Cerita sebelumnya :
sementara Luffy dkk tertidur setelah berpesta, Usopp terlihat masih terjaga mendengarkan cerita tentang Leon yang diceritakan pak tua pemilik bar. Sedangkan Sanji berpisah dengan Zoro menyelamatkan Nami. Zoro kini tengah berhadapan dengan Leon.
Disclaimer Eiichiro Oda
Chapter 7
"Rahasia Will Of D"
Part 3
Kekuatan Irfanier Napoleon
.
.
Sanji kini sedang berlari bersama Nami menaiki lantai ruang tahanan bawah tanah mencari pintu keluar.
"Ayo Nami-swan kita harus cepat. Sebelum para penjaga itu menemukan kita." Ucap Sanji.
"Sanji-kun. Tapi kau terlihat terluka cukup parah karena penjaga tadi yang kau lawan di tempat kau menyelamatkanku." Cemas Nami.
"Tak apa Nami-swan. Asalkan kau tak apa-apa. Bagiku luka seperti ini tak ada artinya." Ucap Sanji menggombal.
TOK!
"sempat-sempatnya di saat seperti ini kau menggombal Sanji-kun." Geram Nami.
"mellorine... Pukulanmu sangat nyaman dikepalaku Nami-swan." Ucap Sanji dengan Mata Love-nya.
Nami hanya sweatdrop melihat Sanji dengan kelakuannya.
"Ohya. Ngomong-ngomong. Dimana yang lain? Kenapa kau kesini sendirian Sanji-kun?" Tanya Nami masih berlari.
"aku tidak tahu Nami-swan. Mungkin mereka masih di kota. Dan aku kesini juga karena di tangkap seseorang. Untung marimo datang. Dia yang membebaskanku." Ucap Sanji dengan ekspresi bersalah.
"Apa? Zoro datang? Bagaimana bisa?" Kata Nami kaget. Ya tentu saja, seorang Zoro bisa sampai di tempat seperti markas CP adalah hal yang sangat mustahil.
"Ya, tentu saja bisa. Dia, membawa vive Card milik Robin-chan. Karena sebelumnya Robin-chan ditangkap juga. Untung Chopper berhasil lolos dan Robin-chan menitipkan vive Cardnya pada Chopper." Jelas Sanji.
Nami sekali lagi kaget mendengarnya. Ya, benar saja. Nami mengira cuma dia yang ditangkap. Ternyata, Sanji dan Robin pun demikian.
"Apa?! Robin juga? Terus bagaimana dengan Zoro. Kalau dia sampai bertemu Leon akan berbahaya. Karena kukira dia orang yang kuat. Ayo kita cari zoro dan Robin dulu Sanji-kun." Cemas Nami.
"hm... sebenarnya aku sudah janjian dengan marimo, kalau aku dan dia akan bertemu di pintu keluar. Tapi kalau Nami-Swan ingin mencari marimo dan Robin-chan. Aku akan menurut saja. Ayo kita kembali ketempat tadi. Aku tahu tempat yang akan di tuju marimo." Jelas Sanji. Nami hanya merespon dengan anggukan.
Sanji sudah tahu kalau Zoro akan menyelamatkan Robin. Jadi otomatis dia tahu tempat tujuan Zoro. Karena disamping itu Robin juga berpesan kalau dia akan di pindah ke lantai dasar. Lalu tanpa pikir panjang lagi mereka mengubah arah berlarinya.
"ohya, ngomong-ngomong Nami-Swan kenal dengan Leon juga yaa? Aku juga sudah mendengar cerita tentang leon dari Robin-chan. Aku kira dia lawan yang berbahaya." Tanya Sanji tiba-tiba.
"Jelas aku mengenalnya. Karena aku sudah bertemu dengannya. Kukira juga begitu Sanji-kun. dia lawan yang berbahaya. Dan satu lagi. Sebenarnya yang dia incar adalah si Bodoh itu. Aku diculik, karena mereka menjadikanku umpan, supaya kita pergi ke pulau ini." Ucap Nami sambil membayangkan wajah polos Luffy.
"Si Bodoh? Maksudmu Luffy yaa? Kenapa dia mengincar Luffy, Nami-Swan?" Tanya Sanji penasaran.
"Aku juga tidak tahu secara pastinya Sanji-kun. tapi dia bilang karena tertarik dengan kekuatan Luffy." Jawab Nami.
"Hm,, begitu yaa. tapi kau tak usah cemas Nami-swan, aku yakin Luffy bisa mengalahkan si Leon itu." Tutur Sanji menghibur.
"Ya, benar juga. Walaupun dia bodoh ssi." Jawab Nami percaya diri.
Lalu keduanya pun terus berlari menuruni lantai ruang tahanan bawah tanah di markas CP. Suasananya tampak sepi, karena penjaga yang biasa berjaga bergantian setiap 20 menit sekali, semuanya mengepung pintu untuk keluar dari markas CP.
Suasana di luar ruang tahanan bawah tanah, di pintu keluar utama.
"Hisashi, apakah kita harus turun juga? Tuan Leon di bawah sendirian." Cemas Kenji pada Tuannya.
"Tenang saja Kenji. Tkita tak perlu melakukan hal itu. Tuan Leon adalah orang yang kuat. Dia pasti bisa mengatasinya. Apalagi dia yang menyuruh kita untuk berjaga disini. Tuan Leon pasti sudah merencanakan strategi dengan matang." Jelas Hisashi.
"Hm,, benar juga. Tuan Leon adalah orang yang sulit dikalahkan. Baiklah kalau begitu." Jawab Kenji mulai tenang.
Lalu kedua tangan kanan Leon duduk santai kembali menunggu perintah dari Leon.
.oOo.
Di tempat Zoro, lantai dasar ruang tahanan markas CP.
Zoro yang sebelumnya telah menemukan Robin. Namun ia harus bertarung melawan Leon yang saat itu berada di situ juga, agar Robin bisa diselamatkan.
Wush! Tring.. Tring...!
Walaupun secepat kilat. Serangan Zoro di blok dengan mudahnya oleh Leon.
WERR! DUAR! DUAR!
Serangan Leon mengenai tembok- tembok disekitar Ruangan. Zoro sekali lagi bisa mengindari serangan Leon yang sangat Cepat itu. Zoro tampak putus asa. Robin yang melihatnya hanya bisa diam. Karena tangannya di borgol batu laut.
"hah... Hah... Hah... Kekuatan macam apa itu! Dia bisa menumbuhkan daging sekeras baja di setiap bagian tubuhnya." Gumam Zoro.
"KrukrukKruk.. Hebat juga kau bisa menghindari seranganku berkali-kali. Dan aku juga terkejut, kau bisa mengenaiku. Tapi tak masalah. Kekuatan hakimu belum cukup kuat untuk melawan hakiku. Krukrukruk." Ujar Leon.
Zoro hanya diam. Dia tidak mengira kalau Loen sekuat ini. Ya, benar saja. Mulai dari jurus pedang, itouryuu, nitouryuu, hingga santouryuu. Semuanya dapat dipatahkan dengan mudah. Padahal serangan itu sudah dilapisi haki. Walau sebenarnya Zoro agak susah untuk mengenai Leon.
"(Tak ada pilihan Lain. Aku harus menggunakan Jurus Itu)." Batin Zoro.
"Jurus apa yang kau maksud. Krukrukruk. Asal kau tahu aku takan bisa terluka oleh serangan apapun." Kata Leon.
Zoro terkaget mendengar perkataan Leon. Ya. Tentu saja. Dia yakin kalau tadi, dia mengucapkan kalimatnya itu dalam batin. Kenapa Leon bisa tahu?
"Sepertinya kau mempunyai kekuatan spesial yang bisa membaca pikiran seseorang." Kata Zoro.
"krukrukrukruk.. Tentu saja. Karena aku sudah menemukan sebuah harta yang sangat langka di dunia ini." Jawab Leon.
Lalu Zoro pun lekas menyiapkan ketiga pedangnya. Leon hanya mengamati segala pergerakan Zoro.
"Sepertinya kau akan melakukan serangan tehebatmu. Apakah aku benar? krukrukrukruk.." Leon hanya tertawa khas melihat pergerakan Zoro.
Namun, Zoro Hanya diam tak menjawab. Dia lebih memilih Fokus pada jurusnya. Sedangkan Robin yang melihatnya hanya bisa berdoa.
"Jurus itu, Aliran Santoryuu lagi.. Krukrukrukruk" Gumam Leon.
"KiKi Kyuutouyuu Asura.." Ucap Zoro. Seketika itu tubuh Zoro seperti bertransfromasi menjadi sesossok iblis yang memegang sembilan pedang. Ya, benar saja. Ini adalah jurus spesial Zoro. Yang mengeluarkan iblis asura dari dalam tubuhnya.
"(Ah, itu.. Kalau tidak salah kyuutouryuu. Jurus sembilan pedang iblis Asura, Bocah ini ternyata bukan bocah sembarangan. Aku harus berhati-hati, sepertinya aku juga harus bersiap agar bisa menyentuh bocah itu)." Gumam Leon dalam hati sedikit terkejut dengan perubahan Zoro. Lalu Leon tampak memainkan tangannya. Yang seketika itu juga mulai tumbuh gumpalan daging yang akan menyelubungi tubuhnya.
"Ichibugin Makyuusen.." Zoro melesat dengan kecepatan penuh . Dengan kesembilan pedangnya Zoro menebas apa Saja yang dilaluinya sambil berputar membentuk sebuah lingkaran.
Lalu, di sisi Leon, dia tampak mengeluarkan jurus yang sangat aneh. Seperti membentuk sebuah tameng melingkar yang menyelubungi tubunya.
DUM...! DUM..! DUM! SREET! SRET! SRET! DUAR!
Adu kekuatan antara Zoro dan Leon pun tak terhindarkan. Serangan Zoro yang begitu dasyat menghancurkan seisi ruangan tersebut. Tak terkecuali sel-sel tahanan yang ada di sekeliling mereka. Robin yang menyaksikannya tak dapat melihat dengan jelas. Lalu sel Robin juga tampak sedikit rusak terkena dampaknya, walaupun sebenarnya tidak terlalu dekat dengan pertarungan Zoro dan Leon. Hal itu menandakan bahwa serangan Zoro sangat kuat.
Sebuah debu tebat menyelimut mereka. Robin yang tak begitu jelas melihat kejadian itu keluar dari selnya yang ketika itu sudah terbuka karena terkena dampak serangan Zoro. Dia mendekat, memastikan apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi? Benda apa itu." Gumam Robin cemas.
Robin melihat Zoro dan Leon Saling membelakangi. Di sisi Leon, Robin melihat bulatan Daging yang tidak sempurna menyelubungi tubuh Leon. Sedangkan di sisi Zoro, Robin melihat Zoro masih seperti sebelumnya saat Zoro belum melancarkan serangan dasyatnya, yaitu tak ada luka yang berarti pada Zoro.
"KruKrukrukruk.. Dia kalah!" Ucap Leon sambil membalikan badannya.
Sontak Robin terkejut. Dia melihat tubuh Leon banyak terdapat sayatan. Terlihat juga darah mengalir dari pelipisnya. Serta dibawah mulut terdapat bekas darah. Namun tak berapa lama, luka-luka itu pulih perlahan dengan sendirinya.
Lalu seketika itu juga Zoro terjatuh. Dia tampak memegangi dada kirinya. Robin yang melihat kejadian itu, begegas lari ke arah Zoro.
"Zoro apa yang terjadi denganmu?" Tanya Robin cemas, Sambil menidurkan kepala Zoro di pangkuannya.
"Aku, tidak tahu Robin.. Ah,.. Hah.." Jawab Zoro lemas.
"Zoro.. Kau kenapa. Sepertinya dadamu sangat sakit." Tanya Robin mulai menangis. Leon yang melihat ini hanya diam menyaksikan kejadian inronis ini.
"ya, kau benar Robin. Dadaku memang sakit. Hah.. Hah.. Hah.. Tapi sakit ini tak seberapa. Aku lebih memilih begini daripada melihatmu disiksa dia." Jawab Zoro dengan nafas terengah-engah.
"Robin.. Maafkan aku.. Kurasa,, Aku tak bisa membawamu pergi dari sini... Aku memang lemah... Maafkan aku.. Ro..bin..." Ucap Zoro lagi.
"Sudah, cukup! Jangan bicara lagi. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Seandainya ada Chopper disini. Pasti dia akan memeriksamu." Ujar Robin berusaha menghentikan Zoro berbicara.
"Tenanglaah... Aku tak apa.. Uhuk uhuk uhuk..." Ujar Zoro dengan batuk mengeluarkan darah.
"Zoro..." teriak Robin menatap Zoro.
"Ahhh, Aneh sekali... Biasanya saat kau menatapku. Jantungku berdebar sangat kencang. tapi hari ini lain, jantungku terasa begitu lemah.. Padahal untuk posisi yang sangat dekat seperti ini.. seharusnya jantungku akan tidak karuan. tapi aku merasa seperti ingin tidur... uhuk uhuk uhuk..." Ujar Zoro terbatuk lalu dia memejamkan matanya.
"Zoro..." Panggil Robin Lirih sambil menangis.
"Apa yang kau lakukan pada Zoro hah!" Teriak Robin pada Leon. Sebenarnya Robin ingin sekali menyerang Leon. Tapi dia masih terborgol batu laut.
"Krukrukrukruk.. Aku hanya memberikan dia sebuah hadiah." Ujar Leon.
"Apa maksudmu!" Jawab Robin sarkastik.
"Krukrukrukruk... Baiklah akan sedikit kubuka rahasia tentangku. Aku adalah pemakan buah iblis tipe paramecia yang disebut sebagai buah Byouki Byouki No Mi yang artinya penyakit. Hal itu karena aku bisa memanipulasi segala jenis penyakit dan memberikan penyakit tersebut kepada orang yang aku mau. Dan menurut buku yang kutemukan, buah yang kumakan adalah buah yang hanya muncul satu kali di kehidupan ini. Krukrukrukruk. Hm... Apa kau tahu Raja Bajak Laut Gol D Roger? Kau pasti dengar kalau dia mempunyai sebuah penyakit yang tak bisa disembuhkan? Kau kira siapa yang memberi penyakit itu. Dia tidak menyadari pada saat-saat terakhir aku bertarung dengannya, aku tak sengaja memberi sebuah penyakit yang tak bisa seorangpun di dunia ini menyembuhkannya kecuali aku yang mengambilnya kembali. Saat itu aku juga tidak sadar mempunyai kekuatan itu. Krukrukruk." Ucap Leon panjang lebar.
Robin hanya diam mendengar celotehan Leon. Dia tidak menyangka kalau kekuatan Leon dapat memanipulasi penyakit.
"lantas apa yang tadi kau lakukan pada Zoro?" Tanya Robin kembali.
"Aku tadi menyentuh dada orang itu dan seketika itu juga jantungnya aku beri sebuah virus yang menyebabkan jantung dia lemah. Krukrukruk.. Sekarang bagaimana? Apa kau mau bergabung denganku?" Tanya Leon.
Robin diam sejenak. Memikirkan keputusannya. Dia nampak bingung. Namun, sebelum dia menjawab ada seseorang yang menendang pintu ruangan Robin hingga hancur.
DUARR!
ternyata itu Sanji dan Nami.
"Robin-Chan, Marimo. Apa yang terjadi? Aku mendengar suara ledakan dari dalam sini." Tanya Sanji bingung melihat keadaan di dalam yang sangat kacau dan Posisi Robin yang menidurkan Zoro di pangkuannya dengan air mata yang menetes.
"Diaa..." Ucap Nami terpotong, melihat sosok Leon.
"Sanji, Nami!" Teriak Robin sekilas melihat Sanji dan Nami. Dan ketika itu juga mengalihkan pandangan pada Leon.
Sanji pun tak tinggal diam. Dia langsung berlari ke arah Leon untuk menyerangnya.
"Kau! Apa yang kau lakukan pada Robin-Chan dan marimo hah!" Ucap Sanji Sambil bersiap menendang. Namun keputusan yang salah bagi Sanji, karena dia menyerang Leon tanpa senjata. Akibatnya dia terkena jurus Leon. Kakinya jadi Lumpuh. Sanji tampak tak berdaya.
"krukrukruk. Sia-sia." Ujar Leon sambil tertawa khas.
"Sial kakiku tak bisa digerakan!" Kesal Sanji.
"Sanji! Nami cepat lari pergi dari sini." Ucap Robin. Robin tak memanggil Sanji dan Nami dengan sebutan khasnya. Mungkin dia saat ini sedang panik sehingga berkata secepatnya.
Kemudian Leon tak tinggal diam. Dia kembali mengeluarkan jurusnya, yang menumbuhkan daging dari bagian tubuhnya. Daging itu memanjang menjerat Nami dengan kuat.
"Kya... Robin...! Benda ini sangat keras. Aku tak bisa bergerak dan sulit bernafas." Ucap Nami dengan nafas memburu.
"krukrukruk. Tiga orang! Sekarang apa pilihanmu. Jika kau mau bergabung denganku aku takan membunuh mereka dan aku akan menyembuhkan penyakit kedua laki-laki ini sekaligus menceritakan Rahasia yang kumiliki tentang hal yang menyangkut sejarah 900 tahun lalu yang , jika kau tak mau. Aku tak segan membunuhmu dan ketiga temanmu ini." Ujar Leon memberi pilihan yang cukup sulit.
Robin begitu bingung. Saat ini otaknya seperti tak bisa digunakan untuk berpikir untuk memilih pilihan yang sulit itu. Bagaimana tidak. Dia ingin menyelamatkan teman-temannya, tapi jika itu ia lakukan. Ia harus berhianat pada SHP dengan bergabung bersama Leon. Namun jika dia tak mau berhianat. Teman-temannya dan bahkan dirinya sendiri akan tewas saat itu juga. APA YANG AKAN DILAKUKAN ROBIN?
To Be Continued... .
Akhirnya Chapter 7 selesai juga...
Penasaran dengan Chapter selanjutnya..? tunggu saja tanggal updatenya... shishishi
Bagaimana? berminat memberi Review?
semoga saja iya.. karena Review sangat di butuhkan sebagai penyemangat. oke !
Thanks...
