WARNING
CHANBAEK GS
WITH OTHER CAST
CHAPTERED
TYPO EVERYWHERE
Baekhyun berjalan memasuki gedung tempat Chanyeol dan ayahnya bekerja. Ini sudah hampir 1 minggu setelah pesta ulang tahun pernikahan orang tuanya dan hari ini dia ingin menemui Junmyeon di kantornya.
Tapi mungkin itu hanya alasan saja, Baekhyun ingin bertemu dengan Chanyeol karena gadis kecil yang kini sudah menjadi seorang wanita dewasa itu sangat merindukan sosok Chanyeol yang tetap tak bisa dilupakannya meski sudah hampir 8 tahun tak bertemu.
"Baekhyun?" Tanya sekertaris Chanyeol mengenali Baekhyun yang baru saja datang dan menghampirinya.
"Ahjumma! Apa kabar?" Baekhyun menyapa Luhan si sekretaris Chanyeol dengan riang.
"Ternyata benar memang Baekhyun-i, lama tidak bertemu." Sekretaris yang usianya beberapa tahun lebih tua dari pamannya itu memeluk Baekhyun erat, mereka memang sangat dekat sejak Baekhyun datang mengunjungi Chanyeol di kantornya.
"Ya Tuhan, kau semakin dewasa dan cantik sekarang. Apa benar kau sudah menyelesaikan pendidikan S1-mu?"
Baekhyun mengangguk mengiyakan. Matanya masih melirik ke arah pintu menuju ruangan Chanyeol. Luhan yang sadar lantas mengikuti arah mata Baekhyun memandang dan dia langsung tersenyum menggoda pada Baekhyun.
"Apa kali ini Wakil Direktur tidak akan berteriak kalau tahu kau kemari?" Tanya Luhan setengah berbisik, mengingat kejadian 8 tahun lalu ketika Junmyeon sering berteriak dan memarahi Baekhyun yang selalu datang ke ruangan Chanyeol dan membolos bimbingan belajar.
Baekhyun terkekeh, "Mungkin kali ini appa bukan hanya akan berteriak."
"Tapi dia akan langsung menyeretku secara paksa." Lanjut Baekhyun setengah berbisik pada Luhan dan setelahnya wanita berumur itu tertawa ringan.
"Masuklah, sajangnim sedang rapat. Mungkin 10 menit lagi selesai, kau bisa menunggunya di dalam." Ujar Luhan sembari melirik jam di tangannya.
Baekhyun tersenyum dan mengangguk. Dia kemudian masuk dan duduk di sofa yang ada di ruangan Chanyeol.
Ditatapnya ruangan yang sudah 8 tahun ini tak dikunjunginya itu dengan lamat.Tak ada yang berubah selain pajangan yang ada di meja. Dulu Baekhyun tak pernah melihat ada bingkai foto di meja kerja Chanyeol. Tapi kali ini, ada sebuah bingkai kecil di sana.
Baekhyun ingin sekali melihat foto dalam bingkai itu dan ia memutuskan berjalan mendekat ke arah meja Chanyeol dengan tangan yang siap meraih bingkai tersebut.
Klek
Gerakan Baekhyun terhenti, spontan ia menoleh ke arah pintu begitu mendengar suara pintu terbuka.
Chanyeol ada di sana.
Baekhyun mematung menatap sosok yang sudah lama sangat dirindukannya itu. Tak berbeda jauh dengan Chanyeol yang juga masih mematung dengan tangan yang memegang gagang pintu hanya mampu menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
Hening. Tak ada suara ataupun gerakan apapun yang dilakukan kedua orang yang masih sibuk dengan perasaan mereka.
Baekhyun masih terus mengatur detak jantungnya yang masih saja tak beraturan bahkan hanya dengan menatap lelaki di hadapannya itu. Dibuangnya jauh-jauh kegugupan yang semakin merajai dirinya dan juga mengurung semua gerakannya.
"Chanyeol-ajusshi!" Panggil Baekhyun sembari tersenyum dan kemudian menghambur memeluk lelaki yang telah lama ia nantikan keberadaannya ini.
"Aku merindukanmu, ajusshi."
Deg!
Chanyeol hanya mematung dan membiarkan gadis kecil yang kini sudah dewasa itu memeluknya. Detak jantungnya benar-benar di luar kontrol kali ini. Terasa ada kelegaan ketika melihat gadis itu dan juga ketika merasakan dekapannya.
Tapi itu tak berlangsung lama. Chanyeol yang menyadari ada yang salah dengan apa yang sedang terjadi, segera melepaskan dekapan Baekhyun dari tubuhnya. Tanpa bicara sepatah katapun, Chanyeol langsung menutup pintu dan kemudian duduk di kursinya. Mengabaikan gadis yang sebenarnya selama ini sangat ia rindukan.
Baekhyun hanya tersenyum melihat sikap Chanyeol yang bahkan masih sama seperti sebelum dia berangkat ke Amerika 8 tahun lalu. Wanita itu masih terus menatap Chanyeol yang masih saja tak mau bicara sepatah katapun padanya.
Detak jantungnya masih sama dan masih terus berdetak cepat setiap kali dia menatap semua gerak-gerik lelaki di hadapannya itu.
"Ajusshi, aku pergi dulu." Pamit Baekhyun saat sadar bahwa hampir setengah jam Chanyeol tak membuka suaranya. Ia memutuskan untuk beralih ke ruangan Junmyeon yang tak jauh dari ruang Chanyeol berada.
"Eo? Sedang apa kau di sini?" Tanya Junmyeon saat melihat putrinya datang.
Baekhyun tersenyum dan seperti biasanya, dia langsung duduk di sofa. "Aku menemui Chanyeol-ajusshi, appa." Jawab Baekhyun seolah sudah tidak takut lagi dengan sifat ayahnya yang cukup keras.
Junmyeon menghentikan pekerjaannya dan kemudian menatap putrinya lekat. "Apa kau mau-"
"Dia masih mengabaikanku." Potong Baekhyun lirih hampir tak terdengar.
"Dia masih mengabaikanku sama seperti dulu, sebelum appa mengirimku ke Amerika."
Junmyeon hanya terdiam mendengar penjelasan Baekhyun.
Baekhyun kemudian terkekeh, "Tak masalah."
"Aku hanya ingin mengatakan padanya kalau sampai hari ini..."
Baekhyun menggantung kata-katanya. Ditatapnya Junmyeon yang juga menatapnya, seulas senyum hinggap di wajahnya.
"...Aku masih mencintainya."
Hening.
Kali ini, tak ada lagi bentakan atau larangan dari Junmyeon tentang perasaan putrinya itu.
"Walaupun aku tahu kalau Chanyeol-ajusshi, sudah menikah dengan Seolhyun-ahjumma." Tambahnya.
e)(o
Di hari keberangkatan So Hyun ke Amerika.
So Hyun meraih ponsel dari dalam tasnya.
From : Uri Ahjussi
Aku tak bisa mengantarmu. Hari ini, aku harus pergi ke kantor catatan sipil juga ke gereja bersama Seolhyun. Belajarlah dengan baik di sana.
e)(o
Baekhyun menarik nafasnya panjang. Setiap kali dia mengingat isi pesan Chanyeol itu, dadanya terasa sesak. Pesan yang secara tak langsung mengatakan kalau lelaki itu akan menikah dengan Seolhyun beberapa waktu setelah ia pergi ke Amerika.
Baekhyun tersenyum, "Jangan khawatir, appa. Aku hanya akan mencintainya dalam diam, tak seperti dulu."
Junmyeon masih diam, kepalanya pening seketika memikirkan alasan yang tepat atau jawaban yang cocok untuk ia berikan pada Baekhyun.
"Aku hanya mampir sebentar, kita bertemu lagi di rumah. Aku pulang, appa."
Junmyeon hanya menatap Baekhyun yang akhirnya menghilang di balik pintu. Dia menarik nafas panjang. Dia tahu benar sifat Baekhyun sedari kecil. Dia hanya akan menyukai satu benda hingga kapanpun dan mungkin berlaku juga untuk perasannya.
Di waktu yang sama sepeninggalan Baekhyun, Chanyeol meletakkan pulpennya dan menyandarkan tubuhnya di kursinya ketika dirasa Baekhyun sudah benar-benar pergi dari ruangannya.
Ditariknya nafas dalam-dalam. Dadanya kembali terasa sesak, menghadapi kenyataan bahwa perasaan itu masih belum juga hilang bahkan setelah 8 tahun berlalu dan berusaha dikuburnya. Detak jantungnya bahkan masih bereaksi lain saat berada di hadapan wanita yang selalu menjadi gadis kecilnya itu.
"Cantik..."
Chanyeol tersenyum saat mengingat bagaimana perubahan diri Baekhyun setelah 8 tahun tak berjumpa. Baekhyun masih sama, terlihat dewasa dan semakin cantik di matanya.
Diliriknya bingkai foto yang sudah hampir 8 tahun berada di atas mejanya. "Hey, aku juga merindukanmu."
e)(o
Chanyeol pulang ke apartemennya. Pertemuannya dengan Baekhyun tadi cukup membuatnya tidak bisa konsentrasi pada pekerjaannya. Bayangan gadis itu terus berputar di kepalanya.
"Suda pulang." Seolhyun menyapa Chanyeol saat matanya menangkap siluet lelaki tersebut yang terduduk di sofa sambil memejamkan matanya.
"Ada apa, oppa? Kau terlihat tidak-"
"Dia datang menemuiku." Potong Chanyeol lirih. Suara bassnya terdengar semakin berat, seolah tengah menahan beban yang begitu berat.
Seolhyun terdiam dan menatap lelaki yang duduk di hadapannya itu dengan pandangan iba. Seolhyun sudah bisa menebak siapa yang datang hanya dari sikap dan raut wajah yang ditunjukan Chanyeol padanya.
Chanyeol menarik nafas panjang, "Dia datang ke kantor seperti dulu..."
"...Seperti saat dia selalu menempel padaku."
Seolhyun hanya bisa menatap Chanyeol iba. Setelah kepergian Baekhyun 8 tahun lalu, inilah kali pertama Seolhyun melihat lelaki itu kembali seperti ini. Mencoba memendam cintanya untuk gadis kecil yang tak seharusnya dicintainya, yang akhirnya hanya melukai dirinya sendiri.
"Maafkan aku, oppa." Chanyeol membuka matanya dan menatap wanita di hadapannya dengan tatapan bingung.
"Sebenarnya, aku sudah bertemu dengan Baekhyun di pesta ulang tahun pernikahan Junmyeon-oppa dan Yixing-eonni." Papar Seolhyun.
Chanyeol tersenyum, "Tak apa."
"Oppa, apa aku boleh bertanya sesuatu?' Tanya Seolhyun penuh dengan kehati-hatian. Dia tidak ingin menyinggung atau membuat Chanyeol kesal.
"Apa?" Tanya Chanyeol yang kembali menyandarkan tubuhnya di sofa.
Seolhyun menatap Chanyeol ragu, "Apa yang kau katakan pada Baekhyun tentang kita?"
"Kenapa dia menanyakan keberadaanmu padaku saat aku datang ke pesta orang tuanya? Apa oppa bilang kalau kita-"
"Donghyun sudah bangun?" Potong Chanyeol mencoba mengalihkan pembicaraan yang hanya membuat dadanya terasa semakin sesak.
"Eo, Donghyun? Dia sedang tidur bersama Zico-oppa."
Seolhyun tersenyum sumringah, "Sepertinya Donghyun sangat merindukan Zico-oppa, hingga dia tak mau lepas darinya."
e)(o
Sequelnya masi panjang seyeng, tunggu aja oke. Jangan lupa kalo abis read lanjut review, yang mau follow atau like silahkan. Pokoknya makasih untuk kalian yang sudah setia dan mau menampakan diri wkwk.
