Disclaimer

Disclaimer: NarutoKishimoto Masashi.

I Think I (ost Full House) sung by Byeol. Translation taken from DramAsia.

Chapter Ten: I Think I

Haruno Sakura menatap lekat halaman buku yang tengah ia pegang sewaktu istirahat siang. Namun dia tidak sedang membaca buku itu dengan seksama. Ia hanya menatap ke arah halaman buku yang masih sama sejak sekitar tiga puluh menit yang lalu, tanpa mengacuhkan isinya sama sekali. Tak hanya halaman buku itu yang tak dihiraukannya, tapi juga semua yang ada disekitarnya saat ini. Fokusnya benar-benar sudah terpisah dari tempat itu. Ia tengah tenggelam dalam pemikirannya sendiri.

Karena ia sedang tak habis pikir. Semakin ia berpikir, maka semua akan menjadi semakin rumit dan membingungkan. Dan itu semua berkat dialog terakhirnya dengan Uchiha Sasuke dua malam lalu.

Entah gejolak apa yang mendorongnya kala itu hingga ia bisa-bisanya bertanya, "Kau ini menyukaiku atau apa?" pada pemuda Uchiha itu. Saat itu ia sudah cukup terkejut dengan pertanyaan yang ia lontarkan, namun ia jauh lebih terperanjat ketika lawan bicaranya mengiyakan hal tersebut. Uchiha Sasuke menjawab "Iya" atas pertanyaan itu! Apakah Sakura salah dengar? Ataukah Sasuke yang salah menafsirkan pertanyaannya?

Keduanya bisa jadi. Karena kata Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, dan menyukai sulit sekali untuk dirangkai menjadi satu kesatuan, kecuali jika menambahkan kalimat seperti langit runtuh setelahnya.

It wasn't possible, so I believed it wasn't true
Me loving you, these words don't even make sense

Atau setidaknya, hingga beberapa waktu lalu Sakura pasti akan beranggapan demikian. Karena ada perubahan-perubahan kecil atas sikapnya semenjak ia bahkan tak tahu kapan. Seperti yang sedang ia lakukan saat ini, berkata ketus pada junior centil yang bertanya padanya dimana sekiranya Sasuke sekarang karena ia tak menemukannya dari tadi.

"Itu masalahmu, apa urusannya denganku!?" kata Sakura membuat siswi yang setahun lebih muda darinya itu mendengus kesal dan memutuskan untuk mencari Sasuke sendiri.

I'm probably just jealous, I guess I'm getting lonely
I hide my feelings before but I just can't do it anymore

"Hei, Sakura-chan! Siapa yang kesini tadi?" tanya Ino pada Sakura yang kini kembali membuka-buka majalah yang ia pegang tanpa memerhatikan apapun yang tertera disana.

"Entah! Dia mencari si menyebalkan Uchiha Sasuke" jawab Sakura.

"Sasuke-kun kan sedang rapat OSIS, jadi dia tidak masuk sedari pagi" sela Tenten.

"Huh! Aku tidak begitu peduli padanya!" seru Sakura.

"Kalian masih sering cekcok, Sakura-chan?" tanya Ino.

"Akhir-akhir ini sih tidak sering, tapi aku masih sebal padanya" jawab Sakura.

Maybe we are not suited to each other
It would be good if we are just friends
From one to ten, we never agree on anything

"B-bukankah akan bagus kalau kalian bisa berteman?" kata Hinata.

"Yah, mereka kan tidak saling cocok. Sulit sekali membuat mereka berteman, Hinata-chan" timpal Tenten.

"I-iya sih.."

"Tapi apa kau benar-benar membencinya, Sakura-chan?" celetuk Ino, membuat Sakura terdiam. Sakura juga tidak tahu apa yang salah dengannya. Walaupun ia tahu Uchiha Sasuke itu menyebalkan, tapi entah mengapa mulutnya tak bisa mengatakan dengan tegas kalau ia membenci Sasuke, tidak seperti sebelumnya. Dan lagi-lagi ia tenggelam dalam pikirannya sendiri yang kini menjadi seperti labirin tanpa ujung. Berkutat dengan permasalahan antara Sasuke, dirinya, Sasuke, dirinya, Sasuke, dirinya... Ah, cukup!! Aku tidak mau semakin dipusingkan olehnya!!


How can we have a relationship?
People say we won't be able to do it
I've been surrounded by those words and I don't want to be anymore.

Saat ini Sakura tengah berjalan di taman dekat perpustakaan. Tempat di mana dulu ia secara tak sengaja mendengar Sasuke menolak pernyataan seorang gadis secara kasar. Sial, jadi teringat orang itu lagi!! Batin Sakura. Akhir-akhir ini ia memang sering begitu. Banyak hal-hal kecil yang secara tak sengaja membuatnya teringat pada Sasuke, Sasuke dan Sasuke. Nyaris setiap saat. Ia juga risih dengan hal itu, tapi ia tak bisa menghentikannya.

"Sakura-san!" panggil seorang siswa dengan alis tebal pada Sakura.

"Ada apa, Lee-san?"

"Begini... aku mau bilang kalau aku menyukaimu. Apa kau mau jadian denganku?"

"Maaf sekali, Lee-san. Kau memang baik, tapi maaf kalau aku tidak bisa..." jawab Sakura. Sesaat siswa bernama Lee itu tersenyum kecut, namun dengan cepat ia tertawa lagi.

"Wah, cepat sekali aku patah hati! Hahaha!" katanya, lalu ia melanjutkan "Apa ada seseorang yang sedang kau sukai?"

"Aa?!"

"Jangan-jangan Uzumaki Naruto ya? Aku sering melihatmu bersama dia" tebak Lee.

"Tidak! Naruto-kun itu teman pertamaku di sini! Jadi aku cukup akrab dengannya"

"Kalau begitu Uchiha Sasuke? Wah, kalau dia sih, aku jelas kalah!"

"Hah!! Ti-tidak!!" bantah Sakura gelagapan.

"Sudahlah, wajahmu sudah semerah tomat sekarang. Hahaha!!" ejek Lee kemudian dia beranjak dari sana, "Kalau begitu aku duluan ya" katanya.

I didn't realize how I felt about you,

Why couldn't I see? It was right in front of me

"Tunggu! Lee-san!" panggil Sakura pada orang itu setelah ia terdiam sebentar. Lee menoleh padanya, "Ada apa?"

"Ano.. itu... aku mau tanya..."

"Tidak usah sungkan! Katakan saja!" kata Lee ramah.

"Bagaimana kau tahu... kau sedang menyukai seseorang?" tanya Sakura terbata.

"Um.. pertanyaan yang sulit" Lee menautkan tangan pada dagunya, lalu ia meneruskan, "Coba tanyakan pada dirimu sendiri. Cuma ia yang tahu jawabannya" kata Lee sambil mengedipkan sebelah alisnya, "Sukses dengan Uchiha, ya!" kemudian ia pergi.

"Lee-san, a-aku tidak!!" Sakura lagi-lagi gelagapan tidak karuan. Tapi Lee sudah jauh di depan, tidak dapat mendengar bantahannya.

"Coba tanyakan pada dirimu sendiri. Cuma ia yang tahu jawabannya"

Sakura teringat ucapan Lee barusan kemudian larut dalam pikirannya lagi.

...

That whole time you were right next to me
Why is it now that I finally see that it is love?

Sakura PoV

Hei, kau dengar apa yang dikatakan Lee-san?

Ya, tentu saja!

Apa kau sudah tahu jawabannya?

Gadis bodoh! Aku tidak akan memberitahukannya padamu.

Kenapa?

Karena kau pasti akan menyangkal semua yang kukatakan.

Ayolah! Kau tega padaku!

Baik, baik! Coba jawab dulu! Apa banyak hal yang mengingatkanmu padanya?

Ya! Itu mengganggu sekali!

Bahkan ketika dia dia tidak ada?

Yah..

Kenapa kau selalu memikirkan dia?

Hei! Aku bukannya sengaja!

Apa kau merasa jantungmu berhenti ketika Sasuke bilang "Iya" malam itu?

Ya! Aku kira langit akan runtuh saat itu!

Bagaimana dengan Lee-san, kau merasakan hal yang sama?

...

Tidak bisa menjawab, ya? Bukankah semua sudah jelas?

Jelas apa?

I think I love you
I think I love you that's how it seems

Kau menyukainya! Sama seperti yang dikatakan Lee-san!

Ap-apa!! Itu..

Mau menyangkal lagi? Kau kangen padanya saat dia tidak ada, bukan?

Tidak!

Cause I miss you
Cause I miss you when you're not around

Karena itu tanpa sadar kau selalu memikirkan dia..

Salah!!

I can't do anything except think about you

Kau pikir semua itu apa sebabnya?

Karena dia menyebalkan!

Bukan! Itu karena dia spesial dihatimu!

Tapi..

Belajarlah menerima kenyataan. Kau jatuh cinta padanya!

Aku tidak jatuh cinta padanya!

Kau jatuh cinta padanya!

Aku tidak jatuh cinta padanya!!

Kau jatuh cinta padanya!!

Aku tidak jatuh cinta padanyaaa!!

Kau sedang jatuh cinta padanya!!

Aku tidak jatuh cinta padanyaaaaa!!

Kau tidak sedang jatuh cinta pada Uchiha Sasuke!!

Aku sedang jatuh cinta pada Uchiha Sasukeeee!!

Ha! Kena kau!

...

Coba katakan sekali lagi!

Ap-apa? Tidak mau!

Katakan!

Aku..

Ya?

Suka..

Sasuke?

Aarrgh!!

Hahaha! Dasar pemalu! Ya sudahlah, yang penting kau sudah menyadarinya! Sampai jumpa!

If I look at how things are I know I'm falling for you
I'm falling for you, I didn't realize it but
Now I need you, somehow deep in my heart it grew
Now all I want to do is take care of you

"Aku suka… Uchiha Sasuke…"

oxoxoxoxoxo

AN:

Maaf! Aku tahu ini nggak bagus! Ini chapter yang sulit buatku. Aku nggak bisa menemukan penceritaan yang cocok untuk chapter ini, bahkan aku bikin sampai dua kali. Sekali lagi maaf kalau chapter ini nggak sesuai harapan ya. Aku mentok! Makasih udah baca!