Disclaimer: ini punya J.K Rowling. DanRad, Rupert G dan Emma W juga bukan nama ciptaanku. Mereka nyata dan aku hanya pinjam nama saja(kecuali beberapa OC yang kubuat).

Chapter 10: School day & Dan What Happen With You!

Harry, Ron, and Hermione's POV:

Harry, Ron dan Hermione sudah hampir mencari 2 jam di perpustakaan, dan hasilnya mereka tidak menemukan satu bukupun yang menceritakan tentang itu di sana.

"sebenarnya apa sih yang kalian cari?" Gabby bersantai di salah satu kursi di perpustakaan itu.

"ya, lagi pula perpustakaan ini besar, sampai kapan kalian akan mencari?" tanya Abby.

"baiklah kami harus kembali kesekolah... dan kelihatannya besok cuti kalian habis" kata Gabby sambil keluar dari perpustakaan itu.

"aku harus kembali" Abby mengikuti Gabby keluar.

"apa maksudnya cuti?" tanya Ron.

"aku tidak tahu" Hermione masih asik sendiri mencari buku-buku di sana.

mereka sudah mencari semua buku muggle yang bersifat mistik dan tidak menemukan apapun.

"sebaiknya kita pulang, karena ini sudah malam dan kita lanjutkan besok" kata Hermione.

Mereka pun pulang dan Hermione, yang sudah membuat rambutnya berantakan lagi mulai masuk ke rumah Emma.

"Sis!" seru seseorang dari lantai atas, ketika Hermione sudah berada di dalam rumah.

"apa?!" Hermione yang sudah stress akhirnya ikut berteriak.

"tidak... kau kelihatan stress" ternyata suara itu berasal dari seorang anak laki-laki.

"apa? Dan siapa kau?"

"aku Alex!" kata anak itu.

"A..Lex?" Hermione sudah merasa stressnya akan bertambah.

"aku adik laki-lakimu tersayang" kata Alex yang memakai sweater berwarna merah.

"ok... aku mau tidur" ujar Hermione dan dia pun langsung berlari ke kamar Emma(sudah terlihat dari tulisan di depan pintunya 'Emma')

"mimpi yang indah 'Mione" Herrmione segera tertidur tanpa ganti baju dan mandi, tapi dia sudah gosok gigi.

Paginya...

"Bangun Sis kau harus sekolah!" Alex berseru, sambil mengungcangkan Hermione yang masih malas-malasan di tempat tidur Emma.

"baiklah aku bangun" Hermione langung bangun tanpa mempedulikan perkataan Alex tentang 'sekolah'.

Sampai akhirnya saat gosok gigi dia mulai berpikir sejenak...

Sekolah! Hermione tidak berpikir kalau Emma bersekolah, dan Harry juga Ron tidak memberitahunya .

Sesudah mandi dan ganti baju, Hermione mengambil kunci locker dan tas Emma dengan terburu-buru.

"aku pergi!" tanpa memperhatikan dengan siapa dia bicara, Hermione langsung masuk ke mobil Emma dan pergi ke sekolah... tunggu dia tidak tahu dimana sekolah Emma.

Untung lah dengan bantuan GPS yang ada di mobil, dia bisa sampai di sekolah Emma.

"Hai Hermione" bisik seorang dari belakang, ketika Hermione sedang mengambil buku dari Locker Emma.

"hi Ron.. kau tidak memeritahuku kalau Emma juga bersekolah..." kata 'Mione dengan nadanya yang kesal.

"aku juga tidak tahu!" seru Ron.

"baiklah jangan keras-keras..." tanpa sadar, perhatian mereka terahlikan, oleh suara jeritan kesenangan seorang cewek dari belakang.

"DAN!" Harry berjalan cepat dengan seorang cewek yang menjeritkan namanya tadi di belakangnya.

"Dan.. aku tahu kau belum jadian dengan si culun Abigail itu!" cewek itu berambut pirang yang bergelombang sepunggung, dan sebenarnya dia cantik tapi sayangnya sepertinya dia terlalu berlebihan dalam mnyukai Daniel Radcliffe.

"ya... dan bisakah kau tidak mendekatiku?" Harry langsung berlari menuju Ron dan Hermione.

"kau pasti gila kita harus bersekolah di sini?" kata Harry pada kedua sahabatnya, ketika mereka akan masuk kelas Kimia.

"itu kenytaan dan kau harus menerimanya Radcliffe!" kata Hermione.

"'Mione sejak kapan kau memanggil Harry Radcliffe?" bisik Ron.

"kita harus berkamuflase" kata Hermione, dan mereka duduk di salah satu kursi di kelas itu.

"baiklah anak-anak..." kata guru yang ada di depan mereka "buka halaman 97"

"Mrs Parker!" kata salah satu anak yang duduk di dua meja di belakang Trio Emas "aku harus ke toilet!"

"pergilah!" kata Mrs Parker dan anak cowok itu langsung meninggalkan mejanya sambil mengedip pada Hermione.

"What?" Hermione berkata pada kedua sahabatnya, yang memandangnya.

"tidak" jawab keduanya serempak

Pada pelajaran selanjutnya mereka merasa seperti dikelas Snape.

"buka halaman 406" kata Mr Newman dengan kaku.

Pada saat itu adalah pelajaran sejarah, pelajaran yang sangat membosankan itu jadi menegangkan, karena para murid takut dimarahi oleh guru satu ini.

Di pelajaran IT mereka melihat Gabby dan Abby yang sedang duduk di ujung ruangan, seakan menjauh dari keramaian.

"Hi.." sapa Hermione pada mereka.

Harry, Ron dan Hermione akhirnya memutuskan untuk duduk di depan Abby dan Gabby.

"mau apa kalian disini?" kata Gabby pada akhirnya.

"makan" Ron membalas dengan bodohnya, sampai Hermione memukul kepalanya.

"kenapa memangnya?" tanya Hermione.

"kalian tidak boleh dekat-dekat dengan kami disekolah!" kata Gabby.

"kenapa?" Harry bebalik kebelakang.

"kami Culunnya disini!" seru Gabby dalam bisikan.

"kurasa kalian bukan culun sama sekali..." kata Ron.

"oh yang benar saja kalian tidak tahu!" Gabby mulai berseru lagi "kami memakai nama palsu disini! Agar kalian tidak tertekan dengan pekerjaan kalian.."

"pardon?" tanya Hermione.

"kalian bisa tertekan bila mempunyai keluarga yang ada dalam satu sekolah!, lagi pula itu usul Dan!" kata Gabby.

"apa?!" Harry yang sudah terbiasa, jadi refleks ketika seseorang memanggil nama Dan.

"kau yang mau agar kami di daftar dengan nama kelaurga yang berbeda" kata Abby yang tertawa kecil, melihat ekspresi Harry.

"ok, sekarang panggil aku Ms Matthew dan dia Ms Joshep" kata Gabby sambil menunjuk Abby.

"baiklah buka Laptop kalian" kata Ms Henry.

"oh akhirnya... aku bisa makan juga..."seru Ron, saat makan siang dan Harry harus berhadapan dengan gadis berambut pirang itu lagi.

"siapa sih dia?" tanya Hermione pada Gabby.

"dia Brittany.." jawab Gabby.

"jadi gadis centil itu Brittany?" kata Rupert tidak percaya.

Harry sedang duduk di meja Brittany dan kawan-kawannya, dan kelihatannya Harry sudah menunjukan Ekspresi 'Tolong aku...'

"Brittany berpikir kalau Dan adalah pacarnya..." kata Gabby "tapi sebenarnya yang Dan lakukuan adalah berbohong untuk menjauh darinya"

Dan, Rupert and Emma's POV

"jadi aku tetap tidak menyerah soal masalah itu..." kata Emma, sambil mengerjakan tugas dari McGonagall, di jam makan siang.

"masalah apa?" tanya Rupert yang baru kembali dari patroli Perfek.

"bagaimana kita bisa terperangkap disini?" kata Emma, mandang Rupert lekat-lekat.

"diaman Dan?"

"mana kutahu" jawab Emma.

Dan datang kepada mereka tanpa di sadari.

"Dan apa yang kau lakukan?" tanya Rupert, sambil mengambil apel dari meja panjang Gryffindor.

"aku tidak tahu.." wajah Dan penuh dengan senyuman bahagia.

"apa sih!?" Emma penasaran "jarang kau begini"

"Harry baru saja menabrak Ginny dan menreka jatuh dan mereka... Berciuman!" kata Parvati Patil yang menjelaskan peristiwa itu dengan detail.

"APA!" Seru Emma sambil tersenyum tidak percaya.

"pada akhirnya Harry bisa mengajak Ginny kencan, tentu dengan kencan yang sesungguhnya!" kata salah satu dari si kembar yang muncul dari belakang.

"tapi bagaimana dengan pacar Ginny?" tanya Rupert.

"kau lupa karena kejadian ramuan itu Ginny memutuskan Corner?" kata George(mungkin?).

"ah.. ya pasti" Rupert menarik Dan untuk duduk " apa yang kau lakukan? Kau suka Ginny?"

"kurasa..." jawab Dan, wajahnya masih penuh dengan senyum.

"oh kalian harus tetap fokus ke masalah kita!" Emma berbicara dengan nada Hermione.

"nanti juga bisa..." kata Rupert yang kembali, berbincang dengan Dan tentang pengalamannnya mencium Ginny.

"Kalian! Berhenti membicarakan Wanita!" kata Emma.

"kau harus mencium Tom!" Dan kembali membahas itu lagi.

"berhenti membicarakan itu!" Emma mulai berdiri dari mejanya.

"ayo, mari kita kabur!" kata Rupert yang ikut berdiri.

"AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN KALIAN!" seru Emma, sementara Dan dan Rupert sudah berlari terbirit-birt keluar aula besar.

"Hermione, kau harus bersabar" kata Lavender Brown.

"Guys?, why I never understand them?!" Emma menyerah, dia memutuskan untuk tidak mengejar Dan dan Rupert lagi.

Sementara itu Dan dan Rupert sedang membututi Ginny dan Luna sedang berjalan di sekitar pondok Hagrid.

"aku tahu para Thestral sedang istirahat tapi aku ingin sekali bertemu dengan mereka" kata Luna pada Ginny.

"kurasa mereka masih ingin makannan" kata Ginny.

"dan Snork-hart tannduk-kisut pasti sedang bermain dengan mereka! Dan aku harus kesana!" seru Luna sambil menarik tangan Ginny untuk segera berlari mengikutinya.

"kau yakin kita akan mengikuti mereka?" tanya Rupert.

"tentu" jawab Dan.

mereka pun memutuskan untuk mengikuti kedua gadis itu ke hutan terlarang.

A/N: Review! Klo nggak Review aku nggak Update loh! Pokoknya semakin banyak Review aku mau Update!

Gabby & Abby seumuran dengan Dan, Tom lebih tua dari mereka.

Jadi Rupert, Emma dan Dan seumuran biar gampang aku buat begitu.

LunaScamander17. ;D

pardon: maaf(aku baru tahu kalau orang inggris sangat sopan jadi kubuat begitu, pardon juga bisa berarti untuk mengulangi kata-kata yang di bicarakan bila tidak jelas)

Cla99: klo Dan dan Abby cumen di anggep pacaran ama Tom, Thanks ya! Buat reviewmu di 'The Love Maybe Repeat Again'(ceritaku yang satu lagi). ;D