Bloody Red Habanero, Yellow Flash, Oni Kaichou, and Perverted Alien
Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto
Kaichou wa Maid Sama! By Fujiwara Hiro
Pair : MinaKushi and MisaUsui
"Kakashi, kau temani mereka berdua ya, aku ada keperluan..." ujar Hashirama sambil melihat jam tangannya.
"Apakah tidak apa-apa kalau paman tidak bersamaku?" tanya Kakashi.
Hashirama memukul punggung Kakashi, "Aku bukan anak kecil..."
"M-maafkan aku..."
"Ahaha, sudahlah... Kushina, Misaki... Aku ada keperluan, kalian bersenang-senanglah, Kakashi akan menjaga kalian..." Kata Hashirama.
"Eh... Paman ada perlu?" tanya Kushina.
"Yah, begitulah. Tapi tidak sampai sore kok, petang aku sudah ada di hotel. Baiklah, paman pergi dulu..." Hashirama berbalik.
"Hati-hati paman!" Kushina melambaikan tangan, Kakashi dan Misaki membungkuk hormat.
"Jadi... kemana kita hari ini?" tanya Kushina sambil meregangkan tubuhnya.
"Mungkin jalan-jalan saja sudah cukup? Ingat Kushina, Paman Hashirama membawamu kesini supaya kau cepat sembuh..." ujar Misaki.
Kushina cemberut, "Aku sudah sehat kok..."
Misaki mendecak dan menekan bagian pipi Kushina yang lebam.
"Aaaw! Sakit -ttebane!!! Apa yang kau lakukan??!!" Kushina berteriak, membuat pengunjung lain menoleh.
"Kau bilang sudah sehat??? Ini??? Sehat???" tambah Misaki sambil terus menekan pipi Kushina.
"Iya iyaaaa, maaaafff..." Kushina mengaduh.
Kakashi hanya menghela napas, sepertinya hari yang akan ia lewati sangat berat.
'Menyusahkan saja...'
~~~
Sebuah mobil mewah berhenti di parkiran mall yang terkenal di Britania, 2 pemuda berambut pirang turun kemudian.
Minato dan Usui mengunjungi mall milik keluarga Walker. Mau tidak mau, mereka harus mengikuti perintah kakeknya, mereka langsung menemui penanggung jawab mall itu.
Sudah hampir 1 jam mereka bertemu dengan penanggung jawab mall, Usui mulai merasa gerah, dinginnya AC tidak membuatnya tenang, tentu saja karena ia sangat tidak menyukai tentang hal-hal yang berbau bisnis.
Minato yang selalu berinteraksi dengan penanggung jawab, Usui hanya duduk diam disampingnya.
"Thank you, have a nice day, sir..." Penanggung jawab itu menjabat tangan Minato dan Usui bergantian, dan segera meninggalkan ruangan itu, diikuti beberapa penjaga yang memang ditugaskan menjaga dan mengarahkan Minato dan Usui mulai pagi.
Mereka memasuki lift. Usui menarik dasinya, ia merasa tercekik.
"Seharusnya kau yang melakukan itu, dari tadi hanya aku yang berbicara..." sindir Minato sambil membuka kancing jas di pergelangan tangannya.
Usui hanya tersenyum lebar. "Terima kasih sudah melakukan tugasku dengan benar, Aniki..." Usui menepuk pundak Minato.
Memang sebenarnya ini adalah tugas Usui, tapi Minato tau, Usui sangat tidak menyukai dunia bisnis.
"Traktir aku ramen..." ujar Minato.
"Beres..." Balas Usui.
Mereka turun dari lantai 11 menuju lantai 3, karena mereka akan melihat beberapa toko yang baru dibuka di lantai itu.
Ting!
Pintu lift terbuka. Dan Minato membeku ditempatnya.
Tepat saat pintu lift terbuka, ia melihat gadis berambut merah melintas. Tertawa sambil menggandeng tangan temannya yang berambut hitam.
"Misaki?" Usui juga melihatnya.
"Maaf, kami ada urusan..." Usui menarik Minato keluar dan segera menutup pintu lift itu.
Para penjaga yang sedang tidak siap itu tertinggal, mereka terjebak di dalam lift yang menuju basement.
"Kau melihatnya kan?" Usui melepas tangan Minato. Minato hanya mengangguk, lalu mencari keberadaan wanita bersurai merah yang selalu mengisi pikirannya akhir-akhir ini.
Ia menemukannya, disana, didepan gerai es krim. Usui dan Minato segera menghampirinya.
"Kushina!"
Kushina kaget, ia menoleh, "Mina-"
Lengan itu memeluk Kushina dengan kuat.
Tanpa memperdulikan sekelilingnya, Minato memeluk Kushina. Kushina syok, ia tidak menyangka akan bertemu dengan Minato disini.
"Yo, Kaichou..." Usui menyapa Misaki.
"Alien mesum!!! Bagaimana bisa kau ada disini?" Misaki menunjuk Usui tepat di hidungnya.
"Seharusnya aku yang bilang seperti itu, Kaichou..." Usui menepis telunjuk Misaki dan menggenggam tangan Misaki.
"Aaakkhh!!! Lepasin!!"
"Tidak akan..." ujar Usui santai.
"Tunggu. Ada apa ini? Seharusnya kau bisa menjaga sikap, Namikaze Minato-san..." ujar Kakashi tiba-tiba.
Minato langsung melepas pelukannya. Sedangkan wanita yang tadi dipeluknya sudah siap untuk meledak.
"Maaf...aku...aku tidak bermaksud..." Minato gagap.
"Durian busuk! Kau-" Kushina menghentikan makiannya, ia melihat itu, kedua manik safir Minato yang terlihat berkaca-kaca.
"Apa... Kushina baik-baik saja?" tanya Minato dengan nada pelan dengan manik safirnya yang terlihat sendu.
"Aku... baik-baik saja..." jawab Kushina kemudian, sedikit kaget dan heran melihat Minato yang sudah terisak.
"Syukurlah... Syukurlah... Kushina baik-baik saja..." Minato lega luar biasa.
Ia menggenggam erat kedua tangan Kushina, menakupnya menjadi satu, dan menempelkannya di dahinya. Tak ada yang paling melegakan bagi Minato, selain melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Kushina sudah baik-baik saja.
Kushina sendiri terpaku, ia baru menyadari bahwa laki-laki didepannya ini sangat mengkhawatirkannya.
Kushina mengerti, ia tersenyum simpul dan memegang pipi Minato.
"Terima kasih..."
~~~
"Jadi, biar kuperjelas situasi saat ini..." Misaki berdehem pelan.
"Kalian berdua, pewaris keluarga Walker, keluarga yang memiliki perusahaan besar di Britania Raya..." lanjutnya.
"Sebenarnya hanya Usui, aku bukan pewaris keluarga Walker..." ralat Minato.
"Tapi kau pewaris keluarga Usui, keluarga pemilik perusahaan di Jepang kan? Tapi kenapa namamu Namikaze??? Astaga... aku pusing!" Misaki menjambak rambutnya.
Setelah pertemuan mengejutkan tadi, Mereka memutuskan untuk segera mencari kafe yang jauh dari mall itu. Karena Minato dan Usui tau, para pengawal tadi pasti mencari mereka.
Sebuah kafe yang terbilang luas dengan taman buatan didalamnya. Sebuah kafe yang cukup terkenal dikalangan anak muda di kota ini.
Mereka menempati meja bundar yang cukup besar, dengan beberapa camilan yang sudah tersaji.
Kakashi yang melipat kedua tangannya, Misaki yang kebingungan, Minato, Usui dan Kushina yang hanya terdiam.
"Bisakah ada yang menjelaskan dengan benar tentang kalian ini?" Misaki masih heboh dengan pertemuan ini, yang terbilang, tidak masuk akal!
"Menjelaskan tentang apa, Misaki?" sebuah suara tiba-tiba menyahut dari belakang Misaki.
"Paman Hashirama?!" Misaki terkejut.
"Paman disini?" tanya Misaki.
Sementara pandangan Hashirama tertuju pada Minato dan Usui yang segera berdiri dan membungkuk pada Hashirama.
"Tidak perlu bersikap seperti itu, duo Usui..." ujar Hashirama.
"Duo...Usui?"
~~~
TBC
