TITTLE: FLOWER SIX
AUTHOR: PINKYGIRL
GENRE: ROMANCE, DRAMA, SCHOOL LIFE, HUMOR (?)
RATE: T
PAIR: EXO OFFICIAL COUPLE
CAST: BAEKHYUN, XIUMIN, KAI, SEHUN, LUHAN, LAY, CHANYEOL, CHEN, SUHO, KRIS, TAO
-DLL
WARNING: YAOI/ BOYXBOY/ SHOUNEN-AI/ THYPOS/ BAHASA KASAR, TIDAK BAKU/ GAJE/ GARING/DLL
CHAPTER 10
.Chanbaek: Baekhyun, uke genit, matre, tapi... menyukai Chanyeol yang polos, imut, baik dan kekanak-kanakkan... benarkah Chanyeol semenya?
.Hunhan: Sehun dan Luhan sahabat, satu genk, bagaimana kalau sebenarnya mereka saling menyukai?
.Chenmin: Xiumin yang genit, manja, matre dan nakal tiba-tiba jatuh cinta pada Chen yang tampan, pintar, kaya, dan berpenampilan nerd
.Kaisoo: Kai selalu menggoda Kyungsoo, kakak kelas yang imut dan suka memasak
.Sulay: Lay yang di buat malu gara-gara kebodohannya sendiri, apa hubungan Lay dan penis Suho?
.Kristao: Tao, anak baru dari China yang bingung saat ada dua siswa yang menyatakan cinta padanya, Sehun teman barunya yang suka makanan manis atau Kris kapten basket yang tidak suka manis
.
.
.
.
"La la la la~ la la la la~" Suho terus bersenandung dengan riangnya sambil menyisir rambut kecoklatannya di depan cermin besar. Dia memang sedang senang, kalian tau ini hari apa?!
Minggu?!
Memang, tapi bukan itu yang membuat Suho senang setengah mati. Kalian tau apa?!
Ini hari kencan keduanya dengan LAY! Catat itu! Bukankah itu hal paling menakjubkan di dunia – Suho –?
Bayangkan saja, Lay akan memasakkan makanan istimewa khusus untuknya di saat kantongnya sedang kering! Bukankah itu manis? Belum lagi di sana, apartemen Lay, mereka juga hanya berdua, garis bawahi itu, BERDUA!
Hanya memikirkannya saja sudah membuat Suho senang setengah mati
"Yixing~ saranghae~ wo ai ni~ nan jeongmal WO ai... NI~" Suho lagi-lagi bernyanyi dengan suara merdunya, tapi sayang, lagu dan lyricnya benar-benar absurd. Tapi suho tak peduli! Ia hanya peduli pada kencan indahnya dengan Lay.
"Woohoo! Aku sangat tampan, tunggu pangeran tampanmu ini Lay~ i'm coming..."
.
.
Lay sedang menata makanan ke dalam beberapa kotak saat ia mendengar seseorang datang, pasti Suho! Kemudian ia segera berlari untuk membukakan pintu.
"Anyeong haseyo~"
Dan benar saja itu Suho! Suho sangat tampan hari ini... "eh, eum.. silahkan masuk" Suho mengedarkan pandangannya ke sekeliling, luar biasa... bernuansa putih dan err – unicorn?
"Eh.. Lay, kau suka warna putih? Dan... unicorn?" tanya Suho sambil memandangi beberapa miniatur dan lukisan unicorn yang di tata rapi di seluruh apartemen Lay. "Ya.. begitulah, mereka makhluk yang manis dan cantikkan?" jawab Lay sambil menyunggingkan single dimple smile nya, Lay sangat manis hingga Suho ingin segera memakannya.
"Kau benar Lay, tapi kurasa ada yang lebih manis dan cantik dari Unicorn" Lay mempoutkan bibirnya "siapa?" Suho terkekeh melihat Lay cemberut begitu, seperti tidak rela ada yang menandingi kecantikan unicornnya.
"Tentu saja yang lebih manis dan cantik dari unicorn itu Zang Yixing... kau yang paling cantik di dunia" Oh~ dengan gombalan attack dari Suho saja wajah Lay sudah memerah, bisakah Suho memakan makhluk cantik di depannya ini sekarang?
"Jangan gombal! Aku mau mandi dulu, kita akan piknik, kau mau kan?" piknik? Bersama Lay? Oh itu hal terindah yang pernah Suho dengar! Mereka akan seperti suami-istri sungguhan nanti! Atau... itu suami-suami? Lay kan namja meski cantik begitu...
"Piknik? Itu terdengar menyenangkan, apa kau sudah menyiapkan bekalnya?" Lay mengangguk senang "ne, kita naik sepeda nanti, kau keberatan?" mana mungkin Suho keberatan jika kau yang meminta Lay-ge...
"tentu saja tidak, jaa~ cepatlah mandi lalu berdandan yang cantik"
"Ya! Aku bukan yeoja!"
"benarkah? Tapi kenapa kau sangat cantik? Kau bohongkan?"
"SUHO!"
"hahaha, oke oke cepatlah mandi cantik~"
"Kau menyebalkan! Aku membencimu!"
"eoh? Kau mengencani orang yang kau benci?"
"YA! Kau menyebalkan!"
"Na do saranghae~"
"terserah saja"
BRUKK
"Hahaha, kau manis sekali, cantik~"
"Hei aku dengar itu!"
.
.
Suho mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga
"Ya! Suho! Kau bisa lebih pelan sedikit tidak sih?! Apa kau ingin membunuhku?!" teriak bidadari yang di bonceng Suho, Lay. Mendengar Lay yang ketakutan karena laju sepeda semakin kencang saja membuat Suho terkikik geli, kalau saja saat ini ia bisa menoleh pasti ekspresi Lay sangat menggemaskan!
"Ya! Kau malah tertawa!" protes Lay lagi sambil memukul-mukul punggung Suho kesal "Okay okay peace, hentikan atau kita akan jatuh" Lay menghentikan aksi pukulnya lalu mempoutkan bibirnya, owh~ andai Suho bisa melihat betapa imutnya Lay sekarang!
Suho sudah mengurangi kecepatan laju sepedanya "Lay-ya?" tidak ada jawaban "Lay? Cantik~"
BUGH
Suho meringis, Lay benar-benar anarkis. Bukannya dia memang cantik? Kenapa malah memukul Suho? Ini sakit tau!
"Berhenti menggodaku Tuan 'Tampan'!" kata Lay sinis "aku memang tampan kan? Dan kau cantik"
BUGH
"Rasakan!"
"Ya! Kau ini kenapa sih? Kau itu selalu cantik di mataku" teriak Suho kesal, oh punggung Suho yang malang~
Untung Suho tak bisa melihat rona merah di pipi Lay saat ini, Lay selalu salting dan merasa aneh jika Suho mengatakan 'cantik' padanya, itulah kenapa Lay memukul Suho.
"Lay, bukankah ini romantis?" kata Suho lagi "mak- masudmu?" tanya Lay dengan pipi masih merona. "Ya ini, bersepeda berdua, romantis kan? Seperti di drama, haha" Lay hanya mengangguk, itu membuat Lay semakin...err – malu? Astaga, berhenti menggoda, Suho!
"Kita sampai!" teriak Lay senang setelah sepeda berhenti di taman dekat sungai Han. Sambil membawa bekal mereka Lay segera menarik tangan Suho menuju tempat teduh di bawah pohon besar "Kita piknik di sini saja!" teriaknya lagi.
Suho tersenyum melihat Lay semangat begitu, dia benar-benar manis, apalagi saat tersenyum dimplenya yang dalam akan terlihat, kalau tak tau sopan santun mungkin Suho akan segera memakan Lay di sini.
Setelah menggelar tikar Lay segera menata makanan sementara Suho mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ada banyak orang di sini, seperti keluarga dan juga pasangan remaja, beberapa hanya bermain, dan yang lain piknik seperti ia dan Lay.
Piknik, sepertinya Lay sangat menyukainya, lihat saja senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya, senyum yang indah, membuat siapapun yang melihatnya sadar atau tidak akan ikut tersenyum. Suho sangat menyukai senyuman Lay, cantik.
"JOONMYUUUN!"
Teriakan itu membuat Suho maupun Lay menoleh seketika pada Yeoja sexy yang barusan meneriakkan nama Suho "Hyoyeon-noona?"
Hyoyeon segera mendekat pada SuLay "KYAAA! Kau berpiknik di sini?! Bersama Yeojachingumu? Dia tomboy ya? Tapi cantik kok... dan manis! Hai, aku Kim Hyoyeon~" teriak Hyoyeon bertubi-tubi, membuat Lay mempoutkan bibirnya, imut.
"KYAAAA! Neomu kyeopta~" kini Hyoyeon malah mencubit pipi Lay gemas.
Suho panik juga Lay mendapat perlakuan anarkis dari Hyoyeon "Noona hentikan!" teriak Suho kemudian segera melepaskan tangan jahil Hyoyeon dari pipi mulus Lay, sementara Hyoyeon nyegir lebar melihat SuLay yang kesal.
"Hehe, mian. Habis Yeojachingu mu imut sekali..." Lay kembali mempoutkan bibirnya, lagipula bagian mana dari tubuhnya yang membuat Hyoyeon mengira dia Yeoja?! Demi Tuhan itu menyebalkan! Lay itu NAMJA!
"Noona, mian – tapi dia bukan Yeojachinguku, dia namjachingu ku" "MWO?! Dia namja?! Tapi – dia manis..."
Astaga! Meskipun SuLay sudah kencan tapi Suho tak pernah tuh meminta Lay menjadi namjachingunya, apa-apaan itu!
"Suho! Aku bukan namjachingumu!" protes Lay kemudian, suho terkekeh mendengarnya "baiklah... belum lebih tepatnya. Tapi noona tenang saja, dia ini calon istriku, hehe"
Hah, percuma kalau bicara dengan Suho.
"Kalian sangat serasi! Cepat tembak dia Joonmyun, dia sepertinya menyukaimu kok..." bisik Hyoyeon keras, okay, itu tak bisa di sebut bisikan ngomong-ngomong... dan itu berhasil membuat rona merah di pipi Lay kembali muncul, sebegitu terlihatkah kalau dia menyukai Suho? Sial.
"Haha, tenang saja noona, aku tak akan menembaknya karena aku akan langsung melamarnya, lalu membuat anak dengannya, kau akan segera dapat ponakan~"
BUGH
"Rasakan!"
.
.
Flower
.
Six
.
.
Jam wekker di atas nakas berbunyi nyaring, membuat tidur indah Chanyeol terganggu. Dengan tangannya yang panjang ia raih jam wekker itu, mematikan alarmnya, kemudian meletakkannya kembali di atas nakas.
Sudah pagi!
Ia gerakkan tubuhnya ke samping, memandangi seseorang yang tertidur di sisinya, ia begitu cantik, manis, mungil dan imut.
"Baekkie~" panggil Chanyeol lembut, kemudian ia usap surai coklat kemerahan Baekhyun, lembut.
"Nan jeongmal saranghae... terima kasih karena Baekkie mau jadi kekasih Yeollie~" ucap Chanyeol lagi sambil menyunggingkan senyuman manis.
Pikirannya kembali berputar pada kejadian di Mall, di mana ia menyatakan cintanya pada Baekhyun, entah itu termasuk kejadian romantis, memalukan, menyenangkan, menyebalkan atau apa... Chanyeol juga bingung.
Yang Chanyeol tau pikirannya salah, Baekhyun juga balas menyukainya dan ia tak perlu berubah menjadi seme yang keren agar Baekhyun mau jadi kekasihnya, ia hanya perlu jadi diri sendiri. Rasanya Chanyeol jadi semakin menyukai – atau ini mencintai? – Baekhyun, ah entahlah... tak perlu cepat-cepat, lagipula entah itu cepat atau lambat Baekhyun akan tetap jadi miliknya.
Chanyeol tak akan melepaskan Baekhyun, walau itu Baekhyun sendiri yang memintanya.
Baekhyun tak kunjung bangun 'huffftt' Chanyeol mempoutkan bibirnya imut. 'Biar saja, mungkin Baekkie lelah, kemarin Baekkie belanja lama sekali, Baekkie juga menangis... ' pikir Chanyeol sambil jemari panjangnya membelai lembut pipi mulus Baekhyun.
"Yeollie! Eomma pulang!"
Teriakan dari luar kamar itu membuat Chanyeol tersentak, akhirnya ibu dan kakak perempuan Chanyeol pulang juga!
Chanyeol segera beranjak turun dari ranjangnya setelah mengecup singkat pipi Baekhyun yang masih terlelap. Ia berjalan – sedikit berlari – ke arah suara berisik ibu dan kakaknya, Yura, sepertinya mereka ada di ruang makan.
Dan benar saja, mereka di sana. "Eomma! Noona! Yeollie kangen~" teriak Chanyeol kelewat bahagia melihat kedua wanita yang ia sayangi kini telah pulang. Nyonya Park segera merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan dari Chanyeol.
"Eomma juga kangen Yeollie~ Yeollie baik-baik saja kan di rumah sendirian? Ga ada yang jahat sama Yeollie? Yeollie gak takut sendirian di rumah? Heum?" tanya nyonya Park bertubi-tubi, tentu saja ia khawatir meninggalkan anaknya yang paling imut ini sendirian di rumah, walaupun Chanyeol waktu itu bersikeras ia akan baik-baik saja.
"Eomma~ Yeollie kan udah gede eomma... Yeollie bisa jaga diri, lagipula kan ada Baekkie yang nemenin Yeollie" jawab Chanyeol sambil menggembungkan pipinya kesal, memangnya ia anak kecil yang tidak bisa jaga diri? Chanyeol sudah besar!
Yura menoleh pada ibu dan adiknya "Baekkie? Nugu?" tanyanya kemudian, Chanyeol berbalik ke arah Yura lalu menghambur untuk memeluknya "Noona~ Yeollie kangen!" yura hanya terkikik geli melihat Chanyeol yang masih saja manja, bagaimana bisa di bilang 'udah gede' kalau begini caranya?
"Baekkie itu namjachingunya Yeollie~" lanjut Chanyeol setelah melepaskan pelukannya pada kakaknya, nyonya Park maupun Yura tentu saja terkejut mendengarnya. Uri yeollie? Punya namja Chingu? Jinjja?
"MWO?!"
Senyum Chanyeol bertambah lebar melihat ibu dan kakaknya terkejut sebegitu rupa, ekspresi mereka lucu.
"yeollie~ ada apa sih berisik banget? Baekkie masih ngantuk~"
Sontak ketiga orang itu menoleh pada asal suara, terlihat Baekhyun berdiri di ambang pintu dengan mata belum terbuka sempurna, tangan kanannya ia gunakan untuk mengucek matanya yang masih lengket dan enggan membuka.
"I- itu... Baekkiemu?" tanya Yura ragu-ragu sambil menunjuk Baekhyun yang kini sedang menguap, terlihat sekali kalau flower boy itu nyawanya belum terkumpul sempurna. Chanyeol mengangguk cepat, terlalu semangat, kemudian ia hampiri Baekhyun yang hampir kembali tertidur dengan posisi masih berdiri di ambang pintu.
"Baekkie! Eomma sama Noonanya Yeollie udah dateng!" mendengar Chanyeol menyebut calon mertua dan kakak iparnya, Baekhyun seketika membuka mata sipitnya lebar-lebar, tentu saja ia terkejut.
Bagaimana bisa ia bertemu dengan calon mertua dan kakak iparnya dalam keadaan berantakan begini?! Oh sembunyikan Baekhyun~
"m-mwo?"
Chanyeol segera menyeret Baekhyun untuk mendekati Eomma dan nonnanya.
"Eomma, noona, ini Baekkie. Namja chingunya Yeollie~ cantik kan eomma?" kata Chanyeol terlalu semangat, sementara Baekhyun hanya berani berdiri di belakang Chanyeol, ia takut. Bayangan ibunya Chanyeol yang akan menentang hubungan mereka berkelebatan di pikiran Baekhyun, itu hal super mengerikan yang pernah ada!
"Neomu Kyeo~"
Apa?! Baekhyun tak salah dengarkan? Ibu Chanyeol bilang Baekhyun imut? Tidak sedang mengatai kucing persia putih yang barusan lewatkan? Yang imut Baekhyun kan? Tolong katakan IYA!
"Kyeopta! Kau sangat pintar memilih namja chingu Yeollie~ anyeong Baekkie, ini Yura-noona~"
Baehyun bahkan hanya bisa berkedip-kedip, tidak begitu percaya atas apa yang ia lihat dan rasakan. Ibu dan kakak Chanyeol sudah berdiri di depannya, ibu Chanyeol mengusak lembut surai merah kecoklatannya sementara Yura mencubit gemas pipi mulusnya.
Dalam hati Baekhyun menghela nafas lega, mereka menyukainya, syukurlah~ ia sangat beruntung.
.
.
Flower
.
Six
.
.
DAG
DIG
DUG
Ugh, Kyungsoo merutuki detak jantungnya yang tak pernah bisa normal sejak ia sadar bahwa ia menyukai Kai, ya... Kai! Ini masih hari minggu dan juga masih pagi – jam 9 – dan ia sudah di sini, pinggir jalan.
Bergandengan tangan dengan Kim Kai sambil menikmati udara pagi hampir siang di kota Seoul, tangannya yang lain Kyungsoo gunakan untuk memeluk erat boneka pororo yang Kai berikan saat tiba-tiba muncul di depan rumahnya sekitar satu setengah jam yang lalu.
Boneka yang manis.
Kai memang langsung pergi setelah sarapan di apartemen Tao, meninggalkan Sehun yang masih di sana. Anak itu masih betah menggalau di sana, lagipula untuk apa pulang ke rumah jika di sana hanya ada hyung evilnya – kyuhyun – yang bisanya hanya mengerjai Sehun, jadi malas kan~
Oke, kembali pada KaiSoo!
"Kai?" panggil Kyungsoo setelah setengah jam hening di antara mereka "ne Chagi?" jawab Kai sambil menoleh sekilas pada Kyungsoo kemudian kembali fokus pada jalanan.
Astaga, panggilan itu lagi! Tak tau kah Kim Kai yang tampan bahwa Kyungsoo selalu merasa pipinya panas setiap dia memanggil Kyungsoo... err – chagi?
Ugh, Kyungsoo kini ganti merutuki pipi anehnya.
"Kau baik-baik saja Chagi?" tiba-tiba Kai berhenti untuk menatap Kyungsoo lekat, habis Kyungsoo diam saja, bagaimana Kai tidak khawatir?
"Eh? A-ani... hanya – eum, kita – mau kemana?" tanya Kyungsoo agak terbata – dia gugup – heran saja kan, Kai mengajaknya berjalan-jalan dari tadi tanpa tujuan, garis bawahi itu, TANPA TUJUAN!
Kalau niat kencan bukankah lebih baik ke tempat yang jelas-jelas saja, pantai misalnya... atau pulau Jeju, menara eifel, pantai Bahamas, Tokyo, Bali...
Apa? Terlalu berlebihan? Mahal? Astaga, ayolah~ Orang tua Kai kan kaya, punya perusahaan Travel terkenal, untuk kencan di tempat-tempat seperti itu kecil~ tak akan masalah.
Ah, tapi nyatanya juga Kai hanya membawa Kyungsoo berjalan-jalan entah kemana. Kyungsoo tau, Kai itu bukan tipe namja manis yang selalu memberikan hal-hal terlalu romantis pada pasangannya, Kai itu sederhana.
Saking sederhananya dia bahkan memalak anak orang untuk sekedar mengganjal perutnya, haha lucu, flower six sangat sederhana -_-
Tapi tak masalah bagi Kyungsoo, maklum, orang jatuh cinta kadang menutup mata akan sisi lain pasangan yang 'pahit', yang di lihat hanya yang manis-manis saja... lagipula Kyungsoo kan sudah tau bagaimana sifat Kai sebelum ini.
"memangnya ada tempat yang ingin kau kunjungi chagi?" Kai malah balik bertanya, kyungsoo hanya menggeleng, sebenarnya ia takut untuk menjawab Bali, takut Kainya pingsan di tempat.
"bagaimana dengan sungai Han? Atau... taman hiburan?" tawar Kai, oh dia benar-benar tak romantis~
Kyungsoo! Kau sudah tau kai itu 'sederhana' malah berharap hal terlalu romantis darinya?! Neo Michoseo?!
"Han Kang! (sungai han) sepertinya bagus berjalan-jalan di sana, kajja!" jawab Kyungsoo semangat, setidaknya di sana pemandangannya bagus, dan sangat sempurna jika kau ingin melepas penat atau refreshing.
Lebih baik dari berjalan-jalan tanpa tujuan yang jelas, ya kan?
Oh kapan Kai berinisiatif untuk membawa Kyungsoo ke Bali? Atau paling tidak ke Jeju lah... romantislah sedikit KkamJong! – pikir Kyungsoo gemas –
"Baiklah, sungai han tidak buruk" timpal kai kemudian.
Oh God, jebalyo... berikan sedikit keromantisan di otak Kai yang tidak cemerlang itu, Kyungsoo membutuhkannya! Tolonglah sedikit saja~
.
.
Flower
.
Six
.
.
Dugh
Dugh
Dugh
Tao mendribble bola pink itu dengan cekatan (apa? Bolanya memang Pink kok! Salahkan Sungyeol yang entah bagaimana caranya membuat bola-bola yang seharusnya orange itu menjadi warna favorit Key, Sungyeol sendiri, dan author. Sekali lagi, salahkan Sungyeol! Peace V)
Bola itu memantul-mantul dengan cepat, berpindah dari tangan kanan ke kiri dengan mudahnya, Sehun benar, Basket itu tak sulit sama sekali! Bahkan lebih sulit trick-trick matrial arts, kalau Tao boleh jujur.
Sambil mengarahkan bolanya, mata panda itu fokus pada ring, memincing untuk mencari posisi yang tepat. Setelah di rasa posisinya tepat Tao segera menembakkan bola itu sambil sedikit meloncat agar terlihat keren dan...
HUP!
YEAH, bola itu masuk ring!
Tao tertawa bahagia, ini begitu mudah! Sekarang jadi geli saat mengingat ia sempat kesal di masukkan dengan paksa oleh Kris ke klub basket ini. Dan sekarang Tao tau, ia memang berbakat dalam hal seperti ini, olah raga, pantas saja tubuhnya tinggi!
Tak salah Tao memilih basket untuk menghilangkan rasa penat di kepalanya. Karena masalah Sehun-Luhan dan Kris, tentu saja.
Eh ngomong-ngomong soal Kris...
Kemana naga alien itu? Tumben ia tak mengusik hidup Tao kemarin? Kemarin kan minggu, apa ia tak mau berlibur dengan Tao? Jahat sekali, Tao jadi mengurus Sehun yang galau seharian.
Bayangkan! Sehun butuh sekardus bubble tea untuk sehari! Sebenarnya dia itu maniak atau apa?! Walaupun Sehun memakai uangnya sendiri tetap sajakan... Tao yang keluar membeli.
Ugh, kalau Sehun bukan teman baiknya ia tak mungkin mau di repotkan sebegitu rupa... Tao kan sebenarnya anak manja.
Jadi – benarkah alien kelewat tampan menyukainya – Tao – ?
Ish, kenapa Tao jadi takut? Takut Kris hanya main-main seperti Sehun.
"Astaga Tao apa yang kau pikirkan..." gumam Tao, dalam bahasa mandarin tentunya. Lama-lama stres memikirkan Kris dan Sehun, ini menyebalkan!
.
.
.
Di pinggir lapangan basket terlihat seorang namja cantik mungil mendorong-dorong paksa sebuah tiang – err, ralat – seorang Kris.
"cepatlah naga bodoh~" paksa namja cantik itu lagi sambil melotot pada Kris yang memasang wajah 'aku takut' sambil menggeleng pelan.
"Tapi Luhan... kau yakin?" tanya Kris untuk kesekian kalinya, pada namja cantik itu, Luhan. Luhan mengangguk mantap, membuat Kris mendesah pasrah "huuffftt, baiklah, do'akan aku Lu~"
Luhan memutar bola matanya malas, Kris itu mau perang atau apa? Luhan tidak menyangka ada yang lebih lebay darinya.
.
.
.
"Tao..."
Tao yang baru saja akan menembakkan bola basket pink itu ke ring sekali lagi, terpaksa harus ter-skip dulu setelah mendengar seseorang memanggilnya, ia segera menoleh pada asal suara dan –
"Taadaaa~ bagaimana? kau suka?"
Tentu saja Tao terkejut, baru saja ia menoleh... eh, di depan matanya telah tersaji sebuah boneka panda yang cukup besar. Astaga, demi tuhan ini manis sekali~
Tao mengangguk semangat, tentu saja ia sangat menyukai panda! Panda itu imut! Seperti Tao...
"Untukmu" "terima kasih Kris-ge..." Tao dengan senang hati menerima boneka panda dari Kris itu.
Kris gugup, astaga ia hampir meleleh, apalagi saat melihat senyum Tao! Dia sangat menawan, bagaimana ada makhluk semanis, secantik dan seimut Tao? Dia sedikit menyesal telah bersikap agak buruk pada Tao di awal pertemuan mereka.
Kris tak percaya akhirnya dia jatuh cinta... asal kalian tau, rasanya jatuh cinta itu... eum... eung... apa ya? Hehe, pokoknya sangat menyenangkan! Seperti ada beribu-ribu kupu-kupu yang menggelitik di perutmu, seperti kau ingin berteriak kencang saking senangnya, dan rasanya lebih nge-fly dari pada saat kau mengkomsumsi narkoba...
Dan berbagai rasa menyenangkan lainnya!
"Kris-ge! Kau kenapa sih? Aku jadi takut..." Tao mengeratkan pelukkannya pada boneka panda yang tidak kecil itu, habis Kris senyum-senyum sendiri, ia sudah akan kabur kalau misalnya Kris kerasukan arwah sadako.
"Oh, hehe. Maaf Tao... hanya... eung... kau... sangat... manis" huuuhh kenapa Kris jadi gugup sih? Sial!
Tao melebarkan matanya "benarkah? Aku manis?" tanya Tao dengan tampang polos andalannya, dan jangan lupakan mata pandanya yang mengerjap lucu.
Tao, kalau Kris benar-benar naga mungkin dia akan langsung memakanmu!
Tangan Kris terulur untuk kemudian mencubit pipi Tao gemas "sebenarnya aku tak suka makanan atau minuman manis, ntar diabetes lagi. Tapi saat melihatmu aku berubah pikiran..."
"Berubah pikiran? Kenapa ge?" ugh, lagi-lagi wajah polos itu!
"Yah, walaupun kau lebih manis dari gula-gula, tapi saat melihatmu aku jadi melupakan yang namanya diabetes. Masa bodoh, kau sangat mengundang untuk di makan sih... hehe"
Tao merutuki pipinya yang bisa-bisanya merona hanya kerena gombalan garing Kris barusan, bodoh! Apa ia benar-benar menyukai Kris?
TAP
Tao mundur satu langkah, membuat Kris mengerutkan keningnya heran
"Eh? Kenapa Tao?" Tao menggeleng "jaga-jaga aja, ntar tiba-tiba Kris-ge makan Tao gimana?"
Tahan dirimu untuk tidak memakan panda di depanmu ini Kris...
.
.
Flower
.
Six
.
.
Key berjalan cepat, sebenarnya sedikit berlari, memasuki kelasnya di tiga-A, raut mukanya juga semangat sekali.
"GUYS! Ada berita heboh!" teriaknya kemudian setelah sampai di ambang pintu kelas, membuat penghuni kelas yang sudah datang seperti Minho, Xiumin, Seohyun, Yongguk, Himchan, dan masih banyak lagi, tentu saja terkejut.
"YA!" protes Himchan yang sedang serius twitteran, eh malah terganggu dengan teriakan Key yang membahana, konsentrasinya buyar sudah.
Key hanya nyengir lebar melihat teman-teman sekelasnya memasang wajah terganggu, dasar! "ya! Dengarkan aku dulu, aku punya berita super heboh!" kata Key lagi dengan nada agak mendramatisir agar mereka tertarik, dan sepertinya dia berhasil.
"Apa apa?" tanya Minho, dia terlihat sangat penasaran.
"Cepat katakan..." pinta Seohyun yang sepertinya juga sangat penasaran.
Key berdehem sebentar sebelum mengatakan berita heboh yang ia maksud. "Dengar ini, kelas vokal akan mengadakan kompetisi lagi, dan seperti yang kalian tau, Yesung-saem akan memberikan hadiah menarik seperti bulan lalu" katanya semangat sambil berjalan dan kemudian duduk di sebelah Xiumin, kursi Luhan, entah di mana rusa lebay itu sekarang.
"Memang apa hadiahnya?" tanya Himchan tertarik, Key menyunggingkan smirk manisnya sambil melirik Xiumin yang terus menatap gadgetnya sendu.
"Hadiahnya... kupon makan di restoran mewah! Kalian bisa memesan makanan berapapun yang kalian mau..." mendengar kata makanan sontak membuat Xiumin menoleh pada Key "Ya! Aku itu rapper, pasti kalah denganmu, pabbo!" bentak Xiumin dengan tidak wolesnya.
"Iya, aku, Yongguk, dan Minho itu rapper, tak perlu memberitahu kami, tak berguna" sungut Himchan, Key mempoutkan bibirnya kesal. "Palingan yang menang anak kelas sebelah lagi, err – siapa namanya? Dia sepertinya menyukaimu Key-ya" sahut Yongguk yang duduk di sebelah Himchan.
"Jonghyun? Ya, ku rasa dia lagi. Dasar maruk" Minho ikutan. "Paling tidak berguna bagi Seohyun dan Woohyun, ya kan Woohyunnie?" kata Key sambil memasang senyuman manisnya pada Woohyun yang duduk tepat di belakangnya, dia sedang membaca entah apa, dan namja cuek itu hanya bergumam untuk menjawab Key.
"Menyebalkan" gumam Xiumin kemudian kembali menatapi layar datarnya, dia tau Key hanya mengejeknya. Kelas vokal huh? Yang benar saja! Kalau Luhan sih mungkin saja, tapi Xiumin? Dan apa tadi? Kupon makan?! Key hanya membuat Xiumin makin galau.
Tunggu! Xiumin galau? Kenapa?!
"Hey, Baozi! Kau kenapa?" tanya Key yang baru sadar akan raut galau di muka imut Xiumin. Namja berpipi chubby itu kembali menoleh pada Key "aku galau Key..." jawab Xiumin dengan mata yang berkaca-kaca, dia sama saja dengan Luhan, drama Queen!
"Aku tau, itu sudah terlihat. Kenapa kau galau?" tanya Himchan yang entah sejak kapan sudah bergabung dengan Key dan Xiumin.
Xiumin menunduk dalam "Chen... dia... dia tidak bisa di hubungi, aku sudah sms, missedcall, mention, inbox, apapun sudah ku lakukan... tapi – dia tetap tak bisa di hubungi, aku – aku takut... bagaimana bila sesuatu terjadi padanya? hiks" isak tangis tanpa air mata mengakhiri cerita sedih Xiumin.
Key dan Himchan segera memeluk Xiumin "sabar Minnie~" kata Himchan "Yakinlah, Chen pasti baik-baik saja, percaya padaku" kali ini Key yang bersuara "Tapi –"
"YA! Hentikan drama kalian dan lihat ke lapangan! Palli!" teriak Sooyoung bersama Yoona dari ambang pintu kelas.
.
.
.
Dan di sinilah Xiumin, tepi lapangan Exo High School. Ini semua gara-gara Key dan Himchan yang kelewat penasaran hingga mereka refleks menarik tangan Xiumin menuju lapangan. Memangnya ada apa di lapangan hingga mereka semua heboh?
Bagi-bagi makanan gratis?
Ada siswa yang berkelahi?
Ada syuting drama?
Atau ada Justin Bieber mampir?
APA?
Oke, Xiumin sekarang jadi penasaran juga, huuuhh~
Perlahan mereka bertiga ikut memasuki lapangan, banyak siswa-siswi yang berkerumun di sana, jadi agak sedikit susah melihat apa yang sebenarnya mereka kerumuni, Xiumin benar-benar berharap ada bagi-bagi coklat gratis, dasar penggiling makanan!
"KYAAAAAA"
"JONGDAE OPPA!"
"TAMPANNYAAAAAA!"
"OMO!"
"WAAAAAA OPPA!"
Sugguh, teriakan-teriakkan yang tidak pelan itu membuat telinga indah Xiumin berdengung-dengung rasanya, hufffttt mereka benar-benar menye – ah, tunggu! Wait!
"Jongdae?"
Xiumin segera menerobos kerumunan yang di dominasi Yeoja itu dengan kekuatan penuh, ia jadi berkali-kali lipat penasaran, ada apa dengan Jongdae? Itu kan nama Chen-nya Xiumin...
NGIIIIIIINNGGGGG~ (suara mic di nyalakan)
Sontak seluruh teriakan lenyap, mereka seperti menahan nafas, ingin tau apa yang selanjutnya akan terjadi.
Tampak seorang siswa tampan berdiri di sebelah piano putih, beberapa karangan bunga mawar warna merah, pink, putih dan kuning mengelilingi namja itu, bahkan ada yang berbentuk hati, Membuat ketampanan siswa itu bertambah, oooww so romantic!
"Ehem – Xiumin-hyung~"
Mata besar Xiumin terbelalak tidak percaya atas apa yang ia lihat di depannya ini.
"Chennie?" gumam Xiumin masih shock, ia sudah sampai di depan kerumunan, berhadapan langsung dengan siswa tampan itu, Kim Jongdae, atau Chen.
Benar-benar sulit di percaya, well – Chen sangat tampan di depan sana.
Tak ada kaca mata jadul yang biasa membingkai wajahnya.
Tak ada penampilan terlampau rapi khas murid yang terlalu disiplin atau 'cupu'.
Tak ada juga rambut yang selalu disisir rapi seperti biasa.
Dia benar-benar tampan, tersenyum manis hanya pada Xiumin yang membelalakkan mata tidak percaya atas perubahan drastis Chen.
Dag Dig Dug
Xiumin memegangi dadanya, jantungnya sedang berdetak kencang seperti ia telah lari maraton satu kilometer.
"Aku... aku akan bernyanyi untukmu, hyung"
Amuraedo nan niga joha
Amureon maldo eobsi utdon
Nareul anajwo babe
Oneureul gidaryeotjyo geudae
Dalkomhan nareul bwayo geudae ye~
Jikyeojulgeyo babe
Maeil maeil kkumeul kkujyo
Geudae soneul japgo naraga
Yeongwonhi eonje kkajina
Bogo sipeun naui sarang
Unmyeong ijyo pihalsudo eobtjyo
Every day i'm so lucky
Sumgyeowatdeon
Nae mameul gobaek hallae
Neoreul saranghae~
(sejujurnya aku menyukaimu, kau memelukku perlahan ketika aku tersenyum, babe
Aku selalu menunggu tiap hari datang, menunggumu untuk sikap manismu
Lihatlah aku, aku akan melindungimu, babe
Aku selalu bermimpi setiap hari, bermimpi menggenggam tanganmu dan terbang bersama selamanya...
Cintaku, aku merindukanmu
Ini adalah takdir yang tak bisa kita hindari, setiap hari aku selalu merasa beruntung.
Aku ingin mengucapkan perasaan tersembunyi ini, aku mencintaimu...)
[Chen- best luck, it's okay it's love ost part 1]
Xiumin benar-benar mematung di tempatnya, ini semua terlalu indah untuk ia terima, ia tak tau harus berkata apa.
Setelah menyelesaikan lagu dan permainan pianonya Chen berjalan sambil tersenyum manis ke arah Xiumin, membuat beberapa jeritan lebay memekakkan telinga kembali terdengar. Setelah sampai tepat di hadapan Xiumin, ia raih kedua tangan Xiumin, dingin.
Ia tatap mata besar itu, berkaca-kaca. Chen tersenyum, Xiumin terlihat gugup dan itu... manis.
"Aku memang baru menyadari perasaanku akhir-akhir ini, maafkan aku. Mungkin kata orang aku ini jenius, tapi aku sudah tak percaya itu setelah aku menemukan perasaan lain saat bersamamu, aku sebelumnya tak tau perasaan apa ini, aku tau aku bodoh"
"Tapi – sekarang aku tau, aku sadar. Aku menyukaimu hyung~ sangat menyukaimu, i love you. Mungkin ini juga tidak romantis tapi..."
"Aku mencintaimu hyung, maukah kau jadi kekasihku?"
Xiumin menelan salivanya dengan susah payah, jelas sekali ia gugup. Ia tak tau kalau Chen akan romantis seperti ini dan... menyatakan perasaannya, ia bilang ingin menjadikan Xiumin kekasihnya? Astaga, secepat inikah? Xiumin tau, ia sangat beruntung!
"Kau tau... aku – eum, aku juga sangat menyukaimu. Aku mencintaimu, tak peduli seperti apapun penampilanmu, aku mencintaimu. Kau selalu sempurna di mataku Chen~ bagaimana bisa aku menolakmu?"
GREB
Chen refleks memeluk Xiumin, ia sangat bahagia
"Gomawo hyung~ saranghae"
"Nado saranghae~"
.
.
Flower
.
Six
.
.
"Oo oh oh oh ppareul sa rang hae~ ah ah ah ah manhi manhi hae! Oh oh oh oh oh oh oh oh Se Hoon sa rang hae! Ah ah ah ah ah ah ah ah manhi manhi – eoh?"
Luhan yang saat itu berjalan – sambil loncat – di sekitar taman, seketika berhenti bernyanyi saat di lihatnya seorang namja tampan dengan kulit seputih susu duduk sendirian di bawah pohon besar, dia Sehun.
Luhan segera berjalan mendekati Sehun yang sepertinya dalam mood buruk itu. Ia jadi sedikit merasa bersalah membantu Kris mendekati Tao tadi, Luhan memang – dengan polosnya – berpikir jika Sehun benar-benar menyukai Tao, dan perbuatannya tadi pasti akan menyakiti Sehun, ugh!
"Sehunnie~" Sehun mendongak, menatap Luhan dengan muka kusutnya "Hyung?" 'aku mencintaimu' lanjut Sehun dalam hati, setelah itu ia kembali memasang wajah kusutnya. Luhan duduk di sebelah Sehun lalu merangkul bahunya.
"Kau kenapa heum? Kau tau Hyung akan lebih sedih jika melihatmu seperti ini" kata Luhan bersungguh-sungguh "Hunnie galau hyung~" lebih tepatnya pura-pura galau, dan Luhan tak tau itu.
"Mi- mianhae..." eoh? Kenapa Luhan minta maaf? Sehun mengerutkan keningnya tidak mengerti, tapi ia tak ambil pusing tentang itu saat di rasa tiba-tiba Luhan memeluk erat tubuhnya, Luhan sih berusaha menenangkan Sehun.
Sehun menyeringai. Otak modusnya kembali berjalan, dasar raja modus!
"Gini deh, eum – Luhan-hyung bakal nglakuin apa aja biar Sehun gak sedih lagi, Sehun mau apa?" Sehun membelalakkan matanya senang "jinjja?!" Luhan mengangguk mengiyakan "Yeay! Gomawo Luhannie-hyung~"
Sehun kembali teringat dengan janji Luhan itu, ufufu~
"Luhannie-hyung~" panggil Sehun manja, Luhan melepas pelukannya lalu menatap Sehun "ne Sehunnie?"
"Hyung kan janji mau nglakuin apa aja biar Sehun gak sedih lagi..." Luhan mengetuk-ngetukkan jari telunjuk di bibirnya, dia sedang berpikir, atau lebih tepatnya mengingat. Melihat Luhan memasang pose berpikir yang luar biasa imut itu membuat Sehun menelan ludahnya dengan susah payah, kalian tau? dia sedang berpikir yang 'iya-iya', byuntae!
"Ah iya! Aku ingat!" akhirnya Luhan ingat juga, ingatannya memang lebih baik dari Lay *di pelototin Lay-ge* "Sehunnie mau apa? Ntar Hyung kasih..."
Kalo Sehun mau Nc gimana Lu-ge? Astaga, jangan sok polos gini dong Lu-ge~ gak inget apa kalo Sehun itu evil? Liat aja smirk Sehun kalo gak percaya! Ya ampun.
"Benarkah itu Luhannie-hyung?" entah kenapa Luhan merinding sekarang, apalagi melihat seringai 'tak biasa' dari Sehun itu, tapi janji tetap janji! Luhan mengangguk yakin, ia pasrah saja.
"Okay, Sehun mau..."
Luhan bahkan nenahan nafas saking takut dan penasarannya, ya Tuhan, jangan biarkan sesuatu menimpa Luhan karena ini bahkan belum bel masuk kelas!
"XOXO"
"Eh? Xoxo itu apa?" Sehun terkikik geli, ternyata Luhan tidak tau apa itu Xoxo! Itu lho, salah satu lagunya boyband terkenal yang personilnya cantik-cantik! *di gampar Sehun*
"Kiss and hug, cium... dan peluk!" Luhan mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti "ooohh begitu..."
"APA?!"
Sehun menutup telinganya saat Luhan berteriak dengan mode gak woles "Ish hyung, woles kek... telinga Sehun berdenging ini, aduuuhh" keluh Sehun, Luhan hanya nyengir watados.
"Kalo hyung gak mau gak apa-apa kok" lanjut Sehun kemudian sambil mempoutkan bibirnya imut, 'ugh, Sehun unyu banget sih!' Luhan fangirl(boy)ing dalam hati.
"Mau kok... kan hyungmu yang tampan ini udah janji, hehe" Sehun mendengus mendengar kata 'tampan' dari bibir sexy Luhan, tampan katanya?! Kau akan selalu cantik di mata Sehun Lu-ge.
Chu~
Chu~
Luhan mencium kedua pipi putih Sehun, senang sekali rasanya! Ia bersorak dalam hati.
GREB
Lalu ia kembali memeluk Sehun erat, tentu saja ia dengan senang hati meng-xoxo(?) Sehun *haha*
Tapi tidak dengan Sehun, bibirnya kembali mengerucut unyu.
"Hyung~" rengeknya lagi, membuat Luhan melepas pelukannya dengan kerut di dahinya, astaga ini Sehun kenapa lagi?
"Gak gini hyung~" protes Sehun kemudian "maksudnya? Tadikan udah ciumnya, terus peluk juga udah... apanya yang salah?"
"Ciumnya gak di pipi~"
"terus?"
"Di sini" Sehun menunjuk bibir tipisnya.
"MWO?!" teriak Luhan lagi sambil melotot karena shock "wae hyung?" tanya Sehun agak takut melihat ekspresi Luhan yang seperti baru saja melihat kuntilanak ciuman sama pocong, what the hell banget!
"Ya! Kau jangan mengerjaiku Sehunnie! Aku tak mungkin menciummu seperti itu karena – karena aku... aku kan – eum, hyung mu~"
Seakan petir menyambar-nyambar hati Sehun. SAKIIIIIITTT rasanya!
Luhan bilang 'aku kan hyungmu' dan itu berarti Luhan hanya menganggapnya adik selama ini, pantas saja kemarin dia mendatangi apartemen Tao di pagi hari hanya untuk mengatakan bahwa Tao harus menerima Sehun.
Jelas Luhan melakukan itu agar Sehun tak sedih, mana mungkin Luhan ingin 'adik'nya sedih kan?
Astaga! Mengapa juga Sehun berpikir kalau kata-kata Kai, Lay, Xiumin dan Baekhyun yang mengatakan kalau sebenarnya Luhan menyukainya itu benar-benar terjadi? Itu jelas tak mungkin! Bisa saja mereka hanya mencoba menghibur Sehun, dan dengan bodohnya Sehun percaya!
Buktinya... Luhan sendiri bilang kalau dia menganggap Sehun adiknya, dan Sehun mendengarnya dengan telinganya sendiri! Catat itu...
So dumb! Ugh!
"Well, aku serius dengan permintaanku... gwaenchanayo (aku baik-baik saja) kau bisa melupakannya hyung" ucap Sehun kemudian, nada kesedihan sangat terasa pada ucapannya itu membuat Luhan merasa sangat bersalah.
Lagipula...
Apa yang tadi ia katakan pada Sehun? 'aku kan hyungmu' huh? Itu memang benar sih... tapi – ayolah, bukan itu yang Luhan inginkan... bodoh bodoh bodoh!
"Sebentar lagi masuk kelas... aku pergi dulu ne, hyung? " lanjut Sehun saat Luhan tak kunjung merespon dan malah ... melamun mungkin? Sehun tak tau, lagipula memang lebih baik Sehun pergi sekarang kan? Dari pada menangis di hadapan Luhan? Menyedihkan!
Setelah mengecup kilat pipi kanan Luhan, Sehun segera beranjak dan benar-benar pergi dari sana, meninggalkan Luhan sendiri.
"Well, aku serius dengan permintaanku..."
Kata-kata itu terus terngiang di otak Luhan, apa maksud Sehun? Dia serius menginginkan ciuman darinya? Sehun serius menginginkannya? Apa Sehun juga menyukainya?
Tapi...
Kenapa...
Bukankah dia menyukai Tao? Dia bahkan kesal setengah mati saat Kris ikut menyatakan cinta pada Tao.
Tapi... (lagi)
Sehun itu...
Bukankah dia biasanya menggoda Luhan? Menggombalinya dengan kata-kata manisnya, memperlakukan Luhan dengan... well, manis?
Seperti saat Luhan ingin Sehun menemaninya, Sehun dengan semangat mengiyakan permintaan Luhan itu. Saat Luhan ingin Sehun menunggunya, walaupun selama apapun itu Sehun juga pasti akan terus menunggunya...
Tunggu!
Tidak kah itu cukup menjadi bukti bahwa Sehun sebenarnya juga menyukainya? Ya meskipun kemungkinan Sehun melakukannya karena menganggap Luhan hyungnya sendiri juga ada.
Entahlah, Luhan pusing.
Atau mungkin, Luhan harus mengatakan perasaannya pada Sehun dulu? Itukah yang Sehun inginkan?
Tapi... Luhan takut, bagaimana bila Sehun menolaknya dan ternyata ia benar-benar menyukai Tao.
AARRRGGHH kenapa harus serumit ini coba?!
.
.
.
.
.
TBC
Hai hai! Semoga kalian suka chapter ini :D makasih udah mau baca
Anyeong~
