Kookie!
Karena Jungkook itu ceroboh, Jeon Jungkooknya Kim Taehyung yang ceroboh tapi Taehyung sayang.
Cast : Jeon Jungkook, Kim Taehyung.
Ada banyak hal yang tidak berjalan sesuai kemauan kita. Taehyung juga tidak mengerti, tentang hatinya yang begitu merasa salah. Ada sesuatu yang tidak benar yang tidak ia tahu harus perbaiki dibagian mana. Sesuatu yang mengganggunya, membuatnya merasa begitu bajingan.
Taehyung merasa
Bosan.
"Hyung." Taehyung menoleh ke arah Jungkook yang menghampirinya membawakan secangkir minumam mengepul yang tidak ia tahu apa itu. Taehyung baru saja pulang dari kantor, lalu duduk di bangku halaman setelah membersihkan diri.
"Memikirkan apa?" Tanya Jungkook sambil menyerahkan cangkir digenggamannya yang ternyata adalah coklat hangat. Taehyung menerimanya dengan senyum kecil dibibirnya.
"Tidak ada."
Raut wajah Jungkook, mengobservasi tiap detail ekspresi Taehyung tanpa celah. Mencoba memahami pria itu dari wajahnya. Tapi Jungkook tidak mengerti, dia memilih tak acuh.
Taehyung mengalihkan pandangannya, menatap Jungkook yang tengah mengagumi langit yang terbentang luas menaungi mereka. Mencoba menyadarkan pikirannya tidak ada yang berubah. Jungkook tetap cantik di matanya, seperti biasa. Manis dan baik padanya. Tetap Jungkookienya yang manja yang sering kali membuatnya gemas. Bocah ceroboh yang senantiasa membuat Taehyung ingin menjaganya. Lalu apa yang salah? Apa yang membuat getarannya hilang?
"Jungkook-ah"
Jungkook menoleh "ya?" Taehyung menarik Jungkook, menyatukan belah bibir mereka pelan-pelan. Taehyung ingin merasakan tiap detiknya. Tapi kosong. Taehyung kehilangannya. Bibirnya hanya bergetar menyedihkan. Jungkook membuka hazelnya merasakan gerakan-gerakan bibir Taehyung. Pria yang tengah menciumnya itu erat memejamkan netranya dengan dahi berkerut tidak tenang. Tidak lepas, seperti biasa.
Jungkook menunggu, menunggu Taehyung yang mengakhiri ciumannya. Cukup lama, lalu Taehyung mundur. Mengusap kecil bibir Jungkook lalu tersenyum setelahnya.
"Kenapa hyung? Kau membuatku khawatir, sungguh." Taehyung tertawa. Menutupi apa yang ia rasa tapi tidak ia mengerti dengan begitu apik.
"Apa? Memangnya tidak boleh mencium istriku?" Tapi tawanya tidak tulus, itu menurut Jungkook. Taehyung mengenggam tangan Jungkook, cincin nya bertabrakan dengan cincin dijari Jungkook menimbulkan bunyi 'ting' khas logam yang saling bertubrukan.
"Ayo masuk, di luar makin dingin." Lalu pria itu menarik Jungkook untuk bangit. Mengandeng Jungkook begitu erat. Berjalan beriringan. Sesekali Jungkook mendongak memandangi Taehyung yag berjalan di sampingnya.
"Kook kau sudah mengantuk belum?" Ketika Taehyung menunduk menanyakan pertanyaan itu. Netra keduanya bertubrukan, Taehyung mengalihkannya begitu panik. Membuatnya begitu ketara.
"Ayo tidur." Jungkook menimpali dengan ragu.
...
Keduanya berbaring di kamar, dengan Jungkook di pelukan Taehyung. Tidak lelap, Jungkook memikirkan banyak hal dalam pelukan Taehyung sembari menikmati elusan ritmis tangan Taehyung dipunggungnya. Sedangkan Taehyung masih terjaga, menopangkan kepalanya diatas kepala Jungkook, memeluk Jungkook dalam dua lengan hangatnya. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Menikmati detak satu sama lain.
Lalu beberapa menit setelahnya Jungkook merasakan Taehyung berhenti mengelus punggungnya. Ia sedikit melonggarkan pelukannya mendapati Taehyung telah lelap. "Apa yang salah hyung? Kenapa risau sekali?" Monolognya sambil menarik selimut untuk dipasangkan pada Taehyung. Jungkook mengecup kening Taehyung lama sekali.
Jungkook terjaga, melewati tengah malam. Jungkook itu perasa, ia bukan tidak tahu ada sesuatu pada Taehyung. Dia tahu hanya saja tidak dapat mengerti. Jungkook tetap saja laki-laki manja dan ceroboh Taehyung yang tidak terlalu cerdas memahami Taehyung. Yang jelas apapun itu Jungkook harap bukan sesuatu yang buruk. Karena jika itu buruk untuk dia dan Taehyung dia tidak akan bisa menghadapinya. Selama ini Jungkook menghadapi banyak hal bersama Taehyung. Pria itu yang menjaganya tiap kali ia bertindak ceroboh. Taehyung itu adalah pilar penyokong Jungkook. Kalau dia roboh maka Jungkook akan runtuh juga.
Lalu air matanya mengalir, tidak sopan. Jungkook berharap esok Taehyung akan baik kembali. Atau setidaknya ia mengatakan apa yang membuatnya begitu gelisah. Bahkan membuatnya lupa untuk tidak memanggilnya 'kookie' seperti biasa. Lihat? Bahkan untuk hal seperti ini saja Jungkook benarbenar memperhatikannya.
"Taehyungie hyung tahu tidak? Aku cinta Tae-hyung sampai mau gila. Hyungie tampan sekali. Aku tidak tahan. Makanya aku langsung menerima Taehyung saat hyung melamarku." Satu lagi air mata lolos, tanpa permisi. "Jangan berubah hyung, aku takut tidak bisa membuatmu kembali. Nanti aku bagaimana?" Lanjutnya diselingi tawa kecil.
"Besok pagi kembali panggil aku Kookie, tujukan bahwa kau baik-baik saja. Ku mohon."
Satu kecupan kecil di bibir Taehyung, dan Jungkook membaringkan tubuhnya di samping Taehyung. Ikut lelap bersama pangerannya.
To Be Continue
Pendek? Iya memang wkwk
Kalau panjang-panjang nanti kalian bosan, sama kaya Taehyung ke Jungkook.
Kalau kalian tidak suka Taehyung bosan sama Jungkook. Kalian juga tidak boleh bosan padaku.
Itu jahat kkkk
Termakaih sudah membaca sampai akhir, kecup basah muah.
