You are a my girl

Pairing : Eren Jaeger X Annie Leonhartd

Rated : T

Disclaimer : Hajime Isayama

Alur : Gaje , Typo , Maju dan Mundur

Genre : Romance

Happy read ^^

Chapter 10

Pagi itu mataku bengkak, aku tidak bisa tidur semalaman. Karena pikiranku sangat kacau, kacauu sekalii. Kemarin hana bahkan tak sadar sampai waktu pulang akhirnya orang tuanya dihubungi dan membawanya pulang. Sementara aku pulang bersama annie. Seperti biasa annie sangat jarang berbicara dia hanya duduk dibangku gadis bertudung itu dan tetap diam, bahkan hanya sekedar obrolan kecilpun tak ada.

Kuusap mata kiriku, sambil setengah menguap dalam perjalanan menuju sekolah. Hana tadi meneleponku dan mengatakan bahwa dia tidak usah dijemput. Gerbang sekolahku mulai terlihat, aku kembali menguap. Bahkan dalam bis tadi aku hampir tertidur jika tidak ada conny. Kebetulan aku bersama dia kali ini, dan yahhh.. benar saja dia hanya bertingkah aneh dan cerita macam2.

.

.

.

"mikasa, kau dapat lagi?" seseorang berkata tepat dibelakangku, aku menoleh dan mendapati annie sedang berdiri didepan kakak perempuanku itu. Neechan hanya tersenyum sambil bergumam pelan, dilanjut dengan senyum simpul annie yang bahkan tak terlihat tersenyum itu. Neechan menoleh kearahku , menatapku dalam diam. Aku terdiam, aku tak tahu harus berbuat apa disaat seperti ini. Dannn heningg… tak ada yang bersuara, neechan menatapku , aku terdiam dan annie membaca surat dikotak yang dibawa neechan. Sampai akhirnya suara teriakan cempreng membuat kami tersentak.

"KAK EREEENNNN… AKU BAWA BENTO LUCU LOHHHH…." Hana berteriak dan langsung melompat memelukku. "aku kangennn banget sama kakak.. nanti keatap ya kak. Jangan ajak siapa2 lohh." Kata hana dengan manja, aku hanya tersenyum.

"aku ikut." Sebuah suara membuat senyumku pudar berganti dengan pelototan dari mataku kearah gadis pirang yang dengan santainya menatap kami. Hana berkedut, dan terlihat jelas perempatan amarah nongol dijidatnya.

"aku tidak mau, mengajakmu dasar pirang jutek." Hana melengos dan menatap manja kearahku.

"kau juga pirang, bego" annie menjawab dengan logat Osaka yang sangat kental.

"siapa yang bego ha?" hana menyahut dengan ketus sambil melotot kearah annie.

"aku juga akan ikut" neechanku buka suara. Aku hanya diam.

"aku juga..kalau boleh?" kali ini armin yang baru saja datang langsung ikut bergabung.

"kalo mikasa ikut, aku pasti juga ikut" jean menanbahkan , aku mulai was-was.

"TIDAKK BOLEHH… KALIAN INI KENAPA SIH? KAK EREN ITU PACARKU JADI DIA HARUS MENEMANIKU. KALAU KALIAN CEMBURU BILANG AJA." Hana berteriak kencang, aku kaget. Kulihat dimatanya tak ada genangan air setetespun yang ada hanya guratan amarah yang meluap-luap.

"kau itu tidak tau sopan santun ya, aku ini kakaknya. KAKAKNYA… aku jauh lebih berhak mengatur hidup eren daripada kau. Kau hanya pacarnya dengan umur sebulan. Belum seumur hidup. " neechanku berteriak dan menangis lagi. Iyaa dia menangis, aku sudah tidak kuat lagi.

"CUKUUPPP…." Aku berteriak kencang, membuat seluruh siswa akhirnya menonton kami. Aku menutup mulutku sendiri merasakan sesak didadaku. Dengan kesal, aku melempar tasku dan segera berlari meninggalkan mereka semua.

Kenapa? Kenapa mereka semua egois? Aku ini manusia.. bukan boneka. SEKALI LAGI.. BUKAN BONEKA. Mereka tidak ada hak mengatur ku.

Kurebahkan tubuhku kererumputan belakang sekolah, tempat efisien kedua setelah atap. Aku menutup mataku mencoba untuk tenang. Mendinginkan pikiranku. Sampai akhirnya, aku tidak merasakan apa2 lagi.

~O~

Pojok author : hallo para readers, maaf ya saya sama sekali gak menggambarkan suasana sekolah. Masak sekolah isinya konflik perebutan eren muluk TwT. Adegan kelasnya juga gak ada lagi ya ampun _ . maaf yaa.. sekian pojok author, mungkin akan ada banyak adegan sesuai pair kali ini .. semoga saja.. berdoa agar author dapat ilham yang benar saat menulis *komat kamit berdoa* . okee… nikmati yaaa ^^

~O~

Hembusan dan gemerisik suara ranting membangunkanku dari tidur, kukerjap-kerjapkan mataku dan perlahan kulihat sosok itu. Sosok gadis bertudung hijau tepat dihadapanku. Aku terpaku, membiarkan helaian rambut hitamku berkibar dan juga mengumpulkan nyawa sepenuhnya untuk mencerna apa yang terjadi. Gadis bertudung itu duduk disebelahku dan memeluk lututnya. Kami sama2 terdiam, aku masih terkejut melihatnya tapi, tubuhku tetap diam dan tak mau beranjak atau membuka paksa tudungnya.

Warusa bakarino utto bekka

Kyou moo ana ake mori doro darake

Oko otta uchi got kuchi bakani fukumi kaeta

Koma atta utto bekka suanaga dokuni

Gohan mo dokuni

Tomodachini funereba shinu bakkari

Kanashinda utto bekka..

Dokuni namida ga kira kira hikaruu..

Lantunya dengan suara yang sangat merdu, aku terkesiap. Lagu yang indah, dan liriknya sangat menyedihkan. Kurasa aku pernah mendengarnya, tapii.. dimana?

Gadis bertudung itu menghadap kearahku masih dengan seluruh kepala tertutup. Aku menahan napas, seolah2 dia menekanku untuk tidak bernafas. Dia mendekat kearahku, aku hanya terdiam. Dia mendekatt… mendekatt.. daan sekarang kepalanya dia letakkan tepat dipundakku sambil melantunkan lagu yang sama berulang-ulang. Aku menutup mata menikmati suara indahnya disertai dengan gemersik ranting pohon dan semilir angin yang sejuk.

.

.

.

… lagunya berhenti. Aku membuka mataku dan menoleh kearahnya. Gadis itu duduk membelakangiku, lalu.. dia membuka tudungnya. Aku tersentak, dia masih membelakangiku dan nampaklah sebuah surai pirang dengan gelungan kecil dibelakangnya. Dia tetap membelakangiku kemudian berdiri lalu berjalan menjauh. Aku menatap punggung kecil yang tegap itu. Seluruh tubuhnya begitu indah. Kini tudung yang selalu menutupi kepala dan sebagian tubuhnya terlepas sempurna menampakkan sosok ramping dengan menggunakan seragam. Seragam sekolahku.. seragam sekolahhhh… aku hendak menjerit memanggilnya tapi suara ini tidak bisa keluar. Mulutku terbuka lebar, sangat lebar tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Aku tetap meraung tak bersuara memanggilnya tapi tetap dia berjalan menjauh ..,. sangat jauh . sedetik kemudian air mataku mengalir bagai sungai dengan bendungan yang terpecah.

.

.

.

"Ereeennnnnnnnn…" bahuku tergoncang. Aku membuka mataku dengan cepat dan meilhat sosok berambut hitam panjang itu sedang menangis. Neechan.. kenapa dia me-?

"sukurlahh…." Neechan tiba2 memelukku erat sambil menangis . ku lihat sekeliling. Aku berada diruang UKS disana sudah ada hana dan juga jean. Neechan memelukku erat, erat sekali. Semua perasaan sayangnya tumpah dalam pelukan itu. Aku membalas pelukan neechan dengan senyuman. Aku lega walaupun dia marah padaku tapi dia masih saja perhatian dan bahkan menangis untukku. Senangnyaa….

"kak eren…" panggil hana lirih. Aku berpaling kearahnya, tersenyum lembut. Dia ikut tersenyum walaupun bekas tetesan air mata membasahi pipinya."sukurlah…" kini senyum diwajahnya memudar berganti dengan tangisan yang terisak-isak. Aku mengernyit, dia kenapa? Dann kok aku bisa da di UKS bukannya ku tadi ditaman ya? Dan jugaa mana gadis bertudung itu?.

Neechan masih menangis dan memelukku erat. " nee.. memangnya aku kenapa?" tanyaku pada jean karena dua gadis didepanku ini sedang sibuk menangis.

"kau pingsan ditaman belakang sekolah bego" jawab jean sambil melotot horror, mungkin dia cemburu. Kurasa,

Aku hanya menghela napas pelan, dan kembali mengingat soal tadi. Ternyata aku hanya bermimpi. Dan juga pertengkaran neechan dengan hana lagi. Tiba2 dadaku sesak, kenapa semua ini membuatku sakit?.

Neechan melepas pelukannya, mengusap kepala ku pelan dan tersenyum lembut. "nee, eren. Kau nanti jangan pulang terlalu sore ya. Karena nanti aku ada urusan dengan jean" katanya lembut sambil mengecup keningku pelan. Aku mengangguk. Kemudian, neechan keluar diikuti jean yang sebelumnya menyunggingkan senyum kearahku. Kini, tinggal aku dan hana , aku menatapnya dan dia masih menangis.

"hana.." lirihku pelan, dia mendongak dan menatapku dengan mata basahnya.

"kak eren.." dia berlari dan memelukku. "maaf kan aku kak, maaf … aku tidak tau kalo kakak sangat tertekan karenaku. Aku sudah mengekang kakak. Maaf kak" jeritnya dibahuku. Aku menggeleng pelan sambil mengusap puncak kepalanya pelan.

"tidak hana" jawabku lemah. Hanya itu.

"aku janji tidak akan mengekang kakak lagi. Kita hanya akan bertemu saat jam makan siang. Kakak boleh mengajak siapapun. Kencannya satu bulan sekali juga tidak apa2 kok. Jangan jemput aku lagi, cukup pulang bersama saja. Aku akan jadi pcar yang baik untuk kakak." Cerocos hana sambil menepuk pelan pipiku. Dia masih menangis,aku tidak tau kenapa. Tapi, yang hanya kubisa hanya tersenyum lemah. Tersenyum terpaksa. Karena jawaban sebenarnya yang ada dalam hatiku adalah….. tidak lagi.

~O~

Setelah kejadian itu, hana semakin membaik. Dia berubah. Walaupun neechanku masih membencinya. Tapi, lebih baik lah. Dia hanya bertemu denganku saat makan siang, dia tidak kekelasku lagi, hanya menunggu diatap/taman.

Semakin membaiknya hana aku menjadi senang. Tapi entah kenapa, perasaanku masih saja tidak bisa diubah. Aku hanya mencintai gadis bertudung bukan dia. Dan itu malah membuatku merasa sangat bersalah pada hana. Aku tidak tau lagi harus bagaimana. Seminggu penuh ini neechan selalu kekamarku sebelum tidur, dia selalu menanyakan apa aku mencintai hana sepenuhnya, aku tidak menjawab sampai dia keluar. Aku bingung, petunjuk yang kutahu dalam mimpi itu. Dia berambut pirang.. hana juga berambut pirang. Dia ramping.. hana juga ramping. Dia 8 cm dibawahku mungkin… hana juga 8 cm dibawahku, walaupun sering kali dia pakai high hells untuk mengimbangiku. Hanya itu.

Dan selama seminggu setelah kejadian di UKS, aku merasa sedikit bebas. Bahkan aku masih bisa bercanda dengan reiner dkk.

"eren.. kapan kau mau kerumahku." Tanya reiner disertai anggukan dari sasha.

"reiner mau kasih tau ada game bagus lohh.." sasha buka aib. Semua anak yang denger (terutama gamers) langsung blink blink.

"ehhh beneran?" tanyaku memastikan. Reiner menjitak sasha.

"sialan kau, kentang. " gumam reiner kesal melihat aibnya dibuka dengan (sangat) sengaja oleh gadis kentang itu.

"mungkin besok. Kebetulan hari minggu, sekitar jam 9 deh." Kataku sambil menepuk bahu reiner dengan menyunggingkan cengiran khasku.

"okee.. gamenya seru banget lohh. Gamenya itu tentang perang melawan raksasa, tapi anehnya mereka tidak punya 'anu'. Tingginya gedhee bingo, pokoknya keren dehh… Bertold yang jarang ngegame aja ketagihan." Kata reiner dengan semangat sambil toel-toel bertoldt disampingnya yang sedang focus pada bukunya. "hm.." bertold membalas singkat. Reiner mengernyit, kemudia dengan sangat kencang dia berteriak "HOII.. LIAT TUHH SI ANNIE JALAN SAMA COWOK KELAS SATU" lalu tersenyum laknat.

Mendengar jeritan reiner semua murid menoleh keluar jendela. "MANA?" respon bertold terlihat sangat ganas. Dia melompat mendekati kaca dan mendelik dengan sangat tidak elitnya. Aku tertawa, saat seperti itu bertold lucu sekali.

"ehh.. itu kan si marco." Kata jean heran sambil menunjuk sosok cowok yang berdiri didepan annie. Kelas kami menghadap ketaman samping sekolah (ohh iya ceritanya disini sekolah eren itu dikelilingi taman, kayak akademi seijuji di ao no exorcixt gitu :3 *tendang author*). Annie berdiri dengan tenangnya sementara cowok yang disebut marco tadi tampak gugup sambil menggaruk-garuk pipinya.

"wuihhhh mesraa bangettt…." Reiner terus berkicau, membuat bertoltd memeras ujung seragamnya. Memang bertold sangat suka ya pada annie? .

Aku mengalihkan pandangan kearah 2 orang diluar kelas yang sedang menjadi pusat perhatian sekolah. Mereka terlihat berbincang-bincang pelan. Semua masih memperhatikan mereka.

"eh.. kudengar mereka satu klub diperpus."

"hah? Pantesan aja, aku sering liat mereka berdua duduk diperpus. Kadang juga sambil bercanda."

"apa? Sidingin itu bercanda. Apa kau gila?"

"bukan. Maksudku marco. Dia selalu berceloteh panjang lebar. Dan dibalas annie dengan tatapan aneh. Tapi akhir2 ini annie sering berekpresi ya?"

"iya… dia juga sempat tertawa saat bersama marco"

"ehh liat dia tertawa." Aku segera menoleh, dan aku melihat.. annie tertawa lepas. Dia tertawa sambil menepuk pundak marco.

Deg….. kenapa jantungku berdetak. (karena kau hidup eren *kali ini author cepet balik kedunia nyata*).

"sialan.." bertold bergumam. Aku bisa mendengarnya . "bertold.." lirihku pelan sambil menepuk bahunya.

"ehh apa.." bertoldt gelagapan. Dia berdiri dan tersenyum kearahku. "dia siapa?" aku bertanya sambil menunjuk kearah kaca. Bertold menoleh sebentar kemudian mendengus.

"dia marco. Anak kelas satu, anggota dari petugas perpus. Annie kan juga petugas perpus jadi mereka deket." Bertold berkata sambil mengusap kepalanya pelan, dan menyangga dahi diwajah tampannya.

Aku menelengkan kepalaku. "lalu,?"

"annie selalu dapat surat dari murid2. Kerena annie malas membaca surat jadi aku dan reiner yang membacanya, kebetulan aku pernah melihat ada surat dari marco. Lalu- ehh kok aku jadi curhat sih." Bertold kebingungan dan langsung menutup mulutnya. "lupakan tadi eren, lupakan." Dengan cengiran diwajah tampannya dia menggeleng cepat sambil berjalan menuju kebangkunya.

Aku angkat bahu. Ehh tungguu.. annie petugas perpus? Dari kapan? Kenapa aku tidak tau yaaa? Ya ampun. Kelas satu aku memperhatikan siapa saja sihh…

~O~

Halloooo…. Gimana ceritanya ? ^^ tambah seru kan :v (menurut author sendiri sihh:v )

Maaff ya TwT *penyakit minta maaf kambuh lagi* dichap 10 ini saya malas (akar pangkat tiga dikali 10 ditambah 1 juta) sekali. Jadi jelek deh -,-

Btw marco saya jadi kan bersama annie :v ada yang protes kah? Ini sihh rencananya mau bikin bertoltd cemburu T.T lalu segera menyatakan perasaannya ke annie T.T rencanya sihh.. tapi ERENNYA GIMANAA OYYYYYYYY *eren teriak kenceng dikuping author*

Ya ampunn.. maaf maaf maaff *sembah sujud* saya akan memperbaikinya lagi dan lagi sampai readers puas. Selalu ikutin yaa ^^ plisss :v

PM Review Fav Follow selalu ditunggu ^^

Salam shizuka_kun *te hee*