From the Darkest Side
.
Original story From the Darkest Side by Santhy Agatha
Re-make YunJae version by EternalKuro
Warning: Yaoi, Mature-Adult content, Out of Character, Mpreg
.
.
.
- 10 -
.
.
Suasana terlihat sibuk dengan para pelayan tampak mengerjakan instruksi yang diberikan Uknow saat dirinya memasuki rumah mewahnya sambil menggendong Jaejoong. Dia membawa Jaejoong ke kamarnya dan mendudukan laki-laki berwajah cantik itu di ranjangnya yang bersprei hitam, tidak lama beberapa pelayan membawa baskom berisi air hangat dan perban, serta obat-obatan seperti instruksi Uknow sebelumnya. Dan mereka langsung pergi setelah meletakannya di atas sebuah meja kecil di dekat ranjang, meninggalkan Jaejoong sendirian di dalam kamar bersama Uknow.
Jaejoong terdiam dan berusaha menggenggam jari-jarinya yang gemetaran, dia masih memakai jas Uknow yang dipakaikan padanya untuk menutupi tubuhnya yang nyaris telanjang. Usaha pemerkosan yang dilakukan Seunghyun menguras habis tenaganya, dan pemandangan mayat Seunghyun yang bersimbah darah dengan mata dan ekspresi terkejut masih menghantuinya pikirannya dan membuatnya ketakutan.
Ditatapnya Uknow dengan sedikit takut. "Apa kau juga akan membunuhku?"
Uknow hanya tersenyum misterius. "Buka jas itu"
Jaejoong terkejut dan menatap Uknow tidak percaya. Apakah dia dilepaskan dari mulut buaya hanya untuk masuk kembali ke kandang harimau yang lebih ganas? Apakah pria itu akan memperkosanya?
Tidak... dia tidak akan menyerah pada Uknow dan membiarkan pria itu menguasainya dengan mudah.
"Tidak" jawabnya dengan nada menantang.
Uknow menghembuskan nafasnya pelan dan menatap Jaejoong. "Keras kepala, padahal kau begitu lemah. Buka jas itu"
"Tidak!" suara Jaejoong semakin keras, dia benar-benar ketakutan.
"Aku tidak akan memperkosamu, aku tidak tertarik dengan tubuhmu yang acak-acakan setelah disentuh pria lain. Dan luka di mulutmu itu, tidak akan enak untuk dicium" Uknow berusaha bersabar. "Biarkan aku mengobati lukamu"
Tubuh Jaejoong semakin gemetar merasakan aura menakutkan yang keluar dari tubuh Uknow. Benarkah pria yang bersifat kejam seperti iblis itu akan melakukan sebuah kebaikan? Atau dia hanya sedang memperdaya Jaejoong?
Uknow mendekatkan meja yang terdapat baskom berisi air hangat, obat-obatan, kapas, dan perban ke dekat ranjang. Kemudian dia menarik sebuah kursi dan duduk di hadapan Jaejoong yang duduk di tepi ranjang, matanya menatap tajam dan seketika membuat Jaejoong takut.
Uknow yang merasakan ketakutan di mata Jaejoong, akhirnya berusaha bersabar menghadapi laki-laki cantik yang menurutnya keras kepala. Dia meraih pergelangan tangan Jaejoong dan memeriksa memar-memar kemerahan yang mulai tampak membiru, dia lalu mengangkat dagu Jaejoong dan memiringkannya agar terkena sinar lampu sehingga luka di bibirnya terlihat jelas. Jaejoong sendiri hanya bisa pasrah saat Uknow membuka jas hingga memperlihatkan dada dan bahunya, piyama yang masih melekat di tubuhhya sudah koyak akibat tarikan Seunghyun saat ingin memperkosanya.
Tatapan mata Uknow terpaku pada bekas cakaran dan goresan yang menyebabkan bilur-bilur kemerahan di bahu Jaejoong, dan seketika suasana menjadi hening. Tetapi aura kemarahan terasa kental memenuhi ruangan dan membuat suasana menjadi menakutkan, Uknow menggertakan giginya sambil menatap luka-luka di tubuh Jaejoong, tetapi kemudian terdiam lama seolah mencoba menahan diri.
Tanpa berkata apapun, Uknow mengambil kapas dan membasahinya dengan cairan alkohol dan antiseptik, kemudian mengusap bilur-bilur kemerahan yang sedikit berdarah di bahu Jaejoong.
"Shhh" Uknow berbisik pelan, berusaha menenangkan Jaejoong yang mengerang saat dirinya membersihkan bilur-bilur di bahu Jaejoong dengan kapas yang sudah diberi alkohol dan antiseptik. Jaejoong menggigit bibirnya menahan rasa pedih setiap kali kapas itu menyentuh kulitnya yang terluka, membuat Uknow berhati-hati menyentuh luka Jaejoong.
Setelah selesai dengan luka di bahu Jaejoong, Uknow mengangkat dagu Jaejoong lalu dengan lembut diusapnya luka bekas tamparan Seunghyun di sudut bibir Jaejoong dengan kapas yang sudah dicelupkan ke air hangat.
"Luka ini akan membiru dan rasanya akan sedikit sakit" ucapan Uknow memecah keheningan, dia menatap luka di bibir Jaejoong dengan dahi berkerut seakan tidak suka. "Luka ini membuatku tidak bisa menciummu beberapa hari"
Jaejoong memandang Uknow dengan kesal. Seluruh tubuhnya sakit akibat memar dan luka hampir di seluruh tubuhnya dan dia hampir saja diperkosa, tetapi pria yang sedang mengobati lukanya malah cemas karena tidak bisa menciumnya. Membuatnya semakin yakin jika Uknow adalah pria yang kejam, sadis dan tidak mempunyai empati sedikitpun.
Tetapi pria jahat itulah yang sudah menyelamatkannya dari pemerkosaan yang hampir dilakukan oleh Seunghyun. Jika saja waktu itu Uknow tidak datang dan menancapkan pisau di punggung Seunghyun, mungkin saat ini dia sudah menjadi korban wartawan serakah itu. Jaejoong merasakan ngeri yang luar biasa membayangkan jika dia sampai diperkosa Seunghyun, dan mungkin dia akan bunuh diri jika itu benar-benar tejadi.
Uknow mengamati perubahan ekspresi Jaejoong, tetapi dia tetap diam dan tangannya masih sibuk membersihkan darah di sudut bibir Jaejoong. Setelah yakin sudah bersih, Uknow mengoleskan antiseptik sama seperti yang dia lakukan pada bilur-bilur bekas goresan dan cakaran di tubuh Jaejoong.
"Sudah selesai. Sekarang buka bajumu"
"Tidak mau" Jaejoong kembali menunjukan sifat keras kepalanya. Dalam mimpi saja kau bisa membuatku telanjang dengan suka rela di depanmu.
Uknow menatap Jaejoong dengan marah. Dia ingin membuat Jaejoong menuruti kemauannya, tetapi setelah melihat penampilan Jaejoong yang mengenaskan dan acak-acakan, akhirnya dia memutuskan mundur dan mengalah.
"Oke. Ganti bajumu dengan itu" Uknow menunjuk piyama hitam miliknya yang terlipat rapi di atas ranjang tidak jauh dari Jaejoong. "Aku akan membalikan badan jika kau tidak ingin aku melihat tubuh telanjangmu"
"Kenapa kau tidak keluar saja dari kamar ini"
"Karena aku tidak mau, dan ini kamarku. Jadi berhentilah bersikap seperti wanita, kau lupa jika aku sudah pernah melihat seluruh tubuhmu saat kita bercinta" tatapan Uknow terlihat mengancam, dia berusaha mengingatkan Jaejoong yang sudah terlalu jauh menguji batas kesabarannya. "Cepat ganti bajumu"
Uknow melangkah ke arah jendela yang membelakangi Jaejoong dan menatap ke arah luar. Sejenak Jaejoong terpaku menatap punggung Uknow, dia tidak menyangka jika Uknow mau mengalah untuknya.
Jaejoong akhirnya melepaskan piyama miliknya hingga dia hanya mengenakan celana boxernya, sesaat dia melirik ke arah Uknow, tetapi pria itu masih tetap membelakanginya dan menatap ke luar jendela. Dengan cepat Jaejoong meraih celana piyama milik Uknow dan memakainya dengan mudah, tapi dia kesulitan ketika hendak memakai piyama bagian atas. Lengannya kaku akibat memar, membuatnya kesulitan mengancingkan piyama karena jemarinya terasa sakit dan gemetar. Jaejoong terus berusaha mengkancingkan piyama itu berkali-kali tetapi tidak berhasil, dia mengutuk ketidakberdayaannya.
Uknow membalikkan badannya dan melihat laki-laki cantik itu sedang berusaha mengancingkan piyamanya dengan tangan gemetar dan terlihat kesulitan. Uknow mengumpat pelan, lalu menghampiri Jaejoong.
"Aku... aku sudah berusaha... tapi ini sulit sekali" tangan Jaejoong gemetar tidak terkendali, hingga akhirnya Uknow menangkupkan tangannya di jemari Jaejoong, berusaha menghentikan tangannya yang gemetar. Saat itu juga Jaejoong menatapnya dengan tatapan yang meluluhkan hati, bahkan untuk pria berhati kejam seperti Uknow.
"Biarkan aku yang melakukannya" Uknow menyingkirkan tangan Jaejoong dan mengkancingkan piyama Jaejoong satu persatu, dan setelahnya dia membaringkan tubuh Jaejoong di ranjangnya yang tertutup sprei hitam.
"Tidurlah" Uknow berbisik pelan, dan begitu tubuhnya terbaring, Jaejoong langsung tertidur pulas.
Dan sepanjang malam Uknow tidak tertidur, dia hanya bersandar di jendela sambil mengamati Jaejoong yang tertidur pulas.
.
- xxx -
.
Jaejoong terbangun saat hampir tengah hari, dia merasakan seluruh tubuhnya sakit. Sudut bibirnya terasa bengkak sehingga dia sulit berbicara, dengan susah payah dia berusaha duduk di ranjang, tetapi selalu terbaring lagi dengan lemah.
"Jangan duduk dulu. Kau akan merasakan seluruh tubuhmu sakit selama beberapa hari, tetapi setelah itu kau akan membaik" sebuah suara terdengar dari sudut gelap di dekat jendela. Jaejoong menolehkan kepalanya dan melihat Uknow sedang berdiri di dekat bayang-bayang jendela, terlihat seperti sedang mengamatinya.
Kepala Jaejoong terasa pusing, dan menyadari jika saat ini dia berada di kamar Uknow. Bagaimana mungkin dia bisa melapaskan diri lagi dari Uknow?
"Kau sudah berhasil menahanku di rumah ini sesuai dengan obsesimu, sekarang apa lagi yang kau inginkan dariku?"
Uknow tertawa pelan dan melangkah mendekati Jaejoong. "Kau benar-benar tidak takut padaku, ya..."
Uknow menarik tubuh Jaejoong hingga terduduk diranjangnya dan jemari tangannya mencengkram leher Jaejoong.
"Seharusnya kau tidak mencoba kabur..." suara Uknow mendesis penuh kemarahan dan menatap Jaejoong tajam. "Aku bisa meremukan lehermu dengan sebelah tangan, sangat mudah bagiku membunuhmu dengan tangan kosong... aku pernah melakukannya pada seorang pelacur, membunuhnya lalu pergi. Aku melakukannya hanya untuk mengganggu Yunho, meninggalkannya terbangun dengan mayat wanita yang mati tercekik di ranjangnya. Lalu tertawa puas sambil mengamati Yunho yang berusaha membereskan semuanya"
"Kalau begitu lakukan saja" Jaejoong memejamkan mata. Dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi, jadi kalaupun dia harus mati di tangan uknow, mungkin itu adalah jalan yang terbaik.
Uknow mengencangkan cengkraman jemarinya di leher Jaejoong, seakan benar-benar ingin mencekiknya. Tetapi kemudian cengkramannya mengendur dan menjauhkan tangannya dari leher Jaejoong.
Jaejoong membuka matanya dan melihat Uknow sedang mengamatinya dengan tatapan menilai.
"Kenapa kau tidak membunuhku?"
"Karena kau akan lebih bernilai bagiku jika kau hidup" Uknow menyeringai dengan tatapan jahat. "Aku menyimpanmu di sini bukan untuk kubunuh. Jika aku ingin membunuh orang, aku bisa melakukannya dengan mudah. Apalagi jika wanita, aku tinggal menjentikan jariku dan mereka akan datang padaku dengan sendirinya. Mereka bahkan tidak akan sadar sampai mereka berada di ambang kematian"
Mata Jaejoong memanas. "Seperti yang kau lakukan pada ibuku"
"Itu kecelakaan" Uknow tampak tidak menyesal, dia lebih terlihat puas.
"Ibumu menyelinap masuk ke dalam kamarku dengan baju transparan yang dia kira bisa membujukku jatuh dalam pesona tubuhnya" Uknow menunjukan ekspresi jijik. "Dan rasa ingin tahu membuatnya membuka koleksi album foto milikku"
Uknow tersenyum. "Jadi aku membunuhnya"
"Apakah begitu mudahnya bagimu untuk membunuh orang? Apa kau memang tidak punya perasaan?
"Perasaan?" Uknow tertawa keras. "Cukup Yunho yang selalu dikuasi perasaannya, perasaan hanya akan membuatmu lemah. Sama seperti ibu kandungku yang dikuasai perasaan cinta yang berlebihan pada ayahku, membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa ketika aku dihajar dan dipukuli saat usiaku masih kecil"
Jaejoong memandang Uknow terkejut, Yunho tidak pernah menceritakan hal itu padanya. Apakah yang dikatakan Uknow itu benar, atau Uknow hanya berusaha menipunya?
"Yunho tidak ingat apapun. Dia tahu jika dia dipukuli, tetapi itu hanya karena dia terbangun dengan bilur luka di punggungnya" mata Uknow tampak gelap karena amarah.
"Ayahku itu monster yang suka memukuli anaknya. Jika aku tidak sesuai dengan keinginannya, dia akan mengayunkan tongkatnya dan memukuli punggungku tanpa ampun. Aku muncul karena kejadian itu" Uknow tersenyum dingin pada Jaejoong. "Kau pasti bertanya apakah Yunho memilikiku sejak awal? Mungkin jawabannya tidak. Aku adalah pertahanan diri Yunho ketika dia merasakan sakit yang amat sangat saat dipukuli oleh ayahnya. Yunho menenggelamkan kesadarannya dan lari dari rasa kesakitan itu. Dan akulah yang kemudian terbentuk dari alam bawah sadarnya, terbangun untuk sadar penuh ketika ayahku memukuliku dengan tongkat. Akulah yang menanggung sakit atas pukulan-pukulan itu untuk Yunho"
Jaejoong terkejut mendengar cerita Uknow, dia pasti masih sangat kecil ketika harus menerima kekejaman orangtuanya seperti itu.
Uknow menatap Jaejoong tajam.
"Semua kemarahan Yunho, kebenciannya kepada orangtuanya, kebencian kepada dunia, semuanya terkumpul pada diriku. Yunho yang membentuk diriku seperti ini, sampai kemudian aku tidak tahan lagi menerima pukulan-pukulan dari ayahku. Aku merebut tongkat itu dari tangannya dan memukul kepalanya sampai berdarah, tapi ibuku malah berteriak-teriak membela ayahku. Coba kau bayangkan, anaknya dipukuli dengan tongkat sampai tidak bisa berdiri dan dia hanya diam... tetapi ketika suaminya dilukai oleh anaknya yang sudah tidak tahan dengan kekejamannya, dia malah membelanya sekuat tenaga. Sungguh ibu yang tidak berguna" Uknow mencibir sinis. "Lalu aku mengancam kedua orang tuaku, jika mereka berani bertindak kasar padaku lagi, aku akan membunuh mereka"
Jadi Uknow terbentuk dari kemarahan terpendam Yunho di masa kecilnya. Kepribadian itu tumbuh bebas dan kuat, mencari waktu di saat Yunho lemah, lalu menjadi individu yang berdiri sendiri.
"Apakah Yunho tidak akan kembali lagi?"
Uknow tersenyum puas. "Tidak sayang. Dia sudah lemah dan tidak sadarkan diri di dalam sana, aku bahkan tidak bisa merasakan kehadirannya. Kau tahu, aku lebih kuat dari Yunho. Ketika dia menguasai tubuh ini, aku masih tersadar dan mengamati dari sudut yang paling gelap di dalam sana. Tetapi ketika aku menguasai tubuh ini, dia sepenuhnya tertidur dan mungkin akan terbangun dengan ingatan samar-samar akan perbuatanku. Tapi saat ini aku tidak bisa merasakan kehadirannya, sekarang tubuh ini menjadi milikku sepenuhnya"
Uknow meninggalkan Jaejoong yang tampak terdiam setelah mendengar bahwa Yunho sudah tidak ada di dalam tubuhnya dan menghilang, tergantikan oleh Uknow.
Wajah Jaejoong pucat pasi. Benarkah yang dikatakan Uknow bahwa Yunho sudah lenyap? Apa itu artinya sama saja dengan Yunho sudah mati?
Itu tidak mungkin. Jaejoong menggelengkan kepalanya tanpa sadar. Yunho pasti masih hidup, dia hanya lemah. Jika aku ingin menyelamatkan Yunho, aku harus membangunkannya kembali.
Tapi bagaimana caranya? Uknow begitu kuat dan berkuasa, dan juga begitu percaya diri. Bagaimana cara untuk bisa membangunkan Yunho lagi?
.
- xxx -
.
Uknow memanggil Taecyeon untuk menemuinya, dan dengan segera pria yang sama kejamnya dengan Uknow itu tiba di ruang kerjanya.
"Sudah kau bereskan?"
"Semuanya" jawab Taecyeon tenang. "Tidak akan ada yang tahu jika Choi Seunghyun sudah mati, orang-orang akan mengira dia menghilang begitu saja seakan lenyap dari muka bumi. Dan apartemennya sudah bersih dari bercak darah, sidik jari dan jejak kaki. Tidak akan ada yang mengaitkan kita dengan apartemen itu"
"Bagus" Uknow masih tampak belum puas. "Apa wartawan bodoh itu mempunyai keluarga?"
"Dia punya seorang kakak laki-laki yang juga seorang wartawan dan juga seorang tunangan yang tinggal di luar kota" Taecyeon mengerti apa yang diinginkan bosnya. "Apakah anda ingin saya 'membereskan' seluruh keluarganya?"
"Ya" Uknow menggeram. "Tapi jangan habisi mereka, cukup hancurkan kehidupannya, aku ingin mereka menderita dan hancur perlahan"
Bayangan akan goresan di bahu Jaejoong, memar-memarnya dan bekas tamparan keras yang membuat sudut bibir Jaejoong berdarah, membuatnya marah besar. Seunghyun memang sudah mati, tetapi kematiannya terlalu cepat sehingga dia belum menerima balasan perbuatannya. Uknow tidak akan ragu menghabisi siapapun jika membalas dendam, siapapun yang berani menyentuh apa yang menjadi miliknya, apalagi sampai merusaknya, maka akan mendapatkan balasan yang setimpal, termasuk orang-orang yang memiliki hubungan dengan orang tersebut.
.
- xxx -
.
Setelah memberi perintah pada Taecyeon, Uknow menemui Leeteuk di rumah sakit. Pria paruh baya itu tampak tidak berdaya duduk diatas ranjang dengan kedua tangannya yang terbungkus gips, benar-benar sesuai dengan apa yang diinginkan Uknow.
Para penjaga tampak berjaga dengan ketat di luar kamar yang paling privat di rumah sakit itu, Uknow memasuki kamar dan hanya berdiri sambil mengamati Leeteuk.
Leeteuk memalingkan wajahnya, tidak ingin melihat Uknow. Bayangan anaknya, menantunya dan juga cucunya yang terbakar api karena kekejaman Uknow, masih begitu menghantuinya. Seharusnya Uknow juga membunuhnya karena sekarang dia merasa sudah tidak pantas hidup lagi, tetapi entah kenapa Uknow tidak membunuhnya dan Leeteuk sendiri tidak tahu apa alasannya.
"Aku berhasil mendapatkan Jaejoong kembali" ucap Uknow dengan sangat puas, sambil melihat reaksi Leeteuk.
Leeteuk memejamkan matanya, meradakan kepedihan yang menusuk jiwanya. Semuanya gagal, bahkan satu-satunya usaha menyelamatkan Jaejoong pun gagal. Leeteuk yakin Yunho pasti akan kecewa padanya.
"Lain kali jika kau ingin merekrut orang, jangan hanya melihat dari hasil penyelidikan di atas kertas. Nilailah dari moralitas dan kejujurannya" ucapan Uknow membuat Leeteuk akhirnya menolehkan kepalanya dan menatap Uknow dengan bingung.
"Wartawan itu langsung menghubungiku setelah membawa Jaejoong pergi, dan menawarkan kesepakatan yang lebih besar" Uknow tersenyum mengejek. "Dia berpikir jika menjalin kesepakatan denganku akan memberikan keuntungan yang lebih besar daripada denganmu"
Dasar wartawan bodoh! Leeteuk benar-benar menyesal mempercayakan tugas sebesar itu pada Seunghyun.
"Dan aku berhasil menyelamatkan Jaejoong dari wartawan bodoh itu"
Leeteuk menatap Uknow dengan pandangan bertanya-tanya. "Apa maksud anda?"
"Dia mencoba memperkosa Jaejoong, tapi aku datang tepat waktu"
"Apakah anda membunuhnya?" Leeteuk tetap bertanya walaupun dia sudah mengetahui jawabannya.
Uknow terkekeh. "Tentu saja"
Leeteuk bernafas lega, baru kali ini dia merasa senang dengan pembunuhan yang dilakukan Uknow. Jika benar Seunghyun mengkhianati kesepakatan mereka dan malah mencoba memperkosa Jaejoong, maka dia pantas mati.
"Seharusnya aku menghukummu karena sudah menempatkan Jaejoong dalam situasi seperti itu. Dia milikku dan wartawan bodoh itu hampir menyentuhnya, dia juga sudah melukai Jaejoong"
Leeteuk menatap Uknow dengan tatapan datar. Tuannya itu sudah mematahkan kedua tangannya, hukuman apa lagi yang akan dia terima? Apakah dia akan mematahkan kedua kakinya juga?
"Aku akan memikirkan hukuman itu nanti, sekarang aku sedang cukup senang karena Jaejoong sudah kembali padaku lagi" Uknow melangkah pergi sambil terkekeh mengejek Leeteuk. Dan ketika berada di pintu, tiba-tiba dia membalikan badannya. "Dan tentang keluargamu... aku tidak membunuh mereka, saat ini mereka baik-baik saja dan berhasil pindah ke tempat antah berantah yang kau sediakan untuk mereka. Sayangnya aku tahu dimana tempat antah berantah itu berada"
Tawa mengejek Uknow semakin keras. "Aku mengatakan bahwa aku sudah membunuh mereka, hanya untuk menyiksamu"
Uknow lalu pergi setelah menutup pintu, tetapi tawa mengejeknya masih menggema keras di lorong rumah sakit itu.
Yang bisa dilakukan Leeteuk hanyalah menangis, sebuah tangisan syukur dan kelegaan yang luar biasa.
.
- xxx -
.
Uknow menatap bayangannya di cermin dan mengerutkan dahinya. Dia merasakan kehadiran Yunho, yang berada di dalam cermin dan membalas tatapannya.
Yunho ternyata masih ada. Beberapa hari ini Uknow tidak merasakan kehadiran Yunho, sehingga dia mengira sudah berhasil menyingkirkan Yunho selamanya. Tetapi sepertinya Yunho menggeliat dan bangun dari tidur panjangnya, mungkin karena kehadiran Jaejoong juga membuat Yunho menjadi kuat.
"Aku pikir kau sudah mati" Uknow tersenyum mengejek pada bayangan di cermin.
Yunho menatap Uknow tajam. "Aku masih ada di sini, Uknow. Kau tidak bisa menguasai tubuh ini sendirian, dan aku bisa merasakan kehadiran Jaejoong"
Jadi benar, Jaejoonglah yang membuat Yunho terbangun. Tapi bagaimana mungkin? Uknow yakin jika Jaejoong membuatnya kuat karena laki-laki cantik itu membuatnya terobsesi untuk memilikinya, obsesi membuatnya fokus dan semakin kuat sehingga bisa menguasai tubuh ini. Tetapi, bagi Yunho perasaannya pada Jaejoong adalah perasaan cinta. Dan cinta bagi Uknow adalah perasaan yang melemahkan. Bagaimana mungkin perasaan cinta bisa membuat Yunho menjadi kuat? Yunho bisa tersadar lagi padahal Uknow sudah mengusirnya hingga jatuh ke dasar.
"Kau tidak akan bisa menguasai Jaejoong" Yunho menatap Uknow dengan tatapan mengancam. "Aku tidak akan membiarkannya"
"Oh, ya?" Uknow tertawa. "Kita lihat saja nanti"
Uknow meninggalkan cermin yang memunculkan bayangan Yunho dengan geraman kesal. Dia harus segera menguasai Jaejoong dan menunjukan pada Yunho jika dia lebih kuat.
.
- xxx -
.
Jaejoong bejalan mondar mandir di kamar Yunho, sudah beberapa hari dia terkurung di kamar itu tanpa bisa keluar. Walaupun kamar itu terletak di lantai dua, tapi jarak kamar tersebut dengan tanah sangat jauh sehingga dia tidak bisa melompat keluar melalui jendela. Jika dia nekat pun, mungkin akan ada bagian tubuhnya yang patah dan Jaejoong tidak mau mengambil resiko. Benak Jaejoong dipenuhi oleh pikiran-pikiran membingungkan, dia ingin membangunkan Yunho, tapi bagaimana caranya? Jaejoong sama sekali tidak punya pengalaman ataupun pengetahuan tentang hal-hal psikologi seperti orang-orang yang memiliki kepribadian ganda.
Mungkin jika bisa membujuk Uknow agar mengijinkannya ke perpustakaan, dia bisa menemukan buku-buku psikologi yang bisa memberikannya petunjuk bagaimana caranya membangunkan Yunho kembali. Uknow mengatakan dia sudah tidak merasakan Yunho di dalam dirinya, dan dari senyum puasnya, Jaejoong tahu Uknow tidak sedang berbohong. Dan itu membuat Jaejoong ketakutan, Yunho-nya tidak mungkin mati dan menghilang begitu saja.
Tiba-tiba terdengar bunyi kunci pintu dibuka, Jaejoong langsung melompat mundur dan menatap waspada ke arah pintu. Jaejoong tahu jika musuh besarnya akan masuk ke dalam kamar ini, karena tidak ada seorangpun yang berani memasuki kamarnya dan hanya pria kejam itu yang memiliki kuncinya.
Dan benar, Uknow memang masuk dan menatap Jaejoong tanpa berkata apapun, kemudian mengunci pintunya.
Jaejoong mundur selangkah saat menyadari sebuah hasrat di mata Uknow, hasrat yang sama seperti saat dia membunuh. Tubuh Jaejoong gemetaran, mungkin saja Uknow sudah memutuskan jika dirinya sudah pantas mati.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"
Uknow tidak menjawab. Dia malah melepas jasnya dan membuangnya ke lantai, dasinya menyusul kemudian, dan dia mulai membuka kancing kemejanya satu persatu.
"Apa yang akan kau lakukan?" Jaejoong menatap Uknow panik ketika dia melemparkan kemejanya ke lantai, dan memamerkan tubuh sempurnanya. Otot-otot begitu pas dan terlihat kencang di lengan kekarnya, begitupun otot dada dan perutnya yang kencang. Semua ototnya terlihat keras dan maskulin, dan tidak ada sedikitpun lemak disana.
Dan setiap Uknow melangkah maju, Jaejoong dengan reflek melangkah mundur.
"Apa yang akan kau lakukan?" Jaejoong setengah berteriak dengan panik, menyadari bahwa dirinya sudah menempel di tepi ranjang dan tidak bisa bergerak mundur lagi.
Uknow tidak tersenyum, tapi tatapan matanya tampak kejam dan penuh hasrat.
"Aku ingin bercinta denganmu"
.
.
.
- To Be Continue -
.
.
