Kyuhyun's pov-

Malam ini aku masih belum bisa tidur, percakapan kami tadi sore membuatku banyak berpikir. Siwon mengatakan jika wanita yang tadi siang aku lihat bersamanya adalah orang yang akan membantunya mengerjakan project. Bisa dibilang mereka kerja sama untuk project kali ini. Memang dia bukan pegawai di perusahaan tapi dia kenalan lama keluarga Choi sekaligus seorang yang handal dibidang perhotelan. Jadi ada 3 orang pokok yang menangani project kali ini yaitu Siwon, wanita itu dan satu lagi arsitek Hyun. Memang aneh jika aku merasa cemburu pada orang yang membantu suamiku. Namun jika aku ingat dia seorang wanita, hatiku terasa panas. Berteman dengan Heechul pun membuatku semakin panas, dia selalu mengatakan hal-hal mengejutkan seperti...

''Presdir itu sangat ramah pada wanita. Apalagi dengan klien, beliau selalu makan siang dengan mereka.''

Kulirik Siwon yang tidur disebelahku. We'are couple! Kami pasangan namun diluar kami seperti orang lain. Aku kadang tidak nyaman dan ingin dekat dengannya, namun aku selalu ingat dengan kesepakatan kami. Memikirkan ini semakin membuat rasa kantukku tidak kunjung muncul. Besok pagi ada rapat dan kemungkinan yang akan pemimpin Appa Choi. Untuk pertama kalinya kami berada di suatu tempat dan tidak saling sapa. Selama magang, Appa Choi lebih sibuk di luar kota bahkan luar negeri.

''Hmmpp, kau belum tidur?''

Aku menoleh saat Siwon terbangun, matanya sudah menatapku dengan posisi dia menyampingkan tidurnya menghadapku.

''Aku belum mengantuk,'' jawabku.

Dia bangun dan duduk menyender dimatras tempat tidur.

''Apa yang kau pikirkan? Soal ucapanku tadi sore?'' tebak Siwon yang akurat. Aku menggeleng, tidak mungkin aku mengatakan ia. Itu terlalu terdengar kekanakan untuk usiaku.

''Bukan, aku tegang besok rapat dengan ayahmu,'' ucapku.

''Kenapa tegang, ayahku bukan seseorang yang menyeramkan. Beliau tidak akan menyulitkanmu,''

''Iya aku tahu. Sekarang kita tidur, peluk aku...'' aku merentangkan tangan, dia tersenyum lalu memelukku.

Kami sama-sama berbaring lalu berpelukan kembali, bisa mendengar detak jantungnya membuatku tenang dan bahagia. Apalagi saat ini terasa hangat karena dia begitu erat memelukku.

-Social Level-

Author's pov-

''Enghmp,'' suara bibir mereka saat terlepas. Morning kiss yang romantis, tepat di persimpangan sebelum sampai di perusahaan.

''Aku seperti wanita tikungan, setiap pagi kau turunkan disini,'' ucap Kyuhyun. Siwon tersenyum mendengar ucapannya, ''Maaf, aku janji ini tidak akan lama. Project sukses, tidak peduli kau belum selesai aku akan memperkenalkanmu. Tidak akan ada yang menganggapmu menggunakan status untuk bisa bergabung dengan perusahaan. Selagi kerjamu bagus, aku pastikan semuanya akan baik-baik saja.'' jelas Siwon meyakinkan.

Kyuhyun percaya dan merasa ini yang terbaik, ''Aku akan menunggu, aku turun dulu. Ikuti aku setelah 15 menit,'' ucapnya. Siwon menganggukan kepalanya, Kyuhyun turun lalu jalan tidak terlalu jauh sampai di kantor. Saat berjalan menaiki tangga, Heechul memanggilnya. Kyuhyun menoleh dan mendapati wanita itu tengah berlari kecil mengejarnya.

''Hey, morning! Kita masuk bersama.'' ucap Heechul begitu riang. Kyuhyun tersenyum melihat penampilan Heechul pagi ini. Dia memakai lipstik yang begitu merah.

''Kenapa, aku aneh?'' tanya Heechul.

''Tidak, hanya saja lipstikmu mencolok.'' jawab Kyuhyun sambil berjalan masuk kedalam kantor diikuti Heechul disebelahnya.

''Ini yang paling baru, keluaran Dior. Aku mendapatkannya dari Supervisor kita,'' ucap Heechul sambil tersenyum lebar, Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menatap lekat Heechul.

''Hankyung Oppa?'' tebak Kyuhyun, Heechul mengangguk cepat dan menutupi pipinya dengan telapak tangan. Merasa jika pipinya mulai panas, ck!

''Yes!''

''Bukankah kau suka pada Presdir?'' Kyuhyun sedikit tidak nyaman mengatakan itu.

''Itu beda! Aku kagum pada presdir, tidak bisa dibilang cinta atau suka juga. Karyawan mengidolakan atasan itu kan biasa,'' jawaban Heechul membuat perasaan Kyuhyun lega.

''Jinjja? Syukurlah,'' ucapnya refleks. Heechul malah menggodanya, ''Kau suka ya, cie kau suka pada presdir...'' goda Heechul. Wajah Kyuhyun jadi merah, tentu bukan suka lagi tapi cinta.

''Tidak, sudahlah cepat masuk!'' sebelum dicurigai lebih Kyuhyun mendorong Heechul masuk kedalam lift.

Ternyata Heechul masih belum berhenti menggodanya. Kata-kata cie masih saja terdengar dari mulutnya. Sebelum pintu lift tertutup, seseorang terlebih dahulu menahan dan masuk. Kyuhyun dan Heechul terkejut karena yang baru saja masuk adalah wanita yang kemarin makan siang dengan Siwon atau wanita yang menjadi patner Siwon. Heechul dan Kyuhyun hanya membungkuk kecil, wanita itu hanya tersenyum kecil saja. Dia kembali sibuk dengan I-Phonenya. Kyuhyun memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah. Dia memakai rok span yang cukup pendek dan ketat berwarna putih, dan blazer hitam yang juga ketat.

Tingginya sedikit diatas Kyuhyun, rambutnya hitam panjang dan lurus. Dia memang memiliki tubuh yang bagus. Matanya cukup belo dengan hidung mancung, di nametag-nya dia bernama Im Nana. Kyuhyun ingat jika nama asli wanita itu Im Jin Ah, namun lebih akrab di panggil Nana. Pintu lift terbuka, Nana keluar dari lift diikuti Heechul dan Kyuhyun. Heechul menggandeng lengan kiri Kyuhyun dengan mata yang melihat kearah Nana yang menjauh.

''Cantik, pintar, sexy, sempurna! Dia dekat dengan presdir, aku memprediksi jika mereka dijodohkan.'' ucap Heechul membuat Kyuhyun ingin tertawa namun ditahan.

''Dia memangnya siapa?'' tanya Kyuhyun pura-pura.

''Nana, mantan model dunia. Berpengalaman sebagai wanita karir yang sukses di Perancis, orang yang dekat dengan keluarga Choi. Dia sempurna dan sangat pas untuk presdir Siwon,'' jelas Heechul, Kyuhyun sedikit kesal mendengar kata terakhirnya. Dia melepaskan tangan Heechul yang masih menggandenganya, ''Aku duluan!'' ucapnya bete.

Heechul menatapnya tidak mengerti, ''Ya, kau kenapa?'' Heechul mengejar. Kyuhyun tidak menjawab dan terus jalan. Heechul jadi kesal dan memilih berbelok ke toilet.

''Dia cocok untuk Siwon? Cocok untuk suami orang? Sesempurna apa wanita itu? Oke, soal fisik dia memang bagus. Aigo, ternyata dia memiliki 'itu' lebih besar dariku. Lalu, perutnya sepertinya kencang sekali.'' Kyuhyun terus berkata seperti itu sampai di mejanya.

Dia coba mengetik nama wanita itu dan benar saja dia mantan model terkenal. Bahkan karirnya di dunia bisnis juga bagus. Usianya beda satu tahun dari Siwon dan itu artinya dia lebih tua dua tahun dari Kyuhyun. Kyuhyun jadi malas melihat Heechul yang datang dan duduk di mejanya. Dia cukup sensitif belakangan ini.

''Kyu, rapat satu jam lagi.'' Heechul memberikan kode mengatakan itu. Tapi Kyuhyun tidak mau melihatnya, dia masih kesal.

''Kyu... rapat, 1 jam lagi...'' Heechul terus memberikan kode.

''Kim Heechul kau bisa diam saat bekerja?'' tiba - tiba manajer Park menegurnya. Heechul meminta maaf dan kembali fokus. Manajer itu melihat kearah meja Kyuhyun, lalu berjalan mendekatinya.

''Kyuhyun-sshi, rapat kali ini kau akan ikut masuk. Mohon kau perhatikan baik-baik, laporan yang kemarin kau kerjakan harus kau bawa.'' ucap Manager Park menjelaskan, ''Baik, saya mengerti.'' jawab Kyuhyun.

-Social Level-

Kyuhyun duduk tegang di ruang rapat. Semua karyawan dari masing-masing bagian sudah memenuhi ruangan, tinggal menunggu direktur dan presdir. Suasana sedikit ramai karena karyawan banyak yang membahas soal Nana. Mereka bilang jika wanita itu membantu dengan tangan dinginnya, semuanya akan berjalan baik. Memangnya sehebat apa dia?

''Direktur dan Presdir datang,'' ucap manager Park. Semua karyawan berdiri dari duduknya termasuk Kyuhyun. Kyuhyun terkagum melihat suami dan mertuanya masuk dengan penuh kharisma. Namun senyumannya hilang saat sosok Nana muncul dibelakang keduanya.

Setelah diinstruksikan untuk duduk, semua karyawan mulai duduk. Mr Choi membuka rapatnya, semua mulai mendengarkan segala hal yang keluar dari mulut pemilik Hyundai Group itu. Memang luar biasa Mr. Choi itu, dia membangun perusahaan sebesar itu sejak dia masih duduk dibangku kuliah. Walaupun kakek-nenek Siwon seorang yang berada, ayahnya tidak menggunakan uang orang tua untuk bisa melanjutkan sampai S3. Dan membangun perusahaan sebesar itu memang usaha ayahnya sendiri. Dan Siwon ingin seperti ayahnya, dia ingin punya perusahaan sendiri.

''Perkenalkan juga, dia Im Nana yang mulai sekarang bergabung dengan perusahaan kita,'' ucap Appa Choi memperkenalkan Nana yang disambut meriah, Kyuhyun ikut tepuk tangan walaupun perasaannya cukup hawatir. Kyuhyun memperhatikan suaminya itu, terlihat jika Siwon terus memperhatikan Nana. Sebesit kesal muncul dipikiran Kyuhyun.

Rapat dan perkenalan berakhir dengan berbagai pemikiran yang mulai membuat perasaan Kyuhyun tidak tenang. Apalagi Nana dan Siwon sering terlihat bersama, sejak di ruang rapat bahkan sampai sekarang saat makan siang. Kyuhyun hanya mengaduk makanannya tanpa ia makan, sementara Heechul baru menyimpan makanannya diatas meja.

''Kenapa tidak dimakan?'' tanya Heechul.

''Tidak lapar,'' jawab Kyuhyun tidak bersemangat.

''Aku perhatikan sejak tadi kau memperhatikan presdir dan Nana, kau benar-benar suka?''

''Iya, aku suka presdir. Apa kau puas?'' ucap Kyuhyun membuat Heechul kaget, kenapa Kyuhyun jadi marah?

''Kyu... Bukan maksudku...''

''Kau makan sendiri saja, aku tidak nafsu!'' Kyuhyun bangun dan meninggalkan cafe, Heechul jadi merasa bersalah membuatnya marah. Siwon melihat saat istrinya itu meninggalkan cafe, dia juga melirik ke arah Heechul ''Mereka marahan?'' pikir Siwon.

-Social Level-

Kyuhyun's pov-

Heechul ini membuatku kesal saja. Kenapa dia begitu mudah mengetahui perasaanku? Iya, aku kesal dan cemburu melihat Siwon dengan Nana. Tapi wajar, aku istrinya. Yah, istri yang tidak ada satu orang pun yang tahu. Melihat suamiku dengan wanita lain membuat nafsu makanku hilang.

''Akh, maaf... maaf.'' hampir saja aku menabrak seorang pria, pria itu tersenyum.

''Tidak apa-apa, lain kali jangan melamun.'' ucapnya masih tidak meninggalkan senyuman di wajahnya. Aku jadi malu dan kembali membungkukan badan, ''Maafkan aku,'' ucapku lagi. Dia malah tertawa, ''Haha kau lucu sekali.'' ucapnya.

Aku jadi tambah malu, apa aku terlihat bodoh dimata orang ini? Dia malah tertawa melihat tingkahku. Jika melihat wajahnya membuatku semakin malu saja.

''Mr Hyun kau sudah datang.'' ucap suara yang sangat aku kenal.

''Mr Choi, selamat siang. Aku baru saja akan ke ruanganmu, yah aku malah berpapasan dengan gadis lucu ini.'' ucap orang itu melirikku, mwo? gadis? Dia bilang aku gadis! Sekarang Siwon melirik kearahku, aku berusaha untuk tidak menatapnya.

''Saya permisi presdir,'' ucapku membungkuk dan berjalan, namun pria tadi malah menahanku, ''Kita belum berkenalan kan? Aku Choi Seunghyun kau?''

''Cho Kyuhyun, aku permisi.'' ucapnya cepat lalu pergi. Aku sempat melihat raut wajah Siwon, ''Cho?'' itulah yang aku bisa baca dari gerakan bibirnya.

Author's pov-

Seunghyun, pria yang tadi berkenalan dengan Kyuhyun sekaligus patner kerja Siwon dan Nana. Sekarang ketiganya tengah berada di ruang kerja Siwon, membahas banyak hal baik yang menyangkut pekerjaan maupun bukan. Siwon dan Nana sudah kenal lama, karena sebelum pindah ke Perancis Nana pernah menjadi tetangga Siwon.

''Semoga project kali ini berjalan lancar, aku mohon kalian kerahkan semua kemampuan terbaik kalian. Aku percayakan semuanya pada kalian,'' ucap Siwon.

''Tentu saja, project kali ini adalah project terbesar pertama yang aku tangani. Mohon bantuannya,'' jawab Seunghyun.

''Aku akan melakukan yang terbaik,'' ucap Nana.

''Baik, terima kasih atas semuanya.''

Kyuhyun masih mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai, jam pulang sudah tiba tapi dia masih belum menyelesaikan pekerjaan. Walaupun bisa dikerjakan besok, Kyuhyun lebih memilih menyelesaikannya.

''Kyu, ayo pulang. Besok lagi saja kau selesaikan, apa kau masih marah?'' tanya Heechul sudah berdiri di samping meja Kyuhyun.

''Kau duluan saja, tanggung tinggal sedikit.'' jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.

''Kau kan bisa membawanya kerumah, ayolah kau tahu tidak sejarah di kantor ini? Aku dengar kantor ini sedikit angker,'' ucap Heechul, Kyuhyun cepat tertarik dengan pembahasan hal seperti itu.

''Angker? Maksudmu kantor ini ada penunggunya?''

''Menurut yang aku dengar sih begitu, bahkan kalau ada karyawan yang tengah mengandung dia tidak boleh sendiri lebih dari jam 5 sore. Apalagi kalau pergi ke kamar mandi,'' ucapan Heechul semakin membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri. Akhirnya Kyuhyun menuruti perkataan Heechul, ''Baiklah kita pulang.'' ucapnya. Heechul terlihat tersenyum kecil, dia memang lumayan jahil.

''Cepat, sudah lewat 15 menit,'' ucap Heechul menarik tangan Kyuhyun meninggalkan ruangan.

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan diam melihat Siwon dan Nana jalan berdampingan. Heechul menyadari kalau Kyuhyun tidak mengikutinya, dia melirik kebelakang. ''Cepat Kyu, nanti ketinggalan bus.'' ucap Heechul.

Setelah sosok Siwon dan Nana tidak terlihat lagi, Kyuhyun melanjutkan jalannya bersama Heechul. Memang jika tidak pulang dengan Siwon, dia memilih pulang naik bus dengan Heechul. Dari pada pulang sendiri, tidak masalah kalau naik bus.

''Rumahmu dimana Kyu?'' tanya Heechul saat mereka sudah berada di dalam bus.

''Sekitar Gangnam,'' jawab Kyuhyun.

''Detailnya dimana? Aku boleh main kan kapan-kapan?'' ucapan Heechul tentu tidak mungkin boleh terjadi, bisa gawat kalau Heechul berkunjung kerumahnya.

''Aku tinggal di apartemen kecil, keluargaku tidak ada di Seoul. Jika kau main, kau tidak akan betah.'' ucap Kyuhyun berbohong.

''Sekecil atau sejelek apa sih, aku lihat kau kuliah di tempat no 1 di Seoul. Mana mungkin kau tinggal ditempat seperti itu,''

''Kau lupa, aku mendapatkan beasiswa penuh. Jadi aku memang bukan orang kaya,''

''Aku juga tidak kaya, hanya saja keluargaku berada di Seoul juga. Kau asal mana?''

Pertanyaan Heechul semakin panjang. Bisa gawat jika begini, harus bagaimana lagi Kyuhyun mengarang cerita.

''Busan, aku asal busan.'' Kyuhyun kembali mengarang.

''Busan? Aksenmu tidak seperti orang Busan, kau seperti asli Seoul.''

Mati, bagaimana lagi Kyuhyun menjawab pertanyaan dari wanita yang lebih tua darinya itu. Kenapa juga dia sangat ingin tahu semuanya.

''Aku lama tinggal di Seoul,'' jawab Kyuhyun beralasan.

''Oh, pantas saja. Untung kau pintar, kau bisa tinggal dan sekolah di Seoul.''

Kyuhyun hanya tersenyum. Walaupun memang benar dia mendapatkan beasiswa tapi soal keluarga itu semuanya hanya karangannya saja. Bagaimana bisa dia berasal dari Busan, kedua orang tuanya saja lahir di Seoul. Walaupun mungkin kakek neneknya berasal dari luar Seoul.

-Social Level-

Apartemen.

Kyuhyun pulang sedikit terlambat karena naik bus tidak secepat naik kendaraan pribadi. Siwon sudah berada dirumah dan baru selesai mandi, ''Kau darimana dulu, Kyu?'' tanya Siwon saat melihat Kyuhyun datang.

''Aku rasa kau tahu jika naik bus memakan waktu lebih lama dari mobil pribadimu,'' jawab Kyuhyun sedikit menyindir.

''Oke, maaf tadi sore aku pulang bareng Nana. Dan mungkin saat dia tidak membawa mobil dia akan pulang bersamaku,'' ucapan Siwon kembali membuat rasa kesal Kyuhyun muncul, dia berkata dengan santai hal itu di depan Kyuhyun!

''Terserah kau saja,'' jawab Kyuhyun sangat jutek lalu masuk ke kamarnya, Siwon menaikan alisnya ''Dia kenapa sih?''

''Kau memang berubah sejak ada wanita itu. Kau bahkan tidak pernah memintaku keruanganmu, tidak pernah pulang bersama, berpapasan saja semakin tidak kenal, apa kau suka wanita itu?'' Kyuhyun berbicara sendiri di dalam kamarnya.

Kyuhyun's pov-

Terdengar pintu yang dibuka, aku pura-pura membersihkan wajahnya. Sejak tadi aku memang duduk di depan meja rias.

''Kenapa tidak langsung mandi saja, penampilanmu sudah tidak berbentuk Baby.'' ucap Siwon yang membuatku jadi kesal.

''Tidak mau, aku capek!'' jawabku membentak lalu naik ketempat tidur. Aku yakin dia kaget karena bentakanku.

''Kau kenapa? Aku punya salah? Ayolah jangan marah, kita sama-sama dewasa dan kau lebih baik bicara jika ada hal yang kau tidak suka. Jangan kekanakan seperti ini,'' ucap Siwon lagi. Aku yang membelakanginya merasa sedih mendengar ucapannya, dia yang mencuekanku terlebih dulu bukan aku!

''Kau berubah! Semenjak ada wanita itu kau berubah!'' ucapku duduk ditempat tidur dan menatapnya. Dia mendekatiku dan duduk di sampingku, ''Hey, siapa yang berubah Baby? Kau cemburu karena aku dekat dengan Nana? Ayolah, dia hanya patner kerja,'' ucapnya.

''Tapi kenapa kalian selalu bersama? Saat makan siang, bekerja, meeting, bahkan pulang bersama. Kau anggap aku apa? Kau pikir enak melihat hal itu,'' kataku jujur mengatakan apa yang membuatku terganggu.

Siwon meletakan tangannya di pipiku, dia menghapus airmata yang sudah lolos dipipiku. ''Dengarkan aku, kami hanya rekan kerja. Aku sudah kenal dan kerja sama dengan Nana sejak lama, kami tidak mungkin melakukan hal yang sering kau lihat di drama. Percaya padaku''

Ucapannya semakin membuatku sedih. Dia kenal dengan Nana sudah lama, sementara kami bisa dibilang pendekatan saja singkat. Jadi bisa dibilang dia lebih mengenal Nana dibanding aku.

''Tapi kalian sudah lama kenal, kau lebih tahu dia dibanding kau tahu aku. Hiks,'' aku memang merasa kekanakan.

Siwon menarikku ke dalam pelukannya, ''Tenanglah Baby, aku tidak akan pernah menghianatimu. Kemana Kyuhyun yang aku kenal? Kyuhyun yang mandiri, dewasa, pengertian, tidak curigaan, baik hati dan selalu berpikiran positif?''

Aku hanya bisa menangis didadanya, jujur aku sangat merindukan pelukannya ini. Rasanya beban di dada berkurang dan aku kembali percaya padanya. Memang hanya Siwon yang bisa menenangkan ataupun membuat cemas dalam waktu singkat.

''Maafkan aku,'' ucapku.

Siwon melepaskan pelukannya, jempolnya ia pakai menghapus airmataku. Wajah tampan itu tersenyum menatapku.

''Rambutmu sudah panjang, aku ingat saat pertama melihatmu rambutmu masih pendek.'' ucapnya mengelus rambutku, aku malah tersenyum dan memukul dadanya. ''Aku masih hidup, jadi rambutku masih bisa tumbuh.'' kataku.

''Apa orang yang sudah meninggal tidak bisa tumbuh rambut? Lalu hantu berambut panjang, bagaimana?'' tanyaku.

''Aigo babykyukyu, di dunia ini tidak ada hantu. Yang ada hanya jin yang menyerupai manusia yang sudah meninggal. Setiap orang yang meninggal, arwahnya kembali pada Tuhan. Nah, Jin yang memang bersama kita sejak kita dilahirkan yang akan menampakan diri seperti kita. Kadang dia bisa negatif atau positif, contohnya menampakan diri untuk mengingatkan kita atau hanya ingin mengetes keimanan kita.''

''Jadi di kantormu tidak ada hantu? Aku dengar kantormu horor,''

''Hahaha... Setiap tempat ada penunggunya termasuk kantor. Tapi tenang saja, Tuhan selalu bersama kita.''

Suamiku memang religius, dia juga tidak pernah takut akan hal-hal semacam itu. Saat dulu kami menonton film horor, aku sudah ketakutan tapi dia malah berkata jika jin ciptaan Tuhan jadi tidak perlu ditakuti. Tapi aku kurang paham, dia itu kadang cukup pervert juga.

''Terima kasih kau sudah membuat rasa curigaku hilang,'' ucapku mengecup lama pipinya. Dia tentu suka dan balik menahan pinggangku agar tidak berhenti menciumnya.

''Leppssshhh,'' aku berusaha melepaskan tangannya. Dia malah mendorongku sampai membentur matras tempat tidur, senyuman itu aku kenal kalau senyuman pervert Siwon sudah muncul. Aku harus waspada!

''Mau apa! Jangan menatapku begitu,'' ucapku mengalihkan wajahnya agar berhenti menatapku pervert.

Dia tertawa dengan reaksiku. ''Kau ini kenapa selalu takut, kita sudah sering melakukannya bukan? Ayolah Baby, aku sangat ingin melakukannya lagi.'' Siwon ini memang tipe orang spontan atau bagaimana, dia tidak malu mengatakan seperti itu. Aku masih trauma karena waktu itu melakukan tanpa pengaman.

''Kita tidak punya pengaman cadangan, jadi kapan-kapan saja.'' tolakku.

''Justru itu, tidak enak kalau pakai pengaman. Tenang saja baby, kita nikmati semuanya.''

''Aku mohon pahami aku, kau tahu betul apa alasanku bukan?''

''Baiklah aku paham, kau memang tidak pernah mau memiliki keturunan dariku.'' Siwon malah marah dan keluar dari kamar. Aku sedih, kenapa dia tidak bisa mengerti keadaan dan kondisiku.

-Social Level-

Siwon's pov-

Aku bukannya marah karena penolakan Kyuhyun, namun aku merasa jika dia memang tidak pernah siap untuk itu semua. Sebenarnya aku hanya mengetesnya, tidak benar-benar ingin melakukannya. Namun sekarang aku tahu kalau mungkin dia memang belum siap. Aku memilih meninggalkannya karena memang aku mau dia memikirkan semuanya. Perbincanganku dengan Appa tadi siang banyak membuka pikiranku yang selama ini berpikiran sempit. Appa mengatakan jika anak bukanlah sebuah penghalang, namun justru anak adalah pendorong dan penyemangat.

Appa yang sudah berpengalaman banyak membagi ceritanya saat dia masih muda. Awalnya Appa juga takut karena dia tengah membangun perusahaan dan itu masih awal, bahkan mungkin belum jadi apa-apa. Namun setelah aku lahir, Appa berkata kalau semangatnya bertambah besar karena mempunyai sesuatu yang harus dia besarkan oleh jerih payahnya. Akhirnya Appa bisa lebih semangat dan nyatanya perusahaan sampai semaju ini. Memang untuk saat ini motivasiku untuk maju adalah Kyuhyun. Hanya dia yang menjadi dasar semangatku. Namun terkadang aku menginginkan sesuatu yang lebih dari itu. Aku tidak paham kehawatiran Kyuhyun, namun itu bukan alasan. Toh dia magang tidak sampai menghabiskan waktu panjang.

''Wonnie, Kibum dan Changmin akan menikah minggu depan.'' Kyuhyun mendekatiku dengan membawa undangan, ''Kau bisa menemaniku kesana?'' tanya Kyuhyun.

''Aku mempunyai banyak pekerjaan.'' ucapku, terdengar jutek memang. Terlihat raut kecewa diwajahnya namun dia berusaha menutupinya. ''Oh begitu, kalau begitu aku ijin tidak kerja. Bagaimanapun Kibum adalah sahabatku,'' ucapnya.

''Baiklah, hanya satu hari kan?''

''Ne,'' Kyuhyun menunduk dan terlihat tidak bersemangat. Aku tidak tega melihatnya, aku tahu kalau Kibum adalah sahabatnya. Mungkin dia mau aku menemaninya, tapi jujur aku memang sedang banyak pekerjaan.

''Sudah malam, kau tidur duluan. Aku masih harus mengerjakan project,'' suruhku padanya lalu berjalan mengambil laptopku di atas meja televisi. Kyuhyun bangun dan kembali ke kamarnya.

Jujur aku sangat tidak tega mendiamkan Kyuhyun seperti ini. Rasanya sungguh lebih berat dari mengerjakan berbagai macam pekerjaan.

-Social Level-

Keesokan Harinya.

Author's pov-

Kyuhyun berhenti mengetik di tulisan terakhirnya. Dia mulai memprint pekerjaan yang telah diselesaikannya. Sebenarnya perasaan Kyuhyun saat ini tidak terlalu baik. Tidak banyak bicara dengan Siwon sejak malam membuat dia tidak tenang. Saat sarapan mereka bahkan tidak bicara. Kertas keluar dari printer, Kyuhyun mengambil berkas yang selesai ia kerjakan lalu berjalan menuju mesih fotokopi yang berada di depan ruangan. Dia memasukan kertas itu ke dalam mesin dan menekan angka sesuai dengan kebutuhan kertas yang ia fotokopi. Tidak sengaja iris matanya melihat Siwon dan Nana berjalan menuju lobi. Kyuhyun melupakan pekerjaannya yang tengah memprint, lalu malah mengikuti Siwon dan Nana dari belakang. Siwon dan Nana sampai di depan kantor, entah apa yang mereka bicarakan namun Nana naik ke dalam taksi dan Siwon melambaikan tangan padanya.

''Jadi Siwon hanya mengantar dia? Ck! Special sekali sampai diantar di depan,'' cibir Kyuhyun.

Dia bersembunyi saat Siwon kembali masuk dan berjalan menuju ruangannya. Kyuhyun mengikuti Siwon sampai Siwon masuk ke dalam ruangan. Kyuhyun mendekati ruangan Siwon, ''Presdir ada?'' tanya Kyuhyun pada sekretaris Siwon.

''Baru saja presdir masuk, ada apa?'' tanya sekretaris Siwon.

''Tadi presdir memintaku datang, apa boleh aku masuk?''

''Iya, silahkan.''

Kyuhyun mengetuk pintu itu dan masuk. Siwon terlihat kaget karena kedatangan Kyuhyun. Namun raut wajahnya kembali ia buat datar. ''Ada apa Kyuhyun-sshi?'' tanya Siwon dingin.

''Jangan berbicara seperti itu,'' kata Kyuhyun.

''Mohon jaga etika anda dalam bekerja. Ini adalah kantor dan saya pimpinan anda,'' ucap Siwon lagi.

''Stop! Aku benci melihatmu begitu!'' kata Kyuhyun tidak mau menurut. Siwon menarik nafasnya, ''Baiklah, ada apa?''

''Sebenarnya...'' Kyuhyun menggantungkan ucapannya. Dia mendadak takut mengatakan suatu hal pada Siwon. ''Ayo cepat, cepat katakan. Aku masih banyak pekerjaan.''

Kyuhyun mendekati Siwon, dia menatap wajah suaminya. Siwon juga menatapnya, menunggu kata apa yang ingin Kyuhyun katakan padanya.

''Aku...''

''Siwon, aku berhasil membujuk Mr. Hyun lagi,'' ucap Nana tiba-tiba masuk, Kyuhyun refleks memundurkan tubuhnya yang begitu dekat dari Siwon, ''Jinjja? Jadi dia tidak marah lagi dan memaafkanku?'' Siwon bangun dari duduknya dan menghampiri Nana.

''Ne, dia bilang dia akan meneruskan project dengan kita.'' ucap Nana gembira, lalu dia melirik Kyuhyun, ''Dia siapa?'' tanya Nana.

''Dia anak magang, tadi dia mengantarkan berkas untukku. Kyuhyun-sshi kau boleh kembali ke ruanganmu.'' ucap Siwon. Kyuhyun menatap Nana dan Siwon bergantian, ''Mereka akan diam di satu ruangan?'' pikir Kyuhyun.

''Ne, permisi.'' Kyuhyun membungkuk lalu keluar. Siwon meminta Nana duduk dan membicarakan soal pekerjaan.

Kyuhyun menghela nafasnya, ''Mereka memang terlihat dekat.'' pikir Kyuhyun. Kyuhyun meninggalkan ruangan Siwon.

''Kyuhyun,'' Heechul berjalan mendekati Kyuhyun. ''Ada apa Heechul-ah?'' tanya Kyuhyun.

''Aku dengar Presdir dan Mr. Hyun bertengkar karena seseorang. Aku menduga karena wanita dan itu Nana-sshi,'' ucap Heechul membuat Kyuhyun terkejut, ''Bagaimana bisa karena Nana-sshi?''

''Mungkin keduanya menyukai Nana-sshi,''

''Tidak mungkin! Presdir tidak mungkin menyukainya, aku yakin!''

''Kenapa tidak mungkin?''

''Kau ikut aku sebentar!''

-Social Level-

''APA! Kau istri presdir Choi?'' teriak Heechul saat Kyuhyun menceritakan statusnya. Untung saja mereka berada di dalam kamar mandi yang tidak ada seorang pun yang berada disana kecuali mereka.

''Kau tidak percaya? Kau pikir aku mengedit foto pernikahan ini?'' kata Kyuhyun sambil menunjuk foto di dalam ponselnya.

''Bukan tidak percaya, tapi kenapa kau menyembunyikan ini dari semua karyawan?''

''Aku tidak ingin kalian membedakanku karena aku istri presdir. Aku ingin bekerja layaknya aku orang asing yang memang masuk kemari untuk bekerja. Sejak dulu aku sudah biasa diperlakukan special karena ayahku, dan aku tidak mau itu terjadi lagi.''

''Memangnya ayahmu siapa?''

''Cho Young Hwan,''

''Mwo? Pemilik Cho Group! Jadi Cho dan Hyundai Group... Bagaimana bisa hal besar ini tidak ada yang tahu.'' Heechul mulai tidak habis pikir dan tidak mengerti.

''Kau kan tahu, baik ayah maupun mertuaku pandai soal itu. Pernikahan kami begitu sakral dan tertutup, bahkan kami belum punya waktu untuk bulan madu.''

''Pantas saja, kau tahu aku baru tahu putri Cho group secara langsung. Aku rasa ayahmu sangat menyembunyikan tentangmu, bahkan sangat sulit mencari info keluargamu. Padahal banyak mahasiswa yang ingin menjadikan keluargamu untuk skripsi mereka,''

''Aku mohon kau ikut merahasiakannya, aku menganggapmu sahabat. Jadi tolong bantu aku,''

''Tentu saja! Kau bisa percaya padaku. Jadi wanita yang menjadi alasan pertengkaran presdir dan Mr Hyun adalah kau?''

''Mwo?''

Flashback.

Siwon dan Seunghyun membahas soal projet namun tiba-tiba Seunghyun membahas persoalan yang lain.

''Pegawaimu yang tadi sangat lucu, aku rasa aku menyukainya.'' ucap Seunghyun.

''Maksudmu Kyuhyun?'' tanya Siwon mulai curiga.

''Iya, dia juga sepertinya polos. Sangat menggemaskan!''

''Kau jangan mendekati atau bahkan berniat mengencaninya,''

''Memangnya kenapa? Apa kau menyukainya?'' tanya Seunghyun.

''Pokoknya kau tidak boleh mendekatinya, kalau berani kau berurusan denganku.''

''Mr. Choi larangan anda tanpa alasan, anda hanya atasannya jadi tidak berhak mengaturnya. Dia kan menjadi kekasihku dalam waktu dekat!''

''Ya!''

#Bugh

Siwon kesal dan langsung memukul Seunghyun. Seunghyun tidak terima lantas membalas, namun dia memukul perut Siwon. Dua kali saling pukul sebelum satpam memisahkan.

Flashback end.

Kyuhyun berjalan masuk kerungan Siwon, dia masuk begitu saja walaupun sekretaris Siwon melarang. Kyuhyun lupa untuk mengunci ruangan itu, ''Siwon!'' panggilnya.

''Kyu, kau...''

''Jelaskan kenapa kau memukul Mr Hyun?''

Siwon langsung kesal karena Kyuhyun sudah tahu soal itu, jadi dia datang karena tidak suka Siwon memukul pria yang menyukainya.

''Dia kurang hajar! Dia sudah lancang berkata ingin mendekatimu, aku tidak bisa terima.''

''Kau lucu sekali, dia tidak tahu hubungan kita. Jadi kalau dia berpikir seperti itu kau tidak pantas memukulnya,''

''Wooaaa ternyata kau membelanya. Apa karena dia menyukaimu, makanya kau membelanya.''

''Kau jangan sembarangan. Aku hanya tidak suka kau bersikap kekanakan seperti itu. Bagaimana pun dia patnermu, jika semuanya kacau bagaimana. Bagaimana dengan cita-cita dan rencana kita, kau sudah janji kalau project ini sukses kita...''

Siwon menutup ucapan Kyuhyun dengan ciumannya. Dia sudah salah sangka, dia kira Kyuhyun marah karena membela orang yang menyukainya tetapi Kyuhyun marah karena memikirkan masa depan mereka.

''Kau tenang saja, semuanya baik-baik saja.'' ucap Siwon setelah melepaskan ciuman itu. Kyuhyun melingkarkan tangannya di leher Siwon, ''Kiss me again,'' ucap Kyuhyun. Siwon melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun, menarik agar tubuh Kyuhyun semakin dekat dengannya.

Merendahkan kepalanya untuk menggapai bibir merah Kyuhyun, melumat dan menghisapnya pelan. Kyuhyun meremas rambut belakang Siwon. Terkadang mereka berbaikan hanya dengan menujukan rasa cinta, rasa kesal dan perselisihan mereka akan hilang.

''Nghhmmp,''

Sorot mata Siwon menatap dalam Kyuhyun begitupun dengan Kyuhyun. Siwon menurunkan ciumannya sampai di leher Kyuhyun, tidak tahan dengan rasa gelinya Kyuhyun mendorong Siwon sampai Siwon duduk di meja kerjanya. Posisinya Kyuhyun memeluk Siwon yang duduk di atas meja, Siwon masih menciumi sekitar leher dan telinga Kyuhyun.

''Hentikannnhh,'' Kyuhyun berusaha mendorong dada Siwon agar berhenti menciumi lehernya.

''Kenapa Baby?''

''Ini dikantor, aku tidak mau kau melakukan hal yang lebih gila lagi.''

''Kalau cium saja boleh kan,'' Siwon kembali mencium tepat di bibir merah istrinya.

''Siwon aku dan Mr Hyun da...'' Nana diam tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Siwon tengah berciuman dengan seorang wanita, terlebih untuk Mr Hyun ini hal yang sangat mengejutkan.

Siwon dan Kyuhyun berhenti berciuman, kedua sama-sama kaget karena tertangkap basah tengah berciuman oleh kedua orang itu.

''Nana, Mr Hyun...''

Nana terlihat masih shock, Mr Hyun tidak kalah terkejut, Kyuhyun hanya menundukan kepalanya. Apa semua rahasia mereka akan terbongkar sekarang?

-Social Level-

TBC.

DON'T BASH GOOD PEOPLE.