topinya kebawah "Hai Claire"

Claire tersenyum lagi "Aku baik, Cliff" Kai yang melihat tingkah laku kedua temannya itu langsung memasang muka kesal dan berdiri kemudian mendorong Claire.

"Heeehhh kau, bersikap manis lagi ke mereka ya?" Raut wajah Kai yang kesal sangat terlihat, matanya berapi-api, dan mulutnya condong. Menurut Claire, wajah Kai malah semakin lucu.

Claire terkekeh "heheh ngak kok"

"Cih!"

Kai dan Claire kemudian kembali dan duduk di kursi mereka, mereka melanjutkan makan sarapan mereka, mereka berempat saling berbincang-bincang dengan asik dan bercanda tawa, yaa walau yang paling lantang tertawanya adalah Claire dan Kai.

"Aku harus pergi bekerja" Gray beranjak dari meja, begitu juga Cliff.

"O-oh iya, aku harus membantu Duke"

"Baiklah kalian, hati-hati dijalan" Claire melambaikan tangannya dan tersenyum kepada mereka berdua.

"U-uhum" Gray mengangguk malu, sementara Cliff menyembunyikan muka merahnya, Kai yang melihat itu langsung menyentil dahi Claire dengan wajah yang berapi-api.

"Sok manis!" Kai mengertakkan giginya, Namun Claire hanya terkekeh. Kemudian Ann yang baru saja selesai mengelap meja Counter pun menghampiri meja mereka berdua mengambil piring dan gelas kosong yang Gray dan Cliff tinggalkan.

"Aku tidak mau Sleepover sempit-sempitan berempat dikamar Kai seperti minggu lalu, bagaimana kalau kau membantuku membereskan kamar dan kita Sleepover disana, dikamarku jauh lebih adem, ada pendingin ruangan pula" Setelah Ann mengambil piring dan gelas Gray dan Cliff, Ann mengambil piring dan gelas kosong bekas Kai dan Claire, dan mengelap meja yang berserakan makanan itu.

"Hmm ide bagus, baiklah aku akan membantumu" Claire bangkit dari tempat duduknya.

"Kalau begitu aku akan pergi ke supermarket untuk membeli snack, ikan dan jagung" Kai pun ikut bangkit. Kemudian berjalan keluar Inn, sementara Claire dan Ann menuju kamar Ann dan mempersiapkan 4 futon (Futon adalah jenis perangkat tidur tradisional Jepang. Perangkat tidur serupa juga dikenal di Korea. Source : Wikipedia) dan Jack? Hmm dia masih mengurusi peternakan, Claire melupakan pekerjaannya sebagai petani yang harusnya member makanan ternaknya di pagi hari.

"Ann, aku membuatkan ini untukmu, Gantungan hiasan untuk ponsel, aku punya gantungan yang sama, Jack juga, aku membuatkan satu juga untuk Kai, dan aku tidak tau kau punya ponsel atau tidak tapi aku ingin membuatkan ini juga untukmu" Claire memperlihatkan gantungan tersebut kepada Ann.

"Oh Claire, ini sangat manis! Terimakasih, sayang aku belum punya ponsel tapi aku akan gantung di lemari buku ku" Ann tersenyum.

.

~Ja'Claire Mineral Farm – 11a.m

"Aku pulang"

"Oh Claire, habis dari mana saja kau? kau mengatakan ingin sarapan tapi kau tidak kunjung pulang" Jack menghela nafas sambil merapihkan baju-bajunya.

"Aku memang pergi ke Inn untuk sarapan, dan aku langsung membantu Ann merapikan kamarnya untuk nanti malam, kakak sudah siap dengan baju-bajunya?"

"Hmm sudah, bajuku dan bajumu sudah satu di dalam tas"

"Baiklah, aku akan pergi ke Inn dulu sebentar, menemui Kai"

Jack menghela nafas, lagi-lagi dirinya ditinggal oleh Claire, namun permintaan Claire terlihat tidak bisa Jack tolak "Baiklah, aku titip Es serut Kai kalau begitu, sirup raspberi oke, cepatlah pulang"

"Baiklah" Claire membalikkan badannya, kemudian pergi menuju Inn.

.

.

"Selamat datang lagi Claire, kau ingin memesan apa" Sapa Doug ramah.

"Ah tidak, aku mencari Kai, apa dia sudah kembali?"

"Tadi dia kembali membawa banyak belanjaan dan memberikannya kepada Ann, tetapi kemudian Ia pergi keluar Inn, entah kemana" Doug menarik-narik dagunya.

"Aku yakin dia pergi ke lodgenya, terimakasih Doug" Claire kemudian berlari keluar pintu Inn dan pergi menuju Pantai.

.

.

"Hai Claire! apa yang membuatmu begitu tergesa-gesa?" Zack yang sedang menyusun box-box tersebut di dermaga, melihat Claire yang tengah berlarian di pantai.

"Oh hai Zack! Aku sedang mencari Kai, apa kau melihatnya?"

"Sedari tadi aku disini aku belum melihat Kai dari pagi"

Dan Pagi itu Kai bersama Claire sarapan, kemudian Ia pergi ke supermarket, kalau memang dari pagi Zack berada disini kemungkinan adalah Kai tidak pergi ke pantai ataupun ke lodgenya sama sekali.

"Oh.. Uhh apa kau tau dimana dia sekarang?"

"Hmm entahlah"

"Uhh.. Baiklah terimakasih Zack" Claire kemudian kembali berlari menuju kota, namun ketika Ia berlari menuju Rose Square, Ia menabrak seseorang.

BRUK!

"A-auch, Ma-maaf aku tidak melihatmu" Claire mengusap-usap keningnya yang sakit.

"O-oh Claire? Kenapa kau terburu-buru?" dan orang yang ditabrak Claire pun adalah orang yang Ia cari sedari tadi, Kai.

"Hmmmph! Justru aku mencarimu kemana-mana" Claire menggembungkan pipinya "Darimana saja kau!"

"Ah- Aku abis dari toko Saibara" Kai menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal "Ayo ke lodgeku" Kai menarik tangan Claire dan membantu Claire bangun, kemudian keduanya berjalan menuju Lodge.

"Hah?" Claire memiringkan kepalanya "Sejak kapan kau tertarik dengan alat-alat untuk bertani?"

"Hai Kai! Claire sedari tadi mencarimu tuh!" teriak Zack dari dermaga.

"Ah iya gadis ini sudah bersamaku" Kai menyeringai, Kemudian menoleh kearah Claire untuk menjawab pertanyaanny sebelumnya "Aku kesana tidak untuk membeli alat-alat"

"Jadi?" Claire semakin penasaran.

"Rahasiaaaa" Kai menyeringai.

.

.

"Aku pesan Snow-Cone dengan sirup raspberi untuk Jack, jadi tolong di bungkus ya"

"Siap kapten" Kai membalikkan badannya dan mengambil Es balok besar, kemudian menaruhnya di mesin penyerut es. Claire berjalan-jalan menelusuri toko Kai tersebut, melihat-lihat dari ujung ke ujung, dan kemudian Ia pergi menuju Counter, melihat sebuah bingkai yang menghadap terbalik, diambilnya bingkai tersebut dan didapatinya foto Claire dan Kai.

"Oah, foto Sleepover minggu lalu ya?"

"Oh, uhuh- dan kita akan Sleepover lagi hari ini"

"Aku juga memajang foto yang sama di kamar, dan aku bingkai juga" Claire tersenyum.

"Benarkah? Bisa sama gitu ya? Jadi kita jodoh dong" Kai terkekeh.

Namun keduanya sempat terdiam dan tertunduk malu, karna menyadari mereka sama-sama memajang foto yang sama, foto yang hanya ada mereka berdua dan dibingkai rapi dan dipajang, keduanya merasakan sungguh ada ikatan special, yang tidak bisa hanya disebut dengan sahabat.

"O-oh aku ingin memberimu ini" Claire memperlihatkan gantungan dengan bintang ungu kecil yang dibawahnya tergantung lagi sebuah hiasan metalik berinisial K.

"Aku membuat ini, dulu aku membuatnya untuk Jack, dan kemarin malam aku membuat ini untuk Ann dan untuk mu, jadi, yaaa beginilah hasilnya, aku juga punya gantungan yang sama" Claire mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkannya didepan Kai.

"Wow, kau punya ponsel?"

"Yap, Jack membelikannya untukku kemarin, Jack juga punya satu, dan kami juga membeli nelpon rumah" Claire mengotak atik ponselnya dan membuka list kontak ponselnya.

"Dan yaa, Cuma ada nomer Jack dan nomer telpon rumahku"

"Hmm gimana kalau kita tukeran gantungan kunci, aku mau gantungan kuncimu"

"E-eehh!? Kenapa?" Claire memiringkan kepalanya.

"Karna aku ingin memilikimu" Kai tersenyum lebar, Wajahnya bersinar, sempat membuat Claire tersipu malu.

"E-enggh! Berhentilah menggodaku, maniak nanas!" Claire salah tingkah.

"Hahaha baiklah, kita tukeran gantungan kunci dan tukeran nomer ponsel? Bagaimana?"

"Okey, biar aku catat nomermu di ponselku" Claire melepaskan gantungan hiasan di ponselnya, kemudian memberikan ponselnya kepada Kai, begitupula Kai memberikan ponselnya. Mereka mencatat nomer mereka masing-masing, kemudian Claire memasangkan gantungan ponselnya ke ponsel Kai, kini ponsel Kai tergantung inisial C dan bintang kuning disana, sementara Kai juga menggantungkan hiasan inisial K ke ponsel Claire yang sedang Ia genggam saat ini.

Claire asik mengutak atik ponsel Kai sementara Kai sibuk menyerut Es-es itu.

"U-oh" Claire sedikit kaget, Dadanya sedikit tercekat setelah sebuah nama muncul di layar ponsel Kai, Popuri.

"Ada apa?" Kai menoleh.

"Ehm, Popuri mengirim pesan, dia juga memiliki ponsel toh?"

"Biarkan saja" Kai membalikan badan lagi dan menaruh sirup raspberi disana. Claire menekan tombol X dan kemudian membuka Galeri di ponsel Kai, dilihatnya banyak fotonya bersama Popuri. Dada Claire merasakan sedikit tercekat melihat begitu asiknya Popuri berpose ria dengan Kai, dan Ia melihat foto Popuri mencium pipi Kai, dan itu sukses membuat Claire membatu, rasanya sakit, entah mengapa, walau hanya sebuah foto.

Kai menarik ponselnya itu dari tangan Claire yang tengah membatu "Sudahlah Claire" Kai menghela nafas " Aku tidak ada waktu mengurusi ponselku, aku pun tak sempat menghapus-hapus foto-foto ini, dan bahkan pesan popuri saja tidak pernah ku balas. Lihat saja pesan keluarnya" Kai menunjukkan pesan keluarnya, dilihatnya hanya beberapa pesan keluar, dan itu sekitar 2 minggu yang lalu dengan Popuri, dan beberapa hari yang lalu dengan Mark.

Claire menghela nafas sedikit lega, namun berpura-pura menghela nafas biasa "Sudahlah kau tak perlu menunjukannya"

Kai menyeringai "Aku tidak mau ada salah paham dengan sahabatku"

"Oh, nanti foto-foto, pakai kamera atau ponsel saja?" Claire meminta saran kepada Kai.

"Ponsel saja, nanti fotonya kita cetak, Bagaimana?"

"Ngg tapi aku ingin foto-foto pas diving"

"Aku punya case waterproof, nanti pake itu saja"

"Ide bagus" Claire menjentikkan jarinya.

Kai mengambil bungkusan berisi snow-cone "Ini, cepatlah pulang, kalau snow-cone ini di bawa pulang rasanya bukan jadi es serut lagi, tapi jadi air es karna meleleh, jadi jangan salahkan aku kalau rasanya aneh"

"Okey, aku akan kembali kesini jam 2 dengan Jack" Claire menyambar plastic tersebut dan memberikan 300G kepada Kai, kemudian pergi berlari menuju rumahnya.

.

.

~Mineral Beach - 2p.m

Cuaca yang panas tidak membuat Kai patah semangat, Kai memindah-mindahkan kayu bakar kesebelah tangga. Kai memakai celana renangnya yang berwarna ungu selutut, selaras dengan bandananya, Kai benar-benar tidak sabar bermain dengan teman-temannya.

Kai membawa Ice Chest berisikan minuman kaleng dingin dan buah-buahan yang sudah dipotong, nanas, apel, jeruk, mangga, anggur dan semangka. Kemudian menaruh payung besar dan menyiapkan handuk-handuk yang barangkali ada yang ingin berjemur, Kai juga membawa keranjang piknik berisi sandwich yang di tata rapih dengan botol saos, dan beberapa peralatan lainnya. Semuanya sudah siap, tinggal menunggu Ann, Jack dan Claire datang.

"Kaiii!" tampak seorang gadis berambut pirang dengan overalls birunya berlari kearah Kai dengan antusias, Jack dan Ann dibelakang sambil bergandengan tangan.

PUK!... Claire memeluk Kai dengan tiba-tiba, dan itu membuat Kai sangat kaget, Claire tidak bersikap seperti ini biasanya "A-Ah… Claire"

"A-Ahhh! Maaf" Claire melepaskan pelukannya "Li-lihat! Jack dan Ann jalannya lama banget, mereka asik gandengan tangan!" Protes Claire seperti anak kecil yang mengadu kepada kakaknya.

Dengan cara Claire yang berbicara seperti itu, Kai semakin paham dengan kelakuan Claire yang aneh, Kai meraih tangan Claire yang lembut itu "Kalau kau mau seperti mereka, bilang saja" Kai menyeringai, Claire terkejut.

Mukanya langsung memerah "Ti-tidakk! Aku kan Cuma tidak sabar untuk main ke pantai tapi Jack memperlambat langkahnya dan malah enak-enakan dengan Ann" Claire mengerucutkan bibirnya.

"O-oh aahh! Hai Kai!" Ann melepaskan gadengan tangannya didepan Kai dan meletakan tangannya kebelakang kepala. Jack pun menoleh kearah yang lain.

"Ckck, pacaran siang bolong" Kai berdecak dengan muka yang tidak meyakinkan.

"Tak tau malu" Claire menambahkan, memasang wajah yang sama seperti Kai.

"Lho-lho kok Claire malah ikutan" Jack salah tingkah, Ia protes kepada adiknya itu.

"Aku disisi Kai, hidup jomblo!" Claire mengepalkan tangannya dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Kai tertawa geli, Ia mengikuti pose yang sama dengan Claire, mereka berdua tampak seperti orang bodoh.

Claire dan Ann pergi ke lodge untuk menganti pakaian, sementara Jack tinggal membuka bajunya disana, toh Ia sudah memakan celana renangnya dari rumah. Jack membuka topinya, namun Jack menyadari kalau Kai tidak membuka bandananya.

"Lagi-lagi kau tidak membuka bandanamu"

"Tanpa bandana aku merasa seperti telanjang" Kai berpose seperti orang yang tengah di telanjangi, dan itu membuat Jack geli.

Beberapa menit, Claire dan Ann keluar dari lodge, Claire memakai bikini berwarna biru indigo dengan rambut yang diikat, sementara Ann memakai bikini berwarna putih, Jack dan Kai tertegun lama melihat mereka berdua.

"Apa?! Mikir yang mesum lagi ya!" Ann menyilangkan tangannya.

Jack menggelengkan kepalanya "Ti-tidak, aku hanya melihat Claire tampak sudah dewasa"

Jelas-jelas matamu melirik Ann, Batin Claire

"Be-benar kan hahaha" Jack tertawa hambar sambil menyenggol Kai, namun Kai tertegun lama disana, melihat Claire begitu cantik, bukan bikininya yang membuat Ia cantik, tapi rasanya dengan rambutnya yang diikat seperti itu, Claire nampak lebih dewasa dari biasanya.

"Heyy, mikir mesum ya" Claire menyilangkan tangannya seperti Ann lakukan.

"Ti-tidak, hahaha" Kai ikut tertawa hambar.

Claire meraih tangan Kai dan menariknya ke sisi pantai, berdiri disana sambil bergandengan tangan, merasakan kaki-kaki mereka yang tersapu oleh ombak dan pasir-pasir.

"Huaahh segar" Claire kemudian menoleh kebelakang "Hey Ann, Kakak, sini!"

Ann dan Jack menghampiri mereka berdua, Jack menggandeng tangan Claire, dan menggandeng tangan Ann, tertawa lepas sambil merasakan kaki-kaki mereka.

Ckreek! Terdengar dibelakang mereka suara kamera yang sedang memoto mereka, keempatnya menoleh kaget, dilihatnya Zack sedang memoto mereka dengan kamera merah.

"Ahh— Maaf, aku hanya melakukan apa yang disuruh oleh Claire"

Claire menyeringai, berlari menuju Zack "Terimakasih Zack, yang penting ada foto kami berempat, bisa kau foto kami lagi sekali saja?"

"Tentu Claire" Zack memamerkan giginya yang putih itu dengan rapi.

Ann, Jack, Claire, Kai berjejer, berpose dan sudah siap untuk di foto.

"Say Cheese!"

"Cheese!"

Ckreek!

.

.

"Kaii! Ayo lomba berenang! Minggu lalu aku kalah darimu, tapi minggu ini aku akan menang!" Claire menantang Kai yang sedang membersihkan handuk.

"Oohh kau tidak tau, aku selalu menang berturut-turut dalam festival renang! Sekali duakali kau menantangku, kau tidak akan bisa mengalahkanku!" Kai memamerkan otot-ototnya itu, dan jujur saja badan Kai tidak main-main, badannya sangat terbentuk dan fit, Claire sangat merasa, Kai terlihat menawan dengan badan itu, dan juga kulitnya yang hitam, dan mungkin lebih akan tambah menawan bila bandananya dilepas.

"Minggu lalu kita tidak bertaruhan, bagaimana kalau kita sekarang taruhan" Claire memasang muka jahat.

"khu..khu, kau boleh juga" Kai ikut menyeringai dengan jahat.

"Kalau aku menang, kau harus menraktirku minum" Claire menyilangkan tangannya.

"Dan kalau aku menang, kau berhutang 3 nanas dariku" Kai mengulurkan tangannya.

Claire menjabatnya "Ok! Deal!"

Claire dan Kai pergi ke daerah yang lebih dalam, menyelam disana.

"Karang besar itu patokannya, seperti biasa, setelah sampai, balik lagi"

Claire mengangguk "Hitung mundur!"

"3.."

"2…"

"1!"

.

.

.

To Be Continued to Chapter 11

Thanks for reading, hope u likeit~