Memory 03:

"Kehilangan orang terkasih? Aku turut berduka cita atas meninggalnya orang yang kau sayangi. Tetapi, aku juga butuh bantuanmu untuk memburu Francois Thomas-Germain. Untuk itulah, aku ingin kita sama-sama cari pedang dan buku codex Templar." Kata Koichirou.

Koichirou memang tidak ingin tujuan sebenarnya itu bukan keduanya, melainkan kubus yang dicuri oleh Templar. Untuk itulah, dia butuh bantuan Arno untuk melacak keberadaannya.

"Tapi, maaf. Aku tidak berminat bergabung dengan Assassin lagi. Aku sudah mendapatkan tempat yang aku ingin lepas dari 2 kubu yang dibalik Revolusi Prancis. Sekali lagi, aku ingin sendiri," kata Arno pergi meninggalkan Koichirou dengan rasa duka yang amat dalam. Sementara Koichirou benar-benar marah kepadanya karena sudah menganggu targetnya. Namun, dia punya ide.

"Sayang sekali…Kalau saja kau bisa saja Germain di sini, dia pasti menertawakanmu." kata Koichirou sinis dan meninggalkan Arno.

Seketika, Arno terdiam dan menunjukkan ekspresi kemarahannya. Dan dia berkata, "Kau mengenalnya? Jika masih hidup, di mana dia sekarang?!"

"Aku tidak ngerti. Yang barusan aku kejar itu adalah Germain, dan kau mencoba untuk menghalangiku!" geram Koichirou.

Ternyata, pancingan Koichirou ampuh. Arno termakan umpan darinya, dan dia terlihat marah kepada Germain.

"Begitu iya?! Jadi dia masih hidup?! Brengsek! Kalau emang masih hidup, biarkan aku membantumu mencarinya, dan temukan manuscript itu. Aku ingin si keparat itu mati dua kali!" kata Arno bergegas pergi.

Apa yang diucapkan Koichirou benar. Jika sampai kubus (isi box) itu jatuh ke tangan Templar, mereka akan menghubungkan suatu link masa sekarang dan masa depan tahun 2025. Dan Koichirou tidak bisa biarkan itu terjadi.

Di pihak lain, Satoru bersimbah darah, tepat di bagian perutnya. Sontak, Kazuto kaget dengan lukanya.

"Nii-san, kau tidak apa-apa?" Tanya Kazuto.

"Aku tidak apa-apa. Yang penting kalian yang harus aku selamatkan." Kata Satoru tersenyum lemah.

"Kalau begitu, kita bawah ke penginapan. Aku punya uang Franc di saku ku. Aku dapat dari seseorang…kalau tidak salah bernama Gou-san. Dan itu sudah otomatis di sakuku," Kata Asuna.

"Ada lagi?" Tanya Satoru.

Kazuto melihat jam tangan dan tepat pukul menunjukkan 17.29. dia berkata, "Kalau begitu, kita istirahat di penginapan. Jangan sampai, Templar mencari kita. Selanjutnya, kita butuh rencana cadangan."