My Pure Heart

Fairy Tail - Hiro Mashima property

Warning: Miss typo, OOC, Gajeness

Enjoy~ X3


(Normal POV)

"Ahahahahahaha!" suara tawa Natsu memecah kecanggungan diantara mereka. Lucy menoleh kearah Natsu dan melihat Natsu yang sedang menghapus air dimatanya. "Asuka, kau membuat ku tertawa! Hahahaha..ingatkan aku untuk memberikan kau tip ya..hahahahha!" Asuka tersenyum canggung, "j-jadi, kalian tidak sedang berkencan, ya?" tanya-nya lagi. Natsu tersenyum.

"Dia bukan pacar ku, tapi saingan ku, iya kan?" kata Natsu dengan grins diwajahnya. Lucy terdiam lalu tersenyum meledek. "Yap..kurang lebih begitu." Asuka membungkukan badannya. "Maaf atas kelancangan ku." Natsu hanya tersenyum. "Tak perlu formal seperti itu. Tapi, bisa aku minta gitar?" Asuka mengangkat kepalanya dan melihat kearah Natsu. "Gitar?" Lucy melihat kearah Natsu tidak percaya. "Baiklah, tambahan satu gitar ya.." kata Asuka lalu kembali kedalam café.

"T-tunggu! Sejak kapan kau bisa main gitar?" tanya Lucy penasaran. Natsu tersenyum jahil, "kenapa? Kau mulai tertarik dengan ketampanan ku ya?" Lucy menendang kaki Natsu dibawah meja. "AW! Bisakah kau berhenti menyakiti ku?!" Lucy menggembungkan pipinya. "Tidak, hanya saja… kau mengingatkan ku pada Gray." Tatapan mata Lucy mulai melembut.

"O-oy…" Lucy cepat-cepat menghapis air matanya yang mulai keluar dari mata brown honey-nya. "G-Gomen..Gomenasai..hahahah" Lucy memaksakan tawanya. Natsu terlihat bingung menghadapinya. Dia tak mungkin memeluk Lucy didepan banyak orang, dan dia juga akan mungkin diam saja. "L-Luce…" Lucy menutup wajahnya dengan tangannya. 'Seberarti itukah Gray baginya?' pikir Natsu dengan mata yang terlihat simpati. Lucy mengangkat kepalanya dan tersenyum. "Nah, tapi aku yakin kau tak akan bisa bermain sebagus Gray."

"Jangan tersenyum!" Lucy melihat kearah Natsu dengan tatapan kaget. Natsu membuang mukanya, tak menatap mata Lucy. "Jangan tersenyum sehabis menangisinya!" Lalu mata onyx Natsu menoleh kearah mata brown honey milik Lucy. Dia mengunci tatapannya, "dan jangan tersenyum saat membicarakan kehebatannya didepan ku! Kau...membuat ku cemburu!" Lucy terperangah mendengar kata-kata Natsu. "A-apa..K-kau kenapa?" tanya Lucy gelagapan dengan wajah yang memerah.

"Permisi, pesanan anda.." kata asuka sambil membawa nampan berisi pesanan mereka. 'Are? Aku mengngaggu ya?' pikir Asuka saat melihat wajah Natsu yang memilki semburat merah memandang kearah kolam angsa dan wajah Lucy yang masih terlihat bingung. "Arigato, Asuka." Kata Natsu tanpa melihat kearahnya. "Untuk gitarnya menyusul ya.." kata Asuka sebelum membungkukkan badannya lalu pergi.

Tak jauh dari tempat mereka duduk, terdapat taman bunga yang sangat cantik dengan semak-semak dan juga pohon yang indang, namun terlihat bercahaya karena lampu hias yang berwarna-warni. Seseorang sedang berdiri disana. Memperhatikan Natsu dan Lucy. Dia memakai jaket berwarna coklat , dengan dalaman berwarna hitam dan juga jeans panjang. Namun, wajahnya tak menunjukan wajah yang senang.


-Time Skip-

Asuka membawa gitar berwara coklat. "Silahkan.." Natsu mengambil gitar itu dari tangan Asuka lalu menunjukan grinsnya. "Arigato ne, Asuka," kata Lucy sambil tersenyum kepadanya. "Ok!" Natsu membenarkan posisi gitarnya lalu mulai memetik kunci gitarnya. Lucy mengangkat wajahnya dan melihat kearah Natsu yang tatapannya sedang serius dengan gitarnya. "Natsu…" Natsu mengangkat kepalanya lalu tersenyum pada Lucy. Dia mulai memetik gitarnya. "Aku membuat lagu ini…"

(Here without You – 3 Doors Down - Belongs to the original owner, I own nothing)

A hundred days have made me older
Since the last time that I saw your pretty face.
A thousand lies have made me colder

And I don't think I can look at this the same.

Natsu mulai memetik gitarnya yang menghasil kan sebuah melodi. Natsu mulai menyesuaikan ketukannya.

All the miles that separate
Disappear now when I'm dreamin' of your face.

Lucy tercengang mendengar alunan music Natsu. Tak hanya dia, tetapi seluruh pengunjung di café mengalihkan perhatian mereka kearah Natsu. Bahkan para pengunjung yang sedang lewat pun berhenti hanya untuk mendengarkannya.

I'm here without you baby
But you're still on my lonely mind.
I think about you baby and I dream about you all the time.
I'm here without you baby
But you're still with me in my dreams
And tonight, it's only you and me.

Natsu bernyanyi mengikuti alunan gitarnya. Wajahnya terlihat sangat menikmatinya… Dia terlihat tenang…Lucy terdiam terpanah menghayati lagu Natsu, dan suaranya yang terdengar indah. Entah mengapa lagu itu seperti mencabik-cabik hatinya. 'Natsu…'

The miles just keep rollin'
As the people leave their way to say hello
I've heard this life is overrated
But I hope that it gets better as we go.

Natsu kembali memetik gitarnya dan tersenyum kecil… Dia seperti berharap. Natsu memejamkan matanya, tenggelam dalam alunan lagunya.

I'm here without you baby
But you're still on my lonely mind.
I think about you baby and I dream about you all the time.
I'm here without you baby
But you're still with me in my dreams
And tonight, it's only you and me.

Bayangan dan perasaan Natsu seperti tergambarkan di dalam lagu itu. Tersirat kesedihan diwajah Natsu tetapi dia seperti menyembunyikannya. 'Dia, selalu mencoba menjadi kuat..walau dia hancur didalamnya…' mata Lucy mulai berkaca-kaca. Entah kenapa lagu itu, menusuk hatinya.

Everything I know, and anywhere I go,
It gets hard but it won't take away my love.
And when the last one falls, when its all said and done.
It gets hard but it won't take away my love.

Natsu bernyanyi sambil memejamkan matanya. Tangannya tak berhenti mengganti kunci digitarnya. Dia terus menumpahkan semua perasaannya dalam lagu itu. Semakin lama Lucy semakin jelas melihat perasaanya.

I'm here without you baby
But you're still on my lonely mind.
I think about you baby and I dream about you all the time.
I'm here without you baby
But you're still with me in my dreams
And tonight, it's only you and me.

Hingga bait terakhir dia terdiam sebentar lalu memetik gitarnya dengan nada closing. Lalu dia mulai membuka matanya. Senyumnya menampar Lucy. Kerumunan tepuk tangan mengitari mereka. Natsu terkejut awalnya, dia melihat sekeliling. Semua pengunjung menepuk tangan mereka untuk Natsu. Beberapa mengambil fotonya dan ada juga yang mem-video kannya. Natsu hanya berdiri lalu menunjukan grinsnya. Dia memandang Lucy lalu tersenyum lembut dan berbisik.

Walau suaranya tak terdengar tetapi Lucy bisa membaca gerak bibirnya. Lucy tercengang. Air mata hangat mulai turun didipinya yang sudah memerah itu. 'N-nande, Natsu? Nande?' Lucy mengulang pertanyaan yang sama dipikirannya.

'Kenapa itu begitu…menyedihkan?' Lucy menggigit bagian bawah bibirnya lalu bangkit dari tempat duduknya dan memeluk Natsu. Dia menyembunyikan wajahnya didalam pelukan itu. Natsu awalnya kaget dan hanya diam, tetapi dia mengembalikan pelukan Lucy yang hangat itu. 'Seperti kau akan pergi selamanya?' bisik Lucy dalam hatinya.


Seseorang yang mengawasi mereka mengangkat ponselnya. Dari matanya terlihat kesedihan. "Sampai kapan, kau akan menyiksa mereka? Membiarkan mereka merasakan sakit satu sama lain?" tanya pada orang ditelfon itu. Terdengar tawa dari seberang sana. "Sampai …saat yang tepat…" kata orang diseberang sana lalu memutuskan salurannya. "Dasar monster licik…" bisik orang itu sambil mengantongi ponselnya.

"Maafkan aku..Natsu, Lucy.." bisik Erza lalu dia berjalan keluar taman…meninggalkan mereka dalam kerumunan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

'Lagu itu, ku ciptakan untuk mu…Luce..'


E-Erza! kok Erza?! wah, dia sedang berbicara sama siapa ya? pasti ada yang disembunyikan nih! .

Huah! Ternyata sudah 29 review! Arigato Minna-saaan~ X3

Ne~ aku dapat banyak masukan dari kalian, semoga kali ini gak mengecewakan ya :D

Mohon Reviewnya~ *bows*