Chapter 10

Berbulan-bulan pun berlalu semenjak hari itu. Natsu Dragneel, lelaki berambut pinkish itu semakin mendekati diri aslinya. Perasaannya pada sahabat berambut blonde nya itu pun tak pernah hilang, bahkan semakin besar seiring berjalannya waktu.

Meski demikian, Lucy pun belum menyadari perasaan yang sesungguhnya. Apakah Natsu Dragneel atau Gray yang dirinya sukai. Gadis itu semakin sering menghabiskan waktu luangnya dengan sahabatnya tersebut, bahkan ia pun telah bertemu Happy. Dirinya tak pernah menyesali setiap waktu yang dilaluinya bersama Dragneel boy itu.

Normal P.O.V.

"Semua anak kelas 2-C dan 2-E diharapkan berkumpul di lapangan untuk perlombaan estafet parallel!"

Dengan sigap, Lucy dan sahabatnya Levy berlari menyusuri koridor menuju lapangan. Disana telah berada seluruh anak kelas 2-c dan E di tempatnya masing-masing

"Semangat anak 2-c!"

Sementara itu...

"Selamat buat Team-futsal! Chears!"

Ruangan klub futsal itu dipenuhi teriakan, canda tawa, atas syukuran kemenangan mereka di tingkat nasional.

"Cie, Ice-Prick, selamat !" sahut Natsu sambil memukul keras punggung sang kapten futsal

"Ouch! Baka-FlameHead!" teriak Gray agak kesakitan

"Gee Hee! Selamat otak beku" kata Gajeel sambil memasuki ruang klub dan mengambil minuman dan melakukan tos

"Astaga, kirain bir, ternyata air putih! Cih.." keluh kapten baseball itu kesal

"Gray! Mereka ga punya Strawberry Cake apa?!" teriak Erza dipenuhi api-api kemarahan

"Gomen Erza!" balas teriak Gray sembari lari bersembunyi di loker takut kena jitak (?)

Seketika itu, terlihat Mira di pintu dengan beberapa perkas di tangannya bersama Laxus, panitia acara sekolah itu

"Erza, Natsu, panitia yang lain sudah menunggu, ayo!" ajak gadiss itu

Natsu segera beranjak dari tempatnya sambil membawa kamera sementara Erza harus meredam amarahnya terlebih dahulu karena tugas telah menanti

"Ada apa Mira?" tanya Natsu sembari berjalanan menuju lapangan trek lari

"Kau sebaiknya ambil foto kelas 2-c sekarang, lagipula Lucy bertanding bukan?" tanya gadis berambut putih itu

"Oh ya! Aku lupa!" sahut Natsu sembari berlari mendahului Mira, Laxus, dan Erza

"Dan untuk apa kalian memanggilku?" tanya Erza kebingungan

"Erza, anak kelas 1 mengeluh karena konsumsinya Strawberry Cake semua" jawab Laxus datar sembari bersweat drop

"Etto..."

"Kau sebaiknya segera menghubungi kepala sekolah dan mengganti konsumsinya" lanjut Mira sembari tetap tersenyum

Sementara gadis Scarlet itu.. Sebut saja moodnya langsung berubah drastis ketika harus berdebat dengan kepala sekolah Magnolia High


Lelaki berambut salmon itu dalam hitungan beberapa detik pun sampai di lapangan trek lari. Dilihatnya Lucy dan Levy serta beberapa fans kelas 2-c dan E nya di trek lari

"NATSU SENPAI!" "NATSU-SAN MELIHATKU!" "ASTAGA KEREN SEKALI" "SENPAI DOAKAN KAMI MENANG" "NATSU! KAMI MNCINTAIMU!"

Sahutan-sahutan tersebut terdengar dari kejauhan degan begitu riuh sementara penonton pun berteriak-teriak gila (?)

Tanpa mengindahkan kalimat-kalimat dan ricuh penonton itu, pemuda pinkish tersebut berteriak kencang, "SEMANGAT LUCE! SEMANGAT 2-C!"

Ketika lelaki itu mengalihkan pandangannya kepada gadis blonde tersebut, dirinya tersenyum. Senyuman itu seakan mengalihkan dunia gadis itu dalam beberapa detik (?)

Lucy pun akhirnya kembali dalam kesadarannya sambil tersenyum manis penuh semangat,

"HAI!"

'PRIT!'

Anak pertama kelas 2-c dan e segera berlari dengan sekut tenaga, mereka adalah Mest, wakil kelas 2-c dan Jet, wakil kelas 2-e. Dapat dilihat bahwa keduanya dapat terbilang seri, sama-sama cepat dan tak tertandingi.

Natsu Dragneel mengambil kesempatan itu untuk menfokuskan kamera kepada keduanya dan JPRET! Satu foro terambil dengan sangat baik dan sangat jelas

"Yaa! Mereka mengoper tongkat ke pelari kedua bunng! Siapakah yang akan menang?!" teriak Eve sang Komentator dari Klub Siaran Pegasus

"DUA CE! JENG JENG JENG! DUA CE! JENG JENG JENG!"

"DUA E O! EeeeOooo EeeOoo Eee Ooo Eee Ooo!"

"DUA CE! JENG JENG JENG! DUA CE! JENG JENG JENG!"

"DUA E O! EeeeOooo EeeOoo Eee Ooo Eee Ooo!"

"Lu-chan! Ambil ini, cepat!" teriak Levy kepada sang pelari terakhir sembari menyerahkan tongkatnya

'JPRET!'

Foto Lucy dan Levy yang sedang memegang tongkat dengan sebelah tangan mereka terambil dengan pencahayaan yang sangat baik. Seakan keduanya sedang dalam naungan cahaya suci (?)

Lelaki itupun tersenyum bangga pada dirinya sendiri lalu menatap gadis yang sedang membawa nasib 2-c dalam pertandingan

"GO LUCY!"

.

.

.

.

.

.

'PRIT!'

"PERTANDINGAN SELESAI!" teriak Hibiki, salah seorang dari 2 kometator itu

"SELAMAT KEPADA!"

.

.

.

.

.

.

"KELAS 2-C!"

"WOOOHOOO!"

"DUA CE! JENG JENG JENG! DUA CE! JENG JENG JENG!"

"DUA CE! JENG JENG JENG! DUA CE! JENG JENG JENG!"

Terlihat selebrasi yang sungguh meriah dari kelas tersebut. Sementara keriuhan sedang terjadi di lapangan, gadis pembawa kemenangan kelas itu terlihat kebingungan.

Tanpa dirinya sadari, sebuah kamera telat memoto figurnya yang sedang berdiri di depan kerumunan.

'JPRET!'

Gadis itupun menolehkan pandangannya secara tiba-tiba ke arah laki-laki itu

"NATSU!" teriak gadis itu sembari berlari menghampiri

"OY! Luce!" sahut lelaki itu sembari melambaikan tangannya

"Ngapain tadi heh?" tanya Lucy dengan tatapan serius

"Motret la, liat ini, bagus!" sahut pemuda itu sembari menunjukkan hasil foto kepada sahabatnya tersebut

Dengan perlahan gadis itu mengambil kamera nya dan memperhatikan fotonya. Terlihat dalam foto, dirinya yang sedang memegang siku kanannya sembari memalingkan muka ke arah yang berlawanan.

Muka nya yang terlihat kebingungan dan agak kemerahan menimbulkan kesan polos sementara rambutnya yang diikat satu terlihat tertiup angin dan disinari sinar matahari membuat seakan dunia bertumpu dan tertuju pada gadis itu

Lucy Heartfilia terlihat begitu bersinar dalam foto itu

"See?" kata Natsu sembari tersenyum melihat reaksi sahabatnya

"Arigatou-ne, Natsu!" sahut gadis itu sembari tersenyum cerah

"PERHATIAN UNTUK SELURUH MURID, SILAHKAN MEMULAI STAN KELAS DAN KESENIAN KELAS SEKARANG! OPEN-GATE AKAN DIMULAI PUKUL 12, 5 MENIT LAGI. TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA"

"Ah.. Aku harus pergi, jaa-nee Luce! Ice-Prick bakal nyariin kalo ga, nanti mampir ke 3-A ya!" sahut Natsu Dragneel sembari meninggalkan Lucy sendiri di sana

"Baiklah"


"Selamat Datang di Kafe 2-C!" teriak 2 orang pelayan (anak 2-C) dengan berpakaian kostum waiter.

Rok hitam dan celemek putih berenda dengan bondu seperti maid-maid Jepang.

Ruang kelas itu terkesan klasik, dilengkapi gorden merah dan red carpet. Lampu gantung raksasa pun terlihat begitu indah. Setiap meja dilengkapi serbet, gelas, dan piring kaca yang terkesan klasik ditambah lagu klasik romantik abad 20.

"Lucy, shift-mu sudah kayaknya! Nanti 1 jam lagi baru mulai lagi oke" lanjut Juvia sembari mengecek daftar jam kerja (?)

"Ok, arigatou Juvia!"

Dengan segera gadis itu melepaskan pakaiannya di kamar ganti. Ia kembali mengenakan seragam SMA nya lalu bergegas meuju kelas 3-A

"Hai, Blonde!" sahut gadis berambut putih dengan sinis

"Hai, Lisanna" jawab Lucy dengan sinis

Tatapannya tertuju lurus kepada Lisanna, dilihatnya juga 2 orang sahabatnya atau bisa disebut babu gadis itu.

Lisanna Strauss memang cantik, parasnya hampir menyerupai Mirajane. Tapi sikap mereka berbeda 180o. Mira mungkin orang terbaik yang akan kau temui seumur hidupmu, tapi tidaklah Lisanna.

Siapapun tak akan mau berteman dengannya kalau wajah cantik itu hilang. Kelakuannya sangat picik, dan kau harus tahu itu sebelum terbuai janji manisnya

"Ugh.. Girls, kau mencium bau busuk itu?" tanya Lisanna dengan keras seakan berteriak

"Ya!" jawab keduanya dengan tegas sambil menutupi hidung mereka

"Aku tak punya waktu berurusan denganmu Lisanna" jawab Lucy singkat lalu pergi.

Melihat reaksi Lucy pun Lisanna semakin marah

'Kenapa dia sama sekali ga kepengaruh, ugh!' batin Lisanna

Gadis berambut blonde itu melewati koridor dengan cepat sambil memandang ke luar jendela kaca. Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang membuyarkan lamunannya

"Ano.. Lucy-san?" tanya seorang anak kelas 1

"Iya?"

"Apa kau dan Natsu-san pacaran?"

Seketika semburat merah tiba-tiba muncul di wajahnya. Dengan tergagap-gagap sambil tertawa garing dirinya berkata,

"Ano.. Ga kok ehehe, kita sa-ha-sahabat.. Ya sahabatan!"

Tiba-tiba segerombol anak kelas 1 muncul di hadapannya sambil menghembuskan napas dan terlihat kecewa (?)

"Kami berharap banget Natsu-senpai dan Lucy-san jadian!" jelas salah satu dari mereka

"Etto.."

"Kalian bakal cocok banget!"

"Natsu-senpai keren kau cantik!"

"Eh.. Tapi kami sahabatan doank kok, Natsu juga ga punya perasaan apa-apa lagian"

"Yah..." keluh mereka sekali lagi

"Padahal NaLu OTP banget!" teriak salah satu dari mereka

"Ya! Hidup NaLu!" teriak yang lainnya bersamaan

"Eh!"


HOSH.. HOSH.. HOSH..

"Astaga kau ini kenapa sih?" tanya seorang dengan kimono

"Eh...? EH!" teriak gadis itu histeris

"APA LAGI HEH?!" balas teriak seseorang itu

"NATSU APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KIMONO ITU?!"

"ERZA BILANG AKU HARUS PAKAI KALO GA MATI! KAU KIRA AKU PUNYA PILIHAN?!"

.

.

.

.

.

"HAHAHAHAHHA! ASTAGA KAU CANTIK SEKALI!" tertiak Lucy kepada Natsu sembari tertawa terbahak-bahak

"ASTAGA NATSU! KAU BISA JADI MODEL KALO TRANSGENDER! HAHAHAHA CANTIK SEKALI! MIRIP SAKURA HARUNO WAKTU RAMBUTNYA PANJANG"

"Sial.." desah pemuda itu dengan kesal

'Ngapain Erza nyuruh gini sih' batin pemuda itu

Erza, Natsu, dan Jellal memang berada di satu kelas yang sama yaitu 3-A sedangkan Mira, Gajeel, dan Gray berada di kelas 3-B

"Dimana Je—" kata-kata gadis itu terpotong ketika seseorang yang serupa dengan Natsu keluar dari pintu. Bedanya dia mengenakan wig biru panjang

"Natsu ada apa sih berisik banget"

"Je... HAHHAHAHA! ASTAGA KAU BAHKAN SAMA CANTIKNYA DENGAN DENGAN DIA! BUNGA ITU COCOK SEKALI" tertawa gadis itu dengan histeris sampe guling-guling di lantai (?)

Tanpa menghiraukan gadis yang tiba-tiba menggila itu, Natsu dan Jellal segera masuk ke kelasnya masing-masing sebelum mereka mempermalukan dirinya sendiri.


Setelah beberapa menit berguling-guling ria di lantai dan menjadi tontonan publik akhirnya gadis itu berdiri dan bergegas pergi

"Astaga.. aku bisa gila" kata Lucy kepada dirinya sendiri sembari menjitaki kepalanya

'Aku sebaiknya cari Mama dan Papa' batinnya

GUBRAK

Tanpa sengaja gadis itu menabrak seseorang di hadapannya. Tumpukan kain yang dibawa pemuda itupun beertebaran kemana mana sementara lelaki itu tejatuh

"Oh my.. gomenasai!" sahut Lucy sembari membantu merapi kan tumpukan kain yang bertebaran

"Etto.. tak apa, tadi juga sama ga liat jalan" jelas lelaki itu sembari mengusapi pelipisnya yang kejedug

Keduanya pun membereskan kain itu bersamaan lalu mengangkatnya

"Arigatou-ne ?" tanya pemuda itu mencoba menanyakan nama gadis di hadapannya

"Lucy" jawabnya pelan sembari tersenyum dan memberikan tumpukan kain yang terakhir kepada pemuda itu

"Arigatou-ne Lucy" katanya sekali lagi

Senyumnya begitu lebar dan terkesan keren. Rambutnya terlihat begitu cocok dengan dirinya sendiri

"Um.. Douita?"

"Gray, Gray Fullbuster" jawab lelaki itu

DEG!

Sampai akhirnya semua terasa jelas bagi gadis itu bahwa Natsu Dragneel selalu menyinari hari-hari dalam hidupnya, seseorang dari masa lalu datang menghampiri... pada saat Festival Kesenian dan Kebudayaan Magnolia High dan membuat perasaannya kembali teraduk-aduk kebingungan

~To Be Continued~


Bagaimana Minna-san?

Maafkan karena baru mengupdate sekarang, sudah bulai sekolah jadinya sibuk hehe

Akan ku usahakan untuk mengupdate lebih cepat

Tolong sampaikan pendapatmu pada review box, dan terima kasih yang telah mereview dan memberi masukan ^_^