Title : KissMons

Author : DandelionLeon

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, and other cast temukan sendiri.

Rate : M (mesum akut)

Dislaimer : FF ini sah milik saya. Pemain cuma numpang pinjam nama.

Warning : YAOI, sex-scene, explicit content, banyak bahasa mesum, buat bocah menyingkirlah sebelum dosa. Dan buat yang gak suka YAOI atau cerita saya, silahkan tekan close. DLDR! Gak nerima bashingan gak mutu.

Summary : Baekhyun si namja sok cool yang tak pernah menetap di asrama, kini terpaksa harus tinggal disana. parahnya ia sekamar dengan Park Chanyeol, seorang kissmonter berbahaya. Kehidupan asrmana dengan teman baru yang absurd. Bagaimana nasib baekhyun selanjutnya? -BAD SUMMARY-

.

.

Ruangan makan tersebut terasa begitu canggung. Tiap orang disana merasakan aura yang sedikit tak mengenakkan disini. Baekhyun memakan ayam gorengnya dengan wajah menunduk. Sedangkan Chanyeol, anak itu terlihat memasang raut wajah datar. Terlebih karena mendengar ejekan atau tawa menyebalkan dari manusia bernama Kim Jongin.

"Ahahaha, jadi? Chanyeol ingin memperkosa Baekhyun tetapi Luhan datang menggagalkannya? Kyaaaa, sayang sekali ya? Ahahaha."

Oh Tuhan, ingin rasanya Chanyeol menendang bokong Jongin hingga biru!

"Ucapanmu frontal sekali Kim! Siapa yang memperkosa? Kau berucap seolah aku adalah ahjussi mesum yang berhasrat tinggi!"

Kali ini tak hanya Jongin, namun yang ada disana juga tertawa, minus untuk Kris yang tengah fokus dengan ayam gorengnya.

"Memang benar kan? Kau memaksaku Park!" Pekik Baekhyun dengan tatapan tajam yang menggemaskan-mengerikan.

Oh, ayolah... Bukankah tadi Baekhyun juga menikmati sentuhan Chanyeol? Walau ada sedikit unsur pemaksaan di awalnya.

"Oh, bersenang-senanglah karena telah menyudutkanku seperti ini! Kau_"

"DIAAAM!" uh lala, naga terbang itu berteriak juga sekarang. Semua yang ada dimeja makan menghentikan tawa mereka. Menatap horror Kris yang saat ini melihat mereka dengan tatapan yang seakan menguliti mereka satu persatu.

"waeyo Kris ge?" Tanya Tao dengan hati-hati. Semua telah harap-harap cemas menanti ucapan sang naga selanjutnya.

"Ayamku mana?"

What the jidat? Semua yang ada disana memasang wajah melongo. Ternyata masih ada manusia sejenis Kris ya? Sehun meminum air putih dengan wajah kelewat datar. Luhan menganga menatap Kris. Dan yang lainnya hanya dapat ber-sweatdrop ria.

"Aku selesai."

Ucapan dingin Chanyeol membuat perhatian tertuju pada lelaki tinggi itu. Semua menatap Chanyeol aneh. Termasuk Baekhyun yang menatap lelaki itu dengan tatapan terluka. Terlalu melankolis? Salahkan Chanyeol yang selalu menggantungkan perasaan Baekhyun seperti ini.

"Ada apa dengannya?" Tanya Kyungsoo menatap Baekhyun. Baekhyun hanya dapat menggeleng sebagai jawaban. Toh, Baekhyun memang tidak mengerti kenapa. Chanyeol memang lelaki yang sukar ditebak apa dan bagaimana jalan fikirannya.

.

,

Malam telah larut. Sesuai janji, Baekhyun akan bertemu Soojung malam ini. Lelaki mungil itu tampak bersenandung ria. Meraih jaket varsity putih-merahnya yang tergantung dibalik pintu. Setelah itu, ia mematut dirinya didepan cermin besar yang ada diruangan tersebut. Baekhyun tersenyum sendiri layaknya orang gila.

'ugh... Mengapa ada orang setampan dirimu Baek?' batinnya narsis dalam hati.

Tak ia sadari, ada seseorang yang menatapnya dari tempat tidur dengan tajam. Sebenarnya bukan tak menyadari, hanya saja Baekhyun berpura-pura tak menyadari. Baekhyun hanya malas beradu mulut dengan Chanyeol. Apalagi setelah insiden tadi siang, tentu saja Baekhyun masih malu bercampur kesal pada si raksasa kelebihan gizi itu.

Si mungil-pendek terlalu kasar untuk mengatakannya- itu mengambil eyeliner dari dalam tasnya. Ia memakai eyeliner tersebut bak seorang ahli.

Chanyeol terkekeh pelan, namun kekehannya terdengar sinis. Ia hanya merasa, Baekhyun seperti perempuan sungguhan. Mana ada lelaki yang berdandan sebelum bertemu seorang gadis?

Semakin lama, Chanyeol kesal juga karena tak diperhatikan sejak tadi. Ia seperti patung batu disana. Ugh, menyebalkan.

"Kau mau kemana?" Tanyanya dengan nada kesal. Baekhyun menatap Chanyeol datar.

"Aku mau berjalan-jalan ke dasar laut. Siapa tau aku bertemu putri duyung cantik."

"Konyol. Berenang saja tidak bisa." Ejek Chanyeol dengan seringai menyebalkannya.

Baekhyun menatap roommatenya itu garang. Tidak bisa di toleransi. Kenapa ia selalu tampak bodoh di hadapan lelaki itu? Ingin rasanya Baekhyun meninju wajah angkuhnya itu. Tetapi, pasti ujung-ujungnya dia kalah dan Chanyeol akan menciumnya dengan rakus, seperti tadi siang misalnya.

"Terserah. Aku mau pergi."

BLAAAMMM...

Chanyeol mengacak rambutnya hingga teracak-acak semakin seksi. Ehm.

Lelaki itu menidurkan tubuh jangkungnya. Tidak! Baekhyun-nya tak boleh bertemu gadis sok cantik itu, fikir Chanyeol. Ia tak mau jika nanti melihat Baekhyun kembali berpacaran dengan soojung lalu ia akan merana. Hell to the no!

Beberapa detik setelahnya, sebuah seringai mengerikan tercetak dibibir seksinya. Ia mendapat pencerahan di malam hari.

'Baiklah Baekhyunnie, aku akan menjemputmu sekarang. Fufufu.'

.

.

.

Soojung tersipu saat Baekhyun telah mendekat ke arahnya. Ia bisa melihat senyuman manis lelaki itu walau dalam malam hari seperti ini. Sinar rembulan membuat wajah manis itu semakin mempesona. Andai saja soojung itu Chanyeol, pasti anak itu sudah habis diterkam. -.-

"Mian menunggu lama." Ucap Baekhyun sambil mengusap rambut panjang Soojung.

"g-gwenchana Baekhyunnie."

Baekhyun mengangguk asal. Ia duduk disebelah Soojung. Diam-diam matanya melirik Soojung yang tampak cantik nan anggun dengan dress selutut berwarna kuning pucat. Tapi sayang, Baekhyun pasti jauh lebih cantik dibanding Soojung jika memakai dress seperti itu.

Em, Baek? Apa kau yakin mau memakai dress?

"Tidak!" pekikan mendadak Baekhyun mengundang tatapan bertanya dari soojung. Gadis itu tampak mengernyitkan dahinya bingung.

"Tidak? Apanya yang tidak?"

"Em, bukan apa pun. Aku hanya latihan vocal dengan note tinggi. Yeah, seperti itu. Aha-ha-ha... Latihan."

Alasan bodoh Baek. Alasanmu membuat Chanyeol yang tengah mengintip dibalik pohon kelapa sana tertawa tertahan. Tunggu! Chanyeol, mengintip? O.o

"Oh, begitu. Baekhyunnie, kau masih ingat saat pertama kali kita berkenalan dulu?" Tanya Soojung dengan tatapan lurus melihat lautan luas di depannya. Baekhyun mengangguk mantap, kemudian meringis pelan.

"Itu sangat memalukan, namun berkesan. Kau tenggelam di pantai dan aku yang tengah menikmati juice stroberiku langsung berlari menyelamatkanmu. Tetapi_"

"Justru kau tenggelam. Akhirnya dua penjaga pantai menghabiskan waktunya hanya untuk menolong kita berdua. Hahahaha."

Baekhyun tersenyum kaku. Chanyeol menggigit bibirnya keras-keras diujung sana.

'Sudahlah Baekkie, kau memang hanya pantas bersama lelaki jantan sepertiku.' batin laki-laki itu.

Jadi, maksudmu Baekhyun tidak jantan tuan Park?

Balik lagi ke dua pasangan berjenis kelamin berbeda disana. Soojung menghentikan tawanya akibat menatap wajah tak bersahabat Baekhyun. Gadis itu berdehem sejenak.

"Aku bukannya ingin menertawakanmu Baekhyunnie. Tetapi aku hanya salut dengan lelaki sepertimu. Kau mau menolong padahal kau tidak bisa berenang sama sekali."

Baekhyun sudah muak, moodnya hancur secara mendadak. Soojung terlalu bertele-tele.

"Ya, tidak apa-apa. Aku hanya ingin tujuan awal kita berjumpa, karena udara dingin sekali. Kau tau kan? Aku tidak bisa berlama-lama dalam dingin?"

"u-uhm, baiklah. Sebenarnya aku hanya ingin... Kita berpacaran lagi Baekhyunnie."

kenapa ini? Kenapa Baekhyun biasa saja? Wajahnya memasang ekspresi datar. Tak ada debaran dan... Sudah jelas jika dia Gay...

"Maaf soojungie, aku tidak bisa. Aku mencintai orang lain."

Telinga lebar Chanyeol diujung sana mempertajam pendengarannya. Siapa yang Baekhyun cintai? Dirinya kah? Tapi, ia terlalu percaya diri. Walau kenyataannya sungguh demikian.

"Begitu ya?" lirih Soojung dengan suara bergetar. Baekhyun tersenyum kaku. Ia mengusap pundak sempit gadis itu.

"Mianhae, kau pasti akan mendapat lelaki yang jauh lebih baik dari pada aku dan_mmpphh"

oh tidak! Mata Chanyeol hampir keluar dari rongganya saat melihat Soojung menarik jaket Baekhyun lalu mencium lelaki itu, melumat bibirnya perlahan.

Baekhyun melepas paksa ciuman tersebut. Ia menatap Soojung dengan penuh tanda tanya. Sedangkan Soojung, gadis itu menggigit bibir bawahnya kuat.

"Maaf Baekhyunnie, anggap saja itu sebagai kenangan terakhir. Hiks... A-aku minta maaf. Lagi pula, sebentar lagi aku akan pindah ke Amerika. Hiks, maaf..."

Grepp... Baekhyun menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Sekalian, modus ingin memeluk tubuh seorang gadis. Cih! -.-

"Tidak, aku mengerti. Kenapa kau pindah?"

"Tak ada gunanya aku disini. Aku memang sudah berjanji pada diriku sendiri. Jika kau menerimaku, aku akan tetap di Korea. Jika kau menolakku, aku akan menerima tawaran ayah dan ibu untuk sekolah design di Amerika."

"Maaf soojungie, aku menyayangimu... Sebagai sahabat."

"Ne, maaf juga karena aku telah lancang terhadapmu."

"Sudah selesai membuat drama gratisannya?"

Suara bass itu menghentikan aktivitas dua anak manusia disana. Soojung menatap Chanyeol bingung. Dan Baekhyun menatap Chanyeol datar.

"Pengganggu!" desis Baekhyun tak senang. Tak ia ketahui bahwa Chanyeol bisa saja meremukkan tubuhnya saat ini juga. Lelaki itu tampak emosi.

Tanpa aba-aba, ia menggendong tubuh Baekhyun seperti karung beras. Baekhyun memekik seperti korban penculikan.

"Aku permisi."

Dan Soojung hanya bisa mengangguk dengan fikiran tak mengertinya. Sebenarnya apa yang terjadi? Fikirnya.

.

.

"Lepaskan aku brengsek!"

"Tutup mulutmu atau aku yang akan menutupnya dengan mulutku!" Bentak Chanyeol keras. Jongin dan yang lainnya mengintip dari pintu kamar masing-masing.

"Ada apa dengan mereka?" tanyanya heboh. Sehun dari kamar sebelah mengedikkan bahunya asal.

"Paling pertengkaran suami istri. Ayo tidur baby Han." lelaki berkulit seputih susu itu menarik Luhan yang masih dalam mode mengantuk itu kembali ke dalam kamar. Akhirnya, pasangan KrisTao dan juga JongSoo juga kembali ke kamar mereka. Malas ikut campur tepatnya.

Kembali ke kamar Chanbaek.

Lelaki dengan tinggi seratus delapan puluh enam senti itu membanting tubuh mungil Baekhyun ke atas ranjang empuk kamar mereka. Ia menangkap Baekhyun yang hendak berlari menjauh. Dengan cepat tubuhnya menindih tubuh baekhyun. Mengukungnya dengan kedua lengan kekarnya yang berada disisi kanan dan kiri kepala Baekhyun.

"Lepaskan aku sialan!"

"Kau fikir semudah itu melepaskanmu eoh?"

"Kenapa kau disana? Mengintipku? Menjijikkan!" nada bicara Baekhyun semakin naik beberapa oktaf. Chanyeol tak peduli. Ia mengeratkan cengkramannya pada kedua pergelangan tangan Baekhyun yang tak bisa diam sejak tadi. Tatapannya berubah dingin dan menusuk.

"Jika ia kenapa? Aku bahkan melihatmu berciuman dengan gadis itu. Kau fikir aku tidak terluka? Hah!?"

Hening. Hanya detik jarum jam yang terdengar. Baekhyun berhenti dari aktifitas merontanya. Ia menatap Chanyeol dengan senyuman miring.

"Kau terluka? Kau sekarang menyadari bahwa kau terluka? Lalu bagaimana dengan saat itu? Saat kau berciuman dengan Kim Hyejin dengan penuh nafsu? Lalu, mengabaikan keberadaanku saat kau bersamanya? Kau kira aku tidak terluka? Kau lelaki bodoh! Aku membencimu!"

Chanyeol mendesah pelan. Ia mengusap rambut Baekhyun namun di tepis cepat oleh lelaki penggila eyeliner itu.

"Jangan sentuh aku! Hiks... Aku benci Chanyeol! Kau begitu egois! Kau hanya memikirkan perasaanmu sendiri. Hiks... Aku selalu tampak bodoh di depanmu. Kau memang berbakat seperti seorang Player sejati! Hiks... Hiks... Aku bahkan menangis seperti seorang gadis hanya karena kau. Hiks... Aku tau aku tidak sejantan dirimu, tetapi aku juga punya kejantanan! Hiks..."

Chanyeol sempat ingin tertawa mendengar ucapan akhir Baekhyun. Ugh, Baekhyunnya tampak menggemaskan ketika menangis terisak seperti ini. Emosinya seakan meredup. Namun, ketika menangkap bibir Baekhyun di penglihatannya, emosinya kembali memuncak. Ia kembali mengingat kejadian sialan tadi.

"Hiks... Kenapa diam!? Kau mau menertawaiku karena aku cengeng? Hiks! Silahkan saja brengsek! Hiks... Hiks... Menyebalkan! Kenapa aku menangis eoh? Aku merasa jijik dengan diriku sendiri! Kau_"

Ucapan Baekhyun terhenti saat bibir Chanyeol mencium bibirnya. Ia menjilat bibir manis itu, meminta persetujuan untuk mengeksploitasi mulut Baekhyun lebih dalam. Baekhyun bersikeras tak mau. Dengan kesal Chanyeol mencubit nipple Baekhyun, membuat Baekhyun memekik tertahan.

Lelaki itu tak menyia-nyiakan kesempatannya. Kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri. Ingin merasakan kenikmatan lebih dari bibir yang telah membuatnya candu selama ini.

Semakin lama, semakin bergairah. Keadaan kamar mereka kian memanas. Dinginnya AC mengalahkan panasnya permainan mereka kini.

Tangan Chanyeol mengusap jejak air mata di pipi Baekhyun. Suara decakan terdengar menggema. Bibirnya turun, mengecupi leher jenjang Baekhyun yang mana membuat Baekhyun melenguh nikmat. Rona kemerahan di pipinya sudah tak terelakkan lagi. Jemari lentiknya dengan refleks menjambak rambut hitam Chanyeol. Menekan kepala itu lebih dalam ke ceruk lehernya.

Kecupan, jilatan, gigitan dan hisapan telah berulang kali lelaki jangkung itu lakukan. Menciptakan beberapa tanda kemerahan sedikit keunguan di sekitar leher dan tulang selangka Baekhyun yang menonjol.

Dengan tidak sabaran lelaki itu membuka jaket dan juga kemeja krim yang Baekhyun kenakan. Membuangnya asal ke sudut ruangan.

Baekhyun tergeletak pasrah. Sentuhan Chanyeol yang begitu sensual dan memabukkan membuatnya lemas dan pening akan gairah. Ia sudah tak bisa lagi memberontak. Mungkin Chanyeol memang berniat akan menidurinya malam ini. Walau dengan status yang belum jelas seperti apa. Tetapi, gairahnya yang telah mencapai puncak membuat Baekhyun seakan dibutakan kabut nafsu. Apalagi ketika Chanyeol memegang kejantanannya. Meremasnya dengan penuh perasaan. Bibir tebal lelaki itu menghisap kedua puting merah mudanya secara bergantian. Dua titik ternikmatnya dimanja secara telak. Baekhyun tak dapat menahan desahannya.

"anghh... Chanh... b-berhentih..." rintihnya dengan suara yang terdengar menggoda di telinga Chanyeol. Lelaki tinggi itu semakin liar mengerjai tubuh Baekhyun. Seringainya semakin tajam terlihat. Desah halus maupun erangan penuh kenikmatan Baekhyun membuat nafsunya meningkat kian menjadi.

"Kenapa berhenti sayang? Apa kau mau aku berhenti sementara dirimu telah mendesak dibawah sini, hm?" Chanyeol sengaja menggoda Baekhyun. Ia mengusap tangannya di atas kejantanan Baekhyun yang menggembung dibalik celana jeans itu.

Baekhyun menggeleng frustasi. Ia malu jika harus berkata "Chanyeol, tease me more." ughh... terdengar seperti slut yang ingin di puaskan. Tetapi, jika Chanyeol benar-benar menghentikan ini, dirinya akan tersiksa.

Ia menggigit jari telunjuknya. Menatap Chanyeol dengan tatapan sayu dan wajah memerah. Si bodoh Chanyeol menganggap kekasih hatinya itu tengah menggodanya. Seringainya kian melebar, membuat Baekhyun takut disatu sisi.

"Katakan, katakan kau ingin ku sentuh sayang..." Ucap Chanyeol dengan suara rendah dan serak. Ketara jelas lelaki itu tengah menahan hasrat seksualnya. Ia ingin segera menjadikan Baekhyun miliknya seutuhnya malam ini.

Baekhyun masih menggeleng kuat. Asal tau saja, Baekhyun itu memiliki sifat seperti seorang tsundere*. Mana mau dia merengek minta dipuaskan, itu menjatuhkan harga dirinya oke?

"keras kepala sekali eoh? Maafkan aku jika aku bermain kasar."

Chanyeol bukan lelaki yang tak menepati ucapannya. ia menarik cepat celana baekhyun. Melemparnya entah kemana, disusul dengan celana dalam Baekhyun, walau dengan susah payah ia membukanya karena sejak tadi si mungil itu meronta-ronta.

Baekhyun merapatkan kakinya, namun tangan Chanyeol membuka kedua lutut Baekhyun. Membuat lelaki itu mengangkang hingga memperlihatkan kejantanan Baekhyun yang telah menegak dengan precum diujungnya dan juga lubang surga merah mudanya yang berkedut seolah minta diisi.

Penis Chanyeol berkedut. Ia menelan ludahnya. Tidak, Baekhyun terlalu menggoda. Ia menatap Baekhyun yang kini menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

Lelaki tinggi itu membuka pakaiannya sendiri, tubuh setengah telanjangnya mendekat kearah Baekhyun.

Tangannya mulai bergerak mengurut penis Baekhyun dengan tempo cepat.

"a-ahh... Mmhh... Tidakhh... Hentikan Chan..." rengek Baekhyun.

Chanyeol menarik telapak tangan Baekhyun paksa. Ia menciumi wajah Baekhyun dengan lembut.

"Kau terus berkata tidak, tetapi tubuhmu menginginkan sentuhanku sayang."

Wajah Baekhyun merona. Ia terus mendesah, apalagi ketika jemari Chanyeol memasuki lubang analnya. Mengeluar masukkan jemarinya membuat Baekhyun mendesis kesakitan sekaligus nikmat.

Tangan Chanyeol masih memompa penis Baekhyun, sedangkan tangan sebelahnya masih mengeluar masukkan jemarinya di anal Baekhyun. Bibirnya tak tinggal diam untuk melumat bibir Baekhyun yang telah membengkak. Baekhyun melepas ciuman mereka paksa. Teriakannya seakan tertahan ditenggorokannya. Ia menjambak rambut Chanyeol menyalurkan friksi nikmat yang Chanyeol ciptakan ditubuhnya.

"Akhh... Chanyeolh... Akuhh... Sampaii... ARGHHH..."

Semprotan sperma Baekhyun mengenai dada dan perut Chanyeol. Lelaki tinggi itu semakin bersemangat melakukan hal lebih dari ini. Ia menundukkan kepalanya. Menarik kedua kaki Baekhyun ke atas pundaknya. Menuai protes dari lelaki mungil dibawahnya.

"Chanyeol kau mau apa? Hhngghh..."

Chanyeol melumuri tangannya sendiri dengan cairan Baekhyun, menjadikannya sebagai pelumas pada bagian lubang Baekhyun. Lelaki itu mengeluarkan penisnya dari celana jeans yang tidak ia lepas sejak tadi. Kejantananya mengacung tegak. Ia tak bisa menahan gejolak yang ada pada tubuhnya lagi.

"Maaf jika sakit, kau bisa mencakarku atau memukulku."

Cup... Chanyeol mengecup dahi Baekhyun yang penuh dengan keringat. Sejujurnya Baekhyun ingin menangis saja. Disatu sisi ia merasa dilecehkan dengan lelaki ini. Disatu sisi ia merasa senang-entah karena hal apa. Ia mengangguk dengan mata berkaca-kaca.

Jlebb... Sekali hentakan, dua tubuh itu telah menyatu. Sempat terdengar pekikan keras Baekhyun, namun dengan cepat Chanyeol membungkam bibir Baekhyun dengan bibirnya.

Pinggangnya mulai bergerak. Mencari titik kenikmatan si namja mungil. Hentakan demi hentakan menciptakan suara tubrukan antara dua kulit yang seolah saling menepuk.

Chanyeol rasa ini gila! Bercinta dengan Baekhyun membuatnya lupa diri. Ia terus melakukan penetrasi dengan gerakan yang kian cepat.

Nafas keduanya seolah saling bersahut. Desahan, erangan dan geraman tertahan telah terdengar sejak tadi. Chanyeol kembali mencium leher Baekhyun yang berkeringat. Menjilatnya tanpa rasa jijik sedikitpun.

"Ah...ahhh... Chanyeollie... Ahh..."

Shit! desahan Baekhyun yang memanggil namanya membuat Chanyeol semakin gila. Ia menatap wajah Baekhyun dengan nafsu dan penuh cinta. Ia benar-benar mencintai lelakinya ini. Walau kenyataannya hubungan keduanya belum resmi sebagai sepasang kekasih.

"Saranghae Baekkie."

Wajah Baekhyun merona, ia memekik nikmat saat dirinya sudah sampai. Penis Chanyeol seakan teremas kuat akibat klimaks Baekhyun. Dinding rektumnya seakan menghisap kejantanan lelaki tampan itu. Tak lama setelahnya, ia menyusul Baekhyun. Seluruh cairannya memenuhi perut Baekhyun. Ia mengeluarkan penisnya. Berbaring disebelah Baekhyun yang terkulai lemas dengan wajah memerah. Lelaki itu tampak lelah. Tak lama setelah itu terdengar dengkuran halus dari bibir tipis Baekhyun. Chanyeol tersenyum lembut. Diraihnya baju kaos merah-yang tadi ia kenakan. Lalu memakaikannya ke tubuh si lelaki mungil. Disusul dengan bokser hitam Baekhyun. Sedangkan dirinya, ia hanya mengenakan jeansnya yang memang tak tanggal sejak proses bercintanya tadi. Ia menarik selimut. Memeluk tubuh Baekhyun erat.

"Aku mencintaimu Baekhyunku." bisiknya pelan.

.

.

,

=to be continued=

.

.

*tsundere : tokoh bersifat tsundere ini sangat tidak mengakui perasaan sukanya ke suatu tokoh, sehingga untuk menutupinya dia akan berbuat kebalikan dari yang sebenarnya ingin dia lakukan untuk menunjukkan perasaan sukanya.

Nananana... Ini ngetiknya secepat kilat! Dan... Ini sedikit berbeda dari apa yang telah aku ketik sebelumnya. -..-

buat yang minta chanbaek NC, aku udah buatin. Aku gak tau kenapa buat adegan eksplisit gini. Lol... Takutnya kalo buat implisit, readersnya bilang gak hot atau sebagainya. Walau sebenarnya ini juga kurang memuaskan. Aku ngetik adegan NC ini dengan wajah kelewat datar. Aku memang kurang ahli dengan yang kayak gini... Huuu...

Aku minta kritik dan saran kalian. Apa ff ini masih layak buat lanjut? Tolong review ya? Hargai karyaku... Hehehe. Aku ngetik lewat ponsel, karena PC aku masih bermasalah. Mohon maaf kalo banyak Typo, karena aku gak edit sama sekali. Tanganku udah gatel banget buat update ini.

Thanks buat readers yang udah mau luangkan waktunya untuk read dan review ff aku ini... Aku mencintai kalian. Maaf belum bisa disebutin dan juga dibales satu-satu.

Apakah Chapter depan bakal ada kejutan lain? Tunggu aja... Review yang banyak ya? Hahaha...

Sekian cuap-cuap author, semoga kalian puaS dengan cerita ini. Sampai jumpa di chapter depan.

Annyeong =D