Tuk

Kai merasa beban bertambah dibahunya , ia menoleh kesamping , dan saat itu juka senyumnya tersungging , Sehun tertidur dibahunya , bibir cherry yang mengkilap , pipi tirusnya memerah karna suhu dingin , poni karamel menutupi matanya yang terpejam .

"kau manis"

.

.

TIME ZONE chap 10

Bosan , baru bangun tidur tiga jam lalu Sehun sudah merasa bosan , rasanya seperti menjalani hari dimana warga tidak melakukan kegiatan apa apa , bahkan lebih parah dari hari minggu , jalanan sangat sepi Sehun hanya mendengar dua sepeda motor yang lewat sedari tadi ,well sebenarnya semua orang sedang mengerjakan sesuatu di tempat seharusnya mereka berada kepala rumah tangga mencari nafkah , ibu ibu mengurus rumah , dan anak anak belajar disekolah otomatis membuat suatu kompleks terasa sepi .

Pria salju itu berjalan santai sambil membawa kantong belanjaannya tadi niatnya ingin pulang kerumah ibu sayang pintunya terkunci tidak terlihat tukang kebun yang biasa mengurus halaman menandakan jika ibunya pergi dan meliburkan semua pekerja , dan hal itu terjawab saat Sehun melihat SMS singkat dari sang ibu . Kembali kerumah tempatnya tidur semalam adalah pilihan terbaik sebelum itu Sehun mampir sebentar membeli beberapa bahan makanan untuk mengisi kulkas Kai , ya anggap saja balas budi .

-o-

Kai melewati perjalanan mimpi dengan tentram , sekarang matahari sudah menenggelamkan setengah dirinya di ufuk barat menghiasi langit dengan warna oranye tua . Tubuh itu berbalik kesamping , matanya berkedip tak nyaman , sebentar lagi akan bangun.

Benar saja ,Kai muncul dari balik pintu kamarnya , membuat Sehun mengalihkan pandangan dari TV .

" Kau tidak pulang ?" suara serak Kai membuka pembicaraan .

"tidak, hey hitam kau membajak ponselku?"

"maaf" Kai menjatuhkan bokongnya disamping Sehun

"aku tidak bisa mengambil resiko ditanyai ibumu tentang anaknya yang baru kesurupan" lanjutnya

Kalimat itu mengunci bibir tipis Sehun, Kai benar , jangan sampai orang lain tau ,apa yang mereka alami terlalu tidak masuk akal .

drtt drtt drtt

getaran di bokongnya membuat Kai sedikit terlonjak , Kai menduduki ponselnya sendiri . Ia memencet tombol hijau mengabaikan peringatan baterai lowbat.

"hey bocah kapan kau libur ?" Baru Kai menempelkan layar pada telinganya suara Chanyeol sudah lebih dulu membuka percakapan .

"kurasa tiga minggu lagi "

"mau berlibur bersamaku ? tidak ada yang menemaniku yang lain sibuk ayolah ya yayayayaya? "

"aku malas" Kai menyandarkan punggung telanjangnya, merasakan lembut beludru sofa desain teman ibunya.

"ayolah tuan Kim yang menawan , temani aku , ajak Sehun juga agar semakin banyak yang akan jadi budakku .. eh .. Sehun! Apa dia sudah sadar?" scara otomatis Kai menatap Sehun sebentar .

"sudah " "jaman sekarang tidak ada yang geratis , jika kau datang kesini dengan makanan aku akan pergi " ujung bibirnya tertarik " dan kujamin makluk disampingku akan ikut " lanjutnya

"heh baiklah tunggu disitu dan jangan melarikan diri"

lima belas menit dan seorang pria jakung dengan telinga lebar telah berada didepan rumahnya dengan dua kotak pizza besar dan sebungkus paket ayam goreng .

-o-

tiga minggu , waktu yang cepat bagi Kai dan Sehun . Mereka menghabiskan sisa hari sekolah dengan berbagai ujian ,tidak akan ada satupun nilai merah diraport Kai menjamin itu karna mereka belajar mati matian.

Suara deru mesin kereta menyelinap masuk , membuat keadaan tetap ramai walau Kai, Sehun , dan Chanyeol sama sekali tidak bicara . Mereka pergi ke suatu bagian terpencil , bahkan akses masuknya masih menggunakan kereta manual yang berjalan dengan membakar batu bara , asapnya menyembul hitam membuat polusi . Pohon pohon seperti berlari jika dilihat dari jendela.

-o-

Kai dan Sehun berjalan mengikuti Chanyeol keluar gerbong , mereka menapak dilantai stasiun , tempatnya tidak besar hanya ada beberapa deret kursi tunggu dan satu loket . Udara segar dengan nuansa dingin membelai kulit mereka well ini memang sedikit melenceng dari perkiraan Kai dan Sehun , tidak ada perjalanan dengan barang barang mewah yang biasa Chanyeol pakai yang ada hanya keasrian alam .

Beberapa meter didepan mereka adalah pedesaan tampak indah tapi mreka tak tau bagaimana wujudnya dari dekat . "hmm jadi kita berlibur di desa ? kurasa itu menyenangkan" Sehun menatap wajah Chanyeol dari samping dan dibalas dengusan kecil " siapa yang bilang kita akan berlibur di desa ? " "liburan kita ada di sana" jari Chanyeol menunjuk kumpulan pohon padat di sebelah timur , hutan , pepohonan lebih renggang saat memasuki kawasan yang lebih tinggi ke arah tebing tebing batu .

"hiking?" Kai berujar sedikit terkekeh .

"come on guys its not bad I promise" Chanyeol mendahului mereka berlari kearah hutan , mungkin saja disana ada srigala atau harimau yang siap menerkam kepala besarnya .

-o-

yeah Chanyeol benar , ini tidak buruk angin segar menerpa wajah Sehun , saat menarik nafas rasanya seperti menghirup udara di kulkas , dingin khas es beku . Mereka berada di puncak tertinggi tebing atau bisa dibilang bukit batu yang datar dan cukup tinggi mereka bisa melihat desa tadi dari sini .

" jadi apa disini ada singanya ?" ujar Sehun dia heran kenapa saat memanjat tak melihat sedikitpun hewan .

"kita dipinggiran hutan , binatang buas ada jauh di timur, lagipula mereka tidak bisa memakan apa apa disini ,hanya ada ular dan monyet" saat Chanyeol menyudahi penjelasannya Kai pun selesai dengan kegiatan melihat lihat.

"Kau sering kesini ?" tanyanya "yeah "

Chanyeol berjalan memasuki hutan dengan dua lain yang mengekor dibelakang ,saat menginjak bagian tanah dari hutan dan bukannya batu jenis pepohonannya mulai berubah , pohon pohon tidak tertanam ditanah batangnya terangkat oleh akar mereka yang kuat dan menjalar menciptakan ruang bundar di bawahnya . Langkah Chanyeol berhenti membuat Sehun menabrak bahunya .

"indah bukan?" Kai dan Sehun melihat melewati bahu Chanyeol . "wow" satu kata yang Kai ucapkan mewakili Sehun yang masi menikmati pemandangan alam didepan sana, hamparan laut yang luas , angin yang mendorong mereka ke belakang lebih besar . Tempat ini ada dibagian paling dalam , tebing dan hutan seperti penutup lokasi pantai dari luar.

Kai melihat kebawah , mereka berdiri di tebing batu pendek yang tingginya sekitar tiga meter , pria tan itu meloncat ke batu besar disampingnya mencari batu batu lain sebagai jalan turun.

"hei tunggu aku"

Sehun hampir tergelincir beberapa kali tapi untungnya mereka turun dengan selamat .

"ombak disini kecil , airnya juga dangkal , itu tempat kita beristirahat" Chanyeol menunjuk ke rumah panggung kayu , desainnya tidak buruk malah terlihat klasik dengan kaki kaki setengah meter tercelup ke air , sementara bagian belakangnya secara langsung bertopang pada daratan pasir . "kurasa ini liburan yang bagus" –Sehun "ada banyak yang indah bukan ? saat kalian bosan dengan pantai kalian bisa ketebing dan menghirup aroma hutan , ayo masuk" ajak Chanyeol .

wangi kayu membludak keluar saat Chanyeol menarik pintu terbuka membuat Sehun merasa seperti dirumah neneknya di pedesaan , nyaman , asri , dan sederhana .

" hmm ini sedikit mencurigakan , biar kutebak pesisir ini termasuk lahan milik keluargamu ? " kecepatan bicara Sehun bertambah hal yang tanpa disadari otomatis terjadi saat Sehun senang .

" yeah kau benar , tapi mereka tidak mengurus tempat ini jadi aku memintanya" Chanyeol menyunggingkan senyumannya senyum percaya diri , senyuman yang sama dengan Kris yeah senyum yang sama banyak dimiliki oleh pria kaya diluar sana ,berbeda dengan Kai, senyumnya sederhana , walau yang sering terlihat hanya seringaian jahat .

-o-

hari sudah gelap matahari terbenam dengan indah lima jam lalu setelah makan malam dengan ikan bakar dan beberapa cupmie mereka sudah berbaring dilantai kayu dengan satu bantal di masing masing kepala . Kai menyilangkan tangannya diatas dada , berharap bisa tidur cepat dengan merenung memerhatikan atap gelap .Sehun dan Chanyeol lebih dulu memasuki alam bawah sadar masing masing meninggalkannya sendiri .

-o-

Kai membuka matanya tepat jam dua pagi, tidur hanya tiga jam bukan kebiasaannya tapi ia sudah tidak mau memaksakan diri untuk tidur lagi.

Tebing , Kai tidak menyadari telah sampai kesini , bahkan dengan nyaman mendudukan dirinya dipinggiran , menggantungkan kaki diudara lepas .

"hei" sebuah suara tiba tiba membuatnya terkesiap , ia melihat kesamping , Sehun ? tidak matanya merah , seakan sudah terbiasa dengan semua yang terjadi pria tan itu hanya menghela nafas malas . Tapi ada yang ganjil , Kai mengernyit ini pertama kali makluk lain selain Xeldom mengunjunginya , dia tidak tau kalau bisa begitu .

"jadi kalian juga bisa berpindah target ?" cibirnya

"jelas tidak " suara Rowl sama seperti Sehun tapi jauh lebih serak

"lalu kenapa kau membawaku ? apa makluk berengsek itu menyuruhmu mendorongku dari tebing ?" ucapannya kasar tapi Kai tak peduli , ia menengadah meliat bintang .

"tidak bocah ! ngomong ngomong kau tidak sedang kubawa , kau ada diduniamu "

"benarkah ? " Kai melihat kepedesaan , benar , masih ada buruh pemindah bahan pangan kekota yang bekerja dikejauhan .kenapa bisa ? pikirnya

"lihat bulannya" seakan bisa membaca pikiran Rowl berbicara , Kai menurutinya , bulannya penuh , purnama , apa hubungannya?

"saat purnama hal seperti ini bisa terjadi , karna kami bisa menggunakan energi sendiri "

"memang selama ini energi syapa yang kalian gunakan ?"

"kau masih tak menyadarinya ? Sehun pingsan saat memaiankan permainan itu , kami tidak bisa menemui kalian dalam waktu lama selama ini , dan aku jamin setelah kami menemui kalian pasti rasanya lemas dan pusing , jadi menurutmu energi syapa yang terpakai?" benar , bodoh kenapa ia tidak sadar ,energi mereka terkuras .

"sangat licik , kenapa kau bisa menemuiku ? selama ini kukira hanya Xeldom yang bisa .

"sama seperti sebuah pintu ,anggap saja masing masing dari kami punya satu kunci , saat pintu terbuka akan ada sebuah jalur yang mengarah pada kalian , tapi mereka tidak pernah peduli mereka tidak mengunci pintu itu , yang mereka pedulikan hanya membuat kalian menyerah "

"yeah , tapi kau datang kesini bukan tanpa tujuan kan ? ide yang buruk jika kau mau ikut menyiksaku lebih bagus kau bunuh aku sekarang" mati , ia ingin melepas beban dipundaknya .

"wow jangan berpikiran untuk mati bocah , karna kalau itu terjadi tubuhmu akan bangkit kembali dengan roh Xeldom didalamnya , dan kau " Rowl menuding menunjuk hidung Kai " wushhh.. hilang" lanjutnya

" sebenarnya kenapa kalian ingin tubuh kami ? ini sangat menggantung " Kai menghela nafas panjang

"bocah , dengarkan aku , kau bisa anggap kami hantu , karna memang kenyataannya begitu , tapi kami sedikit berbeda , saat kami mati kami berubah, sifat kami berubah menjadi liar , seperti ada bagian sisi gelap yang memaksa dan tidak terkendali , yang mereka pikirkan hanya ingin hidup untuk menyelesaikan sesuatu "

"sesuatu?"

"kalian tidak perlu tau itu , yang kami perlu hanya tubuh sebenarnya haha"

"sisi gelap itukah yang kau tunjukan saat bertukar raga dengan Sehun ?"

"ya , waktu itu aku tidak bisa mengendalikannya, tapi setidaknya Sehun lebih beruntung dari kalian " Senyum Sehun terlihat jelas walau Kai sadar itu Rowl .

"beruntung?"

"aku berbeda , aku bisa mengendalikan setidaknya setengah sisi gelapku , aku tidak ingin hidup lagi jika Sehun tidak mau menyerahkan tubuhnya , aku tidak akan memaksa , dan tidak akan membiarkan yang lain menganggunya itu sebabnya aku mengunci pintun ku rapat rapat berbeda dari yang lain "

"kau menguncinya ? baguslah setidaknya ia tidak perlu diganggu seperti aku saat ini " ia tidak serius , ia bersyukur setidaknya Rowl lebih baik dari Xeldom .

" mengganggu ? terserah apa katamu , aku hanya ingin memastikan setidaknya salah satu dari kalian tidak terlalu buta dengan masalah ini "

"lalu kenapa kau memberitahu ku kenapa kau tidak beritahu saja targetmu ?"

"karna Xeldom yang paling jahat" jawabnya , seketika tengkuk Kai meremang , benar dia memang terlihat lebih menderita diantara yang lain , kejadian didapur bulan lalu terngiang dikepalanya , rasa sakit kepala luar biasa , ibunya yang terus berulang keluar masuk , bayangan hitam yang muncul , ia tidak ingin itu terulang meski tidak ada jaminan untuk harapannya .

"hei apa roh lain juga sedang mengunjungi targetnya ?"

"tidak , sudah kubilang mereka tak perduli , berbicara seperti ini hanya akan menguras energi mereka , mereka lebih senang menguras energi kalian , terutama Xeldom catat itu !"

"ada satu hal yang ingin kutau , kenapa kalian selalu memakai wujud kami ? bahkan kau memakai wujud Sehun sekarang , tolong jangan katakan jika reinkarnasi itu nyata"

"tentu tidak , sebenarnya .. hah aku akan mendongeng jadi siapkan telingamu " ia tau itu gurauan , tapi Kai benar benar menyiapkan telinganya dengan baik .

"dunia tempat kalain biasa dibawa , tentu itu bukan dunia nyata , kau bisa memanggilnya zona kosong, tidak ada manusia hanya ada pengkopian dari dunia nyata , begitu pula dengan wujud asli kami , kami bisa menunjukannya didunia itu tapi di dunia ini tidak , kami tidak punya wujud asli disini karna bukan lagi makluk hidup , kecuali jika kau ingin melihat wujud hantuku , itu bisa dilakukan " Kai bergidik ngeri , dengan perlahan menggeleng ,tapi Rowl tidak menghiraukannya dalam sekali kedipan mata ia berubah menjadi makluk yang paling tidak ingin Kai lihat , wajah Rowl memiliki robekan dalam , pembulu darah tampak mengambang dikulitnya yang pucat putih . Kai memejamkan matanya seerat mungkin . "oke! Cukup wujud Sehun sejuta kali lebih baik dari pada dirimu ! tolong kembalilah seperti tadi !"

"wow itu sedikit menyakitkan , tapi baiklah , buka matamu"

Pelan , sangat pelan Kai membuka matanya , takut takut melihat yang tadi lagi , tapi Rowl tidak merubah wujudnya membuat Kai mengerang sambil memalingkan wajah"berengsek!"

" dasar lembek dengan hantu saja kau takut" bagi Kai itu penghinaan "apa katamu?!" ujarnya tak terima " jika kau tidak lembek lalu apa ? lihat aku sekarang kalau berani" sahut Rowl , jika makluk itu bukan hantu dan bisa mati lagi maka Kai akan membunuhnya . Sebagian adrenalinnya terpacu , Kai menoleh perlahan , sosok Rowl masih seperti itu , tapi Kai berusaha tenang "sekarang tarik kata katamu hantu sialan"

"baiklah , tapi setelah melihat reaksimu terhadap …"Rowl menjedah perkataanya

"ini!" tidak sampai sedetik kepala itu sudah maju dengan cepat mempersempit jarak sampai hanya dua centi , senyumnya sangat lebar dan mata yang sengaja dibesarkan sangat dekat , membuat jantung Kai meloncat kekerongkongan .

"sialan ! berengsek kau hantu keparat ! " Kai bahkan langsung terlonjak berdiri , sementara Rowl hanya tertawa . "lihat kau tidak lebih dari plung, lembek"

"terserahlah apa katamu , cepat hilangkan wajah jelekmu itu !"

"yeah lagipula ini sudah waktunya aku pergi jadi bye !"

-o-

saat Kai kembali Sehun telah duduk didepan api unggun , melempar beberapa bungkusan garam ke api agar tercipta bunyi letupan , Sehun duduk sangat dekat seakan tak takut letupan api mengenai wajahnya .

"hey kau terlihat seperti orang setengah gila " tepat saat sebuah suara menegurnya Sehun melihat Kai telah duduk di sampingnya .

"menghilang kemana kau?" Sehun meletakkan dagunya diatas dengkul , terlihat jelas baru bangun matanya sayu. Kai merasa darahnya berdesir ,entah dorongan dari mana tangannya terulur mengusak rambut karamel Sehun .

"tebing" jawabnya ,jawaban yang terlalu singkat mengingat apa yang telah terjadi .

Disaaat yang sama Sehun merasa hangat , kepalanya seakan tertarik menyandarkan diri pada ceruk leher Kai , Kai berbau seperti min disisi lain bau itu membuat kesan maskulin yang pas untuknya .

"ayo masuk dan tidur " Kai menoleh kesamping membuat lehernya bergesekan dengan hidung Sehun , Sehun hanya memiliki bau sabun mandi yang ia pakai tiap hari sangat tipis sampai Kai jarang bisa menciumnya.

Sekilas kejadian tadi kembali terngiang , Kai menghela nafas' ini akan selesai ' yakinnya dalam hati 'janji' .

TBC

Yeah ga ada yg mengesankan dri chap ini haha XD RnR yoo ,,, o iya btw makasi bngt buat yg msi nungguin ni ff terharu pas bca komenan ;_; o iy klo msalah sosmet sbenernya sya punya twitter tpi itu jrang bet dipake tpi klo mau follow kalian bsa cri vallen_vero dan sya juga punya 1 akun ig : lendro_vero kekekeke XD dan thx buat yg sudah bca .