Niat Hika untuk mengerjakan chapter 10 muncul saat malam minggu :v Hika udah kelas 9 nih, walau baru masuk 1 minggu tugas udah bejibun *nangis di pojokan* sekarang malah udah jaman Try Out dan Lun TTwTT

Karena pemenang kuis nya udah ada, jadi chapter tentang kuis bakal Hika hapus. Tapi pemenangnya masih rahasia dong! Hahahaa :v

Oke balesan review chapter 8 dan 9:

Guest: chapter 9 dan 10 sudah ada!

Kurotori Rei: iya, setelah Miku enaknya siapa lagi yang Hika "pulangin" ke dunia nyata? Btw Rin udah pasti suka sama Len, karena saya nge-ship Rin x Len :v

Kireina Yume: awwwwwwwwwww (?) #kicked

Kurone Ryu: iya, Miku saya buat pergi duluan karena pas saya main game nya pertama kali, Lena yang pergi duluan :v. Apakah Rin akan tinggal selamanya disana? Kita lihat sesaat lagi (?) sebenernya di chapter sebelum ini ada hint tentang ending fic ini lho :v bisa tebak?

Ryuuna Hideyoshi: soalnya kalo dipanjangin malah kurang greget cliff hangernya 'w' tapi saya akan coba tambah RinLen di chapter ini

Akanee-chan: ini sudah lanjut~ kalau boleh tahu apa nama akun ff Akanee-san?

reynyah: salah satu author fav Hika dateeng ;w; *terharu* hai Rey-san~ ini sudah lanjut

Arisa Amori: iya nggak apa kok~ makasih sudah menunggu

Misaki Runo: aduh maaf ya lama banget QwQ ini semua karena LUN menyerang (?)

Fortun-chan: ini sudah lanjut~

MaiKamano: ini sudah lanjut~

So... here's chapter 10!


Cerita sebelumnya: Walaupun Miku sudah pergi, Rin, Len, Kiyoteru, Kaito, dan Rei tetap 'gila-gilaan' bersama. Di sisi lain, ternyata Rin mulai menaruh hati pada Len...


Numbers

A cross over fanfiction by hikari-lenlen

Vocaloid (c)YAMAHA and Crypton

Number Days (c) Pacthesis


Normal P.O.V

Rin masih duduk menemani pemuda berambut pirang itu, atau yang bisa kita sebut Len. Ia tidak pernah merasakan 'cinta' sebelumnya. Itulah yang membuat Rin sibuk memikirkan perasaannya pada Len.

Apa ia benar-benar suka pada Len? Dalam artian serius?

Pikirannya penuh dengan bayangan Len. Terbesit kenangan-kenangan bersamanya disana...

.

Saat ia pertama kali bertemu dengan Len...

Saat ia naik ferris-wheel bersama Len...

Saat ia sibuk mencari Len di tengah malam...

Salah satu momen terpenting, saat Len memenangkan taruhan dan mencium Rin... mengingat ini, Rin sukses membuat wajahnya sendiri merah padam.

Masih ada lagi, saat Len membuat Kaito mati suri dengan bodohnya... untungnya Kaito masih hidup setelah kejadian itu. Rin tertawa kecil tanpa sadar ketika ia mengingat hal itu.

Yang paling penting... saat Rin dan yang lainnya mengetahui kebenaran tentang Len... saat Rin mengetahui bahwa Len bukanlah manusia seperti yang ia duga, melainkan 'makhluk' yang berada di balik semua ini. Len menangis saat itu, namun Rin dan teman-teman memaafkannya.

.

Semua itu benar-benar memori yang berharga bagi Rin... sehingga tanpa sadar ia menangis.

Ia sadar bahwa sebentar lagi semuanya akan musnah.

Rin akan kembali ke dunia nyata dengan selamat, begitu juga dengan Kiyoteru, Kaito, dan Rei, termasuk Miku yang saat ini sedang menunggu mereka semua didunia nyata.

Semuanya akan kembali normal...

.

Tetapi bagaimana dengan Len? Sekarang Rin memang berada disisinya, tetapi bagaimana jika Rin sudah harus pulang? Bukankah Len akan sendirian lagi?

.

"...n"

"Ri..."

"Rin!"

Teriakan Len membuat Rin kembali sadar dari lamunannya.

"Rin-chan kenapa menangis? Gara-gara aku ya? Uuh... maaf ya! Apa yang harus kulakukan? Rin ngga—" tanya Len dengan panik.

"Nggak, Len." potong Rin. "A-aku hanya... khawatir dengan keluargaku di dunia nyata..." sudah jelas Rin berbohong.

"Maaf ya, karena aku kalian jadi seperti ini." ujar Len. "Nanti kalau kalian sudah keluar aku gak bakal ganggu kalian lagi kok."

.

.

.

"NGGAK! JANGAN LEN! JANGAN NGOMONG GITU!" Rin spontan berdiri. "LEN ITU TEMANKU! AKU GAK MAU PISAH SAMA LEN!"

.

"Aku..." lanjut Rin

.

"Aku gak mau keluar dari dunia ini..."


Rin P.O.V

Segera, aku menutup mulutku. Raut wajah Len terlihat tidak percaya, namun, aku yakin wajahku sekarang seperti itu juga. Aku sendiri bingung, kenapa aku tadi berkata seperti itu ya? Kalau dipikir, tentu saja aku ingin keluar dari sini, tapi di sisi lain... Aku tidak mau berpisah dari Len.

Len mencengkram bahuku.

"Rin! Kau itu punya dunia, keluarga yang sempurna diluar sana! Jangan coba-coba hidup seperti aku, sendirian, kesepian di taman ini! Mengerti?!" Wajah Len terlihat begitu serius, berbeda sekali dengan yang selama ini dia tunjukkan kepadaku... Len, apa kau sangat ingin berpisah denganku?

Len pun melepaskan cengkramannya.

"Nah, sekarang ayo kita kembali ke bioskop, sekarang sudah malam." katanya sambil menepuk kepalaku, lalu berjalan pergi.

"Tunggu Len!"

"Apa lagi?" kata Len sambil menghentikan langkahnya.

"Aku... bagaimanapun caranya, kau harus bisa keluar dari dunia ini!"

"Tapi aku—"

"Harus! Kita teman 'kan?"

Perlahan, terbentuk sebuah senyum tipis di wajah Len.

"Iya."


Normal P.O.V

Keesokan harinya...

Begitu bangun tidur, Kiyoteru lah yang pertama kali membuka suara.

"Hei! Aku baru ingat kalau aku bawa kamera! Sebelum ada yang keluar dari taman ini (selain Miku), ayo kita foto bareng buat kenang-kenangan!" sahut nya sambil menunjukkan kamera model terbaru itu.

"Waah, kameranya bagus banget! Aku sedang menabung untuk beli kamera ini!" kata Kaito bersemangat sambil mengamati kamera tersebut. Tampaknya dia sudah tidak begitu memikirkan kepulangan Miku lagi.

Sedangkan Rei, sebenarnya ia sangat mengagumi kamera itu, namun ia berusaha untuk tidak peduli.

Kalau Len? Gak usah ditanya, dia udah lari keluar cari tempat bagus buat foto.


"Disini nih! Ayo, ayo!" kata Len semangat sambil menunjuk ke arah cafe.

Rin duduk di kursi cafe, Kaito berdiri di belakang Rin, Rei duduk di kursi samping Rin, sedangkan Len duduk di lantai, di antara kursi Rin dan Rei. Aduh miris...

"Cepat kesini!" sahut Rei, sambil menunjuk Kiyoteru.

Kiyoteru tertawa, "Hahaha... kalau aku ikut, nanti yang pegang kamera siapa ya?"

"Eh iya juga. Buruan foto!"

"Oke! Satu, dua..."

"CHEESE~!"

CKLIK


Kegiatan foto memfoto itu pun berlangsung selama dua jam penuh. Kiyoteru terlihat sibuk mengatur kameranya, sedangkan yang lainnya sibuk mengatur posisi foto. Biasalah, remaja jaman sekarang... Eh tunggu Kaito itu 'kan bukan remaja. Udah 18 tahun gitu, semi-dewasa.

"Semua kumpul! Fotonya mau dibagikan!"

"Yosh!"

Setelah Kiyoteru mencetak fotonya menggunakan mesin khusus yang ada di game center, ia pun menjejerkan fotonya di depan mereka semua. Kok bisa ada mesin gituan? Ya bisa lah, dunia ini 'kan milik Len.

"Nah, ini semua buat Rei, ini buat Rin, ini buat Len, dan ini buat Kaito. Oh iya, ini buat Miku. Bisa kutitipkan ke Kaito 'kan?"

"Bisa dong!"

"Oke, sekarang... kalian tau kenapa aku tiba-tiba minta foto begini?" tanya Kiyoteru lirih. "Itu karena..." lalu Kiyoteru menunjukkan layar hp nya.

.

01

.

Angka Kiyoteru tinggal satu... dan itu artinya...

"...karena aku ingin memberi kalian kenang-kenangan terakhir sebelum aku keluar dari sini."

Semua terdiam, tak tau harus bicara apa.

.

.

"Hei.. maaf." kata Rei membuka suara.

"Hm?"


"Maaf... karena aku bersikap tidak baik padamu selama ini. Semoga hidup mu diluar sana bisa sukses nantinya."

Kiyoteru tersenyum, lalu mengelus rambut Rei. "Maaf juga karena aku telah membuatmu jengkel... dan Rin..."

Rin menatap mata Kiyoteru.

"Aku dan Rei juga minta maaf atas apa yang telah terjadi tempo hari. Kaito... semoga nanti tinggi badanku bisa melebihimu. Len... kuharap kamu senang atas kehadiranku disini..."

"Tentu saja aku senang! Siapa yang tidak senang dapat teman baru?! teriak Len.

"Hei Kiyoteru..." kata Rin. "Kita masih jadi teman 'kan, walaupun kita sudah kembali ke dunia nyata?"

Kiyoteru tersenyum lembut. "Kuharap kita akan jadi teman... Kutunggu kalian semua diluar sana..."

.

Perlahan, Kiyoteru mulai disinari cahaya yang begitu terang, lalu menghilang.

.

.

Semuanya diam.

"Hiks..." terdengar suara isakan tangis Len memecah keheningan.

Melihat itu, Rin pun segera menghampirinya. "

Tenang saja, nanti kita semua akan bertemu Kiyoteru dan Miku lagi. Kuulangi, kita semua, dan itu termasuk kau, Len. Aku akan menemukan cara agar kau bisa keluar dari sini. Pasti, aku janji."


Hiyama Kiyoteru telah 'tereliminasi' dari dunia Len.


.

.

To be continued


Daan, kali ini Kiyoteru yang pulang! Readers boleh usul kok siapa lagi yang akan pulang setelah ini. Review, please?