Saranghae-yo Hae hyung!
Author : Aoi Hara
Cast :
Cho Kyu Hyun
Lee Dong Hae
Genre : family, brothership
Rated : K
Length : ficlet
Annyeong readersdeul! Umm, kayaknya Hara posting kilat nih?! Eh, ada yang senang ga sih kalo Hara posting kilat? *plak* *pertanyaan aneh*
Umm, karena kemarin valentine day dan Hara engga sempat—sebenarnya males sih?!—buat posting kemarin, jadinya hari ini Hara sempatin buat posting. Um, jadi langsung aja deh ya!
HAPPY READING!
DON'T BASH AND PLAGIAT!
ENJOY!
- Saranghae-yo Hae hyung! -
"Sebenarnya bagaimana cara Kyu Hyun menunjukan rasa sayangnya pada sang hyung… Hm, mungkin sederhana, tapi… Dong Hae—hyung kesayangannya, sangat menyukainya…"
- Saranghae-yo Hae hyung! -
"Hae hyung… Hae hyung…"
Dong Hae yang sepertinya baru saja terlelap kini harus menyadarkan diri sepenuhnya saat nama kecilnya dipanggil begitu saja oleh Kyu Hyun. Sebelumnya dia juga tak mengerti mengapa Kyu Hyun harus membangunkannya, lagi pula dia baru saja terlelap dari mengerjakan tugas sekolah yang melelahkan. Ya, sungguh melelahkan, namun jika semua bersangkutan dengan Kyu Hyun semuanya terasa tak melelahkan.
"Hae hyung ini!" tiba-tiba saat mata hazelnya terbuka, Kyu Hyun kecil memberikannya satu bungkus kecil permen coklat, Dong Hae mengernyit bingung lalu menatap Kyu Hyun. "Hyung baru saja menggosok gigi, Kyunnie," jelasnya pada Kyu Hyun yang membuatnya langsung cemberut.
"Hae hyung, kata eomma… ini hari kasih sayang, jadi Kyunnie mau memberikan permen ini untuk hyung!?"
Dong Hae yang mendengarkan penuturan polos itu langsung mengernyit heran, dia memang tak mengingat tanggal hari ini dengan jelas lalu ketika kesadarannya kembali saat Kyu Hyun menggoyangkan lengannya dia terima saja permen coklat itu dan membuat sang adik tersenyum kekanakan di depannya.
Bruk.
"Saranghae-yo Hae hyung!" ungkap Kyu Hyun setelah menubrukan dirinya memeluk Dong Hae dan membuat sang kakak tersenyum.
Dong Hae tak ingat sejak kapan dia mulai mendengar suara berisik itu hingga dia dengan malasnya melirik ke arah jam tepat di atas meja nakasnya yang sudah menunjukan pukul tujuh pagi. Ah, pagi minggu yang berisik sekali, pikirnya.
Dia terlihat bangun dari tidurnya, mendudukan diri sejenak sambil mengumpulkan nyawanya yang belum sepenuhnya terbangun namun ketika indera pendengarannya menangkap suara berisik yang entah darimana itu, Dong Hae akhirnya memaksakan diri untuk bangkit dari tempatnya dan segera keluar dari kamar.
"Oh, ini jadi terlihat sangat buruk?!" tiba-tiba Dong Hae mendengar suara Kyu Hyun yang menggeram kesal membuatnya mengernyit heran dengan apa yang Kyu Hyun kerjakan.
Dong Hae mencari asal suara tersebut, dia meyakini kalau asal suara Kyu Hyun dari arah dapur, namun ketika mengetahui tempat itu adalah dapur dahi Dong Hae langsung mengernyit heran. Apalagi ketika dia sampai di tempat itu matanya sudah menangkap bagaimana isi dapur sudah tak begitu berbentuk yang Dong Hae yakini itu adalah hasil karya Kyu Hyun.
"Apa yang kau lakukan?" Kyu Hyun tersentak sebentar, punggungnya yang bergetar terlihat di mata Dong Hae yang kini menghampiri dan sudah berdiri tepat di sampingnya.
Pria dengan surai brunette itu mengernyit heran saat mendapati ada coklat buatan tangan di depan Kyu Hyun, "Umm, apa eomma yang membuatnya?" spontan Dong Hae bertanya tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Kyu Hyun yang sudah menatapnya dengan tajam.
"Ck," decak Kyu Hyun, Dong Hae kini mulai menatapnya dari samping dengan wajah polos. "Hm, eomma kan yang membuatnya? Lalu… Lalu kau menghancurkannya, kan?"
Baiklah, sepertinya Kyu Hyun sudah tak bisa menahan suaranya lagi, dia terdengar berdecak lagi membuat Dong Hae masih bingung dengan sikapnya apalagi kini Kyu Hyun mengangkat seloyang coklat itu ke depan wajahnya.
"Apa?"
Kyu Hyun terlihat ragu untuk mengatakannya, namun…
"Hah, hyung setidaknya kau pekalah pada apa yang aku buat ini?!"
"Heh?!"
Kyu Hyun memutar kedua matanya, rasanya bosan sekali menanggapi Dong Hae di pagi hari ini, kakaknya masih lemot sekali, pikirnya. "Bukan eomma yang membuatnya, tapi… Tapi aku."
Dong Hae kini membulatkan kedua mata hazelnya, dia bergantian melirik ke arah Kyu Hyun dan coklat itu membuat Kyu Hyun yang dilirik seperti itu hanya mendengus sebal. "Ck, kau seperti melupakan sesuatu saja?! Hei, biasanya kau yang mengingat ini, hyung!?"
Dan Dong Hae akhirnya tertawa mendengar bagaimana Kyu Hyun berusaha untuk mengingatkannya, entah mengapa Dong Hae jadi merindukan bagaimana Kyu Hyun kecil dulu. Dong Hae menanggukan kepalanya lalu tersenyum menatap Kyu Hyun dengan coklat hasil karyanya, dia memang agak ragu tentang makanan buatan Kyu Hyun karena dia tahu seberapa buruknya adiknya itu dalam hal memasak.
Namun karena ingin menghargai hasil kerja keras adiknya, dia mengambil satu coklat yang entah apa itu bentuknya lalu memakan coklat itu di depan wajah Kyu Hyun yang menatapnya dengan penasaran. Mungkin takut juga kalau sang kakak yang akhirnya mendadak muntah dengan apa yang dia masak, pikir Kyu Hyun aneh.
"Umm…"
"Bagaimana?" Tanya Kyu Hyun begitu saja saat tak melihat ada ekspresi lain dari wajah Dong Hae. "Umm, untuk pemula sepertimu… ini… ini terasa pahit, Kyunnie."
"Heh?!"
Dan Dong Hae tertawa kecil mendapati Kyu Hyun yang menatap hasil karyanya yang dinila buruk—pikir Kyu Hyun—oleh kakaknya itu. Dong Hae memang mengakui, coklat buatan Kyu Hyun memang terasa pahit, namun ketika dia ingat bagaimana wajah Kyu Hyun penasaran tentang rasa coklatnya sendiri. Akhirnya Dong Hae mengambil satu coklat lagi dari loyang dan mengarahkannya ke Kyu Hyun, "Coba kau makan!" katanya membuat Kyu Hyun terkejut.
"Kau juga harus merasakannya, Kyunnie!" dan Kyu Hyun pun menerima suapan itu dengan wajah suram karena memang benar apa kata Dong Hae tadi tentang coklatnya yang terasa pahit.
"Tapi, aku senang kau bisa membuatkannya untukku. Jadi, terimakasih uri Kyunnie," ucap Dong Hae yang membuat Kyu Hyun kini mengerjapkan matanya, dia menatap bagaimana Dong Hae tersenyum ke arahnya dan membuatnya tersenyum juga.
Dong Hae pun kini hanya mengelus kepala Kyu Hyun yang memiliki postur tubuh lebih tinggi darinya, "Aku pikir, aku tak akan dapat lagi hal-hal yang seperti ini. Umm, ternyata aku mendapatkannya." Dong Hae tertawa menatap Kyu Hyun dan membuat sang adik kini memeluknya dan mengucapkan kalimat yang sama saat mereka masih kecil dulu…
"Saranghae-yo Hae hyung!"
…yang tak pernah berubah sama sekali. Ah, jadi ini hari kasih sayang, ya?
.
.
.
END
Umm, bagaimana cara menjelaskannya pada kalian ya? Jujur aja, Hara ngetik cerita ini karena kebangun dari tidur Hara lho… Karena udah bingung mau ngerjain apa, jadinya Hara buat aja deh lanjutan dari chapter kemarin…
Dan, hei… lihat! Ini udah chapter 10! Huwa… Hara senang banget ketika tahu ini udah sampe chapter 10 lho?! Terus kalian pada senang ga?! :D
Umm, engga nyangka ternyata udah sampai chapter 10 aja dan ini suatu kebanggaan karena imajinasi Hara tentang KyuHae bener-bener… ya, bener-bener deh?! Hahahaha…
Umm, karena kemarin juga valentine day dah engga di posting pas kemarin karena memang sengaja, hehehe… Jadinya pagi ini Hara langsung posting deh!? Jadi, gimana menurut kalian tentang chapter ini?
Umm, karena menurut Hara, valentine itu engga harus couple aja yang ngerayain, kalo kayak saudara seperti kakak-adik juga bisa merayakannya kok!
Ya, karena cerita kecilnya adalah… kemarin Hara sempat kasih… ya, katakan aja hadiah kecil buat adiknya Hara, Hara engga kasih dia coklat sih. Tapi, cuma pembatas buku gambar jerapah, hehehe… kekanakan, ya?! xD
Ya, lagi-lagi, terinspirasi dari hal-hal kecil yang Hara alami. Lalu, apakah kalian kemarin merayakannya juga? Hayo, sama siapa? Sama adik-adik kalian? Sama kakaknya? Atau… sama pasangannya!? Hehehehe…
Oke deh, Hara mau ucapin banyak makasih buat...
lydiasimatupang2301 || jihyunelf || Awaelfkyu13 || kyuhae || melani. || Cuttiekyu94 || guest || tutuchan || Hyunhua
Yang udah bersedia tinggalin jejaknya... dan yap sampai ketemu di next chap ya~! ^^
