REMAKE NOVEL By : Shanty Agatha
You've Got Me From Hello
Cast : Oh Sehun, Park Chanyeol, Kris Wu, Byun Baekhyun, and others.
Warn : GS, typo
-ooOoo-
.
.
-oOo-
"Pengorbanan adalah memberi, di dalamnya ada cinta yang menguasai."
9
Chanyeol meninggalkan rumah Kyungsoo dengan marah. Marah besar. Berani-beraninya Kyungsoo mengancamnya seperti itu, padahal Kyungsoo sendiri telah mengkhianatinya bersama Suho. Apakah Kyungsoo pikir Chanyeol tidak akan tahu? Apakah Kyungsoo pikir Chanyeol begitu bodohnya?
Dengan kencang dia mengendarai mobilnya, dia butuh bertemu dengan Sehun. Di saat kemarahannya menggelegak seperti ini, hanya Sehun yang bisa menenangkannya.
Ketika sampai di depan cafe, Chanyeol memarkir mobilnya dengan sembrono. Dia tergesa memasuki cafe itu, hendak mengambil beberapa makanan kecil untuk dibawa ke apartemen Sehun, tadi dia sudah berjanji untuk datang jam sembilan malam ke sana.
Tetapi kemudian langkahnya tertegun, melihat ke kursi di bagian sudut, tempat favorit Sehun ketika duduk, dan melihat sosok itu di sana.
Sehun? Kenapa dia ada disini? Bukankah dia masih sakit?
Chanyeol melangkah mendekat, kerinduannya meluap. Dia ingin memeluk gadis itu ke dalam pelukannya, untuk menenangkan hatinya dari kemarahannya terhadap Kyungsoo.
"Sehun, kenapa kau ada di sini? Bukankah kita janji bertemu di apartemenmu?"
Sehun mendongak dan Chanyeol tercekat, tatapan mata Sehun kepadanya penuh kemarahan... kemarahan yang dibalut dengan luka.
Seketika itu juga Chanyeol menyadari bahwa Sehun sudah tahu mengenai pertunangannya dengan Kyungsoo.
"Kau membohongiku." Suara Sehun bergetar meskipun dia tampak berusaha tergar, Chanyeol melirik ke anggur merah yang dibawa Sehun, dan mengernyit. Perempuan itu sudah menghabiskan lebih dari satu gelas.
"Aku bisa menjelaskannya kepadamu, Sehun."
"Tidak!" Sehun menyela dengan keras, lalu tertawa ironis, "Ironis bukan? Aku meninggalkan tunanganku karena dia berselingkuh dengan perempuan lain, tetapi sekarang aku malah menjadi selingkuhan dari seorang lelaki yang sudah bertunangan." Matanya menyala penuh kemarahan kepada Chanyeol, "Kau sangat kejam, Chanyeol melakukan ini semua kepadaku."
"Aku bisa menjelaskannya Sehun, semua ini tidak seperti yang kau kira..."
"Apakah perempuan bernama Kyungsoo itu benar-benar tunanganmu?"
Chanyeol tertegun, lalu memejamkan matanya dengan pedih, "Ya."
Air mata mengalir di mata Sehun, menuruni pipinya. Dia tampak amat sangat terluka,
"Apakah... apakah... kau mencintainya?"
Mata Chanyeol menajam. "Apakah aku mencintainya? Tidak. Kau pasti bisa merasakan itu, aku jatuh cinta setengah mati kepadamu Sehun, tidak mungkin aku mencintainya."
"Apakah pertunangan yang kau lakukan dengan Kyungsoo dulu itu berlangsung atas nama cinta?" Sehun bertanya lagi, berusaha menghapus air matanya dengan usapan tangannya.
Chanyeol memandang Sehun dengan pedih, tidak mampu berbohong, "Pada mulanya semua atas nama cinta... lalu."
Hati Sehun teriris perih, Chanyeol sama saja dengan Kris, lelaki itu dulu menjalin pertunangan mereka atas nama cinta, kemudian mengkhianatinya begitu saja karena perempuan lain. Oh ya ampun! Teganya Chanyeol melakukan ini semua kepadanya. Sehun tidak mau mendengar apapun dari Chanyeol, semua ini terlalu menyakitkan untuk dia tanggung,
"Cukup!" Sehun menutup telinganya dengan tangan, tidak mau mendengar apapun yang diucapkan oleh Chanyeol. "Sudah cukup, kau memang penjahat! Semua lelaki sama saja! Mereka semua jahat!" beberapa mata tampak melirik ke arah mereka, tetapi Sehun tidak peduli. Dia terlalu marah dan sakit untuk peduli, dia beranjak pergi.
"Aku mencintaimu Sehun!" Chanyeol setengah berdiri, berusaha meraih lengan Sehun dan menahannya. Tetapi Sehun yang sudah begitu marah, meraih gelas anggur yang tinggal setengah dan menuang isinya ke wajah Chanyeol,
"Pergi saja ke laut dan buang cintamu itu. Aku tidak pernah menerima cinta dari seorang pengkhianat!" Gumamnya marah, tanpa sadar dia menggenggam gelas itu dan melangkah pergi secepat kilat.
Meninggalkan Chanyeol yang masih terpaku di sana, basah oleh anggur yang dituangnya.
"Aduh!" Suara perempuan itu mengagetkannya, begitupun benturan keras yang dirasakannya. Sehun mendongak dan terpaku karena merasa bersalah, dia telah menabrak seorang perempuan karena kalutnya, dan gelas anggurnya yang basah, yang dipegang di tangannya menempel di gaun putihnya, menimbulkan noda di sana,
"Oh maafkan saya." Perempuan yang menabraknya berucap dengan menyesal, mendongakkan kepala dan menatap perempuan itu. Perempuan itu sangat cantik, batin Sehun dalam hati, dia pasti perempuan bahagia yang tidak pernah disakiti oleh laki-laki
"Tidak apa-apa." Gumam Sehun lembut, menyadari bahwa Chanyeol masih duduk di sana, menatapnya dari kejauhan, tetapi tidak berusaha mendekatinya
Perempuan cantik itu melirik noda di gaun Sehun dan menatap Sehun dengan tatapan bersalah, "Tapi⦠Noda di baju anda.."
"Tidak apa-apa. Bisa dibawa ke laundry, jangan dipikirkan." Sehun menganggukkan kepala kepada perempuan itu, lalu mengucap permisi dan melangkah pergi.
Sebelum pergi dia meletakkan gelas kosong anggur itu di sebuah meja dekat pintu. Airmata mengalir di matanya ketika melirik cafe itu untuk terakhir kalinya sebelum ia menyeberang menuju apartemennya. Hatinya hancur lebur, kali ini jauh lebih sakit daripada ketika Kris mengkhianatinya. Jauh lebih pedih dan menyakitkan
Karena Sehun sadar, bahwa dia sudah mencintai Chanyeol dengan sangat dalam.
-oOo-
Jongdae datang membawakan handuk untuk Chanyeol. Chanyeol menerimanya dengan tatapan kosong, menggunakannya untuk mengelap wajah dan rambutnya yang basah oleh anggur.
"Tidak berjalan seperti yang seharusnya ya?"
Chanyeol termenung pedih, "Tidak."
"Lalu apa yang akan kau lakukan setelahnya?"
Pikiran Chanyeol bergejolak. Antara kemarahan yang makin menggelegak atas kata-kata Kyungsoo kepadanya tadi, bercampur pada kemarahan ke dirinya sendiri karena dia terlalu lambat dan membuat Sehun mengetahui mengenai pertunangan itu sebelum waktunya,
"Aku akan berbuat sesuatu. Nanti." Gumamnya dingin.
Malam itu, Chanyeol duduk di cafe semalaman, menatap ke arah jendela, ke arah apartemen Sehun.
-oOo-
Dia masih merenung di apartemennya ketika pintunya diketuk.
"Masuk." Gumamnya tak bersemangat.
Pintu itu terbuka dan Keenan melangkah masuk dengan gaya santainya, dia mengangkat alis melihat Chanyeol yang tampak begitu murung."Tidak bekerja hari ini?"
Chanyeol melirik Cheondung dengan dingin, "Tidak."
Cheondung tersenyum dan mengambil tempat duduk di depan Chanyeol, "Baru kali ini seorang Chanyeol meninggalkan tanggung jawabnya, karena seorang perempuan." Gumamnya ringan, membuat Chanyeol melemparkan tatapan membunuh kepadanya.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku memang ingin mampir menengokmu, tetapi beberapa pelayan di bawah tampaknya sedang asyik membicarakan insiden semalam. Dimana seorang perempuan menumpahkan anggur dari gelasnya ke sang pemilik cafe." Cheondung terkekeh, "Tidak ada perempuan lain yang berani melakukan itu padamu, dan kau membiarkannya, Chanyeol. Kecuali Sehun."
Chanyeol hanya terdiam, meneguk kopinya dengan frustrasi.
"Apakah pada akhirnya Sehun tahu tentang Kyungsoo?"
Chanyeol mengganggukkan kepalanya, "Dia tahu sebelum saatnya."
"Sebelum rencanamu untuk menyingkirkan Kyungsoo eh?" Cheondung melemparkan tatapan mata penuh tanya, ingin tahu apa sebenarnya rencana Chanyeol untuk Kyungsoo. Tetapi kemudian dia sadar bahwa Chanyeol tidak ingin menjawab pertanyaannya, "Sudah kubilang kau sangat terkenal, dan sangat sulit menyembunyikan informasi semacam itu."
"Aku tahu, aku pikir aku akan punya waktu lebih lama." Chanyeol meringis pedih, "Sehun dikhianati oleh tunangannya, dan dia sekarang menganggap aku sama brengseknya dengan tunangannya itu. Aku sudah berusaha menjelaskan tetapi dia tidak mau mendengarkan aku."
"Tunggu sampai dia tidak marah lagi."
"Aku takut dia pergi Cheondung, aku takut... aku... aku tidak akan bisa hidup tanpanya." Chanyeol membungkuk, meremas rambutnya dengan frustrasi
Dan Cheondung duduk di sana, mengamati dengan sedih, merasakan hatinya teriris. Baru kali ini Chanyeol bersedia meninggalkan seluruh tanggung jawabnya, demi mengejar perempuan yang dicintainya. Dan saudara kembarnya itu sekarang harus menghadapi kemungkinan untuk patah hati.
-oOo-
Cheondung berdiri di depan pintu rumah Kyungsoo, menunggu. Kyungsoo muncul beberapa saat kemudian dan mengernyit ketika mendongak dan melihat bahwa Cheondung yang muncul di sana.
"Ada apa?" Kyungsoo tentu saja bingung, tidak pernah sekejappun dia menyangka bahwa Cheondung akan datang menemuinya. Dia pernah berusaha mengejar Cheondung dan ternyata lelaki itu tidak pernah serius kepadanya. Pada akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk mengalihkan perhatiannya kepada Chanyeol, toh wajah mereka sama... Meskipun jauh di dalam hatinya... dia lebih mencintai Cheondung, Cheondung yang mudah tertawa, Cheondung dengan pakaian santai dan gaya menggodanya yang selalu membuat Kyungsoo berdebar, dan semua hal yang sangat bertolak belakang dari Chanyeol. Chanyeol terlalu serius, terlalu formal, dan terlalu datar.
Tetapi Cheondung sepertinya tidak menyimpan perasaan yang sama. Sehingga Kyungsoo harus puas memiliki saudara kembarnya yang sangat mirip dengannya.
Cheondung menatap Kyungsoo dengan serius, tatapan yang tidak pernah dilihat Kyungsoo sebelumnya karena Keenan selalu penuh canda.
"Aku selalu tahu bahwa kau tidak pernah mencintai Chanyeol." Cheondung bergumam, membuka percakapan, menatap Kyungsoo dalam-dalam, membuat Kyungsoo mengernyit.
Ketika Kyungsoo bertunangan dengan Chanyeol, Cheondung hanya mengangkat alisnya waktu itu, tidak menolak tapi juga tidak menyetujui. Padahal waktu itu Kyungsoo mengharapkan setitik reaksi kecemburuan dari Cheondung, sayangnya ternyata dia tidak tersimpan sedikitpun di hati Cheondung. Lalu setelah kecelakaan itu, tatapan tidak peduli Cheondung kepadanya berubah menjadi tatapan marah... Ah dia tahu tentang pengkhianatan Kyungsoo kepada Chanyeol tentu saja, dan lelaki itu tampak jijik kepadanya serta berusaha menentang ketika Chanyeol bersikeras melanjutkan pertunangan itu. Tentu saja Cheondung tidak bisa berbuat apapun untuk menghalangi Kyungsoo dan Chanyeol, sebentar lagi Kyungsoo akan menikah dengan Chanyeol.
"Kau tidak pernah tahu apa yang kurasakan." Kyungsoo bergumam, mendongak mentaap Cheondung yang masih berdiri dan menunduk ke arahnya, "Aku tahu." Tiba-tiba saja Cheondung berjongkok di depannya, membuat matanya sejajar dengan mata Kyungsoo, "Aku tahu persis bahwa akulah yang kau cintai."
Pipi Kyungsoo memerah dan jantungnya berdebar mendengar kata-kata Cheondung itu. Apa maksud Cheondung sebenarnya?
Cheondung mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah kotak kecil berwarna hitam dari beludru, dibukanya kotak itu. Isinya sebuah cincin berlian yang begitu indah dan berkilauan,
"Aku mencintaimu Kyungsoo, sudah sedari lama aku memendam perasaan ini. Tapi kau lalu memilih bertunangan dengan Chanyeol. Aku menunggu lama dan pada akhirnya sadar bahwa kalian berdua tidak pernah saling mencintai. Aku yang mencintaimu, bukan Chanyeol. Dan aku yakin kau juga mencintaiku."
"Apa?" Kyungsoo benar-benar terkejut, bibirnya menganga, matanya berganti-ganti menatap cincin berlian itu dan beralih ke wajah Cheondung. Tetapi yang ditemukannya di wajah Cheondung adalah keseriusan yang dalam.
"Kalau kau bersedia, aku akan menghadap Chnayeol dan mengungkapkan semuanya, bahwa kita saling mencintai, bahwa kita ditakdirkan bersama. Chanyeol akan mengerti, apalagi aku sangat yakin bahwa dia tidak mencintaimu. Dia pasti akan memberikan restu kepada kita untuk bahagia bersama."
Mata Kyungsoo tampak berkaca-kaca. Oh astaga. Cheondungnya! Lelaki yang dicintainya dari awal. Bagaimana mungkin dia bisa menolaknya? Batinnya sendiri sudah mengakui bahwa dia hanya menggunakan Chanyeol sebagai pelarian, dia mencintai Chanyeol karena lelaki itu bagaikan perwakilan dari saudara kembarnya, dan yang dicintai oleh Kyungsoo sesungguhnya adalah Cheondung.
"Kau... kau tidak sedang mempermainkanku bukan?" Kyungsoo masih meragu meskipun hatinya langsung berbunga-bunga melihat senyum lembut Keenan kepadanya,
"Aku? Bercanda? Percayalah padaku, Kyungsoo, aku tidak pernah melakukan ini kepada perempuan manapun, tidak pernah sebelumnya. Hanya kau satu-satunya perempuan yang bisa membuatku berlutut dan menawarkan cincin. Dan aku akan mati karena patah hati kalau kau menolaknya."
Cheondung menunjukkan cincin itu lagi dan berubah serius, "Nah, Kyungasoo, maukah kau memutuskan pertunanganmu bersama Azka dan kemudian bersumpah setia untuk menikah denganku?"
Air mata bahagia membanjiri mata Kyungsoo, "Ya!" serunya bersemangat, dia memajukan tubuhnya, memeluk Keenan erat-erat dan merasa begitu melayang ketika Cheondung membalas pelukannya, "Ya. Cheondung, aku bersedia! Aku akan menikah denganmu!"
Kyungsoo tidak melihat wajah Keenan yang begitu pedih ketika memeluknya. Cheondung sudah terlalu sering berbuat egois, memanfaatkan kebaikan hati Chanyeol, membiarkan kakaknya itu bertanggung jawab atas semua hal yang seharusnya mereka bagi bersama. Kini giliran Cheondung membalas budi, setidaknya dia bisa mengambil salah satu tanggung jawab Chanyeol yang paling berat. Pemandangan Chanyeol yang begitu menderita telah mendorongnya untuk berbuat ini. Dia bisa dan dia mampu untuk menolong kakaknya.
Biarlah dia yang mengambil alih tanggung jawab terhadap Kyungsoo, dan membiarkan Chanyeol bisa mengejar cinta sejatinya.
-oOo-
"Aku harus berbicara denganmu." Cheondung bergumam di pintu, menyadari Sehun di dalam sana merasa ragu untuk membukanya.
Cheondung berhasil naik ke atas karena resepsionis apartemen mengira bahwa dia adalah Chanyeol, jadi dia membiarkannya masuk. Dan sekarang lelaki itu sudah berdiri di depan apartemen Sehun, ingin memberikan penjelasan.
"Apakah Chanyeol yang mengirimmu kemari?" Tanya Sehun dari balik pintu.
"Tidak. Saudaraku itu terlalu menderita untuk berpikir apapun, yang dia lakukan hanyalah mengurung diri di apartemennya dan merenung. Tidak makan, tidur ataupun bekerja, kalau terus-menerus begitu aku cemas dia akan mati."
Cheondung mendesah, "Kumohon, biarkan aku bicara denganmu sekali saja, setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi.
Sehun tertegun, hatinya terasa pedih mendengar kata-kata Cheondung tentang Chanyeol, tetapi dia menguatkan hatinya, bukankah dia juga mengalami kepedihan yang sama? Dia tidak bisa makan, tidak bisa tidur dan terus-terusan menangis?
Setelah menghela napas panjang, Sehun membuka pintu dan menatap Cheondung dengan dingin, "Katakan apapun yang kau mau, lalu pergilah."
Cheondung meringis menerima sikap dingin Sehun, "Bolehkah aku masuk? Ini akan sangat panjang."
Sehun menatap Cheondung, lalu pada akhirnya dia memundurkan diri dan membiarkan mereka masuk.
Mereka duduk di sofa, dalam keheningan,
"Well? " tanya Sehun setelah beberapa lama tampaknya Cheondung belum ingin mengatakan apapun.
Cheondung mendesah, "Aku masih bingung harus memulai dari mana... kita mulai dari Kyungsoo, tunangan Chanyeol." Cheondung melirik dan menemukan luka di mata Sehun ketika nama Kyungsoo disebut, "Kyungsoo dulu mengejarku dan ingin memilikiku. Tetapi tentu saja aku hanya main-main dengannya. Dan setelah sadar dia tidak bisa memilikiku, dia mengejar Chanyeol. Chanyeol waktu itu masih begitu rapuh sepeninggal orang tua kami, dan Kyungsoo menghujaninya dengan perhatian-perhatian hingga akhirnya Chanyeol menerima Kyungsoo. Aku bilang 'menerima' karena aku yakin bahwa dari awal, Chanyeol tidak pernah mencintai Kyungsoo. Dia hanya merasa dia bisa menerima Kyungsoo di sisinya, itu saja. Dan kemudian merekapun bertunangan." Cheondung mengangkat bahunya, "Aku sedikit terkejut ketika Chanyeol mengambil langkah serius itu bersama Kyungsoo, tetapi kemudian aku sadar, Kyungsoo tahu betul kelemahan Chanyeol, dia tahu Chanyeol mudah merasa bertanggung jawab kepada seseorang dan dia memanfaatkannya. Mereka berduapun bertunangan. Dan semua tampak baik-baik saja. Sampai kemudian pengkhianatan itu terjadi."
Pengkhianatan? Jantung Sehun berdegup kencang, Apakah sebelumnya Chanyeol juga pernah mengkhianati Kyungsoo?
"Kyungsoo yang mengkhianati Chanyeol." Cheondung bergumam, memahami pertanyaan yang ada di mata Sehun, "Chanyeol sangat sibuk waktu itu, mengambil alih perusahaan yang diwariskan oleh ayah sehingga dia tidak punya waktu untuk memberikan perhatian kepada Kyungsoo yang manja. Kyungsoo yang manja dan haus kasih sayang akhirnya mencari pelarian kepada pria lain, seorang pria brengsek bernama Jongin. Lelaki itu merusaknya dan meninggalkannya dalam kondisi hamil."
"Apa?" Sehun terkesiap, menutup mulutnya dengan jemarinya, tidak menyangka akan informasi itu.
"Ya. Dia hamil, dan dia ditinggalkan. Kyungsoo menangis, datang kepada Chanyeol, berharap bisa memanfaatkan sikap tanggung jawab Chanyeol. Tetapi dia memperoleh yang sebaliknya, dia marah besar, semua itu sudah berada di luar batas toleransi Chanyeol. Sayangnya Kyungsoo memilih waktu yang salah ketika mengaku, dia sedang berada di dalam mobil bersama Chanyeol, dan kemudian mereka mengalami kecelakaan."
Sehun teringat berita yang dibacanya, bahwa Kyungsoo adalah seorang model yang kemudian berhenti setelah sebuah kecelakaan...
"Kyungsoo keguguran. Dan kakinya dinyatakan lumpuh, tidak bisa berjalan lagi selamanya. Chanyeol seperti yang kau tahu merasa sangat bersalah dan kemudian mengambil seluruh tanggung jawab terhadap Kyungsoo, dia melanjutkan pertunangan itu. Melanjutkan rencana pernikahan itu meskipun hatinya luar biasa pedihnya. Seluruh perasaan yang pernah dimilikinya bersama Kyungsoo tentu saja sudah musnah, tetapi dia tetap berusaha menjalani apa yang sudah dijanjikannya, dan dia berusaha tetap setia."
Oh Ya ampun. Kasihan Chanyeol. Itulah hal yang pertama terlintas di benak Sehun. Kasihan Chanyeol... lelaki itu sekali lagi memikul tanggung jawab yang bertentangan dengan hati nuraninya.
Cheondung tersenyum kecut melihat ekspresi Sehun, "Kau merasa kasihan kepadanya bukan? Begitupun aku? Chanyeol hidup dengan menanggung beban karena kebaikan hatinya dan aku selalu menentang pertunangannya dengan Kyungsoo karena aku tidak mau dia menderita... Apalagi ketika kemudian dia bertemu kau, Sehun."
Cheondung memajukan tubuhnya, "Kau pasti tahu dan merasakan bahwa Chanyeol benar-benar mencintaimu, dia tidak pernah selembut itu dengan perempuan manapun. Dulu dia begitu dingin, tenang dan pandai menutupi perasaannya, tetapi kepadamu dia sepertinya tidak bisa menahan diri." Cheondung mengamati Sehun, " Kau pasti tidak tahu bahwa Chanyeol mempunyai rumah sendiri, sebuah rumah mewah di daerah elite yang sangat sejuk dekat dengan kantor pusat perusahaannya. Tetapi sejak bertemu denganmu, dia memilih untuk selalu pulang ke apartemen di atas cafe yang sederhana yang jauh dari kantornya, selarut apapapun dia pulang dia selalu berusaha ke sana. Hanya supaya dia bisa berdekatan denganmu."
Mata Sehun terasa panas ketika dia mengingat kebaikan dan kelembutan hati Chanyeol kepadanya, melihat betapa sedihnya lelaki itu ketika pertengkaran mereka di cafe. Oh astaga, dia tidak tahu kalau seperti ini kisahnya. Kalau saja dia tahu...
Kalau saja dia tahu dia akan berbuat apa? Tidak mungkin kan dia menerima cinta Chanyeol dan membuat Chanyeol meninggalkan Kyungsoo? Batin mereka berdua pasti akan sama-sama tersiksa, berbahagia di atas penderitaan perempuan lain.
Cheondung menghela napas panjang, "Sekarang kalian sudah tidak perlu bingung lagi. Aku sudah mengatasi Kyungsoo."
Sehun menatap bingung ke arah Cheondung, "Mengatasi Kyungsoo? Apa maksudmu?"
Cheondung menatap Sani dengan pedih, "Aku sadar bahwa selama ini aku egois, membiarkan Chanyeol menanggung semuanya, aku hampir sama jahatnya seperti Kyungsoo, mengetahui kelemahan Chanyeol adalah kebaikan hatinya, dan aku memanfaatkannya... Tetapi ketika hari itu aku melihat betapa menderitanya Chanyeol, aku tidak tahan. Aku ini adiknya dan adik macam apa yang bisa membiarkan kakaknya menderita padahal tahu bahwa dia bisa berbuat sesuatu?"
"Maksudmu...?" Sehun bertanya-tanya, akan kemana arah dari kata-kata Cheondung itu.
"Yang dicintai Kyungsoo sebenarnya adalah aku. Aku tahu persis itu sejak awal mula." Cheondung terkekeh, "Aku mendatangi Kyungsoo pagi ini dan menawarkan pertunangan, berpura-pura mencintainya dan memintanya meninggalkan Chanyeol. Perempuan itu langsung menyambarnya bagaikan ikan hiu yang kelaparan."
"Astaga Cheondung? Kenapa kau melakukan itu?"
"Karena aku menyayangi Chanyeol, sejak kecil dia selalu menjaga dan melindungiku, bahkan sampai dewasa pun dia selalu melakukannya. Sekarang giliranku untuk membuatnya bahagia."
"Tetapi kau tidak benar-benar mencintai Kyungsoo.."
"Tidak apa-apa." Cheondung tersenyum, "Aku sudah mengambil seluruh jatah kebahagiaanku di muka, sekarang giliran Chanyeol yang mendapatkannya."
-oOo-
Sepeninggal Chanyeol, Sehun masih merenung kebingungan. Pada akhirnya dia memberanikan diri, menelepon nomor Chanyeol.
"Halo Sehun?" pada deringan pertama telepon itu langsung diangkat, seolah-olah Chanyeol memang
sedari tadi duduk merenung menatap ponselnya.
"Chanyeol." Sehun memejamkan matanya, merasa bersalah ketika mendengar nada letih di suara Chanyeol, lelaki itu menanggung beban berat karenanya, "Aku... bisakah aku ke cafe? Aku ingin bicara."
.
.
.
TBC
Hayyyy aku updateee ~ adakah yang menunggu FF ini? Maaf untuk typo typo yang bertebaran. Aku mengedit ini ditengah kesibukan yang kian hari semakin menggunung :" sedihh
Tolong beri aku semangat yahh semuaa ~ thanks to reader and thanks to fav/follow ~ thankyou so muchh ~ /ketjub becek/
Review?
