I DON'T NEED A MAN

.

.

.

.

.

KAISOO FANFICTION

.

.

.

.

BY KAISOOLOVERS

.

.

.

.

ORIGINAL IDEAS. DONT PLAGIAT. DLDR. GS. EXO. KAISOO. MAINSTREAM STORY

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

ENJOY

.

.

.

.

Aku dan Baekhyun digiring ke sebuah ruangan yang berada di restoran mewah kota Seoul. Setelah adegan penculikan tadi ternyata kami dibawa kesebuah salon untuk didandani hingga berakhir disini.

Salah satu orang yang membawa kami mempersilahkan masuk. Aku dan Baekhyun saling tatap dan akhirnya memasuki ruangan itu. Betapa terkejutnya kami saat melihat dua nama yang sangat aku kenal.

"Annyeong!" sapa salah satu namja itu dengan senyuman lebarnya.

Baekhyun membuang mukanya saat mengenal siapa yang menyapa kami.

"Duduklah" ucap namja yang satunya dengan wajah datarnya.

Aku mengajak Baekhyun duduk dikursi yang sudah tersedia. Aku duduk berhadapan dengan namja berwajah datar yang malas aku sebutkan namanya. Sedangkan Baekhyun duduk berhadapan dengan namja yang menyapa kami.

Kami duduk saling berdiam diri. Aku menolak menatap wajah namja didepanku begitupula Baekhyun. Tak ada yang bersuara hingga menimbulkan keheningan yang cukup lama.

"Kau tak bertanya sesuatu?" tanya namja didepanku.

Aku memilih tak menjawabnya.

"Kau tak memberitahunya?" tanya namja didepan Baekhyun menatap kearah namja didepanku.

"Sudah" jawab orang itu sekenanya.

Beberapa orang pelayan datang membawakan makanan. Mereka menata makanan dimeja depan kami. Aku hanya menatap kosong deretan makanan yang tersaji didepan kami. Setelah selesai menyajikan semua hidangan, pelayan-pelayan tersebut keluar.

"Makanlah"

Aku dan Baekhyun kompak tak ada yang bergerak. Kami tak sedikitpun menyentuh makanan yang tersaji.

"Kau mau makan apa, Baekhyun-ah? Akan aku ambilkan" tawar namja didepan Baekhyun.

"Apa aku perlu memaksamu lagi, miss Do"

Pergerakan tangan namja didepan Baekhyun berhenti setelah mendengar ucapan Jongin. Aku menatap namja didepanku penuh benci. Sedangkan ia menatapku santai.

"Apa itu yang bisa kau lakukan, Tuan Kim? Memaksa seseorang sesuai dengan keinginanmu" ucapku sinis.

"Aku tak pernah gagal mendapatkan apa yang aku inginkan, miss Do" sahutnya.

"Dan menggunakan segala cara untuk mendapatkannya? Ciri khas seorang CEO Kim Corp sekali" sindirku.

Suasana menjadi tegang. Aku lihat namja disebelah Jongin terdiam akan pembicaraan kami. Bahkan Baekhyun hanya memandangiku dan namja didepanku.

"Aku rasa makan malam kali ini tak akan berjalan mulus" ucap Jongin santai.

"Tak akan pernah berjalan mulus jika kau memaksakan kehendakmu demi kesenanganmu sendiri" sinisku.

"Bagaimana kalau kita hanya makan saja tanpa banyak berdebat?" usul namja disebelah Jongin.

Aku berdiri diikuti Baekhyun. Kedua namja didepan kami memperhatikan kami.

"Terima kasih atas jamuannya" ucapku.

Aku menarik tangan Baekhyun. Baekhyun menurut dan mengikutiku. Aku membuka pintu dan terkejut melihat banyak pengawal berjaga didepan ruangan kami. Mereka melihatku dan Baekhyun bergantian. Tanpa ada perintah mereka sudah berbaris rapi didepanku memblokir segala akses keluar.

"Tolong beri jalan" pintaku tapi mereka tetap berdiri tanpa bergerak.

Aku berbalik menatap Jongin dengan kesal. Ia dengan santainya meminum winenya.

"Perintahkan pengawalmu untuk menyingkir!" suruhku.

Ia hanya tersenyum miring disela-sela minumnya. Menyebalkan sekali.

"Duduk dan selesaikan makanmu maka kau bisa keluar dari sini"

"Kau dan segala kekuasanmu!" geramku.

Aku melepas genggaman Baekhyun dan berjalan kearah meja. Dengan cepat aku meraih gelas dan menyiram Jongin dengan air didalamnya. Semua terkejut dengan tindakanku. Chanyeol namja yang berada disebelah Jongin membelalakkan matanya.

Aku terlanjur kesal. Aku paling malas bertemu dengan namja yang suka mengatur. Beberapa pengawal masuk kedalam melihat kondisi bosnya. Beberapa dari mereka memegang tanganku sebagai bentuk pertahanan.

Jongin menyeka air diwajahnya menggunakan serbet yang ada dimeja. Ia memberikan instruksi kepada pengawalnya yang aku tak tau apa. Tiba-tiba saja tubuhku dipegang erat agar tak bergerak.

"Eonnie!"

Aku menoleh kebelakang. Aku melihat Baekhyun diseret oleh pengawal Jongin keluar ruangan. Aku memberontak. Aku tak bisa membiarkan adikku disakiti. Baekhyun terus meronta-ronta. Chanyeol yang tadinya ada disamping Jongin kini berada disebelah Baekhyun. Ia mengambil alih tubuh Baekhyun dan membawanya keluar.

"Kau bajingan!" makiku saat tak lagi melihat Baekhyun.

Pengawal Jongin melepaskan tubuhku dan keluar ruangan. Menyisakan aku dan Jongin.

"Kembalikan Baekhyun!" teriakku.

Jongin dengan santainya berdiri mendekatiku. Tubuhnya penuh ketegangan. Aku tak sedikitpun takut dengan auranya. Aku terlanjur diliputi emosi.

Jongin mencengkeram rahangku dan mendongakkannya hingga mataku bertemu matanya. Tatapannya bengis.

"Kau gadis kecil yang tak sopan. Beginikah caramu membalas kebaikan hati seseorang?" desisnya.

Aku melepaskan cengkraman tangannya dan mendongakkan kepalaku setinggi-tingginya. Jika dia menantangku maka aku akan meladeninya.

"Sudah aku katakan dari awal. Aku tak butuh kebaikan hatimu! Aku bisa mengurus hidupku tanpa kau ikut campur!" teriakku.

"Mulutmu perlu diberi pelajaran" geram Jongin.

"Benarkah? Kalau begitu kelakuanmu juga perlu diperbaiki! Bagaimana bisa seorang CEO perusahaan besar berkelakuan barbar sepertimu? Atau ini dirimu yang asli?"

Jongin dengan tiba-tiba mencengkeram leherku. Ia mendorong tubuhku hingga terbentur dinding. Semua tenagaku rasanya habis karena kekurangan oksigen dalam paru-paruku. Aku meronta melepaskan cekikannya. Orang ini benar-benar gila. Dia seperti psikopat gila yang bisa membunuhku kapan saja.

Aku kehabisan pasokan udara.aku yakin wajahku sudah membiru. Aku mencoba membuka mulutku meraup udara sebanyak-banyaknya tapi tak membantu. Tanganku yang semula berada ditangannya mulai melemah. Tubuhku serasa tak bertenaga.

Aku merasakan tangan Jongin melonggarkan cekikannya. Dengan cepat aku langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya. Paru-paruku yang terisi udara dengan cepat terasa sakit tapi aku mengabaikannya.

"Jaga sikapmu, miss Do. Kau tak tau siapa yang sedang kau ajak berdebat saat ini. Jangan sampai aku kehilangan kesabaranku lagi" bisik Jongin ditelingaku.

Kesadaranku mulai hilang. Bisikan yang Jongin berikan mempengaruhi alam bawah sadarku. Bisikannya seperti bisikan iblis yang mengutuk diriku. Aku lemah.

"Kau anak sialan! Kau pantas dicambuk seperti eommamu!"

Plak

'Andwe'

"Jika kau terus membela eommamu maka kau harus merasakan apa yang eommamu rasakan"

Plak

'Appa jebal...'

"Kau dan wanita jalang itu membuatku muak"

Plak

'Ampun appa..'

--:--

"Ampun appa...Jangan pukul Kyungsoo dan eomma"

Jongin melepaskan tangannya dari leher Kyungsoo. Ia terkejut mendengar lirihan Kyungsoo yang terdengar olehnya. Bahkan sekarang Jongin melihat Kyungsoo menangis dengan badan yang bergetar. Badan mungil Kyungsoo merosot. Kyungsoo menangis dengan isakan kecil.

Jongin mensejajarkan tubuhnya dengan Kyungsoo. Ia sangat kaget melihat perubahan Kyungsoo. Ia begitu lemah tidak seperti yang Jongin ketahui. Jongin mencoba menyentuh tangan Kyungsoo.

"Kyungsoo..." panggil Jongin.

Jongin tergelak. Tangannya belum sempat mengenai Kyungsoo tapi gadis mungil itu langsung membuat barikade tangan untuk melindungi kepalanya. Seakan-akan Jongin ingin memukulnya.

'Apa yang sebenarnya terjadi?'

Jongin masih mendengar rancauan Kyungsoo. Berulang kali Kyungsoo menyebut kata appa dan ampun. Jongin langsung memeluk tubuh Kyungsoo dan membiarkan gadis itu tenang dipelukannya.

Saat Jongin ingin memeriksa Kyungsoo, ternyata gadis itu sudah pingsan dalam pelukannya. Jongin langsung membopong tubuh Kyungsoo dan memanggil pengawal. Semua pengawal langsung masuk dan terkejut melihat bosnya membopong seseorang.

"Siapkan mobilku dan cari Chanyeol untuk segera pergi ke mansionku!"

Jongin segera membawa Kyungsoo keluar dari restoran. Tindakannya mengundang banyak tanya dari pengunjung. Pihak restoran langsung meminta maaf dan mengalihkan perhatian mereka. Jongin tak terlalu ambil pusing. Toh restoran itu merupakan restoran miliknya.

Jongin memasukkan tubuh Kyungsoo hati-hati kedalam mobil. Ia menolak banyuan dari para pengawalnya. Ia tak akan membiarkan Kyungsoonya disentuh orang lain selain dia. Jongin memposisikan diri duduk disamping Kyungsoo dan meletakkan kepala gadis itu dipangkuannya.

Selama perjalanan Jongin melihat Kyungsoo semakin pucat. Keringat dingin muncul didahi Kyungsoo. Jongin menyekanya. Ia semakin penasaran dengan masa lalu Kyungsoo.

Dalam kertas yang diberikan pengawalnya tempo hari ia tak merasa puas. Disana hanya dituliskan jika ayah Kyungsoo meninggalkan keluarganya. Tapi tak ada keterangan lainnya. Jongin ingin semua masa lalu Kyungsoo ia ketahui. Dalam lubuk hatinya ia ingin melindungi Kyungsoo. Perasaan aneh itu datang tanpa diduga. Jongin masih harus memastikannya. Dan dengan kejadian tadi ia merasa bersalah telah melukai Kyungsoo.

Jongin merebahkan Kyungsoo diranjangnya. Ia selimuti Kyungsoo hingga sebatas dada. Pengawalnya bilang jika Chanyeol dalam perjalanan. Jongin mengusap kepala Kyungsoo pelan.

"EONNIE!!" teriak Baekhyun.

Baekhyun langsung menghampiri Kyungsoo dan menyingkirkan Jongin yang sebelumnya duduk ditepi ranjang. Jongin yang tersingkir menatap Chanyeol yang berada di ambang pintu.

"Kenapa kau mengajaknya?" tanya Jongin risih.

"Dia bersamaku jika kau lupa" sakrkas Chanyeol.

Chanyeol segera menuju Kyungsoo untuk mengecek keadaannya. Baekhyun menatap khawatir eonnienya.

"Bagaimana?" tanya Baekhyun penasaran setelah Chanyeol selesai memeriksa.

Chanyeol tak menjawab. Ia langsung menoleh kearah Jongin dan memandanginya.

"Apa yang kau lakukan dengannya?" tanya Chanyeol.

"Aku tak melakukan apa-apa" jawab Jongin.

"Dia terlihat syok!" marah Chanyeol.

Baekhyun langsung menghampiri Jongin dan menarik dasinya.

"Dengar, Tuan! Jika sampai sesuatu yang buruk terjadi pada eonnieku, akan ku pastikan kau dalam bahaya!" ancam Baekhyun.

Chanyeok yang kaget dengan pergerakan Baekhyun langsung berdiri dan menghampirinya. Ia mencoba melepaskan cengkraman tangan Baekhyun dari dasi Jongin.

"Sabar, Baek. Kyungsoo baik-baik saja" ujar Chanyeol menenangkan.

Baekhyun langsung melepas cengkramannya dan beralih ke arah Chanyeol.

"Kau! Kau pasti satu komplotan dengan dia! Aku tak mempercayai lelaki seperti kalian" sembur Baekhyun dengan tangan yang diacungkan kearah Chanyeol.

Chanyeol sedikit mundur karena tangan Baekhyun. Ia sadar jika wanita yang sedang marah itu mempunyai kekuatan yang luar biasa seperti ibu dan kakaknya.

"Bawa pergi dia" usir Jongin lalu berjalan kearah ranjang.

Baekhyun yang hendak memprotes langsung dibekap Chanyeol dan segera digiring pergi. Chanyeol paham jika suasana hati Jongin sedang tak baik. Ia tak mau jika nantinya Baekhyun terkena masalah.

Jongin membenarkan selimut Kyungsoo. Ia pandangi wajah Kyungsoo yang sekarang sudah tak pucat lagi. Jongin mencium kening Kyungsoo lama.

Tok tok tok

"Maaf bos, ada yang perlu saya sampaikan" ucap anak buah Jongin dari luar.

"Masuk" suruh Jongin.

Anak buah Jongin membuka pintu kamar dan menutupnya lagi setelah masuk. Ia sedikit terkejut saat mendapati ada orang lain dikamar bosnya. Jongin memberi isyarat untuk lebih mendekat.

"Maaf jika saya mengganggu"

Anak buah Jongin melirik kearah Kyungsoo.

"Tak apa. Bagaimana?"

"Ada yang aneh dengan masa lalu nona Kyungsoo. Setelah saya selidiki lebih lanjut ternyata nona Kyungsoo tak sekedar ditinggal ayahnya namun dia dan ibunya dipukuli"

Jongin mengeraskan rahangnya.

"Hal itu dimulai sejak bisnis dari ayah nona Kyungsoo mulai bangkrut. Awalnya hanya ibunya yang dipukuli tapi nona Kyungsoo yang membela ibunya juga kena imbasnya"

Jongin mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia merasa geram mendengar ada yang memukuli Kyungsoo. Ingin sekali Jongin menghabisi orang itu.

"Untuk masalah..."

"Eungh~"

Jongin maupun anak buahnya langsung menoleh kearah Kyungsoo. Kyungsoo menggeliat tak nyaman. Jongin melambaikan tangannya menyuruh anak buahnya keluar kamarnya.

Anak buah Jongin membungkuk dan langsung menghilang dari hadapan Jongin. Jongin mengelus pipi Kyungsoo. Perlahan Kyungsoo membuka matanya. Kepalanya terasa pusing.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Jongin lembut.

Kyungsoo yang masih setengah sadar tak menyadari siapa yang berada didepannya. Seketika Kyungsoo melihat sekelebat bayangan ayahnya. Kyungsoo langsung terduduk dengan tangan yang sudah membentuk pertahanan.

Jongin meraih bahu Kyungsoo dan mengguncangnya pelan. Kyungsoo terus memberontak.

"Kyungsoo" panggil Jongin coba menyadarkan Kyungsoo. Tapi itu semua sia-sia.

Mata Kyungsoo langsung membulat mengingat adiknya.

"Baekhyun! Baekhyun-ah!" jerit Kyungsoo memanggil nama adiknya berulang kali.

Jongin sedikit kualahan saat menangani Kyungsoo. Gadis ini seakan-akan kehilangan kendalinya. Jongin terus memegangi Kyungsoo dengan susah payah. Kaki Kyungsoo mulai menendang-nendang menghalau tubuh Jongin yang ingin mendekat.

Pintu kamar Jongin terbuka. Chanyeol terkejut melihat Jongin yang sedang menahan tubuh Kyungsoo. Baekhyun menutup mulutnya melihat kakaknya tersiksa. Seseorang yang datang bersama Chanyeol langsung mendekati Kyungsoo. Ia mengambil alih tubuh Kyungsoo. Awalnya Jongin tak ingin melepaskan tangannya dari Kyungsoo tapi Chanyeol menepuk pundaknya dan mengangguk.

Jongin dengan berat hati melepaskan pegangannya. Ia berdiri sedikit menjauh memberi ruang. Jongin mengamati apa yang dilakukan orang yang dibawa Jongin.

"Kyungsoo, darling. Ini tidak nyata. Kembalilah. Baekhyun ada disini" bisik orang itu ditelinga Kyungsoo.

Berangsur-angsur tubuh Kyungsoo melemah. Tak ada lagi rontaan dari Kyungsoo. Pandangan Kyungsoo terpaku kepada orang didepannya. Seketika itu Kyungsoo menangis dalam pelukan orang itu.

Baekhyun mendekati eonnienya. Orang itu melepaskan pelukannya dan memberikan kesempatan Baekhyun untuk memeluk Kyungsoo. Baekhyun langsung memeluk Kyungsoo dan disambut tangis. Baekhyun ikut menangis melihat kakaknya serapuh ini. Setaunya kakaknya merupakan wanita yang tegar dan mandiri. Tak pernah Baekhyun melihat kakaknya menangis.

Kyungsoo melepas pelukannya dan menangkup pipi Baekhyun.

"Baekie gwenchana? Manhi apo?" tanya Kyungsoo.

Baekhyun menggeleng sebagai jawabannya.

"Eonnie gwencahana?"

Kyungsoo tersenyum lalu memeluk Baekhyun lagi dan mengelus punggungnya pelan.

"Gwenchana Baekhyun-ah. Appa tak akan menyakitimu" ucap Kyungsoo.

Baekhyun tertegun. Selama ini eonnienya tak pernah membahas tentang appa mereka. Pernah sekali ia menanyakan keberadaan appanya dan Kyungsoo hanya berkata jika appa mereka sudah meninggal. Ia begitu terkejut mendengar eonnienya mengungkit masalah ini.

"Sebaiknya kau berisitirahat, Kyungsoo" bujuk orang yang menenangkan tadi.

Baekhyun melepaskan pelukan Kyungsoo dan membenarkan selimutnya. Kyungsoo memegang erat tangan Baekhyun. Baekhyun tersenyum dan menemani Kyungsoo hingga tertidur.

"Aku ingin berbicara dengan kalian berdua"

Jongin dan Chanyeol mengikuti kemana orang itu pergi. Jongin sempat berbalik dan melihat kondisi Kyungsoo. Ia semakin bersalah dan tak seharusnya tadi ia kehilangan kendalinya.

Saat Jongin dan Chanyeol berjalan ke ruang baca Jongin, tiba-tiba anak buah Jongin mengahadang Jongin. Ia membungkuk sopan. Jongin memberi isyarat kepada Chanyeol untuk mengantarkan tamu mereka ke ruang bacanya. Jongin dan anak buahnya pergi ke ruang kerjanya.

Jongin duduk di sofa yang berada dimeja kerjanya menunggu penjelasan anak buahnya.

"Ini masalah rekam media nona Kyungsoo. Saya sudah menyelidikinya dan ternyata nona Kyungsoo lernah dirawat disalah satu rumah sakit jiwa karena depresi dan stress berat. Berita ini memang sengaja disembunyikan bahkan adik nona Kyungsoo tak mengetahuinya"

Jongin menyatukan kedua alisnya bingung.

"Apa yang terjadi?"

"Akibat penyiksaan yang dilakukan ayahnya dan ditinggalkan membuat kesehatan mentalnya terganggu. Nona Kyungsoo awalnya menyembunyikannya dari ibunya tapi kemudian stress yang dipendamnya terlalu lama membuat nona Kyungsoo depresi"

"Selama lebih dari setahun nona Kyungsoo di rawat akhirnya diijinkan keluar dengan kondisi yang sudah membaik"

"Kenapa adiknya tak mengetahuinya?" tanya Jongin.

"Karena saat itu nona Baekhyun masih sangat kecil"

Jongin terdiam. Ternyata masalah Kyungsoo serumit itu. Jongin mendesah lelah.

"Baiklah, aku mengerti. Kau bisa pergi"

Anak buah Jongin membungkuk dan keluar. Jongin memijit pelipisnya pelan. Setelah lebih tenang, Jongin memutuskan untuk menuju ruang bacanya.

Sesampainya disana Jongin melihat Chanyeol dan tamunya sedang berbincang serius. Jongin tak terlalu paham. Ia hanya mendengar istilah-istilah kedokteran yang sangat asing untuknya. Jongin memposisikan dirinya duduk disebelah Chanyeol menghadap sang tamu.

"Perkenalkan namaku adalah Lee Hyejin. Aku adalah dokter pribadi Kyungsoo"

Jongin menjabat tangan dokter Lee.

"Kim Jongin" sahut Jongin.

"Jadi kau adalah orang yang diceritakan Kyungsoo? Sangat sesuai sekali" ujar dokter Lee ramah.

Jongin mengernyit bingung. Dokter Lee tertawa.

"Jadi ada apa?" tanya Jongin serius.

Dokter Lee langsung terdiam dan menatap Jongin serius. Chanyeol sedari tadi hanya diam. Ia tak ingin mengganggu pembicaraan dokter Lee dengan Jongin.

"Jauhi Kyungsoo"

30.06.17

Gimana? Gimana? Semakin serukah? Masa lalunya Kyungsoo udah semakin terbuka ya. Tapi masalah mereka belum selesai ya...

Kok kesannya ceritaku malah jadi berbelit ya? Ini konfliknya masih ringan pake banget. Belum ada apa2, pengganggunya aja belum keluar, hahahaha. Menurut kalian terlalu lambatkah alurnya? Baru kali ini sih aku nulis udah sampe 10 chap tapi konfliknya belum ada.

Ada yang tanya bakalan ada ena-ena atau ga, aku masih belum tau #peace. Kita lihat nanti. Klo otak lagi yadong ya mungkin ada, hahaha.

REVIEW JUSEYO~~~~