With you

.

.

.

.

.

Disclaimer : Semuanya milik Tuhan

Cast : DBSK Family dll

Genre : Romance, drama, Hurt/comfort

Typos bertebaran, membosankan, alur suka - suka

Rating : T

Warning : DLDR

.

Ff ini Cho update untuk para reader yang udh nunggu sampe karatan terus jamuran kkkkkk... Happy reading chingu yaaa

.

.

.

.

.

.

Joongie ah, kenapa kau repot - repot begini sih. Disini banyak maid" Ucap Mrs. Jung saat Jaejoong beranjak ke dapur untuk membereskan piring usai mereka makan malam

" Gwaenchana ahjumma, aku terbiasa seperti ini" Ucap Jaejoong

" Tapi kau tamu disini"

" Aku tidak apa - apa sungguh"

" Kau ini cantik, baik hati, pintar memasak, bersih - bersih, ugh... Yunie benar - benar beruntung mendapatkanmu"

Blush

Tentu saja Jaejoong tersipu mendengar ucapan Mrs. Jung, tapi hal ini menunjukkan bahwa dia diterima oleh Mrs. Jung sebagai kekasih anaknya bukan?

Jaejoong akhirnya menatap Mrs. Jung dan tersenyum yang dibalas sebuah senyuman indah nan lembut Mrs. Jung. Ah~ Betapa beruntungnya Jaejoong bisa melihat senyuman indah itu.

BRAKKK!

" Omo!" Jaejoong dan Mrs. Jung terpekik kaget

" Ruang tamu, ayo" Ajak Mrs. Jung kemudian menggandeng Jaejoong untuk beranjak ke ruang yang Mrs. Jung maksud

Langkah mereka terhenti saat melihat seorang namja berdiri membelakangi mereka. Sedangkan Mr. Jung duduk di seberang namja itu dengan wajah memerah marah. Di ruangan itu bukan hanya mereka berdua tapi ada Il Woo, Jessica dan Ahra yang masih diam menatap kaget kearah Mr. Jung.

" Apa appa mengajarkanmu untuk memberontak dan tidak menuruti appa?" Suara Mr. Jung terdengar datar saat mengatakannya

" Ap-appa... Aku mohon kali ini saja... Biarkan aku-"

" Tidak, sekali kau melanggar maka kau akan terus melakukannya. Tidak ada pertandingan final untukmu Yun"

Mrs. Jung dan Jaejoong mulai mengerti kemana arah pembicaraan kedua orang yang ada di depannya itu. Mereka sedang membahas pertandingan final Yunho. Jaejoong menggigit bibir bawahnya, ini adalah kesempatan Yunho. Jaejoong ingin Yunho menunjukkan bakatnya dipertandingan itu.

" Appa..."

" Kau mau membuat appa kecewa?" Pertanyaan appanya terdengar seperti sebuah tuduhan

" Tidak appa, aku ingin membanggakan appa tapi aku ingin mengikuti kompetisi ini"

Brakkk!

Mr. Jung memukul meja yang ada didepannya dan matanya menatap nyalang pada Yunho. Jaejoong berjalan kedepan tanpa aba - aba dari siapapun, dia bisa merasakan bagaimana hati Yunho saat ini. Pasti sangat sakit.

Jaejoong menggenggam tangan Yunho saat dirinya sudah ada disamping Yunho. Mr. Jung dan Yunho mengalihkan pandangannya, tidak hanya dua orang itu tapi semua yang ada disana menatap jaejoong.

" Ah-ahjusshi, aku mohon biarkan Yunho mengikuti pertandingan penting ini" Ucap Jaejoong dengan ragu, dia menggenggam erat tangan Yunho

Yunho seakan mendapatkan sebuah kekuatan baru, dia balas menggenggam tangan Jaejoong yang bergetar.

" Kau hanya orang luar disini, tidak mengerti apa - apa. Keputusanku adalah mutlak" Ucap Mr. Jung menatap Jaejoong dengan datar

" Appa..."

" Dengar Jung Yunho, apapun hubunganmu dengan namja ini appa tidak menyetujuinya. Apa lagi dia seorang namja yang tidak bisa melahirkan keturunan, sampai kapanpun appa tidak akan menerimanya. Memangnya kau pikir pada siapa appa akan menurunkan perusahaan yang dibangun dengan susah payah oleh keluarga Jung kalau bukan dirimu?"

Jaejoong memejamkan matanya, dia sudah tahu akan mendapatkan penolakan seperti ini. Tapi rasanya benar - benar sakit...

" Cukup appa"

Suara itu membuat pandangan mereka teralih pada sosok anak pertama keluarga Jung, Jung Il Woo.

" Biarkan Yunho mengikuti pertandingan itu" Ucap Il Woo datar

" Lalu? Kau akan berhenti dari dunia senimu?! Cih"

" Kalau Yunho menang, aku akan meneruskan perusahaan yang appa banggakan. Biarkan Yunho mengikuti hatinya dan aku akan menuruti appa"

" Hy-hyung"

" Mwo?!"

" Tapi dengan satu syarat" Pandangan Il Woo sekarang kearah Jaejoong, Jaejoong yang merasa dipandangi sedikit mundur dan menatap takut ke arah Il Woo, perasaan Jaejoong langsung saja tidak enak " Aku ingin Jaejoong ada disampingku"

"..."

.

.

.

.

.

~ Chapter 9 ~

.

.

.

.

.

" Apa maksud hyung" Tanya Yunho dengan wajah datar

" Kau dengar ucapanku barusan mendengar dengan jelas ucapanku bukan Yun?" Il Woo menatap datar Yunho

" Iya, tapi aku tidak mengerti maksud perkataanmu hyung"

" Aku... Akan melanjutkan perusahaan asal Jaejoong disampingku"

" Ap-apa?"

" Bagaimana?" Tanya Il Woo menatap sang adik dengan sebuah seringaian

Yunho terdiam menatap hyungnya, Jessica dan Mrs. Jung mengerutkan keningnya bingung. Mereka bertiga berpikir bahwa Il Woo menyukai Jaejoong. Sedangkan Mr. Jung juga hanya diam memperhatikan mereka, ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sementara Jaejoong bersembunyi di belakang punggung Yunho.

" Yun? Bagaimana? Kenapa diam? Kau ingin mimpimu bukan? Serahkan Jaejoong padaku" Ucap Il Woo

" Yun..." Lirih Jaejoong

" Tidak, aku tidak akan membiarkan Jaejoong pergi dari sisiku" Jawab Yunho tegas

" Tapi ini demi mimpimu"

" Tidak hyung, Jaejoong adalah adalah mutlak milikku. Kau bahkan sudah memiliki Ahra noona" Yunho menatap Ahra " Noona, katakan sesuatu"

" Aku... Tidak masalah dengan apa yang diinginkan dengan Il Woo" Ucap Ahra

" Mwo?!"

Semua menatap kaget pada Ahra yang mengatakan hal itu dengan santainya, apa – apaan yeoja itu? Kenapa dengan mudahnya memutuskan sesuatu?

" Aku tidak akan membiarkan Jaejoong pergi dari sisiku" Ucap Yunho dengan tegas lagi

" Begitu... Lalu Jaejoong ah... Kau bagaimana? Yang akan jadi penerus adalah aku, Yunho hanya akan bermusik. Kau mau disisiku?"

" Ti-tidak hyung" Jawab Jaejoong

" Kenapa?"

" Aku hanya mencintai Yunho"

" Bahkan jika dia bukan penerus perusahaan Jung?"

" Aku mencintai Yunho walaupun dia bukan seorang Jung. Aku mencintainya karena dia seorang Yunho" Ucap Jaejoong dengan lirih, dia tidak mau berpisah dengan Yunho

" Hyung, tarik kata – katamu barusan. Aku tidak mau" Yunho mengenggam tangan Jaejoong dengan erat

" Yang mana? Jaejoong harus ada disisiku?" Tanya Il Woo

" Iya"

" Tidak mau, karena Jaejoong harus ada disisiku jika kau bermusik little Jung"

" Tidak, memangnya kau kira Jaejoong itu barang bisa dipindah sesuka hati!"

" Lalu bagaimana aku mengurus semua perusahaan appa jika tidak ada sekretarisnya Jung!"

" Tapi hyung! Eh?"

Yunho menghentikan ucapannya dan makin menatap sang hyung dengan bingung begitu pula semua orang yang sejak tadi diam memperhatikan Yunho dan Il Woo.

" Kau bilang apa hyung?" Tanya Yunho

" Aku tidak bisa mengurus semua sendirian, aku butuh asisten dan Jaejoong adalah orang yang tepat. Selain dia bisa mengerjakan pembukuan, dia juga akan menjadi pendampingmu. Kau kan mendapatkan saham, siapa lagi yang mengurus sahammu kelak jika bukan Jaejoong?"

" Eh?"

" Paham? Astaga... Aku harusnya bermain di atas panggung besok. Ya kan?" Il Woo tersenyum kemudian menatap lembut Ahra

" Ya, kau benar. Kau bisa jadi lawan mainku nanti oppa" Ahra terkekeh kemudian

Jessica dan Mrs. Jung yang terlebih dahulu mampu mencerna semua kejadian di depannya kemudian mereka tertawa.

" Astaga, eomma rasa Il Woo memang harus berakting" Ucap Mrs. Jung

" Oppa, aktingmu benar – benar luar biasa" Jessica menimpali

" Ja-jadi..."

" Aku tidak mungkin mengambil orang yang paling berharga yang adikku miliki, tugasku adalah membuat kalian bahagia bukan?" Ucap Il Woo

" Hyung, astaga! Kau benar – benar menakutiku!" Ucap Yunho

" Maaf, tapi memang benar harus seperti itu karena kadang kau harus mengorbankan satu hal jika kau ingin mimpimu tercapai" Ucap Il Woo dengan serius

" Tapi Jaejoong..." Yunho menoleh ke samping, dia bisa melihat wajah Jaejoong sudah tidak tegang mungkin masih sedikit syok

" Jadi Jaejoongie, mau jadi asistenku?" Tanya Il Woo dengan nada lembut

" Ak-aku..."

" Tunggu, memangnya appa bilang setuju untuk semua ini?"

Suara rendah itu membuat mereka mengalihkan pandangannya, mereka melupakan satu orang yang paling berkuasa di rumah ini. Jung Siwon. Astaga... Mr. Jung kini menatap tajam kedua anaknya, Il Woo dan Yunho.

" Bagaimana bisa kau begitu mudahnya memberikan kepercayaan pada namja yang tidak jelas asal usulnya Il Woo" Ucap Mr. Jung datar

Jaejoong menunduk, Mr. Jung pasti tengah membicakannya bukan?

" Soal itu... Hah... Aku tidak menyangka appa berpikiran pendek. Seminggu ini aku membicarakan hal ini pada Ahra dan meminta orang kepercayaan appa untuk mencari latar belakang Jaejoong, cukup mengejutkan memang tapi dia adalah orang yang baik"

" Baik? Kau bilang namja yang kabur meninggalkan keluarganya itu adalah orang yang baik?"

Jaejoong tersentak kaget, tidak berani mendongakkan kepalanya tapi dia tahu Yunho pun kaget mendengar ucapan appanya. Harusnya dia menceritakan asal usulnya terlebih dahulu pada Yunho sebelum namja itu salah paham padanya.

" Appa... Appa dengar itu dari mana? Ah... Aku tahu, dari seorang yeoja bernama Boa bukan? Lalu appa langsung percaya padanya? Waw... Sejak kapan appa yang aku kagumi cepat percaya pada orang lain?" Il Woo menyunggingkan senyumnya

" Boa?" Yunho mengerutkan keningnya, dia seakan familiar dengan nama itu

" Dia hoobae-ku di pementasan terakhir Yun. Kalau tidak salah, dia satu universitas denganmu juga" Jawab Ahra

" Ah... Benar. Lalu apa hubungannya dengan Jaejoong?" Tanya Yunho

" Dia adik dari namja itu" Jawab Mr. Jung dengan datar

" Mw-mwo?! Ja-jaejoong?" Yunho menatap Jaejoong tidak percaya

" Sepertinya apa yang diceritakan Boa jauh berbeda dengan kenyataannya appa. Aku tahu karena Boa juga bercerita tentang masa lalu Jaejoong padaku tapi aku tidak lantas percaya, aku meminta oarang suruhanku menyelidikinya dan yah... Kebenarannya terungkap" Jelas Il Woo

" Yun, lebih baik kau bawa Jaejoong pergi dulu dari sini, dia ketakutan. Biar masalah disini kami yang mengurus" Ucap Ahra dengan lembut

Yunho menoleh, dia bisa melihat Jajeoong diam dan terus menundukkan kepalanya. Dia rasa Ahra memang benar. Jaejoong tengah merasa ketakutan.

" Ne, Kajja Joongie..." Ucap Yunho

" Yu-yun..."

" Shh... Tenanglah. Kami pergi dulu kalau begitu" Pamit Yunho

" Appa tidak mengizinkanmu pergi Yunho!"

" Pergilah Yun, eomma akan menyelesaikan ini untukmu" Ucap Mrs. Jung dengan suara lembutnya

" Kim Kibum!" Mr. Jung meninggikan suaranya

" Wae?" Balas Mrs. Jung dengan nada datar

" Kajja" Yunho menarik pelan tangan Jaejoong

" Ta-tapi ahjumma..."

" Eomma akan baik – baik saja" Yunho akhirnya menarik paksa Jaejoong yang masih menatap sedih keluarga Jung

.

.

.

.

.

.

.

" Jaejoong kabur karena disiksa keluarganya appa, eomma dan adik tirinya termasuk oleh appa kandungnya juga. Dia pergi dan membiayai semua kehidupannya di Seoul dengan bekerja disebuah kafe temannya. Jika appa tidak percaya appa bisa menyelidikinya juga atau appa bisa melihat bekas luka pada punggungnya, appanya dulu pernah menyiramnya dengan air panas" Ucap Il Woo

" M-mwo?" Mrs. Jug menutup mulutnya tidak percaya

" Dia berjuang sendiri atau kadang tetangganya membantu, dia anak yang baik appa"

" Tetap saja dia tidak bisa bersama Yunho, dia tidak akan memiliki ketururan" Ucap Mr. Jung

" Jaejoong bisa appa"

" Tidak mungkin, dia itu namja!"

" Itu mungkin saja Siwon ah. Sebentar"

Mrs. Jung membuka tas Jaejoong yang tertinggal dan melemparnya ke atas meja ruang tengah itu. Amplop putih dengan logo sebuah rumah sakit terkenal di Seoul.

" Itu hasil pemeriksaannya, Jaejoong kemarin terjatuh dan merasa sakit jadi Yunie memaksanya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Dan hasilnya? Dia bisa mengandung" Jelas Mrs. Jung

" Ap-apa?"

" Buka saja jika tidak percaya"

Mr. Jung mengambil amplop itu dan membaca hasil pemeriksaan yang telah Jaejoong jalani, matanya membulat tidak percaya.

" Jaejoong memang bisa hamil dan kami sudah tahu itu eomma, kami hanya tinggal memeriksaan Jaejoong untuk lebih pastinya saja tapi syukurlah Yunho melakukannya" Ucap Il Woo dengan lembut pada eommanya kemudian dia kembali menatap sang appa "Jaejoong dianggap aib karena mereka menganggap bagaimana bisa seorang namja memiliki rahim? Sejak eommanya meninggal Jaejoong kerap disiksa dan saat appanya menikah lagi eomma dan adik tirinya makin menyiksanya" Jelas Il Woo panjang lebar

" Benarkah?" Tanya Jessica

" Ne Jess" Jawab Il Woo

" Kau masih tega memisahkan Yunie dengan orang yang sangat berharga untuknya Jung?" Tanya Mrs. Jung

" Aku hanya ingin yang terbaik untuknya" Ucap Mr. Jung

" Terbaik untukmu bukan berarti terbaik untuknya"

" Aku tahu apa yang dia inginkan!"

" Tidak, kau tidak pernah tahu karena kau hanya mau keinginanmu tercapai. Aku lelah dengan rantaimu, tapi aku pastikan Yunie mendapatkan apa yang dia inginkan mulai sekarang!"

Usai ucapannya itu Mrs. Jung berbalik dan pergi dari sana, menuju pintu keluar dan membuat Mr. Jung panik.

" Bumie!"

" Aku juga permisi appa" Ucap Jessica menyusul sang eomma

" Kalian!"

" Appa dengarkan aku, beri kami waktu untuk membuktikan bahwa Jaejoong pantas untuk keluarga Jung. Itu kan yang apa mau? Seseorang yang pantas untuk keluarga Jung?" Ucap Il Woo

" Kenapa kau yang harus membuktikan?"

" Baik, aku ganti pernyataanku. Beri Jaejoong waktu untuk membuktikan bahwa dia mampu menjadi yang terbaik untuk seorang Jung"

"..."

" Pikirkan perkataanku baik – baik appa. Kami pergi" Ucap Il Woo kemudian menggandeng Ahra pergi dari sana setelah berpamitan dengan Mr. Jung yang terlihat stress dan berteriak kesal

.

.

.

.

.

.

.

.

CEKLEK

Yunho menuntun Jaejoong masuk kedalam apartemennya, dia membuat Jaejoong duduk pada sofa dan dia berlutut di depan Jaejoong. Tangan Yunho bergerak untuk menggenggam kedua tangan Jaejoong.

" Hey, tidak apa – apa" Ucap Yunho dengan lembut

" Tidak Yun, aku..." Suara Jaejoong bergetar, dia sudah ingin menangis sekarang

" Tatap aku sayang... Tidak apa – apa"

Perlahan Jaejoong mendongakkan kepalanya dan Yunho bisa melihat air mata turun dari kedua mata indah milik Jaejoong. Yunho segera memeluknya, mengelus punggung Jaejoong yang bergetar sampai dia mendengar suara tangisan yang cukup kenacang dari mulut Jaejoong.

" Shh... Tenanglah..."

" Hiks... Aku... Tidak bermaksud menutupi masa laluku Yun... Hiks... Hanya menunggu waktu yang tepat saja hiks..."

" Iya aku tahu, sudah Joongie ah... Kau membuatku sedih juga"

Jaejoong membalas pelukan Yunho tak kalah erat, tidak mau melepaskan diri dari Yunho yang sejak meninggalkan rumahnya hanya diam dengan wajah seakan marah. Jaejoong takut Yunho benar marah dan memutuskan hubungan mereka, dia tidak mau itu terjadi. Tidak...

Yunho sendiri memang awalnya merasa kesal dan kecewa karena Jaejoong tidak menceritakan masa lalunya sejak awal. Tapi akhirnya Yunho menyadarkan dirinya karena mungkin saja Jaejoong belum menceritakan masa lalunya karena sesuatu.

Melihat Jaejoong menangis seperti ini membuat Yunho merasa sangat bersalah, ya Tuhan... Kenapa juga dia membuat Jaejoong menangis seperti ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Aku, eomma dan appa dulu hidup bahagia. Sampai aku mengalami kecelakaan diusiaku yang sepuluh, saat itu eomma menolongku dan dia tidak dapat terselamatkan. Sejak saat itu appa selalu menatapku dengan benci apa lagi setelah dokter memberitahukan bahwa aku bisa hamil"

Jaejoong menceritakan masa lalunya pada Yunho, mereka tengah tidur berpelukan dengan Yunho yang mengelusi punggung Jaejoong agar namja itu merasa nyaman.

" Dan appa mulai menganggapku aib terlebih setelah dia menikah lagi. Awalnya aku senang mendapatkan saudara tapi..." Jaejoong mengeratkan pelukannya pada Yunho, menenggelamkan wajahnya pada dada Yunho dan matanya mulai berkaca – kaca

" Aku ada disini Joongie ah... Sekarang kau memiliki diriku untuk berbagi"

" Terima kasih Yun, aku bahkan menutup hatiku selama ini karena aku takut"

" Kenapa?"

" Dulu aku memergoki kekasihku bercinta dengan..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya

" Ya?"

Yunho baru tahu bahwa Jaejoong pernah berpacaran dan apa – apaan ucapannya barusan? Memergoki kekasihnya bercinta?

" Dengan Boa... Adikku"

Lidah Yunho terasa kelu, tidak tahu harus berkomentar seperti apa, akhirnya dia bergerak untuk mengecup pundak kepala Jaejoong.

" Aku pergi karena diusir Yun, bukan kabur. Ini semua tidak seperti yang kalian pikirkan, aku menyayangi appaku sampai saat ini tapi dia mengusirku"

" Lalu? Yoochun hyung?"

" Dia adalah temanku saat kecil dan dia pindah, beruntungnya aku bertemu lagi dengannya dan dia membuka kafe. Aku menceritakan semua padanya karena dia adalah satu – satunya sahabat yang aku miliki dulu dan aku berhasil menata semua sampai Boa datang kembali dalam kehidupanku"

" Dengarkan aku Joongie ah, aku tidak peduli dengan masalalumu lagi, aku terlalu mencintaimu hingga kau takut kehilanganmu. Jangan pikirkan hal itu lagi, aku mencintaimu... Mencintai seorang Kim Jaejoong dan soal dirimu yang bisa hamil, itu bagus karena aku bisa memiliki anak darimu, itu sebuah anugerah Joongie ah"

" Terima kasih Yun... Terima kasih"

Jaejoong kembali menangis namun tidak tersedu – sedu seperti saat awal, dia menangis dalam diam dan Yunho memeluknya, menenangkan dengan kata – kata manis hingga Jaejoong yang lelah menangi tertidur.

Yunho tahu siapa itu Boa, yeoja yang akhir – akhir ini menyapanya saat di kampus. Yeoja yang terbilang cantik dan tinggi, tapi Yunho tidak menyangkan jika Boa adalah masalalu kelam kekasihnya.

TING TONG~

TING TONG~

Yunho melepaskan pelukannya dari Jaejoong, dia beranjak dari sana dan berjalan ke arah pintu apartemen, membuka pintunya dan menaikkan salah satu alisnya.

" Kenapa kalian semua kemari?"

" Biarkan kami masuk dulu little Jung"

.

.

.

.

Yunho menyiapkan empat gelas jus strawberry kesukaannya pada empat orang yang duduk di ruang tengah apartemen. Mereka adalah Mrs. Jung, Jessica, Il Woo dan Ahra.

" Joongie?" Tanya Mrs. Jung

" Dia baik – baik saja eomma, sedang tidur. Lelah menangis mungkin. Lalu kenapa kalian semua kemari?" Tanya Yunho

" Biarkan eomma menginap disini dulu Yun" Jawab Il Woo

" Ne? Lalu appa?"

" Ck, dasar anak appa. Masih saja memikirkannya" Ucap Mrs. Jung dengan sinis

" Eomma~ Eommakan tahu aku menyayangi kalian, kenapa ini?"

Akhirnya mereka menceritakan kejadian yang terjadi di mansion keluarga Jung, Yunho cukup terkejut juga dengan keputusan eommanya yang keluar dari rumahnya. Bisa dipastikan sang appa pasti tengah panik saat ini.

" Eomma lelah ingin tidur, dimana kamar Joongie?" Tanya Mrs. Jung

" Ayo aku antar"

Yunho mengantar eommanya masuk ke dalam kamar Jaejoong, yah... Dia akan membiarkan eommanya tidur bersama Jaejoong, tidak apa – apakan?

" Kenapa hyung tidak mau pelan – pelan saja sih hyung? Appa pasti tidak akan menerima keinginan hyung" Ucap Yunho

" Sesekali kita harus seperti itu, tidak apa – apa Yun. Mau tak mau pasti appa menerimanya"

" Hyung~ Kau mengorbankan mimpimu"

" Tidak apa – apa, mungkin sudah saatnya aku berhenti"

" Kau bahkan sedang berada di puncak karirmu hyung"

" Aku memiliki Ahra yang akan terus mewujudkan mimpiku" Il Woo menggenggam tangan Ahra yang tersenyum mendengar ucapan sang tunangan

" Hyung..."

" Ini saatnya untukmu Yun"

" Terima kasih"

" Aigo... Kalian membuatku terharu" Jessica mendekat kearah Yunho dan memeluk sang adik

" Tapi tentang Jaejoong?" Tanya Yunho

" Ini mungkin akan sulit tapi aku akan tetap menjadikan Jaejoong asistenku Yun. Aku harap kau mengerti, dia nantinya akan menangani saham yang akan diwariskan padamu" Jawab Il Woo

" Hyung, pikiranmu terlalu jauh"

" Tidak, aku harus mulai membiasakan Jaejoong mulai saat ini Yun. Dia harus menjadi lebih pantas untuk seorang Jung jika dia serius untuk mendampingimu"

Ucapan Il Woo dengan nada serius itu membuat Yunho menatap sang hyung, dalam hati bertanya – tanya apakah Jaejoong mampu melakukannya.

" Jika kau bermusik maka kau harus mengorbankan Jaejoong untuk perusahaan Yun. Pikirkan itu baik – baik"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Saat terbangun Jaejoong merasa kaget karena seseorang tidur disampingnya, tapi saat tahu siapa yang ada disampingnya Jaejoong menatap wajah orang itu penuh kekaguman. Kecantikan Kim Kibum memang tidak main – main bahkan saat tidur pun dia sangat menawan, pantas saja seorang Jung Siwon tidak mau melepaskannya.

Jaejoong menoleh ke arah jam dinding, sudah waktunya makan malam lebih baik dia bangun dan memasak malam sebelum bertanya pada Yunho kenapa eommanya ada disini.

Saat membuka pintu dia bisa mencium harum masakan dari arah dapur, dia berjalan ke dapur dan melihat Ahra tengah memasak.

" Ahra sshi?" Panggil Jaejoong

" Eh?" Ahra mematikan kompor dan menoleh ke belakang " Maaf aku memakai dapurmu Jaejoong ah"

" Tidak apa – apa"

" Dan tadi panggilan apa itu? Panggil aku noona oke?"

" Hu-hum" Jaejoong mengangguk ragu " Dimana Yunho?"

" Tiga Jung bersaudara itu sedang ada di dalam kamar Yunho, membahas hal yang tidak aku mengerti jadi aku memasak saja"

" Ne? Jessi noona dan Il Woo hyung disini juga?"

" Ya, makanya aku juga disini. Kemari bantu aku Jaejoong ah"

" Ne"

Ahra dan Jaejoong memasak dengan ceria, Jaejoong belajar banyak juga dari cara memasak Ahra. Dia pandai sekali membuat masakan modern, Jaejoong harus sering – sering mengajak Ahra masak bersama setelah ini.

" Sibuk sekali?"

Ahra menoleh saat mendengar suara tunangannya, tiga Jung bersaudara itu sudah duduk rapi di ruang makan menatap Ahra dan Jaejoong yang asyik memasak sembari mengobrol dengan ceria.

" Jaejoong ah, kenapa kau cepat sekali akrab dengan Ahra? Aku juga mau" Jessica memajukan bibirnya

" No-noona..."

" Aku kan iri"

" Aish, aegyo mu tolong dikondisikan. Pantas saja kau belum dapat pacar, aegyo mu mengerikan" Ucap Il Woo jahil

" Ish, oppa menyebalkan. Yun.. Bantu aku" Jessica menggoyangkan lengan Yunho

" Iya, Noona cantik kok" Ucap Yunho

" Benar? Lebih dari Joongie?" Tanya Jessica

" Tidaklah, Joongie-ku lebih cantik" Jawab Yunho jahil

" Kau juga sama menyebalkannya dengan oppa" Jessica menggerutu sebal

Ahra dan Jaejoong mau tidak mau tertawa mendengar perdebatan kecil kakak beradik itu, Jaejoong tidak tahu bahwa mereka benar – benar sangat dekat seperti ini.

Ceklek

" Harum sekali"

" Eomma~~"

Jessica berlari menuju Mrs. Jung yang baru saja keluar dari kamar tidur Jaejoong, menggandeng sang eomma ke ruang makan dan mendudukkannya disalah satu kursi disana.

" Ahra noona dan Joongie memasak" Jawab Yunho

" Aigo... Maaf ne? Eomma tidak membantu"

" Tidak apa – apa eomonim" Jawab Ahra " Ayo Jae, kita bawa makanan ini ke meja"

" Ne noona"

" Aku bantu" Ucap Yunho

Suasana malam itu sangat ramai, mereka makan dengan ceria tidak seperti saat mereka makan di mansion Jung yang harus tenang karena sang appa selalu menegaskan untuk tetap tenang saat makan.

Mrs. Jung bahagia bisa melihat ketiga anaknya tersenyum lebar, meski dia harus meninggalkan orang yang dicintainya. Haruskah dia melepaskan sang suami untuk kebahagiaan ketiga anaknya?

" Eomonim sedang apa?"

Setelah segala keramaian itu, Il Woo, Ahra dan Jessica memutuskan untuk pergi. Il Woo harus mengurus keperluan pentas akhir musikalnya dan Jessica harus bekerja besok begitupun dengan Ahra. Mrs. Jung duduk di lantai balkon apartemen Jaejoong, menikmati angin malam ini saat Jaejoong menghampirinya dengan membawa secangkir teh hijau untuknya.

" Terima kasih"

" Ne"

Jaejoong duduk disamping Mrs. Jung, ikut menikmati udara malam ini yang berhembus dengan nyaman.

" Kau mencintai anakku kan Joongie?" Tanya Mrs. Jung

" Ne? Kenapa eomonim bertanya seperti itu?"

" Kau harus tahu satu hal bahwa setelah ini kehidupanmu tidak akan mudah. Eomonim harap kau bisa bertahan menghadapinya Joongie ah"

" Ne"

" Aku ingin bertanya sesuatu padamu"

" Ya?"

" Jika Yunho meraih mimpinya apa kau mau menggantikannya untuk duduk dikursi perusahaan?"

" Apa maksud eomonim?"

Mrs. Jung mengambil tangan Jaejoong dan menggenggamnya erat, dia menatap lembut mata Jaejoong dan memberikan sebuah senyuman sendu.

" Jika kau ingin mimpi Yunho tercapai maka kau harus menggantikan Yunho memimpin perusahaan" Jelas Mrs. Jung

" Ta-tapi aku ti-tidak, bagaimana bisa?"

" Aku tahu apa yang kau pikirkan. Tapi ini semua kalian yang menjalani, abaikan pikiran negatif orang lain, aku harap kau bisa menghadapinya Joongie ah, demi Yunho. Berjanjilah padaku"

Jaejoong terdiam menatap Mrs. Jung yang matanya berkaca – kaca, akhirnya dia menganggukkan kepalanya. Dia juga harus mengambil andil dalam hal ini, demi mimpi Yunho, orang yang dia cintai.

Tanpa mereka tahu Yunho mendengar semua dan memandang mereka dengan pandangan sendu, mereka semua berkorban untuknya. Sementara apa yang bisa dia berikan untuk mereka yang telah berkorban untuknya?

.

.

.

.

.

.

" Jaejoong ah, kenapa melamun?" Yoochun bertanya saat Jaejoong menjaga kasir kafe namun tidak bersemangat

" Aniya... Hanya berpikir sesuatu"

" Ada yang bisa aku bantu?"

Akhirnya Jaejoong menceritakan hal yang terjadi kemarin di keluarga Jung, Yoochun juga pasti akan bingung jika dia ada diposisi Jaejoong, dia hanya bisa menyemangati sang sahabat.

Ting~~

Lonceng yang dipasang dipintu kafe berbunyi menandakan seseorang masuk kedalam kafe, Jaejoong berisap menyambut sang pelanggan namun senyumnya luntur saat tahu siapa yang masuk ke dalam kafe, begitupun dengan Yoochun.

" Jadi benar kau bekerja disini?"

" Apa maumu?"

" Berikan saja segelas Caramel Machiatto dan Greentea latte"

" Baiklah"

Dua yeoja berbeda usia itu pergi dari meja kasir menuju sebuah tempat dipojok ruangan, Jaejoong menghela nafasnya. Tidak menyangka dia harus menghadapi dua orang yeoja yang paling tidak ingin dia temui, Boa dan eomma tirinya.

Jaejoong merasa risih karena Boa memandanginya terus menerus, padahal dia sedang bekerja. Tatapan itu begitu menusuk dan kadang Jaejoong bisa melihat sebuah senyum sinis dari bibir Boa.

" Kau tidak apa – apa?" Tanya Yoochun

" Tentu, aku selalu baik – baik saja Yoochun ah" Jawab Jaejoong

" Jangan biarkan mereka membuatmu ketakutan, oke?"

" Ya, aku tahu" Jawab Jaejoong kemudian tersenyum

Tidak lama Yunho datang ke dalam kafe, dia hendak menjemput Jaejoong namun matanya menangkap sesuatu yang tidak biasa di dalam kafe.

" Sedang apa dia disini?" Tanya Yunho pada Jaejoong, dia memesan minuman serta camilan untuknya mengerjakan tugas sembari menunggu jam kerja Jaejoong usai

" Aku tidak tahu" Jawab Jaejoong lirih

" Tersenyumlah" Yunho mengusak rambut Jaejoong hingga Jaejoong kesal dan mengerucutkan bibirnya, imut

Jaejoong hanya memperhatikan bagaimana seorang Boa tiba – tiba menyapa Yunho yang sedang serius mengerjakan tugas kampusnya. Dia bisa lihat Boa memberikan sebuah senyuman untuk Yunho kemudian terkekeh pelan. Yunho menjawab pertanyaan Boa seadaanya tanpa membiarkan Boa duduk didepan atau disampingnya. Untuknya hal itu tidak boleh terjadi, takut Jaejoong salah paham.

.

.

.

.

.

" Jadi appamu keluar kota dan tidak mengajak eomonim?"

" Ya"

Saat ini Jaejoong dalam perjalanan pulang ke apartemen bersama dengan Yunho, Mrs. Jung memang menginap di apartemennya karena tidak mau pulang walaupun Yunho memaksa. Dia juga memaksa Yunho untuk bersamanya jadi mereka berdua ada di apartemen Jaejoong sejak kemarin.

Hal itu bukan masalah bagi Jaejoong karena dia jadi memiliki teman tapi dia menganggap dirinya adalah masalah bagi keluarga Jung.

" Yun, maaf ya... Karena aku, keluargamu..."

" Shh... Bukan salahmu, aku tidak mau kau menyalahkan dirimu lagi"

" Tapi Yun..."

" Sudahlah, lalu kapan Il Woo hyung membantunya? Bukankah kau harus mengundurkan diri dari kafe?"

" Hah..." Jaejoong menghembuskan nafasnya, tadi juga dia sudah menceritakan hal ini pada Yoochun dan sang sahabat mendukung saja apa yang menurutnya terbaik untuk Jaejoong " Aku sudah cerita pada Yoochun, dia berkata tidak apa – apa. Tapi sungguh Yun... Aku mencintaimu dan tidak ada maksud untuk menjadi seperti ini"

Yunho dengan pelan memarkirkan mobilnya di area parkir apartemen kemudian menangkup wajah Jaejoong dan memberikan sebuah kecupan pada bibir merah Jaejoong.

" Aku tahu, saranghae"

" Nado"

Mereka turun dari mobil setelah saling memberikan kecupan, masuk kedalam apartemen dimana Mrs. Jung sedang menonton televisi tapi Jaejoong tahu eomma dari Yunho itu tidak sedang fokus pada acara televisi.

" Waaeyo eomma?" Tanya Yunho setelah memberikan sebuah kecupan pada pipi sang eomma

" Eomma... Hari ini memberikan surat cerai pada appamu"

" MWO?!"

Bukan hanya Yunho tapi Jaejoong juga kaget mendengar hal itu, astaga...

" Eomma?!"

" Hum dan kau tahu dia berangkat keluar negeri untuk menghindari surat ini, ck... Namja itu benar – benar menyebalkan" Gumam Mrs. Jung

" Kenapa eomma melakukan hal ini eoh? Semua pasti bisa baik – baik saja tanpa kalian harus bercerai. Apa hyung dan noona tahu hal ini?" Tanya Yunho

" Sudah, mereka tidak masalah asal eomma bahagia"

" Apa eomma bahagia?" Tanya Yunho dengan nada lirih

" Bahagia eomma itu saat melihat Il Woo, Jessi dan kau tersenyum Yun" Ucap Mrs. Jung dengan nada lembutnya, dia menatap Yunho dengan teduh

" Eomma..."

" Tidak masalah"

" Tapi..."

" Apa eomonim mencintai Mr. Jung?" Tanya Jaejoong

" Ya, tidak usah diragukan. Walaupun dia sangat posesif eomonim mencintainya"

" Eomonim..." Lirih Jaejoong

" Hey, gwaenchana..."

Jaejoong memeluk Mrs. Jung dan malah dia yang menangis dipelukan Mrs. Jung. Pengorbanan yeoja cantik itu untuk ketiga anaknya sangat besar. Dan Jaejoong merasa harus membalas balas budinya sebanyak mungkin.

.

.

.

.

Hari ini hari minggu, sudah empat hari sejak Mrs. Jung berada di apartemen Jaejoong dan dia enggan pulang. Begitu juga dengan Yunho yang setia menjaga dua orang yang dicintainya. Sedangkan Il Woo dan Jessica menginap di hotel karena alasan mereka pulang ke mansion adalah eommanya dan karena sang eomma tidak ada di mansion mereka menginap di hotel. Aigo...

Siang ini apartemen Jaejoong ramai karena kedua kakak Yunho datang disela hari libur mereka, mengobrol bersama dan menggoda Yunho serta Jaejoong. Tapi dibalik semua godaan itu Jaejoong bisa merasakan kasih sayang yang amat besar diantara mereka berempat, mereka sangat menyayangi Mrs. Jung.

Jaejoong jadi berandai – andai jika eommanya masih hidup apa dia bisa tersenyum bahkan tertawa lepas seperti ini bersama sang appa?

" Hey, kenapa melamun Joongie?" Tanya Mrs. Jung

" An-aniya"

" Aigo... Dia pasti sedang berpikir untuk pergi kencan dengan Yunie dan meninggalkan kita disini" Goda Jessica

" A-aniya!" Jaejoong menggelengkan kepalanya dengan semangat

" Mianhae, eomma malah mengganggu acara kencan kalian sejak tinggal disini" Ucap Mrs. Jung

" Bukan eomonim! Aku tidak masalah eomonim ikut bersama kami" Ucap Jaejoong

Memang kemarin malam Jaejoong dan Yunho pergi bersama dengan Mrs. Jung ke bioskop dan makan malam bersama, Jaejoong sih senang – senang saja tapi Yunho sepertinya kurang rela karena waktu berduaan dengan Jaejoong berkurang banyak. Tapi setelah dia pikir – pikir pasti sang eomma juga merasa kesepian jika terus berada di apartemen jadi akhirnya dia merelakan waktu kencan itu untuk menemani dua orang kesayangannya.

" Mianhae Yunie ah"

" Ya, tidak apa – apa eomma"

TING TONG~~~

" Eh? Siapa yang datang? Kau memesan makanan?" Tanya Jessica

" Tidak"

" Mungkin Junsu?"

" Dia tidak memberikan kabar ingin kemari, coba aku buka saja pintunya" Ucap Jaejoong kemudian beranjak dari ruang tamu

TING TONG~~

" Ya, sebentar"

CEKLEK

" Siapa... Eh? Ah-ahjusshi"

" Dimana mereka?"

Suara rendah nan datar itu membuat Jaejoong terpaku, dia tidak tahu jika namja paruh baya itu akan datang ke apartemennya.

" Mereka di dalam"

" ..."

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

.

Annyeong!

Hayooo siapa yang udah berpikiran negatif sama Il Woo oppa?!

.

Special Thanks :

.

ismi mimi (belom... Masih terlalu cepet Jaemma hamil ^^), bijin YJS (humm... Gitu deh), yunjae heart (ih eonn... Kemane aje dah? Jaemma blm an dung... Masih proses), akiramia44 (nonono~ hayo jangan salah paham sama Il woo oppa kkkk), eL Ree (blm an kok), ichimita1 (ga ada yang terlewat kok ^^), alice (eaaa.. baca ulang lagi yaa... kkkk sipo~), Park RinHyun-Uchiha (eh buset, nanti Cho sesek nafas siapa yang lanjutin ff Cho T_T... Papa Jung mah gitu orangnya. Ga ambigu lagi kan ya?),

biybuy (ga kok, pasti ada udang dibalik bakwan wkwkwkw), CindyTamaraSL1 (belom an, masih proses aja kok .), GaemGyu92 (cup cup cup jangan salah paham sama il woo oppa yaa~), dana (kibum oppa mah ga bakal tinggal diem pasti ^^), uknowme2309 (sipo~ Masama), 01a0101 (ho oh, friend na nyusul yaaa. Maacih udah follow cho di watty juga kkk~), A. K (ding dong! Benar sekali! hahahaha... nado hwaiting!), Album Convallaria majalis (ga kok... Jangan buruk sangka sama il woo oppa yaa~), endahae21 (nononono~~), choikim1310 (itu udah ke jawab yak!), zahra32 ( ho oh, udah ya!), 909596 (hahahaha... Sudah terjawab di chap ini ya... Il Woo ga mahu sama Jaemma kok, ada maksud tertentu dia... kkk)

.

Yang udah follow, fav, Guest dan para SiDer

.

Makasih yaaaa #bow

.

Dihari bahagia ini, dimana Cho ultah yaaaayyyyyy! Nambah umur, kalo bisa nambah pacar kkkkk~ canda...

Di hari bahagia ini... Cho kasih kalian hadiah hohohoho. Cho update in ff... Gak cuma satu kok... Siap - siap buat update an Cho yaaaa! Mwaahh mwaaahh

.

Jja, see u next chap?

Chuuuu~

.

.

.

.

.

Senin, 13 Maret 2017