I Won't Give Up!

Cross Gender, Drama, Family, OOC.

Your cold words, cold face, cold action. Your angry voice, as if talking to a stranger. Even after seeing all of this, I don't hate you and I won't give up!

-I Won't Give Up-

Author's Pov-

Donghae mendatangi rumah Siwon. Pria itu langsung masuk ke dalam ruang kerja Siwon karena Siwon memang sedang mengerjakan pekerjaan disana. ''Bagaimana hasil pencarianmu?'' Tanya Donghae langsung begitu masuk.

Siwon semakin tidak menyukai sifat tidak sopan adiknya. ''Jangan karena seorang wanita, kau menjadi tidak sopan pada Hyungmu, Donghae.''

''Oh, Hyung ingin dihormati? Maka dari itu, hormati juga orang lain terutama itu istrimu sendiri.''

''Jangan mengajariku soal sopan santun, lihat dirimu dan mulailah bercermin Donghae. Kau selalu ikut campur dan peduli pada wanita yang sudah menikah. Apa yang akan kau dapat dengan baik pada wanita itu, dia tidak akan menjadi milikmu kan?''

''Pikiranmu sempit Hyung. Apa setiap perbuatan baik pria untuk mendapatkan wanita? Itukah yang membuatmu tidak pernah berbuat baik, karena kau tidak menginginkannya.''

''Aku menginginkannya ataupun tidak, hanya aku yang tahu. Semua yang akan aku lakukan, akan menjadi tanggung jawabku. Sebagai seorang adik, tidak sepantasnya kau selalu menyerangku. Aku ini bukan musuhmu, aku kakak kandungmu.''

''Wah, sekarang kau mulai memikirkan soal persaudaraan Hyung. Aku pernah dengar kalau saudara itu saling berbagi tapi tidak untukmu kan? Kau selalu mendapatkan semuanya seorang diri, kau tidak pernah peduli pada saudaramu.'' Setelah mengatakan itu Donghae langsung pergi, Siwon hanya diam memikirkan kata-kata Donghae.

''Orang sepertimu tidak pantas membahas soal persaudaraan Hyung, kau bahkan membuat persaudaraan orang lain menjadi rumit.'' Gumam Donghae saat keluar dari rumah Siwon. Donghae memakai helm hijaunya lalu pergi meninggalkan rumah Siwon.

Siwon melempar pulpen yang sejak tadi dia pegang, matanya beralih pada foto keluarga yang ada diatas meja kerja. Di dalam foto itu, Siwon dan Donghae masih kecil, keduanya tersenyum bahagia dimana Siwon merangkul adiknya.

Mungkin masalah yang selama ini Siwon dan Donghae alami tidak berbeda jauh dengan Kibum dan Kyuhyun, bedanya masalah diantara pria jarang dibicarakan atau ditunjukan, keduanya lebih memilih saling menghindari bukan saling berbagi dan bicara seperti yang selalu Kibum dan Kyuhyun lakukan.

''Apa aku tidak masalah jika tinggal di apartemenmu?'' Tanya Kyuhyun yang berbaring dipangkuan kakaknya. Kibum yang sejak tadi sibuk mengganti-ganti saluran televisi pun menatap adiknya, ''Semua yang aku miliki, milikmu juga Kyu.'' Jawab Kibum.

''Kau hebat, kau punya segalanya termasuk restoran dan apartemen. Hidupmu sudah sangat sukses dan terjamin.'' Kyuhyun bangun dan duduk menghadap kakaknya.

''Kau bisa sepertiku jika kau bersungguh-sungguh. Kau itu pintar, seharusnya kau memulai usaha atau bekerja di perusahaan besar. Kembangkan semua yang kau punya, lalu hiduplah dengan bahagia.''

''Apa hidupmu sudah bahagia?'' Kyuhyun balik bertanya. Kibum diam lalu tersenyum, ''Aku sedang berjalan menuju kebahagiaan dan kau menemaniku untuk sampai disana.'' Kyuhyun ikut tersenyum lalu memeluk kakaknya, ''Adikku, sekarang aku akan melindungimu seperti dulu kau selalu melindungiku.''

''Aku juga akan selalu melindungimu, Eonnie.''

Kibum melepaskan pelukannya, ''Sudah jam 10, tunggu sebentar.'' Kibum berjalan ke arah dapur, Kyuhyun hanya mengangkat bahu lalu mulai berbaring. Sedikit menguap, Kyuhyun memilh untuk menutup mata. ''Jangan dulu tidur, minum ini.'' Kibum memberikan segelas susu untuk Kyuhyun.

''Aku bukan anak kecil lagi Eonnie, apa harus minum susu?''

''Minumlah cepat, susu bisa membuat tidurmu lebih nyenyak.''

Kyuhyun meminum susu cokelat itu sampai habis, ''Terima kasih banyak.'' Kyuhyun mengembalikan gelasnya, Kibum hanya mengusap kepala Kyuhyun lembut. ''Tidurlah~'' Kyuhyun menurut seperti anak kecil yang tengah ditidurkan oleh Ibunya. Kibum kembali ke dapur, Kyuhyun membuka mata lalu tersenyum.

''Kau tidak pernah berubah, bagaimana bisa aku jadi sejahat ini.'' Kyuhyun kembali mengingat kesalahannya menikahi 'mantan' kekasih kakaknya. Kyuhyun kembali menutup mata saat Kibum kembali. Kibum berbaring di sebelah Kyuhyun lalu mematikan lampu. Kyuhyun tidak bisa tidur, Kyuhyun duduk sambil menatap ke arah Kibum. Kyuhyun kemudian turun dari tempat tidur, berjalan ke arah dapur dengan membawa ponselnya.

-I Won't Give Up-

Donghae masuk ke dalam kamarnya setelah sebelumnya mengabaikan kata-kata Ibunya yang mempertanyakan kemana Donghae seharian. Eomma Choi curiga kalau anaknya itu pasti memiliki masalah atau dia kembali bertengkar dengan Siwon, anak sulungnya yang belakangan ini membuat Eomma Choi pusing karena kebodohannya.

Eomma Choi terkejut saat ponselnya tiba-tiba berdering. Eomma Choi melihat menantu tercintanya yang menelpon, Eomma Choi sangat senang dan langsung menerima panggilan Kyuhyun setelah sebelumnya masuk ke dalam kamarnya sendiri.

''Apa kabar Eomma?'' Tanya Kyuhyun begitu dijawab. Sama seperti Siwon waktu itu, Eomma Choi langsung mengajukan banyak sekali pertanyaan. Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya, ''Tenanglah Eommanim, aku baik-baik saja.''

''Kyuhyun, kau dimana sayang? Kapan kau kembali? Apa kau pergi karena Siwon? Tolong maafkan anakku yang bodoh itu.''

Kyuhyun tersenyum, ''Eomma, aku pergi karena keinginanku sendiri. Aku sudah kembali, aku akan segera menemui Eommanim.''

''Oh sayangku~ ayo kita bertemu. Ada yang ingin aku katakan, ini untuk kebaikanmu dan Siwon.''

''Maksud Eomma apa? Apa Eomma memiliki rencana untuk kami?''

''Kau begitu cepat mengetahui tujuanku. Iya sayang, aku ingin bekerjasama denganmu untuk mendapatkan Siwon. Dia akan selalu menjadi suamimu, kalian akan bersama selamanya.''

''Eomma, setelah semua yang terjadi... Apa Eomma masih menginginkanku? Apa Eomma tidak marah atau membenciku?''

''Kau tidak bersalah! Semua ini kesalahan putra Eomma yang bodoh itu. Tapi Eomma yakin kalau sebenarnya Siwon tidak lagi mencintai Kibum. Apa dia akan terus mencintai seseorang yang sudah mencintai pria lain?''

''Aku harap Eomma tidak membenci atau menyalahkan kakakku. Dia melakukan semua itu untuk kebahagiaanku. Dia sangat menyayangiku itulah kenapa dia menyembunyikan soal hubungannya dengan Siwon. Sekarang aku tahu dan mulai menyadari kesalahanku. Aku terlalu memaksakan perasaanku pada Siwon, seharusnya aku lebih berusaha untuk mengubah perasaan Siwon bukan menjebaknya dalam sebuah pernikahan.''

''Kau tidak menjebaknya sayang. Semua ini terjadi karena salah Eomma. Karena Eomma sangat menginginkanmu sayang, Eomma ingin kau menjadi pendamping Siwon tapi Eomma malah membuatmu menderita.''

''Terima kasih banyak Eommanim, aku sangat bahagia karena memiliki mertua seperti Eommanim. Aku mencintai Siwon dan selalu mencintainya setelah apa yang terjadi, tapi aku tidak bisa seperti dulu lagi Eomma.''

''Apa maksudmu sayang? Apa kau akan menyerah?''

''Entahlah Eomma, aku sadar jika caraku untuk mendapatkan cinta Siwon itu salah. Aku mungkin harus mencari cara lain, yang pasti aku tidak akan menyerah.''

''Oh sayangku, aku sangat menyukai kegigihanmu. Jangan pernah menyerah sayang, kau pasti berhasil merebut hati Siwon. Eomma yakin, kau bisa membuat Siwon bahagia begitupun sebaliknya.''

''Jika aku tidak lagi menjadi menantu Eomma, apa Eomma akan terus menyayangiku?''

''Sayang! Apa yang kau katakan, jangan pernah mengatakan itu lagi. Kau akan selalu menjadi menantuku, istri dari anakku dan Ibu dari cucu-cucuku.''

''Eommanim, aku merasa tidak percaya diri untuk itu.''

''Kau sangat mencintai Siwon, untuk itu jangan menyerah! Teruslah berusaha sayang, aku akan selalu mendukungmu.''

''Terima kasih Eommanim tapi kita lihat saja nanti. Besok aku akan ke rumah Eommanim tapi aku tidak ingin bertemu dengan Donghae apalagi Siwon. Tolong mereka berdua jangan sampai tahu kalau aku kembali.''

''Eoh? Eomma bisa mengerti jika kau tidak ingin bertemu dengan Siwon, tapi kenapa Donghae juga?''

Ah, benar. Eomma Choi tidak tahu yang terjadi diantara mereka bertiga. Donghae begitu membenci Siwon karena penderitaan yang Kyuhyun alami, Donghae juga terlihat menyukai Kyuhyun jadi wajar jika Kyuhyun belum siap bertemu dengan Donghae juga.

''Aku hanya ingin bertemu dengan Eommanim dan Aboji, itu saja tidak ada alasan lain.''

''Baiklah sayang, Eomma akan mengatur semuanya.''

''Terima kasih banyak, Eommanim.''

-I Won't Give Up-

Keesokan Harinya.

Sampai saat ini hanya Eomma Choi dan Kibum yang mengetahui kalau Kyuhyun sudah kembali. Kyuhyun tinggal di apartemen Kibum karena belakangan Kibum memang memilih tinggal di apartemen yang lebih dekat dengan tempatnya bekerja. Eomma Choi sudah berjanji untuk tidak memberitahu siapapun terutama Siwon dan Donghae.

''Sarapan dulu, Kyuhyunie.'' Tegur Kibum karena Kyuhyun tidak makan apapun sejak bangun dari tidurnya. ''Aku tidak lapar, Eonnie.'' Kyuhyun hanya minum jus jeruk tanpa menyentuh piring makanannya.

''Kita akan bertemu dengan Eomma, kau harus kuat untuk menghadapi semuanya Kyuhyun.'' Kibum tetap memaksa. Kyuhyun akhirnya mau menyentuh makanannya, Kibum hanya tersenyum melihatnya.

''Oke. Hari ini kita akan mengatakan semuanya pada Eomma setelah itu kita pergi ke rumah mertuamu. Aku juga harus meminta maaf pada orangtua Siwon.''

''Apa Eomma akan memaafkanku?''

''Kyuhyunie, setiap orangtua pasti memaafkan anaknya asalkan kau mau meminta maaf dan menyesali semuanya. Percayalah, Eomma akan memaafkan kita.''

''Aku tahu, Eomma pasti memaafkanmu Eonnie. Tapi aku, aku tidak yakin Eomma akan memaafkanku. Mungkin Eomma sudah membaca surat yang aku tulis, saat aku menulis surat itu aku memang ingin menanggung semua kesalahan tapi aku juga takut kalau Eomma tidak akan memaafkanku.''

''Tidak Kyuhyun, Eomma tidak pernah membedakan kita. Disini kita berdua salah, sebenarnya aku yang paling bersalah karena aku yang menyembunyikan hubunganku dengan Siwon. Jika dari awal aku jujur, semuanya tidak akan seperti ini.''

''Soal itu, aku tidak akan bertanya alasanmu menyembunyikannya. Tapi aku tetap paling bersalah Eonnie, aku telah menikah dengan pria yang tidak mencintaiku.''

''Aku mohon, berhenti menyalahkan dirimu sendiri Kyuhyun!''

Kyuhyun diam, ini kali pertama Kibum membentaknya.

-I Won't Give Up-

Siwon masuk ke dalam ruang kerjanya diikuti oleh Sekretaris Kang. Siwon tidak seperti biasanya, dia nampak tidak bersemangat. Sekretaris Kang sejak tadi berbicara, menjelaskan semua yang terjadi saat Siwon tidak ada, tapi Siwon tidak menanggapinya dan hanya diam. Sekretaris Kang menyadari ketidakfokusan Siwon, ''Sajangnim, anda baik-baik saja?''

Siwon mulai sadar, ''Sekretaris Kang, menurutmu Kyuhyun itu seperti apa?'' Tanya Siwon langsung, Sekretaris Kang sedikit terkejut. ''Nyonya Choi...'' Sekretaris Kang sedikit berpikir lalu melanjutkan ucapannya, ''Nyonya Choi sangat ceria dan ramah, sepertinya Nyonya Choi tidak pernah menunjukan kesedihannya pada orang lain. Saya tidak begitu mengenalnya, saya menilai hanya dari kesan saya bertemu dengannya beberapa kali.''

''Apa menurutmu dia akan kembali?''

''Maaf tapi menurut saya semuanya tergantung pada Tuan, apa Tuan ingin dia kembali?''

''Entahlah, mungkin iya tapi mungkin juga tidak. Kembalinya dia ataupun tidak, tidak akan merubah keputusan Kibum untuk menikah. Yang membuatku tidak bisa terima, pria yang akan menikahi Kibum adalah orang yang Kyuhyun kirim untuk membuat kami tidak memiliki kesempatan untuk bersama lagi.''

''Apa Tuan yakin kalau Nyonya Choi ada dibalik semuanya? Maksud saya, sangat tidak mungkin jika pria yang akan menikahi Nona Kibum mau menikahinya hanya karena Nyonya Choi. Itu tidak masuk akal kan?''

''Shim Changmin adalah teman Kyuhyun, mereka selalu berkomunikasi dan merencanakan semuanya. Mungkin pria itu tidak mencintai Kibum, aku takut Kibum akan menderita jika hidup dengan pria itu.'' Siwon diam setelah mengatakan itu, ''Apa Kyuhyun juga menderita hidup denganku?''

''Kau boleh keluar, Sekretaris Kang.''

Setelah sekretaris Kang keluar, Siwon mulai berpikir. Apa dia telah keterlaluan pada Kyuhyun? Kenapa Siwon tidak memberikan kesempatan untuk Kyuhyun menjelaskan semuanya. Mungkin benar kalau Kyuhyun tidak ada hubungannya dengan kedekatan Kibum dan Changmin. Siwon masih belum bisa menerima kenyataan kalau hubungannya dan Kibum telah lama berakhir dan sekarang Kyuhyun yang berstatus istrinya.

''Anda tidak boleh masuk, Tuan.'' Sekretaris wanita melarang seorang pria yang menerobos masuk ke dalam ruangan Siwon. Siwon menatap pria itu, ''Biarkan dia masuk, kau boleh pergi Luna.''

Siwon berdiri lalu mendekati pria yang baru saja menerobos masuk ke dalam ruangannya, ''Untuk apa kau kemari, apa kita memiliki masalah?'' Tanya Siwon mendekati Seunghyun.

''Kita memiliki masalah karena kau telah menyia-nyiakan Kyuhyun, aku tidak bisa menerima itu Siwon-shhi.'' Jawab Seunghyun tegas. Siwon tersenyum, ''Memangnya kau siapa? Apa urusanmu dengan masalah kami? Kau bahkan bukan keluarga Kyuhyun!''

''Aku memang bukan keluarganya tapi aku peduli padanya. Tidak peduli kau menilai hubungan kami seperti apa, aku akan tetap membela dan melindungi Kyuhyun!''

''Aku tidak tahu kalau Kyuhyun memiliki superman sepertimu. Tapi sayangnya kau tidak berhak ikut campur, atau aku bisa menendangmu pergi karena menerobos masuk ke dalam kantorku.''

Seunghyun membalas senyuman tajam Siwon, ''Kau berpikir kalau kau bisa mengendalikan semuanya seorang diri. Kau bahkan mengendalikan Kyuhyun dan sekarang kau membuangnya begitu saja. Dimana hati nuranimu, perasaanmu dan otakmu!''

Siwon merasa emosi mendengarnya, ''Pergi sebelum aku memanggil satpam untuk mengusirmu. Satu hal yang harus kau ingat, jangan pernah ikut campur pada masalah kami.''

''Kau akan menyesal Siwon-shhi. Kyuhyun terlalu berharga untuk kau sia-siakan. Saat waktunya tiba, aku pasti akan melihat kau menangis dan mengemis di kaki Kyuhyun. Kita lihat saja nanti, Siwon-shhi.'' Seunghyun langsung keluar setelah mengatakan kata-kata yang selalu ingin dia katakan di depan Siwon.

Siwon sangat marah mendengarnya, siapa Seunghyun sampai-sampai dia berani ikut campur pada masalah rumah tangganya. ''Kita lihat saja nanti Seunghyun-sshi. Aku sangat yakin kau menyukai Kyuhyun tapi kita lihat kalau Kyuhyun hanya mencintaiku dan dia hanya akan menjadi milikku.''

-I Won't Give Up-

Kyuhyun merasa tegang saat sampai di depan rumah orangtuanya, Kibum merasakan hal yang sama tapi dia berusaha lebih tenang dari adiknya. ''Apapun yang Eomma katakan, tolong jangan masukan ke dalam hati. Disaat Eomma mengatakannya saat emosi, itu bukan yang sebenarnya ingin Eomma katakan.'' Ucap Kibum pada Kyuhyun.

''Aku tahu, aku tidak akan pernah sakit hati apalagi semuanya karena kesalahanku.''

Kibum menggenggam tangan Kyuhyun, tersenyum lalu mulai menekan bel. Tidak membutuhkan waktu lama, pintu dibuka oleh Ahjumma yang mengurus rumah keluarga Cho. ''Nona Kibum dan Kyuhyun.'' Ahjumma Kim itu tersenyum.

''Apa kabar Ahjumma?'' Tanya Kibum lalu keduanya masuk.

''Saya baik, akan saya buatkan minuman.''

''Tidak usah Ahjumma, jangan perlakukan kami seperti tamu.'' Larang Kyuhyun, Ahjumma itu tersenyum lagi lalu ijin ke belakang. Kyuhyun menatap foto keluarga yang terpajang di dinding, dia mengingat semua yang telah dia lalui di rumah itu. Keceriaan sampai rasa sedih yang dia alami selama tinggal di rumah orangtuanya.

''Oh ternyata kedua putriku yang datang.'' Eomma Cho datang dari arah tangga, Kibum dan Kyuhyun menatap pada Ibu mereka. Eomma Cho mendekati kedua putrinya begitupun dengan Kibum dan Kyuhyun yang berjalan untuk lebih dekat dengan Ibu mereka.

''Bagaimana kabarmu, Eomma?'' Kibum memeluk dan mencium Ibunya begitupun dengan Kyuhyun, ''Aku merindukan Eomma.'' Bisik Kyuhyun. Eomma Cho mengelus kedua pipi putrinya, ''Duduklah, mari kita bicara.'' Kibum dan Kyuhyun saling pandang tapi mengikuti kata-kata Ibu mereka.

''Ahjumma bawakan kami minuman.'' Pinta Eomma Cho pada Ahjumma Kim. Eomma Cho menatap kedua putrinya bergantian, ''Sudah lama kalian tidak terlihat sekompak ini, apa kalian janjian datang bersama?'' Tanya Eomma Cho, berpura-pura tidak tahu.

''Ada hal penting yang ingin kami katakan pada Eomma.'' Ucap Kyuhyun, Kibum hanya menarik nafas dan berusaha tenang. Kyuhyun terlihat tidak tegang seperti tadi, dia begitu tenang seperti biasa. Eomma Cho merubah posisi duduknya untuk lebih tegak, ''Bicaralah, tidak boleh ada yang disembunyikan antara anak dan orangtua.''

Kibum baru akan bicara tapi Kyuhyun mengisyaratkan agar Kyuhyun yang bicara. ''Sebelumnya, apa Eomma sudah membaca surat yang aku tulis?'' Tanya Kyuhyun, Eomma Cho tentu sudah membaca surat yang dibawa oleh Ibu Siwon waktu itu. ''Surat apa Kyuhyun, kenapa kau menulis surat untuk Ibumu? Kau bisa bicara langsung jika ada yang ingin kau katakan.''

''Begini Eomma, sebenarnya maksud Kyuhyun...'' Kyuhyun memotong ucapan Kibum, ''Aku menulis surat untuk mengakui semua kesalahanku, semua dosa-dosaku telah aku tulis di surat itu sebelum aku melarikan diri dari rumah.''

Eomma Cho berdiri dari duduknya, dia tidak bisa terus berpura-pura tidak mengetahui semuanya. ''Eomma sudah tahu semuanya, kalian berdua membuat Eomma sangat malu!'' Marah Eomma Cho, Kyuhyun tidak terkejut lagi kalau Ibunya sudah tahu.

''Eomma, semuanya kesalahanku. Aku adalah orang yang seharusnya bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Tolong, jangan marah pada Kyuhyun karena aku yang bersalah.'' Kibum berlutut di depan Ibunya.

''Jangan lakukan itu Kibum Eonnie, jangan mengakui sesuatu yang bukan kesalahanmu. Bangun! Aku yang seharusnya meminta pengampunan dari Eomma.'' Kyuhyun meminta Kibum agar bangun tapi Kibum tetap tidak mau bangun dan terus berlutut.

''Kalian berdua bersalah, aku sungguh malu memiliki anak seperti kalian!'' Eomma Cho memilih menjauhi keduanya. Kibum sudah menangis tapi Kyuhyun tetap tegar dan tidak menangis. Kibum mengejar Ibunya dan kembali berlutut, ''Maafkan kami Eomma, kami menyesal dan siap untuk menanggung semuanya.'' Eomma Cho menatap Kibum lalu menatap Kyuhyun juga.

''Lihatlah, orang yang seharusnya meminta maaf terus mempertahankan egonya dan hanya bisa meminta maaf lewat surat. Apa yang kau tulis di surat itu semuanya benar?'' Eomma Cho mendekati Kyuhyun, berdiri di depan anak kandungnya dengan wajah penuh amarah.

Kyuhyun mulai berlutut, ''Aku tahu apa yang aku lakukan tidak pantas untuk dimaafkan, aku tidak akan memaksa Eomma untuk memaafkanku. Sekalipun Eomma tidak akan mengakuiku sebagai putrimu lagi, aku akan merimanya sebagai hukuman.''

Eomma Cho sudah mengangkat tangannya, ''Apa ini caramu meminta maaf! Harus berapa kali aku mengajarimu sopan santun Cho Kyuhyun!'' Teriak Eomma Cho begitu keras, Ahjumma yang sejak tadi memegang nampan minuman hanya bisa membuka mulut.

Kibum langsung berlari dan melindungi adiknya dengan memeluknya dari belakang, ''Hukum saja aku Eomma, aku yang bersalah atas semua yang terjadi.'' Kibum menangis dan terus meminta maaf, Kyuhyun masih mempertahankan dirinya untuk tidak menangis.

Kyuhyun melepaskan pelukan kakaknya, ''Tolong jangan melindungiku lagi, perbuatanku sudah melewati batas. Aku pantas menerima semua hukuman atas kesalahanku.'' Kyuhyun kembali berdiri, menatap wajah Ibunya. ''Aku akan menceritakan semuanya Eomma, semua kesalahan yang aku lakukan mungkin tidak bermaafkan tapi aku akan menanggung semua hukuman yang harus aku terima.''

''Jika aku memintamu untuk berpisah dari Siwon, apa kau akan melakukannya? Apa kau akan membiarkan pria itu kembali pada kakakmu, orang yang seharusnya menjadi istrinya?

Kibum langsung menolak, ''Jangan lakukan itu Kyuhyun, dia adalah suamimu dan aku tidak ingin bersama dengan Siwon untuk alasan apapun.''

Kyuhyun sangat berat untuk menjawab tapi dia tidak akan bisa membohongi perasaannya, ''Aku tidak bisa Eomma, aku sangat mencintai pria itu dan aku tidak akan membiarkannya pergi dari sisiku.''

Eomma Cho tersenyum tapi dia tidak bisa menahan dirinya lalu menampar pipi Kyuhyun sampai Kyuhyun terjatuh di lantai, ''Kau masih bisa bicara cinta di saat seperti ini, aku tidak pernah membesarkan anak sepertimu!'' Teriak Eomma Cho.

Kyuhyun merasakan sakit di sekujur tubuhnya terutama hatinya tapi Kyuhyun tetap tidak mau menangis, dia merasa pantas mendapatkan hal yang lebih dari sebuah tamparan. Kibum sudah menangis dan langsung menghampiri Kyuhyun, ''Kyuhyun, kau baik-baik saja?''

''Kalian berdua sungguh membuatku gagal menjadi seorang Ibu. Sebagai seorang kakak kenapa kau mau mengalah dan menderita sedangkan kau sebagai seorang adik kenapa kau sangat tega melakukan itu pada kakakmu! Sekarang kalian lihat, lihat dengan baik-baik, apa yang sekarang kalian dapatkan! Apa kau tidak malu Kyuhyun, pria itu tidak mencintaimu tapi kau terus mengemis padanya. Dan kau Kibum, apa yang kau korbankan justru membuat saudaramu menderita!''

''Kalian berdua sungguh tega pada kami semua. Kalian berakting di depan kami, kalian pikir kami tidak menyadari semuanya. Sejak awal keluarga itu datang, aku sudah curiga kalau dia telah salah datang ke rumah kita. Aku tidak melihat raut bahagia di wajah pria itu saat dia melamarmu, sekarang aku tahu kalau bukan kau yang ingin dia nikahi.''

''Keluarganya mungkin baik padamu, tapi sadar Kyuhyun, kau menikah dengan pria itu bukan menikah dengan keluarganya. Apa yang bisa kau harapkan dari pernikahan seperti itu? Sekarang kau masih bicara soal cinta, apa kau ingin menghancurkan hidupmu dan keluargamu sendiri?

''Dan kau Kibum, apa yang kau pikirkan sampai kau memutuskan pria itu untuk menikahi adikmu. Apa kau tidak tahu bagaimana pria itu sangat mencintaimu? Lihat, apa yang kau pikir baik tidak selamanya berakhir baik. Sekarang orang yang paling terluka dan malu adalah aku, aku membesarkan kalian dengan cinta yang sama tapi kalian justru saling menyakiti.''

Kyuhyun mencoba untuk bangun dengan memegangi bagian perutnya yang terus terasa sakit beberapa hari terakhir, ''Eomma, apa benar selama ini Eomma memberikan kami cinta yang sama? Aku, apa aku adalah anak kandung Eomma?'' Kyuhyun bertanya, mempertanyakan pertanyaan yang selama ini selalu ingin dia tanyakan.

Eomma Cho terkejut dan refleks menatap Kibum yang sebenarnya bukan anak kandungnya. ''Pertanyaan macam apa itu, apa kau pantas bertanya seperti itu?'' Eomma Cho berusaha tenang.

Kyuhyun tidak bisa menahan airmatanya lagi, dia akhirnya tumbang dan menangis. ''Aku selalu bertanya-tanya, kenapa aku tidak bisa seperti Eomma, Appa dan Kibum Eonnie. Aku memang bukan anak yang baik, sejak kecil aku selalu membuat masalah dan segala kekacauan. Tapi apa aku salah jika aku ingin Eomma menyayangiku? Aku pikir dengan menikah dengan pria sukses seperti Siwon, akan membuat Eomma bangga padaku.''

Kibum hanya bisa menangis, dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Eomma Cho mulai menyadari kesalahan terbesarnya selama ini yaitu selalu melindungi Kibum atas rasa bersalahanya yang besar atas hidup anak itu yang hancur karenanya. Tanpa Eomma Cho tahu, putri kandungnya merasa terasingkan dan terabaikan.

''Aku tidak mengerti Eomma. Apa yang harus aku lakukan agar Eomma mau menyebutku 'putriku yang baik, putriku yang pintar, putriku yang cantik' atau apapun yang selalu Eomma katakan pada Kibum.''

''Eomma selalu mengatakan padaku untuk tidak membuat keributan, masalah dan aku selalu bersalah di mata Eomma. Aku memang tidak bisa lebih baik dari Kibum, karena aku bukan anak kandung Eomma kan? Tentu karena darah kita berbeda makanya aku tidak bisa sepertinya.''

''Cukup Kyuhyun! Jangan pernah mengatakan itu lagi, jangan paksa aku mengatakan kata yang bisa menyakitimu.''

''Katakan saja Eomma, aku sudah terbiasa mendengar semua kata-kata itu. Aku akan jujur, awalnya aku ingin menikah dengan Siwon karena aku ingin mendapatkan seseorang yang sangat mencintai Kibum. Tapi sekarang aku sadar, setelah beberapa waktu tinggal dengan pria itu, aku mengerti kalau aku tidak mungkin mendapatkan cintanya.''

''Aku ingin membuat dia mencintaiku lalu aku akan meninggalkannya, aku ingin melakukan apa yang selalu orang yang aku cinta lakukan. Dulu Appa selalu menyayangiku, membelaku saat aku dan Kibum bertengkar tapi sekarang Appa tidak lagi peduli padaku. Apa karena aku tidak bekerja, aku tidak sukses seperti Kibum. Aku hanya seorang wanita yang hidup tanpa tujuan, aku hanya mengikuti seorang pria yang tidak menginginkanku.''

''Kyuhyun, jangan pernah bicara seperti itu tentang Ayahmu atau Eomma tidak akan pernah memaafkanmu.''

''Aku sudah lelah Eomma, tolong jawab semua pertanyaanku. Apa aku tidak diinginkan oleh keluarga ini, apa kehadiranku hanya membawa petaka. Tolong jawab, aku tidak mau membuat kalian semakin menderita.'' Kyuhyun memohon di kaki Ibunya, Eomma Cho sudah tidak bisa melihat Kyuhyun lagi. Terlalu banyak penyesalan yang tidak mungkin bisa dia tebus.

''Pergilah Kyuhyun, aku tidak bisa menjawab semua pertanyaanmu.'' Eomma Cho memilih berpaling, tidak mau menatap wajah anaknya lagi. Kyuhyun kembali berdiri, ''Baiklah Eommanim, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Terima kasih atas semuanya Eomma, aku akan terus menyayangimu.'' Kyuhyun langsung keluar dari rumah.

''Kyuhyunie!'' Kibum langsung mengejar tapi sebelumnya menatap pada Ibunya, ''Eomma, Eomma telah menyakiti hati Kyuhyun. Dia sudah banyak menderita, aku tidak akan membiarkan dia lebih menderita lagi. Jika Kyuhyun pergi, aku akan pergi juga. Maafkan aku Eomma, aku menyayangimu.'' Kibum benar-benar keluar. Eomma Cho hanya bisa menangis terduduk di lantai.

-I Won't Give Up-

Kibum memeluk Kyuhyun yang menangis, sekarang keduanya dalam perjalanan ke rumah orangtua Siwon. Kyuhyun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengatakan semua yang selama ini selalu dia pertanyakan. Kibum meminta agar mereka tidak pergi ke rumah orangtua Siwon tapi Kyuhyun tetap ingin pergi karena tidak ingin membuat Eomma Choi kecewa.

''Sayang, kau pucat. Lebih baik kita ke rumah sakit, oke?'' Kibum sangat khawatir pada adiknya. Kyuhyun menggeleng, ''Tidak, aku baik-baik saja. Aku harus bertemu dengan Eomma Choi, aku tidak ingin membuatnya kecewa.'' Kibum tidak bisa bicara apa-apa lagi menghadapi sifat keras kepala Kyuhyun.

Kyuhyun mencoba untuk menerima semuanya, mungkin apa yang dia pikirkan memang benar. Ibunya tidak mau menjawab semua pertanyaannya, itu artinya yang selama ini Kyuhyun pikirkan pasti memang kenyataan. Kyuhyun tidak membenci Ibunya, dia tidak akan pernah berhenti menyayangi orangtuanya.

Kyuhyun menatap pintu rumah yang beberapa waktu lalu selalu dia datangi dengan penuh semangat dan perasaan optimis. Berbeda dengan sekarang, hanya ada kesedihan yang mengantar Kyuhyun sampai di depan pintu kediaman Choi, keluarga kedua yang sangat Kyuhyun sayangi.

''Aku akan selalu bersamamu Kyuhyunie, semangat!'' Kibum berusaha tersenyum, Kyuhyun memeluk Kibum erat.

Kyuhyun mulai mengetuk pintu rumah, dia bahkan lupa kalau rumah itu memiliki bel. Kibum tersenyum lalu dia yang menekan bel, Kyuhyun menatap kakaknya lalu tersenyum menyadari kalau Kyuhyun mulai kurang fokus. Pintu besar itu mulai terbuka, sosok yang sudah menunggu Kyuhyun sejak pagi terlihat menangis saat melihat Kyuhyun.

''Eommanim~'' Kyuhyun ikut menangis melihat Ibu Siwon, Eomma Choi langsung memeluk Kyuhyun erat. Eomma Choi tidak henti-hentinya menanyakan keadaan Kyuhyun sambil terus memeluknya. Kibum ikut terharu melihat kedekatan Kyuhyun dengan Eomma Choi. ''Eomma, aku sangat merindukanmu.'' Bisik Kyuhyun. Eomma Choi terus memeluk Kyuhyun tanpa sadar orang yang dipelukanya sudah tidak sadarkan diri.

''Kyuhyun?'' Eomma Choi mulai sadar, Kibum langsung memegangi Kyuhyun agar tidak jatuh, ''Eommanim, Kyuhyun pingsan.'' Panik Kibum. ''Supir, tolong kami.'' Teriak Eomma Choi pada supir pribadinya. Supir membantu membawa Kyuhyun masuk ke dalam mobil pribadi Eomma Choi.

''Apa dia sakit, Kibum?'' Tanya Eomma Choi yang duduk dibelakang dengan memangku kepala Kyuhyun. Kibum yang duduk di depan menoleh kebelakang, ''Aku rasa dia sakit, tadi aku sudah mengajaknya ke rumah sakit tapi Kyuhyun tidak mau.'' Jawab Kibum.

Eomma Choi terus menciumi wajah Kyuhyun, ''Tuhan, jangan sampai terjadi sesuatu pada Kyuhyun.'' Kibum juga berharap yang sama. Eomma Choi kembali menatap Kibum, ''Selama pergi dia tinggal dimana?'' Tanya Eomma Choi lagi.

''Nowon, dia bahkan sudah bekerja disana.'' Jawab Kibum, ''Tadi kami ke rumah Eomma, Eomma sangat marah pada kami berdua terutama Kyuhyun. Kyuhyun dan Eomma bertengkar.'' Lanjut Kibum. Eomma Choi yang sudah mengetahui semuanya tentu sudah memprediski.

''Biarkan Kyuhyun tinggal bersamaku, aku akan menjaganya seperti putriku sendiri.''

''Maksud Eommanim apa?'' Kibum tidak mengerti.

''Walaupun Siwon tidak menginginkan Kyuhyun sebagai istrinya atau dia menceraikan Kyuhyun, aku akan tetap menyayangi Kyuhyun seperti putriku sendiri. Kami tidak akan terpisahkan oleh apapun, jika berpisah dari Siwon adalah yang terbaik untuk Kyuhyun, aku akan meminta putraku untuk melepaskan Kyuhyun.''

''Tapi kami masih memiliki orangtua Eommanim, aku rasa Eomma tidak akan menyukai itu.''

''Aku tidak peduli. Aku tahu seperti apa Ibumu memperlakukan Kyuhyun, bagaimana bisa hanya karena rasa bersalah dia memperlakukan putri kandungnya dengan tidak adil.'' Eomma Choi tidak sadar dengan apa yang baru dia katakan.

''Apa maksud Eommanim sebenarnya? Apa yang Eommanim ketahui tentang keluargaku?''

Eomma Choi hanya diam dan tidak mungkin mengatakan rahasia Eomma Cho karena itu bukan haknya untuk memberitahu Kibum kenyataan yang sebenarnya. ''Anggap saja, aku menginginkan Kyuhyun untuk menjadi putriku.'' Elak Eomma Choi kemudian, Kibum merasa ada yang dirahasiakan oleh Ibu kandung Siwon, sesuatu yang berhubungan dengan keluarganya.

-I Won't Give Up!-

At Hospital.

Dokter yang menangani Kyuhyun keluar menemui Eomma Choi dan Kibum yang menunggu. Eomma Choi dan Kibum langsung mengajukan pertanyaan yang sama pada Dokter, ''Bagaimana keadaan Kyuhyun?'' Dokter terlihat tidak mengisyaratkan hal yang baik.

''Kita telah kehilangannya, kami tidak bisa melakukan apapun.'' Ucap Dokter dengan sarat penyesalan. Eomma Choi dan Kibum saling menatap lalu kompak menggelengkan kepala, ''Tidak mungkin, adikku tidak mungkin pergi.'' Kibum mulai menangis, dia tidak bisa percaya. Eomma Choi juga sama, Eomma Choi malah tertawa. ''Ya ampun Dokter, jangan bercanda ditengah kondisi genting seperti ini.''

Dokter mendekati Kibum dan Eomma Choi yang mulai saling merangkul lalu menepuk pundak Kibum, ''Kyuhyun-sshi tidak apa-apa...'' Kibum langsung memotong, ''Apa aku bilang, kenapa Dokter bercanda! Adikku tidak mungkin pergi.'' Kibum berusaha tersenyum, Eomma Choi hanya menangis.

Dokter kembali melanjutkan ucapannya yang terpotong, ''Kyuhyun-sshi selamat tapi tidak dengan bayinya.'' Eomma Choi dan Kibum kembali saling tatap, kali ini kompak menatap Dokter kembali. ''Bayi? Apa maksudmu Dokter? Menantuku tidak sedang mengandung.'' Eomma Choi sangat berharap jika apa yang dia katakan itu benar, menantunya tidak mengandung jadi tidak mungkin kehilangan bayi.

''Dokter? Pasien yang ada di dalam itu Cho Kyuhyun, dia adikku jadi pasien yang Dokter bilang kehilangan bayinya pasti bukan adikku.''

''Baiklah, kalian berdua ikut dengan saya, kita bicara di ruangan saya.'' Dokter berjalan terlebih dahulu. Eomma Choi merangkul Kibum dan terus bicara kalau Dokter pasti salah, Kibum membenarkan kata-kata Eomma Choi walaupun dia memikirkan sesuatu. ''Kyuhyun memang terlihat tidak baik saat kejadian tadi.'' Batin Kibum mengingat kejadian di rumah Ibunya tadi.

Dokter duduk di mejanya, Dokter meminta agar Eomma Choi dan Kibum duduk. Setelah keduanya duduk, Dokter mengambil hasil pemeriksaan dan USG yang telah dilakukan pada Kyuhyun.

''Cho Kyuhyun, usia 26 tahun yang dibawa ke rumah sakit ini dalam keadaan tidak sadarkan diri adalah kerabat kalian?'' Dokter bertanya.

''Dia menantuku / Dia adikku.'' Jawab Eomma Choi dan Kibum bersamaan.

Dokter mengeluarkan hasil USG, ''Ini adalah gambar saat kami memastikan jika janin di dalam rahim Kyuhyun-sshi sudah tidak terdengar detak jantung.'' Dokter mendekatkan hasil itu pada Eomma Choi dan Kibum.

''Saat pasien dibawa dalam keadaan tidak sadarkan diri, saya sendiri yang memeriksa dan menanganinya. Pasien sempat mengalami pendarahan ringan saat ditangani jadi kami mulai melakukan USG. Hasilnya, bayi yang mungkin baru berusia 1 bulan itu sudah tidak terdengar detak jantungnya.''

Eomma Choi dan Kibum mulai percaya namun kenyataan itu membuat keduanya sangat terpukul. Kyuhyun sendiri pasti tidak mengatahui keadaannya, itulah kenapa dia bisa lalai sampai kehilangan seperti sekarang.

''Apa yang harus kami lakukan sekarang?'' Eomma Choi bertanya, jujur Eomma Choi tidak sanggup mengatakan berita buruk itu pada Kyuhyun.

''Apa anda tahu apa yang menyebabkan menantu anda begitu tertekan? Penyebab keguguran itu tidak lain karena pasien terlalu memiliki banyak pikiran. Depresi ringan seperti ini sangat dihindari oleh setiap wanita yang mengandung, akibatnya seperti sekarang.''

''Menantu saya memang sedang mengalami hal yang berat belakangan ini ditambah menantu saya tidak mengetahui kondisinya yang tengah mengandung.''

''Baiklah, saya sarankan saat mengabarkan hal ini harus dengan hati-hati. Kondisi pasien masih lemah dan tidak stabil. Kalau boleh saya tahu, dimana suami Kyuhyun-shhi?''

Eomma Choi dan Kibum kembali saling pandang, Kibum menyerahkan pada Eomma Choi untuk menjawab pertanyaan dokter.

''Putra saya sedang ada di luar negeri, putra saya memiliki beberapa pekerjaan disana.'' Jawab Eomma Choi, Kibum lega karena Eomma Choi memilih alasan yang tepat.

''Kalau begitu saya percayakan Kyuhyun-shhi pada anda, Nyonya. Tolong diingat lagi, kondisi pasien masih belum stabil untuk sekarang. Saya hanya akan memberikan vitamin dan obat tidur, saya takut pasien kesulitan untuk istirahat.'' Dokter menulis resep lalu memberikannya pada Eomma Choi.

''Terima kasih banyak, Dokter Jang.'' Eomma Choi dan Kibum bersalaman dengan Dokter lalu keluar. Saat diluar, Eomma Choi menyender di dinding. Kibum langsung memeluknya, ''Apa yang harus kita lakukan Eommanim? Aku tidak sanggup memberitahu Kyuhyun.''

''Aku juga tidak tahu Kibum-ah, tapi kita harus tetap memberitahunya. Kenapa semuanya terjadi, bahkan Tuhan tidak membiarkanku untuk melihat cucuku lahir. Ini sangat berat untukku apalagi untuk Kyuhyun.''

''Ini juga sangat berat untukku Eommanin, aku salah satu penyebab dari semua yang terjadi pada Kyuhyun. Bagaimana bisa Kyuhyun selalu menjadi korban dari semuanya, adikku tidak salah Eommanin.''

''Sekarang kita tidak bisa saling menyalahkan Kibum, kita harus bisa membuat Kyuhyun kuat dan mampu melewati semuanya. Aku sangat malu mempunyai anak seperti Siwon, disaat dia kehilangan anaknya, dia bahkan tidak ada disini.''

Setelah saling menguatkan satu sama lain, Eomma Choi dan Kibum masuk ke ruang rawat Kyuhyun. Kyuhyun masih tidur karena pengaruh dari obat bius. Eomma Choi menggenggam tangan kiri Kyuhyun, menciuminya sambil menangis. Kibum juga tidak bisa menahan airmatanya saat melihat adiknya yang terbaring lemah. ''Sayangku, maafkan aku.'' Batin Kibum menatap wajah pucat Kyuhyun.

Tangan Kyuhyun mulai bergerak, Eomma Choi merasakan gerakan dari tangan Kyuhyun yang masih dia genggam. ''Kyuhyun sadar.'' Eomma Choi menghapus airmatanya, Kibum ikut menggenggam tangan Kyuhyun yang sebelah kanan. ''Kyuhyunie, apa kau bisa mendengar suaraku?'' Perlahan Kyuhyun membuka matanya, sedikit demi sedikit mata cokelat Kyuhyun terbuka.

''Kyuhyun?'' Panggil Eomma Choi pelan, Kyuhyun menatap Eomma Choi lalu tersenyum. Kyuhyun juga menatap pada Kibum, ''Eommanim, Eonnie.'' Panggil Kyuhyun pelan. Eomma Choi mencium pipi Kyuhyun, ''Apa yang kau rasakan sayang?'' Tanya Eomma Choi. Kyuhyun merasa sangat lemas dan sedikit pusing, ''Aku baik-baik saja Eommanim.'' Jawab Kyuhyun. ''Kenapa aku disini?'' Tanya Kyuhyun.

Kibum dan Eomma Choi kembali saling menatap, kali ini Kibum yang menjawab. ''Kau ingat kan, saat kita sampai di rumah Eomma Choi, kau pingsan Kyuhyunie.'' Kyuhyun mulai mengingat kejadian itu, saat sampai di rumah Eomma Choi, dia memang merasa sangat pusing sampai tidak bisa menahannya lagi.

''Iya, aku ingat. Maaf sudah merepotkan.''

Eomma Choi merasa sangat sedih tapi dia tidak mau Kyuhyun semakin sedih jika melihatnya menangis. Eomma Choi mengelus kepala Kyuhyun, ''Apa yang kau rasakan, sayang?'' Kyuhyun sangat merasa bahagia karena memiliki mertua yang entah sampai kapan akan menjadi mertuanya.

Kyuhyun berusaha duduk untuk meyakinkan bahwa dia sudah baik-baik saja, tapi Kyuhyun justru merasa perutnya terasa sangat sakit. ''Akh, perutku~'' Eomma Choi dan Kibum jadi panik, ''Berbaringlah terus, jangan dulu banyak bergerak.'' Eomma Choi langsung membantu Kyuhyun agar berbaring lagi, Kibum sangat merasa sedih melihat adiknya kesakitan.

''Kenapa perutku terasa sakit, sudah beberapa hari seperti ini tapi aku pikir aku akan mendapatkan menstruasi. Tapi sekarang semakin sakit dan aku belum mendapatkannya.''

Eomma Choi yakin kalau Kyuhyun tidak mengetahui kondisinya, rasa sakit yang Kyuhyun rasakan beberapa hari ini pasti salah satu gejala keguguran yang akan dia alami. Eomma Choi semakin tidak sanggup memberitahu berita buruk itu pada Kyuhyun.

''Kibum, kau saja yang memberitahunya, aku tidak sanggup.'' Eomma Choi berpaling lalu menjauhi ranjang Kyuhyun, Kyuhyun menatap keduanya dengan tatapan penuh pertanyaan. ''Memberitahu apa? Apa yang terjadi padaku? Aku pingsan karena aku kelelahan saja kan? Aku merasa baik-baik saja kecuali perutku yang tidak enak.''

Kibum tidak mau mengatakannya tapi dia harus memberitahu kenyataan pahit itu pada Kyuhyun, ''Sebelumnya aku ingin bertanya, Kyu.'' Kyuhyun sudah tidak sabar, ''Katakan semuanya Eonnie, jangan berbelit-belit karena aku tidak sabar untuk mengetahuinya.''

Kibum menarik nafas sejenak, ''Tuhan belum sepenuhnya mempercayakan kau untuk menjaganya, Tuhan mengambilnya kembali karena menyayangimu.''

''Demi Tuhan, aku tidak mengerti maksudmu Eonnie. Siapa yang kau maksud, siapa yang Tuhan ambil dariku?'' Kyuhyun jadi sedikit kesal karena Kibum banyak bermain kata disaat dia sangat penasaran. Eomma Choi langsung memeluk Kyuhyun sambil menangis, ''Kita telah kehilangannya sayang, cucuku telah pergi bahkan sebelum aku melihatnya lahir.''

Kyuhyun langsung diam, mencoba mencerna semua kata-kata Eomma Choi. Perlahan airmata Kyuhyun mulai keluar walaupun dia tidak bisa percaya. Bagaimana itu bisa terjadi disaat dia bahkan tidak mengetahui kehadiran nyawa baru di dalam tubuhnya. ''Tidak mungkin Eommanim, bagaimana bisa seorang yang tidak hamil bisa kehilangan bayinya.''

Eomma Choi menghapus airmata di kedua pipi Kyuhyun, ''Saat kau pergi, kau sedang dalam keadaan mengandung anak Siwon. Eomma tidak berbohong sayang, Eomma sama kaget dan terluka sepertimu. Tolong maafkan kami semua, maafkan Siwon juga yang tidak bisa menjagamu.''

Kyuhyun tidak bisa bicara lagi, dia tidak menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri. Bagaimana dia tidak bisa merasakan kalau dirinya berbadan dua, Ibu seperti apa Kyuhyun sampai dia tidak mengetahui kondisinya sendiri. Dia juga merasa bertanggung jawab atas sikapnya saat pergi dari rumah Siwon, dia begitu mudah emosi sampai memutuskan pergi.

''Sayang, tolong katakan sesuatu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri, kami semua ikut bersalah atas semua yang terjadi.''

''Tidak Eommanim, semua ini kesalahanku. Ini hukuman untukku, Tuhan mengambil anakku untuk semua kejahatan yang telah aku lakukan.''

''Jangan bicara begitu, kau tidak pernah berbuat kejahatan. Semua yang terjadi bukan kesalahanmu, kau dan Kibum adalah korban dari keadaan dan...''

''Ini juga bukan salah Siwon, Eomma.'' Potong Kyuhyun. ''Dia tidak salah, dia telah mencintai orang yang benar tapi hidup dengan orang yang salah.'' Lanjut Kyuhyun. Kibum jadi merasa semakin bersalah, ''Dia mencintai orang yang salah.'' Tambah Kibum. Kyuhyun menggeleng pada kakaknya, ''Tidak, dia mencintai orang yang benar. Kau orang yang sangat baik, cerdas dan kau orang yang pantas dicintai.''

''Kalian berdua pantas untuk dicintai.'' Eomma Choi menengahi, ''Kalian berdua harus kuat, semua masalah pasti akan terselesaikan dengan baik.'' Lanjut Eomma Choi.

''Aku harus bagaimana Eommanim, aku sudah kehilangan anakku. Satu-satunya yang seharusnya bisa aku miliki dari Siwon.''

Eomma Choi dan Kibum bisa mengerti kesedihan Kyuhyun walaupun Kyuhyun terlihat menahan dirinya untuk tidak terlihat lemah di depan keduanya. Selalu seperti itu, selama ini Kyuhyun selalu menelan semua kesedihan dan luka hatinya sendiri. Kibum tidak pernah melihat Kyuhyun menangis atau mengatakan semua luka hatinya di depan Kibum, dia selalu ingin terlihat baik-baik saja bahkan sekarang di saat dia kehilangan.

''Apa kau akan tetap bersembunyi dari Siwon?'' Kibum mulai bertanya, Kyuhyun menatap kakaknya. ''Apa aku pantas menampakan wajahku saat aku telah membuat anaknya pergi?'' Kibum menggeleng keras, ''Itu kecelakaan dan takdir, semuanya bukan kesalahanmu Kyuhyun.'' Kibum sedikit kesal dengan sifat keras kepala Kyuhyun.

''Sebaiknya kita membahas ini nanti, sekarang kita pulang Sayang. Apa kau akan tetap tinggal di apartemen? Jika mau, kau bisa tinggal bersama Eomma tapi mungkin Donghae akan mengetahui semuanya.''

''Aku akan tinggal dengan Kibum Eonnie di apartemennya. Aku tidak mau mengambil resiko dengan bertemu Donghae, Donghae dan Siwon itu adik kakak jadi aku tidak ingin Siwon tahu semuanya dari adiknya bukan dari mulutku sendiri.''

''Iya Sayang, walaupun Eomma merasa Siwon dan Donghae itu berbeda. Eomma justru berharap kau mengenal Donghae lebih dahulu dan kau menyukainya. Eomma terkadang berpikir bodoh jika memikirkan masalah kalian.''

''Aku melihat Donghae di hari yang sama saat aku melihat Siwon, tapi aku tidak mengerti kenapa aku bisa jatuh cinta pada Siwon sejak pertama aku melihat senyumannya. Saat itu dia tersenyum ke arah kami (Kibum dan Kyuhyun), dan sekarang aku tahu kalau dia hanya tersenyum pada Kibum Eonnie.''

Kibum langsung mengalihkan pembicaraan, ''Kyuhyunie, pakai jaketku. Kau harus tetap hangat agar tidak sakit.'' Kibum melepas jaket yang dipakaianya. Kyuhyun dengan bantuan Eomma Choi berusaha untuk duduk walaupun dia tidak bisa banyak bergerak.

Setelah mengurus semuanya, Eomma Choi mengantar ke aparteman Kibum dengan menaiki mobil pribadi Eomma Choi. Eomma Choi melarang supir untuk memberitahu siapapun terutama Donghae dan Siwon soal kejadian ini. Eomma Choi tahu kalau Kyuhyun membutuhkan waktu untuk mengatakan semuanya pada Siwon.

Kyuhyun langsung istirahat begitu sampai, Kyuhyun meminta agar Eomma Choi dan Kibum membiarkan dia sendiri. Eomma Choi dan Kibum mengikuti kata-kata Kyuhyun lalu keduanya bicara berdua di ruang tamu. Kibum menyajikan teh hijau untuk membuat Eomma Choi lebih tenang. ''Minumlah, Eommanim.''

Eomma Choi tersenyum pada Kibum, sebenarnya Eomma Choi juga sangat menyukai Kibum tapi baginya Kyuhyun tetap tidak bisa digantikan oleh siapapun. ''Boleh aku bertanya, Kibum-ah?'' Kibum sedikit terkejut tapi menganggukan kepala.

''Apa alasanmu menyembunyikan hubunganmu dengan anakku, maksudku kenapa aku tidak pernah tahu soal hubungan kalian, kau bahkan tidak pernah ke rumahku.''

''Dulu saat kami berkomitmen untuk menjadi sepasang kekasih, kami tidak pernah berpikir untuk sampai ke tahap yang serius. Saat itu kami masih muda, kami memiliki passion sendiri-sendiri dan saat itu ego kami masih begitu besar.''

Kibum menarik nafas sejenak, '' Jujur, aku lebih memilih karir dibanding urusan asmara. Entah apa yang membuat Siwon berubah pikiran, dia ingin hubungan kami berlanjut sampai di tahap serius padahal dia tahu kalau aku baru memulai bisnis dan membangun impian.''

Eomma Choi mengelus tangan Kibum, ''Aku bisa mengerti alasan Siwon yang tidak pernah membicarakan soal wanita. Aku cukup terkejut saat seorang gadis cantik tiba-tiba selalu datang ke rumahku, Kyuhyun telah membuatku jatuh cinta padanya.''

''Kyuhyun mencintai Siwon dengan sepenuh hatinya, aku tidak mungkin mengatakan soal hubungan kami karena itu bisa menghancurkan perasaan Kyuhyun. Aku lebih mencintai adikku dibanding harus memikirkan hubungan yang mungkin akan selalu membuatku dihantui perasaan bersalah jika terus dijalani.''

''Kau memang gadis yang baik Kibum-ah, kau pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari anakku. Aku berharap kau bahagia, bahagia bersama dengan pria yang kau cintai. Apa hubunganmu dengan pria bernama Changmin sudah serius?''

''Changmin adalah teman masa kecilku dan Kyuhyun. Changmin telah memiliki perasaan padaku sejak kami masih kanak-kanak. Aku tidak bisa berbohong kalau aku merasakan hal yang sama sejak lama, mungkin saat aku menyukai Siwon, hatiku masih menyimpan cinta masa kecil itu.''

''Tunggu apa lagi, kenapa kalian tidak meresmikan hubungan kalian? Maksudku bukan agar Siwon berhenti berharap padamu tapi itu semua untuk kebahagiaanmu. Jika kau merasa yakin pada Changmin yang mana kau tidak merasakan keyakinan itu di pria lain, itu artinya Changmin memang belahan jiwamu.''

''Sebenarnya Changmin ingin kami segera menikah tapi aku tidak menyukai alasannya. Dia ingin menikah disaat kondisi keluargaku sedang tidak baik. Changmin juga ingin menikahiku untuk membuat Siwon berhenti mencintaiku tapi aku pikir itu bukan pemecahan yang tepat. Aku tidak mungkin menggelar pesta pernikahan disaat Kyuhyun dalam masa-masa sulit.''

''Inilah kehidupan Kibum. Selalu ada suka diantara duka yang datang begitupun sebaliknya, sama seperti halnya kematian dan kelahiran. Tapi kau tidak boleh menahan kebahagiaanmu, kau pantas untuk bahagia.''

''Aku pasti akan bahagia saat waktunya telah datang, aku juga akan menikah saat aku sudah merasa siap.''

-I Won't Give Up!-

Kyuhyun menangis, tangis penuh rasa sakit yang menggerogoti seluruh tubuhnya. Kyuhyun merasa kalau hari ini adalah hari terberat sekaligus hari terburuk dalam hidupnya. Di hari yang sama dia telah kehilangan Ibunya, Ibunya memintanya pergi dan hari ini juga dia telah kehilangan anaknya, anak yang bahkan dia tidak ketahui kehadirannya.

''Anakku~ anakku...'' Kyuhyun terus menangis, dia tidak bisa menerima semuanya. Bagaimana bisa Tuhan mengambil anaknya dengan begitu cepat, kenapa Kyuhyun harus tahu disaat dia sudah kehilangan. ''Tuhan, tolong kembalikan anakku~'' Kyuhyun terus menangis, dadanya begitu sangat sesak bahkan Kyuhyun sulit bernafas.

Kyuhyun mengingat semua yang terjadi, dia mencoba merasakan saat-saat dimana anaknya masih ada. Jika dia tahu, dia tidak akan pergi dari rumah Siwon, tidak akan bekerja di Nowon atau melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Kyuhyun tidak akan ke rumah Ibunya, dia tidak akan bertengkar dengan Ibunya.

''Siwon, dia telah pergi. Dia sudah meninggalkan kita... Apa kau akan merasakan rasa sakit yang sama denganku?'' Kyuhyun merasa semakin bersalah pada anaknya, mungkin Siwon tidak akan merasakan hal yang sama karena bayi itu adalah anak Kyuhyun, Siwon pasti membenci anak itu juga.

''Aku tidak ingin hidup lagi, semuanya telah meninggalkanku... Tuhan, kenapa Kau selalu mengambil semua yang aku cintai?'' Kyuhyun semakin terpuruk dan larut dalam kesedihan dan penyesalan. Bayi itu, mungkin hanya bayi itu yang bisa Kyuhyun miliki dari Siwon. Bayi itu darah daging Siwon, dengan bersama bayi itu sama dengan dia memiliki Siwon.

Kyuhyun mencari sesuatu dari dalam laci, Kyuhyun menemukan pisau catter. Kyuhyun menatap pisau itu dan pergelangan tangannya bergantian, lalu Kyuhyun melempar pisau itu sampai menimbulkan suara keras. Kyuhyun terduduk di lantai lalu kembali menangis. Kibum dan Eomma Choi langsung masuk ke dalam kamar.

''Kyuhyun, apa yang kau lakukan.'' Eomma Choi langsung merangkul Kyuhyun, Kibum melihat pisau yang tergeletak tidak jauh dari Kyuhyun. Kibum menangis melihat keadaan adiknya, Kyuhyun terus menangis di pelukan Eomma Choi. ''Kyuhyun, jangan seperti ini. Aku mohon Kyuhyun, aku mohon.'' Kibum memohon di depan Kyuhyun.

''Eomma... Apa yang harus aku lakukan Eomma. Dia, anakku sudah pergi Eomma, itu semua karena kesalahanku.''

''Tidak sayang, jangan siksa dirimu sendiri. Baiklah sayang, ayo kita pergi. Kita tinggalkan tempat ini, Eomma akan membantumu menyembuhkan luka hatimu.''

''Maksudmu apa, Eommanim?'' Kibum mulai bertanya.

-I Won't Give Up-

TBC.