Main Character :
Neji Hyuga & Tenten
Genre : T
Disclaimer :
Naruto belongs to Kishimoto
Taman Belakang Sekolah
Tenten POV
Aku sudah berhasil mengalahkan Neji. Aku berhasil mengalahkannya…
Kenapa… rasanya ada sesuatu yang hilang dariku?
Bukankah dengan mengalahkannya, berarti aku sudah mendapatkan masa depanku yang cerah. Bekerja dengan Otou-san, di perusahaan besar. Apalagi yang kurang?
.
.
.
Aku membaringkan tubuhku ke pohon sakura tua sekolah.
Di sini begitu tenang…
Tak ada orang, hanya angin lembut yang berhembus, dan burung-burung yang saling bersautan menyanyikan lagu, menyambut musim gugur.
Rasanya ingin aku menghentikan waktu. Pengalamanku bersama Neji, bersama teman-teman sekelas…
Apa setelah murid perempuan lainnya masuk… keadaannya akan tetap sepert ini?
.
.
.
*tes*
Apa…?
Air mata? Aku menangis?... Kenapa menangis?
Kau seharusnya gembira Tenten!
Lalu, air mata apa ini?
*tes*
Berhentilah menangis, Tenten!
Memangnya apa yang kutangisi?!
Apa kau merasa kalah? Tapi… aku menang!
Kau dengar itu? Aku menang!
"Aku menang!", aku meneriakkan kata-kata itu sekeras yang kubisa demi menghentikan tetesan air mataku.
"Aku menang… ya, aku menang…" tidak! Air mataku tak mau berhenti. Kenapa? Aku menang!
Aku menundukkan kepalaku. Mencoba meratapi diriku.
"… Tenten…"
Apa?
Ada yang datang?
"Kau dengar aku Tenten?"
Tangannya menyentuh pipiku dan mengangkat wajahku, bertemu dengan wajahnya.
Neji?
Tidak… ia tak boleh melihatku seperti ini. Tapi tanganku lemas, aku terpaku.
Matanya yang tajam menatap lurus ke mataku. Membuatku tak bisa memalingkan padanganku.
"…kau kenapa?" suaranya yang lembut membuatku semakin terpaku.
Aku mengangkat tanganku perlahan. Memegang tangannya di pipiku.
"…aku…kalah…" aku tak mampu berbohong di depan mata itu.
Air mataku makin menjadi. Sudah tak bisa kuhentikan lagi.
Ia menyeka air mataku dengan kedua tangannya dengan lembut.
"Aku tak mengerti… bukankah kau menang?" wajahnya melukiskan kecemasannya.
"… tidak. Aku kalah! Aku tak layak memenangkan ini!"
Aku melepaskan kedua tangannya dari pipiku.
"… aku tak bisa mengingat tentang masa kecilku. Aku… tak ingat tentang dirimu."
Maafkan aku… maaf, maaf. "Neji, aku… minta maaf."
Aku berjalan pergi meninggalkannya.
…? Dia tak mengejarku?
Kenapa dia mau mengejarku setelah apa yang kulakukan padanya? Dasar bodoh!
Langkahku terhenti. Tangannya menggenggam erat tanganku.
"Jangan pergi!"
"Aku takkan memaksamu. Aku takkan melepaskan tangan ini untuk kedua kalinya."
Aku berbalik menatapnya. Aku… membisu sambil terpana oleh sikapnya.
"Bukan sekedar teman masa kecil, bukan sekedar teman sekelas. Aku… aku menyukaimu. Walaupun bagimu aku seperti orang asing, sainganmu, aku tak peduli. Aku akan tetap menjaga tangan ini. Aku akan menjagamu."
Wajahku panas. Jantungku berdegup kencang. Air mataku tak tertahankan lagi.
Aku menggenggam tangannya. Menatap mata putih yang telah menawan hatiku.
"Aku menyukaimu, Neji."
Ia tersenyum dan memelukku. "Aku juga menyukaimu, Tenten."
Angin musim gugur yang dingin berhembus di sekitar kami, membuat burung-burung menggigil dan pohon-pohon menjatuhkan daunnya. Tapi kehangatan pelukan ini takkan terkalahkan oleh dinginnya musim gugur.
Di bawah pohon sakura,tanggal 7 bulan 7
aku membuat janjiku pada Neji
*Walaupun kita terpisahkan oleh langit dan bumi,
kita pasti akan bertemu lagi. Aku janji.
Tunggulah aku di sana, bidadariku*
-END-
OK! Sudah selesai!
Maaf pendek-pendek dan gaje
Gomen kalo typo, dan perubahan character yang terlalu drastic. Gomen!
Aku baru selesai UN, maaf updatenya lama sekali T v T
