Yoshino says Sebelumnya saya minta maaf dengan ending buruk yang saya buat, saya tidak tahu bahwa para reader disini terlalu sensitive dengan pairing seolah-olah pairing adalah bagian pokok dalam suatu cerita, saya baru saja disini dan saya baru saja mengerti akan hal itu, saya hanya fokus terhadap imajinasi saya dan cerita saya. Saya tidak begitu perduli dengan pairing jika disuruh memilih antara NaruSaku dan NaruHina saya lebih ke NaruSakunya karena memang itu pairing original tapi terdapat suatu alasan saya untuk memilih NaruHina untuk sementara dan cerita itu sengaja saya buat seperti itu, karena memang saya hanya mengikuti imajinasi saya. jadi izinkan saya untuk menceritakan cerita ini kembali dan meredakan kesalahpahaman ini ..

Note: Saya lupa menulis ada season 2 di Chapter 9 ^^ dan cerita ini tidak sesuai dengan canon. Hanya berbagi imajinasi saja.

Naruto Shippuden © Masashi Kishimoto

Genre-Adventure/Fantasy/Mystery

We cant life without you © Yoshino

Season 2 WCLWY, The New Akatsuki akan saya hapus dan saya gabungkan disini.

We cant life without you ..

Chapter 10

The True Story

"Jadi orang itu masih hidup ya? aku bisa merasakan chakra yang luar biasa ini? Aku harus segera bertemu dengannya." Pria berambut panjang berwarna hitam sedang terlihat berjalan di tengah hutan, dia merasakan chakra yang ia kenali, chakra yang ditunggu-tunggu kehadirannya.

Naruto sedang duduk di singgasananya, dia memakai jubah Akatsuki dengan duduk seperti gaya Itachi saat akan melawan Sasuke, dia duduk dengan mata terpejam, dia masih memikirkan hal-hal yang sudah menimpanya selama ini. Tempat yang mereka tinggali sekarang adalah berupa rumah peninggalan bekas-bekas reruntuhan klan Uzumaki, disitu ada sebuah ruangan bawah tanah yang lebarnya cukup luas, dan disitulah tempat dan sumber-sumber penderitaan semua orang akan terjadi. Penderitaan yang sebenarnya.

Hinata sudah berdiri di sampingnya sembari melihat Naruto yang hanya terduduk di kursi batu yang terlihat kokoh. Wajah memerah masih menyelimuti pipi gadis bermata putih tersebut. Dia ingin menanyakan apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Naruto.

"Naruto-kun?" Ucap Hinata malu.

"Hm, ada apa? Hinata?" Jawab Naruto sambil memandang wajahnya yang berada di samping kanannya.

"Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan, kenapa Naruto-kun bisa selamat dan kemana saja kamu selama 10 tahun ini?" Tanya Hinata penasaran, wajahnya masih merah merona, pakaian yang sekarang dipakai Hinata adalah baju Akatsuki bercorak awan berwarna merah.

Naruto hanya tersenyum, "Akhirnya kau menanyakannya, aku akan segera menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepadaku, selama 10 tahun ini." Ujar Naruto dengan wajah dinginnya yang melebihi wajah dingin Sasuke.

Moon, 10years ago ..

Ziba, Naruto, Naruko, Ryuji dan Kiri, masih duduk di tempat tetua Ziba-sama lebih tepatnya adalah kakek Naruto. mereka tersenyum bersama, tertawa bersama dan saat kesenangan itu terjadi tiba-tiba saja Naruto mengucapkan sesuatu yang mengejutkan mereka, sesuatu yang seharusnya tidak diucapkan, kata-kata yang akan mengubah takdir di bumi dan bulan.

"Kakek? Sebelum aku pulang ke bumi, ada hal yang harus aku lakukan terlebih dahulu." Naruto membicarakan kata-kata tersebut dengan raut wajah yang serius, dia begitu karena dari tadi hanya memikirkan masalah itu, masalah yang mendera klannya, konflik yang berkepanjangan dan tidak ada habisnya.

"Apa, Naruto?" Jawab Ziba-sama tersenyum.

"Aku ingin mendamaikan klan kita dan klan Rikudou." Tutur Naruto serius, semua orang yang berada di situ lantas terkejut dengan apa yang Naruto bicarakan.

"Hey itu mustahil!" Seru Ryuji terbawa perkataan Naruto, Kiri pun merubah raut wajahnya yang semula acuh menjadi perhatian terhadap sesuatu yang baru saja Naruto katakan, mata Naruko berbinar-binar karena jika itu terjadi maka Naruto akan tinggal disini cukup lama,namun dia juga merasa cemas karena klan Rikudou memiliki kekuatan yang sangat besar dan mustahil mereka mau menjabat tangan dari klan Namikaze untuk mendeklarasikan kata damai kepada mereka.

Ziba-sama masih terdiam membisu, perkataan Naruto benar-benar membuatnya terkejut, "Apa yang kau katakan Naruto?" Kakek berambut kuning itu tidak menduga perkataan yang dilontarkan oleh Naruto begitu saja, Naruto hanya menelan ludahnya karena sejujurnya dia juga tidak akan bisa melawan mereka yang notabene memiliki rinnengan dan masing-masing dari mereka mempunyai kekuatan yang hampir sama dengan Uzumaki Nagato.

"Aku tahu itu, tapi aku ingin melakukan sesuatu untuk klanku, dan inilah hal yang ingin aku lakukan.." Pungkas Naruto menjawab keraguan dari kakek dan teman-teman barunya, "Dan aku ingin kalian membantuku." Tambah Naruto serius.

Semua terlihat berpikir, dan mereka hanya memikirkan sesuatu yang membuat mereka semakin terpuruk, kepesimisan Ryuji, Naruko dan Kiri mulai terlihat dari wajah mereka bertiga.

"Bagaimana mungkin, kami bisa melakukannya…"

"Itu terlalu sulit.."

"Aku juga merasa seperti itu.."

Sebenarnya mereka mempunyai tekad yang sama dengan Naruto, mereka juga ingin hidup bebas tanpa harus memikirkan klan Rikudou, tapi mereka juga tahu seberapa tangguhnya mereka terbukti Naruko yang notabene adalah ninja papan atas di desa Namikaze hanya dianggap sampah oleh ninja rendahan yang berada di klan Rikudou, itu juga berlaku kepada Naruto, dia tidak bisa berbuat apa-apa saat melawan 6 pengguna rinnengan dan ketika ia dikurung di sel penjara bawah tanah, Naruto hanya bisa terdiam dia mencoba melawan tapi musuh terlalu kuat dan pada akhirnya kesakitanlah yang mendera di tubuhnya. Yang lainnya hanya tertunduk putus asa.

Naruto hanya terdiam melihat reaksi mereka. "Kenapa kalian? Apa yang sebenarnya terjadi? Dimana tekad api dari shinobi-shinobi klan Namikaze, aku tahu mungkin aku hanyalah pendatang baru disini tapi aku sudah bisa merasakan ikatan kuat bersama kalian, aku ingin melihat semua orang tersenyum tanpa memikirkan konflik yang terjadi sekarang, bukankah itu bisa kita wujudkan?" Naruto berusaha memompa semangat teman-teman barunya, Ziba sama hanya bisa terdiam sambil mendengar ucapan-ucapan Naruto, dipikirannya sekarang juga sama dengan Naruto, tapi dia pernah melakukan hal yang sama dan diacuhkan oleh penduduk-penduduk karena mereka pikir klan Namikaze tidak mungkin bisa mengalahkan klan Rikudou dengan kekuatan dewanya.

"Naruto?" Ucap Naruko pelan.

"Kau juga akan membantu kan? Naruko-chan?" Tanya Naruto sumringah. Naruko pun belum bisa menjawab pertanyaan dari Naruto, dia masih ragu terhadap dirinya sendiri karena sebelumnya dia juga merasakan betapa sakitnya hal-hal yang sudah menimpanya yang disebabkan oleh klan Rikudou.

"M-mm" Naruko menjawab pertanyaan Naruto dengan tidak jelas.

"Bagaimana dengan kalian Kiri, Ryuji?" Tanya Naruto penuh antusias. Mereka berdua hanya menundukkan kepala dan terlihat berpikir sejenak tentang perkataan Naruto. dan Kiri pun akhirnya mulai ambil andil dan ingin menyampaikan apa yang sebenarnya sedang ia pikirkan.

"Sebenarnya aku setuju dengan perkataanmu Naruto, tapi dilain hal aku juga tidak ingin melakukan tindakan tersebut, karena sangat berbahaya, jika kita ingin melakukan dalam artian genjatan senjata maka hal yang dipertaruhkan akan sangat banyak meliputi semua orang yang berada disini akan terlibat masalah tersebut dan pada akhirnya mereka yang tidak tahu apa-apa akan terkena imbasnya.." Jelas Kiri mengenai pendapatnya, Naruto dan lainnya berusaha mendengarkan pendapat Kiri.

"Memang benar apa yang kau katakan, tapi kita tidak tahu sebelum mencoba, dulu aku juga pernah mengalami hal yang sama, ketika perang berlangsung. Keputusasaan, penderitaan, dan kematian sudah dapat dirasakan oleh semua orang, tapi aku berusaha memimpin mereka, dan sampai pada akhirnya….. aku.. aku mengorbankan nyawa untuk mereka, tapi tenang saja, aku tidak apa-apa soal itu. aku sudah terbiasa Dattebayou.." Jawab Naruto tersenyum lepas, dia berusaha meluruskan perkataan Kiri dan membuat semua ini menjadi kenyataan bahwa klan Namikaze dan klan Rikudou bisa berdamai dan hidup tentram di bulan.

"Tapi itu mustahil, Naruto. kau tidak tahu betapa mengerikannya mereka?" Sahut Ryuji yang terbayang atas kejadian yang menimpa Naruko, pada saat itu ia hanya bisa menyaksikan tanpa bisa berbuat apapun untuk Naruko.

"Aku tahu, aku sudah melihatnya sendiri dengan mata kepalaku, mereka berhasil melumpuhkanku dengan mudah, waktu itu aku melawan 6 orang bermata rinnengan."

"6 orang katamu!?" Ucap Kiri terkejut, reaksi yang sama juga diperlihatkan oleh Ziba dan Ryuji. Naruto hanya menganggukan kepalanya dan melanjutkan pembicaraannya.

"Mereka sangat kuat, bahkan aku dan Kurama dibuat terdesak oleh mereka dan pada akhirnya aku berhasil membunuh dua dari mereka tapi aku tetap kalah dan separuh jiwa Kurama terhisap di patung aneh yang menyerupai Gedou Mazou." Lanjut Naruto serius, dia menjelaskan apa yang ia alami ketika baru sampai di bulan.

Dan pembicaraan itu terhenti sesaat, keheningan mulai menyelimuti ruangan tersebut, semua orang masih terlihat berpikir atas usulan dari Naruto. dan Naruto kembali berbicara lagi, kali ini ia ingin mengetahui, kenapa klan Namikaze dan klan Rikudou terlibat konflik yang berkepanjangan ini.

"Kek, jika tidak keberatan, mau kah kau menceritakanku apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa klan kita dan klan Rikudou bisa berseteru? Dattebayou" Tanya Naruto penasaran, Ziba pun langsung merespons cepat pertanyaan Naruto.

"Memang semua ini ada alasannya, alasan dibalik konflik antara 2 klan berbeda kekuatan tersebut.. aku akan menceritakannya bagaimana kita bisa berseteru dengan klan Rikudou sampai sekarang.." Ziba memejamkan mata dan seketika itu mereka larut dalam ceritanya.

"Waktu itu kita dan mereka adalah satu kesatuan dan terikat dalam kedamaian sampai hal itu terjadi, hal yang benar-benar membuat klan Namikaze ingin memisahkan diri dengan mereka. aku mengetahui cerita ini secara turun temurun dari pemimpin kepada pemimpin berikutnya tapi ini khusus hanya untuk kalian berempat termasuk kau Naruto."

Moon, 2200 years ago ..

Pemimpin klan Namikaze yang pertama, Namikaze Shiso dan pemimpin klan Rikudou yang pertama, Rikudou Kaguya, mereka sedang asyik berbincang di sebuah kedai yang cukup sederhana, laki-laki dan perempuan itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, dan dengan kekuatan mereka, akhirnya mereka diangkat menjadi pemimpin dari kedua klan tersebut.

"Seperti biasa kau minum banyak, Kaguya." Ujar pria berambut kuning dengan tindik di hidungnya, mereka terlihat sangat akrab.

"Heh, tentu saja, aku belum mempunyai suami apalagi anak jadi aku ingin berfoya-foya terlebih dahulu sebelum semua itu terjadi." Jawab Kaguya sambil meminum seteguk shake yang berada di atas meja.

"Begitu ya? hehe, terserah kau saja." Shiso hanya bisa tersenyum melihat tingkah Kaguya yang terus minum-minuman beralkohol itu. semua orang yang berada disitu hanya bisa melihat tingkah shinobi dengan kekuatan dewa itu sembari berkomentar sesuatu yang tidak jelas.

"Kenapa mereka tidak menikah saja."

"Kau benar"

"Jika mereka menikah maka klan kita dan klan Rikudou akan harmonis untuk waktu yang sangat lama."

"Kenapa dengan orang-orangmu itu?" Ujar Kaguya yang mendengar percakapan mereka.

"Heh, dia melihat ke arah kita.." Ujar salah satu orang Namikaze tersebut ketakutan.

"Biarkanlah mereka, aku hanya ingin pertemanan kita terjaga dan klan kita bisa damai dan makmur seperti sekarang dan seterusnya.." Kaguya hanya menatap Shiso tanpa tahu harus menjawab apa, karena dia berpikir jika klannya terus menerus melakukan kontak dengan klan Namikaze maka suatu saat dirinya akan dikhianati, memang perempuan dewa itu tidak bisa percaya dengan mudah oleh semua orang yang ditemuinya termasuk temannya sendiri Shiso.

Kaguya pun hanya bisa tersenyum untuk melegakan perkataan dari Shiso, Shiso juga membalas senyuman manis perempuan bermata rinnengan tersebut.

Dan pertemuan mereka pun berakhir, sampai klan Rikudou mempunyai siasat untuk mengambil alih kekuasaan di bulan. Semua hal itu tidak bisa dipercaya oleh semua orang termasuk orang-orang klan Rikudou sendiri, karena klan mereka lah yang memulai infasi-infasi di wilayah lain termasuk di wilayah klan Uchiha dan klan Hyuga dan menimbulkan konflik yang berkepanjangan, mereka berhasil menaklukan wilayah klan Uchiha dan klan Hyuga dengan waktu yang cukup singkat entah apa yang mendasari mereka untuk melakukan hal itu, bulan yang menjadi rumah damai penuh keharmonisan sekarang berubah menjadi lautan darah dimana terdapat mayat-mayat yang tergeletak di tempat-tempat tertentu, mereka terus menerus menyelusuri dan menghabisi orang-orang yang masih hidup dan membunuhnya di tempat itu.

Mendengar berita itu, Shiso merasa dirinya sudah tertekan, "Klan Hyuga dan klan Uchiha dibabat habis? Apa maksud dari semua ini? Kaguya." Pikir Shiso yang tidak bisa berhenti mencemaskan klannya. Dia mendengar berita-berita itu dari shinobi-shinobi divisi keamanan di desanya. Dan ia pun memberanikan diri untuk bertemu secara langsung dengan Kaguya.

Dia berjalan sendirian tanpa didampingi seorang pengawal, perjalanan ke desa Rikodou bisa menghabiskan waktu 2 hari, tapi dengan jutsu teleportasi dari Shiso, waktu tersebut dapat dipersingkat menjadi 2 detik. Kekuatannya diluar batas para shinobi-shinobi klan Namikaze pada umumnya dia dapat melampau batas dan waktu sesuai keinginannya dan dia juga bisa berpindah-pindah dimensi dengan menggunakan Last Jikukan kekkai yang notabene adalah jutsu yang ia buat sendiri.

Pria berambut kuning berumur 30 tahun itu menemukan Kaguya yang tengah duduk bersandar di pohon. Di depan Kaguya terdapat aliran sungai yang tidak begitu deras.

"Aku sudah menduganya, seperti biasa jika terdapat masalah kau akan kesini untuk merenungkannya." Sontak perkataan Shiso membuat Kaguya terkejut.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kaguya terkaget.

"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, apa maksud dari semua ini?" Ujar Shiso terbawa emosi.

"Tidak ada alasan untuk mengatakannya padamu." Kaguya pun berdiri dan mendekati Shiso seraya berbisik kepadanya.

"Sesuatu telah merubahku dan aku ingin menghancurkan apapun yang menghalangiku termasuk kau, Shiso.." Bisik Kaguya yang seperti ingin mengancam Shiso dengan bahasanya yang bisa dibilang mendeklarasikan perang terhadap klan Namikaze.

"Kenapa? Kenapa kau melakukan semua ini? Kaguya?" Pertanyaan itu hanya didengar oleh Kaguya dan ia tidak menjawabnya. Dan sesuatu itu telah menjadi sebuah tanda tanya besar bagi semua orang termasuk klan Rikudou sendiri. Tangan Shiso mengepal, sesuatu telah terjadi kepada Kaguya namun sebagai teman dekatnya dia tidak bisa membantu apa-apa bahkan dia sudah diancam oleh Kaguya karena alasan tersebut.

"Apa dia benar-benar serius akan menghancurkan klanku? Klan yang harus aku lindungi." Shiso mulai tersumut emosinya dan berusaha menggagalkan rencana Kaguya.

"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh desaku, bahkan jika kau adalah teman dekatku, akan kulawan kau dengan seluruh kekuatanku." Ujar Shiso bersemangat, dipikirannya sekarang hanyalah ingin melindungi orang-orang yang ia sayangi di desa dan untuk mewujudkan itu dia rela untuk berkorban dan melawan klan Rikudou, klan yang dipenuhi orang-orang mengerikan.

"Maafkan aku, Shiso." Batin Kaguya, ini akan menjadi sebuah misteri yang tidak akan pernah terungkap.

Dan setelah beberapa waktu, akhirnya mereka bertempur habis-habisan, klan Rikudou melawan klan Namikaze. Perang yang berada di lahan yang sangat luas, padang sabana. Klan Rikudou terlihat tersenyum licik dengan ciri khasnya yaitu mata Rinnengan sedangkan klan Namikaze tersenyum bersemangat dengan ciri rambut kuning yang menunjukkan identitas mereka yang sebenarnya.

"Haaa!" Teriak semua orang yang berada di dataran yang luas tersebut, perang pun tidak bisa dihentikan lagi, banyak orang yang mati di peperangan tersebut. Klan Rikudou juga mengalami hal yang sama, klan Rikudou kebanyakan tidak mati tapi menghilang, banyak dari mereka yang dihilangkan keberadaannya oleh sang pemimpin klan Namikaze, Namikaze Shiso.

"Pemimpin mereka terlalu kuat? Satu per satu shinobi kita dihilangkannya dengan mudah." Ujar salah satu shinobi klan Rikudou yang mulai kehabisan chakra dan tenaganya, dia bernafas terengah-engah karena yang dilawannya sekarang adalah Namikaze Shiso dengan tatapannya yang menyeramkan.

"Aku akan menghilangkan kalian!" Seru Sisho menyeringai. Dan diwaktu yang bersamaan meluncur seorang perempuan berambut putih dan hendak menuju ke tempat Shiso.

"Kaguya!?" Ujar Shiso terkejut, tanpa ampun Kaguya langsung menyerangnya dengan Taijutsu, dia pun mengaktifkan sharingannya yang sudah tertidur untuk waktu yang cukup lama, kini mata sharingan yang berada dikeningnya sudah diaktifkan.

"Dia bersungguh-sungguh? Baiklah aku juga akan serius." Pungkas Shiso yang tidak mau kalah dengan Taijutsu Kaguya yang dinilainya tidak ada celah sedikit pun, gerakan yang sempurna ditambah power yang stabil antara tangan dan kaki membuat pergerakan tersebut tidak dapat dihentikan dengan mudah, bahkan bisa dibilang mustahil untuk menghentikan Taijutsu itu.

Pukulan pun akhirnya mengenai wajah Shiso dan ia terhempas jauh dari tempat berdiri sebelumnya. "Sial, aku kecolongan…" Batin Shiso marah terhadap dirinya sendiri, dia pun bangkit kembali dan berdiri.

"Serangan seperti itu, belum ada apa-apanya, Kaguya!" Sisho juga nampaknya mulai serius dia mengeluarkan aura kuning disekeliling tubuhnya, dan matanya tiba-tiba berubah menjadi biru tua pekat. Aura kuning ditambah mata biru, Kaguya terlihat terkejut. "Dia?" Batinnya dalam hati. Aura kuning itu mulai merambah ke udara dan setiap orang yang merasakannya akan kehilangan chakra dalam artian chakra mereka akan terhisap, tapi tidak untuk orang-orang klan Namikaze, justru jurus itulah yang membuat mereka dapat bangkit karena chakra-chakra dari orang-orang klan Rikudou yang mulai berpindah ke tubuh shinobi-shinobi berambut kuning tersebut.

"Ini jutsu Shiso-sama, dengan kekuatan ini aku dapat leluasa bergerak cepat.." Pungkas salah satu shinobi yang merasa kekuatan mengalir deras di tubuhnya.

"Jika dia mengaktifkan jutsu ini, berarti dia sangat bersungguh-sungguh.." Papar Kaguya terkaget dengan jutsu yang dikeluarkan oleh Shiso karena jutsu tersebut mempunyai resiko yang cukup tinggi.

"Aku tidak akan membiarkan orang yang ingin melukai warga desaku menyentuh desa, tidak akan pernah! Bahkan jika itu temanku sekalipun!" Seru Shiso dia pun langsung melesat dengan kecepatan kilat yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa, bahkan mata sharingan milik Kaguya pun tidak bisa melihat pergerakannya.

"Dia terlalu cepat, tapi seberapa lama kau akan bisa bertahan." Pukulan keras mengenai wajah Kaguya, dan dilanjutkan pukulan ke bagian perut, tendangan di bagian kaki, dan diakhiri pukulan keras mengandalkan kekuatan mata biru tua pekat dengan tiik merah di tengahnya.

Dashh! (Effect pukulan)

Kaguya terhempas dan terseret di rerumputan dengan jarak yang cukup jauh, seretan itu menimbulkan debu yang tebal dan menghalagi pandangan, shinobi klan Rikudou yang melihat itu tidak terima dan di waktu yang bersamaan dia berusaha menyerang Shiso.

"Sialan! Berani-beraninya kau!" Seru shinobi tersebut sembari mengeluarkan jutsunya, penarik gravitasi sudah diaktifkan, Shiso pun tertarik ke tangan shinobi itu dan setelah beberapa meter sudah dekat, Shiso pun berpindah sangat cepat di belakang shinobi itu. "Memang kalian adalah shinobi yang hebat, tapi jika kalian tidak membuat rencana sebelum menyerang, maka sia sialah kekuatan kalian!" Namikaze Shiso mengeluarkan jutsu yang ia sempurnakan sendiri kini, aura kuning itu berkumpul ditangannya dan membentuk seperti kilatan-kilatan berwarna kuning, dan disaat itulah serangan itu menembus tubuh dari shinobi tersebut.

"Tidak mungkin.." Dia pun mati oleh serangan kuat itu.

Dan shinobi klan Rikudou yang melihatnya pun mulai menyerangnya habis-habisan, mereka berlari ke arah Shiso dari segala arah, dan berusaha mengepungnya agar dia tidak bisa lolos. Serangan bertubi-tubi akan mereka lancarkan.

"Shiso sama!" Teriak shinobi-shinobi klan Namikaze yang mati langkah dan tidak bisa berkutik sedikit pun, Shiso hanya tersenyum dan saat mereka mulai mendekat, dia masuk ke portal hitam yang ia buat di dalam tanah, sontak semua orang yang berlari ke arahnya juga terhisap oleh portal hitam itu, dan setelah beberapa saat Shiso berhasil kembali lagi ke tempat semula dengan portal yang berbeda, dia menghilangkan 4 shinobi bermata rinnengan dengan sekejap. Semua orang yang mencemaskannya tersenyum senang.

"Yosha! Shiso sama hebat!"

"Apa yang kau katakan, dia memang luar biasa!"

"Hey kalian semua, fokuslah terhadap musuh jangan berpaling ke yang lain!" Perintah Shiso tegas.

"Baik! Siap!"

Kaguya mulai bangkit kembali, senyuman terlihat jelas dibibirnya. "Hanya segitukah kekuatanmu? Shiso?" Remeh Kaguya sambil berdiri kembali, dia sudah menyiapkan handseal ditangannya.

"Bukankah itu! tidak mungkin!" Ucap Shiso terkejut, dia merasa akan kalah jika Kaguya menggunakan jutsu itu, jutsu yang tidak bisa dihentikan, hanya orang yang setingkat dengannya lah yang bisa menghentikan jutsu tersebut.

"Sudah terlambat! Kuchiyose no Jutsu!" dan apa yang sekarang terjadi adalah bukti bahwa Kaguya lah yang memiliki kekuatan dewa, kekuatan yang tidak bisa dibandingkan dengan siapapun di dunia ini, bahkan Namikaze Shiso hanya bisa terperanga dibuatnya.

Shiso hanya melihat ke atas dimana, makhluk yang sangat besar dengan kekuatan dewa telah menunggu mereka.

Roarrrr!

Auman Jubi monster berekor 10 telah bangun dari tidur lelapnya.

"Kuchiyose no jutsu!" Kaguya mengeluarkan monster berekor 10, auman keras menggelegar ke seluruh penjuru bulan.

Roarrrr!

Semua orang yang melihatnya pun hanya terperanga,"Tidak mungkin" Pikir Shiso sambil melihat ke atas dimana monster berekor 10 itu sudah berdiri tegap dengan ke empat kakinya. Dan keputusasaan mulai menyelimuti wajah shinobi klan Namikaze. Sedangkan ekspresi yang berbeda dapat dilihat di wajah orang-orang klan Rikudou, senang bercampur bahagia menyelimuti raut wajah mereka.

"Yeah! Dengan ini pasti kita akan mengancurkan mereka!"

"Hebat! Kaguya-sama!"

Kaguya hanya tersenyum, monster berekor 10 itu mulai melakukan serangannya, ekor-ekornya mengangkat ke atas dan seketika itu jarum-jarum yang sangat besar berbahan seperti bongkahan kayu, menghujani wilayah yang sekarang ditempati oleh para shinobi klan Namikaze. Kayu-kayu itu mulai mendekati wilayah tersebut dan bersiap untuk menghancurkan orang-orang yang berada disitu. Namikaze Shiso masih terdiam, dia tidak memperlihatkan reaksi apapun. Hanya tatapan kosong yang terlihat di wajahnya.

"Dia mengeluarkan monster ini? Dia sudah melanggar janji" Shiso masih tidak bisa berbuat apa-apa dan kayu-kayu itu mulai mengarah kepadanya.

"Shiso-sama! Apa yang harus kita lakukan!" Seru salah satu shinobi yang membuat lamunan Shiso buyar.

"Bukan saatnya untuk berpikir seperti itu, kita harus menghentikan serangan ini, kalian semua! Berpindahlah ke tempat yang aman dengan jutsu andalan klan Namikaze!" Teriak Shiso sambil memberi perintah agar semua shinobi berpindah ke tempat yang aman. Mereka pun menganggukan kepala dan berpindah dengan cepatnya. Lantas hanya hitungan detik wilayah tersebut sudah kosong tidak ada seorang pun yang berdiri disitu, dan kayu-kayu itu menghujani wilayah itu.

Sekarang yang terlihat hanyalah hamparan padang hijau yang luas dengan kayu-kayu yang masih tertancap disertai angin yang menghembus kencang.

"Sialan, mereka berhasil kabur."

"Memang mereka adalah shinobi pengecut!" Beberapa orang klan Rikudou terlihat emosi dan frustasi dengan apa yang telah dilakukan oleh para shinobi klan Namikaze. Kaguya masih tersenyum.

"Apa kalian pikir bisa kabur dari amukan monster?" Ucap Kaguya menyeringai, Juubi mulai memusatkan energynya di satu titik tempatnya di depan mulut, mulut yang menganga membuat titik itu semakin membesar. Bulatan yang besar tersebut berwarna merah pekat dengan diameter 50 sampai 60 meter. Keberadaan shinobi klan Namikaze sudah terdeteksi, mereka berada 5 kilometer dari keberadaan Juubi sekarang. mereka bersembunyi di hutan dan semak-semak, walaupun jarak antara klan Namikaze dan klan Rikudou cukup jauh namun para shinobi klan Namikaze bisa melihat situasi dari klan Rikudou, karena mereka mempunyai penglihatan yang bagus. mata biru langit jernih membuat kelebihan itu mulai terlihat jelas.

Namikaze Shiso masih melihat situasi tersebut. "Ini tidak mungkin! Monster itu!" Batin Shiso dalam hatinya, kali ini klan Namikaze sudah terkunci dan akan menerima serangan dahsyat dari monster berekor 10 yang sudah tidak sabar untuk menghempaskan serangannya.

"Dengan ini musnahlah kalian!" Seru Kaguya keras.

Biju dama!

Bola besar berwarna merah pekat itu mulai bergerak menuju tempat dimana klan Namikaze sekarang berada. Pelan, pelan dan kemudian cepat, semakin cepat dan semakin cepat. Wajah para shinobi klan Namikaze pun mulai putus asa seakan-akan mereka tidak percaya jika klan mereka akan musnah dan punah dengan tragis. "Kalian berpikir apa! saat ini nyawa kita sudah dipertaruhkan! Jangan mengeluh jangan putus asa! Dan lakukan yang terbaik!" Namikaze Shiso pun keluar dari persembunyiannya. Dia membuat hand seal ditangannya. Bulatan merah itu semakin dekat hanya 100 meter lagi, biju dama akan menghantam semua orang yang berada di area itu. Shiso hanya tersenyum. "Aku tidak tahu, tapi serangan mereka akan menjadi boomerang bagi mereka sendiri."

Biju dama pun menghilang, semua orang yang melihatnya pun terkejut. Keheningan terjadi untuk beberapa saat sampai pada akhirnya bulatan tersebut muncul di depan orang-orang klan Rikudou. "Sial! Itu kunai milik Shiso, Sejak kapan dia meletakkan kunai itu disini!" Gumam Kaguya emosi. Bulatan itu membesar dengan sendirinya. Semua orang klan Rikudou hanya terperanga dibuatnya. "Mustahil!" dan saat itulah.

Duarrr!

Semua shinobi dari klan Namikaze memasang wajah gembira dan senang menyaksikan ledakan dengan skala besar yang menimpa musuh mereka. "Shiso-sama?" Batin salah satu shinobi yang melihat Shiso dari belakang, matanya berkaca-kaca karena melihat sesuatu luar biasa yang baru saja Shiso lakukan.

Ledakan besar itu membuat angin menghembus kencang, bukan hanya itu saja pepohonan banyak yang tumbang dan rerumputan hijau yang berada disana lenyap tidak berbentuk dan hanya tinggal pasir gersang yang tandus. Ledakan itu membuat kawah yang sangat luas dengan dalam hampir 20 meter.

Namikaze Shiso pemimpin pertama klan Namikaze tersenyum. "Sebelum aku meninggalkan area itu aku menyempatkan untuk menaruh kunai khas klan Namikaze guna memindahkan serangan yang hebat dari Juubi, dan benar saja aku berhasil melakukannya, sekarang aku ragu mereka dapat bertahan dari kekuatan luar biasa itu" Batin Shiso dalam hatinya, sebelumnya dia sudah memperkirakan bahwa ini akan terjadi, dan apa yang dilakukannya adalah bukan kebetulan semata karena memang benar dia telah memikirkan ini sebelumnya.

Debu hasil ledakan itu mulai menipis terkena hembusan angin, dan perlahan-lahan debu itu menghilang dengan sendirinya dan terlihat dibalik itu terdapat bayangan yang sangat besar dan membentuk sebuah dinding perisai yang besar, rupa-rupanya Juubi merubah bentuknya dan sekarang dia berada dalam mode bertahan. Dan seketika itulah orang-orang dari klan Rikudou mulai berteriak kegirangan, ekspresi senang sudah tergambar jelas di raut wajah mereka. "Yeah! Juubi melindungi kita!" Semua orang senang karena seharusnya jika mereka terkena serangan itu maka mereka akan tewas seketika dan menjadi debu sekarang. Kaguya tersenyum. "Juubi dapat menahan serangan sekuat apapun bahkan jika itu adalah serangannya sendiri" dan Juubi pun mengubah wujudnya ke mode menyerang dimana sebuah bunga raflesia menjadi wajah dari monster tersebut.

Shinobi klan Namikaze yang melihat itu pun terkaget tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. "Tidak mungkin mereka bisa selamat!" Tidak kepercayaan membuat sebagian orang-orang berambut kuning itu mulai merasakan keputusaasaan untuk sekali lagi, "Kita pasti akan kalah?"

"Benar yang menjadi masalah sekarang adalah Juubi tapi jika orang yang mengendalikannya menghilang atau mengalami kekalahan maka dia tidak akan bisa mengendalikan Juubi dengan baik dan disaat itulah Juubi akan menghilang. Baiklah aku akan memulai dari situ, akan tetapi chakraku sudah menipis." Tubuh Shiso mulai merasakan kesakitan, beban yang diembannya terlalu berat, sebelumnya dia menggunakan jutsu terlarang yaitu membuat lawannya memberikan chakra kepada rekan-rekannya dan hal tersebut membuat ia harus menghadapi sebuah resiko, resiko yang bisa membahayakan dirinya sendiri. Shiso batuk-batuk.

Ohoggh Ohoggh

Darah keluar dari mulutnya. Salah satu pengikutnya pun berlari mendekatinya. "Anda tidak apa-apa, Shiso-sama?" Tanya pemuda berambut kuning dengan goresan di pipinya cemas.

"Aku tidak apa-apa" Jawab Shiso sambil mengalihkan pandangannya dan disaat itulah chakra kuning yang menyelimuti shinobi-shinobi klan Namikaze menghilang. "Ada apa ini?"

"Apa yang terjadi?" dan akhirnya mereka sudah tahu apa yang mengakibatkan chakra kuning yang menyelimuti mereka tiba-tiba menghilang. "Shiso-sama?" Resiko yang diakibatkan oleh jutsu itu adalah kematian.

Kaguya yang melihatnya dengan Byakugan pun hanya tersenyum menyeringai. "Jadi effect jutsu itu sudah menjalar ditubuhmu ya? Shiso?" Sebelumnya Kaguya mendapatkan mata Byagukan dan Sharingan dari klan-klan yang sudah dibantainya dia mentranplantasi mata-mata tersebut ke dirinya agar dia bisa bertambah kuat dan sempurna.

"Tidak ada pilihan lain, aku harus segera mengalahkan Kaguya dengan sisa-sisa tenagaku" Shiso pun menghilang dengan cepat ke kunai yang sebelumnya dia gunakan untuk memindah bijuu dama. Kecepatan yang luar biasa langsung menuju ke tempat Kaguya. Shiso membuat handseal dengan cepat dan seketika itu muncul lubang hitam dibelakang Kaguya. Semua orang yang berada disitu terasa dihentikan gerakannya dan seperti waktu telah berhenti karena Shiso yang bergerak dengan kecepatan cahaya. Shiso pun menubruk tubuh Kaguya dan mereka berdua masuk ke lubang hitam tersebut.

"Kaguya-sama!"

"Shiso-sama!" Dan kedua klan tersebut telah kehilangan pemimpinnya. Klan Namikaze dan klan Rikudou hanya bisa menundukkan kepalanya dan mengepal tangannya erat-erat. "Kenapa? Shiso-sama?"

"Kaguya-sama?" Dan disaat yang bersamaan.

"Aku tidak akan memaafkan kalian!" Seru salah satu shinobi klan Namikaze keras.

"Aku akan menghancurkan klan Namikaze bersama isi-isinya!" Teriak salah satu shinobi dari klan Rikudou penuh amarah.

Yahhh! Mereka pun berlari menuju lawan mereka masing-masing, dan perang itu tidak bisa dihindarkan lagi, kebencian, penderitaan dan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya adalah sesuatu yang diakibatkan oleh perang tersebut. Dan…..

Di suatu tempat hening, hanya balok-balok batu berwarna kebiru-biruan yang berada disitu, langit pun tidak ada, hanya kegelapan dengan penerangan yang tidak begitu terang. Terlihat 2 orang pemimpin dari masing-masing klan mereka.

"Dimana ini?" Pikir Kaguya sambil melihat-lihat sekitarnya. Shiso hanya tersenyum. "Kau sekarang berada di wilayahku, disini tidak akan ada orang bisa menganggu kita" Mereka pun berdiri dan saling bertatapan untuk beberapa saat. "Aku ingin menanyakan sesuatu yang penting, sesuatu hal yang membuatmu seperti ini? Kenapa kau melakukan semua ini? Kaguya?" Shiso menanyakan hal itu untuk kedua kalinya, dia masih berpikir pasti ada alasan dibalik semua ini, Kaguya memalingkan pandangannya ke bawah. "Aku tidak bisa mengatakannya" Jawabnya singkat.

Mereka pun terdiam untuk beberapa saat. "Jika ada masalah yang menimpamu, kau bisa katakan itu padaku, aku yakin aku bisa membantumu." Tangan Kaguya pun mengepal. "Kau akan membantuku ha? jangan bercanda! Apa kau tahu apa yang aku rasakan saat itu?"

Shiso terdiam dan berusaha mendengarkan perkataan yang akan Kaguya katakan kepadanya. "Kenapa kau tidak ada saat itu? kenapa? Ayahku ayahku meninggal dunia" Sontak hal tersebut membuat Shiso terkejut.

"Tidak mungkin." Ucapnya singkat.

"Ayahku meninggal dengan keadaan tragis, dia dibunuh oleh seseorang yang tak dikenal. Saat aku pulang dari kedai, aku melihat ayah yang terbujur lemah tidak berdaya dengan luka tusukan dan darah yang berceceran dimana-mana. Dan sebelum kematiannya dia menulis tulisan ini, sebuah pesan yang berisi hal yang harus aku lakukan, Ya menghancurkan seluruh klan di bulan. Aku tidak tahu harus berbuat apa saat aku membaca pesan itu, dan disaat itulah aku berpikir salah satu dari kalianlah yang telah membunuh ayahku, ayah yang berharga bagiku" Tutur Kaguya sambil memperlihatkan secarik kertas kepada Shiso. Shiso berusaha menyangkal perkataan Kaguya.

"Tapi…"

"Jika kau ingin membantuku, hidupkanlah Ayahku, Shiso!" Seru Kaguya penuh emosi, sekarang perempuan berambut putih itu sudah tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Shiso mengepal tangannya erat, dia berpikir "Kenapa disaat dia membutuhkanku, aku tidak ada di sampingnya, kenapa?" Shiso pun juga menyesal atas ketidak peduliannya dengan masalah yang mendera Kaguya.

"Maafkan aku" Pungkas Shiso menyesal. Kaguya pun kembali memandangnya. "Tapi keinginanku untuk menghancurkan seluruh klan belum menghilang, kebencianku masih bisa terlihat jelas di dalam hatiku, jika kau pikir aku akan berhenti melakukan itu karena kau meminta maaf, kau salah besar Shiso, tapi karena kebencian inilah yang membuatku bisa seperti ini, apakah kau pernah melihat seseorang yang kamu cintai mati di depanmu dengan keadaan yang mengenaskan? Apakah kau tahu rasanya?" Shiso hanya bisa terdiam sembari tetap mendengarkan ucapan-ucapan Kaguya.

"Aku tidak akan berhenti dan aku akan membantai seluruh klan yang berada di bulan karena aku adalah dewa" Dan disaat itulah Rinnengan baru terlahir, rinnengan berwarna merah yang sangat mysterius, mata dewa dengan kekuatan tuhan.

"Matanya berubah menjadi merah? Apa yang sebenarnya terjadi?" Pikir Shiso keheranan. Dan disaat itulah Kaguya sudah berada dihadapannya dan memukul perutnya dengan keras.

"Uoggh? Cepat sekali, bahkan aku tidak bisa merasakan kehadirannya." Batin Shiso sambil menahan rasa sakitnya.

"Aku harus keluar dari tempat ini, aku akan mencuri semua jutsumu" Tangan Kaguya memegang kepala Shiso. Dan menyerap beberapa jutsunya. "Aku tidak bisa bergerak, kekuatan apa ini?" Shiso masih dalam bahaya, dia berusaha memikirkan jalan keluar, dan melakukan hal terakhir agar Kaguya tidak bisa menghancurkan seluruh klan yang berada di bulan termasuk klan Namikaze, klan terkuat ke 2 setelah klan Rikudou.

"Aku tidak akan membiarkannya!" Tekad kuat Shiso telah memberikan kekuatan pada dirinya sendiri, mata biru pekat telah kembali. Dan disaat Kaguya masih menyerap jutsu-jutsunya, Shiso membuat handseal ditangannya. "Walaupun kau bisa mencuri semua jutsuku, tapi aku masih ragu kau bisa menggunakan jutsu ini dengan benar."

"Teleportasi dewa: Aktifkan!" kedua orang tersebut hilang tidak berjejak, tempat tersebut menjadi hening tanpa ada suara apapun di dalamnya. Setelah beberapa menit kemudian, kini mereka telah tiba di tempat antah berantah dimana Kaguya tidak mengenal tempat tersebut sama sekali. "Tempat apa ini?" Pikirnya yang sudah berdiri, Shiso pun tergeletak di tanah bebatuan yang cukup tandus.

"Dia menggunakan jutsu yang belum aku serap sepenuhnya, tapi jutsu apa ini? Kenapa aku sudah tidak bisa merasakan chakra apapun?" Kaguya pun berjalan menyelusuri tempat tersebut sampai dia berjumpa dengan sesuatu yang tidak ia sangka-sangka. "Bukankah ini? Juubi?" Dilihatnya sebuah pohon besar yang menjulang ke atas. Dan disaat itulah dia menyadari bahwa sekarang dia berada di tempat yang sangat jauh dari bulan yang biasa disebut dengan Bumi. Kaguya tersenyum. "Disini aku akan membuat peradaban baru"

Kembali ke bulan, dan akhirnya perang tersebut dimenangkan oleh klan Rikudou dan orang-orang klan Namikaze yang masih bisa bertahan memutuskan untuk kabur dan menjauh dari tempat tersebut. Dan pada akhirnya perang itu terus berlanjut sampai berabad-abad lamanya sampai sekarang perang itu masih terjadi.

Flashback end.

Naruto yang mendengar cerita itu hanya terdiam membisu tak mampu berkata apa-apa. semua orang yang berada disitu juga tidak memperlihatkan reaksi mereka. Naruko, Kiri dan Ryuji hanya bisa terdiam, tapi di dalam benak mereka, mungkin juga ingin membalas dendam atas tindakan yang dilakukan oleh klan Rikudou.

"Teleportasi tingkat dewa? Itu jutsu yang diajarkan oleh pertapa Rikudou kepadaku. Jadi jutsu itu berasal dari klan Namikaze." Pikir Naruto sejenak. Dan disaat itulah dia tetap mempertahankan keteguhan hatinya, bahwa ia akan menghancurkan kutukan itu, dan mendamaikan klan Namikaze dengan klan Rikudou.

"Aku masih ingin melakukan hal itu, kakek" Ujar Naruto dengan tatapan serius. Ziba pun terdiam untuk beberapa saat.

"Tapi Naruto-" Sahut Ryuji terputus.

"Apa kalian mau, klan kita diinjak-injak seperti ini terus? Apa kalian mau jika hal ini terus terjadi? Apa salahnya mencoba jika pada akhirnya kita belum tahu apa yang akan terjadi kedepannya" Seru Naruto berusaha menyemangati teman-temannya.

"Baiklah aku akan mengikutimu Naruto." Sela Naruko tersenyum.

"Naruko?" Ucap Naruto membalas senyuman manis Naruko.

"Hee?" Ujar Ryuji terkejut, dan ia pun memutuskan untuk mengikuti usulan Naruto. "Mau bagaimana lagi, jika Naruko menyetujuinya aku juga akan melakukannya" Pungkas Ryuji. Kiri pun hanya menghela nafasnya. "Huh? Merepotkan aku juga bersamamu Naruto" Walaupun Kiri bersikap tidak pedulian seperti itu tapi dibenaknya dia juga ingin berjuang bersama rekan-rekannya karena ia tidak ingin diam saja saat teman-temannya berjuang untuk kedamaian. Kakek Naruto pun tersenyum, dia pun berjalan mendekati Naruto dan mengelus rambut kuning jabriknya.

"Lakukan apa yang kau inginkan, Naruto. kakek akan mendukungmu sepenuhnya" Ucap Ziba tersenyum. Naruto pun langsung menjawab senyuman hangatnya.

"Kakek?" Kemudian Naruto menganggukan kepalanya sambil masih tersenyum dengan riang gembira.

Dan kemudian mereka pulang ke rumahnya masing-masing, kecuali Naruto sekarang dia sudah tinggal bersama Ziba-sama, kenapa tidak? Karena Ziba sama adalah kakeknya, salah satu anggota keluarga Naruto. "Untuk sekarang ini adalah rumahmu, jadi kau bisa melakukan apa saja disini" Ujar Ziba sama tersenyum dan dia pun mengantarkan Naruto ke kamarnya.

"Terima kasih kakek" Jawab Naruto sambil membuka kamar barunya, dia pun menutup pintu tersebut dan terjun ke kasur empuk berwarna putih. Laki-laki bermata biru langit itu menidurkan dirinya sambil melihat langit-langit. "Apakah aku telah membuat keputusan yang benar? Sebenarnya aku sudah sangat merindukan teman-teman yang berada di Konoha, aku juga merindukan Sakura tapi untuk sekarang aku hanya bisa melakukan apa yang aku inginkan, aku ingin meninggalkan tempat ini dengan tersenyum dan membebaskan klanku dari penderitaan yang berkepanjangan" Naruto memikirkan teman-temannya dan hal-hal yang akan dilakukannya untuk sekarang, dia pun menutup matanya secara perlahan-lahan kegelapan mulai terlihat dan disaat itulah dia mulai tertidur. Lamunan seorang pahlawan, orang yang akan menyelamatkan dan menghancurkan dunia ini. Uzumaki Naruto. dan disaat Naruto sudah tertidur Kurama sudah memikirkan hal yang akan terjadi ke depannya, ini mengenai masa depan yang akan terjadi dibumi. "Kau telah membuat keputusan yang salah Naruto, akan tetapi aku akan tetap mendukungmu apapun yang terjadi" Pikir Kurama yang bersembunyi di tempat hening nan sepi hanya gemercik dan tetesan air yang berada di tempat tersebut.

To be continue

Chapter 10 END

©Yoshino

See you next time ^^

Selanjutnya: Battle 100 Chapter 28: Kekuatan