"aku ingin melihat sampai akhir, apa yang akan kau lakukan samurai-san, jadi jangan katakan pada Takasugi mengenai hal ini"

...

"haaah~"

Gintoki berjalan? Dengan kedua kakinya dan tangan bebas ?.

"bocah itu, setelah memukulku dengan keras lalu membebaskanku" ia masih bisa merasakan kepala bagian belakangnya berdenyut "aku tidak mengerti...mungkin jalan pikirannya itu seperti seseorang hmm..." belum lagi pergelangan tangannya yang berbekas garis merah "mungkin seperti Okita-kun?"

"maa...untuk kali ini aku berhutang padanya"

Meski tidak terlihat seperti itu, saat ini dipikirannya hanya Hijikata (1) dan Shinsengumi (2)

"kuberi satu bonus lagi, di dasar kapal ini ada pesawat mini untuk gawat darurat...kau bisa memakainya "

Mau tidak mau dia hanya bisa mempercayai Kamui sekarang, saat ini dia sedang dalam perjalanan untuk menuju dasar sana. pikirannya masih jauh melayang maka karna itu ia memutuskan hanya berjalan cepat terlebih lagi ia harus mengendap-endap saat melewati orang-orang Kihetai.

"aku jadi mengerti perasaan Zaki.."

Tidak bisa ia memakai lift seenaknya, tentu kepala gulalinya itu masih berpikir bahwa ia tidak ingin ketahuan. Tidak begitu tahu struktur lokasi kapal ini tapi setiap kali ia menumukan tangga untuk turun ia akan mengunnakan tangga tersebut

Betul yang dikatakan si sadis Kamui. Ia menemukan parkiran (parkiran?, gak tau nyebutnya apa, jadi tulis parkiran aja)

"monster-monster itu akan mengambil alih kemudi dan membawa mereka ke planet XX...mungkin kau akan menemukan mayat Shinsengumi yang membeku..fufufu.."

"masalahnya bukan itu, tapi aku tidak bisa mengemudi!" Gin mulai mengertakkan giginya. Mengingat salam perpisahan Kamui malah membuatnya gregetan dan panik "memangnya ini fic apa Dragon Ball?"

Tidak akan pernah dia bayangkan akan mencuri bahkan menaikki pesawat luar angkasa demi pacarnya "bisa-bisa aku mati konyol "gumamnya ia mendekati salah satu pesawat terdekat, pesawat tersebut berwarna putih mirip pesawat luar angkasa milik Bezita (?) tapi berbentuk sedikit lonjong dan memanjang "aku bahkan tidak tahu bagaimana cara membuka pintunya" ia menghela nafas kekecewaan sambil menyilangkan kedua lengannya didepan dada "aku benar-benar tidak berguna huh" dan mulai memunculkan sikap pesimisnya

"butuh bantuan Kintoki ?"

...

Mengambil kembali alhi kemudi bukan persoalan berat dengan adanya Kondo, Sougo dan Hijikata. Yang menjadi masalahnya saat ini ruang kemudi benar-benar berantakan, banyak mesin yang berasap bahkan mengeluarkan percikan api karena konslet. Apa mereka berniat menghancurkan kapal ini ?

Makhluk makhluk yang seperti kadal namun memiliki taring besar dan cakar yang tajam belum lagi mash bisa menjulurkan lidahnya yang sangat panjang untuk melilit, ada juga yang berbentu seperti amonto campuran Zombie,dan yang paling menjijikkan berbentuk gitita raksasa berkuli kasar, lembek dan berwarna kebiru-biruan.

"tsk sebenarnya dari mana mereka mereka ini?" semua pasukkan sudah kewalahan menghadapi makhluk-makhluk tersebut. Hijikata sendiri tidak ada niat untuk menyalahkan.

Musuh mereka tidak ada habisnya dan tidak bisa dikatakan lemah, setidaknya satu diantara mereka setara dengan seorang atau dua orang dari Shinsengumi belum lagi untuk yang berukuran besar seperti gajah bisa menguncangkan seluruh ruangan.

Benar dari mana mereka semua?, tidak mungkin mereka teleport bukan ?

Pasti ada orang yang menyusupkan mereka

Tapi siapa?

"laki-laki itu?" Hijikata memutar kepalanya beserta dengan ingatannya "apa dia mata-mata Kihetai?" meski pikirannya tidak dalam pertarungan tapi insting dan pengalamannya tidak bisa diemehkan. Ia menghindari semua serangan bahkan membalasnya dengan gerakan yang tepat, sungguh sesuai yang diharapkan untuk wakil komandn iblis.

"siapa?" Sougo masih bisa mendengar komat-kamit Hijikata di tengah badai pertempuran "jangan katakan kau menemukan orang yang mencurigakan tapi kau tidak mengatakan apapun ?" katanya, tanpa menoleh sedikitpun ke arah lawan bicaranya. Menggunakan katananya untuk menangkis cakar monster yang menyerangnya dari atas lalu menyeret benda tajam itu dengan cepat ke belakang dan menusuknya ke bagian perut musuhnya, remaja sadis itu tersenyum benar-benar menikmati pertarungan ini "jangan hanya pikirkan Danna, Hijikata san~"

"jaga mulutmu atau aku akan menebasmu bersama makhluk-makhluk ini" geram Hijikata

"jangan berdebat di waktu seperti ini" tegur Kondo sambil memasukkan mono earphone pada telinga sebelah kirinya "Yamazaki menguhubungi kita"

"K-komandan, seorang wanita bernama Mutsu yang membawa seorang laki-laki yang dikatakannya sebagai mata-mata Kihetai "

Di sisi lain Hijikata mendapat laporan dari salah satu anak buahnya

"entah kenapa kapal ini sudah di setting untuk mendarat di planet XX dan untuk oendaratannya...dengan keadaan kapal seperti ini...kami tidak yakin kalau kapal ini mampu mendarat ...dengan baik"

Mendengarnya Hijikata memukul kepalanya sendiri. Seharusnya sudah sejak sebulan yang lalu ia menghabisi laki-laki mencurigakan itu

Aku menyukaimu..

Benar juga, hari itu si Yorozuya mengaku padanya dan membuat semuanya hilang .

"tsk...memang tidak pernah ada hal baik yang kuterima darimu. Yorozuya"